Agustus 2008, Vol.11 No.35
______________________________ e-JEMMi _____________________________
(Jurnal Elektronik Mingguan Misi)
______________________________________________________________________
SEKILAS ISI
EDITORIAL
KESAKSIAN MISI (1): Jenazah Pilot AMA Dibawa ke Wamena
KESAKSIAN MISI (2): Jenazah Dave Rencananya Dikuburkan di Sinagma
KESAKSIAN MISI (3): Cara Tuhan Memanggil Hambanya Tidak Akan Mudah
Kumengerti
DOA BAGI MISI DUNIA: Qatar, India
DOA BAGI INDONESIA : Berdoa bagi Keluarga David Clapper
______________________________________________________________________
ALL WHO ARE BORN OF GOD SHOULD DEVELOP A LIKENESS TO THE FATHER
______________________________________________________________________
EDITORIAL
Shalom,
Sebagian besar Pembaca e-JEMMi mungkin sudah mendengar berita
tentang saudara seiman kita, David Craig Clapper, seorang pilot
misionaris di Papua, yang dipanggil Tuhan dalam kecelakaan pesawat
ketika sedang menjalankan tugas pelayanannya. Edisi e-JEMMi minggu
ini secara khusus ingin kami dedikasikan untuk mengenang beliau,
khususnya karena kecintaannya melayani sesama dan karena cintanya
pada Tuhan kita, Yesus Kristus. Biarlah ini menjadi dorongan bagi
kita untuk hidup bagi Kristus.
Selamat membaca.
Staf Redaksi e-JEMMI,
Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
KESAKSIAN MISI (1)
JENAZAH PILOT AMA DIBAWA KE WAMENA
Kondisinya Utuh, Pesawat Terbelah Tiga
(Pemakaman Tunggu Kedatangan Dua Putranya dari Amerika)
SENTANI -- Setelah sebelumnya gagal diangkat lantaran cuaca buruk,
akhirnya jenazah pilot David Craig Clapper berhasil dievakuasi
Selasa (12/8) kemarin oleh tim evakuasi yang tergabung dalam tim
Sarnas dan Paskhas. Seperti diketahui, Dave -- panggilan akrab sang
pilot naas itu, tewas setelah pesawat milik Associated Mission
Aviation (AMA) jenis Pilatus PC-6 dengan nomor penerbangan PK-RCZ
yang diterbangkannya, jatuh di Gunung Teibu, kampung Ndundu, distrik
Wori, kabupaten Tolikara, Sabtu (9/8).
Dari lokasi, jenazah korban berkebangsaan Amerika ini diterbangkan
ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya, dengan menggunakan pesawat milik
AMA, jenis Pilatus PK-RCY yang dipiloti Erick Robert. Jalannya
evakuasi korban sendiri tidak terlalu mengalami banyak hambatan.
Perjalanan evakusi dimulai pagi hari, di mana rombongan yang di
dalamnya termasuk wartawan Cenderawasih Pos berangkat dari hanggar
TNI-AU di Sentani pukul 06.00 WIT menggunakan pesawat Heli Super
Puma, dipiloti Mayor Pnb Jumarto. Rombongan tim evakuasi yang
terdiri dari tim Sarnas dan Paskhas menuju pendaratan terdekat dari
lokasi kejadian, yakni di kampung Taife 2, distrik Mori. Tempat itu
ditempuh sekitar satu jam. Setelah menurunkan sebagian muatan, heli
langsung menuju lokasi Gunung Teibu.
Masyarakat Taife yang sudah menunggu kedatangan tim evakuasi ini
terlihat tegang. Wajah mereka penuh harap, mengingat saat dilakukan
kontak menggunakan satelit, tim pemantau tidak mendapatkan jawaban.
Akhirnya, selang 27 menit kemudian, tim evakuasi kembali dengan
membawa jenazah yang sudah berada di dalam kantong jenazah. Karena
sudah di dalam kantong, kondisi jenazah tidak diketahui secara
pasti. Tapi menurut keterangan tim SAR, kondisi jenazah korban dalam
keadaan utuh karena saat jatuh, pesawat tidak terbakar, hanya
terbelah tiga. Awalnya, jenazah Dave hendak langsung dibawa ke
Wamena, namun tidak direlakan oleh warga setempat. Masyarakat Taife
memang memiliki ikatan emosional dengan korban. Selain sangat dekat
dengan masyarakat, korban juga dianggap sangat berjasa bagi warga
setempat. Karena itu, disepakati untuk beberapa menit jenazah
disemayamkan di kantor Distrik Mori.
Pantauan Cenderawasih Pos saat pesawat mendarat, enam orang warga
yang telah disiapkan langsung mendekati pesawat dan mengangkut
kantong jenazah tanpa alat apapun, kemudian menggotongnya ke kantor
distrik. Saat itu pula tangisan yang sebelumnya mulai mereda,
kembali pecah. Saat pendaratan pukul 07.54 WIT di Taife, terdengar
isak tangis yang tak henti dari beberapa wanita, termasuk anak-anak
hingga menimbulkan pertanyaan bagi Cenderawasih Pos. Namun setelah
mendapat jawaban dari kepala kampung, Gerson, ternyata tangisan
tersebut muncul karena perasaan sedih yang cukup mendalam atas
kejadian yang menimpa Dave.
"Masyarakat sangat sedih dengan meninggalnya pilot Dave, dia banyak
berjasa bagi masyarakat," ujar Gerson. Saking dekatnya dengan
masyarakat, menurut Gerson, hari Minggu (10/8), sekelompok
masyarakat memutuskan menuju lokasi jatuhnya pesawat dengan berjalan
kaki, namun di tengah perjalanan rombongan ini akhirnya kembali
setelah mendapat kabar bahwa lokasi jatuhnya pesawat telah ditemukan
dan akan dilakukan pencarian melalui udara. "Masyarakat juga sudah
berusaha mencari, tapi batal karena mendengar kabar tempat jatuhnya
sudah diketahui," imbuh Gerson. Saat jenazah digotong ke kantor
distrik, terlihat sekali kerumunan masyarakat yang sudah menunggu
sejak pesawat berangkat ke lokasi. Bahkan setibanya di kantor
distrik yang bangunannya berbentuk panggung ini, tangisan kembali
pecah, terutama kaum perempuan, tidak ketinggalan anak-anak, tua,
maupun muda. Bahkan sungguh di luar dugaan, ternyata nyaris seluruh
masyarakat yang saat itu berada di Taife berkumpul untuk melepas
sang pilot.
"Dia sudah sangat dekat dengan kami, dia bagai keluarga kami, meski
dia orang asing," tutur seorang wanita setengah baya seraya mengusap
pipinya. Tangisan terdengar tak hentinya ketika jenazah diletakkan
di ruangan sementara masayarakat terus mendesak masuk hingga ruangan
terasa pengap. Di sela-sela tangisan itu, ada yang mengunakan bahasa
setempat dengan lantunan pantun yang jika diartikan menggunakan
bahasa Indonesia, memiliki maksud seakan mengelu-elukan. Sekitar
pukul 08.42 WIT, akhirnya jenazah dikeluarkan dari kantor distrik
dan diputuskan untuk dibawa ke Wamena menggunakan pesawat Pilatus
milik AMA yang memang sudah disiapkan dari pagi di landasan. Tak
lama kemudian, rombongan kembali ke Jayapura dan sebelumnya
masyarakat terlihat sempat mengucapkan terima kasih kepada tim
evakuasi yang sudah membawa jenazah sang pilot, meski dalam kondisi
meninggal. Sosok Dave tetap dianggap berharga dan berjasa di mata
masyarakat kampung Taife.
Sementara itu dari Wamena dilaporkan, setibanya di Wamena, jenazah
korban masih disemayamkan di hanggar Heli Mission Wamena hingga
Kamis (14/8) untuk menunggu kedatangan kedua putra Dave dari
Amerika, Judah dan Tirzah, untuk melihat jenazah ayahnya untuk kali
terakhir. Hal itu dibenarkan Kepala Perwakilan AMA Wamena, Yanto.
"Jenazah korban rencananya akan dimakamkan di tempat pemakaman umum
Sinagma, namun belum bisa dipastikan kapan pelaksanaan pemakamannya
karena masih menunggu dua anak Dave yang tiba pada Kamis dari
Amerika," tegas Yanto ketika ditemui Cenderawasih Pos saat
menjemput jenazah korban di hanggar pesawat Heli Mission Wamena
kemarin.
"Seluruh masyarakat Papua, khususnya yang berada di wilayah
Pegunungan Tengah sangat kehilangan dengan kepergian Dave, terlebih
pihak AMA," tambahnya. Istri dan ketiga anaknya masih terlihat dalam
suasana duka. Tak habis-habisnya warga masyarakat berdatangan silih
berganti mengucapkan bela sungkawa. Bahkan karangan bunga dari
berbagai pihak mulai berdatangan sebagai tanda ucapan dukacita.
Sampai berita ini ditulis, situasi dan kondisi kota Wamena dalam
keadaan aman dan kondusif. Pascapengibaran bendera bintang kejora
pada Sabtu (9/8) lalu tak mengurangi kelancaran prosesi penjemputan
jenazah korban. (ade/jk)
Diambil dan disunting seperlunya dari:
Nama situs: Cenderawasih Pos.com Online
Alamat URL: http://www.cenderawasihpos.com/detail.php?id=17590&ses=
______________________________________________________________________
KESAKSIAN MISI (2)
JENAZAH DAVE RENCANANYA DIKUBURKAN DI SINAGMA
Setiap Terbang Selalu Ajak Penumpang Berdoa
JAYAPURA -- Menurut rencana, Kamis (14/8) hari ini, jenazah pilot
AMA, David Craig Clapper, yang biasa dipanggil MR. Dave ini,
dikuburkan di Sinagma, Wamena, kabupaten Jayawijaya, Papua. Sebelum
dikuburkan, rencananya akan dilakukan ibadah pemakaman di Gereja
Efata, Jl. SD Percobaan, Wamena, sekitar pukul 12.30 WIT.
"Rencananya akan dimakamkan besok siang," kata Beth, istri almarhum
kepada Cenderawasih Pos saat menerima Bupati Yahukimo, Ones Pahabol
SE, MM, bersama ibu dan Wakil Bupati Yahukimo, Ir. Daniel Rendeng,
bersama ibu di depan jenazah almarhum Dave yang disemayamkan di
teras rumah duka, Rabu (13/8) kemarin. Mengapa tidak dibawa atau
dimakamkan di Amerika saja? Beth mengaku bahwa suaminya pernah
berpesan, jika ia meninggal atau jatuh bersama pesawat, agar istri
menguburkan jenazahnya di Wamena saja. Beth mengatakan, alasan
suaminya ingin dikubur di Wamena karena sudah merasa dikasihi
masyarakat di Papua, sehingga ia berpesan seperti itu kepada
istrinya. Bahkan, menurut Beth, kedua orang tua Dave atau mertuanya
dan juga kedua orang tuanya sendiri mengaku tidak memermasalahkan
jika Dave dikuburkan di Wamena.
"Kedua pasang orang tua kami menyetujuinya," kata Beth yang tegar
menerima kenyataan suaminya jatuh dengan pesawat AMA jenis Pilatus
Porter PC-6 dengan nomor penerbangan PK-RCZ tersebut. Apalagi,
lanjut Beth, suaminya tersebut sudah sebelas tahun menjadi pilot di
Papua, yang khusus melayani daerah pedalaman, tepatnya pada tahun
1997 lalu yang diawali di maskapai Tariku. Beth mengaku sering
mendapatkan cerita dari suaminya sehingga ia memakluminya. "Kepada
siapa saja yang perlu, pasti dilayaninya, entah itu orang besar,
kecil, tanpa membedakan warna kulit, agama, dan suku," ujar Beth.
Beth berharap masyarakat di Papua bisa melanjutkan pelayanan
suaminya tersebut dan tetap bersatu.
Sementara itu, Bupati Yahukimo, Ones Pahabol SE, MM, yang berkunjung
di rumah duka bersama rombongan ini, langsung diterima oleh Beth
untuk mengucapkan bela sungkawa. Tampak rombongan turut meneteskan
air mata. "Kami, pemerintah dan masyarakat kabupaten Yahukimo, juga
merasakan kehilangan dengan meninggalnya Pak Dave," kata Ones
Pahabol kepada istri Dave. Bupati dan rombongan juga menghibur istri
almarhum Dave agar tidak bersedih dengan peristiwa tersebut.
Apalagi, menurut Ones Pahabol, Dave merupakan teman yang sering
diajak konsultasi ketika berbincang di atas pesawat. Yang jelas,
kata Bupati Ones Pahabol, masyarakat pegunungan Papua, khususnya
kabupaten Yahukimo, sangat kehilangan dengan meninggalnya pilot
pemberani ini.
"Hampir 50 persen, Dave melayani masyarakat di Yahukimo dan 60
persen khusus untuk pemerintah daerah, sehingga kami menyampaikan
turut berdukacita dan selamat jalan buat Dave," ujar Pahabol. "Tidak
hanya itu," imbuh Bupati Ones Pahabol, "Dave ini dalam melakukan
pelayanan kepada masyarakat dan pemerintah serta gereja dengan hati,
dan selama ini hati Dave memang untuk orang Papua." Kepada keluarga
yang ditinggalkan, Bupati Pahabol berpesan dan menyampaikan terima
kasih atas pengabdian dan pelayanan yang telah diberikan Dave dalam
memberikan pelayanan kepada masyarakat dan pemerintah kabupaten
Yahukimo. "Dave pergi, pasti Tuhan akan mendatangkan Dave-Dave yang
lainnya," imbuh Bupati Pahabol.
Semasa hidupnya, Dave memang dikenal baik dengan siapa saja,
termasuk masyarakat yang ada di pedalaman, khususnya di daerah
Pegunungan Papua yang dilayaninya. Pilot Dave memang dikenal oleh
masyarakat, bahkan ada anggapan jika terbang bersama dengan sang
pilot, maka akan merasakan nyaman dan tenang. Cenderawasih Pos sudah
enam belas kali terbang dengan pesawat yang dipiloti oleh Dave ini
ke daerah-daerah pedalaman di distrik-distrik yang ada di kabupaten
Yahukimo. Sebelum terbang, Dave selalu mengajak penumpang untuk
berdoa terlebih dahulu. Bahkan, kadang Dave meminta penumpang untuk
memimpin doa sebelum berangkat. Menurut Kepala Perwakilan AMA
Wamena, Yanto, dalam kesehariannya Dave dikenal sebagai pilot yang
tegas dalam bekerja dan memiliki disiplin yang tinggi. "Almarhum
juga selalu memberikan motivasi kerja kepada karyawan lain,
bagaimana cara kerja yang baik dan sistem kerja yang teratur,"
ujarnya. Selain itu, lanjut Yanto, Dave memiliki sifat penolong di
mana ia sering membantu orang, termasuk karyawan, dan yang lebih
penting, selalu menekankan agar pelayanan kepada masyarakat
diutamakan dengan sepenuh hati meski kondisi dan tantangannya berat.
Yanto mengungkapkan, dengan jatuhnya pesawat jenis Pilatus Porter
ini, berarti AMA tinggal memiliki empat pesawat sejenis, sedangkan
lainnya adalah satu pesawat Karapan dan dua pesawat Cesna. Terkait
musibah yang dialami Dave ini, PT Jasa Raharja Cabang Papua
menyatakan kesiapannya untuk membayar santunan bagi keluarga atau
ahli waris korban. "Pada dasarnya kami siap membayar santunan dalam
kecelakaan ini, namun karena masih suasana duka, mungkin setelah
jenazah dimakamkan," kata Kepala PT Jasa Raharja Cabang Papua, Amos
Sampetoding, yang dihubungi terpisah. Amos menjelaskan bahwa
pembayaran santunan ada karena sudah bekerja sama dengan pihak AMA
dalam asuransi kecelakaan angkutan ini, khususnya untuk penumpang.
Namun, ada ekstra asuransi untuk kru dan pilotnya jika mengalami
musibah sehingga dijamin asuransi. Amos mengaku bahwa untuk
pembayaran santunan ini, pihaknya sudah berkoordinasi dengan AMA di
Jayapura, termasuk data-data korban dan ahli warisnya. Dikatakan,
pembayaran santunan adalah sesuai peraturan menteri keuangan
mengenai tarif santunan untuk kecelakaan angkutan umum dan sesuai
dengan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 1964 tentang dana kecelakaan
angkutan umum. (bat)
Diambil dan disunting seperlunya dari:
Nama situs: Cenderawasih Pos.com Online
Alamat URL: http://www.cenderawasihpos.com/detail.php?id=17619
______________________________________________________________________
KESAKSIAN MISI (3)
CARA TUHAN MEMANGGIL HAMBANYA TIDAK AKAN MUDAH KUMENGERTI
Salam sejahtera di dalam Kristus.
Saya ingin menuliskan sedikit tentang pelayanan sahabat karib
saya yang pada tanggal 9 Agustus 2008 dipanggil Kristus Tuhan ke
sisi-Nya melalui kecelakaan pesawat di Pegunungan Tolikara, Papua.
(--cut--)
Pak Dave Clapper adalah seorang pilot yang berjuang mati-matian
setiap hari dalam menghindari cuaca buruk dan pegunungan yang sangat
rawan serta mematikan di Papua. Pada tahun 2002, organisasi misi
tempat keluarga Dave melayani, menskorsing keluarga ini karena
dianggap melanggar kebijakan organisasi tersebut, yaitu hidup
terlalu dekat dengan penduduk Papua yang dianggap sangat berrisiko
dan mengancam nyawa keluarga Dave. Organisasi ini menskorsing mereka
dengan menyuruh keluarga ini pulang ke Amerika untuk mempelajari
lagi budaya Asia Tenggara selama dua tahun. Keluarga ini berkunjung
ke Medan dan bertemu dengan keluarga saya serta bercerita tentang
segala sesuatu mengenai perbuatan Tuhan Yesus yang ajaib melalui
pelayanan mereka kepada orang Papua. Keluarga Clapper memutuskan
untuk terus melayani di Papua dan pindah ke organisasi misi lain
yang memerlukan seorang pilot dan mengenal wilayah Papua. Pada tahun
2002, keluarga Clapper bergabung dengan Associated Mission Aviation
(AMA).
Pada bulan Oktober 2005, Dave Clapper dan saya pergi ke Banda Aceh
sebagai relawan (volunteers) untuk membangun rumah bagi orang Aceh
di Banda Aceh. Saya tidak menduga bahwa minggu itu, pada bulan
Oktober 2005, menjadi perjumpaan terakhir kami sebelum Dave Clapper
menemui Tuhan Yesus Kristus sebagai Raja yang mengutusnya dan Juru
Selamat yang dilayaninya sampai akhir hidupnya di Papua. Pada waktu
di Banda Aceh, Dave Clapper menceritakan kepada saya bahwa Tuhan
Yesus sudah dua kali melepaskan dirinya dari kecelakaan pesawat.
1. Pada saat latihan terbang bersama seorang pilot senior di wilayah
Papua. Pada waktu itu pilot senior memeragakan jika penumpang
tanpa sengaja menarik tali penutup bahan bakar avtur, maka mesin
pesawat harus dimatikan. Tetapi pada saat pilot senior ini
menghidupkan pesawat kembali di udara, ternyata mesinnya tidak
hidup. Nyawa mereka bertiga (satu pilot senior dan dua pilot
junior) terancam pada hari itu. Namun Tuhan menyelamatkan mereka
bertiga dan berhasil melakukan pendaratan darurat di pantai.
2. Pada bulan April 2007, pada saat Dave "take off", tiba-tiba ban
pesawat sebelah kanan mengenai batu besar dan roda gigi ban kanan
pesawat patah. Jika Dave harus mendarat lagi, ada kemungkinan
akan celaka. Setelah terbang di udara selama dua jam, akhirnya
Dave dapat mendarat dengan selamat. Pada waktu itu saya
mengatakan kepada Dave Clapper bahwa belum waktunya bagi Dave
Clapper untuk menemui Bapa di Surga.
Pada tanggal 9 Agustus 2008, pukul 11:06 WIT, Dave Clapper menghadap
Bapa di surga setelah pesawat yang diterbangkannya seorang diri
menabrak sebuah pohon di Gunung Tolikara. Sebelumnya, David (48
tahun) meminta kepada istri dan keluarga besarnya, jika nanti ia
dipanggil Tuhan, ia ingin dimakamkan di Papua, tepatnya di pekuburan
Lasagna, Wamena.
Sesudah saya mendengar kecelakaan pesawat yang menimpa Dave Clapper,
saya membaca firman Tuhan di Kejadian 12 sampai 15, di mana Abram
dipanggil oleh Allah meninggalkan tanah Ur-Kasdim yang pada zaman
itu sudah begitu maju, dan Abram bersedia meninggalkan semua
keindahan dan kemajuan teknologi. Hal tersebut sama seperti David
Craig Clapper yang dengan rela hati meninggalkan Pennsylvania,
Amerika Serikat, bersama keluarganya demi orang Indonesia yang
sangat dia dan keluarganya kasihi. Saya percaya bahwa janji Tuhan
kepada keluarga dan keturunan Pak David akan tergenapi. Tuhan Yesus
Kristus memberkati kita semua.
Kiriman dari: Samuel Situmorang <samuelmsit(at)xxxx>
______________________________________________________________________
DOA BAGI MISI DUNIA
Q A T A R
Tahun ini orang-orang Kristen di Qatar akan mengadakan Paskah di
sebuah gereja untuk kali pertama dalam kurun waktu empat belas abad.
Bulan depan, Gereja Katholik St. Maria akan termasuk dalam daftar
gereja pertama yang akan dibangun di Doha, ibu kota Qatar.
Diperkirakan gereja Anglikan, Orthodoks Yunani, dan Koptik akan
segera menyusul.
"Beberapa tahun yang lalu, mendirikan sebuah gereja di Qatar
merupakan hal yang mustahil, namun Qatar telah berubah sejak
munculnya pemimpin baru," demikian tutur Duta Besar Italia, Igantio
Di Pashi, kepada harian lokal Qatar perihal arti penting gereja
pertama di Qatar sejak abad ketujuh.
Pembangunan gereja di negara non-Kristen yang wilayahnya sangat
kecil, tapi berpaham konservatif dan kaya akan minyak, menjadi
sebuah peristiwa bersejarah bagi seluruh warga Kristen yang beragam
di Qatar yang kebanyakan berasal dari India, Filipina, Libanon, dan
negara-negara Barat.
Menurut World Christian Database, terdapat sekitar 70.000 orang
Kristen di Qatar, termasuk 7.000 orang Kristen Anglikan dan 50.000
orang Katolik. (t/Setyo)
Diterjemahkan dari:
Judul buletin: Body Life, Edisi Maret 2008, Volume 26, No. 3
Judul asli artikel: First Christian Church Opens
Penerbit: 120 Fellowship adult class at Lake Avenue Church, Pasadena
2008
Halaman: 1 dan 3
Pokok doa:
* Mengucap syukur atas kasih karunia dan pekerjaan tangan Tuhan yang
luar biasa, sehingga untuk pertama kalinya umat Kristen di Qatar
dapat mengadakan Paskah bersama.
* Gereja pertama di Qatar akan segera dibangun di ibu kota Qatar,
Doha. Mari satukan hati dalam doa, kiranya Tuhan mencukupkan
setiap keperluan yang dibutuhkan untuk pembangunan tersebut dan
menggunakan tempat itu sebagai tempat pemuridan yang efektif.
I N D I A
Pada tanggal 27 Februari yang lalu, sekitar empat puluh orang
Kristen diculik oleh kaum ekstrimis di Himachal Pradesh, India.
Secara terang-terangan, mereka menangkap orang-orang Kristen yang
sedang berada di tempat ibadah dan mencoba memaksa mereka untuk
menyangkal Kristus dan kembali kepada keyakinan mayoritas negara
itu.
Laporan awal dari tempat kejadian menunjukkan bahwa beberapa korban
penculikan adalah jemaat gereja GFA yang ada di daerah tersebut.
Para gembala GFA di Himachal Pradesh meminta dukungan doa bagi
mereka yang ditangkap supaya mereka tetap teguh dalam iman, terlebih
dalam situasi sulit seperti yang sedang terjadi. Mereka juga meminta
dukungan doa atas situasi yang terjadi atas orang-orang Kristen yang
berada di wilayah barat daya India.
Menculik orang-orang percaya dan memaksa mereka untuk menyembah
patung yang melambangkan dewa tradisional mereka merupakan hal yang
biasa bagi kaum ekstrim. Apabila orang-orang Kristen tidak mau
menyembah patung tersebut, mereka akan dikucilkan oleh masyarakat
Berdasarkan budaya timur, hidup seperti itu mendatangkan rasa
malu yang luar biasa. (t/Setyo)
Diterjemahkan dari:
Judul buletin: Body Life, Edisi Maret 2008, Volume 26, No. 3
Judul asli artikel: Christians Kidnapped in Himalaya Pradesh
Penerbit: 120 Fellowship adult class at Lake Avenue Church, Pasadena
2008
Halaman: 3
Pokok doa:
* Mari kita doakan orang-orang Kristen yang diculik, agar iman
mereka tetap kuat dalam Kristus. Doakan juga kiranya Tuhan
melepaskan mereka dari tangan si jahat.
* Situasi yang tidak aman di India Barat, diwarnai dengan ancaman
dan penculikan oleh kelompok ekstrimis terhadap orang-orang
Kristen, membuat keselamatan mereka terancam. Mari kita berdoa
agar Tuhan senantiasa menjaga dan melindungi iman mereka.
______________________________________________________________________
DOA BAGI INDONESIA
BERDOA BAGI KELUARGA DAVID CLAPPER
Hidup manusia tidaklah panjang. Tapi dari hidup yang tidak panjang
itu kita bisa berbuat banyak untuk kemuliaan Tuhan dan menolong
sesama. David Clapper adalah sosok pelayan Tuhan yang menerima
hidup dari Tuhan dan telah menggunakannya untuk Tuhan.
"Selamat jalan sobat! Anda sungguh berbahagia dapat bertemu kembali
dengan Pencipta Anda di surga."
Pokok Doa:
1. Doakan agar keluarga David Clapper yang ditinggalkan mendapat
penghiburan dan kekuatan dari Tuhan. Khususnya untuk istrinya,
Ibu Beth, agar Tuhan memampukannya melanjutkan memelihara dan
mendidik anak-anaknya dalam kebenaran firman Tuhan dan takut
akan Tuhan.
2 David pulang ke rumah Bapa dengan meninggalkan pelayanannya di
Papua. Doakanlah agar Tuhan memanggil pelayan-pelayan lain
seperti David untuk menggantikan tugas pelayanannya, yang
memiliki hati yang sungguh-sungguh untuk melayani dan takut akan
Tuhan.
3. Doakan agar orang-orang yang pernah dilayani oleh David dapat
lebih mengenal Injil dan menularkannya bagi keluarga maupun
orang-orang belum percaya di lingkungan mereka.
4. Biarlah hidup David bisa menjadi teladan bagi orang-orang percaya
agar mau meninggalkan kenyamanan hidup mereka untuk pergi
melayani ke mana pun Tuhan inginkan, dan menjangkau orang-orang
yang belum terjangkau.
5. Berdoa bagi tim pelayanan di Associated Mission Aviation (AMA),
agar mereka tetap setia melayani orang-orang yang berada di
pedalaman Papua. Doakan juga agar Tuhan memerlebar kapasitas
mereka, sehingga mereka juga dapat melayani suku-suku lainnya
yang ada di Indonesia yang sulit dijangkau Injil karena faktor
geografis yang sulit untuk dijangkau.
______________________________________________________________________
Anda diizinkan mengcopy/memerbanyak semua/sebagian bahan dari e-JEMMi
(untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: tidak
untuk tujuan komersial dan harus mencantumkan SUMBER ASLI bahan
yang diambil dan nama e-JEMMi sebagai penerbit elektroniknya.
______________________________________________________________________
Staf Redaksi: Novita Yuniarti, Yulia Oeniyati, dan Dian Pradana
Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari berbagai pihak.
Copyright(c) 2008 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Kontak Redaksi: < jemmi(at)sabda.org >
Untuk berlangganan: < subscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk berhenti : < unsubscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk pertanyaan/saran/bahan: < owner-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
______________________________________________________________________
Situs e-MISI dan e-JEMMi: http://misi.sabda.org/
Arsip e-JEMMi: http://www.sabda.org/publikasi/misi/
Situs YLSA: http://www.ylsa.org/
Situs SABDA Katalog: http://katalog.sabda.org/
______________________________________________________________________
|