Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/misi/2008/6

e-JEMMi edisi No. 06 Vol. 11/2008 (5-2-2008)

Diciptakan untuk Sebuah Misi

 
                                            Februari 2008, Vol.11 No.6
______________________________  e-JEMMi  _____________________________
                   (Jurnal Elektronik Mingguan Misi)
______________________________________________________________________
SEKILAS ISI

EDITORIAL
ARTIKEL MISI 1     : Masuk Dunia Misi?
ARTIKEL MISI 2     : Panggilan untuk Bermisi
SUMBER MISI        : Christian Solidarity Worldwide -- USA
DOA BAGI MISI DUNIA: Turki, Ghana, Azerbaijan
DOA BAGI INDONESIA : Panggilan Misi
SURAT ANDA         : Informasi STT Paulus
______________________________________________________________________

             IF YOU ARE NOT BIG ENOUGH TO TAKE CRITICISM
                    YOU ARE TO SMALL TO BE PRAISED
______________________________________________________________________
EDITORIAL

  Shalom,

  Setiap orang yang sudah diselamatkan memiliki sebuah tugas istimewa,
  yaitu menjadi rekan sekerja Allah dalam memenangkan jiwa-jiwa yang
  belum diselamatkan bagi kerajaan-Nya. Namun, sangat disayangkan
  karena banyak yang belum memenuhi tanggung jawab tersebut. Dan
  ironisnya banyak yang menghindari bahkan melalaikannya dengan
  berbagai macam alasan.

  Seluruh edisi Publikasi e-JEMMi pada Februari ini mengajak Anda
  untuk lebih mengenal pelayanan misi, meliputi mengapa harus ada
  misi? Apa saja yang harus diketahui jika ingin memulai pelayanan
  misi? Karakter apa sajakah yang harus dimiliki jika hendak menjadi
  seorang utusan Injil? Harapan kami, seluruh sajian tersebut dapat
  menolong Anda untuk lebih mengetahui dan memenuhi panggilan Tuhan
  dalam kehidupan Anda.

  Selamat melayani, Tuhan Yesus memberkati.

  Pimpinan Redaksi e-JEMMi,
  Novita Yuniarti

______________________________________________________________________
ARTIKEL MISI 1

                          MASUK DUNIA MISI?
                          =================

  "Jendela 10/40" merupakan istilah penting dalam misi saat ini.
  Wilayah ini terbentang dari Afrika Barat sampai Asia Timur, dihuni
  oleh 2/3 penduduk dunia (4 milyar jiwa), dan di antara mereka
  terdapat 97% yang belum pernah mendengar Injil. Di wilayah ini pula
  terdapat 82% penduduk termiskin di dunia dan 90% suku terabaikan.
  Indonesia, di mana kita tinggal adalah salah satu negara di
  dalamnya.

  Ironisnya, sebanyak 75% dari jumlah misionaris di seluruh dunia
  tidak pergi ke daerah yang belum dijangkau oleh Injil. Mereka justru
  pergi ke daerah-daerah yang telah ada orang Kristennya. Yang
  menyedihkan pula, jika kita melihat ke mana perginya dana-dana
  gereja di seluruh dunia, hanya 1% dana yang digunakan untuk
  penginjilan yang ditujukan kepada daerah yang belum mendengar Injil.
  Sedangkan dana yang terbesar (87%) digunakan untuk kegiatan
  pelayanan dalam gereja.

  Kita sering mendengar firman Tuhan tentang misi yang sudah tidak
  asing lagi, "Ini aku, utuslah aku" (Yesaya 6:8). Tetapi mengapa
  jumlah misionaris sangat sedikit? Hanya ada 201.260, total
  misionaris seluruh dunia. Mengapa? Karena tidak ada sinergi orang
  yang diutus dan pengutusan. Terlalu sedikit yang diutus karena tidak
  adanya dukungan dari para pengutus. Hanya ada dua pilihan, yaitu
  menjadi utusan atau pengutus. Pihak pengutus harus sepenuhnya
  memberikan dukungan dalam hal moral, logistik, finansial, doa, dan
  komunikasi. Sedangkan jika menjadi utusan, yang bersangkutan harus
  diutus pergi bagi dunia yang belum mendengar kasih Allah, masuk ke
  dunia yang sangat gelap, yaitu ke dunia yang tidak jauh dari kita,
  seperti Indonesia dan bangsa-bangsa di sekitarnya. Seorang utusan
  harus memiliki satu tekad, yaitu "Never Give Up".

  MENGAPA HARUS ADA MISI?

  Mengapa harus ada misi yang dilakukan oleh banyak orang di muka bumi
  ini? Alasannya adalah sebagai berikut.

  Pertama, karena belas kasihan Yesus Kristus kepada umat manusia yang
  telah jatuh ke dalam dosa (Matius 9:35). Kedua, karena Yesus Kristus
  adalah Juru Selamat dunia yang datang untuk menyelamatkan umat
  manusia agar tidak binasa (Yohanes 3:19). Ketiga, Yesus akan menjadi
  terlalu kecil jika hanya disembah oleh bangsa tertentu saja, karena
  seluruh bangsa dan umat manusia di muka bumi harus menyembah-Nya
  (Mazmur 9). Keempat, karena Amanat Agung Tuhan Yesus, saat Dia akan
  naik ke surga setelah kebangkitan-Nya. Ia ingin agar kita mewartakan
  Injil-Nya sampai ke ujung bumi serta membawa jiwa-jiwa yang
  terhilang kepada Tuhan karena banyak orang di dunia yang belum
  mengenal Kristus dan belum menerima keselamatan (Matius 29:16-20).

  Tetapi sebelum kita melakukan misi, ada hal-hal penting yang harus
  kita ketahui, yaitu Siapa saya -- "Who am I?" Kita harus mengenal
  terlebih dahulu siapa diri kita melalui pandangan Allah. Kita harus
  sadar bahwa Tuhan telah membentuk kita sejak dari kandungan (Yesaya
  44:2), bahwa kejadian kita dasyat dan ajaib, Tuhan sangat mengenal
  kita, dan Allah mengenal setiap bagian dari diri kita sehingga kita
  harus mengucap syukur kepada Tuhan yang mengenal kita sejak dalam
  kandungan (Mazmur 139:13-15). Tuhan juga telah memanggil kita sejak
  kita masih dalam kandungan sehingga kita harus sadar bahwa kita
  sudah ada dalam rencana Allah jauh sebelum kita ada (Yesaya 49:1).
  Kita juga harus sadar bahwa kita adalah orang-orang yang telah
  dibebaskan dari kebinasaan akibat dosa karena kita telah dibeli oleh
  Kristus yang harganya telah lunas dibayar (1 Korintus 6:20). Kita
  adalah terang bagi bangsa-bangsa yang masih berada dalam kegelapan
  dan belum mendengar tentang keselamatan yang berasal dari Kristus
  (Yesaya 49:6-9; Matius 5:14). Selain itu kita adalah garam dunia
  (Matius 5:13). Bahwa kehadiran kita di tengah masyarakat walau belum
  melakukan apa-apa -- belum bicara apa pun, kita telah diharapkan
  Tuhan untuk membawa perubahan bagi masyarakat dan membuat perbedaan
  yang indah.

  Bagaimana jika kita dipanggil melakukan misi? Pastilah muncul
  pertanyaan, "mengapa harus saya?". Kita dipanggil melakukan misi
  karena melayani Tuhan adalah hak istimewa sebagai anak Tuhan
  (Keluaran 19:5-6), juga karena kita sudah diberkati untuk menjadi
  berkat, maka kita harus memberkati orang lain. Tubuh kita adalah
  Bait Allah (1 Korintus 6:19; 2 Tawarikh 6:33), kita ingin agar
  orang-orang mengenal dan menikmati kasih Kristus melalui diri kita
  sebagai Bait Allah yang kelihatan dan harus ditunjukkan dalam setiap
  hal di kehidupan kita. Dengan begitu orang lain dapat melihat bahwa
  Kristus ada di dalam kita. Kita juga adalah duta-duta Kristus (1
  Korintus 5:18-20) dan merupakan hak istimewa bagi kita jika kita
  dipakai Allah sebagai duta-Nya. Namun, yang paling utama adalah
  bahwa kita ini milik Kristus (1 Korintus 3:23, 6:19; Galatia 3:29)
  dan kita terikat dengan Kristus.

  Diambil dan diedit seperlunya dari:
  Judul jurnal : Jurnal MIM Edisi Agustus 2005
  Judul artikel: Masuk Dunia Misi?
  Penulis      : Tim Jurnal MIM
  Penerbit     : Mahasiswa Indonesia Menuai (MIM), Yogyakarta 2005
  Halaman      : 1 -- 3

______________________________________________________________________
ARTIKEL MISI 2

                       PANGGILAN UNTUK BERMISI
                       =======================

  Membangun kembali semangat misi yang pernah begitu masyhur sekitar
  abad pertama dapat dimulai dari Yerusalem, yang dikenang sebagai
  tempat di mana Yesus Kristus mengawali pengutusan murid-murid-Nya.
  Generasi selanjutnya sampai dengan saat ini masih banyak pula yang
  menaruh perhatian akan pentingnya menyampaikan kehidupan misi pada
  orang/bangsa lain, seperti yang sudah ada dan masih ada, yaitu
  "Mission Urbana" dan "Mission Korea". Sekarang pertanyaannya adalah,
  apakah generasi saat ini juga masih membuka diri untuk mengambil
  bagian dalam kehidupan misi dengan terlibat secara langsung?

  Keberanian untuk membawa Injil dan teladan hidup Kristus ke tengah
  kehidupan orang/bangsa lain yang telah memunyai cara/pedoman hidup
  tersendiri, perlu disertai dengan pemahaman dan pengertian tentang
  bagaimana melakukannya dengan tulus. Pengetahuan yang benar akan
  mengubah hidup, terutama kesiapan dan keputusan untuk terlibat
  menjadi lebih mantap. Seringkali terlalu mudah untuk mengiyakan
  panggilan sehingga kurang berhati-hati. Kemauan saja tidaklah cukup,
  diperlukan juga pengetahuan yang benar. Panggilan adalah mengetahui
  tentang adanya suatu kebutuhan. Saat kita benar-benar tahu kebutuhan
  hidup di dunia, mungkin kitalah yang dipanggil untuk memenuhi
  kebutuhan tersebut dan panggilan itu menjadi tanggung jawab kita.

  Kita menyia-nyiakan hak kita sebagai pembawa Injil karena tidak
  mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan seorang pembawa berita.
  Bahkan kita tidak peduli pada banyaknya orang yang belum percaya dan
  orang-orang yang teraniaya karena menjadi percaya. Semuanya
  kelihatan baik-baik saja termasuk juga di masa depan. Memandang
  orang/bangsa lain dengan perbedaan menjauhkan keinginan untuk
  menyampaikan Injil.

  Banyak alasan untuk tidak terlibat dalam pekerjaan misi, seperti
  "saya tidak ada panggilan," ada juga yang berkata, "saya tidak
  pernah dipanggil," padahal yang sebenarnya adalah kita "tidak
  mendengar panggilan-Nya".

  Memberi bantuan berupa makanan, pakaian, atau uang telah memberi
  kebanggaan karena sudah memberi. Pertolongan kita hanya untuk
  meredakan masalah sesaat, namun masalah yang sebenarnya belum
  teratasi. Pilihan hidup cukup bagi diri sendiri saja, sama dengan
  menolak hak Allah untuk melakukan apa saja pada hak kepunyaan-Nya.
  Keajaiban terjadi jika ada kerelaan untuk menyerahkan milik kita
  sebagai hak-Nya. Allah akan benar-benar sangat menghargai kerelaan
  itu.

  Jika kita mau dipakai Allah, harus ada keberanian untuk mencari tahu
  tentang kebutuhan-kebutuhan dunia, kebutuhan-kebutuhan sesama,
  kekerasan yang terjadi di dunia saat ini, kebutuhan-kebutuhan
  suku-suku terasing yang belum pernah mendengar Injil, atau
  kebutuhan akan Alkitab dalam bahasa-bahasa yang belum tersedia.
  Mendengar tentang adanya suatu kebutuhan dan keingintahuan yang
  tulus akan membuat kita mendengar panggilan-Nya. Panggilan semakin
  besar setelah mengetahui adanya kebutuhan yang semakin besar pula.

  Diambil dan diedit seperlunya dari:
  Judul jurnal      : Jurnal MIM Edisi Juni 2005
  Judul artikel asli: Panggilan
  Penulis           : Tim Jurnal MIM
  Penerbit          : Mahasiswa Indonesia Menuai (MIM), Yogyakarta
                      2005
  Halaman           : 3

______________________________________________________________________
SUMBER MISI

CHRISTIAN SOLIDARITY WORLDWIDE -- USA
==>   http://www.cswusa.com/AboutCSW.htm
  CSW dan rekan-rekannya didirikan di Inggris sejak 1981 untuk
  melayani gereja teraniaya melalui perlindungan hukum, bantuan, dan
  doa. Salah satu rekannya adalah CSW-USA yang didirikan pada 1997,
  merupakan organisasi Kristen yang mengupayakan perlindungan hukum
  mengenai kebebasan beragama bagi semua orang. Dengan visi agar
  orang-orang Kristen mendapatkan kebebasan untuk mempraktikkan
  imannya, CSW memiliki beberapa tujuan strategis, salah satunya
  adalah mendorong pemerintah supaya segera membuat kebijakan yang
  efektif untuk meningkatkan kebebasan beragama di seluruh dunia.
  Strategi lain dari organisasi ini adalah berdiri dengan dan untuk
  gereja-gereja teraniaya di seluruh dunia. Kunjungi alamat situs di
  atas untuk lebih mengenal organisasi ini.

______________________________________________________________________
DOA MISI DUNIA

T U R K I
  Menurut sebuah sumber, sekelompok orang tak dikenal telah menculik
  seorang pendeta selama dua hari pada Desember 2007 yang lalu.
  Petinggi gereja tidak dapat mengonfirmasi identitas orang-orang yang
  menculik pendeta atau apakah uang tebusan telah dibayarkan. Meskipun
  peristiwa ini sepertinya dimotivasi oleh uang, tetapi keadaan di
  Turki yang memang bernuansa anti-Kristen mungkin saja telah
  memengaruhi orang-orang itu. Doakan untuk orang-orang Kristen yang
  melayani di Turki.
  Diterjemahkan dari: Mission News, Desember 2007
  Selengkapnya: http://www.MNNonline.org/article/10650
  Pokok doa
  ---------
  * Kiranya Tuhan memberikan hikmat kepada orang-orang Kristen yang
    melayani di Turki agar mereka dapat terus melayani Tuhan dengan
    setia.
  * Doakan juga untuk setiap orang percaya yang berada di Turki. Minta
    agar Tuhan memberi kekuatan sehingga iman mereka tidak goyah di
    tengah tekanan dan aniaya yang menimpa mereka. Doakan pula
    pemerintah setempat agar lebih memerhatikan keberadaan orang
    percaya yang ada di sana dan memberikan perlindungan kepada mereka

G H A N A
  Bulan November 2007 yang lalu, Global Advance menyelenggarakan
  konferensi misi pertama mereka di Ghana. Hampir 1.000 pendeta dan
  200 pemimpin bisnis dari berbagai denominasi menghadiri konferensi
  tersebut. David Shibley dari Global Advance mengatakan bahwa ada
  perbedaan yang nyata antara kerinduan dan sumber daya yang dimiliki
  oleh orang-orang yang ada di sana. "Gereja di Ghana, yang adalah
  gereja terkuat di Afrika, benar-benar memiliki hati misi dan visi
  misi yang besar. Mereka lebih rindu untuk pergi sendiri menjangkau
  orang-orang daripada mengirim misionaris, jadi kami percaya bahwa
  konferensi ini sangat penting." Ratusan pendeta berencana untuk
  mendirikan gereja-gereja baru -- beberapa bahkan di lingkungan
  multibudaya. "Saya percaya Tuhan dengan Roh-Nya, akan memakai dan
  memberikan peran yang sangat strategis untuk gereja di Ghana demi
  kepentingan kegiatan misi di abad ke-21. Saya menjumpai orang-orang
  yang memiliki hati misi yang besar di Ghana."
  Diterjemahkan dari: Mission News, Desember 2007
  Selengkapnya: http://www.MNNonline.org/article/10643
  Pokok doa
  ---------
  * Doakan setiap orang percaya atau organisasi yang menghadiri
    konferensi misi di Ghana ini, agar mereka menangkap visi yang
    telah dibagikan dan dapat membagikan visi tersebut ke negara
    mereka masing-masing. Sehingga lebih banyak lagi orang yang
    terbeban untuk terlibat dalam pelayann misi.
  * Biarlah gereja-gereja yang ada di Ghana dapat menjadi teladan bagi
    gereja-gereja yang lain. Mohon agar Tuhan memakai gereja ini
    dengan luar biasa dan memberikan perkara yang lebih besar lagi
    bagi pekerjaan Kristus.

A Z E R B A I J A N
  Seorang pendeta Baptis, Zaur Balave, telah dipindahkan ke penjara
  koloni di Azerbaijan. Menurut sejumlah sumber, setelah kalah dalam
  usaha naik bandingnya atas tuduhan palsu, ia menjalani hukuman
  penjara selama dua tahun dan berencana untuk mengajukan naik banding
  lagi. Joel Griffith dari Slavic Gospel Association berkata bahwa
  laporan terakhir yang mereka terima menyebutkan kondisi penjara
  sangat mengerikan dan sangat keras bagi pendeta lemah itu. "Sipir
  penjara mengenainya biaya -- seperti uang suap -- yang sangat
  tinggi. Mereka menuntut uang suap jika pendeta Balaev ingin
  mendapatkan makanan atau bertemu keluarganya. Doakan agar Tuhan
  menguatkannya selama masa pencobaan yang sulit ini. Doakan juga agar
  Tuhan melindungi gereja yang mengalami aniaya. "Kami mengajak setiap
  orang membawa situasi ini dalam doa, bahwa Tuhan akan ikut campur
  tangan dan tidak hanya membuat ketidakadilan yang ada di penjara
  berhenti, tetapi juga agar permohonan naik bandingnya ke Mahkamah
  Agung Azerbaijan berhasil dan hukuman dua tahun penjaranya akan
  dihapuskan."
  Diterjemahkan dari: Mission News, Desember 2007
  Selengkapnya: http://www.MNNonline.org/article/10636
  Pokok doa
  ---------
  * Pendeta Zaur Balave telah dipenjara akibat dari tuduhan palsu yang
    ditujukan padanya. Minta campur tangan Tuhan agar perlakukan yang
    tidak baik di penjara berhenti dan permohonan naik banding pendeta
    Zaur Balave ke Mahkamah Agung Azerbaijan dapat berhasil sehingga
    hukuman dua tahun penjara yang dikenakan padanya dapat dihapuskan.
  * Kiranya Tuhan memberi kekuatan dan perlindungan kepada keluarga
    Pendeta Zaur Balave sehingga mereka dapat terus melayani dan
    bersukacita di dalam Tuhan. Doakan juga agar keyakinan mereka
    tidak goyah dan dapat terus memberikan dukungan moril kepada
    Pendeta Zaur Balave agar dapat melewati masa-masa sukar dengan
    penuh sukacita dan dapat menjadi berkat bagi orang-orang lain,
    khususnya mereka yang berada di penjara.

______________________________________________________________________
DOA BAGI INDONESIA

                            PANGGILAN MISI
                            ==============

  Salah satu pesan yang diberikan Yesus kepada para murid-Nya sebelum
  Ia terangkat ke sorga adalah agar setiap murid pergi untuk
  memberitakan Injil kepada orang-orang yang belum percaya. Pesan
  tersebut tidak hanya ditujukan untuk para murid-Nya yang hadir saat
  itu saja. Pesan tersebut juga ditujukan kepada kita yang sudah
  diselamatkan-Nya. Maukah kita menggenapi panggilan tersebut? Masih
  banyak penduduk Indonesia yang hingga saat ini belum mendengar Injil
  dan belum memeroleh keselamatan. Masih banyak suku-suku terabaikan
  yang belum terjangkau. Mereka adalah orang-orang terhilang yang
  membutuhkan Kabar Baik, yaitu Yesus yang datang ke dunia untuk
  menyelamatkan mereka. Maukah Anda dipakai Tuhan untuk memberitakan
  Kabar Baik itu?

  Pokok doa
  ---------
  1. Berdoalah agar orang-orang percaya yang terpanggil untuk menjadi
     misionaris mendapat kesempatan untuk menyerahkan hidup mereka
     dan dipakai Kristus.

  2. Doakan juga agar mereka yang pernah menolak panggilan Yesus untuk
     menjadi misionaris mendapat kesempatan kedua untuk pergi
     melaksanakan panggilan itu.

  3. Biarlah mereka yang yang telah menyerahkan diri menjadi
     misionaris dapat terpelihara panggilannya dan diberi kekuatan
     oleh Roh Kudus untuk setia menjalankan panggilannya tersebut.

  4. Ladang sudah menguning dan siap untuk dituai, namun pekerja
     sedikit. Berdoalah kepada Tuhan yang empunya tuaian agar Ia
     mengirim lebih banyak pekerja untuk bekerja di ladang-Nya.

  5. Berdoa juga untuk lembaga-lembaga misi Indonesia agar dipakai
     Tuhan untuk mempersiapkan dan membimbing para misionaris agar
     bisa melayani dengan sebaik mungkin.

  6. Doakan agar para pemimpin gereja memiliki kerinduan untuk membawa
     jemaatnya mengenal pelayanan misi dengan benar dan terlibat
     dalamnya.

  7. Berdoa untuk semua pelayanan misi yang ada di Indonesia. Kiranya
     Tuhan memberkati setiap orang yang terlibat di dalamnya dan
     setiap usaha yang mereka dilakukan.

______________________________________________________________________
SURAT ANDA

  From: Selamat Irianta Munthe <selamat(at)xxxxx>
  >Saya senang membaca informasi bahwa STT PAULUS sekarang membuka
  >program S2 bagi semua latar belakang pendidikan S1. Program ini
  >saya yakini akan sangat stategis dan baik sekali mendukung saudara-
  >saudara seiman untuk menjadi saksi Tuhan di berbagai pekerjaan yang
  >terbuka lebar di tengah masyarakat. Pengalaman saya sebagai seorang
  >sarjana S1 dan telah deperlengkapi mendapatkan pendidikan Theologia
  >Urban Ministry (S2) dari STT Bandung, sungguh sangat berdampak
  >membuka visi dan misi saya ketika bekerja di berbagai bidang
  >ditengah masyarakat baik di Jawa, Aceh, Batam dan saat ini di
  >Medan. Satu hal yang sangat menjadi berkat adalah Firman Allah
  >sangat menolong saya, untuk bekerja dan melayani  baik di Gereja
  >maupun di tengah masyarakat. Karena itu mari kita dukung program
  >STT Paulus, semoga program study S2 yang dibuka ini, semakin
  >membangun iman para siswanya menjadi terang dan garam di tengah-
  >tengah masyarakat dan bangsa-bangsa di seluruh dunia. Amen

  Redaksi:
  Terima kasih atas surat yang Anda kirimkan. Kami sangat bersyukur
  untuk kesaksian yang telah Anda bagikan. Doa kami kiranya Tuhan
  senantiasa memberkati pelayanan Anda dan memampukan Anda selama
  bekerja diladang-Nya. Terima kasih juga untuk informasi yang Anda
  sampaikan kepada kami mengenai STT Paulus Bandung dan kami mengajak
  para pembaca e-JEMMi untuk mendukung dalam doa program studi S2 yang
  di buka STT Paulus sehingga dapat menjadi berkat bagi sesama.

______________________________________________________________________
Anda diizinkan mengcopy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari e-JEMMi
   (untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: tidak
   untuk tujuan komersial dan harus mencantumkan SUMBER ASLI bahan
    yang diambil dan nama e-JEMMi sebagai penerbit elektroniknya.
______________________________________________________________________
   Staf Redaksi: Novita Yuniarti, Yulia Oeniyati, dan Dian Pradana
  Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari berbagai pihak.
Copyright(c) 2008 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
  Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Kontak redaksi              :                   < jemmi(at)sabda.org >
Untuk berlangganan          :   < subscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk berhenti              : < unsubscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk pertanyaan/saran/bahan:       < owner-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
______________________________________________________________________
Situs e-MISI dan e-JEMMi        :               http://misi.sabda.org/
Arsip e-JEMMi                   : http://www.sabda.org/publikasi/misi/
Situs YLSA                      :               http://ylsa.sabda.org/
Situs SABDA Katalog             :            http://katalog.sabda.org/
______________________________________________________________________

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org