Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/misi/2007/6

e-JEMMi edisi No. 06 Vol. 10/2007 (7-2-2007)

Pelayanan Doa Seorang Pengabar Injil

                                            Februari 2007, Vol.10 No.06
______________________________  e-JEMMi  _____________________________
                   (Jurnal Elektronik Mingguan Misi)
______________________________________________________________________
SEKILAS ISI

EDITORIAL
ARTIKEL MISI       : Pelayanan Doa Seorang Pengabar Injil
SUMBER MISI        : Wings of Prayer, Prayer Guide
DOA BAGI MISI DUNIA: Sudan, Banglades, Internasional
DOA BAGI INDONESIA : Banjir di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang,
                     Bekasi (Jabodetabek)
SURAT ANDA         : Minta Tampilkan Tokoh Misi dari Indonesia
______________________________________________________________________

        "THROUGH PRAYER, WE HAVE INSTANT ACCESS TO OUR FATHER"
______________________________________________________________________
EDITORIAL

  Salam,

  Adakah Anda memandang doa sebagai sesuatu yang penting, seolah udara
  yang Anda hirup? Bila ya, seperti itu pulalah pentingnya doa bagi
  seorang penginjil. Melalui doa yang tiada henti, ia berperan dalam
  memelihara pertumbuhan jiwa-jiwa yang ia menangkan. Ia menyadari
  bahwa tanpa doa yang tiada henti, jiwa-jiwa yang dipercayakan
  padanya akan seperti benih yang baru bertumbuh yang tidak disirami,
  lalu akhirnya layu dan mati. Mereka (jiwa-jiwa baru), perlu ditolong
  oleh Roh Kudus agar mengetahui prinsip rohani yang mendasar dan
  mendalam tentang iman percaya mereka kepada Yesus Kristus.

  Doa menjadi kuasa yang besar bagi para penginjil dalam menjalankan
  panggilannya. Seberapa berkuasa doa para penginjil? Silakan simak
  artikel perdana tentang doa yang akan kami terbitkan seminggu sekali
  selama bulan Februari ini.

  Selamat berdoa!

  Redaksi e-JEMMi,
  Lisbet

______________________________________________________________________
ARTIKEL MISI

                  PELAYANAN DOA SEORANG PENGABAR INJIL
                  ====================================

  Tuhan kita menghabiskan banyak waktu-Nya dengan berdoa. Dikatakan
  dalam Alkitab bahwa Ia "terbiasa" pergi ke tempat-tempat doa dan
  menghabiskan sepanjang malam untuk bersekutu dalam doa dengan
  Bapa-Nya. Biasanya, doa yang singkat tidaklah cukup bagi-Nya. Ia
  tidak mengizinkan berbagai hal seperti tuntutan dan tekanan terhadap
  pekerjaan, kebutuhan dan kerinduan dari orang banyak yang dibebankan
  pada-Nya mengganggu waktu doa-Nya. Ia menarik diri ke dalam
  kesunyian bukit atau Taman Getsemani di mana mungkin tidak ada
  yang mengganggu-Nya.

  Hanya sedikit yang kita ketahui mengenai apa yang Kristus doakan
  ketika sendirian. Kita dibukakan mengenai isi doa-Nya di Getsemani;
  dan ada dua contoh pelayanan syafaat-Nya untuk murid-murid-Nya --
  seperti yang dikatakan-Nya pada Petrus, "Tetapi Aku telah berdoa
  untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur," dan dalam Injil Yohanes
  pasal tujuh belas.

  Dua contoh ini cukup menjelaskan bahwa Ia bisa terus melayani
  murid-murid-Nya karena doa yang penuh iman. Selain contoh, keduanya
  juga membukakan suatu prinsip. Pertama, kita melihat tanggung jawab
  seseorang dalam menjalankan pelayanan doa syafaat untuk sesamanya.
  Kedua, kita melihat buah doa syafaat itu. Petrus berada dalam
  kondisi kerohanian di mana ia tidak dapat mendoakan dirinya sendiri
  dengan iman sehingga Kristus, Sang Penolong, berada bersamanya dan
  menaikkan doa yang penuh iman untuknya.

  Tidaklah mengherankan jika, setelah contoh yang dikemukakan Kristus,
  gereja mula-mula adalah gereja yang berdoa. Para Rasul tampaknya
  bukanlah pendoa sebelum hari Pentakosta; itulah kelemahan mereka
  saat ada di Getsemani. Namun, setelah Pentakosta mereka menjadi para
  pendoa yang tak putus-putusnya berdoa. Jika ada pekerjaan lain yang
  mengganggu waktu mereka di gereja Yerusalem, mereka tidak mau
  terikat dengan pekerjaan itu, sambil berkata, "Supaya kami sendiri
  dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman." Mereka
  selalu berdoa sebelum berkhotbah.

  Peran doa bagi para misionaris pertama, khususnya yang berupa doa
  syafaat, tercatat dengan saksama dalam Perjanjian Baru.
  Paulus memberikan kesaksian tentang Epafras, "Selalu bergumul dalam
  doanya untuk kamu, supaya kamu berdiri teguh, sebagai orang-orang
  yang dewasa dan yang berkeyakinan penuh dengan segala hal yang
  dikehendaki Allah" (Kol 4:12). Doa menempati posisi penting dalam
  pelayanan Lukas, meskipun sedikit pun dia tidak menceritakan
  dirinya. Kitabnya dengan jelas mengemukakan peran doa dalam
  kehidupan dan pelayanan Tuhan kita. Dalam kitab itu kita mengetahui
  bahwa Tuhan selalu melewatkan banyak waktu-Nya dengan berdoa sebelum
  memutuskan suatu langkah yang penting. Dan dalam Kisah Para Rasul
  yang ditulisnya, kita melihat bahwa doa menempati posisi penting
  pada Hari Pentakosta dan di seluruh gereja yang terbentuk
  sesudahnya. Tidak diragukan lagi, dalam pelayanan setiap anggota
  pelayanan Paulus, doa selalu diutamakan.

  Bahkan dalam suratnya kepada gereja-gereja, Paulus menulis tentang
  doa. Doa-doa ini bukan hanya menjadi bukti bahwa ia terlibat dalam
  pelayanan doa, namun juga menjelaskan karakter pelayanan tersebut.

  Dua doa yang tercatat dalam Efesus (1:15-23, 3:14-21) dibahas lebih
  lanjut dalam pasal 27. Isi doa-doa lainnya adalah sebagai berikut.

  1. Untuk orang Filipi, (Fil. 1:9-11) dia meminta:
     - kasih yang melimpah;
     - pengetahuan dan pengertian kerohanian yang jelas sehingga bisa
       membedakan antara baik dan buruk;
     - jalan yang suci dan tidak bercacat;
     - supaya mereka dipenuhi dengan buah-buah kebenaran melalui
       Kristus, memuliakan Tuhan.

  2. Untuk orang Kolose (Kol. 1:9-12) dia meminta:
     - agar mereka memiliki pengetahuan penuh dan benar mengenai
       kehendak-Nya;
     - kebijaksanaan dan ketajaman rohani;
     - jalan yang layak dan menyenangkan Tuhan;
     - buah dalam setiap pekerjaan yang baik;
     - bertumbuh dalam pengetahuan akan Tuhan;
     - agar mereka dikuatkan oleh kuasa kemuliaan-Nya;
     - agar mereka mampu menanggung segala penderitaan dengan sabar
       dan sukacita;
     - ucapan syukur pada Tuhan karena melayakkan mereka untuk
       mendapat bagian dalam apa yang akan diberikan-Nya pada
       anak-anak-Nya.

  3. Untuk orang Tesalonika (1 Tes 3:10-13, 5:23) doanya adalah:
     - agar Tuhan menambahkan apa yang kurang dalam iman mereka;
     - agar mereka bertambah dan berkelimpahan dalam kasih;
     - agar hati mereka menjadi kuat dalam kekudusan;
     - agar roh, jiwa, dan tubuh mereka terpelihara kudus sampai
       kedatangan Kristus.

  Sifat dasar dan arti penting dari permohonan ini segera diketahui.
  Paulus meminta agar Tuhan membawa gereja-gereja ke tingkat
  pengetahuan dan pengalaman rohani di mana gereja akan diperlengkapi
  untuk seluruh kehidupan, pelayanan, dan peperangan rohani. Paulus
  menghadapi masalah kehidupan spiritual yang berat. Doa-doa ini tidak
  berkaitan dengan banyak kesulitan individual dan masalah setempat,
  namun menuju pada akar permasalahan tersebut. Jawaban permohonan ini
  bisa berarti penyelesaian setiap kesulitan dan pemecahan setiap
  masalah.

  Paulus tidak bimbang untuk mengajukan permohonan seperti itu. Ia
  yakin bahwa Tuhan mampu dan akan menjawab permohonan-permohonannya.
  Seperti Kristus mendoakan dan memercayai Petrus, Paulus melatih
  talenta yang diberikan oleh Sang Penolong, mendoakan dan memercayai
  gereja-gereja.

  Paulus tidak hanya sesekali berdoa untuk gereja; ia berdoa
  terus-menerus. Pelayanannya bukanlah berkhotbah dan mengajar dengan
  sedikit doa hanya ketika ada waktu luang. Perintah yang dijalankan
  Kristus dan para rasul adalah "doa dan pelayanan firman".

  Doa yang penuh iman menjadi sesuatu yang penting dalam mengembang
  kehendak Tuhan. Tuhan menyatakan kehendak-Nya pada kita; kita
  beriman pada Tuhan dan meminta-Nya untuk menggenapinya, dan melalui
  penggenapan itu Ia menjawab doa-doa.

  Paulus tidak mengajukan permintaan yang tidak jelas kepada Tuhan
  untuk memberkati gereja; ia mengajukan permohonan yang spesifik yang
  sesuai dengan kehendak Tuhan. Ia tahu bahwa tujuan Tuhan adalah
  orang percaya dan gereja, jadi ia meminta dalam iman agar tujuan itu
  digenapi. Dua doa Paulus untuk gereja, yang ditulis dalam surat
  Efesus, meminta Tuhan untuk menggenapi pekerjaan fundamental yang
  diperlukan dalam jemaatnya, yang mungkin adalah "kepenuhan Kristus".

  Ia mengetahui tujuan Tuhan untuk gereja dan ia meminta tidak kurang
  dari itu. Jika ia tidak meminta, ia tidak akan mendapatkannya.
  "Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang
  mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu
  dibukakan." Jika ia tidak memiliki iman yang murni yang memercayai
  bahwa Tuhan akan melakukannya, ia tidak akan menerimanya: "Orang
  yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari
  Tuhan."

  Seorang penginjil harus tahu apa tujuan Tuhan untuk gereja-Nya dan
  ia harus memiliki iman untuk meminta Tuhan menggenapi firman-Nya dan
  mencapai tujuan-Nya. Ia juga harus memahami bahwa ia tidak berkuasa
  untuk meminta penggenapan sebagian. Dalam firman-Nya, Tuhan dengan
  jelas menyatakan apa tujuan-Nya untuk gereja. Firman-Nya itu begitu
  agung sehingga manusia segera mempertanyakan tujuan itu dan mulai
  menyesuaikan tujuan tersebut. Lalu kita berdoa agar Tuhan menggenapi
  penyesuaian dalam tujuan-Nya yang kita buat. Doa kita itu tidak akan
  dijawab karena tidak sesuai dengan kehendak-Nya: "kita tidak
  menerima apa-apa karena kita salah berdoa."

  Orang percaya yang baru dimenangkan melalui khotbah penginjil perlu
  diajari oleh Roh Kudus agar mengetahui prinsip rohani yang mendasar
  dan mendalam tentang iman. Tuhan akan menggenapinya sebagai jawaban
  dari doa penginjil yang penuh iman. Paulus memiliki iman untuk
  meminta bagi para petobat baru, pemahaman akan kebenaran rohani yang
  mendalam kepada Tuhan. Dia tidak ragu-ragu berdoa agar orang-orang
  itu dibimbing sedikit demi sedikit, berharap agar suatu hari, lama
  sesudahnya, mereka atau anak-anak mereka mencapai tingkat kedewasaan
  rohani.

  Penginjil yang membiarkan dirinya dibujuk musuh untuk meragukan
  kekuasaan Tuhan dalam menjawab doa atau kekuatan Roh Kudus untuk
  memberi pengertian pada orang-orang yang baru percaya, berarti telah
  melakukan suatu kesalahan besar dan menghalangi penggenapan tujuan
  Tuhan. Tentu saja hasilnya akan sesuai dengan iman yang dimilikinya.
  Sebuah tanggung jawab  yang sungguh-sungguh mengenai hal ini berada
  dipundaknya.

  Dalam jemaat, penatua dan diaken haruslah dipersiapkan oleh Roh
  Kudus sehingga memenuhi standar yang ditetapkan dalam Injil. Ini
  adalah standar yang tinggi dan tampaknya mustahil untuk bisa
  dipenuhi dengan segera. Namun, sesuai dengan firman dan kehendak
  Tuhan, mereka harus dipersiapkan untuk menempati posisi mereka dalam
  satu sampai dua tahun sehingga penginjil harus terus berdoa dengan
  iman dan tidak bimbang sampai mereka siap.

  Namun, kesulitan akan muncul dalam gereja-gereja. Musuh akan datang
  seperti "air bah". Para penatua dan jemaat bisa jatuh dan kalah
  sehingga mereka tidak bisa lagi mendoakan dirinya sendiri dengan
  iman, seperti yang terjadi pada gereja di Korintus. Ini adalah
  tanggung jawab penginjil untuk mendoakan mereka dengan penuh iman.

  Kuasa doa yang penuh iman adalah kuasa terbesar yang dimiliki
  penginjil, lebih manjur daripada kuasa khotbah dan pengajarannya.
  Khotbah dan pengajaran memang perlu dan penting, namun tidak akan
  menghasilkan kehidupan spiritual yang baik dan dewasa bila tidak
  didasarkan pada pelayanan doa yang penuh iman dan berkuasa. Kita
  semua tahu bahwa cobaan yang terus-menerus menempati posisi pertama
  dalam pelayanan publik. Betapa seringnya kita melihat pelayan Tuhan
  yang sangat percaya akan doa, mengorbankan waktu doanya saat tidak
  memiliki cukup waktu untuk melakukan semua tuntutan pekerjaan.
  Kesempatan untuk melayani publik tampaknya begitu penting dan
  bermanfaat. Setelah beberapa tahun, mereka heran mengapa orang-orang
  yang baru percaya itu belum benar-benar memahami kehidupan rohani,
  mengapa mereka belum dipenuhi Roh Kudus, belum menggunakan talenta
  yang diberikan Roh Kudus.

  Hal-hal berikut ini adalah buah dari jerih payah doa penuh iman yang
  dinaikkan oleh misionaris tersebut: buah yang berharga, baik, dan
  matang, yang hanya bisa diperoleh dengan cara tersebut. Pelayan
  Tuhan harus menjaga individu dan jemaat dalam doa yang penuh iman
  sampai firman Tuhan benar-benar tergenapi dalam diri mereka dan
  tujuan Tuhan untuk mereka juga tergenapi.

  Pelayanan doa harus berkesinambungan, senantiasa diperhatikan, dan
  mencakup semua aspek pelayanan sang misionaris. Harus ada sikap yang
  berkesinamungan untuk menaikkan doa yang tak putus-putusnya, yang
  terus mencari kehendak Tuhan, bimbingan Roh Kudus, menjadi pendoa
  syafaat bagi siapa pun yang membutuhkannya dan menegaskan pencapaian
  tujuan Tuhan sesuai firman-Nya dengan iman yang teguh. Pelayanan
  syafaat sang penginjil merupakan bagian yang penting dari
  perlengkapan gereja yang telah diberikan Tuhan untuk kesejahteraan
  rohaninya.

  Pengalaman doa yang dimiliki orang-orang percaya dan gereja sangat
  jarang melebihi pengalaman doa seorang penginjil. Ia bisa
  mengajarkan peran doa sampai jemaat memiliki pengetahuan yang jelas
  tentang doa seperti yang dimilikinya, namun bila doa hanya menjadi
  teori untuk sang penginjil, maka bagi jemaat doa juga merupakan
  teori belaka. Teladan dari penginjil tersebut akan menjadi sebuah
  kesaksian yang akan membuat pengajarannya menjadi praktis. Karena
  kita beriman dalam doa, kita bisa merasa yakin bahwa Roh Kudus akan
  menuntun orang-orang yang baru percaya dan gereja menuju pengalaman
  doa yang sesungguhnya.(t/Lanny)

  Bahan diterjemahkan dari sumber:
  Judul buku   : The New Testament Order for Church and Ministry
  Judul artikel: The Evangelist`s Prayer Ministry
  Pengarang    : Alexander Rattray Hay
  Penerbit     : New Testament Missionary Union, Amerika, tth
  Halaman      : 420 -- 424

______________________________________________________________________
SUMBER MISI

WINGS OF PRAYER
==>     http://www.maf.org/                                        [1]
==>     http://www.maf.org/wings-of-prayer                         [2]
  Mission Aviation Fellowship (MAF) merupakan pelayanan dalam bidang
  penerbangan[1]. Selama ini, pelayanan MAF ditopang oleh pelayanan
  doa dari rekan-rekan di seluruh dunia. MAF menyadari bahwa tidak
  semua dari kita dapat menerbangkan pesawat. Namun, kita semua dapat
  berdoa. Silakan mengambil pokok doa bagi pelayanan MAF yang tersedia
  di situs ini[2]. Pokok-pokok doa tersebut dapat Anda bawakan dalam
  doa kelompok maupun pribadi. Dengan berdoa, Anda dapat melakukan
  jauh daripada yang pesawat dapat lakukan untuk mengatasi rintangan
  yang tak terlihat dengan senjata yang paling kuat, yaitu campur
  tangan Tubuh Kristus.

PRAYER GUIDE
==>     http://www.prayerguide.org.uk/
  Sesuai namanya, situs Prayer Guide diharapkan dapat menjadi semacam
  panduan tersambung (online) bagi semua pengunjung yang ingin
  mendapatkan informasi mengenai doa. Untuk memudahkan pencarian,
  seluruh materi isi telah dibagi ke dalam empat kategori, yakni
  "Praying Alone", "Prayer in Families", "For Church and Group
  Leaders", dan "Prayer with Others". Selain berisi penjelasan
  terhadap pertanyaan yang diajukan, beberapa tanya jawab tersebut
  juga dilengkapi dengan referensi buku, ayat Alkitab, bahkan pokok-
  pokok doa sesuai dengan tema pertanyaan yang sedang dibahas. Selamat
  berkunjung!

______________________________________________________________________
DOA BAGI MISI DUNIA

S U D A N
  Sudan -- Pesawat-pesawat pemerintah kembali memenuhi angkasa setelah
  persetujuan perdamaian di daerah Darfur, Sudan dilanggar. Saat ini
  para penduduk tengah mengungsi ke daerah utara. Jacob dari Christian
  Reformed World Relief Committee menyatakan bahwa perubahan kondisi
  itu memperumit pekerjaan mereka. "Transportasi menjadi masalah bagi
  kami. Adakalanya kami tidak bisa menggunakan kendaraan kami dan
  orang-orang harus pergi ke tiga tempat di mana kami bekerja. Mereka
  harus menggunakan gerobak yang ditarik oleh lembu atau keledai
  sehingga memakan lebih banyak waktu." Ketika ditanya mengenai
  bagaimana pekerjaan mereka bisa berubah menjadi pelayanan, Jacob
  mengatakan, "Datanglah ke sana. Anda akan melihat tiga juta penduduk
  yang sangat bergantung pada bantuan pangan. Bagi mereka, organisasi
  Kristen yang menyadari kekurangan itu memberikan harapan besar.
  Organisasi yang membawa harapan seperti itu merupakan saksi Injil
  yang sangat kuat.
  [Sumber: Mission Network News, Januari 2007]
  Pokok Doa:
  ----------
  * Peperangan lebih sering membawa hal-hal yang buruk daripada
    membawa kebaikan. Oleh karena itu, mari kita berdoa agar
    pemerintah Sudan dapat menemukan jalan keluar yang baik untuk
    menciptakan perdamaian di sana.
  * Puji Tuhan karena masyarakat Sudan terberkati dengan adanya
    organisasi Kristen yang terbeban untuk memenuhi kebutuhan pangan
    mereka. Berdoalah supaya cinta kasih Allah kepada mereka dapat
    dirasakan melalui bantuan yang diberikan.

B A N G L A D E S
  Banglades -- Presiden sementara Banglades telah mengumumkan keadaan
  darurat karena adanya pergolakan politik dan pembatalan pemilihan
  umum yang rencananya akan dilaksanakan dalam pekan ini. Hal ini
  memicu situasi perang di negara tersebut, yang menurut Gospel for
  Asia (GFA), menyebabkan orang Kristen minoritas menjadi rentan
  terhadap gangguan. Para pemimpin GFA meminta dukungan doa karena
  hampir semua jalur komunikasi diawasi. Saat ini tim tersebut
  menyiarkan Injil dalam tiga bahasa di Banglades dan memiliki delapan
  puluh enam misionaris serta dua sekolah Alkitab.
  [Sumber: Mission Network News, Januari 2007]
  Pokok Doa:
  ----------
  * Mohonkan kekuatan dari Roh Kudus untuk meneguhkan iman
    saudara-saudara kita di Bangladesh.
  * Situasi darurat di negara ini menyebabkan pemerintah kesulitan
    untuk melindungi warganya. Berdoalah bagi para pekerja di
    Banglades agar Roh Allah senantiasa memelihara dan menjaga
    keselamatan mereka.

I N T E R N A S I O N A L
  Internasional -- Kondisi geografis yang terisolir merupakan
  penghalang utama pengabaran Injil kepada suku-suku. Jika
  memungkinkan, barulah tim dan barang-barang perbekalan dibawa masuk.
  Dave dari New Tribes Mission (NTM) mengatakan bahwa inilah saatnya
  untuk mengganti kapal laut. Mereka berencana membeli pesawat terbang
  Kodiak, yang sebagian besar telah dibayar pada akhir tahun 2006.
  Pembelian ini dianggap penting karena, "Ketika Anda memasuki suatu
  daerah baru, diperlukan banyak usaha dan dana. Ini akan membantu
  Anda untuk mengatur lebih cepat dan Anda dapat lebih cepat
  mempelajari bahasa dan budaya sehingga Injil dapat lebih cepat
  disampaikan kepada orang-orang ini," demikian ujar Dave. Ia juga
  menyebutkan, donatur NTM memahami bahwa proyek tersebut membutuhkan
  efisiensi dan kebutuhan mendadak yang lain. "Kami bersyukur bahwa
  pesawat terbang ini berbahan bakar minyak tanah, yang bisa didapat
  dengan mudah di semua negara. Pesawat Cessna yang lama berbahan
  bakar gas AV, yang sangat sulit didapat. Bahkan hampir mustahil
  ditemukan di beberapa negara."
  [Sumber: Mission Network News, Januari 2007]
  Pokok Doa:
  ----------
  * Untuk menjangkau daerah-daerah pedalaman dan memudahkan akses,
    para misionaris, NTM melengkapi pelayanan mereka dengan pesawat.
    Naikkan syukur atas pesawat yang sudah ada. Berdoalah bagi rencana
    NTM untuk membeli pesawat Kodiak, doakan juga agar dana yang
    dibutuhkan untuk membeli pesawat baru tercukupi.
  * Doakan pilot-pilot NTM, petugas mekanik, dan petugas lain yang
    terlibat dalam perawatan pesawat. Mohonkanlah keselamatan dan
    ketelitian dalam mengoperasikan dan merawat pesawat yang
    dipercayakan kepada mereka.

______________________________________________________________________
DOA BAGI INDONESIA

   BANJIR DI JAKARTA, BOGOR, DEPOK, TANGERANG, BEKASI (JABODETABEK)
   ================================================================

  Ibukota dalam kondisi darurat. Banjir yang semakin meluas pada hari
  Minggu telah menggenangi sekitar 70% wilayah Jakarta. Warga yang
  mengungsi dari lima wilayah Jabodetabek pun terus bertambah hingga
  mencapai sekitar 150.000 jiwa. Sebagian dari mereka meninggalkan
  rumah sejak empat hari lalu. Presiden sendiri telah meminta aparat
  pemerintah untuk terus memantau perkembangan ramalan cuaca dan
  menyampaikannya kepada masyarakat agar masyarakat waspada dan siap
  menghadapi banjir yang datang tiba-tiba.

  Sumber: Kompas dan Solo Pos, Senin, 5 Februari 2007

  Pokok Doa:
  ----------

  * Naikkanlah doa bagi para korban banjir agar Tuhan memberikan
    ketabahan kepada mereka dalam menghadapi bencana ini. Mohonkan
    juga kekuatan dan kesehatan bagi para korban banjir selama di
    pengungsian.

  * Kebutuhan akan makanan dan air bersih menjadi penting bagi mereka.
    Berdoalah agar Tuhan berkenan mencukupi kehidupan mereka akan
    kebutuhan mendasar ini.

  * Berdoalah agar melalui bencana ini, penduduk kita makin sadar
    lingkungan serta sadar bahwa Allah telah memberi tugas kepada
    kita untuk memelihara alamnya.

  * Berdoalah agar lewat peristiwa ini pemerintah dapat bersikap bijak
    dan tegas terhadap segala bentuk perusakan lingkungan. Berdoalah
    juga agar pemerintah dapat membangun dan memperbaiki berbagai
    sarana yang lebih baik agar banjir seperti ini tidak terjadi lagi.

  * Pemerintah akan membutuhkan dana yang besar untuk memulihkan
    kondisi daerah-daerah yang terkena bencana alam. Doakan agar
    tersedia dana yang cukup, tidak hanya untuk memulihkan kondisi
    wilayah yang terkena dampak banjir, tapi juga untuk membantu para
    korban.

______________________________________________________________________
SURAT ANDA

  >From: I Ketut Indra<believe_one(at)xxxx>
  >Salam, terimakasih untuk artikel-artikel dalam misi. saya usul agar
  >misi tidak hanya menampilkan tokoh luar tapi juga tokoh misi dari
  >Indonesia. semoga ini dapat jadi masukan bagi Anda.

  Redaksi:
  Terima kasih untuk usulannya. Sebenarnya, kami sudah pernah
  menampilkan misionaris Indonesia yang melayani di luar maupun dalam
  negeri melalui kolom Kesaksian. Hanya saja, untuk faktor keamanan,
  kami sengaja mengganti nama mereka dengan inisial. Selain itu, kami
  juga tidak bisa menampilkan banyak tokoh misi Indonesia karena
  minimnya bahan pelayanan misi yang ada di negara kita. Namun,
  usulan Anda tetap kami tampung dan kami akan terus mencoba mencari
  informasi pelayanan misi di Indonesia lebih banyak lagi. Tuhan
  memberkati.

______________________________________________________________________
URLS Edisi Ini

Mission Network News                http://www.missionnetworknews.org/
______________________________________________________________________

Anda diizinkan mengcopy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari e-JEMMi
   (untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: harus
    mencantumkan SUMBER ASLI dari masing-masing bahan dan e-JEMMi
(sebagai penerbit bahan-bahan tersebut dalam bahasa Indonesia). Thanks
______________________________________________________________________
                       Pimpinan Redaksi: Lisbet
  Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari berbagai pihak.
Copyright(c) 2007 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
  Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Staf e-MISI dan Staf Redaksi:               < staf-misi(at)sabda.org >
Untuk berlangganan          :   < subscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk berhenti              : < unsubscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk pertanyaan/saran/bahan:       < owner-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
______________________________________________________________________
Situs e-MISI dan e-JEMMi        :               http://misi.sabda.org/
Arsip e-JEMMi                   : http://www.sabda.org/publikasi/misi/
Situs YLSA                      :           http://www.sabda.org/ylsa/
Situs SABDA Katalog             :            http://katalog.sabda.org/
______________________________________________________________________

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org