|
Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
https://sabda.org/publikasi/misi/2004/41 |
|
e-JEMMi edisi No. 41 Vol. 7/2004 (13-10-2004)
|
|
======================================================================
><> ><> Buletin e-JEMMi <>< <><
Edisi Oktober 2004, Vol.7 No.41
======================================================================
SEKILAS ISI:
o [Editorial]
o [Artikel Misi] : Pokok-pokok Dasar Perintisan Gereja
o [Profil/Sumber Misi] : Church Planting Group,
Passion for Church Planting
o [Doa Bagi Misi Dunia]: India, Fiji, dan Amerika Serikat
o [Doa Bagi Indonesia] : Penutupan Gereja di Indonesia
o [Surat Anda] : Tanya Buletin tentang Situs-situs Misi
o [URLs Edisi Ini]
**********************************************************************
Anda diizinkan mengutip/meng-copy/memperbanyak semua/sebagian bahan
dari Buletin e-JEMMi (untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan
mencantumkan SUMBER ASLI dari setiap bahan dan Buletin e-JEMMi sebagai
penerjemah/penerbit bahan-bahan tersebut dlm bahasa Indonesia. Thanks.
**********************************************************************
~~ EDITORIAL ~~
Salam sejahtera.
Apa sebenarnya yang menjadi pokok-pokok dasar keberhasilan
perintisan gereja? Untuk memperoleh jawabannya, silakan menyimak
sajian Artikel Misi di bawah ini yang mengulas tentang "Sembilan
Pokok Dasar bagi Keberhasilan Perintisan Gereja". Artikel ini
merupakan salah satu bagian dari buku berjudul "Perintis Penginjilan
Memulai Jemaat Baru" yang ditulis oleh Thomas Wade Akins. Pokok-
pokok yang tersaji cukup menarik untuk disimak dan pasti menambah
wawasan pembaca e-JEMMi tentang bagaimana supaya berhasil merintis
berdirinya gereja baru.
Saat berbicara tentang perintisan gereja baru, kita juga perlu
menyadari dilema yang dihadapi oleh gereja-gereja di Indonesia saat
ini. Di satu sisi, gereja perlu membuka sayap pelayanannya, namun di
sisi lain ada beberapa hambatan/kesulitan mendirikan gereja di
wilayan-wilayah tertentu. Karena itu, marilah kita tidak henti-
hentinya berdoa bagi gereja-gereja di Indonesia, khususnya bagi para
jemaat yang saat ini tempat ibadahnya tidak bisa lagi dipakai untuk
bersekutu. Ada beberapa pokok doa yang bisa Anda simak dalam Kolom
Doa bagi Indonesia.
Selain artikel tentang perintisan gereja dan pokok doa bagi gereja-
gereja di Indonesia, minggu ini kami juga menyediakan pokok-pokok
doa dari pelayanan misi di tiga negara. Kita bisa bersama-sama
mendukung pekerjaan Tuhan di luar negeri ini dan mengucap syukur
atas karya Allah di ketiga negara tersebut. Mari kita dukung dalam
doa supaya pelayanan-pelayanan misi itu bisa semakin berkembang
termasuk pelayanan misi di Indonesia. Selamat melayani!
Redaksi Buletin e-JEMMi
*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
"Karena Allah beserta kita
kita tidak perlu takut akan apa yang ada di depan kita."
*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
~~ ARTIKEL MISI ~~
SEMBILAN POKOK DASAR BAGI KEBERHASILAN PERINTISAN GEREJA
========================================================
Donald A. McGavran dalam bukunya yang berjudul "Understanding Church
Growth" (Memahami Pertumbuhan Gereja) dan Howard Snyder dalam
bukunya yang berjudul "Orientations for Starting Urban Churches"
(Orientasi untuk Merintis Gereja di Daerah Perkotaan) mengemukakan
pokok-pokok dasar bagi keberhasilan perintisan gereja. Prinsip-
prinsip ini universal sifatnya dan dapat diterapkan di negara mana
saja di dunia ini. Prinsip-prinsip ini dapat berfungsi di kota besar
ataupun kecil.
1. Carilah orang yang mempunyai karunia untuk merintis ladang baru.
-------------------------------------------------------------------
Setiap gereja mempunyai kaum awam dan penginjil yang mempunyai
karunia untuk memberitakan Injil dan membuka ladang baru. Menurut
Efesus 4:11,12, pekerjaan seorang pemimpin para perintis penginjilan
dan utusan Injil ialah memperlengkapi orang-orang kudus (kaum awam)
untuk melaksanakan pelayanan mereka.
2. Mengembangkan kepemimpinan kaum awam.
----------------------------------------
Mengembangkan kepemimpinan kaum awam adalah dasar utama untuk
merintis jemaat baru di daerah dimana tidak ada gereja. Tidak ada
cukup banyak pendeta untuk mencapai sasaran ini, maka diperlukan
peranan dan usaha kaum awam. Pekerjaan utama seorang pemimpin para
perintis ialah memperlengkapi kaum awam dalam pelayanan. Efesus
4:11,12 mengatakan bahwa Allah memberi gereja setempat "rasul-rasul
(utusan Injil], nabi-nabi, pemberita-pemberita Injil, gembala-
gembala, dan pengajar-pengajar untuk memperlengkapi umat Allah bagi
pekerjaan-pelayanan dalam membangun tubuh Kristus."
Seorang pendeta gereja setempat pernah berkata, "Kalau Anda
mengizinkan kaum awam membaptis, dsb. apa yang akan saya lakukan?
Pendeta yang berkata begitu hanya sedikit pengetahuannya tentang
peranan Alkitabiah seorang pendeta. Para pendeta, utusan Injil, dan
pemimpin perlu memusatkan perhatian pada dua peranan utama mereka
yang penting:
a. Latihlah kaum awam untuk menjadi penginjil. Para penginjil ini
akan mempunyai kedewasaan rohani untuk menjadi perintis.
b. Latihlah para pemimpin setempat dan/atau para penginjil yang
akan sesegera mungkin melaksanakan kepemimpinan pekerjaan
pelayanan itu. Penting sekali bagi para pemimpin setempat
untuk dilatih melakukan doktr |