______________________________ e-JEMMi _____________________________
(Jurnal Elektronik Mingguan Misi)
______________________________________________________________________
SEKILAS ISI
EDITORIAL
RENUNGAN PASKAH: Kurban Sejati atau Manipulasi
ARTIKEL PASKAH: Pemberian Terindah: "Dalam Tiga Hari"
SUMBER MISI: Paskah SABDA - Situs Paskah Indonesia
DOA BAGI MISI DUNIA: Haiti, India
DOA BAGI INDONESIA: Guru Kristen Dibebaskan
______________________________________________________________________
THE BIBLE IS OUR ONLY CERTAINTY FOR THIS LIFE;
FOLLOWING WITH SPIRITISM IS GREAT FOOLISHNESS
______________________________________________________________________
EDITORIAL
Shalom,
Pengurbanan Kristus di kayu salib merupakan anugerah yang sangat
luar biasa bagi kita. Karena kasih-Nya kepada kita, Ia rela
mengurbankan diri-Nya untuk menyelamatkan kita. Tuhan telah
memberikan keteladanan yang sungguh sangat baik bagi kita. Sebagai
umat-Nya, kita sudah sepantasnya meneladani Dia, dalam hal berani
menyalibkan kedagingan kita dan belajar mengasihi orang-orang di
sekitar kita dengan tulus.
Tuhan Yesus memberkati.
Pimpinan Redaksi e-JEMMi,
Novita Yuniarti
http://misi.sabda.org
http://fb.sabda.org/misi
______________________________________________________________________
RENUNGAN PASKAH
KURBAN SEJATI ATAU MANIPULASI
Penjangkauan sesama membuat hidup kita menjadi berarti. Kenyataan
membuktikan bahwa semakin kita banyak memberi dan berbagi, semakin
kita banyak menerima dan mendapat balasannya. Ketika kita mengasihi
dan melayani dengan berbuat baik kepada sesama, segala kebajikan dan
hal-hal yang baik akan mendatangi kita. Tetapi, kita mungkin akan
berpikir sejenak, bagaimana dalam kondisi sulit seperti sekarang
kita masih bisa bermurah hati dan rela berkurban?
Rasanya sikap rela berkurban sudah semakin langka saat ini. Nilai
pengurbanan juga terasa semakin luntur ketika hidup makin diwarnai
prinsip "berikan dan terimalah", "tidak ada makan siang yang
gratis", atau prinsip "elu elu -- gua gua". Jika ada [yang mencoba
tanpa pamrih], itu pun dilakukan dengan berbagai pertimbangan
"apakah imbalan yang akan kuterima?" atau "apa manfaatnya bagiku?"
Tampaknya, kita perlu merenungkan kembali, masih adakah kurban yang
sejati [tanpa pamrih]? Pengurbanan sebagai suatu tindakan nyata
tanpa pamrih, tidak dimotivasi keinginan mendapat balasan atau
menghitung-hitung manfaat yang kita akan terima secara langsung.
Manfaat semacam itu baru akan dipetik dalam jangka waktu panjang,
dalam bentuk kita memperoleh kasih, penghormatan, dan kemurahan dari
orang lain. Kita mungkin menerima pertolongan orang lain pada saat
yang tidak terduga, tepat ketika kita membutuhkannya.
Mengapa Berkurban Itu Penting?
1. Karena kehidupan memiliki siklus tabur dan tuai.
Secara kodrati, Tuhan telah menetapkan prinsip umum hukum alam
bahwa segala sesuatu yang ditanam pasti akan bertumbuh dan
menghasilkan buah. Demikian pula dengan setiap tindakan yang kita
lakukan pasti akan menghasilkan balasan entah kapan waktunya.
2. Jika tidak ada kerelaan berkurban, bumi penuh dengan kefasikan.
Bayangkan jika semua orang ingin menang dan berhasil, termasuk
dengan menghalalkan segala cara! Setiap kejatuhan dan kesusahan
dianggap sebagai peluang untuk memenangkan persaingan, kegagalan
orang lain disambut sebagai seleksi alami [siapa] yang kuat -- si
pandai pemenangnya -- dan sukses. Tanpa hati nurani, dunia serasa
hanya dipenuhi dengan semak berduri.
3. Pengurbanan membuat hidup itu bernilai.
Mandat untuk hidup diwujudkan dengan berkarya dan mengusahakan
bumi ini secara penuh tanggung jawab. Bukti dari keberhasilan
setiap jerih lelah dan prestasi ditandai dengan berbagai bentuk
pengurbanan dan kerelaan melakukan sesuatu yang terbaik.
4. Penghargaan muncul dari setiap pengurbanan.
Kita tidak dapat membeli penghargaan dan tidak bisa memaksa orang
lain untuk menaruh hormat kepada kita, sebab penghargaan itu
hanya berasal dari sikap dan tindakan rela berkurban. Ini
pasti menginspirasi pemikiran dan memotivasi banyak orang untuk
melakukan perbuatan positif yang sama.
Manipulatif -- Berkurban dengan Suatu Pamrih
Ketika perhatian kita hanya terpusat pada diri sendiri, kita sulit
memerhatikan keadaan dan kebutuhan orang lain. Setiap pertimbangan
hanya diukur semata-mata dari keuntungan dan kesenangan pribadi.
Motivasi di balik setiap tindakan perlu diterawang lebih jauh agar
kita tidak keliru dan menyimpang dari setiap pemikiran dan perbuatan
yang dianggap sebagai sikap berkurban dan bajik. Pengurbanan yang
berpamrih sebenarnya adalah sikap manipulatif terhadap orang lain
bahkan terhadap diri sendiri, dan justru kenyataannya sering sangat
tersamar, lazim, dan tidak disadari dalam kehidupan sehari-hari.
Perhatian dan kurban yang sejati itu tidak bersyarat. Tidak menuntut
balasan. Tidak menghitung untung rugi. Dilakukan dengan tulus, tanpa
keluh kesah, spontan, yakin, dan tidak mengkhawatirkan penolakan
karena berfokus pada kepentingan dan kebaikan orang lain.
Pemahaman Mengenai Sikap dan Tindakan Manipulatif:
1. Penipuan yang disamarkan sebagai kebenaran.
2. Penyalahgunaan kesempatan, jabatan, hak, kewajiban, dan
otoritas.
3. Aktivitas yang tampaknya baik tetapi diselubungi motif egoisme.
4. Sikap mental yang tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur dan
tulus.
5. Pemanfaatan seseorang, sesuatu, keadaan, atau kondisi dengan
maksud untuk mencari keuntungan diri sendiri.
6. Membohongi dan tidak sesuai dengan hal-hal yang sifatnya sejati.
7. Sikap berpura-pura, tidak ikhlas, dan bertujuan untuk
memanfaatkan orang.
8. Pengendalian kehendak orang-orang melalui pengaruh, cara-cara,
tekanan, atau perlakuan tertentu.
9. Menutup-nutupi keadaan, ketidakjujuran, dan tidak memperlihatkan
jati diri yang sebenarnya untuk kepentingan pribadi.
Akibat Sikap Manipulatif
Mungkin tidak disadari, namun segala sesuatu yang tidak sejati pasti
tidak akan bertahan lama. Sikap yang tidak tulus, cepat atau lambat
akan tersingkap dan memengaruhi hubungan kita dengan keluarga,
rekan, kolega, atau mitra kerja. Konsekuensinya, kita akan
kehilangan kepercayaan orang lain dan kita akan sulit memiliki
rekan, mitra, atau kolega yang sejati; terperangkap dalam sikap
munafik, kehilangan kebenaran dan jati diri; dikejar perasaan
bersalah dan kehilangan damai sejahtera; terlibat dalam berbagai
bentuk persaingan tidak sehat dan memiliki tujuan yang menghalalkan
segala cara.
Kurban Sejati adalah Pernyataan Kasih yang Tertinggi
Ibu Teresa mengisi hidupnya dengan mengasihi dan melayani
orang-orang yang kekurangan di negara-negara miskin. Beliau
menyelamatkan hidup banyak balita dengan sentuhan dan belaian
tangannya ke tubuh-tubuh kurus kecil karena kekurangan gizi.
Sesungguhnya, sentuhan manusia memiliki kekuatan merespons
unsur-unsur kimiawi di dalam tubuh, yang sangat membantu pertumbuhan
dan daya hidup. "Saya telah menemukan paradoks bahwa jikalau saya
mengasihi sampai terasa sakit, rasa sakit itu akan hilang, dan yang
tertinggal hanyalah lebih banyak kasih". (Ibu Teresa)
Sikap berkurban timbul dari kesadaran akan adanya kebutuhan
orang-orang di sekitar kita. Jika kita mulai menjadi pemerhati, akan
tampak begitu banyak kesempatan untuk berbuat baik dan menjadi
jawaban bagi orang lain. Sikap berlapang hati untuk tidak sekadar
mengkritisi orang lain atau keadaan, menguasai diri berhadapan
dengan rasa memiliki, bebas dari rasa khawatir dengan membangun rasa
aman, semua ini akan mendorong kita untuk mengembangkan sikap
berkurban yang sejati.
Dalam penerapannya, pengurbanan senantiasa berbentuk pernyataan
kasih yang tertinggi, yaitu ditunjukkan dengan kepedulian sejati
kepada orang lain melalui tindakan nyata. Ia tidak mementingkan diri
sendiri dan rela mendahulukan kepentingan orang lain, memberi dan
berbagi tanpa mengharapkan imbalan atau pamrih, bahkan ikhlas
memberikan kesempatan atau peluang kepada orang lain yang
membutuhkannya. Pengurbanan adalah kesediaan untuk mendengar,
melayani, dan membantu orang lain. Suatu bentuk kebaikan hati yang
tidak menuntut pembayaran. Bahkan mungkin sebaliknya, berani
membayar harga dan menghadapi risiko.
Pengurbanan sebagai teladan terbesar telah ditunjukkan oleh Kristus,
ketika Ia menanggung apa yang seharusnya tidak diterima-Nya.
Kematian-Nya menggantikan kita, yang seharusnya menanggung upah dosa
itu, dan Ia memberikan kehidupan kekal yang sebenarnya tidak layak
kita terima. Itulah pengurbanan karena bersedia membayar harga demi
keselamatan orang banyak. Kurban yang sejati bukan sekadar menabur
benih kebajikan untuk menolong orang lain, tetapi kita juga akan
menuai hasilnya pada saat yang kita tidak ketahui. Pengurbanan pada
hari ini tidak akan pernah sia-sia pada hari esok.
Diambil dari:
Judul majalah: Bahana, Edisi Mei 2005, Volume 169
Judul artikel: Pengorbanan Sejati atau Manipulasi
Penulis: Jakoep Ezra
Penerbit: Yayasan ANDI, Yogyakarta
Halaman: 60 -- 61
______________________________________________________________________
ARTIKEL PASKAH
PEMBERIAN TERINDAH: "DALAM TIGA HARI"
SUDAH SELESAI
Ketika Yesus mati, Ia sungguh mengetahui bahwa pekerjaan-Nya telah
selesai. Yesus, sang Gembala Agung, menyerahkan nyawa-Nya dengan
sukarela bagi domba-domba-Nya. Ia berseru, "Sudah selesai" (Lukas
23:46). "Apa pun maksud [seruan] itu," kata Dr. G. Campbell Morgan,
"tujuan kedatangan-Nya, tujuan kepergian-Nya, itu telah selesai
sepenuhnya dan lengkap." Penikaman lambung Yesus dengan tombak
membuktikan dua hal. Pertama, apa yang difirmankan Tuhan telah
tercapai dengan setepat-tepatnya. Tidak satu pun tulang-Nya yang
dipatahkan (Mazmur 34:20; Keluaran 12:46; Zakharia 12:10; Mazmur
22:16). Kedua, kematian-Nya telah memberikan bukti yang tidak dapat
dibantah. Para petugas yang membunuh-Nya tidak mudah dikelabui,
mereka sudah memastikan bahwa Yesus benar-benar sudah mati. Pilatus
sendiri bertanya secara khusus kepada kepala pasukannya "... apakah
Yesus sudah mati" (Markus 15:44). Mengenai penikaman lambung Yesus,
Dr. Morgan menambahkan bahwa "Dia sudah mati, dan kematian itu
disebabkan oleh kerusakan pada hati-Nya. Ketika Ia berkata `Sudah
selesai` dan Ia menyerahkan Roh-Nya kepada Bapa, peristiwa itu sudah
menghancurkan hati-Nya, dan Ia pun mati."
YESUS TERBARING DI SANA
Pemakaman tubuh Yesus adalah salah satu bukti nyata tentang
kematian-Nya, salah satu peristiwa terpenting di dalam Alkitab
(1 Korintus 15:3-4). Mereka yang berperan bukanlah pengikut-pengikut
terdekat Tuhan Yesus, namun kita mengetahui meskipun sedikit, masih
ada dua orang terdekat, yaitu Yusuf dari Arimatea -- sebuah kota di
Yudea -- dan Nikodemus. Yusuf disebut sebagai "... anggota Majelis
Besar yang terkemuka, yang juga menanti-nantikan Kerajaan Allah."
(Markus 15:43a) Menurut Lukas 23:50, Yusuf adalah seorang yang
"baik" dan "benar". Yusuf adalah seorang pengikut Yesus, tetapi
secara "... sembunyi-sembunyi karena takut kepada orang-orang Yahudi
-- ...." Yohanes 12:42 menulis kemungkinan Yusuf dan Nikodemus
adalah dua orang anggota dari sekelompok pemimpin, yang memercayai
Yesus dengan sembunyi-sembunyi. Yusuf meminta izin dari Pilatus
untuk menurunkan mayat Yesus (Yohanes 19:38).
Nikodemus adalah anggota Sanhedrin, penguasa Yahudi yang datang
kepada Yesus pada malam hari (Yohanes 3). Ia berdiri dengan berani
menentang imam-imam kepala dan orang-orang Farisi ketika mereka
menangkap Yesus (Yohanes 7:50). Kematian Tuhan Yesus ternyata
mendatangkan keberanian pada kedua orang ini, dan dengan tindakan
itu mereka menyatakan diri secara terbuka sebagai pengikut Tuhan
Yesus. Yusuflah yang menyediakan kain kafan untuk membungkus tubuh
Tuhan Yesus, dan demikian juga "tempat kuburnya yang baru" (Matius
27:59,60). Nikodemus yang membawa rempah-rempah, sebanyak hampir 40
kilogram. Mereke membersihkan tubuh Tuhan Yesus dan membungkus-Nya
dengan kain kafan. Ramuan kemenyan dan buah pohon gaharu ditempatkan
di sela-sela kain. Kain yang lain dipakai untuk membungkus bagian
kepala Tuhan. Lalu sebuah batu besar ditempatkan untuk menutupi
liang kubur itu, dan mereka pergi dengan sedih. Yesus, yang mereka
percayai sebagai seorang pembebas orang-orang Israel, ternyata telah
mati.
DIA BANGKIT
Alkitab tidak mencatat detik per detik kebangkitan Kristus.
Murid-murid Tuhan Yesus telah gagal mencatat atau telah melupakan
pernyataan yang diulang-ulang-Nya bahwa Dia akan mati dan bangkit
kembali (Matius 16:4; Markus 8:31, 9:31; Lukas 9:22; Yohanes 2:19).
Karena kematian-Nya, pengharapan mereka sudah hancur. Maria
Magdalena datang untuk berkabung pada hari pertama dalam minggu itu
(Yohanes 20:1). Adakah orang-orang lain yang datang bersama Maria
Magdalena pada hari itu? Mungkin! Ini tampak dari penggunaan kata
"kami" pada ayat kedua; Yohanes hanya mencatat Maria Magdalena yang
melihat batu penutup jalan masuk ke kuburan itu telah diangkat.
Selanjutnya, Maria menduga kubur Tuhan yang telah kosong itu
dirampok orang, oleh karena itu Maria berseru "Tuhan telah diambil
dari liang kuburnya!"
Ketika Petrus mendengar berita itu, ia dan murid-murid yang lain
berangkat ke kubur itu. Yohanes, yang lebih dahulu tiba di sana,
menjenguk ke dalam ruangan yang agak gelap itu dan ia melihat "kain
kafan yang tergeletak". Tetapi, Yohanes tidak langsung masuk ke
dalam. Petrus, si impulsif itu, seperti biasanya langsung masuk ke
dalam kubur itu dan memeriksa bukti yang ada. Dalam kata-kata G.
Campbell Morgan, kain kafan yang tergeletak itu "masih seperti waktu
membungkus tubuh Yesus, dengan semua ramuan dan gulungan kain yang
tidak berubah, namun bagian yang dipakai untuk membungkus tubuh
Yesus sudah mengempis sama sekali karena tidak berisi lagi. Sedang
kain peluh yang semula di kepala Yesus terletak terpisah, dan masih
terlipat seperti ketika membalut kepala-Nya."
Tatkala Petrus tertegun, Yohanes menerobos masuk ke dalam kubur.
Yohanes "melihat dan percaya" (Yohanes 20:8). Seperti yang ditulis
secara tepat oleh Dr. Merrill Tenney, "Kubur Yesus terbuka bukan
untuk memberikan keluar kepada Yesus, melainkan untuk memberikan
jalan masuk bagi murid-murid-Nya. Yesus telah bertransformasi
dalam kebangkitan-Nya, sehingga Ia seperti lenyap melalui jubah
kematian, yang ditinggalkan-Nya bagaikan kepompong kemuliaan."
TUHANKU DAN ALLAHKU
Dari sekian banyak bukti yang menghebohkan mengenai kebangkitan
Tuhan Yesus, tidak ada yang lebih menghebohkan dibanding penampakan
diri Yesus di hadapan murid-murid-Nya. Kita diberitahukan bahwa Ia
menampakkan diri-Nya pada malam yang sama, "hari pertama minggu itu"
(Yohanes 20:19). Pada suatu hari Yesus menampakkan diri-Nya kepada
Simon Petrus (Lukas 24:34) dan kepada kedua murid-Nya di Emaus
(Lukas 24:l3). Pada saat murid-murid-Nya sedang berkumpul di ruang
tertutup dan pintu telah ditutup rapat-rapat "karena takut kepada
orang-orang Yahudi". Tidak ada baut yang longgar atau pintu yang
terbuka engselnya, ketika Yesus tiba-tiba berdiri di hadapan mereka.
Tidak heran bahwa mereka terkejut seperti melihat "hantu" (Lukas
24:37). "Damai sejahtera bagi kamu," salam Yesus kepada murid-murid-
Nya (Yohanes 20:21).
Kemudian, Yesus menunjukkan tangan dan lambung-Nya kepada mereka
untuk membuktikan identitas-Nya. Bekas-bekas luka itu akan selalu
ada pada-Nya. Apa yang semula merupakan suatu tanda kekalahan, telah
berubah menjadi meterai kemenangan yang abadi. Tidak heran bahwa
murid-murid Yesus bersukacita melihat Dia, sebab mereka bukan hanya
melihat Dia dengan mata mereka sendiri, tetapi juga menyadari
kebenaran tentang kebangkitan Yesus, sama seperti yang dialami
Yohanes di kubur Tuhan Yesus. Tetapi, Tomas "... tidak ada
bersama-sama dengan mereka, ketika Yesus datang ke situ" (Yohanes
20:24b). Ketidakpercayaannya sedikit berbeda dari yang lain.
Murid-murid Yesus yang lain telah melihat Dia dengan mata mereka
sendiri, dan Tomas menuntut perlakuan yang sama. Ia berkata bahwa,
"Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku
mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku
ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya." (Yohanes
20:25b) Maka, Tomas tetap kesepian dan bersedih hati selama delapan
hari.
Pada hari Minggu berikutnya murid-murid Yesus sedang berkumpul di
tempat yang sama dan Tomas sedang bersama-sama dengan mereka. Sekali
lagi, pintu telah ditutup rapat-rapat. Namun, Yesus sekali lagi
menampakkan diri-Nya secara tiba-tiba. Kali ini, Ia berbicara kepada
Tomas. William Hendrickson menulis bahwa untuk setiap [permintaan
Tomas] Yesus memberikan satu perintah. Tomas berkata seminggu
sebelumnya: "[Aku harus] melihat bekas paku pada tangan-Nya." Yesus
mengatakan hari itu, "Lihatlah tangan-Ku." Tomas juga mengatakan,
"[Aku harus] mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu." Perintah
Yesus kedua, "Taruhlah jarimu di sini." Tuntutan Tomas yang ketiga,
"Dan [aku harus] mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya." Kata
Yesus, "Ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku."
(Yohanes 20:27)
Seminggu sebelumnya Tomas berkata, "Aku tidak akan percaya." Yesus
berkata pada hari itu, "Jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan
percayalah." Apakah Tomas sungguh-sungguh memeriksa tubuh Yesus?
Tampaknya, Tomas jelas terperanjat dan terpana, tidak memerlukan
lagi bukti melebihi yang telah dilihatnya. Pengakuannya melebihi
kata-kata apa pun: "Tuhanku dan Allahku." Kepercayaan Tomas bukannya
kurang berarti, meskipun didasarkan pada apa yang telah dilihatnya.
Tetapi, Yesus kemudian menekankan kebahagiaan bagi mereka yang
percaya meskipun tidak beroleh konfirmasi melalui penglihatan.
(Yohanes 20:29)
Diambil dari:
Judul majalah: HARVESTER, Edisi Maret/April, Tahun 1994 (Disadur
dari Majalah Moody, April 1977)
Judul artikel: Pemberian Terindah: "Dalam Tiga Hari"
Penulis: Ivy Supratman
Penerbit: Indonesian Harvest Outreach
Halaman: 18 -- 19
______________________________________________________________________
SUMBER MISI
PASKAH SABDA - SITUS PASKAH INDONESIA
==> http://paskah.sabda.org
Tidak salah jika situs ini menamakan dirinya sebagai "Situs Paskah
Indonesia" karena situs ini merupakan satu-satunya situs berbahasa
Indonesia yang didedikasikan untuk hal-hal seputar perayaan
terpenting dalam gereja ini. Meskipun baru berusia 2 tahun, namun
situs ini sudah mengumpulkan bahan yang cukup banyak, yang
akhir-akhir ini, menjelang Paskah 2010, rupanya juga sudah ditambahi
lagi.
Pada menu bagian atas, Anda tinggal mengarahkan kursor pada bagian
"Kumpulan Bahan Paskah" untuk melihat kategori yang Anda inginkan:
artikel, drama, renungan, bahan mengajar, kesaksian, audio khotbah,
puisi, resensi buku, blog, review situs, tips, humor, lagu, gambar,
dan ucapan. Selain itu situs ini juga mengundang pembacanya untuk
ikut mengisikan kontennya, sehingga sudah ada beberapa pengunjung
yang bersumbangsih dengan tulisan-tulisan kesaksian Paskah, puisi,
blog, ucapan natal, dll.. Untuk menuliskan artikel, seorang
pengunjung perlu terlebih dahulu mendaftarkan diri. (KN)
______________________________________________________________________
DOA BAGI MISI DUNIA
H A I T I
Saat kelegaan fisik merupakan prioritas, Proyek "Film JESUS"
melakukan berbagai macam cara untuk menjangkau mereka yang tersesat.
Tim "Film JESUS" di Haiti sudah berada di lokasi dan siap menolong
kebutuhan di lapangan. Para pemimpin proyek belum mengetahui
bagaimana keadaan para pekerja film ini di haiti, namun mereka tetap
menolong dan menjangkau keluarga-keluarga di sekitar mereka. Ketika
gempa melanda Tiongkok pada tahun 2008, tim "Film JESUS" langsung
bertindak, dampaknya orang-orang berdatangan kepada Kristus.
Doakanlah agar mereka yang terbelenggu praktik voodoo berpaling
kepada Kristus. (t/Uly)
Diterjemahkan dari: Mission News, January 2010
Kisah selengkapnya: http://mnnonline.org/article/13765
Pokok doa:
* Mengucap syukur untuk keberadaan tim "Film JESUS" yang berupaya
menjangkau masyarakat Haiti dengan Injil. Doakan agar tim ini
dapat melayani mereka secara maksimal.
* Doakan agar masyarakat Haiti yang telah dilayani oleh tim "Film
JESUS" dapat membuka hati mereka untuk menerima kebenaran Injil.
I N D I A
Keputusan India memekarkan negara bagian Andhra Pradesh menjadi dua,
Andhra Pradesh dan Telangana menyebabkan kekacauan di negara bagian
itu. Selain itu, kejadian ini juga menyebabkan krisis di
pemerintahan India. DS dari Mission India yang berpusat di Grand
Rapids, Michigan, menekankan adanya ketegangan di antara grup etnis
dan bahasa. Namun, muncul banyak protes terkait keputusan ini.
"Banyak Kelompok Alkitab Anak-anak dan kelas membaca remaja yang
tidak aktif di wilayah ini selama dua minggu. Biasanya, mereka
bertemu setiap hari. Namun karena kejadian ini, warga tercekam
perasaan takut. Mereka memilih tinggal di rumah. Keresahan penduduk
adalah halangan besar bagi pelayanan." Kami tidak mengetahui kapan
hal ini akan berakhir. Regu mereka ingin sekali kembali keluar
melayani. Mengapa? "Wilayah Telangana di India memunyai nilai
pertumbuhan gereja yang pesat. Rekan sekerja kami banyak yang
bekerja di wilayah ini. Gereja biasanya bertumbuh di tengah situasi
yang penuh dengan ketidakpastian seperti ini." Akibat huru-hara
kerusuhan, DS mengatakan bahwa direkturnya menyerukan permohonan doa
yang "meminta kita mendoakan keamanan: keamanan sosial dan politik."
(t/Uly)
Diterjemahkan dari: Mission News, December 2009
Kisah selengkapnya: http://mnnonline.org/article/13615
Pokok doa:
* Doakan agar Tuhan melindungi pekerja-perkerja-Nya yang melayani di
India, terutama di Andhra Pradesh, mengingat kondisi keamanan yang
labil.
* Doakan juga agar umat percaya di India tetap bertekun di dalam doa
dan firman Tuhan, sehingga meskipun mereka tidak bisa bertemu
dengan umat percaya lainnya, iman mereka masih tetap bertumbuh.
______________________________________________________________________
DOA BAGI INDONESIA
GURU KRISTEN DIBEBASKAN
Setelah hampir setahun dipenjara, WH (49 tahun), seorang guru
Kristen mendapatkan kembali kebebasannya. WH, seorang guru sekolah
dasar, telah dituduh melakukan penghinaan terhadap agama lain, saat
ia memberikan les privat kepada muridnya tanggal 10 November 2008.
Akibat isu yang merebak, pada tanggal 9 Desember massa melakukan
protes dengan cara membakar desa L -- tempat pemukiman orang
Kristen. Di bawah tekanan dan paksaan WH dipaksa mengakui dakwaan
tersebut. Saat ini WH, dengan bantuan gereja lokal, dipercaya
menjadi guru pada sebuah sekolah Kristen.
Diambil dari:
Judul buletin: Frontline Faith, Edisi Maret - April 2010
Penulis: Tidak dicantumkan
Penerbit: Yayasan Open Doors Indonesia
Halaman: 4
Pokok Doa:
1. Mengucap syukur untuk kebebasan WH. Doakan agar melalui peristiwa
ini setiap orang percaya dapat belajar bahwa Allah tidak pernah
membiarkan dan meninggalkan anak-anak-Nya meskipun dalam masa
sulit.
2. Berdoa agar Tuhan melindungi dan memberkati keluarga WH supaya
menjadi keluarga yang dapat memancarkan terang dan kasih Kristus.
3. Berdoa agar anak-anak WH tumbuh menjadi anak yang takut akan
Tuhan dan berbakti kepada orang tuanya.
4. Doakan masyarakat Kristen di desa L agar dapat mengampuni
orang-orang yang telah membakar desa mereka beberapa
waktu yang lalu dan tetap berdoa bagi pertobatan orang-orang yang
melakukan aksi kerusuhan.
5. Doakan agar Tuhan memampukan dan memberi hikmat kepada WH yang
saat ini mengajar di salah satu sekolah Kristen, sehingga setiap
anak yang dididiknya dapat menjadi anak-anak yang mengasihi Tuhan
dan dapat menjadi berkat.
6. Berdoa juga agar Tuhan memberkati gereja lokal di desa L dan
memampukan serta memberi keberanian setiap jemaatnya untuk mau
memberitakan Kabar Baik kepada mereka yang belum percaya.
7. Tetaplah berdoa agar iman setiap umat percaya di mana pun mereka
berada saat ini tetap terpelihara dan mengalami pertumbuhan
rohani yang semakin berakar dan berbuah lebat.
______________________________________________________________________
Anda diizinkan menyalin/memperbanyak semua/sebagian bahan dari e-JEMMi
(untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: tidak
untuk tujuan komersial dan harus mencantumkan SUMBER ASLI bahan
yang diambil dan nama e-JEMMi sebagai penerbit elektroniknya.
______________________________________________________________________
Staf Redaksi: Novita Yuniarti dan Yulia Oeniyati
Kontak Redaksi: < jemmi(at)sabda.org >
Untuk berlangganan: < subscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk berhenti: < unsubscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk pertanyaan/saran/bahan: < owner-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
______________________________________________________________________
Situs e-MISI dan e-JEMMi: http://misi.sabda.org/
Arsip e-JEMMi: http://www.sabda.org/publikasi/misi/
Facebook MISI: http://fb.sabda.org/misi
______________________________________________________________________
Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari berbagai pihak.
Copyright(c) e-JEMMi/e-MISI 2010 / YLSA -- http://www.ylsa.org
SABDA Katalog: http://katalog.sabda.org/
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
|