Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/misi/2009/26

e-JEMMi edisi No. 26 Vol. 12/2009 (30-6-2009)

Kamboja, Asia Tenggara

 
Juni 2009, Vol.12 No.26
______________________________  e-JEMMi  _____________________________
                   (Jurnal Elektronik Mingguan Misi)
______________________________________________________________________
SEKILAS ISI

EDITORIAL
PROFIL BANGSA: Kamboja, Asia Tenggara
SUMBER MISI: Christian Medical Ministry to Cambodia
KESAKSIAN MISI: Saat Itu Kami Berada Bersama dengan Kristus
DOA BAGI MISI DUNIA: Eritrea, Zambia
DOA BAGI INDONESIA: Kesehatan Masyarakat

______________________________________________________________________

      GOD MADE YOU WITH THE POTENTIAL TO BE NOTHING BUT YOURSELF
______________________________________________________________________
EDITORIAL

  Shalom,

  Untuk menambah wawasan dan pengetahuan Anda tentang negara-negara 
  yang ada di dunia, e-JEMMi edisi ke-26 atau edisi terakhir di bulan 
  Juni ini menyajikan negara Kamboja sebagai profil bangsa. Kiranya 
  sajian ini dapat membantu Anda melihat negara ini lebih dekat dan 
  terlebih lagi tergerak untuk melakukan sesuatu, khususnya menopang 
  dalam doa, orang-orang percaya dan gereja Tuhan yang ada di sana. 
  Simak juga kesaksian misi dari Pendeta Richard Wurmbrand, agar kita 
  semakin rindu memberikan hidup kita untuk menjangkau manusia yang 
  berdosa bagi kemuliaan nama Tuhan saja. Selamat menyimak dan selamat 
  belajar. Tuhan Yesus memberkati.

  Pimpinan Redaksi e-JEMMi,
  Novita Yuniarti
  http://misi.sabda.org/
  http://www.sabda.org/publikasi/misi/

______________________________________________________________________
PROFIL BANGSA

                        KAMBOJA, ASIA TENGGARA

  Populasi: 13.995.904
  Kepala Pemerintahan: Perdana Menteri Hun Sen
  Agama: Buddha 82,6%, Tradisional Tiongkok 4,7%, Kristen 1,2%,
         lain-lain 11,5%
  Peringkat Penganiayaan: -
  Jumlah Kelompok Teroris: 2
  Tindakan Terorisme: 59; Korban: 77
  Persentase Korupsi: 79%
  Persentase Rakyat Miskin: 40%

  LOKASI

  Kerajaan Kamboja, dulunya dikenal dengan nama Kampuchea, adalah 
  sebuah negara di Asia Tenggara yang jumlah penduduknya hampir 
  mencapai angka 14 juta. Negara ini berbatasan dengan Thailand di 
  sebelah barat, Laos di sebelah utara, dan Vietnam di sebelah timur. 
  Di sebelah selatan, Kamboja berbatasan dengan Teluk Thailand. 
  Kondisi geografis Thailand didominasi oleh Sungai Mekong dan Tonlé 
  Sap, sumber penghasil ikan yang sangat penting. Hampir seluruh 
  Kamboja berada dekat dengan permukaan laut, akibatnya aliran air 
  Sungai Tonlé Sap berbalik pada musim penghujan, membawa air dari 
  Mekong ke Danau Tonlé Sap dan daerah banjir sekitarnya.

  TERORISME

  Kemampuan Kamboja untuk melakukan penyelidikan terhadap aktivitas 
  teroris dibatasi oleh kurangnya pelatihan dan sumber daya. Tidak 
  adanya peraturan yang komprehensif di dalam negeri untuk memerangi 
  terorisme juga menghambat kemampuan pemerintah dalam menangkap dan 
  menghukum teroris. Namun demikian, para pejabat tinggi Kamboja 
  menunjukkan komitmen yang kuat untuk melawan para teroris. 
  Perbatasan yang tidak dijaga ketat dan korupsi yang merajalela dapat 
  membuat Kamboja rawan diserang teroris. Pemerintah Kamboja percaya 
  bahwa kelompok Pejuang Kemerdekaan Kamboja (PKK), yang melakukan 
  serangan pada bulan November 2000 yang menimbulkan korban delapan 
  jiwa, masih dapat mengulangi aksinya lagi di Kamboja. Pemimpin 
  kelompok ini telah ditangkap di California, Amerika Serikat, pada 
  tahun 2005. Pemerintah Kamboja bekerja sama dengan Badan Intelijen 
  AS (FBI) mengadili pemimpin PKK di Amerika Serikat. Pemerintah 
  Kamboja juga menyanggupi permintaan pemerintah Amerika Serikat untuk 
  mengawasi jaringan-jaringan teroris dan kelompok-kelompok yang 
  ditengarai mendukung serta membiayai aksi-aksi terorisme.

  AGAMA

  Seorang warga negara Kamboja biasanya disebut dengan orang Khmer, 
  meski kemudian istilah tersebut merujuk pada etnis Khmer. Mayoritas 
  orang Kamboja adalah penganut agama Buddha Theravada versi Khmer, 
  namun di Kamboja juga terdapat etnis Cham yang umumnya beragama 
  Islam, etnis Tionghoa, Vietnam, dan suku-suku pedalaman yang masih 
  memeluk animisme. Dari seluruh populasi Kamboja, diperkirakan 82,6% 
  beragama Buddha, hanya 1,2% di antara populasi Kamboja yang Kristen.

  TANTANGAN UNTUK ORANG KRISTEN

  Kelompok ekstremis Marxis Khmer Merah mengambil alih kekuasaan 
  Kamboja pada tahun 1975. Pada tahun-tahun berikutnya, terjadilah apa 
  yang dicatat sebagai salah satu pembantaian terkeji dan paling 
  brutal yang terjadi pada abad ke-20. Di bawah pemerintahan Pol Pot, 
  satu dari delapan penduduk Kamboja tewas karena perang, kelaparan, 
  atau dihukum mati.

  Tentara Vietnam melengserkan Khmer Merah pada tahun 1978, namun 
  perang saudara terus berkecamuk hingga tahun 1991 dan pasukan Khmer 
  Merah terus melakukan perang gerilya. Pasukan Khmer Merah 
  menyerahkan diri pada tahun 1998, namun stabilitas negara Kamboja 
  belum dapat dipulihkan. Kelompok Khmer Merah ingin menyapu bersih 
  semua agama -- mereka membunuh 90% biarawan Buddha dan orang-orang 
  Kristen. Pada tahun terakhir ini, kebijakan dan tindakan pemerintah 
  cenderung membebaskan orang beribadah. Meskipun pada tahun 2007 
  kembali dikeluarkan peraturan yang melarang penginjilan dari rumah 
  ke rumah, namun kelompok-kelompok misionaris asing secara umum dapat 
  bekerja dengan bebas di Kamboja dan tidak mendapat kesulitan yang 
  berarti dalam menjalankan pekerjaan mereka.

  POKOK DOA:

  1. Doakan pemerintah Kamboja agar memiliki hukum yang jelas dan 
     tegas dalam menindak kejahatan terorisme. Untuk itu, doakan juga 
     agar pemerintah mampu menyediakan sumber daya manusia dan 
     pelatihan yang memadai sehingga dapat menangani masalah ini 
     dengan baik.

  2. Pembantaian yang terjadi pada tahun 1975 -- 1979 telah 
     meninggalkan bekas luka yang dalam di Kamboja. Doakan supaya 
     rakyat Kamboja memperoleh kesembuhan batin dan kedamaian di dalam 
     penderitaan mereka. Doakan juga bagi mereka yang mengasuh jutaan 
     anak yatim piatu dan janda yang kehilangan keluarga mereka.

  3. Industri seks di Kamboja meningkat dengan tajam -- sepertiga dari
     seluruh pelacur adalah anak-anak. Berdoalah kepada Tuhan supaya
     industri ini dipatahkan dan anak-anak yang dipaksa melacur
     dapat dibebaskan.

  4. Bersyukur kepada Tuhan karena sejak 1990, pintu telah terbuka 
     bagi orang Kristen untuk mengabarkan Kabar Baik di Kamboja. Kini 
     semakin banyak jemaat Tuhan di Kamboja. Doakan supaya mereka juga
     mendapat kesempatan untuk dimuridkan.

  5. Berdoalah bagi gereja di Kamboja, yang telah melewati masa
     penganiayaan yang terburuk. Doakan untuk dukungan dan kerja sama
     di antara pemimpin-pemimpin gereja dan denominasi yang berlainan.
     (tBenny)

  Diterjemahkan dari:
  Nama situs: Window International Network
  Judul asli artikel: Cambodia, Southeast Asia
  Penulis: Tidak dicantumkan
  Alamat URL: http://www.win1040.com/countries/cambodia.htm

______________________________________________________________________
SUMBER MISI

CHRISTIAN MEDICAL MINISTRY TO CAMBODIA
==> http://www.cmmcjh.com/
  Christian Medical Ministry to Cambodia atau Jeremiah’s Hope adalah
  organisasi misi Kristen internasional interdenominasi yang
  didedikasikan untuk memberikan perawatan kesehatan dan pendidikan
  kesehatan dengan kualitas yang baik kepada kaum miskin di Kamboja.
  Organisasi ini berdiri pada 14 Juli 2004 setelah beberapa tenaga
  medis melakukan serangkaian riset dan pelayanan kesehatan di Kamboja
  sejak tahun 2000. Melalui situs ini, Anda dapat melihat lebih
  lengkap pernyataan iman, daftar kegiatan (baik dalam bentuk gambar
  atau pun laporan), pengurus, serta sejarah lengkap organisasi ini.
  Karena itu, segera kunjungi situs ini, dan cari tahu bagaimana Anda
  dapat berdoa bagi kelangsungan organisasi nonprofit ini.

______________________________________________________________________
KESAKSIAN MISI

             SAAT ITU KAMI BERADA BERSAMA DENGAN KRISTUS

  Satu per satu, imam-imam dan pendeta-pendeta Rumania berdiri 
  menawarkan kata-kata pujian bagi Komunisme dan menyatakan loyalitas 
  mereka bagi rezim yang baru. Pernyataan mereka mengenai persatuan, 
  propaganda bagi para Komunis, disiarkan ke seluruh dunia melalui 
  radio, langsung dari gedung parlemen.

  Hal itu terjadi satu tahun setelah Komunis mengambil alih kekuasan 
  di Rumania. Pemerintah telah mengundang segenap pemimpin agama untuk 
  menghadiri kongres di gedung parlemen -- lebih dari 4.000 orang yang 
  menghadirinya. Pertama, mereka memilih Joseph Stalin sebagai 
  presiden kehormatan dari kongres. Kemudian pidato-pidato dimulai. 
  Pidato-pidatonya tidak masuk akal dan mengerikan. Komunisme 
  didedikasikan bagi kehancuran agama, sebagaimana yang telah 
  ditunjukkan di Rusia. Tetapi tetap saja, para uskup dan pendeta 
  bangkit dan menyatakan bahwa Komunisme dan kekristenan secara 
  fundamental sama dan kebohongan. Seolah-olah mereka meludah ke wajah 
  Yesus Kristus.

  Sabina Wurmbrand tidak dapat menahannya lebih lama lagi. Ia 
  berbisik kepada suaminya, "Richard, berdirilah dan hapuslah 
  penghinaan ini dari wajah Kristus."

  Richard tahu apa yang akan terjadi: "Jika aku berbicara, kau akan 
  kehilangan suamimu."

  Sabina menjawab, "Aku tidak memiliki keinginan untuk memiliki
  seorang pengecut sebagai suami."

  Pendeta Wurmbrand maju ke panggung. Dalam kekagetan semua orang, ia 
  mulai berkhotbah. Langsung, kesunyian yang hebat terjadi di gedung.

  "Para pendelegasi, merupakan kewajiban kita bukan untuk memuji 
  kekuatan-kekuatan dunia yang datang dan pergi, tetapi untuk 
  memuliakan Tuhan sang Pencipta dan Kristus sebagai Juru Selamat, 
  yang mati bagi kita di kayu salib."

  Seorang petugas Komunis melompat berdiri. Ini tidak mungkin 
  diteruskan! Seluruh negeri sedang mendengarkan pesan mengenai 
  Kristus diproklamasikan dari panggung parlemen Komunis. "Hak Anda 
  untuk berbicara ditarik!" teriaknya.

  Wurmbrand tidak memedulikan peringatan itu dan meneruskan. 
  Atmosfernya mulai berubah. Para pendengar mulai bertepuk tangan. Ia 
  sedang mengatakan apa yang mereka semua ingin katakan, tetapi 
  terlalu takut untuk mengatakannya.

  Petugas itu berteriak, "Potong mikrofonnya!" Kerumunan berteriak
  riuh menutup suaranya. "Pendeta! Pendeta! Pendeta!" Mereka
  melantunkan teriakan dan tepukan terus berlangsung lama setelah
  kabel-kabel mikrofon disingkirkan dan Wurmbrand telah melangkah
  turun. Kongres diakhiri untuk hari itu. Setelah itu, Richard
  Wurmbrand menjadi sasaran.

  Pada hari Minggu, 29 Februari 1948, Pendeta Wurmbrand sedang berada 
  dalam perjalanan menuju gereja saat ia diculik oleh sekelompok 
  polisi rahasia. Ia menceritakan apa yang terjadi kemudian:

  "Aku dibawa ke penjara sejauh tiga puluh kaki di bawah permukaan 
  tanah di mana aku ditempatkan dalam kurungan terasing. Selama 
  bertahun-tahun, aku ditempatkan seorang diri dalam sebuah sel. Tidak 
  pernah aku melihat matahari, bulan, bintang-bintang, bunga-bunga. 
  Tidak pernah aku melihat seorang pun kecuali para penginterogasi 
  yang memukuli dan menyiksaku. Tidak pernah aku memiliki buku, tidak 
  secarik kertas pun. Setelah bertahun-tahun aku harus menulis 
  kembali, aku bahkan tidak ingat bagaimana cara menulis huruf besar 
  D."

  "Untuk membuat perasaan terisolasi semakin buruk, penjara dijaga
  agar sunyi sepenuhnya. Bahkan para penjaga memakai sepatu kain
  supaya langkah mereka tidak terdengar."

  "Ketika pertama kali kami ditempatkan dalam kurungan terasing, 
  rasanya seperti mati. Masing-masing dari kami hidup kembali dalam 
  dosa-dosa masa lalunya dan tanggung jawab-tanggung jawabnya yang 
  terabaikan. Kami semua memiliki rasa sakit yang tidak terperikan 
  dalam hati. Kami memikirkan bahwa kami belum melakukan yang terbaik 
  bagi yang Mahatinggi, bagi Dia yang telah memberikan diri-Nya bagi 
  kami di atas kayu salib."

  "Aku berada dalam kedalaman penyesalan dan kesakitan, ketika 
  tiba-tiba dinding dari penjara berkilau bagai intan. Aku telah 
  melihat berbagai hal yang indah, tetapi tidak pernah kulihat 
  keindahan-keindahan yang kulihat dalam sel gelap di bawah tanah itu. 
  Tidak pernah kudengar sebelumnya musik seindah yang kudengar pada 
  hari itu."

  "Raja atas segala raja, Yesus berada bersama kami. Kami melihat 
  matanya yang penuh perhatian dan kasih. Ia menyeka air mata kami. 
  Ia mengirimkan kepada kami kata-kata kasih dan kata-kata 
  pengampunan. Kami tahu segala hal yang jahat dalam kehidupan kami 
  telah berlalu, telah dilupakan oleh Allah. Kini, tiba hari-hari 
  indah; pengantin wanita telah berada dalam pelukan pengantin pria --
  kami berada bersama-sama dengan Kristus.

  "Kami tidak tahu bahwa kami sedang berada di dalam penjara. 
  Kadang-kadang kami dipukuli dan disiksa. Kami seperti Stefanus, yang 
  sementara dilempari batu, tidak melihat para pembunuhnya, tidak 
  melihat batu-batunya, tetapi melihat surga terbuka dan Yesus berdiri 
  di sebelah kanan Bapa. Dengan cara yang sama, kami tidak melihat 
  para penyiksa Komunis. Kami tidak melihat bahwa kami sedang berada 
  di penjara. Kami dikelilingi oleh para malaikat; kami sedang bersama 
  dengan Allah."

  "Kami tidak lagi percaya mengenai Allah dan Kristus dan para 
  malaikat karena ayat-ayat Alkitab mengatakan demikian. Kami tidak 
  lagi mengingat ayat-ayat Alkitab. Kami ingat akan Allah karena kami 
  mengalaminya. Dengan kerendahan hati yang besar, kami dapat 
  mengatakan bersama para rasul, apa yang telah kami dengar, apa yang 
  telah kami lihat dengan mata kami, apa yang telah kami saksikan dan 
  yang telah kami raba dengan tangan kami -- itulah yang kami 
  tuliskan." 

  "Setelah pengurungan dalam keterasingan selama bertahun-tahun, kami 
  ditempatkan bersama-sama dalam sel-sel besar, kadang-kadang dengan 
  200 hingga 300 tahanan di dalam tiap sel. Aku tidak akan 
  menceritakan seluruh kebenaran yang terjadi, karena Anda tidak akan 
  tahan mendengarnya. Tetapi ini akan aku ceritakan. Tahanan-tahanan 
  Kristen dipukuli dan kemudian diikat pada salib selama empat hari 
  dan empat malam tiada henti. Para Komunis kemudian berdiri mengitari 
  mereka, menghina, dan mengejek, "Lihatlah pada Kristus kalian, 
  betapa cantiknya Ia, wangi-wangian apa yang Ia bawa dari surga." 
  Kemudian mereka menendangi para tahanan lainnya, memaksa mereka 
  untuk berlutut dan memerintahkan mereka untuk memuja dan menyembah 
  salib-salib hidup yang dicemarkan ini."

  "Kemudian saat-saat yang lebih buruk tiba, saat-saat pencucian otak. 
  Siapapun yang belum pernah melewati pencucian otak tidak dapat 
  memahami apa arti penyiksaan. Dari pukul lima pagi hingga pukul 
  sepuluh malam, 17 jam sehari, kami harus duduk dengan tegak 
  sempurna. Kami tak diizinkan bersandar atau mengistirahatkan kepala 
  kami. Untuk menutup mata adalah kejahatan. Selam 17 jam sehari kami 
  harus mendengar, `Komunisme adalah baik, Komunisme adalah baik, 
  Komunisme adalah baik. Kekristenan adalah bodoh, kekristenan adalah 
  bodoh, kekristenan adalah bodoh. Tidak ada lagi yang percaya kepada 
  Kristus, tidak ada lagi yang percaya kepada Kristus, tidak ada lagi 
  yang percaya kepada Kristus. Menyerahlah, menyerahlah, menyerahlah!` 
  Selama berhari-hari, berminggu-minggu, dan bertahun-tahun, kami 
  harus mendengar hal ini."

  "Akhirnya yang terburuk tiba. Para Komunis menyiksa mereka yang
  percaya kepada Allah. Dengan penyulut besi yang merah membara,
  dengan pemukul karet, dengan tongkat, dengan segala macam cara,
  orang-orang Kristen disiksa oleh para Komunis."

  "Kemudian keajaiban itu terjadi. Pada saat-saat terburuk, saat kami 
  disiksa lebih hebat dari sebelumnya, kami mulai mengasihi mereka 
  yang menyiksa kami. Sama seperti sekuntum bunga, saat Anda 
  menyakitinya di bawah kaki Anda, ia menghadiahi Anda dengan 
  wanginya, semakin kami dihina dan disiksa, semakin kami mengasihani 
  dan mengasihi para penyiksa kami."

  Banyak yang telah bertanya kepada Wurmbrand, "Bagaimana Anda dapat
  mengasihi seseorang yang sedang menyiksa Anda?" Ia menjawab:

  "Dengan melihat pada para pria ... tidak sebagaimana mereka adanya, 
  tetapi sebagaimana mereka akan menjadi ... aku juga dapat melihat 
  dalam para penganiaya kami seorang Saulus dari Tarsus -- seorang 
  rasul Paulus di masa yang akan datang. Banyak petugas polisi rahasia 
  kepada siapa kami bersaksi, menjadi orang-orang Kristen dan 
  bersukacita untuk nantinya menderita dalam penjara karena telah 
  menemukan Kristus kami. Walaupun kami disesah, sebagaimana Paulus, 
  di dalam diri para pemenjara kami, kami melihat potensi dari 
  pemenjara di Filipi yang bertobat. Kami bermimpi bahwa tak lama lagi 
  mereka akan bertanya, "Apa yang harus kulakukan untuk diselamatkan?"

  "Pintu gerbang dari surga tidak tertutup bagi para orang Komunis.
  Demikian juga cahaya tidak disuramkan bagi mereka. Mereka dapat
  bertobat seperti semua orang lainnya. Dan kita harus memanggil
  mereka ke dalam pertobatan. Hanya kasih yang dapat mengubah para
  Komunis dan para teroris.

  Diambil dan disunting seperlunya dari:
  Judul buku: Jesus Freaks
  Penyusun: The Voice of the Martyrs
  Penerbit: Cipta Olah Pustaka, 1995
  Halaman: 67 -- 72

______________________________________________________________________
DOA BAGI MISI DUNIA

E R I T R E A 
  Menurut cabang Open Doors di Belanda, tiga wanita Kristen telah 
  dibebaskan dari kamp militer Eritrea pada 8 Mei 2009. Sebelumnya, 
  ketiganya ditahan karena menjadi anggota pergerakan Kristen 
  "terlarang" setelah secara terbuka menyatakan iman mereka di sebuah 
  desa yang didominasi oleh kaum agama sepupu. Salah seorang teman 
  pria dari wanita tersebut melaporkannya kepada yang berwenang 
  setelah wanita itu bercerita kepadanya bahwa ia sudah menjadi 
  Kristen. Dia lalu dibawa ke kamp militer di mana tangan dan 
  pergelangan kakinya diikat, dan keyakinannya diolok-olok di depan 
  para pemimpin kamp militer. Ketika diancam dengan senapan, dia 
  menyebutkan nama wanita yang telah menceritakan kepadanya tentang 
  Yesus. Wanita yang dimaksud itu sebelumnya juga berasal dari agama 
  sepupu, dan kemudian ia juga dibawa ke kamp.

  Enam bulan kemudian, para wanita itu dibawa menghadap pemimpin kamp
  dan diberitahu bahwa mereka akan dibebaskan jika mereka setuju
  berhenti memberitakan Injil dan berjanji tidak akan mengungkapkan
  detail-detail penahanan mereka. Para wanita itu mengatakan bahwa
  mereka "bukanlah musuh orang-orang Eritrea atau pemerintah" dan
  berhenti memberitakan firman Tuhan berarti melawan mandat yang Tuhan
  berikan kepada mereka. Pemimpin kamp akhirnya memutuskan untuk
  membebaskan mereka tanpa syarat.

  Puji Tuhan untuk kebebasan orang-orang percaya itu. Mohon agar Tuhan
  terus memberi mereka kekuatan dan keberanian untuk menceritakan
  kepada yang lain tentang Yesus. Berdoa agar orang-orang Kristen lain
  yang ditahan di Eritrea dibebaskan. Lebih dari 2.800 orang Kristen 
  yang tidak bersalah masih ditahan. (tNovi)
  Diterjemahkan dari: http://www.persecution.net/pnp.htm#1
  Pokok doa:
  * Mengucap syukur untuk keberadaan orang percaya yang dengan setia
    mempertahankan iman mereka bagi Kristus, karena melalui
    kesaksian hidup mereka, kita diingatkan kembali bahwa keselamatan
    yang telah kita peroleh di dalam Krisus merupakan anugerah
    terbesar yang Ia berikan.
  * Doakan untuk orang percaya di Eritrea, agar Tuhan menguatkan iman
    mereka. Doakan juga bagi mereka yang anggota keluarganya masih 
    ditahan pihak berwajib karena keyakinan yang mereka anut, agar
    Tuhan memberi penghiburan dan mereka tetap berpengharapan pada
    Kristus.

Z A M B I A
  Untuk menjaring lebih banyak pekerja lagi, Every Orphan`s Hope 
  memulai suatu program yang dinamakan "AfricaTrek Missions 
  Outfitters" (Persiapan Misi AfricaTrek). Tujuan mereka adalah untuk 
  "memobilisasi, memperlengkapi, dan membantu gereja lokal dalam 
  panggilan mereka untuk mengutus keluarga, kelompok pemuda, atau 
  kelompok persekutuan ke garis depan misi penyelamatan anak yatim 
  piatu Allah di Afrika".

  Mereka memberikan jawaban untuk tiga pertanyaan bagi orang-orang
  yang tertarik untuk membantu di Afrika. Yang pertama, "Mengapa?"
  Mereka menjawabnya dengan Matius 9:37 dan menantang orang sebanyak
  mungkin untuk membantu jutaan anak yatim piatu yang memerlukan
  kasih Yesus.

  Pertanyaan selanjutnya adalah "Siapa?" Mereka berkata bahwa jika
  seseorang setuju dengan pernyataan iman mereka dan "dapat memberikan
  segelas air kepada anak yang haus", maka ia dapat pergi.

  Pertanyaan yang terakhir adalah "Bagaimana?" Untuk pertanyaan ini, 
  mereka memberikan sebuah daftar berisi lima langkah praktis: berdoa 
  untuk meminta petunjuk Tuhan, memilih sebuah perjalanan AfricaTrek, 
  mendaftar dengan mengirimkan aplikasi, menjawab panggilan pemimpin 
  AfricaTrek yang menghubungi untuk mendapatkan informasi lebih jauh, 
  dan bersiap-siaplah dengan latihan dan membaca petunjuk perjalanan.

  Jika Anda ingin terlibat di dalam AfricaTrek EOH, pertengahan tahun 
  ini mereka akan mengadakan dua perjalanan Camp Hope ke Zambia. 
  Perjalanan pertama mulai tanggal 9 Juli hingga 21 Juli, dan yang 
  kedua mulai tanggal 30 Juli hingga 11 Agustus.

  Camp Hope, menurut EOH, adalah "pelayanan penjangkauan perkemahan 
  Alkitab yang dirancang untuk membagikan Injil Yesus Kristus yang 
  mengubahkan hidup kepada anak-anak yatim piatu di komunitas yang 
  terjangkit HIV/AIDS".

  Anak-anak akan berada di perkemahan selama empat hari empat malam. 
  Di sana, anak-anak akan belajar tentang kebenaran firman Tuhan, iman 
  di dalam Yesus Kristus, pengharapan di dalam janji Allah, dan kasih 
  kepada Allah dan sesama. (tBenny)
  Diterjemahkan dari: Mission News, Juni 2009
  Kisah selengkapnya: http://mnnonline.org/article/12772
  Pokok doa:
  * Doakan untuk persiapan Camp Hope, agar Tuhan memampukan setiap
    orang yang mempersiapkan dan terlibat di dalamnya dalam
    menyelesaikan segala sesuatu yang perlu dipersiapkan. Doakan juga 
    untuk keamanan selama pelaksanaan Camp, agar Tuhan melindungi 
    peserta selama acara berlangsung.
  * Berdoa untuk para peserta yang akan mengikuti, agar Tuhan memberi
    hikmat dan kesehatan yang baik selama mengikuti setiap pelajaran 
    yang disampaikan. Biarlah Tuhan mendatangkan perubahan atas diri
    mereka.

______________________________________________________________________
DOA BAGI INDONESIA

                       KESEHATAN MASYARAKAT

  Penanganan masalah kesehatan di Indonesia belum menjadi prioritas 
  pembangunan. Padahal, kesehatan merupakan modal dasar pembangunan 
  ekonomi. Angka kematian ibu dan bayi yang masih tinggi menunjukkan 
  kesehatan di Indonesia belum sesuai dengan yang diharapkan. Selain 
  itu, sebagian besar penduduk juga tidak mendapat perlindungan, baik 
  ketika sehat agar tidak sakit maupun ketika sakit agar tidak 
  bertambah parah. Penyakit menular, seperti tuberkulosis, malaria, 
  demam berdarah, dan HIV/AIDS, serta penyakit tidak menular makin 
  mengancam.

  Sumber: Kompas, 9 Juni 2009, Halaman 13
  
  POKOK DOA:
  
  1. Doakan agar masyarakat Indonesia membiasakan diri untuk hidup 
     sehat, bersih, dan teratur, agar mereka tidak mudah sakit, 
     sehingga mereka dapat melakukan setiap tugas dan tanggung jawab 
     mereka sehari-hari dengan baik. 
  
  2. Berdoa agar pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap 
     masalah kesehatan, baik melalui promosi hidup sehat, lingkungan 
     sehat, maupun pencegahan penyakit-penyakit menular dan tidak 
     menular, atau dengan cara yang lainnya yang mudah diterima dan 
     diaplikasikan dalam masyarakat.
  
  3. Doakan juga agar masyarakat Indonesia dapat menjaga dan merawat 
     fasilitas umum yang disediakan oleh pemerintah untuk kesehatan 
     (misalnya fasilitas MCK), sehingga fasilitas tersebut juga dapat 
     digunakan oleh generasi selanjutnya.
     
  4. Organisasi-organisasi kesehatan Kristen perlu ambil bagian untuk
     menyukseskan program pemerintah dalam bidang kesehatan. Doakan
     agar ini memberi kesaksian bagi kemuliaan nama Tuhan.

______________________________________________________________________

Anda diizinkan mengcopy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari e-JEMMi
(untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: tidak
untuk tujuan komersial dan harus mencantumkan SUMBER ASLI bahan
yang diambil dan nama e-JEMMi sebagai penerbit elektroniknya.
______________________________________________________________________
Staf Redaksi: Novita Yuniarti, Yulia Oeniyati, dan Dian Pradana
Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari berbagai pihak.
Copyright(c) 2009 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Kontak Redaksi: < jemmi(at)sabda.org >
Untuk berlangganan: < subscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk berhenti: < unsubscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk pertanyaan/saran/bahan: < owner-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
______________________________________________________________________
Situs e-MISI dan e-JEMMi: http://misi.sabda.org/
Arsip e-JEMMi: http://www.sabda.org/publikasi/misi/
Situs YLSA: http://www.ylsa.org/
Situs SABDA Katalog: http://katalog.sabda.org/
______________________________________________________________________

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org