copyright
"Sabda-Mu adalah pelita bagi langkahku, cahaya untuk menerangi jalanku." Mazmur 119:105 (BIS)
Biblika
Pengantar
Temukan di Alkitab: Kata(-kata) Daftar Ayat
Versi Alkitab
Alkitab Terjemahan Baru
Alkitab Kabar Baik (BIS)
Firman Allah Yang Hidup
Perjanjian Baru WBTC [draft]
Alkitab Terjemahan Lama
Kitab Suci Injil
Alkitab Shellabear [draft]
Alkitab Melayu Baba
Alkitab Klinkert 1863
Alkitab Klinkert 1870
Alkitab Leydekker [draft]
Alkitab Ende
TB Interlinear [draft]
TL Interlinear [draft]
AV with Strong Numbers
Bible in Basic English
The Message Bible
New King James Version
Philips NT in Modern English
Revised Webster Version
God's Word Translation
NET Bible [draft]
NET Bible [draft] Lab
BHS dengan Strongs
Analytic Septuagint
Interlinear Greek/Strong
Westcott-Hort Greek Text
Textus Receptus
Pengantar Kitab
Pengantar Full Life
Pengantar BIS
Pengantar FAYH
Pengantar Ende
Pengantar Jerusalem
Pengantar Bible Pathway
Intisari Alkitab
Ajaran Utama Alkitab
Garis Besar Full Life
Garis Besar Ende
Garis Besar Pemulihan
Judul Perikop Full Life
Judul Perikop BIS
Judul Perikop TB
Judul Perikop FAYH
Judul Perikop Ende
Judul Perikop KSI
Judul Perikop WBTC
Catatan Ayat
Catatan Ayat Full Life
Catatan Ayat BIS
Catatan Ayat Ende
Catatan Terjemahan Ende
Catatan Ayat Jerusalem
Referensi Silang TSK
Referensi Silang TB
Referensi Silang BIS
Santapan Harian
Kamus
Kamus Kompilasi
Kamus Easton
Kamus Pedoman
Kamus Gering
Peta
Leksikon
Leksikon Yunani
Leksikon Ibrani
Pengantar Ende - Mazmur
Pasal: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150
Kitab sebelumnyaKitab berikutnya

PEMBUKAAN

Dengan menerbitkan "Kitab Mazmur" ini, kami mendjadikan suatu pertjobaan terdjemahan Perdjandjian Lama dalam bahasa Indonesia. Kiranja lebih tepat dikatakan suatu "kenekatan". Bukan hanja kesulitan2 jang lazim dan karena kekurangan akan tenaga2 jang sungguh2 ahli maupun banjak daja-upaja lainnja, tetapi lebih2 karena maunja mendjadikan terdjemahan Kitab Sutji dalam bahasa Indonesia jang modern. Lain kata dalam bahasa Indonesia jang masih muda, jang tengah berkembang dengan pesatnja dan jang berusaha sedapat-dapatnja, tanpa meninggalkan tjorak keindonesiaannja, toh mendjadi alat jang baik untuk menjatakan pemikiran dan perasaan insani dan modern. perkembangan ini, chususnja dalam bidang keigamaan, masih djauh dari selesai. Tampak bahan pula bahasa ini bukan bahasa asal-usul. Mengingat kesemuanja itu, mudahlah dipahami, mengapa terdjemahan ini kami namakan suatu pertjobaan, terangnja lagi suatu "kenekatan".

Kami memberanikan diri untuk pekerdjaan ini guna memenuhi sekadarnja kebutuhan jang terasakan sekarang ini. Memang sudah lama umat Katolik Indonesia merasakan dengan wadjarnja kekurangan ini, bahwasanja sabda Allah bagi banjak orang masih merupakan sebangsa harta karun jang belum tergali. Apapula mengingat, bahwa karena adanja hormat terhadap "Kitab Sutji" dikalangan saudara2 jang beragama Islam, djuga ada suatu hormat bawaan, jang se-kali2 tidak boleh ditjela, dikalangan Katolik terhadap Kitab Sutji. Tetapi pikiran kami tertudju pula kepada kaum sebangsa jang beragama Islam untuk memperkenalkan mereka lebih baik lagi dengan Kitab Sutji umat Kristen, jang sungguhpun sudah mereka kenal, tetapi seringkali hanja samar2 dan malahan mungkin setjara tak tepat. Kiranja Perdjandjian Lama, jang pada galibnja tertudju kepada Kristus dan jang banjak persamaannja dengan adjaran Islam, bagi mereka dapat mendjadi penundjuk djalan dan dapat mengantar mereka kepada Kristus.

Adapun alasan jang mendorong kami untuk per-tama2 menerbitkan Kitab Mazmur ini ialah teristimewa alasan pemeliharaan rohani serta liturgis. Liturgi Geredja untuk sebagai besar tersusun dari mazmur2, baik Misa kudus dan upatjara-upatjara lainnja maupun Sembahjang berkala. Gerakan liturgi, jang mengusahakan penjegaran kembali dan pembaharuan, memerlukan pula njanjian2 dan lagu2. Dan dimana gerakan orang dapat mentjarinja lebih baik daripada didalam Kitab njanjian Perdjandjian Lama jang diilhami itu, jang sudah ber-abad2 memberi djasanja dan membuktikan keserasiannja bagi segala masa, semua negeri dan semua bangsa. Guna memudahkan usaha akan melandjutkan tradisi ini, maka terdjemahan kitab ini kami sadjikan kepada pemeliharaan rohani tjabang liturgi, dengan harapan mudah2an Kitab Mazmur ini memberikan djasa2nja jang baik kepada mereka. Pengalaman kami menundjukkan, bahwa Kitab Mazmur ini bukanlah jang termudah untuk diterdjemahkan dan pada hakekatnja lebih tepatlah kiranja menerbitkan kitab jang lebih mudah teksnja lebih dahulu. Tetapi kami menjimpang daripadanja, karena alasan2 praktis tsb. diatas.

Dengan terdjemahan ini kami tidak dan djuga tidak dapat mendjadikan terdjemahan jang aseli sama sekali. Denganpenuh rasa terimakasih, kami mengakui, bahwa kami sangat bergantung pada terdjemahan2 jang sudah ada, terutama pada "Echter Bibel" (th. 1953) dan apa jang disebut "Bible de Jerusalem" (th. 1955). Siapa jang mengenal tjetakan terbaru karya tsb., mudahlah melihat, betapa besarlah persamaannja antara terdjemahan kami dengan karya itu mengenai wudjudnja. Dan lagi bukanlah maksud kami, menghasilkan karya jang bermutu ilmiah se-penuh2nja. tetapi sebaliknja kami berpendapat, bahwa kiranja ada manfaatnja, untuk memberikan pertanggungdjawaban serta singkat dan se-dapat2nja mengusahakan, agar terdjemahan ini dalam se-gala2nja dapat dipertanggungdjawabkan. Kegunaan itu merupakan alaan jang tjukup, untuk melakukan pekerdjaan luarbiasa jang tidak sedikit. Namun demikian, kami menjadari benar2, bahwa terdjemahan kami masih ada kekurangan2nja, mungkin malahan banjak kekurangannja. Tetapi kami berharap, agar saudara2 jang budiman dengan tegur-sapanja sudi membantu kami, supaja tjetakan kedua - djika perlu - dan bagian2 lain Perdjandjian Lama lebih baik hasilnja.

Djika Roh Kudus, jang mengilhami Kitab Sutji akan keselamatan bangsa manusia, berkenan memberkati usaha jang sederhana ini, untuk menjingkapkan sabda Allah bagi bangsa Indonesia, dan sudi menerangi para pembatja dan para pemakai dengan tjahaja IlahiNja, akan menerima baik sabda itu, maka djerih-pajah kami tidak pertjuma belaka adanja. Demikian hendaknja.

Dalam tjetakan kedua ini ada beberapa perubahan dimasukkan, Kebanjakan berupa perbaikan ralat jang terdapat dalam tjetakan pertama. Disana-sini terdjemahan sendiripun dirobah, sehingga lebih djelas dan tepat.

Jogjakarta, 25-5-1968 Para Penterdjemah

Kitab Mazmur-(mazmur ialah bentuk Etiopia/Arab kata Hibrani "mizmor", jakni njanjian dengan iringan alat2 musik berdawai)-adalah sehimpunan luas njanjian2 sutji dari djaman Israil kuno. Dalam Kitab Sutji ia masuk bilangan "Kitab2 Kebidjaksanaan", walaupun perbedaan antara Mazmur dan Kitab2 Kebidjaksanaan lainnja, chususnja mengenai isinja, tidak ketjil.

Keseratus limapuluh njanjian jang termuat dalam Kitab Mazmur itu, dalam bentuknja jang sekarang terbagi dalam lima kelompok jang berbeda satu sama lain, atau dalam lima "buku" (Maz 1-41; 42-72; 73-89; 90-106; 107-150). Tiap2 kelompok dikuntji dan dipisahkan dari kelompok jang mendahuluinja dengan pudjian penutup (Maz 41:14; 72:18-19; 89:53) (Maz 41:13; 72:18-19; 89:52); Maz 106:48). Mazmur terachir (150)merupakan pudjian penutup buku kelima dan penutup seluruh kitab. Mazmur 1 (dan2) merupakan pendahuluan seluruh himpunan mazmur. Kendati pembagian itu, namun njatalah kiranja seluruh Kitab itu dianggap sebagai suatu keseluruhan. Pembagian atas lima buku, sedjalan dengan kelima buku Musa, sudah sangat tua dan sudah ada ketika terdjemahan Junani dikerdjakan (150 seb.Masehi). Namun demikian, ini hanja tingkat terachir dalam masa perkembangan jang berlangsung lama. Kitab itu sendiri memperlihatkan tanda- bekas kumpulan-kumpulan mazmur jang lebih ketjil sebelum itu. Demikianlah a.l. mazmur 3-41(Maz 3:1-41:13 (ENDE)) terang merupakan suatu keseluruhan jang bulat "Mazmur2 Dawud". Mazmur 51-65; 68-70(Maz 51:1-65:13; 68:1-70:5 (ENDE)) merupakan kumpulan jang kedua dan mazmur 138-145(Maz 138:1-145:21 (ENDE)) kumpulan ketjil jang ketiga. Dengan tak begitu sukar pula orang dapat mengenali mazmur2 dengan nama "Putera2 Korah". (Maz 42:1-49:20 (ENDE)) dan "Asaf" (Maz 73:1-83:18 (ENDE)) sebagai kumpulan tersendiri. Dengan djudul (jang tak begitu terang) "Nyanjian Pendakian", sedjumlah mazmur mempunjai tjiri2 kelompok tertentu pula (Maz 120:1-134:3 (ENDE)). Achirnja sekelompok jang dibubuhi perkataan "Halelujah"- (adapun tempat kata itu berlainan dalam naskah Hibrani dan naskah Junani) - besarlah kemungkinan tadinja berdiri sendiri (Maz 104:1-107:43; 113:1-118:29; 136:1-26; 146:1-150:6 (ENDE)). Dari unsur2 ini (dan unsur2 lainnja) mula2 terdjadilah tiga kumpulan tersendiri (jang berbeda satu sama lain karena kelainan sebutan Allah, jang dipakai didalamnja). jakni: Maz 1:1-41:13; 42:1-83:18 (ENDE) dan Maz 84:1-150:6 (ENDE), jang achirnja dihimpunkan menjadi satu kumpulan besar, jang terbagi dalam lima buku. Tanda-bekas djelas adanja kumpulan2 tersendiri sebelum itu ialah terdapatnja mazmur-kembar (Maz 14 (ENDE) = Maz 53:1-6; 70:1-5 (ENDE) = Maz 40:14-17; 108:1-13 (ENDE) = Maz 57:8-12 (Maz 57:8-11)+ Maz 60:7-12 (ENDE)).

Baik naskah aseli Hibrani kmaupun terdjemahan Junani dan Latin muat seratus limapuluh njanjian. Tetapi ada perbedaan diantaranja dalam pemberian nomor pada kebanjakan mazmur. Mazmur 9.10 menurut naskah Hibrani dipandang sebagai satu mazmur dalam terdjemahan Junani dan Latin; demikian pula (Maz 113:1-9; 114:1-8 (ENDE)). Sebaliknja terdjemahan2 tsb. membagi (Maz 116 (ENDE)) menurut naskah Hibrani djadi dua, jakni (Maz 114:1-8; 115:1-18 (ENDE)); hal ini diulang pula dalam (Maz 147 (ENDE)) = (Maz 146:1-10; 147:1-20 (ENDE)) Dari sebab itu pemberian nomor pada mazmur masing2 adalah sbb.

Hibrani Junani-Latin
1-8 = 1-8
9-10 = 9
11-113 = 10-112
114-115 = 113
116,1-9 = 114
116,10-19 = 115
117-146 = 116-145
147,1-11 = 146
147,12-20 = 147
148-150 = 148-150

Terdjemahan Indonesia ini mengikuti naskah Hibrani; nomor2 menurut terdjemahan Junani-Latin ditaruh dengan tanda-kurung dibelakang kepada mazmur dan perbedaan pemberian nomor ajat2 dengan tanda-kurang pada achir baris jang bersangkutan.

Keseluruhan Kitab Mazmur bukanlah pekerdjaan satu orang atau satu angkatan. Sebaliknja, terdjadinja mazmur2 djatuh sama dengan sebagian besar sedjarah Israil dan adalah hasil pelbagai angkatan. Sebelum abad kedua seb. Masehi sudah pastilah keseluruhannja selesai, sebagaimana terbukti dengan adanja terdjemahan Junani. Tetapi tak begitu teranglah, bilamana himpunan mazmur2 itu tepatnja dimulai. Namun demikian, dengan kepastian jang tjukup besar bolehlah dikatakan, bahwa sebagian mazmur2 itu terdjadi dimasa sebelum pembuangan, dan permulaan per-tama2 se-kurang2nja mesti ditempatkan didjaman radja Dawud (th. 1000 seb. Masehi). Beberapa mazmur (Maz 1:1-6; 18:8-15; 85:1-13; 146:1-10; 147:1-20 (ENDE)) terdjadi sesudah Israil kembali dari pembuangan (th. 536 seb. Masehi), meskipun waktunja jang tepat sukar sekali ditentukan dan agak di-kira2kan sadja. Ada banjak mazmur jang tak dapat ditetapkan lagi masa terdjadinja.

Kebanjakan mazmur mempunjai djudul - (jang hendaknja dibedakan dari kepada jang kami bubuhkan untuk mengchasiatkan sesuatu mazmur) - jang pendek atau pandjang. Hanja tigapuluh empat mazmur (Maz 1:1-2:12; 10:1-18; 33:1-22; 43:1-5; 71:1-24; 91:1-16; 93:1-97:12; 99:1-9; 104:1-107:43; 111:1-119:176; 135:1-136:26; 146:1-150:6 (ENDE)) tak ada djudulnja sama sekali dalam naskah Hibrani (Dalam naskah Junani djudul ditambah isi dan djumlahnja). Walaupun djudul2 itu kuno sekali (para penterdjemah Junani sering tidak mengetahui artinja lagi) dan oleh karenanja mempunjai sesuatu nilai, namun tidak dapat dipandang sebagai aseli da diilhamkan. Kesemuanja itu adalah imbuh kemudian. Artinjapun sering sangat tidak djelas.

Dalam djudul2 tsb. terdapatlah pelbagai petundjuk2 berkenaan dengan puisi, musik, liturgi, kesusasteraan dan sedjarah.

Istilah "Mazmur" dan "Njanjian" menjatakan, termasuk matjam njanjian2 mana mazmur ini. Kata "Maskil"(13x) kiranja berarti "Njanjian Kebidjaksanaan" atau lain sebagainja. Kata "Miktam" (Maz 16:1-11 (ENDE)) hingga kini belum ketahuan artinja. Mazmur 7 (Maz 7 (ENDE)) dichasiatkan sebagai "Lagu ratap".

Jang per-tama2 harus dipandang sebagai petundjuk musik ialah kata jang terdapat diatas limapuluh lima mazmur dan jang kami terdjemahkan: "Untuk Pemimpin", meskipun terdjemahan ini belum pasti sekali benarnja. Adapun artinja ialah, bahwasanja mazmur tsb. hendaknja dinjanjikan oleh suatu kor dibawah pimpinan seorang dirigen. Ataukah mungkin maksudnja, njanjian2 itu termasuk suatu kumpulan tertentu? Istilah2 lainnja, jang kami terdjemahkan "Lagu: "....", agaknja berarti, bahwasanja mazmur tsb. hendaknja dinjanjikan menurut langgam tertentu dan terkenal. Achirnja pada djidar beberapa mazmur terdapatlah - kasang2 sampai beberapa kali - kata "selah" (Maz 9:17 (ENDE) "Higgaion selah"), jang belum lagi ketahuan artinja (71x dalam tigapuluh sembilan mazmur).

Sekali dua terdapat pula petundjuk Liturgi singkat. Mazmur 92 adalah suatu njanjian, jang termasuk Liturgi Sabat (dalam terdjemahan Junani ada mazmur2 lainja jang dihubungkan dengan hari tertentu dalam pekan). Mazmur 38 (Maz 38 (ENDE)) dan 70 (Maz 70 (ENDE)) dinjatakan akan mengiring salah satu matjam kurban (Untuk peringatan); mazmur 100 (Maz 100 (ENDE)) untuk kurban sjukur. Tidak teranglah, apa gerangan arti istilah "Akan pengadjaran" diatas mazmur 60 (Maz 60 (ENDE)).

Djudul (Maz 3:1-8; 7:1-17; 18:1-50; 34:1-22; 51:1-19; 52:1-9; 54:1-7; 57:1-11; 60:1-12; 63:1-11; 142:1-7 (ENDE)) menghubungkan njanjian2 itu dengan peristiwa2 tertentu dalam riwajat hidup radja Dawud, walaupun isinja sering hampir2 tak ada sangkut-pautnja dengan kedjadian2 itu. Bagi para ahli Jahudi sepatah kata sadja seringlah mendjadi alasan jang tjukup, untuk menghubungkan mazmur tsb. dengan peristiwa itu.

Achirnja dalam djudul2 itu sering terdapatlah nama orang. Apa tepatnja arti nama orang itu belum begitu pasti, namun pada umumnja bolehlah kita mengukuhi pendapat jang lazim, bahwasanja oknum2 tsb. dipandang sebagai pentjipta njanjian2 itu. Demikianlah ada tudjuhpuluh tiga mazmur dengan nama Dawud, duabelas dengan nama Levita Asaf, sebelas dengan nama keluarga Levita "Putera2 Korah". Ada dua mazmur dengan nama Sulaiman, satu mazmur dengan nama guru2 ilmu kebidjaksanaan, Heman dan Etan, dan achirnja satu mazmur dengan nama Musa.

Chususnja mengenai pentjipta2 mazmur itu, timbullah persoalan penting perihal nilai djudul2 itu. Meskipun tidak aseli dan tidak diilhamkan, namun djudul2 itu menjatakan kejakinan para ahli Jahudi pengarang2 mazmur itu. Tradisi itu tidak boleh diabaikan begitu sadja, tanpa alasan satupun, apalagi kalau diteguhkan dalam Perdjandjian Baru. Namun demikian, bila ada alasan tjukup, maka bolehlah orang mengabaikan kejakinan Jahudi, lebih2 karena tidak djaranglah terdjemahan Junai menundjukkan adnja tradisi lain. Dan dalam soal ini selalu mungkinlah orang2 ber-beda2 pendapatnja.

Mazmur2 Israil adalah sjair2 keigamaan. Njanjian2 itu menuruti patokan2 puisi Hibrani. tidak bersandar metrum, melainkan rhytme, jakni pergantian suku kata2 jang bertekanan dan tak bertekanan menurut urutan jang beraturan. Lagu2 itu tersusun dari ajat2, jang terdiri atas dua baris atau lebih. Gaja dan kechasan puisi Hibrani, jaitu parallelisme atau kesedjadjaran dalam segala bentuknja, sangat banjak digunakan djuga dikenal (Maz 42:1-11; 46:1-11; 56:1-13; 99:1-9; 107:1-43 (ENDE)). tetapi kurang djelaslah, apa bait2 digunakan dengankonsekwen, dan djika demikian halnja, dasar2 apakah dipakai untuk itu. Belakangan rupa2nja digunakanlah acrostichon, jakni urutan bagian2 mazmur dimulai dengan urutan huruf menurut abdjad. Ber0ulang2 acrostichon itu digunakan dalam mazmur2 (Maz 9:1-20; 10:1-18; 25:1-22; 34:1-22; 111:1-10; 112:1- 10; 145:1-21 (ENDE)) dan mentjapai puntjaknja dalam mazmur 119 (Maz 119 (ENDE)).

Tetapi disamping kesemuanja itu Kitab Mazmur mengenai patokan2 puisi lainnja. Teristimewanja pengarang merasa terikat pada susunan dan bentuk umum tertentu, jang pada galibnja berpautan dengan djenis njanjian tertentu. Sekadar njanjian jang ditjiptakannja, tersedialah baginja rangka2, ungkapan2 dan kiasan2 tertentu, jang dipergunakan buat melahirkan perasaan2nja sendiri. Dengan sadar dan disengadja orang kembali mengikuti para pengarang djaman sebelum itu. Akibatnja pertalian ini ialah, bahwasanja tidak sedikitlah djumlah mazmur jang mempunjai tjorak djiplakan dan bahwasanja ungkapan, kiasan dan gambaran ber- ulang2 kembali, hingga tiada kepastian, kenjataan apa tersembunji didalamnja. Mazmur2 sedjenis memberi kesan kesamaan jang sedikit-banjak membosankan.

Memang tida begitu sukarlah, mengadakan perngolongan dalam Kitab Mazmur dan merangkum pelbagai njanjian jang ter-sebar2 dengan satu kepala. Meskipun kelainan pendapat senantiasa mungkin dalam hal2 tersendiri dan perbedaan tidak selalu sama terangnja karena tjorak tjampurannja beberapa mazmur, namun penggolongan dan pengchasiatan itu dapat diterima umum.

Adapun jang paling djelas ialah "Lagu2 Ratap", jang merupakan bagian besar kitab tsb. Segala matjam derita insani dinjatakan dalam njanjian2 itu dihadapan hadirat Jahwe. Dalam sedjumlah mazmur seluruh rakjat ambil bagian, jakni dalam "Lagu2 Ratap Bersama", jang membentangkan malapetaka2 nasional, jang menimpa umat Allah (Maz 44:1-26; 58:1-11; 60:1-12; 74:1-23; 77:1-20; 79:1-5; 80:1-19; 82:1-8; 83:1-18; 90:1-17; 108:1-13; 125:1-5 (ENDE)), sementara dilain pihak derita perseorangan jang bermatjam-ragam itu memberi ilham akan lagu2 ratap jang lebih bertjorak perseorangan (Maz 5:1-12; 6:1-10; 7:1-17; 13:1-6; 17:1-15; 22:1-31; 25:1-22; 26:1-12; 27:1-14; 28:1-9; 31:1-24; 35:1-28; 38:1-22; 39:1- 13; 42:1-11; 43:1-5; 51:1-19; 54:1-7; 55:1-23; 56:1-13; 57:1-11; 59:1-17; 61:1-8; 63:1-11; 64:1-10; 69:1-36; 70:1-5; 86:1-17; 88:1-18; 102:1-28; 109:1-31; 120:1-7; 130:1-8; 140:1-13; 141:1-10; 142:1-7; 143:1-12 (ENDE).). Lebih2 dalam mazmur2 tsb. terdapatlah keluapan balas dendam kepada musuh2 dan pengutukan jang bernafsu terhadap lawan2.

Mirip dengan golongan pertama mazmur2 itu adalah njanjian2; jang menjatakan imam teguh dan kepertjanaan besar akan Allah; jang didapati Israil dalam kejakinan keigamaannja (Maz 3:1-8; 11:1-7; 16:1-11; 23:1-6; 41:1-13; 62:1-12; 131:1-3 (ENDE)).

Golongan ketiga mazmur2 terdiri atas pudjian2, jang meluhurka keagungan dan kemuliaan Jahwe. Djustru dalam pudjian2 inilah orang dapat menemukan kembali pikiran2 pokok keigamaan dari Perdjandjian Lama dengan bentuk jang indah. Pudjian2 ini memudji Allah, sifat2Nja dan pekerdjaanNja didalam alam semesta dan didalam sedjarah, dan pada umumnja adalah jang paling kaja isinja (Maz 8:1-9; 19:1-14; 29:1-11; 33:1-22; 65:1-13; 67:1-7; 68:1-35; 85:1-13; 100:1-5; 103:1-22; 104:1-35; 111:1-10; 113:1-9; 114:1-8; 117:1-2; 135:1-21; 136:1-26; 145:1-21; 146:1-10; 147:1-20; 148:1-14; 149:1-9; 150:1-6 (ENDE)). Dalam kelompok ini dapat dimasukkan pula mazmur2 jang membentangkan keradjaan Jahwe pun pada achir djaman (Maz 47:1-9; 75:1-10; 93:1-5; 96:1-13; 97:1-12; 98:1-9; 99:1-9 (ENDE)).

Jahwe, jang sudah bertindak demi kepentingan orang2Nja jang mursjid dan umatNja dan melimpahi mereka dengan anugerah2Nja, sudah sepatutnja diberi sjukur. Dan Israil insaf akan kewadjiban ini dan mentjatatkan rasa sjukurnja dalam sedjumlah njanjian sjukur (Maz 4:1-8; 18:1-50; 30:1-12; 32:1-11; 34:1-22; 40:1-17; 66:1-20; 92:1-15; 107:1-43; 116:1-19; 117:1-2; 118:1-29; 124:1-8; 129:1-8; 138:1-8 (ENDE)).

Pusat keigamaan dan nasional bangsa Jahudi, jaitu Sion, Jerusjalem, tidak ketinggalan pula mengilhami para penjair. Ini a.l. njata dari mazmur2, jang mengutarakan pusat tsb. dan djuga Sion masa achir jang di-angan2kan (Maz 24:1-10; 46:1-11; 48:1-14; 76:1-12; 84:1-12; 87:1-7; 122:1-9; 137:1-9 (ENDE)).

Lembaga keradjaan jangamat penting, orang2 urapan Jahwe memberikan ilham kepada para pudjangga istana di Israil, sebagaimana pula halnja ditempat lainnja. Dan njanjian2 keradjaan ini karena tjoraknja jang keigamaan mendapat tempatnja pula didalam Kitab Mazmur (Maz 2:1-12; 20:1-9; 21:1-13; 45:1-17; 72:1-20; 89:1-52; 110:1-7; 132:1-18 (ENDE)). Karena Israil hidup pula dalam pengharapan akan kedatangan Radja Agung dimasa jang akan datang, jaitu Al-Masih, maka tidak sedikitlah mazmur2 keradjaan itu mempunjai tjorak Masehi jang chas (Maz 2:1-12; 45:1-17; 72:1-20; 89:1-52; 110:1-7; 132:1-18 (ENDE)).

Para guru kebidjaksanaan di Israil, jangberusaha mengadjar rakjat dalam kebidjaksanaan benar dari hukum Allah dan dalam seni hidup jang sedjati, lebih2 menggunakan amsal jang pendek atau pandjang. Tetapi mereka tidak segan2 pula menggunakan njanjian keigamaan jang mengadung peladjaran susila untuk mengadjarkan kebidjaksanaan. Demikian njanjian2 pengadjar mereka merupakan unsur jang penting pula akan keseluruhan Kitab Mazmur (Maz 1:1-6; 9:1-20; 10:1-18; 12:1-8; 14:1-7; 15:1-5; 36:1-12; 37:1-40; 49:1-20; 52:1-9; 53:1-6; 73:1-28; 91:1-16; 94:1-23; 112:1-10; 119:1-176; 128:1-6; 139:1-24 (ENDE)).

Ada djuga sedjumlah mazmur jangnjata berbeda dari djenis2 tsb. dan sukar dichasiatkan (mis. Maz 121:1-8; 123:1-4; 126:1-6; 133:1-3; 134:1-3 (ENDE)), meskipun kadang2 mungkin memasukkannja dalam salah satu kelompok, dan perbedaannja itu bolehlah dipertalikan dengan kebebasan penjair.

Njanjian2 jang bermatjam-matjam dengan dalil2 serta susunannja tersendiri itu djika dipandang sepintas lalu, memperlihatkan Kitab Mamzur itu se-akan2 suatu himpunan jang agak tjampur-aduk. Tetapi dipandang dari sudut lain, keseluruhannja toh disemangati oleh djiwa keigamaan jang sama, sehingga, djika ditelaah lebih dalam, tampaklah kesamaan jang lebih besar daripada jang dapat dikirakan semula. Sungguhpun mazmur2 itu adalah puisi, bahkan kadang2 puisi jang bermutu tinggi, namun lebih chususnja adalah njanjian2 keigamaan jangberusaha melahirkan perasaan2 keigamaan jang sangat dalam didalam bentuk insani jang indah. Kalau kitab2 Perdjandjian Lama lainnja, dalam bentuk prosa atau puisi, mengisahkan tjampurtangan Tuhan terhadap manusia serta umatNja, dengan djalan penjelenggaraan biasa atau dengan tindakan adjaib, jang menghukum atau menjelamatkan, dalam hidup orang perseorangan dan bangsa, maka Kitab Mazmur memperkenalkan kita dengan anggapan rasa hati keigamaan Israil dalam saat2 kebesarannja, dengan kekagumannja, dengan takwa dan tawakalnja, dengan sjukur dan pengharapannja, dengan harapannja akan masa jang akan datang dan dengan tjita2 keigamaannja. Kita mendengar keluh-kesah, jang keluar dari djiwa jang sesak dan naik kehadapan hadirat Tuhan, tetapi djuga sesal atas dosanja, jang telah diperbuatnja, dan atas kedurhakaannja. Seluruh rangkaian perasaan2 keigamaan terendapkan dan terpantulah dalam kitab "Njanjian2 Sion".

Terutama karena isi keigamaan inilah maka mazmur2 itumempunjai artinja jang tetap. Lebih karena isinja daripada karena bentuknja, puisi keigamaan Israil itu melebihi segala karya bangsa2 dikelilingnja. Perasaan2 keigamaan, jang serasi dengan segala keadaan hidup itu, mendjadi harta umum bagi semua orang, jang memandang tuhan sebagai penuntun dan pemimpin hidupnja. Kendati kadang2 tjara melahirkan perasaan2 itu, misalnja dalam mazmur2 pengutuk atau dalam mazmur2, jangtjoraknja jang duniawi kentara sekali, tidak begitu selaras dengan keluhuran Perdjandjian Baru, namun kesemuanja itu tidak dapat menghapus kenjataan, bahwasanja keinsafan keigamaan jang terdjalin didalamnja itu mempunjai tjorak umum dna tetap ada nilainja dalam Perdjandjian Baru. Dan lagi tidak perlu orang mengambil djalan penafsiran mazmur2 itu setjara kiasan atau rohani. Teks mazmur2 itu sendiri masih selalu dapat digunakan untuk melahirkan perasaan keigamaan jang murni.

Mazmur2 itu kentara pula tjorak liturgisnja. Kenjataan ini sangat penting guna memahami dengan tepat dan menilaikan dengan saksama teks2 kuno itu. Mazmur2 itu liturgis, bukan hanja dan bukan pula per-tama2 karena sangat banjak dipakai dalam liturgi Geredja. Tetapi pemakaian ini adalah sesuai dengan kechasan isinja. Sangatlah di-lebih2kan. mengatakan bahwa semua mazmur mendapat asal dan keterangannja dalam ibadah umum. Betul ada jang ditjiptakan chusus untuk ibadat umum Israil (Maz 15:1-5; 24:1-10; 84:1-12; 135:1-21 (ENDE)), tetapi ada banjak lainnja, jang asal-usulnja bersifat perseorangan dan pribadi dan timbul dari keadaan hidup perseorangan. Tetapi njanjian2 inipun kemudian dipakai, bahkan sangat dipakai dalam ibadat umum Bait-Allah maupun Synagoge, sebagaimana ternjata dari djudul2 kuno mazmur2 itu.

Disamping faktor2 lainnja, adalah terutama pemakaian peribadatan ialah jang besar pengaruhnja atas bentuk terachir mazmur2 itu. Tiada ada keberatan, berpendapat, bahwa didalam djalan sedjarah Israil njanjian2 tsb. mengalami perubahan2, untuk disesuaikan dengan keadaan2 jang berlainan dan teristimewa dengan ibadat umum. Teks2 itu mula2 se-kali2 tidak diterima dengan tjatatan "Ne varietur". Sebaliknja, Israil memandang pusaka sutji itu sebagai miliknja dan mendapat kebebasan jang agak besar, untuk mengubahnja menurut kebutuhan. Baru kemudian mazmur2 itu tak boleh di-usik2 lagi sama sekali.

Dengan latar-belakang peribadatan ini mazmur2 dalam wudjudnja jang sekarang dapat dipahami sepenuhnja. Apabila orang tidak mengindahkan suasana peribadatan ini, maka pelbagai mazmur menjerupai kumpulan bagian2 jang tjampur baur dan tidak ada atau hanja sedikitlah gandingannja satu sama lain. Tetapi djika dilakukan oleh beberapa kelompok penjanji atau oleh beberapa oang, maka tjampuran sedemikian itu malahan mendjadi terang dan penuh arti dan lagi bertambahlah gaja puisinja dan kedalaman keigamaannja. djika diartikan dengan tepat dan diukur menurut kedalaman keigamaannja dengan latar-belakang ini, maka dapatlah dipahami sepenuhnja dan dihargai se-tinggi2nja, bahwasanja njanjian2 umat Allah dahulu itu masih selalu didjundjung tinggi oleh umat Allah didjaman baru jakni Geredja Kristus, lebih2 dalam ibadat umumnja.

KETERANGAN-KETERANGAN

Kependekan Kitab2 Sutji

Kependekan      Nama lengkap           Nama Latin

Kedj.               Kedjadian                  Genesis
Peng.               Pengungsian                Exodus
Lv                  Levitika                   Leviticus
Tj.Dj.              Tjatjahdjiwa               Numeri
Ul.                 Ulangtutur                 Deuteronomium
Jos.                Josua                      Josue
Rt.                 Rut                        Rut
Hakim2              Hakim2                     Judicum
Sjem. (I.II)        Sjemuel (I.II)             Samuel (I.II Regum)
Rdj. (I.II)         Radja2 (I.II)              Regum (III.IV)
Twr. (I.II)         Tawarich (I.II)            Paralipomenon (I.II)
Esr.                Esra                       Esdras
Neh.                Nehemia                    Nehemias
Tb.                 Tobia                      Tobias
Jdt.                Judit                      Judith
Est.                Ester                      Esther
Mak. (I.II)         Makabe2(I.II)              Machabaeorum (I.II)
Ijob                Ijob                       Job
Mzm.                Mazmur                     Psalmorum
Ams.                Amsal                      Proverbiorum
Pengch.             Pengchotbah                Ecclesiastes
Md.Ag.              Madah Agung                Cantica canticorum
Kebidj.             Kebidjaksanaan             Sapientia
Sir.                Sirah                      Ecclesiasticus
Js.                 Jesaja                     Isaias
Jr.                 Jeremia                    Jeremias
Bar.                Baruch                     Baruch
Jehesk.             Jeheskiel                  Ezechiel
Dn.                 Daniel                     Damiel
Lg. Rt.             Lagu Ratap                 Lamentationes
Hos.                Hosea                      Oseas
Joel                Joel                       Joel
Amos                Amos                       Amos
Ob.                 Obadja                     Abdias
Jon.                Jona                       Jonas
Mich.               Micha                      Micheas
Nah.                Nahum                      Nahum
Hab.                Habakuk                    Habacuc
Sef.                Sefanja                    Sofanias
Hag.                Hagai                      Aggaeus
Zak.                Maleachi                   Malachias
Mt.                 Mateus                     Matthaeus
Mk.                 Markus                     Marcus
Lk.                 Lukas                      Lucas
Jh.                 Jo(h)anes                  Joannes
Ks. Rs.             Kisah RAsul2               Actus Apostolorum
Rm.                 Romawi                     Romanos
Kr. (I.II)          Korintus (I.II)            Corinthios(I.II)
Gl.                 Galasia                    Galatos
Ef.                 Efese                      Ephesios
Filip.              Filipi                     Philippenses
Kol.                Kolose                     Colossenses
Tes. (I.II)         Tesalonika (I.II)          Thessaloniceses (I.II)
Tm.(I.II)           Timoteus (I.II)            Timotheus (I.II)
Tt.                 Titus                      Titum
Fil.                Filemon                    Philemonem
Hbr.                Hibrani                    Hebraeos
Ptr. (I.II)         Petrus (I.II)              Petri (I.II)
Jk.                 Jakobus                    Jacobi
Jh. (I.II.III)      Jo(h)anes (I.II.III)       Joannis (I.II.III).
Jud.                Judas                      Judae
Whj.                Wahju                      Apocalypsis

Tanda2 lainnja

*pada achir baris (ajat menundjukkan akan tjatatan jang bersangkutan dihalaman-bawah.

Kata2 jang ditjetak miring adalah pembetulan ralat2 dalam naskah Hibrani, jang pertanggungdjawabannja terdapat pada lampiran kitab ini. Kata2 jang ditjetak miring dengan tanda-kurung adalah tambahan2 jang mendjelaskan.

(') berarti: suatu kata (atau sesuatu lainnja) dalam naskah Hibrani dihapuskan atau dipindahkan.

Penundjukan-penudjukan

Penundjuk2 dipinggir halaman menundjukkan ajat2, jang sama isinja ataupun pendjelasan lebih landjut sesatu ajat atau kata ataupun keterangan sedjarah, jang bersangkutan dengannja. Penundjukan2 itu sering besar gunanja sebagai tafsiran singkatan dan lebih2 memperlihatkan, bagaimana seluruh Kitab Sutji, betapapun djua perbedaannja diantara para pengarang insani, disemangati dengan djiwa jang sama. Dalam mentjari ajat2 tsb. dapatlah orang biasanja memakai terdjemahan manapun djua.

Nama-nama diri

Mengenai nama orang tokoh2 jang besar dan dikenal umum, kami pakai nama dalam bentuk jang lazim. Mengenai tokoh2 jang kurang dikenal dan nama2 lainja, kami berikan salinan, jang se-dapat2nja mendekati edjaan Hibrani.

Kitab sebelumnya Atas Kitab berikutnya
| Tentang Kami | Dukung Kami | F.A.Q. | Buku Tamu | Situs YLSA | copyright ©2004–2013 | YLSA |
Bank BCA Cabang Pasar Legi Solo - No. Rekening: 0790266579 - a.n. Yulia Oeniyati
Laporan Masalah/Saran