• Sejarah Alkitab di Indonesia (32)
  • Sejarah Alkitab di Indonesia (32)
  • Sejarah Alkitab Daerah di Indonesia (35)
  • Sejarah Alkitab di Indonesia (32)
  • Sejarah Alkitab Daerah di Indonesia (35)
  • Sejarah Alkitab di Luar Indonesia (16)
  • Sejarah Alkitab di Indonesia (32)
  • Sejarah Alkitab Daerah di Indonesia (35)
  • Sejarah Alkitab di Luar Indonesia (16)
  • Biblika (12)
  • Sejarah Alkitab di Indonesia (32)
  • Sejarah Alkitab Daerah di Indonesia (35)
  • Sejarah Alkitab di Luar Indonesia (16)
  • Biblika (12)
  • Doktrin Alkitab (16)
  • Sejarah Alkitab di Indonesia (32)
  • Sejarah Alkitab Daerah di Indonesia (35)
  • Sejarah Alkitab di Luar Indonesia (16)
  • Biblika (12)
  • Doktrin Alkitab (16)
  • Pengantar dan Garis Besar Kitab (7)
  • Sejarah Alkitab di Indonesia (32)
  • Sejarah Alkitab Daerah di Indonesia (35)
  • Sejarah Alkitab di Luar Indonesia (16)
  • Biblika (12)
  • Doktrin Alkitab (16)
  • Pengantar dan Garis Besar Kitab (7)
  • Studi Kata Alkitab (5)
    Sejarah Alkitab Indonesia / Lembaga-lembaga Pekabaran Injil Belanda dan Para Utusannya
    Sejarah Alkitab Indonesia
    Home | Sejarah | Artikel | Bagan Data | Bibliografi

      Kategori Artikel
      Bagian-bagian dari buku :
    Ragi Carita 2
      Sejarah Alkitab di Indonesia (32)
    Home > Artikel > Lembaga-lembaga Pekabaran Injil Belanda dan Para Utusannya

    Lembaga-lembaga Pekabaran Injil Belanda dan Para Utusannya

      Bibliografi    | >>  

    Artikel ini diambil dari :
    End, Dr. Th. van den. 2001. Ragi Carita 2. PT BPK Gunung Mulia, Jakarta. Halaman 35.  

    Akhirnya yang tinggal belum dibicarakan ialah Nederlandsch Bijbelgenootschap (NBG, Lembaga Alkitab Belanda). Lembaga itu bukanlah lembaga zending dalam arti yang sebenarnya. Namun, artinya bagi zending sangat besar. Sejak tahun 1826, NBG menyediakan tenaga ahli bahasa yang mempersiapkan dan melaksanakan terjemahan Alkitab ke dalam berbagai bahasa Nusantara. Atau, kalau para zendeling sendiri yang mengusahakan penerjemahan Alkitab, NBG memberi mereka nasehat dan bantuan. Tenaga pertama yang diutus NBG ke Indonesia ialah J.C.F. Gericke, yang selama tahun 1826-1856 tinggal di Solo dan berhasil menyelesaikan penerjemahan Alkitab ke dalam bahasa Jawa. Di Jawa, begitu pula di beberapa daerah lain, utusan NBG mendahului utusan lembaga pI. Tetapi lama-kelamaan diadakan kerja sama yang lebih erat antara NBG dan badan-badan pI: di setiap medan yang penting, yang belum memiliki terjemahan Alkitab dalam bahasa daerah, NBG menempatkan seorang ahli bahasa di samping para zendeling. Berlainan dengan para zendeling, mereka berpendidikan akademis, yaitu harus memperoleh gelar dalam fakultas sastra, jurusan bahasa-bahasa Nusantara. Yang paling terkenal di antara mereka ialah Dr. N. Adriani di Sulawesi Tengah dan Dr. H. Kraemer di Jawa Timur. Pada tahun 1940, di Indonesia terdapat 5 utusan NBG.

    ^ Ke Atas ^


    Tentang Kami | Kontak Kami | Ucapan Terima Kasih | Buku Tamu | Peta Situs | Form Kirim Artikel | Links
    Disclaimer | © 2003-2008 | Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) | E-mail: webmastersabda.org | Laporan Masalah/Saran