Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/misi/2009/33

e-JEMMi edisi No. 33 Vol. 12/2009 (18-8-2009)

Kelepasan dari Ikatan/Belenggu Okultisme

 

______________________________  e-JEMMi  _____________________________
                   (Jurnal Elektronik Mingguan Misi)
______________________________________________________________________
SEKILAS ISI

EDITORIAL
ARTIKEL MISI: Langkah-Langkah Menuju Kemerdekaan di dalam Kristus
SUMBER MISI: The Christian Arsenal
DOA BAGI MISI DUNIA: Arab Saudi, Pakistan
DOA BAGI INDONESIA: Terorisme sebagai Drama

______________________________________________________________________

  APPLY YOURSELF WHOLLY TO THE SCRIPTURES AND
                                   THE SCRIPTURES WHOLLY TO YOURSELF
______________________________________________________________________
EDITORIAL

  Shalom,

  Belenggu okultisme sering kali bukan hanya membuat hati manusia buta 
  dan tidak memiliki damai sukacita, tetapi juga membuat manusia 
  diikat dengan berbagai macam dosa yang melumpuhkan manusia untuk 
  hidup dalam kebenaran. Iblis tidak bodoh dan akan terus mencobai 
  manusia untuk tidak lepas dari genggamannya. Tapi puji Tuhan, 
  manusia tidak harus selamanya menyerah pada kehidupan yang diikat 
  oleh kuasa-kuasa setan. Allah telah menyediakan jalan keluar bagi 
  kita untuk merdeka di dalam Kristus. Nah, marilah kita bergantung 
  pada Allah dalam mencari jalan keluar ini. Edisi e-JEMMi yang terbit 
  kali ini akan menyajikan artikel yang berisi langkah-langkah 
  bagaimana kita dapat terlepas dari belenggu-belenggu dosa -- tidak 
  hanya dosa okultisme -- sehingga kita memperoleh kelepasan dan 
  kemerdekaan di dalam Dia.
  
  Biarlah perayaan HUT RI yang ke-64 ini kita rayakan dengan sekaligus 
  mengingat bahwa Tuhan bukan saja telah menganugerahkan kemerdekaan 
  bagi bangsa kita dari belenggu penjajah, tetapi Dia juga telah 
  memerdekakan kita dari belenggu dosa yang mengikat. 
  
  Dirgahayu Republik Indonesia!

  Pimpinan Redaksi e-JEMMi,
  Novita Yuniarti
  http://www.sabda.org/publikasi/misi/
  http://misi.sabda.org/

______________________________________________________________________
ARTIKEL MISI

         LANGKAH-LANGKAH MENUJU KEMERDEKAAN DI DALAM KRISTUS

  "Langkah-Langkah Menuju Kemerdekaan di dalam Kristus" adalah sebuah 
  buku yang ditulis dengan tujuan supaya kita dapat dilepaskan dari 
  ikatan-ikatan iblis dalam kehidupan kita dengan menjalani 
  langkah-langkah yang diketengahkan di dalamnya. Sarana ini bukanlah 
  satu- satunya cara untuk melepaskan orang dari ikatan-ikatan setan. 
  Ada beberapa metode yang dapat dipakai dengan efektif jika kita 
  sungguh- sungguh memahami dan memegang kuasa di dalam Kristus. 
  Selain itu, sarana ini pun tidak mengandung kekuatan gaib atau ilmu 
  khusus. Sarana ini hanya membimbing kita supaya kita menyatakan dan 
  menerapkan kebenaran firman Allah dalam kehidupan kita, sehingga 
  kita bisa berjalan dalam kemerdekaan di dalam Kristus.

  Pada saat kita menjalani proses tersebut, seharusnya kita 
  sungguh-sungguh membuka hati kita di hadapan Tuhan dan meminta 
  supaya Ia menyatakan kepada kita dosa-dosa yang belum kita 
  tinggalkan dan ikatan-ikatan yang belum diputuskan. Tanpa adanya 
  keterbukaan, kita tidak akan tertolong. Jika kita menyembunyikan 
  dosa-dosa dan ikatan-ikatan kita dari orang yang melayani kita atau 
  dari Tuhan sendiri, maka kita tidak akan dilepaskan dari dosa-dosa 
  dan ikatan-ikatan tersebut. Kita harus jujur jika kita ingin 
  berjalan dalam kemerdekaan dan kemenangan di dalam Kristus. Kemudian 
  kita akan dibimbing dalam proses pemulihan. Pertama, kita berdoa dan 
  minta bimbingan dan perlindungan dari Tuhan. Kita mengetahui bahwa 
  iblis sering melawan proses pemulihan, sehingga doa sangatlah 
  penting. Kemudian kita dibimbing untuk membuat pernyataan tertentu. 
  Dengan demikian, kita memerintahkan iblis untuk melepaskan kita 
  supaya kita dapat mengenal dan memilih kehendak Allah. Pada saat 
  itu, kita memegang kuasa di dalam Kristus sehingga iblis tidak 
  berhak menghalangi pelayanan pemulihan. Sesudah itu, kita masuk ke 
  dalam tujuh langkah menuju kemerdekaan.

  Langkah 1: Pilih Kenyataan, Bukan Kepalsuan
  Langkah 2: Pilih Kebenaran, Bukan Tipu Muslihat
  Langkah 3: Pilih Pengampunan, Bukan Kepahitan
  Langkah 4: Pilih Ketaatan, Bukan Pemberontakan
  Langkah 5: Pilih Kerendahan Hati, Bukan Kesombongan
  Langkah 6: Pilih Kemerdekaan, Bukan Keterikatan
  Langkah 7: Pilih Penolakan, Bukan Penyerahan

  Pada setiap langkah, kita membaca penjelasan tentang prinsip-prinsip 
  alkitabiah yang harus diterapkan dalam kehidupan kita. Kemudian kita 
  berdoa dulu dan meminta agar Tuhan menjaga dan melindungi hati dan 
  pikiran kita, dan supaya Ia menyatakan kepada kita semua dosa yang 
  harus kita akui dan tinggalkan. Kemudian kita mendengarkan suara Roh 
  Kudus dan mencatat semua dosa yang Ia tunjukkan kepada kita. 
  Akhirnya kita berdoa untuk mengakui dan meninggalkan dosa kita satu 
  per satu, sehingga kita dilepaskan dari pengaruh/ikatan iblis dalam 
  bagian tertentu dari kehidupan kita. Proses tersebut dilanjutkan 
  sampai kita menyelesaikan tujuh langkah menuju ke kemerdekaan di 
  dalam Kristus. Setelah itu, biasanya semua bagian kehidupan kita 
  lepas dari pengaruh/ikatan setan.

  Langkah 1: Pilihlah Kenyataan, Bukan Kepalsuan

  Langkah pertama ini berkenaan dengan keterlibatan kita dengan kuasa 
  gelap. Di langkah ini, kita melepaskan keterlibatan kita dengan 
  setiap praktik okultisme (kuasa gaib), baik yang kita alami sekarang 
  atau pun yang dulu. Kita memulai dengan doa dan meminta supaya Tuhan 
  menyatakan kepada kita semua keterlibatan kita dengan kuasa gelap. 
  Jika kita sedang atau pernah terlibat dengan hal-hal yang 
  berhubungan dengan "kekuatan gaib", atau jika kita pernah memeluk 
  agama lain, pemujaan, atau terlibat dalam upacara-upacara setan atau 
  kegiatan okultisme, maka kita harus mengakui dan meninggalkan satu 
  demi satu semua keterlibatan kita sesuai dengan pola doa. Selain 
  itu, kita juga membutuhkan seorang konselor yang mengerti peperangan 
  rohani untuk menolong kita. Jika kita tidak pernah terlibat dalam 
  hal-hal tersebut, maka kita boleh masuk ke langkah kedua.

  Langkah 2: Pilihlah Kebenaran, Bukan Tipu Muslihat

  Pada langkah kedua, kita berpusat pada penerapan kebenaran Allah 
  dalam kehidupan kita. Kita mulai dengan mengakui bahwa kita sering 
  tertipu karena pengaruh bapa dusta, yaitu iblis, dan karena kita 
  menipu diri kita sendiri. Kemudian kita minta supaya Allah 
  menyelidiki dan menyatakan kepada kita apakah jalan kita serong, 
  yaitu apakah kita masih hidup dalam kebohongan atau membela diri 
  kita sendiri. Sesudah itu, kita mengakui hal-hal tersebut kepada 
  Allah dan menyatakan kepada-Nya keputusan kita untuk mengetahui dan 
  mengikuti kebenaran-Nya. Jika langkah ini sulit bagi Anda karena 
  sudah bertahun-tahun lamanya Anda biasa berbohong, sebaiknya Anda 
  mencari pertolongan dari pembina rohani untuk memberantas mekanisme 
  pembelaan yang ada pada diri Anda.

  Langkah 3: Pilihlah Pengampunan, Bukan Kepahitan

  Langkah ini sangat penting bagi banyak orang, termasuk banyak 
  pengikut Kristus. Menurut pengalaman saya, pada umumnya orang-orang 
  yang memerlukan pelayanan pemulihan sangat membutuhkan pertolongan 
  juga untuk dilepaskan dari kepahitan atau kebencian, apa pun keluhan 
  mereka. Karena pola tersebut sering kali sangat dalam, pergumulan 
  yang mereka hadapi pada saat mereka melepaskan kepahitan atau 
  kebencian mereka bisa cukup kuat. Kita mulai dengan meminta kepada 
  Tuhan supaya Ia mengingatkan kita akan orang-orang yang belum kita 
  ampuni. Kemudian, kita mendaftarkan nama orang-orang tersebut pada 
  selembar kertas. Dalam kasus-kasus tertentu, penulisan nama-nama ini 
  memerlukan banyak waktu, karena orang-orang yang belum diampuni bisa 
  banyak sekali. Kadang-kadang selembar kertas (bolak-balik) tidak 
  cukup untuk mendaftarkannya! Mengapa? Karena banyak pengikut Kristus 
  mengikuti cara-cara dunia dalam menghadapi orang-orang yang bersalah 
  terhadap mereka. Mereka melihat bagaimana orang tua, tetangga-
  tetangga, dan teman-teman mereka tidak pernah mengampuni kesalahan 
  orang lain; malah ingin membalas dendam.

  Mereka juga sering menonton acara-acara televisi dan film-film yang 
  berkisah tentang balas dendam. Jadi, mereka tidak mengerti 
  pentingnya mengampuni kesalahan orang lain. Selain itu, mereka pun 
  belum berpengalaman dalam hal mengampuni kesalahan orang lain, dan 
  tidak ada contoh yang dapat mereka teladani. Pada akhir daftar, 
  sebaiknya kita menulis "diri saya sendiri" karena sering kali kita 
  belum mengampuni diri sendiri, padahal kita telah diampuni oleh 
  Allah pada saat kita percaya kepada Yesus Kristus. Selain itu, 
  sebaiknya kita menuliskan "pikiran-pikiran yang melawan Allah" 
  karena biasanya banyak orang menyalahkan Allah atau memendam 
  kemarahan dan kepahitan terhadap Allah karena Ia tidak memenuhi 
  pengharapan mereka. Misalnya, mereka berdoa supaya saudara mereka 
  disembuhkan, tetapi Allah tidak mengabulkan doa mereka sesuai dengan 
  keinginan mereka, sehingga mereka memendam kepahitan terhadap-Nya. 
  Pada waktu kita selesai membuat daftar, kita perlu berdoa dan 
  mengampuni satu demi satu semua orang yang telah kita daftarkan, 
  sesuai dengan ajaran firman Allah. Pada saat kita melakukannya, kita 
  akan merasa sangat berbahagia. Dan sering kali, setelah proses 
  tersebut selesai, kita merasa seperti baru dilepaskan dari suatu 
  beban yang berat sekali.

  Langkah 4: Pilihlah Ketaatan, Bukan Pemberontakan

  Banyak orang, termasuk juga orang-orang Kristen, memberontak 
  terhadap para penguasa yang telah ditentukan oleh Allah dalam dunia 
  ini. Orang semacam ini sering memberontak terhadap pemerintah, orang 
  tua, suami, majikan, pemimpin-pemimpin rohaninya, dan bahkan 
  terhadap Allah sendiri. Tujuan kita dalam langkah keempat ialah 
  supaya kita mengakui dosa pemberontakan kita dan sungguh-sungguh 
  merendahkan diri di hadapan Allah. Kita mulai dengan mengakui 
  pemberontakan kita secara umum dan berdoa supaya Tuhan menyatakan 
  kepada kita sejauh manakah pemberontakan kita.

  Langkah 5: Pilihlah Kerendahan Hati, Bukan Kesombongan

  Langkah ini berkaitan dengan langkah keempat, tetapi tekanannya agak 
  berbeda. Dalam langkah kelima, kita mengakui dan meninggalkan secara 
  umum segala macam kesombongan yang memberi pintu masuk bagi musuh 
  kita. Kesombongan yang dimaksud di sini ialah sikap kita yang lebih 
  mengutamakan kehendak kita daripada kehendak Allah dan sikap kita 
  yang lebih memusatkan hidup kita pada keakuan kita daripada Allah. 
  Kemudian kita meminta Allah untuk menunjukkan kepada kita 
  bidang/hal-hal khusus dalam kehidupan kita yang dikuasai oleh 
  kesombongan kita.

  Langkah 6: Pilihlah Kemerdekaan, Bukan Keterikatan

  Langkah keenam sangat penting bagi banyak orang, termasuk para 
  pengikut Yesus Kristus. Banyak orang merasa diikat oleh dosa-dosa 
  tertentu. Misalnya, beberapa orang merasa terikat karena 
  kecenderungan mereka yang kuat sekali untuk bunuh diri, sedang 
  beberapa yang lain bergumul dengan penyimpangan dalam kebiasaan 
  makan. Dorongan seksual adalah dorongan yang begitu kuat dan mudah 
  dibelokkan; oleh karena itu, beberapa orang merasa terikat dalam 
  dosa-dosa seksual. Pergumulan dengan dosa-dosa seksual telah 
  menyeret orang-orang pada kebiasaan seperti senang dengan 
  pornografi, memelihara pikiran-pikiran yang kotor, berzinah, dan 
  homoseksualitas. Akhirnya, dosa-dosa tersebut menjadi suatu 
  kebiasaan, sehingga dengan demikian iblis telah berhasil membentuk 
  suatu pola dosa di dalam kehidupan mereka. Mereka sering kali 
  berusaha untuk memutuskan pola dosa tersebut, tetapi mereka gagal 
  sehingga mereka semakin tertipu oleh musuh kita. Mereka menganggap 
  bahwa mereka tidak bisa dilepaskan dari pola dosa yang begitu kuat 
  itu. Itulah tipu muslihat setan! Sebenarnya mereka pasti dapat 
  dilepaskan dari dosa yang mengikat mereka itu, tetapi biasanya 
  prosesnya tidak mudah.

  Proses pemulihan dari kebiasaan berdosa mulai di langkah keenam 
  dengan mengakui secara umum bahwa kita sudah memberi diri pada hawa 
  nafsu daging, sehingga kita telah memberi kesempatan kepada iblis 
  untuk mengikat kita. Kemudian kita minta supaya Roh Kudus 
  memberitahukan kepada kita tindak-tanduk kita yang sudah melanggar 
  ketetapan-ketetapan Allah. Sesudah itu, kita berdoa untuk melepaskan 
  dan meninggalkan secara spesifik semua penyalahgunaan tubuh kita dan 
  menyerahkan tubuh kita kepada Tuhan. Jika kita pernah melakukan 
  hal-hal tertentu atau sedang terikat di dalamnya, misalnya 
  homoseksual, aborsi, keinginan bunuh diri, penyimpangan-penyimpangan 
  dalam kebiasaan makan, melukai diri, atau kecanduan hal-hal 
  tertentu, maka kita perlu mengakui dan meninggalkan semua hal yang 
  dinyatakan oleh Allah kepada kita.

  Langkah 7: Pilihlah Penolakan, Bukan Penyerahan

  Langkah yang terakhir dalam proses ini adalah melepaskan semua dosa 
  dari nenek moyang kita dan semua pengaruh dari apa yang dilakukan 
  oleh orang lain, misalnya santet atau guna-guna. Ada dua bagian 
  dalam langkah ini. Pertama, kita menyatakan dan mengumumkan kepada 
  semua roh jahat bahwa kita menolak dan memutuskan ikatan-ikatan yang 
  berkaitan dengan hal-hal tersebut. Kemudian kita berdoa kepada 
  Allah, menyerahkan tubuh kita kepada-Nya, dan mohon supaya kita 
  dipenuhi dengan Roh Kudus.

  Demikian proses menjalani "Langkah-langkah Menuju Kemerdekaan di 
  dalam Kristus". Dengan menjalani langkah-langkah tersebut, maka kita 
  bisa berjalan dalam kemerdekaan dan kemenangan di dalam Kristus. 
  Mengapa kita perlu tujuh langkah? Karena jika kita membuka jalan 
  bagi iblis, ia akan memengaruhi kehidupan kita sejauh mungkin. Oleh 
  karena itu, sering kali kita perlu mengakui dan meninggalkan bukan 
  hanya satu dosa, tetapi berbagai macam pelanggaran. Misalnya, jika 
  Anda melayani seseorang yang pernah membuka jalan bagi iblis dengan 
  melibatkan kuasa gelap, jangan heran kalau ia juga menderita karena 
  keterikatan seksual. Dengan menjalani tujuh langkah, kita bisa 
  sungguh-sungguh mengevaluasi seluruh kehidupan kita di bawah 
  bimbingan Roh Kudus, supaya kita dapat menikmati kemerdekaan yang 
  sesungguhnya di dalam Yesus Kristus.

  Perbedaan antara kehidupan seseorang sebelum dan sesudah mereka 
  menjalani "Langkah-Langkah Menuju Kemerdekaan di dalam Kristus" 
  sering kali sangat mencolok. Eti ialah seorang wanita yang berusia 
  24 tahun. Di tengah keluarganya, ia orang yang kurang diperhatikan 
  dibandingkan dengan saudara-saudaranya yang lain. Ia sudah percaya 
  kepada Yesus, tetapi pertumbuhan rohaninya terhalang. Ia mengatakan 
  bahwa ia sangat rindu untuk mengasihi Tuhan dan bersaksi bagi Injil 
  Tuhan, baik di tengah lingkungan pekerjaan, indekos, dan di tengah 
  keluarga. Namun Eti selalu gagal, gampang emosi, dan jatuh bangun. 
  Kemudian ia menjelaskan bahwa ia sulit mengerti firman Tuhan, malas 
  dan kalau saat teduh sering mengantuk. Ketika ia mendengarkan 
  khotbah, sering kali pikirannya menerawang (melayang-layang). Pada 
  umumnya kehidupannya kurang berbahagia.

  Setelah Eti diajar tentang identitasnya yang baru di dalam Kristus 
  dan menjalani "Langkah-Langkah Menuju Kemerdekaan di dalam Kristus", 
  terjadi pembaruan yang luar biasa dalam kehidupannya. Ia sangat 
  berbahagia dan merasa ringan, sepertinya beban yang berat sekali 
  baru dihilangkan. Saat teduh dan doa dapat dinikmati, ia berani 
  bersaksi, bahkan membawa adiknya -- seorang dukun yang melayani 
  orang sakit -- kepada hamba Tuhan yang melayaninya supaya adiknya 
  juga bisa menikmati kemerdekaan yang Tuhan kehendaki baginya. Puji 
  Tuhan atas karya-Nya yang begitu indah!

  Diambil dan disunting seperlunya dari:
  Judul buku: Hancurkan Kuasa Iblis dalam Diri Anda
  Judul asli artikel: Pemakaian "Langkah-Langkah Menuju Kemerdekaan di
                      dalam Kristus"
  Penulis: Thomas J. Sappington, Th.D.
  Penerbit: Yayasan ANDI dan OC International, Yogyakarta 1998
  Halaman: 269 -- 279

______________________________________________________________________
SUMBER MISI

THE CHRISTIAN ARSENAL
==> http://www.christianarsenal.com/
  Situs ini dibangun untuk membantu Anda mempelajari firman Tuhan dan 
  mempertahankan iman Kristen. Christian Arsenal menyediakan sumber 
  bahan dengan beragam subjek yang dapat digunakan oleh semua orang --
  pendeta, seminari, pelajar, pelayan pemuda, guru sekolah minggu, 
  orang tua, remaja, dan anak-anak. Nah, salah satu subjek bahan yang 
  situs ini sediakan adalah okultisme dan agama-agama dunia. Saat Anda 
  masuk dalam menu Cults & World Religion Topics, Anda akan dibawa 
  pada sebuah halaman di mana Anda dapat memilih puluhan jenis 
  okultisme dan agama dunia yang sudah tersedia. Saat Anda memilih 
  salah satunya, Anda dapat langsung mengakses segala informasi 
  tentangnya -- siapa pendirinya; pandangannya tentang Allah, Yesus, 
  Roh Kudus, dan keselamatan; tautan-tautan ke artikel terkait, dsb.. 
  Diharapkan, Anda dapat lebih diperlengkapi, baik secara spiritual 
  maupun intelektual, dalam perjalanan Anda bersama Kristus di dunia 
  ini.

______________________________________________________________________
DOA BAGI MISI DUNIA

A R A B  S A U D I  
  Kami mendorong Anda untuk segera berdoa bagi H yang ditangkap oleh 
  pihak berwajib Saudi dan sekarang sedang ditahan di penjara Eleisha, 
  penjara bagi para tahanan politik di Riyadh. Pihak yang berwajib 
  Saudi lalu memblokir "weblog"-nya selama beberapa hari, Google juga 
  memblokir "weblog" ini sampai akhirnya dibuka kembali setelah adanya 
  keluhan tentang pensensoran dari para pengguna Google.
  
  H menulis di "weblog"-nya bahwa perjalanannya menemukan Kristus 
  dimulai setelah menyaksikan tiga warga kebangsaan Pakistan yang 
  dihukum pancung atas dakwaan penggunaan obat-obat terlarang. 
  Terguncang, ia mulai mempelajari sungguh-sungguh sejarah dan hukum 
  agama lain, demikian juga hukum Saudi. Ia menjadi kecewa dengan 
  hukum dan pengajaran kitabnya dan cemas bahwa pihak yang berwenang 
  Saudi hanya menuntut orang-orang Saudi yang miskin dan orang asing. 
  Setelah membaca bacaan lain tentang bagaimana Yesus mengampuni 
  daripada merajam seorang wanita yang dihakimi karena perzinahan, dan 
  membandingkannya dengan bagaimana nabi membalas dengan membunuh 
  lawannya dalam situasi yang sama, H akhirnya menetapkan imannya pada 
  Kristus. Mari doakan H dan orang Saudi lainnya yang datang pada 
  Kristus.
  Diambil dan disunting seperlunya dari: 
  Nama buletin: Kasih Dalam Perbuatan (KDP), Edisi Juli -- Agustus
                2009 
  Judul artikel: Berdoalah Bagi Blogger Kristen yang Dipenjarakan 
  Halaman: 10
  Pokok doa: 
  * Doakan H yang sedang ditahan oleh pihak yang berwajib, agar Tuhan 
    memberikan kekuatan dan hikmat Allah sehingga ia dapat memberikan 
    pertanggungan jawab atas imannya pada Kristus.
  * Doakan untuk setiap keluarga Kristen di Saudi yang juga memiliki 
    anggota keluarga yang ditahan karena iman mereka, agar Tuhan 
    memberikan ketabahan untuk menjalani kehidupan yang berkenan 
    kepada Tuhan.
  
P A K I S T A N
  Hanya lebih dari 2 bulan sejak Lembah Swat Pakistan berubah menjadi 
  benteng Taliban di mana hukum Syariat diberlakukan, nasib 
  orang-orang Kristen yang masih tinggal di wilayah tersebut tidak 
  pasti.
  
  Dalam usaha untuk mengakhiri 2 tahun perang berdarah, pemerintah 
  Islamabad dan Taliban mencapai kata sepakat dengan menyerahkan semua 
  otoritas pemerintah daerah di Lembah Swat kelompok Taliban. 
  Sumber-sumber melaporkan kepada Compass bahwa dalam suatu kekerasan, 
  telah terbunuh dan terusir ratusan orang; diperkirakan 500 orang 
  Kristen masih berada di wilayah tersebut. Pada tahun sebelumnya, 
  lebih dari dua ratus sekolah khusus perempuan di Lembah Swat 
  dilaporkan telah dibakar atau dibom oleh agama lain. Sekolah-sekolah 
  khusus perempuan yang masih tersisa ditutup pada bulan Januari, 
  tetapi telah dibuka kembali sejak penandatanganan perjanjian damai 
  pada pertengahan Pebruari.
  
  Seorang rekan pendeta dari satu-satunya gereja Pakistan di Lembah 
  Swat mengatakan kepada YB dari Komisi Nasional bagi Keadilan dan 
  Perdamaian bahwa dengan adanya pengeboman sekolah-sekolah khusus 
  perempuan pada akhir tahun lalu, semua keluarga Kristen di wilayah 
  itu telah mengungsi ke wilayah-wilayah terdekat. Setelah perjanjian 
  damai, dan dengan harapan besar, keluarga Kristen ini telah kembali 
  ke wilayah mereka, tetapi mereka masih ragu-ragu untuk datang ke 
  gereja. 
  
  Rekan pendeta ini, yang tidak mau disebutkan namanya, berkata, 
  "Orang-orang tidak datang lagi ke gereja, seperti yang tidak biasa 
  mereka lakukan sebelumnya." Ia berkata bahwa orang-orang Kristen 
  masih percaya bahwa kelompok Taliban akan tetap mematuhi perjanjian 
  damai.
  Diambil dan disunting seperlunya dari:
  Nama buletin: Kasih Dalam Perbuatan (KDP), Edisi Juli -- Agustus 
                2009
  Judul artikel: Orang-orang Kristen Bertahan dari Tekanan Hukum 
                 Sharia di Lembah Swat Pakistan
  Halaman: 10
  Pokok doa:
  * Doakan untuk keberadaan orang-orang percaya di Pakistan, yang 
    sering hidup dalam tekanan dan ancaman, agar Tuhan memberi 
    kekuatan kepada mereka untuk tetap percaya dan berpengharapan 
    hanya kepada Tuhan.
  * Doakan juga untuk orang percaya yang terpaksa mengungsi ke tempat 
    yang lebih aman karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk tetap 
    bertahan di Pakistan, agar mereka tetap bertekun mendoakan negara 
    mereka yang dalam kondisi memprihatinkan.

______________________________________________________________________
DOA BAGI INDONESIA

                       TERORISME SEBAGAI DRAMA                        

  Hasil identitas melalui tes DNA memperlihatkan bahwa mayat yang 
  tewas disergap Detasemen Khusus 88 bukanlah gembong teroris Noordin 
  M. Top, tetapi Ibrohim. Penjelasan kepolisian tentang hasil 
  pemeriksaan DNA itu telah mengakhiri segala silang pendapat, 
  kontroversi, dan spekulasi tentang teroris yang tewas dalam serangan 
  Densus 88 di Beji, Temanggung, Jawa Tengah. Perlu dikemukakan pula, 
  sebagian masyarakat tetap gundah karena sempat terkecoh oleh 
  pemberitaan media media massa, terutama siaran televisi yang 
  menyebutkan Noordin M. Top sebagai teroris yang ditembak mati di 
  Temanggung. Kredibilitas media memang dipertaruhkan karena terlalu 
  dini menyimpulkan Noordin M. Top sudah berhasil disergap aparat. 
  Berbagai kalangan kemudian mempertanyakan cara kerja media massa 
  yang dinilai lebih mengutamakan sensasi ketimbang substansi dalam 
  meliput teroris, yang pada akhirnya peristiwa itu lebih menjadi 
  tontonan bagi masyarakat ketimbang tekad melakukan perlawanan 
  terhadap bahaya terorisme.
  
  Sumber: Kompas, Jumat, 14 Agustus 2009, Halaman 6
  
  POKOK DOA:
  
  1. Mengucap syukur untuk kerja aparat berwajib dalam menangkap 
     gembong teroris beberapa waktu lalu. Doakan agar melalui 
     peristiwa ini, para pihak berwajib semakin gigih bekerja 
     memberantas para teroris yang masih berkeliaran di Indonesia.
     
  2. Doakan pihak berwajib yang saat ini masih terus berupaya 
     menangkap para teroris, agar Tuhan memampukan dan memberi
     kecerdasan kepada mereka untuk menjalankan tugasnya dengan baik. 
  
  3. Doakan masyarakat Indonesia agar turut membantu aparat berwajib
     dalam memberantas teroris di Indonesia. Doakan juga agar Tuhan
     memberi keberanian sekaligus perlindungan kepada masyarakat umum, 
     mengingat bahwa para teroris hidup di tengah-tengah mereka.

  4. Doakan agar melalui peristiwa kesalahan pemberitaan tentang 
     tewasnya Noordin M. Top, masyarakat Indonesia dapat bersikap 
     lebih kritis dan tidak mudah dipengaruhi oleh pemberitaan media 
     massa yang kurang bertanggung jawab.

  5. Doakan kerja sama antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan tokoh 
     agama setempat dalam memberikan pendidikan moralitas kepada 
     masyarakat sehingga tidak mudah tertipu dengan ajaran-ajaran 
     menyesatkan yang didalangi oleh para teroris.

______________________________________________________________________
Anda diizinkan mengcopy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari e-JEMMi
(untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: tidak
untuk tujuan komersial dan harus mencantumkan SUMBER ASLI bahan
yang diambil dan nama e-JEMMi sebagai penerbit elektroniknya.
______________________________________________________________________
Staf Redaksi: Novita Yuniarti, Yulia Oeniyati, dan Dian Pradana
Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari berbagai pihak.
Copyright(c) 2009 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Kontak Redaksi: < jemmi(at)sabda.org >
Untuk berlangganan: < subscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk berhenti: < unsubscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk pertanyaan/saran/bahan: < owner-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
______________________________________________________________________
Situs e-MISI dan e-JEMMi: http://misi.sabda.org/
Arsip e-JEMMi: http://www.sabda.org/publikasi/misi/
Situs YLSA: http://www.ylsa.org/
Situs SABDA Katalog: http://katalog.sabda.org/
______________________________________________________________________

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org