Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/misi/2007/38

e-JEMMi edisi No. 38 Vol. 10/2007 (18-9-2007)

Gereja dan Penginjilan Internet


                                          September 2007, Vol.10 No.38
______________________________  e-JEMMi  _____________________________
                   (Jurnal Elektronik Mingguan Misi)
______________________________________________________________________
SEKILAS ISI

EDITORIAL
ARTIKEL MISI       : Mengembangkan Situs Gereja Menjadi Situs
                     Penginjilan
TIPS MISI          : Sepuluh Tips Mengembangkan Situs Gereja
SUMBER MISI        : Yayasan Lembaga SABDA
DOA BAGI MISI DUNIA: India, Brasil, Rumania
DOA BAGI INDONESIA : Pengembangan Situs-Situs Gereja Indonesia

______________________________________________________________________

   THE BLOOD OF CHRIST MAKES US SAFE; THE WORD OF GOD MAKES US SURE
______________________________________________________________________
EDITORIAL

  Shalom,

  Senang sekali bisa berjumpa lagi di edisi e-JEMMi minggu ini. Topik
  yang kami angkat kali ini tentang Gereja dan Penginjilan Internet,
  kiranya dapat menjadi inspirasi bagi pengelola situs-situs gereja
  di Indonesia agar dapat mengembangkan situs-situsnya menjadi sarana
  yang Tuhan pakai untuk menjangkau jiwa-jiwa baru. Silakan simak dua
  kolom yang akan mengulas tentang hal ini.

  Selain itu, kami juga mendorong Anda untuk bersatu hati berdoa bagi
  pelayanan misi di India, Brazil, dan juga Rumania. Tak lupa kami
  juga mengingatkan bagi Anda yang belum bergabung untuk berdoa bagi
  ",40 Hari Mengasihi Bangsa dalam Doa". Silakan menghubungi kami untuk
  berlangganan.

  Selamat berdoa.

  Pimpinan Redaksi e-JEMMi,
  Yulia Oeniyati

______________________________________________________________________
ARTIKEL MISI

         MENGEMBANGKAN SITUS GEREJA MENJADI SITUS PENGINJILAN
         ====================================================
                         Oleh: Yulia Oeniyati

  Belakangan ini, ada semacam tren yang mengasumsikan bahwa gereja
  yang maju harus memiliki situs. Maka tidak heran jika situs-situs
  gereja mulai bermunculan bak jamur di musim hujan. Memang merupakan
  suatu kebanggaan tersendiri ketika kita melihat nama dan foto gereja
  kita terpampang di internet.

  Jika ditanya, mengapa gereja perlu punya situs, alasan paling klise
  yang muncul adalah supaya komunikasi antara gereja dan jemaat
  menjadi lebih lancar. Tapi ada juga alasan lain, yaitu sarana situs
  akan membuka kesempatan bagi masyarakat luar untuk mengenal gereja
  kita. Alasan-alasan tersebut tentu tidak salah, walaupun sebenarnya
  tidak cukup.

  Fakta membuktikan bahwa usia situs-situs gereja seperti ini sangat
  pendek. Beberapa bulan setelah diluncurkan, situs-situs ini tak
  ubahnya seperti kota mati. Bagi Anda yang sering mengamati
  perkembangan situs-situs Kristen mungkin sudah biasa melihat
  situs-situs baru yang muncul dan "mati" hampir pada saat yang
  bersamaan. "Mati" di sini bukan berarti adanya masalah teknis
  sehingga situs tidak bisa diakses. Situs-situs ini masih ada dan
  bisa dilihat, tapi tidak lagi memiliki tanda-tanda kehidupan karena
  selain sepi pengunjung, situs ini juga tidak punya relevansi dengan
  dunia sekitarnya. Mengapa bisa seperti itu?

  Yang menjadi masalah adalah banyak gereja yang membuat situs hanya
  untuk tujuan internal saja, yaitu untuk kepentingan kalangan gereja
  sendiri. Jika situs ini dibangun hanya untuk memperkenalkan gereja
  saja, keberadaan situs ini tak ubahnya seperti sebuah brosur
  (elektronik) yang hanya perlu dilihat sekali setelah itu diabaikan.
  Tidak ada orang yang akan melihat visi, misi dan foto gereja
  berkali-kali (kecuali arsiteknya, mungkin) karena
  informasi-informasi itu jarang sekali berubah. Kalau situs gereja
  hanya berisi informasi seputar gereja dan kegiatannya, situs ini
  hanya akan dikunjungi sekali dan setelah itu "good luck".

  Bagaimana menghindarkan diri dari keadaan seperti ini? Mengapa
  gereja perlu memiliki situs? Apa yang membuat situs gereja hidup?

  Membangun sebuah situs, baik itu situs gereja ataupun situs lain,
  tidaklah sulit, tapi membuat situs Anda hidup dan terus dikunjungi
  orang tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Untuk itu,
  pertama-tama kita harus mengetahui sifat media situs/internet dan
  bagaimana komunitas situs terbentuk.

  Tidak seperti media TV, video, radio, atau literatur cetak yang
  mengomunikasikan pesannya secara linear ke suatu arah, cara media
  situs adalah dengan menarik pengunjung. Dibandingkan dengan pemakai
  media lain yang pasif (tidak ada pilihan lain kecuali apa yang sudah
  disajikan), pengunjung situs memiliki peran yang jauh lebih aktif
  dalam memilih halaman-halaman situs mana yang ingin mereka kunjungi.
  Mereka hanya akan berkunjung ke halaman yang mereka cari dan minati.
  Halaman-halaman lain yang tidak diminati tidak akan dibuka meskipun
  menurut Anda halaman-halaman tersebut lebih menarik. Pengunjung
  memiliki kuasa (kontrol) penuh untuk melanjutkan "jalan-jalan"
  (browsing) mereka di situs Anda atau tidak.

  Perbedaan lain antara internet dan media-media lain adalah dalam hal
  interaktivitasnya. Pengunjung tidak hanya dapat memilih halaman mana
  yang ingin dikunjungi, tapi mereka juga dapat mengirim umpan balik
  atau masukan kepada webmasternya secara langsung. Mereka bisa
  mengajukan pertanyaan, meminta nasihat, atau memberi komentar dengan
  sangat mudah. Dari menemukan bahan dan informasi yang mereka cari,
  mereka mulai membangun interaksi/hubungan dengan pemilik situs.
  Hubungan demi hubungan semakin terjalin, bahkan tidak hanya dengan
  webmasternya, tapi juga antarpengunjung. Ketertarikan para
  pengunjung untuk saling mengenal dan berhubungan adalah hal yang
  wajar walaupun mereka tidak pernah bertatap muka. Terutama jika
  melalui situs itu mereka menemukan menemukan minat, hobi, dan
  kepentingan yang sama. Hubungan-hubungan inilah yang akhirnya
  menciptakan suasana komunitas yang hidup yang kemudian menjadi unsur
  penting bagi kelangsungan situs ini. Pengunjung menjadi sangat betah
  karena mendapat tanggapan, pelayanan, dan perhatian yang kemudian
  menimbulkan perasaan saling memiliki, termasuk rasa memiliki situs
  tersebut.

  Mengembangkan Situs Gereja Menjadi Situs Penginjilan
  ----------------------------------------------------

  Nah, bagaimana mengaplikasikannya untuk pengembangan situs gereja?
  Pikirkan kembali tujuan dibangunnya sebuah situs gereja. Seperti
  yang sudah saya sebutkan sebelumnya, situs gereja yang hanya
  memiliki tujuan internal (untuk kalangan jemaat sendiri saja),
  jangan harap dapat berkembang (kecuali gereja Anda memiliki jemaat
  di atas 20.000 orang). Silakan simak beberapa pemikiran tentang
  tujuan dibangunnya situs gereja di bawah ini.

  Gereja yang mengikuti prinsip Alkitab, seharusnya tidak menutup
  diri. Karena di mana pun mereka berada, mereka merupakan
  perpanjangan tangan Tuhan untuk menjangkau dunia. Oleh karena itu,
  tujuan membangun sebuah situs gereja seharusnya dikaitkan erat
  dengan misi penginjilan yang Tuhan utuskan bagi gereja. Melalui
  situs gereja, dengan metode yang tepat, Anda juga bisa menjangkau
  orang-orang di luar gereja secara efektif. Mungkin Anda akan
  berkata, "Bukankah orang-orang non-Kristen yang berkunjung ke situs
  kami belum tentu akan berkunjung ke gereja kami?" Tentu saja tidak!
  Gereja Anda bukan satu-satunya gereja yang ada di dunia ini, bukan?
  Di sinilah masalah terbesar. Orang Kristen seharusnya memiliki pola
  pikir Allah, bukan pola pikir manusia. Pola pikir Allah adalah
  memenangkan orang-orang non-Kristen untuk menjadi pengikut Kristus.
  Pola pikir manusia adalah membawa orang-orang non-Kristen untuk
  menjadi anggota gerejanya.

  Mari kita perluas pandangan dan jangkauan kita. Gereja lokal adalah
  bagian dari Gereja Tuhan yang am (universal). Gereja lokal
  dipanggil untuk memberitakan Kabar Sukacita Kristus kepada dunia
  yang belum diselamatkan. Pelayanan situs gereja Anda, yang tidak
  dibatasi oleh tempat dan waktu, dapat menjangkau dunia kapan pun
  dan di mana pun mereka berada. Dengan memakai strategi yang tepat,
  situs gereja Anda dapat menarik orang datang dan mengenal kasih
  Kristus. Jika memerlukan pelayanan lanjutan, mereka bisa dibimbing
  atau digembalakan di gereja terdekat di mana mereka berada.

  Bagaimana membuat situs gereja Anda menjadi situs yang memiliki
  misi penginjilan? Apa saja yang bisa disajikan dalam situs gereja
  untuk menarik orang non-Kristen datang dan berkunjung dan mengenal
  kasih Kristus? Berikut beberapa ide dasar yang bisa Anda pakai
  untuk memikirkan perkembangan situs gereja Anda sesuai dengan
  keadaan dan visi gereja Anda saat ini.

  1. Informasi Pariwisata

     Kota di mana gereja Anda berada pasti memiliki tempat-tempat
     menarik untuk dikunjungi orang-orang dari kota lain (tempat
     rekreasi, museum, "shopping mall", tempat pembuatan kerajinan
     tangan, sekolah khusus, dll.). Sediakan informasi yang cukup
     tentang tempat-tempat tersebut di sudut situs Anda sehingga jika
     ada orang yang tertarik, mereka bisa menemukannya. Tambahkan
     tautan (link) ke situs-situs pariwisata jika mereka ingin
     mendapatkan informasi lebih banyak lagi. Masukkan juga informasi
     gereja Anda sebagai salah satu tempat yang patut dikunjungi
     untuk berbakti di hari Minggu kalau kebetulan mereka berkunjung
     ke kota Anda pada hari Minggu. Ini bisa menjadi cara efektif
     untuk mempromosikan gereja Anda, bukan?

  2. Berita-berita Lokal atau Nasional

     Tidak ada salahnya situs gereja menampilkan berita-berita aktual
     untuk mereka yang sedang mencari berita-berita terkini. Jika
     perlu, pasang sindikasi dari situs-situs berita terkenal sehingga
     Anda selalu mendapatkan berita terbaru. Semakin banyak fasilitas
     umum dan sumber-sumber bahan tersedia, situs Anda akan semakin
     menarik orang non-gereja untuk datang.

  3. Berbagai Tips Kesehatan

     Banyak orang di luar gereja yang bertanya kepada orang-orang
     Kristen tentang tips kesehatan. Celakanya, orang-orang Kristen
     hanya bisa menjawab dengan satu kata, yaitu "berdoa", sehingga
     membuat orang-orang non-Kristen tidak lagi ingin melanjutkan
     pembicaraan. Jika kesehatan adalah topik yang banyak menarik
     orang non-Kristen, mengapa Anda tidak menyediakan informasi
     tersebut di situs Anda? Sediakan juga tempat konsultasi
     kesehatan secara tersambung (lewat e-mail), maka akan ada banyak
     orang yang bisa Anda layani secara personal dan membuat hubungan
     yang perlu didoakan supaya akhirnya dapat membawa mereka kepada
     Kristus.

  4. Halaman untuk Anak

     Ada banyak alasan mengapa para orang tua kurang percaya
     menyerahkan anak-anak mereka pada situs-situs anak umum. Selain
     masalah kurangnya nilai-nilai moralitas, juga masalah etika,
     kekerasan, dll.. Keberadaan halaman anak pada situs-situs
     Kristen atau gereja akan membuat mereka merasa lebih aman
     menyarankan anak-anak mereka untuk berkunjung. Alasannya,
     situs-situs Kristen tidak mungkin mengajarkan kekerasan dan
     bahasa-bahasa vulgar kepada anak-anak. Kedatangan anak-anak ini
     ke situs gereja Anda akan menjadi jembatan bagi orang tua untuk
     mendapatkan bahan-bahan lain yang tersedia di situs Anda, juga
     untuk mengenal gereja Anda, serta membuat hubungan yang lebih
     dekat kepada Kristus.

  5. Masalah Pernikahan dan Keluarga

     Ketika seseorang mengalami masalah pernikahan dan keluarga, siapa
     pun mereka: orang Kristen atau non-Kristen, tidak akan
     segan-segan datang ke situs apa saja untuk mendapatkan
     pertolongan. Menyediakan berbagai nasihat dan saran-saran
     bagaimana membangun rumah tangga yang sukses, akan menarik banyak
     pengunjung ke situs Anda. Apalagi kalau Anda menyediakan ruang
     konseling tersambung (lewat e-mail). Ini menjadi kesempatan luar
     biasa untuk menolong mereka dan mengenalkan mereka pada Kristus,
     Perancang dan Pemelihara pernikahan.

  6. Kesaksian Hidup Para Jemaat

     Banyak petobat baru yang tidak ingin langsung mendengarkan
     khotbah yang panjang tentang kekristenan, tapi lebih senang
     mendengar kisah nyata dari orang-orang Kristen yang mengalami
     berbagai masalah hidup. Selain tidak merasa digurui, mereka juga
     merasa lebih aman untuk mengetahui kekristenan dari orang-orang
     yang telah mengalaminya. Oleh karena itu, kisah-kisah nyata,
     seperti kesaksian dari jemaat di gereja, dapat menarik
     orang-orang non-Kristen atau petobat baru untuk mengenal kasih
     Kristus. Pakailah bahasa yang bersahabat, non-formal, dan
     hindarkan jargon-jargon Kristen agar pengunjung tidak merasa
     kaku.

  Masih banyak ide lain yang bisa Anda kembangkan sendiri. Beberapa
  contoh di atas kiranya dapat menjadi inspirasi bagaimana Anda dapat
  mengubah situs gereja Anda yang dulunya hanya untuk kalangan
  sendiri, menjadi situs yang hidup dan ramai dikunjungi karena
  memberi relevansi kepada dunia yang membutuhkan kasih Kristus.

  Catatan:
  --------
  1. e-JEMMi 37, juga menyajikan artikel yang akan menolong Anda
     membangun situs penginjilan yang baik. Jika Anda belum
     mendapatkannya, silakan berkunjung ke arsip e-JEMMi di:

     ==>  < http://www.sabda.org/publikasi/misi/2007/37 >, 2. Silakan simak juga kolom Tips Misi "Tips Mengembangkan Situs
     Gereja" di edisi ini.

______________________________________________________________________
TIPS MISI

                SEPULUH TIPS MENGEMBANGKAN SITUS GEREJA
                =======================================

  1. Situs gereja seharusnya juga diperuntukkan bagi orang-orang
     non-Kristen. Faktanya, selama ini kebanyakan situs ditujukan
     bagi orang-orang Kristen saja, yang akhirnya gagal menjangkau
     banyak orang.

  2. Sebuah situs gereja yang baik harus berinteraksi dengan tiga
     kelompok masyarakat yang berbeda, yakni:
     a. jemaat gereja,
     b. orang Kristen yang sedang mencari gereja yang baru, dan
     c. orang-orang non-Kristen.

  3. Tugas utama situs adalah untuk menyakinkan orang-orang
     non-Kristen mengenai keempat hal berikut.
     a. Situs ini dibuat oleh orang-orang biasa.
     b. Gereja memahami permasalahan hidup mereka.
     c. Gereja adalah komunitas, keluarga, dan gereja akan menerima
        mereka yang mau bergabung tanpa meminta syarat apa pun.
     d. Dalam konteks itu, Tuhan dapat menemui dan membantu mereka.

  4. Analisa kebutuhan, sudut pandang, dan budaya sekitar masyarakat
     non-Kristen.

  5. Orang-orang non-Kristen mungkin memiliki pemikiran yang negatif
     tentang orang-orang Kristen -- membosankan, suka merusak
     kesenangan orang lain, suka menghakimi, dll.. Oleh karena itu,
     buatlah situs yang bernuansa ceria, informal, dan jenaka yang
     mungkin dapat menetralkan pemikiran yang salah itu.

  6. Jika target Anda adalah orang non-Kristen, pastikan segala aspek
     yang ada di situs Anda mendukung untuk meraih target itu. Jangan
     gunakan jargon-jargon Kristen (misalnya, kata "pelayanan") dan
     bahasa yang bernuansa kristiani di seluruh situs, terutama di
     halaman utama. Pakai kata-kata yang lebih netral.

  7. Jalinlah hubungan yang nyata dengan orang-orang yang ada dalam
     masyarakat. Jangan hanya menyuarakan isi situs.

  8. Jangan berpikir bahwa situs Anda berdiri sendiri. Satukan situs
     itu dengan seluruh strategi penjangkauan, baik sebagai media
     untuk berkomunikasi dengan orang lain maupun membangun ikatan
     persahabatan dalam komunitas Anda.

  9. Gereja itu manusia: halaman utama situs harus menampilkan
     setidaknya satu foto jemaat gereja. Jangan tampilkan nama atau
     profil jemaat yang fotonya ditampilkan di halaman dalam.

 10. Pertimbangkan untuk memberi tautan `Anggota baru?` di halaman
     utama. Itu adalah pertanda bahwa gereja Anda menerima anggota
     baru. (t/Dian)

  Diterjemahkan sebagian dari:
  Nama situs        : Gospelcom.net
  Judul artikel asli: 60+ Tips For Effective Church Sites
  Penulis           : Tidak dicantumkan
  Alamat URL        : http://guide.gospelcom.net/resources/church-tip.php

______________________________________________________________________
SUMBER MISI

YAYASAN LEMBAGA SABDA
==>    http://ylsa.sabda.org/
  Saat ini, YLSA adalah yayasan Kristen non-profit terbesar di
  Indonesia yang bergerak dalam bidang pelayanan elektronik (komputer
  dan internet). Sesuai dengan visinya untuk menjadi "hamba
  elektronik" yang menyediakan pusat sumber bahan, khususnya Alkitab,
  bahan biblika, dan bahan-bahan kekristenan lain dalam bentuk
  digital, dalam pelayanannya, YLSA mengusung misi:
    * membuat dan membagikan CD SABDA (Software Alkitab, Biblika Dan
      Alat-alat);
    * membangun situs-situs sumber bahan kekristenan yang terlengkap;
    * menerbitkan publikasi-publikasi elektronik Kristen;
    * membangun komunitas pemelajaran on-line Kristen.
  Anda pasti tertarik untuk mengetahui lebih banyak tentang yayasan
  ini, bukan? Untuk itu, silakan berkunjung ke situs YLSA. Di sana,
  Anda bisa melihat dengan lebih lengkap visi misi, sejarah, produk
  pelayanan, rencana masa depan, berita terbaru, dan lain-lain. Selain
  itu, jika Anda ingin ikut berpartisipasi dalam pelayanan ini, Anda
  bisa mengisi formulir yang tersedia dan akan mendapat berita-berita
  terkini seputar pelayanan YLSA. Untuk memudahkan penelusuran Anda ke
  situs-situs YLSA lainnya, sejumlah tautan yang akan membawa Anda ke
  sana telah tersedia. Nah, kami tunggu kunjungan Anda.

  ==>  http://katalog.sabda.org/

  Diambil dan diedit seperlunya dari:
  Nama publikasi: ICW Edisi 1040
  Penulis       : Tidak dicantumkan
  Alamat URL    : http://www.sabda.org/publikasi/icw/1040/

______________________________________________________________________
DOA BAGI MISI DUNIA

I N D I A
  Kami mengawali berita dari India di mana populasi anak perempuan di
  negara ini menurun. Tangisan sering menemani kelahiran seorang bayi
  perempuan karena khawatir akan mas kawin yang harus dibayar saat
  anak-anak perempuan itu menikah nanti. Pembunuhan bayi dan aborsi
  merajalela. Anak-anak perempuan yang bertahan hidup sering kali
  dijual ke perbudakan. KP Yohannan dari Gospels for Asia mengatakan
  bahwa program Bridge of Hope menyelamatkan beberapa dari mereka.
  "Kami membawa anak-anak ini dari jalanan, dari rumah, dan mendidik
  mereka, memberi mereka makanan dan pakaian, serta mengajari mereka
  tentang Tuhan Yesus Kristus. Kami menampung 49.000 anak di (lebih
  dari) 400 cabang pelayanan kami. Banyak dari anak-anak itu menerima
  Kristus melalui program yang kami adakan dan dampaknya luar biasa."
  Yohannan bercerita tentang satu anak perempuan. "Ada seorang anak
  perempuan berumur sembilan tahun yang menyerahkan hidupnya kepada
  Kristus di salah satu sekolah kami. Dia membawa empat belas orang
  dewasa dalam keluarganya untuk datang kepada Yesus Kristus karena
  antusiasmenya mengutip ayat-ayat Alkitab dan berbicara tentang
  Yesus."
  Diterjemahkan dari: Mission News, Agustus 2007
  Berita selengkapnya: http://www.MNNonline.org/article/10177
  Pokok Doa
  ---------
  * Berdoa agar program pelayanan "Bridges of Hope" dapat terus
    menyelamatkan banyak anak perempuan yang dibuang atau ditinggalkan
    keluarganya.
  * Doakan juga agar Kabar Sukacita yang boleh diberitakan bagi 49.000
    anak-anak ini dapat membawa mereka mengenal Kristus. Kiranya
    keselamatan jiwa juga boleh dialami sehingga mereka menjadi
    utusan-utusan Tuhan untuk menjangkau keluarga-keluarga mereka.

B R A S I L
  Radio misionaris tidak hanya digunakan untuk mengabarkan Injil, tapi
  juga untuk mengajar bahasa Inggris. Brasil adalah salah satu negara
  yang menerima sebuah program yang tak seperti program-program pada
  umumnya. David dari Trans World Radio mengatakan bahwa mereka baru
  saja menyiarkan khotbah berjudul "Leading the Way" oleh Dr. Michael
  Youssef. "Ini merupakan program yang unik. Siaran dua bahasa ini --
  Inggris dan Portugal -- disiarkan kepada 170 juta pendengar melalui
  jaringan AM, FM, dan SW selama akhir pekan." Program itu mulai
  mengudara di seluruh negara bulan lalu. "Program ini menarik
  orang-orang Kristen dan non-Kristen. Program ini adalah media yang
  bagus untuk mendengar Injil sekaligus belajar bahasa Inggris karena
  diterjemahkan baris per baris. Sebuah kalimat bahasa Inggris akan
  terdengar terlebih dulu kemudian diikuti kalimat berbahasa Portugis.
  Jadi, ini benar-benar jenis program yang tidak ada duanya," papar
  David. "Leading the Way" diterjemahkan dalam sekitar dua puluh
  bahasa dan menjangkau 115 negara.
  Diterjemahkan dari: Mission News, Agustus 2007
  Berita selengkapanya: http://www.MNNonline.org/article/10179
  Pokok Doa
  ---------
  * Berdoa agar banyak orang mendengar siaran ini dan agar Tuhan
    menggunakan program ini untuk membawa banyak orang kepada-Nya.
  * Doakan agar pelayanan Trans World Radio semakin mendunia dan dapat
    menjangkau negara-negara berkembang. Biarlah Tuhan memberkati
    segenap staf dalam pelayanan mereka.

R U M A N I A
  Dan and Nora adalah misionaris dari Greater Europe Mission di
  Bucharest, Rumania. Mereka memunyai dua macam pelayanan. Dan
  melakukan pelayanan di kalangan para profesional melalui evaluasi
  kepribadian, baik untuk Kristen dan non-Kristen. Ia mengatakan bahwa
  melalui pelayanan ini ia mendapat kesempatan beberapa jam untuk
  menanamkan benih dalam hati orang-orang non-Kristen. "Ada banyak
  sekali pertanyaan yang muncul dari percakapan tentang bagaimana
  menghadapi hidup. Melalui percakapan inilah, saya dapat berbicara
  tentang hal-hal pribadi dan hubungan saya dengan Kristus serta
  bagaimana saya menangani masalah-masalah tertentu yang muncul
  berdasarkan keyakinan iman saya kepada Tuhan." Sedangkan pelayanan
  Nora adalah dengan menjangkau para wanita di lingkungan tempat
  tinggal mereka. Ia bertemu dengan seorang wanita muda setiap minggu,
  tapi Tuhan juga menggunakannya untuk menjangkau yang lain. "Ada
  wanita-wanita lain di lingkungan itu, di mana Ia telah membuka pintu
  untuk saya, dan sekali lagi yang mengherankan, pintu itu dibukakan
  melalui bahasa Inggris. Para wanita ingin mempraktikkan bahasa
  Inggris mereka dan sayalah yang dapat membantu mereka."
  Diterjemahkan dari: Mission News, Juli 2007
  Berita selengkapnya: http://www.MNNonline.org/article/10185
  Pokok Doa
  ---------
  * Berdoa untuk Dan dan Nora yang melayani di Rumania. Kiranya Tuhan
    terus membukakan mereka dengan hikmat Tuhan sehingga bisa melayani
    menjangkau jiwa dengan efektif.
  * Doakan para profesional dan para wanita yang saat ini telah
    dilayani oleh Dan dan Nora. Biarlah Roh Kudus menolong mereka
    untuk bertumbuh dalam iman kepada Yesus Kristus dan menjadikan
    mereka penjala jiwa bagi orang-orang lain di sekitar mereka.

______________________________________________________________________
DOA BAGI INDONESIA

              PENGEMBANGAN SITUS-SITUS GEREJA INDONESIA
              =========================================

  Tugas panggilan gereja tidak hanya sebatas menjangkau orang-orang
  yang notabene sudah menjadi anggota jemaatnya, akan tetapi gereja
  seharusnya terus melakukan penjangkauan kepada jiwa-jiwa yang belum
  mengenal kebenaran Allah. Sarana situs yang banyak digunakan gereja
  saat ini kiranya dapat menambah daftar metode yang dapat dipakai
  gereja untuk menjadi alat penginjilan. Karena itu, mari kita berdoa
  bagi para pengelola situs gereja, biarlah mereka terus mencari cara
  agar berita Injil bisa semakin disebarkan secara luas.

  Pokok Doa
  ---------
  1. Mari kita berikan dukungan dalam doa untuk gereja-gereja di
     Indonesia yang memiliki situs-situs gereja. Doakan agar mereka
     dapat menghadirkan situs-situs yang menjangkau lebih banyak jiwa
     bagi Kristus.

  2. Doakan agar situs-sistus gereja di Indonesia dapat terus
     berinovasi, baik dari segi bahan, maupun fasilitas. Berdoalah
     agar setiap inovasi dapat menarik minat banyak orang sehingga
     tercipta komunitas yang hangat dan interaktif.

  3. Doakan agar kebutuhan, seperti SDM, sumber bahan, dan aspek-aspek
     pendukung lainnya dapat terpenuhi sehingga situs yang dibangun
     dapat dikelola dengan baik.

  4. Mari kita dukung dalam doa gereja-gereja di Indonesia yang
     memunyai kerinduan untuk membangun sebuah situs gereja. Kiranya
     Tuhan memberikan visi yang jelas sehingga keberadaan situs-situs
     ini nanti berdampak positif bagi kemajuan pelayanan. Doakan agar
     mereka bisa konsisten menjalankan visi tersebut.

______________________________________________________________________

Anda diizinkan mengcopy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari e-JEMMi
   (untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: tidak
   untuk tujuan komersiil dan harus mencantumkan SUMBER ASLI dari
     bahan tersebut dan e-JEMMi sebagai penerbit elektroniknya.
______________________________________________________________________
            Staf Redaksi: Yulia Oeniyati dan Dian Pradana
  Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari berbagai pihak.
Copyright(c) 2007 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
  Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Kontak Redaski              :                   < jemmi(at)sabda.org >
Untuk berlangganan          :   < subscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk berhenti              : < unsubscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk pertanyaan/saran/bahan:       < owner-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
______________________________________________________________________
Situs e-MISI dan e-JEMMi        :               http://misi.sabda.org/
Arsip e-JEMMi                   : http://www.sabda.org/publikasi/misi/
Situs YLSA                      :               http://ylsa.sabda.org/
Situs SABDA Katalog             :            http://katalog.sabda.org/
______________________________________________________________________

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org