September 2008, Vol.11 No.36
______________________________ e-JEMMi _____________________________
(Jurnal Elektronik Mingguan Misi)
______________________________________________________________________
SEKILAS ISI
EDITORIAL
ARTIKEL MISI: Strategi Menjangkau Orang Miskin di Kota-Kota Besar
Negara Berkembang
SUMBER MISI: Advancing Native Missions
DOA BAGI MISI DUNIA: Sri Lanka, Cina
DOA BAGI INDONESIA: Suara Hati Mahasiswa STT SETIA
______________________________________________________________________
THOSE WHO BLESS GOD IN THEIR TRIALS
WILL BE BLESSED BY GOD THROUGH THEIR TRIALS
______________________________________________________________________
EDITORIAL
Shalom,
Publikasi e-JEMMi edisi September akan mengangkat tema khusus
tentang pelayanan kepada orang-orang miskin yang hidup di
perkotaan. Dalam tema ini, topik-topik yang akan dibahas adalah:
1. Menjangkau Orang Miskin di Kota Besar,
2. Pelayanan Anak Jalanan, dan
3. Pelayanan untuk Gelandangan.
Topik pertama yang dibahas dalam edisi e-JEMMi minggu ini akan
menolong Pembaca melihat keadaan dan sekaligus memikirkan strategi
untuk menjangkau orang-orang miskin yang hidup di daerah kumuh.
Harapan kami, semoga apa yang kami sajikan dapat membuat Anda
terlibat dalam karya kasih Kristus bagi mereka yang diizinkan Tuhan
mengalami keganasan hidup di kota-kota besar.
Jika Anda belum dapat terlibat secara langsung, kami mendorong Anda
untuk berdoa dan meminta Tuhan agar memberikan hati yang penuh belas
kasih kepada orang-orang miskin kota dan berkomitmen untuk mendukung
mereka sesuai dengan kemampuan Anda. Untuk memulai, dukunglah mereka
dalam doa supaya kasih Tuhan nyata bagi hidup mereka. Doakan juga
agar Tuhan memanggil lebih banyak pekerja untuk menaruh hati
melayani jiwa-jiwa, yang bukan hanya miskin secara jasmani, tetapi
juga miskin rohani untuk dimenangkan bagi Kristus. Bentuklah
persekutuan doa agar Anda dapat berdoa bagi orang-orang miskin kota
dengan anak-anak Tuhan yang lain.
Selamat melayani dan selamat berdoa.
Pimpinan Redaksi e-JEMMi,
Novita Yuniarti
______________________________________________________________________
ARTIKEL MISI
STRATEGI MENJANGKAU ORANG MISKIN
DI KOTA-KOTA BESAR NEGARA BERKEMBANG
Sejak revolusi industri, hampir setiap kota besar dibanjiri oleh
daerah kumuh dan "perumahan" liar. Negara-negara Eropa dapat
mengatasi masalah tersebut dengan mengeksploitasi sumber daya yang
ada. Di negara-negara maju, sumber daya terus meningkat karena
meningkatnya kemakmuran negara dan emigrasi. Namun tidak demikian
halnya di negara-negara berkembang. Bagi negara-negara Asia, Amerika
Latin, dan Afrika, fenomena pascaperang nampaknya menghadirkan
konflik yang tak dapat diatasi -- urbanisasi yang berlebihan (karena
migrasi jutaan orang ke ibu kota yang terlalu cepat), rendahnya
tingkat industrialisasi, dan sedikitnya lapangan pekerjaan.
Masyarakat miskin kota merupakan suatu kenyataan buruk yang
bertumbuh dengan cepat. Meski inisiatif politik dan aksi sosial
telah diupayakan, namun nampaknya masalah ini tidak kunjung
teratasi. Secara keseluruhan, gereja terjebak di tengah
kemasabodohan terhadap masyarakat miskin kota, sebab dan konsekuensi
kemiskinan, serta luas dan pentingnya keterlibatan mereka di
dalamnya.
KATEGORI MASYARAKAT MISKIN KOTA
Karakteristik fisik dan budaya setiap daerah kumuh di setiap negara
berbeda-beda. Namun proses yang membuat daerah itu ada dan dampak
buruk dari daerah kumuh di setiap negara hampir sama. Ada tiga jenis
komunitas miskin dan bagaimana Injil bisa masuk.
1. Daerah Kumuh Pusat Kota
Daerah ini adalah perumahan rusak di daerah yang dulunya dianggap
sebagai perumahan kelas menengah dan kelas atas. Kategori ini
disebut dengan "daerah kumuh keputusasaan" -- daerah yang
ditinggali oleh orang yang telah tak berpengharapan dan tidak
mau berusaha melakukan apapun. Di daerah ini juga tinggal para
imigran yang tinggal dekat dengan lapangan pekerjaan dan
fasilitas pendidikan. Suasana keputusasaan, kemerosotan, serta
struktur sosial dan pengharapan yang sudah hancur, menyulitkan
masuknya Injil.
2. Lingkungan Penghuni Liar
Lingkungan ini disebut "daerah kumuh berpengharapan", yang
ditinggali oleh pendatang yang mencari pekerjaan, menemukan tanah
kosong, membangun rumah, mencari pekerjaan, dan kemudian
mengembangkan relasi dengan orang-orang yang berasal dari daerah
yang sama. Di daerah ini juga tinggal orang-orang yang putus asa
-- orang-orang yang telah dipindah beberapa kali. Di daerah ini,
tekanan sosial dan pengharapan menciptakan suasana positif bagi
masuknya Injil.
3. Komunitas Miskin Lain
Komunitas ini adalah komunitas yang tidak memungkinkan untuk
dibangunnya suatu gereja -- orang-orang jalanan, pecandu,
pelacur, dan gelandangan.
Untuk memulai pelayanan bagi masyarakat miskin kota, akan bijaksana
jika perhatian utama ditujukan kepada "daerah kumuh berpengharapan".
Karena di daerah ini, semua jenis kemiskinan dapat ditemukan. Selain
itu, daerah ini paling berpotensi untuk pelayanan komunitas Kristus
dapat berdiri secara alami.
KEBUTUHAN LINGKUNGAN PENGHUNI LIAR
1. Kurang Pekerjaan
Sebuah survei jenis pekerjaan masyarakat daerah kumuh di Manila
menunjukkan bahwa salah satu kebutuhan mereka yang paling kritis
adalah pelatihan untuk mendapatkan keterampilan.
2. Kurang Tempat Tinggal
Ketidakmampuan untuk membeli, membangun, menyewa, atau menemukan
tempat tinggal membuat para pendatang terpaksa mendiami tanah
sengketa, tanah/bangunan pemerintah yang tak terpakai, daerah
kosong yang sering kebanjiran, dan di tepi-tepi rel kereta api.
Berikut ini empat usaha yang biasa dilakukan oleh pemerintah
negara berkembang.
a. Perumahan dengan harga melambung yang orang miskin tidak mampu
beli;
b. Penghuni liar diusir dari tempat mereka tinggal dan
dipindahkan;
c. Penyediaan lahan atau fasilitas agar penghuni liar mampu
membangun rumah mereka sendiri; dan
d. Lahan yang ada diperbaiki kondisinya secara bertahap.
Dua pilihan terakhir memberikan harapan, namun absennya kebijakan
yang efektif untuk merumahkan kaum miskin menyiratkan
kecenderungan mengalokasikan fasilitas yang ada bagi kepentingan
orang-orang kaya.
3. Struktur Sosial yang Rusak
Berpindahnya jutaan orang dari desa ke sebuah situasi tanpa
struktur kontrol sosial seperti sebelumnya, yang penting dalam
perpindahan ini, akan mengarah pada kehancuran total tata
nilai-nilai moral serta hubungan komunitas dan keluarga.
Pelanggaran susila, perjudian, dan mabuk-mabukkan akan terjadi
tanpa ada yang mengawasi.
4. Rumah Kaum Papa
Hunian liar menjadi tempat tinggal akhir bagi orang-orang yang
gagal dan terbuang. Para janda, yatim piatu, orang tuli, bisu,
buta, alkoholik, pecandu, dan sebagainya akan menemukan tempat
kumuh sebagai satu-satunya tempat di mana mereka bisa tinggal.
5. Ketidakadilan, Tekanan, dan Eksploitasi
Dalam konteks ini, perbudakan dan pelacuran muncul. Mereka
dieksploitasi. Politikus korup, para pemilik tanah, pengusaha,
dan sejenisnya mencurangi mereka dan menciptakan kemiskinan
menjadi semakin berat.
PANGGILAN MISI
Apakah hati kita tidak tersentuh dengan belas kasih seperti Guru
Agung kita.
Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas
kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti
domba yang tidak bergembala. Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya:
"Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah
kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan
pekerja-pekerja untuk tuaian itu." (Matius 9:36-38)
TUGAS KE DEPAN
Amanat Agung memerintahkan kita untuk "memuridkan bangsa-bangsa".
Kita memiliki mandat untuk juga membawa daerah kumuh itu di bawah
kuasa Allah dan menuntun mereka kepada Kerajaan Surga.
Metode kita adalah mengabarkan Kabar Baik, mengajar mereka untuk
taat pada Injil, dan mengembangkan gerakan pelayanan yang ada di
persekutuan orang-orang miskin.
Kita harus percaya pada Tuhan akan adanya pertobatan, pemuridan,
kepemimpinan dari daerah kumuh, persekutuan, dan sekolah Alkitab
yang nantinya akan memengaruhi kehidupan ekonomi, sosial, dan
politik daerah kumuh.
CAMPUR TANGAN BANYAK ORANG
Kerajaan Allah akan ada di antara orang miskin apabila ada
orang-orang yang memohon kepada Tuhan "untuk menyampaikan Kabar Baik
kepada orang-orang miskin" (Lukas 4:18).
Langkah pertama adalah membangun komunitas yang berkomitmen untuk
mendoakan dan melayani kota, yang berkomitmen untuk:
1. berdoa setiap hari bagi orang miskin dan para pelayan Tuhan yang
ada di antara mereka;
2. berpuasa secara rutin;
3. hidup sederhana; dan
4. memberikan waktu dan dana bagi kepentingan pelayanan untuk orang
miskin.
GAYA HIDUP MISKIN
Langkah kedua adalah menjalankan panggilan menjadi pelayan inkarnasi
di daerah kumuh; para pria dan wanita yang suka bekerja, berkorban,
dan menderita, yang jiwanya terbakar oleh belas kasih, serta yang
rela menjalani hidup miskin untuk mewartakan Kerajaan Allah bagi
orang-orang miskin.
MEMBANGUN GERAKAN PEMURIDAN
Keadaan kemiskinan yang sangat ekstrim memerlukan orang-orang yang
bersedia berkomitmen untuk membangun gerakan pemuridan secara
bertahap. Gereja pertama diawali dengan gerakan pemuridan selama
enam tahun. Kemudian 15 sampai 20 tahun untuk membangun gerakan para
petobat dan persekutuan.
GERAKAN ORANG LOKAL
Setiap tim misionaris akan tinggal di salah satu area selama enam
tahun -- waktu yang cukup untuk mendewasakan kepemimpinan tingkat
pertama. Pada saat itu, semua, kecuali satu atau dua orang yang
memiliki talenta memimpin pergerakan (mereka yang memiliki kemampuan
di atas rata-rata untuk memahami, menginterpretasikan budaya, dan
menjalin relasi di dalam ranah budaya tersebut), akan digabungkan ke
dalam sebuah tim baru.
Setelah sepuluh tahun, diharapkan gereja-gereja yang telah dibangun
oleh tim perintis akan sepenuhnya lepas dari kepemimpinan misionaris
dan semua misionaris merintis tim baru lagi.
TIDAK BISA TANPA PENGORBANAN
Ada harga yang harus dibayar saat meninggalkan keluarga untuk
tinggal dan melayani di daerah kumuh. Hal itu harus dipikirkan
baik-baik dan diterima. Pelayanan ini mungkin cocok bagi pria atau
wanita belum menikah, yang memilih untuk sendiri selama beberapa
tahun. Pasangan muda mungkin menunda untuk memiliki anak sampai
mereka mapan di daerah kumuh dan mengerti bagaimana bertahan
terhadap kemiskinan, mabuk-mabukan, makanan, iklim, dan kebencian di
daerah miskin.
SIKAP MELAYANI
Yesus menjadi manusia dan tinggal di antara kita selama tiga puluh
tahun untuk belajar tradisi dan kebudayaan kita. Kita harus
meneladani-Nya. Komitmen seumur hidup melibatkan pembelajaran bahasa
dan budaya. Seorang pelayan harus pergi dengan sejenis dedikasi
untuk menjadi pelajar. Dengan mempelajari bahasa, maka komunikasi
dapat terjadi dengan baik. Untuk itu, kita harus banyak meluangkan
waktu bersama orang-orang miskin tersebut, dengan mendengarkan dan
mempelajari bahasa dan budaya mereka.
Orang Kristen yang melayani di daerah miskin harus mengadopsi peran
yang akan memampukan mereka mengomunikasikan Kabar Baik dengan cara
yang alami. Kehidupan dan pelayanan Yesus memberikan teladan peran
sebagai Teman, Pelajar, Perantara, dan Pembawa Cerita.
Untuk menjangkau orang miskin, seseorang harus menjadi miskin di
antara orang miskin. Untuk itu, ada lima hal penting yang diperlukan
untuk dapat bertahan dalam situasi itu.
a. Pengawasan masakan dan air matang,
b. Toilet higienis,
c. Satu hari libur seminggu sekali ke tempat tenang,
d. Sebuah ruang kecil untuk privasi, dan
e. Tim penyembah suportif dalam wilayah yang sama.
Di luar itu, keluarga misionaris harus menghadapi dan mencari solusi
untuk masalah-masalah yang berkaitan dengan pendidikan dan kesehatan
anak. Ada juga banyak tekanan saat harus melayani di tempat seperti
itu. Jika ada kemauan, pasti ada jalan. Yang harus dilakukan adalah
tetap mengingat bahwa Yesus telah datang untuk memberitakan Injil
bagi kaum miskin serta mengosongkan diri-Nya dan menjadi Pelayan
bagi sesama.
Penyembahan, doa, dan pendalaman Alkitab sangat diperlukan untuk
menghadapi stres emosional bagi pelayan yang hidup bersama orang
miskin.
KARYA ROH KUDUS
Mustahil melayani di daerah melarat dan penderitaan tanpa pengalaman
lawatan Roh Kudus dalam kehidupan mereka. Pelayanan penyembuhan,
berurusan dengan pekerjaan iblis, dan mukjizat adalah sesuatu yang
normal dalam mengabarkan Injil bagi kaum miskin.
TRANSFORMASI KOMUNITAS
Transformasi ekonomi seharusnya menjadi perhatian serius bagi
pelayanan untuk orang miskin, karena ini adalah hal yang harus
segera diatasi. Tidaklah cukup untuk menyelamatkan jiwa seseorang
jika akhirnya lingkungannya memaksanya untuk kembali hidup dalam
dosa.
Saat persekutuan antarorang percaya terbentuk, adalah tugas
misionaris untuk memampukan mereka mengenali dan bagaimana memenuhi
kebutuhan orang-orang miskin.
Salah satu masalah pokok adalah kurangnya pembelajaran keterampilan
di daerah miskin. Kita harus memotivasi gereja dan badan kemanusiaan
untuk menyediakan fasilitas pendukung untuk mengajar keterampilan
bagi mereka.
Harus diupayakan adanya sekolah kejuruan, koperasi, dan pelatihan
dalam manajemen keuangan untuk mencapai suatu komunitas yang stabil
secara ekonomi. Tidak hanya itu, masalah penindasan, eksploitasi,
dan ketidakadilan juga harus diperhatikan. Kita semua diperintahkan
untuk berlaku adil (Mikha 6:8) dan membela hak orang miskin (Amsal
31:8-9). Perumahan adalah salah satu masalah yang memerlukan
pemproklamiran Injil untuk para pejabat pemerintah agar bertobat dan
mengajar mereka dasar alkitabiah pengembangan komunitas, perencanaan
kota, kejujuran dalam membangun, dsb..
Dalam membela keadilan, kita mungkin sering kali terlibat dalam
partai politik, namun kita telah berkomitmen untuk tidak menganut
ideologi politik apapun kecuali keadilan dan kebenaran Kerajaan
Allah. Sikap seperti itu mungkin akan berbahaya. Hikmat dan
perhatian sangat dibutuhkan, namun penarikan diri dari kompleksitas
kehidupan tidak seharusnya dilakukan oleh pelayan Tuhan.
KOMUNITAS PELAYAN
Panggilan gereja komunitas adalah mengirim pelayan dua per dua untuk
membangun persekutuan di antara orang miskin. Idealnya, orang-orang
melayani dalam sebuah tim yang terdiri dari 4 sampai 8 anggota,
anggota lainnya adalah relawan. Setiap dua anggota dari tim-tim yang
ada akan tinggal di daerah penghuni liar yang berbeda dalam kota,
dan akan kembali setiap seminggu atau dua minggu sekali untuk
bersama-sama melakukan penyembahan, pelatihan, dan berkumpul untuk
saling berbagi dengan seluruh anggota tim.
Setiap tim memerlukan seorang pemimpin yang ahli dalam pelayanan dan
pemahaman lintas budaya serta bijak.
Tidaklah bijaksana untuk masuk ke dalam suatu komunitas dengan
kebersamaan yang terlalu erat/dekat karena stres akan meningkat
cepat dalam konteks itu. Hal itu juga merintangi adaptasi dan
inisiatif budaya. Karena itu, setiap pelayan akan dan harus memiliki
keterampilan yang cukup untuk mengembangkan pelayanan yang
independen, namun tetap menjaga saling ketergantungan antartim.
Misionaris potensial harus datang bersama terlebih dahulu ke ladang
pelayanan untuk mengembangkan relasi, belajar bagaimana mempelajari
bahasa dan budaya, dan mengembangkan pemahaman bersama tentang
pelayanan bagi orang miskin. Beragam pendekatan akan berkembang
karena adanya perbedaan kebutuhan dan talenta setiap orang.
MENEMPATKAN PENGUSAHA
Fase pertama pelayanan adalah menempatkan pelajar, pengusaha,
pengajar, dan tim pelayanan yang "mobile" di dekat daerah pelayanan.
Diperlukan suatu kreativitas yang luar biasa untuk dapat mencari
jalan masuk ke ladang pelayanan untuk waktu jangka panjang --
pelajar, pengusaha yang membangun industri kecil, karyawan
multinasional, turis yang setiap tiga bulan harus meninggalkan
negara untuk memperbaharui visanya, dan pekerja kemanusiaan
(sosial).
Itu artinya kita memerlukan orang-orang yang tidak hanya ahli dalam
pelayanan, tapi juga dalam profesi dan perdagangan. Itu artinya
diperlukan orang-orang yang memilih hidup sendiri selama beberapa
waktu, yang berkomitmen untuk masuk jauh ke dalam budaya dan secara
konstan melayani.
Misionaris baru akan lebih baik jika ia adalah seorang pengusaha.
Seorang pelayan yang dapat memfasilitasi, menciptakan etos,
membantu dalam pelatihan, membantu mengembangkan kerja sama tim,
dan memberikan arahan. (t/Dian)
Selamat terlibat dan melayani.
Diterjemahkan dan diringkas dari:
Judul buku: A Strategy To Reach The Urban Poor Of The Third World`s
Great Cities
Penulis: Viv Grigg
Penerbit: Lingua House, Pasadena
Halaman: 3 -- 22
______________________________________________________________________
SUMBER MISI
ADVANCING NATIVE MISSIONS
==> http://www.adnamis.org
"Membantu menyebarkan Injil kepada orang-orang yang belum dijangkau
dan belum diinjili di seluruh dunia", itulah satu-satunya tujuan
dari pelayanan Advancing Native Missions. Tujuan itu berusaha
dicapai dengan pengadaan ribuan misionaris lokal untuk menjangkau
komunitas mereka masing-masing demi Kristus di lebih dari seratus
negara. Advancing Native Missions, yang berpusat di Charlottesville,
Virginia, adalah organisasi misi nonprofit evangelikal nondenominasi
yang didirikan pada 1992. Dengan semakin banyaknya negara yang
menutup pintu untuk organisasi-organisasi barat, Advancing Native
Missions menyadari bahwa jalan yang terbaik untuk menjangkau
bangsa-bangsa itu dengan Injil adalah melalui para misionaris lokal;
orang India menjangkau orang India, orang Iran menjangkau orang
Iran, dst.. Cara itu memang menghasilkan banyak misionaris yang
membaptis ratusan orang percaya baru dan mendirikan lusinan gereja
baru. Dukunglah pelayanan mereka dalam doa dan cari tahulah apa yang
bisa Anda bantu dengan mengunjungi situsnya.
______________________________________________________________________
DOA BAGI MISI DUNIA
S R I L A N K A
Umat percaya di Sri Lanka melihat rentetan peristiwa tragis dalam
penyerangan yang terjadi bulan lalu, demikian laporan Aliansi
Evangelis Kristen Nasional Sri Lanka. Seorang pria bersenjata
menembak dan membunuh seorang pendeta Kristen yang bernama Neil pada
tanggal 17 Februari 2008 saat berada di luar rumahnya di Ampara.
Istrinya pun tertembak dan kondisinya kritis. Di tempat lain, pada
hari yang sama, ada sekelompok orang berjumlah kira-kira lima puluh
orang yang membawa tongkat, menyerang anggota jemaat King`s Revival
Church di daerah Mathugama, Kaluthara, saat pulang dari ibadah
Minggu. Empat orang jemaat diperkosa, termasuk anak-anak. Mereka
juga mengancam kalau orang-orang Kristen dari etnis Tamil akan
dipenjara jika mereka tetap pergi ke gereja. Pada hari Minggu, 2
Maret, sepuluh mahasiswa dipukuli oleh sekelompok orang bertopeng
yang mengendarai sepeda motor ketika mereka sedang berjalan menuju
kampus Believer`s Church Bible di daerah Putlam. Keesokan harinya,
sebuah rumah doa di daerah Mulaitivu dibakar. Pada saat itu, seorang
pendeta, istri, anaknya, dan dua orang lainnya sedang berada di
dalam gereja, namun orang-orang yakin bahwa mereka sudah berhasil
meloloskan diri. (t/Setyo)
Diterjemahkan dari:
Judul buletin: Body Life, Edisi Maret 2008, Volume 26, No. 3
Judul asli artikel: World Christian Report
Penerbit: 120 Fellowship adult class at Lake Avenue Church, Pasadena
Halaman: 4
Pokok Doa:
* Doakan umat Kristen di Sri Lanka yang sedang mengalami banyak
aniaya. Kiranya Tuhan terus memelihara mereka dengan kekuatan-Nya,
sehingga mereka terus bertahan dan bergantung hanya pada Tuhan
saja.
* Doakan agar pemerintah terlibat secara adil dalam situasi ini,
sehingga orang-orang Kristen di Sri Lanka mendapat kebebasan untuk
beribadah dengan damai.
C I N A
Orang Uyghur Kristen semakin takut menjalani hidup di Xinjiang. Pada
tanggal 12 Januari lalu, Bapak AY ditahan secara diam-diam dan
dituduh ingin menjatuhkan pemerintah dan mengancam keamanan
nasional, sebuah kejahatan yang dapat dijatuhi hukuman mati.
AY sudah menikah dan memiliki dua orang anak. Keluarga mencemaskan
keselamatannya dan kuatir jika bulan ini pengadilan menjatuhkan
hukuman mati atas dirinya. AY dikenal sebagai seseorang yang sangat
berintegritas, yang tidak pernah menggabungkan masalah kepercayaan
dengan kegiatan bisnisnya. Dia adalah seorang profesional muda yang
pembawaannya sangat tenang. Karena itu, teman-teman dan keluarganya
sangat terkejut mendengar tuduhan atas penangkapannya.
Orang-orang terdekat AY yakin bahwa dia yang berlatar belakang
non-Kristen telah menjadi target panangkapan karena kepercayaan baru
yang dianutnya. Selama satu tahun ini, Xinjiang adalah daerah yang
paling keras menentang orang Kristen. Perlindungan kebebasan
beragama di Xinjiang sangat terbatas, bahkan lebih kaku daripada
kota-kota lain di Cina.
Berita terbaru dari China Aid Association (CAA), yang dilaporkan di
Christian News Wire 8 Mei 2008, adalah: "Baru-baru ini, CAA
mengetahui adanya kasus orang Uyghur Kristen, bahwa AY secara hukum
telah diserahkan ke pengadilan negeri wilayah Kashi untuk
disidangkan secara formal. Pengadilan akan digelar pada sekitar 2 --
3 minggu mendatang. Bapak LX, pengacara dari Beijing untuk AY,
mempersiapkan pertahanan hukum bagi kliennya. Dokumentasi yang
berhubungan dengan kasus tersebut masih diproses untuk diterjemahkan
ke dalam bahasa resmi Han." CAA mengajukan permohonan kepada
pemerintah agar membebaskan AY dari segala tuduhan. (t/Setyo)
Diterjemahkan dari:
Judul buletin: Body Life, Edisi Mei 2008, Volume 26, No. 5
Judul asli artikel: World Christian Report
Penerbit: 120 Fellowship adult class at Lake Avenue Church, Pasadena
Halaman: 1 dan 3
Pokok Doa:
* Doakanlah para petobat baru di Xinjiang, supaya mereka dikuatkan
dalam menghadapi berbagai tekanan dari pihak-pihak yang tidak
bersahabat terhadap kekristenan.
* Mohon doakan AY secara khusus. Biarlah pemerintah Cina memberikan
keadilan atas nama kebebasan beragama di Cina dan AY bisa
dibebaskan sebagai saksi Kristus tanpa cedera.
______________________________________________________________________
DOA BAGI INDONESIA
SUARA HATI MAHASISWA STT SETIA
Penyerangan yang dilakukan oleh massa terhadap kampus STT SETIA
beberapa waktu lalu menyebabkan para mahasiswanya harus mengungsi ke
tempat yang lebih aman karena kampus dan asrama mereka mengalami
kerusakan pascapenyerangan tersebut. Entah sampai kapan mereka harus
berada di tempat pengungsian. Pemerintah berjanji akan menyelesaikan
kasus tersebut, namun hingga kini belum ada tindakan yang nyata dari
pemerintah. Bagi sebagian besar mahasiswanya yang berasal dari
keluarga yang kurang mampu, kampus ini merupakan harapan mereka
untuk menimba ilmu dan melayani dengan lebih baik di kemudian hari.
Kiriman dari: K.D.
POKOK DOA:
1. Doakan untuk mahasiswa STT SETIA yang hingga kini masih berada di
tempat pengungsian, agar Tuhan menjaga dan melindungi mereka,
serta mencukupkan setiap keperluan yang dibutuhkan.
2. Berdoa juga agar para staf dan mahasiswa tetap mengasihi dan
mendoakan pihak-pihak yang telah menyerang kampus mereka. Biarlah
pengampunan Kristus menjadi teladan agar mereka pun mengampuni
orang yang bersalah kepada mereka.
3. Doakan juga agar pemerintah segera mengambil tindakan untuk
menyelesaikan kasus ini, sehingga mahasiswa STT SETIA dapat
kembali ke kampus dan dapat melanjutkan pembelajaran mereka.
4. Berdoa untuk masyarakat luas agar melihat peristiwa ini sebagai
ketidakadilan terhadap sesama yang ingin menjalankan hidup ibadah
dengan damai dan tenang.
5. Doakan para orang tua dari mahasiswa STT SETIA, agar mereka
tetap mendukung putra-putri mereka di dalam doa dan moral,
sehingga putra-putri mereka terus dikuatkan.
______________________________________________________________________
Anda diizinkan mengcopy/memerbanyak semua/sebagian bahan dari e-JEMMi
(untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: tidak
untuk tujuan komersial dan harus mencantumkan SUMBER ASLI bahan
yang diambil dan nama e-JEMMi sebagai penerbit elektroniknya.
______________________________________________________________________
Staf Redaksi: Novita Yuniarti, Yulia Oeniyati dan Dian Pradana
Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari berbagai pihak.
Copyright(c) 2008 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Kontak Redaksi: < jemmi(at)sabda.org >
Untuk berlangganan: < subscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk berhenti: < unsubscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk pertanyaan/saran/bahan: < owner-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
______________________________________________________________________
Situs e-MISI dan e-JEMMi: http://misi.sabda.org/
Arsip e-JEMMi: http://www.sabda.org/publikasi/misi/
Situs YLSA: http://www.ylsa.org/
Situs SABDA Katalog: http://katalog.sabda.org/
______________________________________________________________________
|