Kategori Utama

Dear e-Reformed Netters,

Selamat menyambut hari Natal tahun 2015 bagi Saudara-saudara terkasih di dalam Kristus. Dalam bulan ini, secara khusus, e-Reformed akan menyuguhkan sebuah artikel yang terkait dengan kelahiran Sang Kristus.

Mari kita melihat dalam Injil Yohanes 1:1. Hal yang menarik dalam ayat ini adalah ayat ini dibuka dengan sebuah susunan kata yang sama seperti dalam kitab Kejadian 1:1: "Pada mulanya". Kitab Kejadian menyatakan bahwa "Pada mulanya Allah menciptakan alam semesta", dan menurut Yohanes, "Firman itu ada bersama-Nya." Lebih dari itu, dalam penciptaan, Allah memakai firman-Nya untuk mencipta segala sesuatu (Yohanes 1:3). Firman yang sama inilah yang juga menjadi manusia di dalam diri Yesus Kristus. Hal ini sangat penting untuk kita ketahui bersama dalam perenungan Natal tahun ini.

Mari kita menyambut Natal tahun ini dengan penuh sukacita. Kiranya kita boleh semakin mengerti bahwa Kristus Yesus adalah Sang Firman yang telah lahir dan mengambil wujud manusia untuk menggenapi kabar baik bagi semua bangsa di bumi. Mari beritakan kabar sukacita! Soli Deo Gloria.

Ayub Pemimpin Redaksi e-Reformed,
Ayub

Dear e-Reformed Netters,

Yohanes Pembaptis dikenal sebagai nabi terakhir Perjanjian Lama. Ia memiliki tugas khusus menjadi seorang utusan/saksi. Yohanes Pembaptis dipersiapkan untuk datang mendahului Kristus dan mempersiapkan jalan bagi-Nya, ini adalah sebuah tugas dan kehormatan yang besar bagi seorang manusia yang secara langsung menyaksikan kedatangan Sang Juru Selamat dunia. Dalam edisi ini, kita akan bersama-sama belajar mengenal sosok Rasul Yohanes. Ia secara konsisten dilukiskan sebagai saksi (Yoh. 1:6-8,15,19,32,34; 3:27-36; 5:32,36; 10:40-42). Yohanes adalah saksi Kristus sejati yang membawa pesan Injil sebagai pusat kesaksiannya.

Artikel ini merupakan bagian dari suatu pembahasan topik teologi yang berjudul "Kepemimpinan Yohanes Pembaptis", tetapi kita hanya akan menyoroti beberapa bagian saja, khususnya yang terkait dengan kehidupan Yohanes sebagai saksi Kristus. Pertama, mengenai sumber otoritas Yohanes Pembaptis sebagai seorang utusan. Kedua, apa isi kesaksian yang ia beritakan sebagai seorang utusan. Ketiga, kepada siapa kesaksian Yohanes Pembaptis ditujukan. Kiranya kita boleh diberkati melalui artikel ini dan semakin mengenal kehidupan yang bersaksi. Soli Deo Gloria.

Pemimpin Redaksi e-Reformed, Ayub
< ayub(at)in-christ.net >
< http://reformed.sabda.org >

Dear e-Reformed Netters,

Sehubungan dengan hari Reformasi Gereja, yang akan diperingati tanggal 31 Oktober nanti, maka secara khusus edisi e-Reformed akan menyuguhkan sebuah artikel yang sedikit mengulik kehidupan sosial seorang tokoh besar reformasi, yaitu John Calvin. Di balik pribadinya yang begitu serius dan mungkin terkesan sangat kaku dalam prinsip-prinsip pemikiran Kristen, ternyata John Calvin memiliki sisi lain yang unik yang banyak tidak diketahui orang. Karena kesan sifat kakunya itu, banyak orang berpikir bahwa John Calvin tidak memiliki banyak rekan dan sahabat. Ternyata, pandangan itu salah besar. Jika kita mengenal John Calvin lebih dekat, sebagaimana dialami oleh rekan-rekan dekat John Calvin, kita akan mendapati dia ternyata seorang pribadi yang hangat, setia, dan sangat perhatian. Melalui artikel yang kami sajikan di bawah ini, kita akan lebih mengenal John Calvin, tidak hanya dalam intelektualitas teologinya, tetapi juga dalam hal berelasi dengan orang lain. Kiranya kita juga bisa belajar dari pribadi John Calvin yang tidak hanya serius dalam mengerjakan panggilannya, tetapi juga menjadi pribadi yang hangat dan setia pada sahabat-sahabatnya. Selamat membaca. Soli Deo Gloria.

Pemimpin Redaksi e-Reformed,
Ayub
< ayub(at)in-christ.net >
< http://reformed.sabda.org >

Dear e-Reformed Netters,

Artikel ini adalah lanjutan dari artikel edisi sebelumnya. Setelah kita memahami latar belakang munculnya teologi feminisme, dalam artikel ini kita akan mempelajari dasar dan pandangan Alkitab yang dikutip oleh para teolog feminisme dalam mendukung gerakan feminisme serta evaluasi terhadap teologi feminisme. Kiranya sajian kami menjadi berkat bagi kita sekalian. Soli Deo Gloria.

Pemimpin Redaksi e-Reformed,
Ayub
< ayub(at)in-christ.net >
< http://reformed.sabda.org >

Dear e-Reformed Netters,

Feminisme adalah paham yang pergerakannya dimulai sejak akhir abad ke-18, yang menuntut kesetaraan hak dan perlakukan yang adil bagi wanita. Satu hal yang mendasari dan menjadi keyakinan dari pergerakan ini adalah bahwa masyarakat beserta sistem dan tatanan hukum yang ada di dunia ini bersifat patriarki sehingga menyebabkan subordinasi atau penindasan pada kaum wanita. Kesetaraan hak dan perlakuan yang adil bagi wanita kemudian menjadi tujuan dari pergerakan kaum feminis demi mengakhiri penindasan terhadap kaum wanita, yang tak jarang juga terjadi dalam gereja dan komunitas Kristen. Tak pelak, feminisme sampai kini masih menjadi suatu perdebatan panjang di kalangan orang Kristen dan gereja-gereja Tuhan, meski tak semua pihak mampu memandang dan menyikapinya dalam kacamata iman dan perspektif yang benar.

Untuk mengetahui lebih banyak mengenai teologi feminisme, publikasi e-Reformed pada bulan Agustus ini akan mengetengahkan sebuah artikel yang berisi pandangan dari beberapa teolog feminis Kristen liberal mengenai feminisme beserta dasar-dasar teologi dari Alkitab yang digunakan untuk mendukung paham dan pergerakan feminisme. Kami berharap, suguhan e-Reformed edisi 167 ini akan semakin membukakan perspektif kita dalam memandang dan menyikapi teologi feminisme, terutama dari sudut pandang Alkitab.

Untuk ikut memeriahkan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-70 pada bulan Agustus ini, mari kita bersyukur kepada Tuhan atas kemerdekaan yang Tuhan telah berikan kepada negara kita yang tercinta ini. Biarlah Tuhan akan terus memberikan kejayaan bagi bangsa dan negara kita, Indonesia!

Pemimpin Redaksi e-Reformed,
N. Risanti
< http://reformed.sabda.org >

Komentar