• Sejarah Alkitab di Indonesia (32)
  • Sejarah Alkitab di Indonesia (32)
  • Sejarah Alkitab Daerah di Indonesia (35)
  • Sejarah Alkitab di Indonesia (32)
  • Sejarah Alkitab Daerah di Indonesia (35)
  • Sejarah Alkitab di Luar Indonesia (16)
  • Sejarah Alkitab di Indonesia (32)
  • Sejarah Alkitab Daerah di Indonesia (35)
  • Sejarah Alkitab di Luar Indonesia (16)
  • Biblika (12)
  • Sejarah Alkitab di Indonesia (32)
  • Sejarah Alkitab Daerah di Indonesia (35)
  • Sejarah Alkitab di Luar Indonesia (16)
  • Biblika (12)
  • Doktrin Alkitab (16)
  • Sejarah Alkitab di Indonesia (32)
  • Sejarah Alkitab Daerah di Indonesia (35)
  • Sejarah Alkitab di Luar Indonesia (16)
  • Biblika (12)
  • Doktrin Alkitab (16)
  • Pengantar dan Garis Besar Kitab (7)
  • Sejarah Alkitab di Indonesia (32)
  • Sejarah Alkitab Daerah di Indonesia (35)
  • Sejarah Alkitab di Luar Indonesia (16)
  • Biblika (12)
  • Doktrin Alkitab (16)
  • Pengantar dan Garis Besar Kitab (7)
  • Studi Kata Alkitab (5)
    Sejarah Alkitab Indonesia / Garis Besar Alkitab : Ayub
    Sejarah Alkitab Indonesia
    Home | Sejarah | Artikel | Bagan Data | Bibliografi

      Kategori Artikel
      Bagian-bagian dari buku :
    The New Chain Reference Bible
      Pengantar dan Garis Besar Kitab (7)
    Home > Artikel > Garis Besar Alkitab : Ayub

    Garis Besar Alkitab

      Bibliografi << |       

    Artikel ini diambil dari :
    D D., Frank Charles Thompson, Ph.D. 1934. The New Chain Reference Bible. B. B. Kirkbride Bible Co., Inc. CD SABDA-Topik 04303 dan 04304
    Pilih Kitab : Perjanjian Lama Perjanjian Baru
    << Sebelumnya Berikutnya >>

    Kitab Ayub

    Penulis, tidak diketahui
    Tanggal, banyak menjadi perdebatan. Dipandang banyak ahli sebagai kitab tertua dalam Alkitab; tetapi ada juga yang memandang sebagai kitab yang usianya sama dengan jaman pembuangan
    Tempat, Tanah Us.

    Tema Utama, Masalah Penderitaan Ayub. Kitab ini ditulis secara puitis dan deskriptif.

    Adegan I.

    Ayub dan keluarganya sebelum penderitaan menimpa mereka. Ayub tampil sebagai ayah yang saleh, tidak rusak karena kemakmuran, melayani, sebagai imam untuk seluruh rumah tangganya
    Job 1:5

    Adegan II.

    1. Setan masuk dalam hadirat ilahi, menyindir bahwa Ayub melayani Allah karena dukungan khusus
      Job 1:9-11
    2. Setan diijinkan untuk menguji Ayub dengan menimbulkan hilangnya kekayaan dan anak-anak
      Job 1:12-20
    3. Ayub tetap mempertahankan kejujurannya
      Job 1:21,22
    Adegan III.
    1. Setan masuk lagi ke hadirat ilahi, mengatakan Jika tubuh Ayub dibuat menderita, ia akan mengutuki Allah
      Job 2:1-5
    2. Setan diijinkan untuk memukul Ayub dengan penyakit yangmengerikan
      Job 2:7,8
    3. Nasihat istri Ayub untuk menghujat Tuhan, dan ketaatan Ayub yang menang
      Job 2:9,10
    Adegan IV. Kedatangan ketiga teman Ayub, dan tujuh hari berdiam diri karena rasa simpati
    Job 2:11-13

    Adegan V. Kesabaran Ayub habis, ia menyatakan keluhannya, pasal 3
    Job 3:1

    Adegan VI. Pembicaraan yang panjang dan tidak membuahkan hasil antara Ayub dan ketiga temannya mengenai penderitaan Ayub. Teman-temannya mempertahankan bahwa penderitaan adalah akibat dosa dosa pribadi. Ayub membela diri dan menyatakan ketidakberdosaannya, pasal 4-31
    Job 4:1 - 31:1

    Adegan VII. Elihu turut dalam pembicaraan, pasal 32-37
    Job 32:1 37:1

    Adegan VIII. Tuhan menjawab Ayub dari dalam badai/angin puyuh dengan kata-kata pencerahan dan teguran, pasal 38-39
    Job 38:1 - 39:1

    Adegan IX. Pengakuan Ayub
    Job 40:3-5

    Adegan X. Tuhan berbicara untuk yang keduakalinya pasal 40.7-41
    Job 40:7 - 41:1

    Adegan XI.
    1. Pengakuan Ayub yang kedua
      Job 42:1-6
    2. Tuhan murka terhadap Elifas, Bildad, dan Zofar karena kebodohan mereka, dan memerintahkan mereka untuk mempersembahkan korban bakaran.
      Job 42:7-9
    Adegan XII. Ayub berdoa untuk teman-temannya, kekayaannya dipulihkan dan ia hidup dengan lanjut umurnya
    Job 42:10-17

    Pelajaran Yang Disarankan.

    1. Kuasa setan yang jahat/membahayakan dalam hidup manusia.
    2. Penggunaan penderitaan dalam rencana ilahi sebagai alat untuk menyempurnakan karakter.

    Seleksi Pilihan, Percakapan Ayub tentang hikmat pasal 28
    Job 28:1

    << Sebelumnya ^ Ke Atas ^ Berikutnya >>


    Tentang Kami | Kontak Kami | Ucapan Terima Kasih | Buku Tamu | Peta Situs | Form Kirim Artikel | Links
    Disclaimer | © 2003-2008 | Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) | E-mail: webmastersabda.org | Laporan Masalah/Saran