Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/misi/2008/8

e-JEMMi edisi No. 08 Vol. 11/2008 (19-2-2008)

Karakteristik Seorang Misionaris

 
                                            Februari 2008, Vol.11 No.8
______________________________  e-JEMMi  _____________________________
                   (Jurnal Elektronik Mingguan Misi)
______________________________________________________________________
SEKILAS ISI

EDITORIAL
ARTIKEL MISI       : Karakteristik Dasar Seorang Misionaris
SUMBER MISI        : The Bible Site
DOA BAGI MISI DUNIA: Amerika Serikat, Zambia
DOA BAGI INDONESIA : Pemeliharaan Allah di Tengah Cuaca dan Kondisi
                     yang Tidak Menentu
______________________________________________________________________

            GOD CALLS HIS CHILDREN TO UNITY NOT CONFIRMITY
______________________________________________________________________
EDITORIAL

  Shalom,

  Dalam Matius 4:18-22, ada kisah yang cukup menarik untuk
  direnungkan, yaitu mengenai "Yesus memanggil murid-murid yang
  pertama". Ada hal yang unik karena Yesus justru memilih para murid
  yang berprofesi sebagai nelayan sebagai murid-murid-Nya, yang secara
  ekonomi, pendidikan, dan status sosial dianggap kurang memadai.
  Apakah tidak ada orang lain yang lebih pantas untuk mendapatkan
  tugas dan tanggung jawab tersebut? Jawabannya tentu saja ada, karena
  masih banyak orang lain yang mungkin secara pengetahuan dan
  kemampuan melebihi para murid-murid Yesus tersebut. Tapi sekali
  lagi, mengapa Yesus justru memilih murid-murid pertama-Nya yang
  berprofesi sebagai nelayan? Apa kelebihan mereka?

  Untuk mengetahui jawabannya, dalam edisi e-JEMMi minggu ini kami
  menyajikan sebuah artikel yang dapat membuka wawasan kita tentang
  pentingnya memiliki karakteristik seorang pelayan Tuhan. Profesi
  nelayan memang bukan profesi yang lebih baik atau lebih buruk dari
  profesi yang lainnya, namun ada hal-hal yang bisa kita pelajari,
  yang sangat berguna untuk menolong kita belajar bagaimana menjadi
  pelayan Tuhan sesuai dengan yang Ia inginkan.

  Selamat menyimak, Tuhan Yesus memberkati.

  Pimpinan Redaksi e-JEMMi,
  Novita Yuniarti

____________________________________________________________________
ARTIKEL MISI

                  KARAKTERISTIK DASAR SEORANG MISIONARIS
                  ======================================

  "... Orang-orang yang dikehendaki-Nya dan merekapun datang
  kepada-Nya. Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan
  untuk diutus-Nya memberitakan Injil dan diberi-Nya kuasa untuk
  mengusir setan." (Markus 3:13-16)

  Panggilan Yesus kepada para murid yang pertama sangat jelas. Mereka
  dipanggil dan ditetapkan menjadi rasul ("apostle" berasal dari kata
  "apostello" yang berarti utusan). Mereka dipanggil dengan tiga
  tujuan (Markus 3:14), yaitu:

  1. Untuk menyertai Yesus.
     Belajar dari hidup dan pengajaran-Nya sehingga mengerti hati-Nya,
     kasih-Nya untuk dunia ini, dan strategi-Nya dalam pelayanan.
     Menyertai Dia untuk mengenal kehendak-Nya, mengetahui apa yang
     menjadi kehendak-Nya untuk dilakukan, dan mana yang bukan
     kehendak-Nya untuk tidak kita lakukan. Ini tujuan pertama Yesus
     memanggil murid-murid-Nya, bukan untuk pelayanan terlebih dahulu.
     Karena di hadapan Tuhan, yang penting adalah "siapa kita" dan
     bukan "apa yang kita kerjakan".

  2. Untuk memberitakan Injil.
     Setelah kita mengenal Dia, mengenal kehendak-Nya, dan siap
     menaati kehendak-Nya, barulah tugas itu diberikan kepada kita.

  3. Diperlengkapi-Nya dengan kuasa untuk kebutuhan pelayanan itu.
     Kedua belas orang yang dipanggil ini adalah orang-orang yang
     sederhana dan biasa. Puji Tuhan! Ia memanggil orang-orang
     sederhana dan biasa seperti kita. Tuhan bisa bekerja melalui
     orang sederhana dan biasa untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan
     yang luar biasa dengan cara dan metode yang tidak kaku pula. Kita
     hanyalah alat-Nya, saluran berkat-Nya.

  Belajar Tentang Karakteristik Nelayan
  -------------------------------------

  Dari kedua belas murid yang adalah orang-orang sederhana dan biasa
  itu, paling tidak tujuh dari antara mereka adalah nelayan. Mengapa
  bukan petani, pedagang, atau tukang kayu? Mengapa sebagian besar
  dari mereka adalah nelayan? Tentu kita tidak tahu dengan pasti
  rencana Allah di balik semua itu. Akan tetapi, kita bisa belajar
  dari ciri-ciri latar belakang pekerjaan mereka. Menurut hemat
  saya, pembentukan karakter dan rohani dalam satu tim tergantung
  dari karakter sebagian besar anggota tim yang ada, karena pergaulan
  menjadi salah satu faktor penentu dalam pembentukan karakter kita.

  Konsep "God uses ordinary people" (Allah memakai orang sederhana dan
  biasa) sering disalahartikan oleh beberapa orang Kristen dalam
  pekerjaan Tuhan. Sebagaimana juga keselamatan yang diberikan dengan
  cuma-cuma (Roma 6:23), sering orang Kristen menganggap bahwa
  keselamatan itu adalah anugerah murahan (cheap grace). Sebenarnya,
  karena begitu mahalnya keselamatan itu sehingga tidak ada seorang
  pun yang bisa membayarnya kecuali darah Yesus Kristus, wujud
  pengorbanan-Nya di kayu salib, maka keselamatan itu diberikan
  cuma-cuma kepada kita. Walaupun Tuhan memilih orang-orang sederhana
  dan biasa, Tuhan tidak sembarangan memilih orang atau asal comot
  dari pinggir jalan.

  Menarik sekali kalau kita memerhatikan karakteristik nelayan.
  Nelayan di berbagai tempat di dunia ini, secara umum, memiliki
  karakteristik-karakteristik dasar yang juga diperlukan oleh seorang
  "penjala manusia". Karakteristik tersebut antara lain:

  * Nelayan memiliki fokus yang jelas.
    Apa pun yang dilakukan, nelayan selalu berpikir bagaimana caranya
    mendapat ikan. Tidur mimpi ikan, berjalan memikirkan ikan. Ikan,
    ikan, dan ikan. Seorang murid Kristus tulen selalu "berfokus pada
    jiwa-jiwa terhilang untuk diselamatkan" dalam hal apa pun yang
    dilakukannya, dalam cara, dan profesi apa pun dalam kehidupannya.

  * Nelayan terbiasa hidup sederhana.
    Seorang pemenang jiwa yang pergi ke "medan pertempuran" tidak bisa
    membawa barang-barang yang tidak diperlukan dalam "peperangan".
    Orang yang biasa hidup sederhana akan terbiasa menghadapi
    penderitaan dan masa krisis. Dalam peperangan rohani, yang kita
    perlukan adalah bekal-bekal rohani dan jasmani seperlunya.
    Sering kali, apa yang kita punyai bukannya menjadi bekal, tetapi
    menjadi beban yang membuat kita mudah terkalahkan.

  * Nelayan adalah orang yang rajin.
    Pada waktu dipanggil, Simon dan Andreas sedang bekerja menebarkan
    jala di danau (Matius 4:19). Yakobus dan Yohanes juga sedang
    membereskan jalanya bersama ayah mereka, Zebedeus (Matius 4:21).
    Untuk mendapatkan hasil kerja yang memuaskan, Tuhan selalu
    memakai orang-orang yang rajin bekerja keras, berinisiatif, dan
    kreatif dalam pekerjaan-Nya. Tuhan tidak akan memakai orang yang
    malas. Tidak ada tempat bagi orang malas dalam kerajaan-Nya,
    karena orang malas memunyai banyak alasan dan melakukan hal-hal
    yang bukannya membangun, melainkan meresahkan banyak orang. "Si
    pemalas berkata: `Ada singa di luar, aku akan dibunuh di tengah
    jalan.`" (Amsal 22:13) Karena itu, "Hai pemalas, pergilah kepada
    semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak." (Amsal 6:6)
    Dunia mulai letih mendengar khotbah, mereka menantikan bukti
    nyata dari kasih dengan tindakan kita, tangan yang sedia kotor
    dan keringat yang dicurahkan, bahkan air mata dan darah dalam
    kerja keras di ladang-Nya. Bagi orang yang rajin bekerja di
    ladang Tuhan, tidak ada waktu untuk mengganggu orang lain, tetapi
    menjadi berkat bagi orang lain.

  * Nelayan adalah orang yang sabar.
    Memenangkan jiwa harus sabar. Nelayan kadang kala harus menanti
    berjam-jam di tengah danau atau laut untuk mendapatkan hasil.
    Sabar adalah buah roh, ciri pertama dan terakhir dari definisi
    kasih (1 Korintus 13:4,7). Sering kali, pekerjaan kita memerlukan
    waktu yang lama untuk melihat hasil yang kasat mata. Kesabaran
    menolong kita dalam menghadapi tantangan dan penderitaan. Apalagi
    di masa krisis, bahkan ketika krisis moral berakibat serangan
    terhadap orang percaya yang lain. "Orang yang sabar melebihi
    seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang
    yang merebut kota." (Amsal 16:32)

  * Nelayan adalah orang yang berani dalam tugas dan profesinya.
    Dalam gelapnya malam atau di tengah-tengah gelombang laut dan
    badai, nelayan pergi melaut menghadapi risiko bahaya. Perlu
    keberanian dalam melakukan tugas-Nya. Berani mengatakan kebenaran,
    berani bertindak benar dalam kebenaran-Nya walau ada harga yang
    harus dibayar. Yohanes Pembaptis dipenggal kepalanya karena
    menyatakan kebenaran, Tuhan Yesus selalu disalah mengerti dan
    dibenci orang yang tidak menyukai kebenaran-Nya. Roh Kudus
    memberikan keberanian kepada kita dan bukan roh ketakutan (2
    Timotius 1:7).

  * Nelayan tidak bisa melihat ikan di dalam air, tapi beriman akan
    menangkap ikan yang tidak kelihatan itu.
    "Orang benar akan hidup oleh iman" (Roma 1:17). Beriman kepada
    Tuhan berarti memertaruhkan seantero kehidupan kita kepada-Nya.
    Berserah dan percaya total kepada-Nya. Rasa aman dan damai
    sejahtera akan menyertai jika kita dapat senantiasa memercayakan
    hidup dan pelayanan kita kepada-Nya. Sekarang dan masa depan kita.
    Kita akan gelisah dan resah jika kita berusaha untuk mengatur diri
    sendiri menurut kekuatan kita sendiri. Apalagi dalam masa-masa
    sulit yang kita tidak mengerti ke mana arah jalan hidup ini. Dia
    memegang hari esok, Dia tahu apa yang akan terjadi dan akan
    membawa kita ke sana.

  * Nelayan suka bekerja sama dalam melakukan pekerjaannya.
    Saling membantu dan melayani demi tujuan profesi mendapatkan ikan.
    Penjala manusia harus suka bekerja sama untuk mencapai tujuan
    akhir yang penting, yaitu jiwa-jiwa yang dimenangkan ke dalam
    Kerajaan Terang-Nya. Bukannya membangun kerajaan-kerajaan kecil
    sendiri-sendiri, tapi bersama membangun Kerajaan Allah.

  * Nelayan adalah orang yang mencintai dan setia kepada profesinya.
    Sekalipun pekerjaan itu berat, tapi tidak ada jam kerja tertentu
    yang mengikat. Kadang melaut pada malam hari dan terkadang melaut
    dan bekerja pada siang hari. Dalam situasi yang berat pun dia
    tetap setia. Itu semua dilakukan karena kecintaan dan kesetiaannya
    terhadap profesinya. Orang yang hebat mudah ditemui. Orang yang
    fasih lidah dan kaya mudah ditemui. Tetapi, sulit menemukan orang
    yang setia, seperti kata Alkitab: "Banyak orang menyebut diri baik
    hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?" (Amsal
    20:6)

  Seorang tukang roti jatuh dengan kereta roti yang dikayuhnya ke
  dalam selokan besar. Orang-orang yang melihat, berlarian
  mendapatkannya dan bertanya, "Ada apa, Pak? Ada apa?" Dalam
  kesakitan karena tertimpa gerobak, tukang roti ini menjawab, "Ada
  roti tawar, ada roti manis, roti cokelat ...." Seorang bapak
  menyeletuk, "Bukan, maksud kami ada apa, Pak?" Tukang roti menjawab
  lagi sambil merintih kesakitan, "Oh, ada roti keju, ada roti
  pisang ...."

  Ini hanya cerita yang belum tentu terjadi, tetapi ini menunjukkan
  bahwa tukang roti itu setia kepada profesinya dalam keadaan apa pun.
  Dalam musibah dan kesulitan apa pun, seyogianyalah kita meneruskan
  pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepada kita.

  "Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku
  dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang
  ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian
  tentang Injil kasih karunia Allah." (Kisah Para Rasul 20:24)

  Beberapa karakteristik dari nelayan ini paling tidak adalah gambaran
  karakter dasar yang diperlukan untuk menjadi utusan Injil. Di
  samping itu, tentu Tuhan akan terus memperlengkapinya dengan kuasa
  dan perlengkapan lain yang diperlukan untuk bekerja di ladang Tuhan.
  Tanpa karakteristik-karakteristik seperti digambarkan di atas,
  pekerjaan misi hanya akan menjadi misi-misian.

  Diambil dari :
  Judul buku   : Hati Misi
  Judul artikel: Karakteristik Dasar Seorang Misionaris
  Penulis      : Bagus Surjantoro
  Penerbit     : Yayasan Andi, Yogyakarta 2006
  Halaman      : 131 -- 140

______________________________________________________________________
SUMBER MISI

THE BIBLE SITE
===>   http://www.thebiblesite.org/AboutUs.php
  Walaupun namanya "The Bible Site", situs ini bukan situs yang
  menampilkan Alkitab. Situs The Bible Site merupakan perwujudan usaha
  penjangkauan yang dilakukan Open Doors dan dipelopori oleh Brother
  Andrew. Melalui situs ini, pengunjung dapat mengenal lebih dekat
  organisasi misi nondenominasi Open Doors internasional yang
  didirikan pada 1955 oleh seorang Belanda yang bernama Brother
  Andrew. Nama Brother Andrew dikenal sebagai penulis buku
  autobiografi "God`s Smuggler" yang masuk dalam jajaran buku misi
  paling laris. Open Doors merupakan organisasi yang tiada duanya bagi
  gereja-gereja teraniaya, satu-satunya yang memiliki ratusan staf di
  seluruh dunia yang mengimplementasikan proyek-proyek di 45 negara.
  Open Doors kini menjalankan program-program penjangkauan yang
  komprehensif di negara-negara di mana orang-orang Kristen menderita
  karena iman mereka pada Yesus Kristus. Kunjungi situsnya untuk
  mendapatkan informasi lebih banyak mengenai The Bible Site.

______________________________________________________________________
DOA BAGI MISI DUNIA

A M E R I K A  S E R I K A T
  Ada hubungan antara pelayanan, penerjemahan Alkitab, siswa-siswi
  pelajar, dan celana jeans (simbol busana santai). Earl Garland
  adalah pimpinan Northeast Christian Academy di Kingwood, Texas. Dia
  berkata, "Ini adalah tahun ketiga bagi para siswanya untuk
  menyelenggarakan program Denim Dollar Days bagi WordWinds
  International." Para pelajar akan mendapat hak istimewa dengan tidak
  memakai seragam sekolah saat mereka memberi satu dolar atau lebih.
  Hal itu dilakukan untuk memberi mereka kesempatan berpakaian santai
  saat sekolah dan sebagai gantinya, mereka mendukung pelayanan misi.
  "Kami mengumpulkan uang untuk dana menerjemahkan, khususnya untuk
  penerjemahan Alkitab ke dalam bahasa Tembe." Mereka memulainya
  dengan mengundang pembicara dari organisasi misi untuk menjelaskan
  tentang pelayanan misi yang mereka lakukan. Sejauh ini, mereka
  telah mengumpulkan sekitar 1.500 dolar Amerika untuk penerjemahan
  Alkitab dalam bahasa Brasil. Garland mengatakan, meski menerjemahkan
  Alkitab bukanlah satu-satunya proyek misi mereka, namun WordWinds
  adalah bagian dari rencana jangka panjang. "Hal ini dilakukan agar
  para pelajar tidak hanya memikirkan lingkungan diri mereka sendiri
  saja. Kami memberikan informasi mengenai pelayanan misi kepada
  masyarakat dan para siswa, dan itu membuat mereka memberikan
  sumbangsih yang lebih baik atas apa pun yang pelayanan misi
  lakukan."
  Diterjemahkan dari: Mission News, Desember 2007
  Selengkapnya: http://www.MNNonline.org/article/10652
  Pokok doa
  ---------
  * Doakan untuk setiap anak muda dan siswa di Amerika Serikat, agar
    memiliki kepedulian terhadap pelayanan misi dan mau terlibat dalam
    mendukung pelayanan misi, baik dalam dana, daya, maupun doa.
  * Berdoalah untuk WordWinds yang memiliki proyek penerjemahan
    Alkitab ke dalam bahasa Tembe di Brasil. Mintalah agar Tuhan
    memberi hikmat dan pencerahan kepada para tim selama mengerjakan
    proyek tersebut sehingga dapat selesai dengan baik sesuai dengan
    waktu yang telah ditetapkan.
  * Berdoa untuk masyarakat Tembe di Brasil agar mereka segera dapat
    memiliki dan membaca Alkitab dalam bahasa yang mereka kuasai.
    Biarlah Firman Tuhan boleh menjadi pelita bagi hidup mereka.

Z A M B I A
  Pada 2008, Every Orphan`s Hope akan menjangkau seratus ribu
  anak-anak dengan Injil. Sejak Januari sampai September, setiap
  gereja dari total lima ratus gereja yang bekerja sama dengan EOH
  akan mengidentifikasi dua ratus anak yatim piatu yang terkena AIDS
  untuk menjalin hubungan dengan mereka. Gary Schneider menjelaskan
  alasannya. "Gereja-gereja tahu di mana anak-anak itu tinggal, mereka
  tahu riwayat hidup mereka, mereka telah bertemu mereka, dan menjalin
  hubungan dengan mereka. Tetapi saat Orphan Sunday, hari Minggu
  pertama bulan Oktober 2008, anak-anak akan di undang ke gereja di
  mana mereka akan diinjili secara pribadi dengan menggunakan gelang
  `Good News`." Kampanye ini telah memasuki tahun kelima, Schneider
  mengatakan bahwa tujuan dari hal ini adalah "untuk meneguhkan iman
  mereka". Lebih dari itu, hal ini akan benar-benar menghubungkan
  gereja dengan anak-anak sehingga tercipta kemungkinan akan adanya
  pertumbuhan hubungan dan pemuridan dalam Yesus Kristus Tuhan. Mereka
  memerlukan pertolongan Anda. Untuk setiap gelang yang dibeli secara
  online, Every Orphan`s Hope akan menyumbangkan sebuah gelang untuk
  sebuah gereja di Zambia.
  Diterjemahkan dari: Mission News, Desember 2007
  Selengkapnya: http://www.MNNonline.org/article/10656
  Pokok doa
  ---------
  * Doakan Every Orphan`s Hope yang akan menjangkau seratus ribu
    anak-anak dengan Injil. Mintalah agar Tuhan memberkati dan
    menumbuhkan pelayanan mereka sehingga semakin banyak anak-anak
    yang akan dimenangkan bagi Kerajaan Allah.
  * Doakan juga gereja-gereja di Zambia yang terlibat dalam
    penjangkauan anak-anak yatim piatu yang terkena AIDS, supaya
    setiap gereja dapat melayani dan memuridkan mereka untuk semakin
    mengenal Kristus. Doakan agar jumlah mereka semakin bertambah dan
    setiap anak dapat menjadi teladan dan berkat bagi teman-teman
    mereka yang belum terjangkau oleh Injil.
  * Berdoalah agar semakin banyak pengunjung situs yang ikut ambil
    bagian berbagi beban menjangkau dan melayani anak-anak yang belum
    percaya di Zambia.

______________________________________________________________________
DOA BAGI INDONESIA

  PEMELIHARAAN ALLAH DI TENGAH CUACA DAN KONDISI YANG TIDAK MENENTU
  =================================================================

  Perubahan cuaca yang terjadi sejak akhir tahun 2007 hingga saat ini
  sangat tidak menentu. Selain banyaknya bencana alam yang menimpa
  bangsa Indonesia, terjadi juga berbagai wabah penyakit yang cukup
  meresahkan hampir di semua lapisan masyarakat, baik anak-anak
  ataupun orang tua. Berbagai penyakit tersebut memiliki
  gejala-gejala yang bervariasi, seperti sakit kepala, menggigil,
  demam, muntaber, dll..

  Mari satukan hati berdoa bagi masyarakat di sekitar kita, termasuk
  keluarga kita masing-masing, karena banyak dari mereka yang
  mengalami kekuatiran. Sebagai orang percaya, mari kita serahkan
  kekuatiran kita kepada Tuhan. Pemeliharaan Tuhan adalah sempurna
  atas kita dan apa pun yang terjadi, semua atas izin Dia.

  Pokok Doa
  ---------

  1. Berdoa untuk pemeliharaan Tuhan bagi bangsa Indonesia. Dengan
     dimulai dari masyarakat di sekitar kita, mari kita mohonkan
     agar Tuhan menyatakan kasih-Nya melalui pemeliharaan atas
     kesehatan kita masing-masing, khususnya di tengah cuaca yang
     kurang bersahabat ini.

  2. Doakan agar setiap gereja Tuhan memiliki kepedulian untuk
     membantu mereka yang saat ini sedang mengalami kesulitan, baik
     mereka yang baru saja mengalami bencana banjir atau pun mereka
     yang membutuhkan pelayanan kesehatan dan bantuan-bantuan lain.

  3. Terkadang Tuhan mengizinkan keadaan yang sulit terjadi atas
     bangsa ini untuk membuka "pintu" bagi Injilnya. Doakan gereja
     Tuhan agar dapat menggunakan kesempatan yang ada supaya dapat
     menjadi berkat dan kesaksian yang hidup bagi orang-orang yang
     berada di sekitar mereka.

  4. Doakan juga untuk pemerintah agar dapat mengambil tindakan yang
     tepat guna membantu masyarakat yang saat ini sedang mengalami
     kesulitan. Doakan untuk puskesmas-puskesmas yang melayani
     kesehatan masyarakat, kiranya Tuhan menolong mereka untuk
     melakukan tugasnya dengan sebaik mungkin.

  5. Berdoa untuk masyarakat yang saat ini sedang sakit dan kondisi
     keuangan mereka tidak memungkinkan untuk berobat ke rumah sakit,
     agar Tuhan membuka jalan dan menggerakkan hati orang yang lebih
     mampu agar bersedia memberikan bantuan kepada mereka.

  6. Doakan untuk yayasan-yayasan sosial Kristen yang bergerak dalam
     bidang kesehatan masyarakat, kiranya mereka boleh ambil bagian
     menjadi berkat bagi masyarakat yang membutuhkan dengan
     memberikan pelayanan sejujur dan sebaik mungkin.

______________________________________________________________________

Anda diizinkan mengcopy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari e-JEMMi
   (untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: tidak
   untuk tujuan komersial dan harus mencantumkan SUMBER ASLI bahan
    yang diambil dan nama e-JEMMi sebagai penerbit elektroniknya.
______________________________________________________________________

   Staf Redaksi: Novita Yuniarti, Yulia Oeniyati, dan Dian Pradana
  Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari berbagai pihak.
Copyright(c) 2008 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
  Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Kontak Redaksi              :                   < jemmi(at)sabda.org >
Untuk berlangganan          :   < subscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk berhenti              : < unsubscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk pertanyaan/saran/bahan:       < owner-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
______________________________________________________________________
Situs e-MISI dan e-JEMMi        :               http://misi.sabda.org/
Arsip e-JEMMi                   : http://www.sabda.org/publikasi/misi/
Situs YLSA                      :                 http://www.ylsa.org/
Situs SABDA Katalog             :            http://katalog.sabda.org/
______________________________________________________________________

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org