Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/misi/2010/27

e-JEMMi edisi No. 27 Vol. 13/2010 (6-7-2010)

Amanat Agung

______________________________  e-JEMMi  _____________________________
                   (Jurnal Elektronik Mingguan Misi)
______________________________________________________________________
SEKILAS ISI

EDITORIAL
ARTIKEL MISI 1: Pergilah ke Seluruh Dunia
             2: Pintu Terbuka Buat Kaum Kedar
SUMBER MISI: BosNewsLife
KESAKSIAN MISI: Vivia Perpetua
DOA BAGI MISI DUNIA: Uzbekistan, Kuba
DOA BAGI INDONESIA: Pelayanan DW di Sulawesi
STOP PRESS: Lowongan Pelayanan Misi
______________________________________________________________________

       DON`T TRY TO BEAR TOMORROW`S BURDENS WITH TODAY`S GRACE
______________________________________________________________________
EDITORIAL

  Shalom,

  Kita adalah ciptaan Allah yang sangat dikasihi-Nya. Ia menginginkan
  agar manusia beroleh keselamatan sehingga bisa hidup kekal
  bersama-Nya dalam Kerajaan Allah. Untuk itulah, Ia pun menghendaki
  setiap manusia yang telah menerima anugerah keselamatan memberitakan
  Kabar Baik itu kepada orang-orang lain yang ada di sekitarnya. Namun
  dalam melakukan hal tersebut, terkadang kita gagal karena enggan dan
  takut untuk berbagi berita ini kepada mereka yang berseberangan
  keyakinan. Kita berpikir bahwa mustahil untuk bisa menceritakan
  cinta kasih Tuhan kepada mereka. Ingatlah, apa pun yang kita lakukan
  untuk membawa seseorang mengenal maupun lebih dekat kepada Dia,
  Tuhan turut camput tangan di dalamnya. Tetaplah giat dalam bekerja
  di ladang-Nya karena pada akhirnya kita akan menuai apa yang telah
  kita tabur. Selamat melayani, Tuhan memberkati.

  Pimpinan Redaksi e-JEMMi,
  Novita Yuniarti
  < novita(at)in-christ.net >
  http://misi.sabda.org
  http://fb.sabda.org/misi
______________________________________________________________________
ARTIKEL MISI 1

                       PERGILAH KE SELURUH DUNIA

  Apa yang sedang Allah katakan kepada gereja pada masa kini? Amanat
  Agung itu tidak pernah berubah: "Pergilah ke seluruh dunia,
  beritakanlah Injil kepada segala makhluk". Gelombang penginjilan dan
  kuasa rohani terus berlangsung, dimulai pada masa Pentakosta sampai
  saat ini, dan berjuta-juta orang masuk ke dalam Kerajaan Surga. Apa
  bagian Anda pada masa panen jiwa yang sedang berlangsung pada masa
  kini? Masa ini adalah masa puncak penginjilan global yang merupakan
  hasil dari cucuran keringat dan air mata dari generasi-generasi yang
  diurapi A1lah pada masa yang lalu. Pekerjaan Allah yang akan kita
  saksikan pada masa di depan ini sungguh akan sangat memesona. Saat
  ini kita sedang mengikuti jejak para pahlawan rohani pada masa-masa
  yang lalu dan menuai dengan sukacita apa yang dahulu mereka tabur
  dengan air mata. Apakah Anda sudah berketetapan untuk ambil bagian
  sepenuhnya dalam panen yang sudah siap untuk dituai itu?

  Dahulu, saya adalah misionaris di Afrika dalam tradisi penginjilan
  ke luar negeri. Hasilnya? Saya acapkali berkotbah hanya di hadapan 5
  orang. Padahal, terdapat 450 juta jiwa di Afrika yang membutuhkan
  Kristus. Namun, pengunjung yang sedikit tidak perlu mengecilkan hati
  kita. Allah mampu bangkit dan memimpin peperangan. Pengharapan
  seperti inilah yang dapat membuat kita bersabar, terlebih karena
  kegerakan yang kita nantikan ini adalah jawaban atas iman para nenek
  moyang rohani kita sejak zaman dulu kala.

  Kemudian, ada sesuatu yang membuat saya tersadar bahwa INJIL
  bukanlah "kabar baik" bagi orang-orang yang tidak mendengarnya.
  Kita pun tidak mendapati dalam Alkitab bahwa Allah pergi untuk
  memberitakannya, tetapi "merekapun pergilah memberitakan Injil ...,
  dan Tuhan turut bekerja ...." (Markus 16:20). Allah bertindak kalau
  umat-Nya bertindak. Saya sadar bahwa Allah menunggu kita untuk
  bertindak dan saya pun tidak bisa mengelak dari kesimpulan bahwa
  Dia sedang menungguku untuk bertindak. Saya menyelenggarakan kursus
  Alkitab dan ternyata 50.000 orang mendaftar untuk ikut serta. Hal
  ini semakin menyadari saya atas kebutuhan mereka akan Juru Selamat.
  Kemudian, Allah memberikan penglihatan-penglihatan; malam demi
  malam saya menyaksikan seluruh benua Afrika, negara demi negara
  dibasuh dalam darah Yesus. Hal itu mendorong saya untuk kemudian
  memesan stadion dengan 10.000 tempat duduk sebagai tempat untuk
  penyelenggaraan kebaktian pengabaran Injil.

  Sepuluh ribu orang datang! Tuaian yang pertama. Ini pertama kalinya
  saya menyaksikan ribuan orang berlari ke depan untuk menerima
  keselamatan. Allah membuka mata saya dan sungguh-sungguh
  menyaksikan gelombang kuasa yang besar dari Roh Kudus menyapu
  stadion tersebut. Kemudian, terjadi baptisan Roh Kudus secara
  massal disertai dengan beberapa kesembuhan yang terjadi. Saya
  menangis seperti anak kecil dan berikrar kepada Tuhan dalam
  ketaatan untuk bergerak maju ke seluruh Afrika untuk menggenapi
  panggilan atau visi itu. Saya pikir, kalau Allah mampu melakukan
  untuk 10.000 orang, Dia juga mampu melakukan untuk 450 juta jiwa.
  Dunia klenik, okultisme, dan kuasa-kuasa jahat yang lain membuat
  Injil semakin perlu untuk segera diberitakan. Dan Iblis akan lari
  ketika Yesus melepaskan para tawanan. Kekristenan yang dingin tidak
  akan pernah menghasilkan apa-apa. Bangsa-bangsa membutuhkan orang-
  orang Kristen yang berapi-api! Bahkan, saat ini para pemimpin
  negara telah mengamati keuntungan yang diperoleh kalau rakyat
  mereka menerima Injil dan mereka mengundang kami secara pribadi.
  Sebagai contoh, bulan Maret 1990 yang lalu, presiden dari salah
  satu negara di gurun Sahara mengundang kami ke rumahnya sebanyak
  dua kali. Akhirnya, kami diminta untuk mengadakan pengabaran Injil
  di suatu tempat yang dikenal sebagai ladang okultisme. Dalam enam
  kali pertemuan, ada 800.000 orang yang hadir dan banyak dari
  antaranya orang dari latar belakang agama lain serta penganut
  animisme. Sebagian besar dari mereka akhirya menerima Kristus!

  Allah mengatakan, "Sebab bumi akan penuh dengan pengetahuan tentang
  kemuliaan TUHAN, seperti air yang menutupi dasar laut." (Habakuk
  2:14) Bagaimana kalau air menutupi dasar laut? Tidak ada satu titik
  pun di dasar laut yang tetap kering! Ini menjelaskan tentang
  rencana Allah: pengetahuan akan kemuliaan, kuasa, dan keselamatan
  akan tersebar ke seluruh dunia seperti banjir yang meluap. Tidak
  ada satu titik pun, satu negara pun, atau satu kota, desa, keluarga
  atau pribadi yang bisa mengelak. Para serafim berseru, "seluruh
  bumi penuh kemuliaan-Nya!" (Yesaya 6:3) Memang betul kegerakan
  datang dari Tuhan, tapi kapan? Kegerakan tersebut akan datang
  ketika kita bertobat dari ketidaktaatan dan kembali ke tugas dasar:
  Memberitakan Injil!

  Para pelaut mengerti bahwa setelah mereka mengarungi ribuan
  kilometer di samudera yang tenang, mereka perlu mengencangkan ikat
  pinggang untuk menghadapi gelombang di dekat pantai sebelum
  akhirnya mereka bisa berlabuh dengan baik. Saya percaya bahwa
  gelombang penginjilan dan kuasa rohani yang kita saksikan pada masa
  kini adalah sebagai tanda bahwa "garis pantai" sudah dekat dan
  gelombang kegerakan yang Allah bahwa sejak para rasul akan segera
  bergolak dan memecah dalam waktu yang tidak lama lagi. Apakah
  engkau ingin menjadi bagian dalam gelombang mulia itu?

  Diambil dan disunting seperlunya dari:
  Judul buletin: Penuai, no. 21/1993
  Judul artikel: Pergilah ke Seluruh Dunia
  Penulis: Reinhard Bonnke
  Penerbit: Yayasan Pelayanan Amanat Agung, 1993
  Halaman: 16 -- 17, 30
______________________________________________________________________
ARTIKEL MISI 2

                    PINTU TERBUKA BUAT KAUM KEDAR
                          (Kejadian 16:1-16)

  Kadang-kadang kita mendengar ungkapan, "karena Abraham salah
  melangkah, sekarang ini kita jadi susah." Mungkin ungkapan tersebut
  ada benarnya, tetapi cerita Alkitab tentang Ismael jauh lebih luas,
  bahkan lebih ajaib. Hari ini kita akan melihat dan mempelajari
  janji-janji yang Tuhan berikan kepada Ismael dan keturunannya.

  Latar Belakang Ismael: Ia Anak Abraham

  Karena Sarai, istri Abraham, tidak mendapat anak sendiri, ia
  mengusulkan kepada suaminya untuk menghampiri Hagar, budaknya (ayat
  2). Sesudah Hagar mengandung ia memandang rendah Sarai (ayat 4).
  Namun, Hagar melarikan diri karena ditindas oleh Sarai (ayat 6). Di
  tengah padang gurun ia dipanggil oleh Malaikat Tuhan (ayat 7),
  dengan demikian, ia bertemu dengan Tuhan sendiri (ayat 13). Ini
  pertama kali dalam Alkitab, Malaikat Tuhan (Malaikat Tuhan di
  Perjanjian Lama merupakan perwujudan Yesus dalam masa yang lampau)
  berbicara dengan seorang manusia. Mari kita selidiki percakapan
  Malaikat Tuhan dengan Hagar.

  a. Hagar mengakui kesalahannya (ayat 8).
  b. Ia harus tetap hidup sebagai budak di bawah kuasa Sarai (ayat 9).
  c. Ia mendapat janji atas kelahiran anaknya (ayat 11, 12).
  d. Anaknya dibandingkan dengan keledai liar, apa artinya? Kitab Ayub
     39:8-11, "Siapakah yang mengumbar keledai liar, atau siapakah
     yang membuka tali tambatan keledai jalang? Kepadanya telah
     Kuberikan tanah dataran sebagai tempat kediamannya dan padang
     pasir sebagai tempat tinggalnya. Ia menertawakan keramaian kota,
     tidak mendengarkan teriak si penggiring; ia menjelah gunung-
     gunung padang rumputnya, dan mencari apa saja yang hijau." Oleh
     Malaikat Tuhan, Ismael dibandingkan dengan seekor keledai liar.
     Kiasan ini harus diartikan secara positif lebih dahulu. Anak
     Hagar bukan budak karena ia lahir sebagai orang bebas, orang
     merdeka (ayat 12), walaupun sesuai hukum pada waktu itu, anak
     seorang budak juga budak. Kemerdekaan yang Ismael dapat, tidak
     dipakai dengan baik pada kemudian hari. Malahan, Ismael menjadi
     orang yang suka bertengkar. Tetapi Tuhan sudah meletakkan dasar
     yang baik.
  e. Hagar kembali ke Sarai dan ia taat sesuai perintah Tuhan.
  f. Ismael dilahirkan atas janji Tuhan (ayat 15).
  g. Nama Ismael berarti "Tuhan mendengarkan" -- suatu nama dengan
     arti yang dalam dan indah.

  Kita melihat ada beberapa petunjuk rohani dalam kehidupan Hagar
  yang dapat menjadi contoh untuk semua orang Kristen, supaya dapat
  menerima yang baik dan meninggalkan yang buruk.

  a. Ia peka terhadap suara Tuhan.
  b. Ia siap mengakui kesalahan, ia tidak mencari macam-macam dalih,
     seperti Sarai. Hagar tidak membela diri ia langsung mengakui,
     "Saya salah!" Titik!
  c. Ia taat atas perintah Tuhan dan pulang, meskipun ia harus
     merendahkan diri.
  d. Ia melihat penggenapan firman Tuhan, yaitu ia mendapat seorang
     anak lelaki, Ismael.
  e. Mengapa Yesus menampakkan diri untuk pertama kali dalam Alkitab
     kepada Hagar dan bukan kepada orang yang benar? Di sini kita
     melihat satu prinsip ilahi, Yesus Kristus datang untuk orang
     berdosa dan untuk orang yang dipinggirkan, bukan untuk orang
     yang benar. Di dalam kitab pertama Alkitab, Allah sudah
     meletakkan dasar pengertian yang jelas, Yesus datang untuk
     mereka yang dianggap hina dan yang hilang.

  Hagar Bersama Ismael Tersesat di Padang Gurun (Kejadian 21:14-21)

  Sesudah Ishak lahir dan Ismael telah menjadi remaja, ia bersama
  ibunya diusir dari tempat tinggal Abraham. Kita tidak mengetahui
  mengapa mereka tersesat dalam perjalanan dan tidak menemukan lagi
  jalur yang mereka harus tempuh. Mereka berdua hampir mati kehausan
  karena persediaan air mereka sudah habis. Ismael berseru kepada
  Tuhan dan teriakannya terdengar oleh Tuhan dan Malaikat Allah
  berseru kepada Hagar (ayat 17). Karena Malaikat Allah merupakan
  penampakan Yesus dalam Perjanjian Lama, dengan demikian Ismael
  sudah pernah berseru kepada Tuhan Yesus Kristus. Ada janji Tuhan
  untuk mereka yang berseru di dalam nama Tuhan -- Barangsiapa yang
  berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan (Roma 10:13). Di
  padang gurun ia mengalami janji Tuhan ini dan ia diberikan air
  hidup (ayat 19).

  Mari kita menjadi orang yang yakin bahwa Tuhan akan mengerjakan
  sesuatu yang besar, dan kita siap mengerjakan sesuatu di antara
  orang keturunan Ismael, demi KEMULIAAN TUHAN.

  Diambil dan disunting seperlunya dari:
  Judul asli artikel: Pintu Terbuka Bagi Kaum Kedar -- Janji-janji
                      Allah untuk Ismael
  Nama buletin: Terang Lintas Budaya Edisi 72 Tahun 2007
  Penulis: Tidak dicantumkan
  Penerbit: Yayasan Terang Lintas Budaya, Sidoarjo 2007
  Halaman: Tidak dicantumkan

______________________________________________________________________
SUMBER MISI

BOSNEWSLIFE
==> http://www.bosnewslife.com

  Situs BosNewsLife diciptakan dengan tujuan untuk menyebarluaskan
  berita seputar kekristenan di seluruh dunia. BosNewsLife merupakan
  agen berita Kristen internet pertama di Eropa Tengah. Situs ini
  mulai beroperasi pada 1 Mei 2004 ketika sepuluh negara komunis
  utama bergabung dalam Persatuan Eropa. Pendiri BosNewsLife adalah
  Stefan J., dia seorang jurnalis dan editor di BosNewsLife. Selain
  itu, Agnes R. Bos juga berperanan dalam pendirian BosNewsLife dan
  sekaligus  berperan sebagai editor di BosNewsLife. Berbagai berita
  tentang kekristenan, pelayanan Kristen, dan pergerakan Kristen ada
  dalam BosNewsLife. Negara-negara yang secara rutin diberitakan
  dalam situs ini dibagi-bagi menjadi kategori: Afrika, Amerika,
  Asia/Pasifik, CIS (ex-USSR), Europe, dan Middle East. Situs ini
  akan menghadirkan BosNewsLife Radio dengan menyajikan berita-berita
  terkini di dunia melalui Voice of America (VOA), yang terus
  diupdate selama 24 jam setiap hari. (STL)

______________________________________________________________________
KESAKSIAN MISI

                            VIVIA PERPETUA
                           (Wafat Tahun 203)

  Pada tahun 202M, Kaisar Roma, Septimus Severus, melarang orang
  bertobat dan menjadi pengikut ajaran Yudaisme maupun Kristen.

  Oleh sebab itu, di Afrika Utara, Vivia Perpetua, Felicitas, dan
  beberapa petobat baru lainnya dipenjarakan dan akhirnya dihukum
  mati dengan cara dimasukkan ke dalam arena binatang buas di kota
  Kartago. Namun, pelaksanaan hukuman mati ditunda sampai Felicitas
  melahirkan seorang bayi perempuan setelah 8 bulan mengandung. Dalam
  "The Passion" -- berisi riwayat tentang penyiksaan para wanita ini
  -- Perpetua, seorang istri yang berpendidikan dan juga seorang ibu
  yang penuh kasih, menceritakan iman dan hidupnya selama berada
  dalam penjara. Wanita berusia 22 tahun ini menyimpulkan bahwa "sel
  bawah tanah bagiku adalah sebuah istana".

  Perpetua adalah seorang wanita yang diberi kehormatan untuk
  bertobat oleh Tuhan. Hari-harinya di sel bawah tanah ditandai
  dengan pertemuan-pertemuan doa, firman Tuhan, dan beberapa
  penglihatan. Pada malam menjelang dia dihukum mati, para tahanan
  merayakan "perjamuan kasih".

  Kemudian, sambil berjalan mendekati arena, Perpetua menyanyikan
  mazmur. Ia menghadapi binatang buas "dalam Roh" dan dalam
  kegembiraan. Ia bergabung dengan teman-temannya yang berlumuran
  darah karena dibantai. Mereka dibantai dengan diiringi sorak ejekan
  sementara mereka menyanyi, "Diselamatkan dan dibasuh...,
  diselamatkan dan dibasuh!"

  Tetapi apakah orang-orang di sekeliling kita menyadari bahwa
  sebenarnya kita memang diselamatkan dan dibasuh? Kiranya teladan
  yang diberikan Perpetua memberikan keberanian pada kita.

     Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi
     kekuatan kepadaku. (Filipi 4:13)

     Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi
     mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan
     pemberitaan itu adalah kekuatan Allah. (1 Korintus 1:18)

  Diambil dan disunting seperlunya dari:
  Judul buku: Batu-batu Tersembunyi dalam Fondasi Kita
  Judul buku asli: The Hidden Stones in Our Foundation
  Penulis: Tidak dicantumkan
  Penerjemah: Ivan Haryanto
  Penerbit: Kasih dalam Perbuatan, Surabaya 2005
  Halaman: 21

______________________________________________________________________
DOA BAGI MISI DUNIA

U Z B E K I S T A N

  MNN telah berdiskusi tentang kemungkinan bahwa pengungsi Kristen
  dari Kirgizstan ke Uzbekistan akan mendapatkan masalah. Menurut
  Slavic Gospel Association, pemerintah Uzbek kembali membatasi
  orang-orang Kristen. Anggota Uzbek dari Union of Evangelical
  Christians-Baptists (UECB) akhir-akhir ini didenda sekitar 00
  karena "mengajarkan agama tanpa spesialisasi pendidikan agama dan
  tanpa izin dari organisasi agama pusat" dan "mengajarkan agama
  secara privat." Korbannya, Valery Konovalov, tidak diberi
  kesempatan untuk membela diri. Doakan agar orang-orang percaya di
  Uzbekistan tidak mundur dalam mengabarkan Injil, walaupun terjadi
  jumlah penganiayaan yang meningkat. Doakan juga agar Allah
  melindungi mereka yang telah mengungsi ke Uzbekistan untuk mencari
  perlindungan dari kekacauan di Kirgizstan. (t/Uly)
  Sumber: Mission News, Juni 2010
  [Selengkapnya: http://www.mnnonline.org/article/14402]

  Pokok doa:
  * Doakan agar Tuhan memulihkan situasi di Uzbekistan, sehingga
    orang-orang percaya terus bersemangat mengabarkan Injil.
  * Berdoa bagi umat percaya di Uzbekistan, agar Tuhan memampukan
    mereka untuk tetap mengasihi pihak-pihak yang telah menganiaya
    mereka.

K U B A

  Walaupun penduduk Kuba lebih bebas dibanding dengan masa-masa
  sebelumnya, pemerintah komunis mereka masih membatasi sebagian
  besar kegiatan kekristenan. Akan tetapi, John Dyck dari World Serve
  Ministries mengatakan bahwa gereja sedang berbuah. Kebutuhan-
  kebutuhan utama mereka adalah dana dan pelatihan. Oleh karena itu,
  World Serve melangkah untuk mengisi kekosongan tersebut dan
  menguatkan para pelayan Kuba. "Yang menggerakkan apa yang dilakukan
  World Serve di Kuba adalah kita percaya bahwa orang-orang Kubalah
  yang menjangkau sesama orang Kuba untuk Yesus Kristus." Salah satu
  contohnya adalah pelayanan anak: "Gereja-gereja Kuba telah sadar
  dengan kenyataan bahwa pelayanan anak merupakan jendela kesempatan
  yang besar untuk menjangkau rumah-rumah yang mungkin tidak bisa
  dijangkau. Anak-anak bukanlah satu-satunya kelompok yang menanggapi
  kasih Kristus: "Pertobatan yang mereka saksikan di antara anak-anak
  sangat besar; tetapi lebih dari itu, ada keinginan dari orang tua
  mereka untuk mecari sesuatu yang berguna bagi keluarga mereka."
  Dick mengatakan bahwa pada satu pelayanan anak yang diatur oleh
  rekan World Serve dari Kanada, ada sekitar 150 anak yang datang
  bersama 80 orang tua. (t/Uly)
  Sumber: Mission News, Juni 2010
  [Selengkapnya: http://www.mnnonline.org/article/14401]

  * Mengucap syukur untuk pelayanan World Serve di Kuba, yang telah
    memberkati masyarakat di sana. Doakan agar melalui pelayanan
    mereka banyak orang dapat menerima kebenaran Injil.
  * Berdoa bagi umat percaya di Kuba, agar Tuhan memberi hati yang
    rela untuk melayani sesama mereka yang belum percaya.

______________________________________________________________________
DOA BAGI INDONESIA

                       PELAYANAN DW DI SULAWESI

  Kami (DW) keluarga hamba Tuhan dipercayakan melayani di salah satu
  daerah yang rawan konflik. Gereja dan rumah-rumah jemaat yang kami
  layani sudah habis dibakar oleh kelompok radikal agama lain. Namun,
  kami tetap bertahan di wilayah kami dan hidup berharap kepada
  Tuhan, hingga Tuhan pulihkan keadaan kami.

  Sumber: Kasih Dalam Perbuatan (KDP), Edisi Mei - Juni 2010

  1. Mengucap syukur untuk pemulihan yang Tuhan berikan bagi DW
     sekeluarga. Mengucap syukur juga untuk teladan yang telah DW
     berikan kepada kita, untuk tetap setia melayani Dia, meskipun
     harga yang harus ia bayar demi ketaatannya kepada Kristus,
     tidaklah ringan.

  2. Doakan agar DW semakin giat dalam melayani Tuhan. Berdoalah agar
     Tuhan melindungi dan memberi kekuatan kepada DW selama melayani
     di ladang-Nya.

  3. Doakan untuk jemaat Tuhan yang ada di daerah rawan konflik ini,
     agar tetap setia melayani Tuhan, meskipun intimidasi dan tekanan
     terus membayangi mereka.

  4. Doakan kelompok-kelompok radikal di daerah tersebut, agar Tuhan
     menjamah hati mereka, sehingga mereka juga bisa beroleh anugerah
     keselamatan.

  5. Mengucap syukur untuk dukungan doa yang diberikan oleh umat
     percaya kepada umat Kristen teraniaya di Indonesia. Berdoalah
     agar Tuhan memberikan kekuatan dan ketekukan untuk kita tetap
     berdoa bagi mereka.

______________________________________________________________________
STOP PRESS

                     LOWONGAN PELAYANAN MISI

  Sebuah Lembaga Misi Interdenominasi membutuhkan Staff Special
  Initiatives Executives (menjangkau special segment: kaum
  perempuan/kaum muda/anak-anak, dan tugas khusus lain seperti
  campaign dan event).

  Persyaratan:
  1. Kristen lahir baru.
  2. Pria/Wanita usia 30 -- 45 tahun.
  3. Fasih berbahasa Inggris.
  4. Pendidikan min. D3 (lebih disukai jika memiliki latar belakang
     pelayanan di gereja).
  5. Memiliki talenta membangun relasi dengan banyak orang, kreatif,
     bisa bekerja dalam tim.
  6. Mengerti program komputer, biasa berogarnisasi, melakukan
     perencanaan dan problem solving.

  Lamaran dikirim melalui e-mail disertai foto terbaru ke
  <indonesia(at)od.org> dan <jemmi(at)sabda> tidak lebih dari 200kb.
  Batas waktu pengiriman lamaran sampai tanggal 31 Agustus. Hanya
  kandidat yang terpilih yang akan dipanggil untuk interview.

______________________________________________________________________
Anda diizinkan menyalin/memperbanyak semua/sebagian bahan dari e-JEMMi
(untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: tidak
untuk tujuan komersial dan harus mencantumkan SUMBER ASLI bahan
yang diambil dan nama e-JEMMi sebagai penerbit elektroniknya.
______________________________________________________________________
Staf Redaksi: Novita Yuniarti dan Yulia Oeniyati
Kontributor: Santi Titik Lestari
Kontak Redaksi: < jemmi(at)sabda.org >
Untuk berlangganan: < subscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk berhenti: < unsubscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk pertanyaan/saran/bahan: < owner-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
______________________________________________________________________
Situs e-MISI dan e-JEMMi: http://misi.sabda.org
Arsip e-JEMMi: http://www.sabda.org/publikasi/misi
Facebook MISI: http://fb.sabda.org/misi
Twitter MISI: http://twitter.com/sabdamisi
______________________________________________________________________
Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari berbagai pihak.
Copyright (c) 2010 e-JEMMi/e-MISI / YLSA -- http://www.ylsa.org
SABDA Katalog: http://katalog.sabda.org
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org