|
|
|
|
Kategori Artikel
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Pengantar dan Garis Besar Kitab (7)
|
|
|
|
|
Home >
Artikel >
Garis Besar Alkitab : Pengkhotbah
Garis Besar Alkitab
|
Bibliografi
|
<< |
|
Artikel ini diambil dari : D D., Frank Charles Thompson, Ph.D. 1934. The New Chain Reference Bible. B. B. Kirkbride Bible Co., Inc. CD SABDA-Topik 04303 dan 04304
|
Kitab Pengkhotbah
Nama, dipinjam dari Septuaginta (terjemahan PL ke dalam bahasa Yunani).
Dalam bahasa Ibrani disebut "Koheleth." Arti kata ini agak diperdebatkan,
tetapi dibuat menjadi PENGKHOTBAH dalam versi bahasa Inggris, atau orang yang
menyampaikan pidato/amanat kepada suatu perkumpulan.
Penulis tidak diketahui pasti, tetapi umumnya umumnya dianggap berasal
dari Salomo.
Ec 1:1,2
Banyak pengalaman yang tampaknya berhubungan dengan apa yang mungkin
telah terjadi dalam hidupnya, dinilai dari garis besar sejarah hidupnya
yang ditemukan dalam Alkitab.
Ayat Kunci
Ec 12:13
Kata-Kata Kunci, "Kesia-siaan," dan "di bawah matahari, masing-
masing ungkapan tersebut muncul lebih dari duapuluh lima kali.
Isi
Kitab ini berisi perenungan dan pengalaman seorang ahli filsafat yang
pikirannya sedang dalam konflik masalah-masalah hidup.
Sesudah berbicara tentang kekecewaan yang terjadi padanya, ia menyajikan
pandangan materialisme Epikurus, yaitu tidak ada yang lebih baik daripada
penikmatan jasmani atas kesenangan hidup.
Karena ide ini terus muncul dalam seluruh bagian kitab, sungguh
jelas bahwa penulisnya sedang bergulat dengan ide tersebut, sementara itu
pada saat yang sama ia mengucapkan kebenaran yang mendalam tentang
tanggung jawab dan kewajiban manusia terhadap Allah.
Akhirnya ia tampaknya keluar dari pertimbangan dan kebimbangannya, dan
mencapai kesimpulan yang mulia dalam Pasal 12:13, "Takutlah akan Allah dan
berpeganglah pada perintah-perintahNya, karena ini adalah kewajiban setiap
orang."
Ec 12:13
Ikhtisar. Pasal 1,2
- Pendahuluan. Perenungan tentang hidup yang membosankan
Ec 1:1-11
- Pencarian sifat alami manusia untuk kepuasan dan kebahagiannya.
- Tidak ditemukan dalam perolehan hikmat
Ec 1:12-18
- Tidak ditemukan dalam kesenangan duniawi
Ec 2:1-3
- Tidak ditemukan dalam seni dan pertanian
Ec 2:4-6
- Tidak ditemukan dalam kekayaan yang besar
Ec 2:7-11
- Kesimpulan
- Orang yang bijak lebih unggul daripada orang yang bodoh
Ec 2:12-21
- Dari Epikurus, tidak ada yang lebih baik daripada makan dan minum
dan menikmati hidup
Ec 2:24-26
Pasal 3. Pandangan yang alami dari manusia tentang kehidupan yang
membosankan/meletihkan.
- Ada waktu untuk segala sesuatu
Ec 3:1-8
- Kesimpulan dari Materialisme
Ec 3:13-22
Pasal 4. Studi tentang Kejahatan Masyarakat terpisah dari iman
Ec 4:1-15
Kesimpulan, semua kesia-siaan dan kekesalan hati
Ec 4:16
Pasal 5.
- Nasihat-nasihat mengenai kewajiban religius
Ec 5:1-7
- Kesia-siaan kekayaan
Ec 5:9-17
- Kesimpulan, -Makan, minum dan menikmati hidup
Ec 5:18-20
Pasal 6. Kesia-siaan umur panjang
Ec 6:3-12
Pasal 7.
- Serangkaian pepatah yang bijaksana
Ec 7:1-24
- Kesimpulan mengenai wanita yang jahat
Ec 7:25-28
Pasal 8.
- Kewajiban terhadap pemerintah
Ec 8:1-5
- Kehidupan yang tidak pasti
Ec 8:6-8
- Kepastian penghakiman Ilahi, dan ketidakadilan hidup
Ec 8:10-14
- Kesimpulan Epikurus
Ec 8:15
- Pekerjaan Allah dan manusia
Ec 8:16,17
Pasal 9.
- Hal yang sama terjadi pada orang benar dan orang jahat
Ec 9:1-9
- Hikmat yang unggul meskipun sering tidak dihargai
Ec 9:13-18
Pasal 10. Aneka macam pepatah yang bijaksana, kontras/perbandingan
antara hikmat dan kebodohan, dll.
Pasal 11
- Nasihat-nasihat mengenai kebaikan hati
Ec 11:1-6
- Nasihat kepada orang muda
Ec 11:9-10
Pasal 12. Penggambaran yang puitis tentang masa tua
Ec 12:1-7
Kata-kata penutup dari pengkhotbah dan kesimpulan akhir mengenai
kewajiban yang tertinggi dari manusia
Ec 12:8-14
|
|