• Sejarah Alkitab di Indonesia (32)
  • Sejarah Alkitab di Indonesia (32)
  • Sejarah Alkitab Daerah di Indonesia (35)
  • Sejarah Alkitab di Indonesia (32)
  • Sejarah Alkitab Daerah di Indonesia (35)
  • Sejarah Alkitab di Luar Indonesia (16)
  • Sejarah Alkitab di Indonesia (32)
  • Sejarah Alkitab Daerah di Indonesia (35)
  • Sejarah Alkitab di Luar Indonesia (16)
  • Biblika (12)
  • Sejarah Alkitab di Indonesia (32)
  • Sejarah Alkitab Daerah di Indonesia (35)
  • Sejarah Alkitab di Luar Indonesia (16)
  • Biblika (12)
  • Doktrin Alkitab (16)
  • Sejarah Alkitab di Indonesia (32)
  • Sejarah Alkitab Daerah di Indonesia (35)
  • Sejarah Alkitab di Luar Indonesia (16)
  • Biblika (12)
  • Doktrin Alkitab (16)
  • Pengantar dan Garis Besar Kitab (7)
  • Sejarah Alkitab di Indonesia (32)
  • Sejarah Alkitab Daerah di Indonesia (35)
  • Sejarah Alkitab di Luar Indonesia (16)
  • Biblika (12)
  • Doktrin Alkitab (16)
  • Pengantar dan Garis Besar Kitab (7)
  • Studi Kata Alkitab (5)
    Sejarah Alkitab Indonesia / Garis Besar Alkitab : I Korintus
    Sejarah Alkitab Indonesia
    Home | Sejarah | Artikel | Bagan Data | Bibliografi

      Kategori Artikel
      Bagian-bagian dari buku :
    The New Chain Reference Bible
      Pengantar dan Garis Besar Kitab (7)
    Home > Artikel > Garis Besar Alkitab : I Korintus

    Garis Besar Alkitab

      Bibliografi << |       

    Artikel ini diambil dari :
    D D., Frank Charles Thompson, Ph.D. 1934. The New Chain Reference Bible. B. B. Kirkbride Bible Co., Inc. CD SABDA-Topik 04303 dan 04304
    Pilih Kitab : Perjanjian Lama Perjanjian Baru
    << Sebelumnya Berikutnya >>

    Surat Korintus yang Pertama

    Penulis, Rasul Paulus.

    Peristiwa Historis. Jemaat di Korintus didirikan oleh Paulus pada perjalanan misinya yang kedua. Jemaat ini terpengaruh kejahatan di sekitarnya dalam kota yang tak bermoral (terutama dalam bidang seks).
    Orang-orang Yunani bangga dengan pengetahuan dan filsafatnya, tetapi pada saat yang sama kecanduan dengan kemesuman yang tidak wajar. Mereka khususnya suka dengan seni berpidato.
    Jelas bahwa Apolos, seorang Yahudi yang fasih bicara, telah datang ke Korintus dan menangkap angan-angan Orang-orang Kristen Yunani, lihat
    Ac 18:24-28
    Kenyataan ini membawa kita pada pembandingan antara Apolos, dengan lidah peraknya, dan pemimpin-pemimpin rohani yang lain. Khususnya dengan tenggelamnya nama Paulus, yang kehadirannya secara fisik tampaknya tidak mengesankan
    2Co 10:10
    Ini kemungkinan adalah petunjuk adanya perpecahan dalam jemaat,
    1Co 1:11-13
    Paulus ingin memurnikan jemaat dari perpecahan dan percabulan, itulah sebab utama ia menulis surat ini.

    Surat Ini Dapat Dibagi Menjadi Dua Bagian.
    Bagian 1. Tema Utama. Pembersihan jemaat dari Konsep yang Salah tentang Pelayanan, Kesombongan Intelektual, Kejahatan Masyarakat, dan kekacauan- kekacauan yang lain, pasal 1-11
    1Co 1:1 - 11:1

    Mata Rantai menunjukkan pemikiran/konsep yang salah tentang pelayanan.
    1Co 1:12-17 3:4-7,21,22 4:6,7

    Ikhtisar.

    1. Pemberian hormat
      1Co 1:1-9
    2. Perlunya pembersihan gereja dari perpecahan, pemujaan terhadap manusia dan pengagungan hikmat duniawi
      1Co 1:10-31
    3. Pelayanan Paulus yang dapat dijadikan teladan. Tidak ada usaha darinya untuk menampilkan hikmat duniawi, tetapi untuk menyatakan hikmat Allah dalam berita yang dinyatakan kepadanya oleh Roh Kudus.
      1Co 2:1-16
    4. Pertengkaran di antara para pemimpin adalah tanda kebelumdewasaan dan keduniawian
      1Co 3:1-8
    5. Pandangan yang benar mengenai Pelayanan, Pelayanan harus dipandang:
      1. Sebagai penyebar kebenaran
        1Co 3:1,2
      2. Sebagai tukang kebun
        1Co 3:6-8
      3. Sebagai kawan sekerja Allah
        1Co 3:9
      4. Sebagai ahli bangunan
        1Co 3:10
      5. Sebagai pelayan
        1Co 4:1,2
      6. Sebagai orang yang menderita karena Kristus
        1Co 4:9-13
      7. Sebagai teladan
        1Co 4:16-17
      8. Sebagai pengurus kedisiplinan
        1Co 4:18-21
    6. Kewajiban untuk membersihkan jemaat:
      1. Dari Percabulan/kemesuman
        1Co 5:1-13
      2. Dari proses pengadilan
        1Co 6:1-8
      3. Orang-orang percaya sebagai anggota tubuh Kristus dan bait Roh Kudus, harus menyucikan diri dari segala percabulan
        1Co 6:9-20
    7. Kudusnya perkawinan dan semua hubungan seksual dan tuntutan tertinggi dari kehidupan rohani
      1Co 7:1-40
    8. Tujuan akhir Kristen menuntut pengorbanan hak-hak tertentu demi mereka yang lemah dan kurang pengetahuan
      1Co 8:1-13
    9. Teladan Paulus yaitu menyerahkan dan hak-hak dan kebebasan tertentu demi memenangkan jiwa bagi Kristus
      1Co 9:1-27
    10. Teladan Israel yang kurang percaya, dan sebuah peringatan kepada jemaat
      1Co 10:1-15
    11. Persekutuan pada saat Sakramen Perjamuan Makan Tuhan, menuntut pemisahan dari persekutuan jahat
      1Co 10:16-21
    12. Pengaruh Orang Kristen harus dijaga dalam hal makan dan minum
      1Co 10:23-33
    13. Adat Masyarakat harus dipatuhi dalam hal berpakaian
      1Co 11:1-16
    14. Penyucian jemaat dari kekacauan dalam hubungannya dengan Perjamuan Tuhan, dan ketaatan yang sebagaimana mestinya
      1Co 11:17-34

    Bagian II. Bersifat Pengajaran Doktrin/Dogma dan Nasihat-nasihat.

    1. Mengenai bermacam-macam karunia rohani
      1Co 12:1-31
    2. Keunggulan kasih
      1Co 13:1-13
    3. Keunggulan karunia nubuat dibanding dengan karunia lidah, dan pentingnya memelihara ketertiban dalam perkumpulan persekutuan
      1Co 14:1-40
    4. Doktrin tentang kebangkitan
      1Co 15:1-58
    5. Perintah penutup dan salam
      1Co 16:1-24

    << Sebelumnya ^ Ke Atas ^ Berikutnya >>


    Tentang Kami | Kontak Kami | Ucapan Terima Kasih | Buku Tamu | Peta Situs | Form Kirim Artikel | Links
    Disclaimer | © 2003-2008 | Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) | E-mail: webmastersabda.org | Laporan Masalah/Saran