Juli 2008, Vol.11 No.31
______________________________ e-JEMMi _____________________________
(Jurnal Elektronik Mingguan Misi)
______________________________________________________________________
SEKILAS ISI
EDITORIAL
PROFIL BANGSA: Afar di Djibouti
SUMBER MISI: Africa Christian Mission (ACM)
KESAKSIAN MISI: Polycarp
DOA BAGI MISI DUNIA: Mongolia, Internasional
DOA BAGI INDONESIA: Selamatkan Anak Kita
STOP PRESS: Situs SOTeRI
______________________________________________________________________
HEAVEN FOR THE CHRISTIAN IS THE BEST SPELLED "HOME"
______________________________________________________________________
EDITORIAL
Shalom,
Mengenal lebih dekat budaya dan keadaan suatu bangsa merupakan
sebuah langkah awal untuk mengenal lebih dekat apa yang dibutuhkan
oleh negara itu dan beban apa yang Tuhan berikan kepada kita untuk
berdoa bagi negara tersebut. Nah, Profil Bangsa yang disajikan
e-JEMMi bulan Juli 2008 ini memperkenalkan sebuah negara di Afrika,
Djibouti, yang ditinggali oleh orang-orang Afar.
Djibouti mungkin termasuk negara yang tidak banyak dikenal oleh
dunia, termasuk Indonesia. Mari pada kesempatan ini kita memberi
perhatian khusus kepada negara ini dengan mengetahui keberadaan,
kehidupan, dan kepercayaan orang-orang Afar. Biarlah Tuhan yang akan
membuka mata rohani kita untuk melihat kebutuhan bangsa ini dan
bagaimana kita bisa menyerukan doa bagi mereka. Selamat berdoa.
Pimpinan Redaksi e-JEMMi,
Novita Yuniarti
______________________________________________________________________
PROFIL BANGSA
AFAR DI DJIBOUTI
Orang Afar (Danakil) mengklaim bahwa mereka adalah keturunan anak
Nuh, yaitu Ham. Mereka tinggal di Djibouti, negara bagian Afrika
Timur, Somalia, Ethiopia, dan Eritrea. Orang Afar dari Djibouti
hidup di sepanjang pantai yang berbatasan dengan Ethiopia dan
Somalia, dan di daerah padang gurun Danakil yang membentang dari
Ethiopia sampai Eritrea. Kadang kala Djibouti disebut "lembah
neraka" karena Djibouti memunyai iklim paling panas dan paling
kering di dunia.
Danakil lebih senang disebut Afar karena kata "danakil" dalam bahasa
Arab merupakan istilah yang menyebalkan bagi mereka. Afar terdiri
dari dua bagian, yaitu Asaemara (berwarna merah), bangsawan yang
lebih bermartabat dan berkuasa, yang hidup di sepanjang pesisir; dan
Adaemara (berwarna putih), orang biasa yang hidup di pegunungan dan
gurun pasir. Danakil adalah orang-orang yang sombong serta
menonjolkan kekuatan dan keberanian manusia. Wibawa dapat diperoleh
dengan cara membunuh musuhnya.
SEPERTI APAKAH KEHIDUPAN MEREKA?
Sebagian besar orang Afar adalah kaum nomaden yang menggembalakan
domba, kambing, ternak, dan unta. Beberapa kelompok Asaemara hidup
di pantai sebagai nelayan. Akan tetapi, kekayaan seseorang diukur
dari banyaknya ternak yang ia miliki. Kaum wanita bertugas
memelihara domba, sapi, kambing, serta mengurus tenda. Kaum pria
bertugas memelihara unta dan keledai serta membongkar tenda saat
tiba waktunya untuk pindah.
Meskipun kaum Muslim diizinkan memiliki empat orang istri,
pernikahan orang Afar biasanya monogami. Paling muda, para gadis
boleh menikah saat berusia sepuluh tahun. Pernikahan di antara
sepupu pertama itulah yang lebih disukai, khususnya antara seorang
pria dengan anak perempuan bibinya. Mereka lebih suka mengadakan
upacara pernikahan pada malam bulan purnama, dan uapacara itu harus
dihadiri seseorang yang dapat membaca Qur`an.
Daging dan susu merupakan komponen makanan bagi orang Afar. Susu
juga menjadi sesaji yang penting. Sebagai contoh, ketika seorang
tamu dijamu dengan susu segar yang hangat untuk diminum, si tuan
rumah menyatakan bahwa dia memberikan perlindungan bagi tamunya.
Jika seseorang dibunuh ketika ada dalam perlindungan mereka,
kematiannnya harus dibalaskan seolah-olah dia termasuk anggota klan
tersebut.
Orang Afar tinggal di tenda-tenda yang dikelilingi oleh semak
belukar yang melindungi mereka dari serangan binatang buas atau
suku-suku musuh. Gubuk mereka yang berbentuk oval, yang disebut
"ari", terbuat dari anyaman pohon palem dan mudah dipindahkan. Pasar
harian itu penting bagi masyarakat ini. Beberapa orang berjalan
sangat jauh untuk menjual ternak, unta, kambing, domba, mentega, dan
alas kaki jerami. Sebaliknya, mereka membeli barang-barang seperti
kopi, gula, korek api, dan sabun.
APA KEPERCAYAAN MEREKA?
Di awal sejarah mereka, orang Afar sangat dipengaruhi oleh agama
Islam. Sekarang pun, Islam masih memeroleh penghargaan yang tinggi.
Orang Afar tidak makan daging babi dan jarang minum alkohol. Mereka
yang mampu boleh melakukan ibadah umroh ke Mekah. Selain itu, banyak
kepercayaan dan adat kebiasaan pra-Islam yang sudah umum berlaku di
antara orang Danakil. Mereka percaya bahwa pohon dan semak belukar
tertentu memiliki kekuatan yang sakral. Mereka juga memiliki ritual
agama yang bermacam-macam, seperti meminyaki tubuh mereka dengan
"ghee" (sejenis mentega). Roh-roh orang mati diyakini sangat
berkuasa dan "perjamuan makan untuk orang meninggal", yang disebut
"rabena", dirayakan setiap tahun. Mereka juga memberi korban tahunan
ke laut untuk menjaga keselamatan desa mereka. Banyak orang memakai
jimat pelindung dari kulit yang berisi ramuan dan ayat-ayat Qur`an.
APA YANG MENJADI KEBUTUHAN MEREKA?
Salah satu masalah yang paling serius di Djibouti adalah musim
kemarau. Sayang sekali, sumber-sumber industri dan sumber-sumber
alam untuk mengatasi masalah tersebut sangat kurang.
Sekarang ini, daerah itu berada di bawah tekanan politik yang
semakin besar. Sejak Djibouti memeroleh kemerdekaannya pada tahun
1977, ketegangan di antara Somalia dan Danakil meningkat. Walaupun
orang Somalia merasa menjadi koloni yang terhilang, Djibouti
menguasai bagian vital garis rel yang menghubungkan Ethiopia ke luar
negeri. Sejak saat itu, keduanya ingin menguasai daerah itu.
Beberapa orang Afar yang berpindah menjadi pemeluk agama Kristen
hidup terisolir. Mereka juga ditekan oleh kerabat mereka agar
kembali menjadi Islam. Mereka memerlukan kuasa Roh Kudus untuk
memertahankan iman mereka dalam Kristus.
POKOK DOA
1. Mintalah kepada Tuhan Yang Empunya tuaian untuk mengirimkan
pekerja-pekerja tambahan ke tengah-tengah orang Afar di Djibouti.
2. Berdoalah agar Tuhan memberi hikmat dan pertolongan kepada
lembaga-lembaga misi di dunia agar menaruh perhatian dengan
mengirimkan bantuan ke orang-orang Afar.
3. Mintalah kepada Tuhan untuk mengurapi pemberitaan Injil lewat
radio kepada suku ini.
4. Berdoalah agar Tuhan menyatakan diri-Nya kepada orang-orang yang
sulit dijangkau ini melalui mimpi-mimpi dan
penglihatan-penglihatan.
5. Berdoalah bagi sebagian kecil orang Afar yang percaya, dan
mintalah kepada Tuhan untuk memberi mereka kesempatan menyaksikan
Kristus kepada orang-orang sebangsanya.
6. Mintalah Tuhan untuk mengambil alih kekuasaan pemimpin-pemimpin
rohani dan pengusa-penguasa gelap yang mengikat orang Afar.
7. Mintalah agar Tuhan membangkitkan tim-tim doa untuk mulai
membajak ladang melalui pujian penyembahan dan pemulihan.
8. Mintalah kepada Tuhan untuk melahirkan gereja Afar yang
berkemenangan bagi kemuliaan nama-Nya! (t/Setyo)
Diterjemahkan dari:
Nama situs: Joshua Project
Judul asli artikel: Afar of Djibouti
Penulis: Tidak dicantumkan
Alamat URL: http://www.joshuaproject.net/peopctry.php
______________________________________________________________________
SUMBER MISI
AFRICA CHRISTIAN MISSION
==> http://www.africachristianmission.com
Berangkat dari kerinduan Dr. Seth Anyomi dan istri untuk membawa
keselamatan kepada mereka yang masih terhilang dan yang membutuhkan,
didirikanlah ACM pada tahun 1983. ACM memulai pelayanannya dengan
penginjilan intensif melalui musik, drama, dan penginjilan dari
rumah ke rumah. Tak hanya itu, ACM juga melayani pemulihan rohani
dan pelepasan bagi mereka yang sakit dan tertekan. Anak yatim piatu
pun dibantu melalui program panti asuhan. Kemudian ada juga misi
kesehatan yang dampaknya sangat besar dalam menyelamatkan jiwa, baik
secara fisik maupun rohani. Tak ketinggalan, pembangunan gereja juga
diupayakan. Semua itu diusahakan untuk satu tujuan, menjangkau semua
orang di dunia dan mengenalkan mereka pada Injil dan kuasa-Nya yang
dapat mengubahkan segala sesuatu. Selain itu, ACM juga berusaha
menyediakan dan menyiapkan misionaris-misionaris yang andal. Untuk
itu, ACM bekerja sama dengan Ghana Evangelical Missionary Institute
(GEMI) yang berusaha menyediakan pelatihan misionaris lintas budaya
yang alkitabiah, kontekstual, dan praktis. Kenali lebih dekat
organisasi ini dengan mengunjungi situsnya.
______________________________________________________________________
KESAKSIAN MISI
Polycarp
(Sebuah Contoh Kasih dan Kesetiaan Tuhan)
"Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya
Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara
supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh
hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan
kepadamu mahkota kehidupan." (Wahyu 2:10).
Ayat ini menyingkapkan pesan Yesus yang ingin disampaikan kepada
para pemimpin dan jemaat di Smirna untuk menunjukkan kepada gereja
ini bahwa mereka akan mengalami penganiayaan hebat, namun
diperintahkan untuk tetap berdiri teguh pada janji-janji Tuhan.
Pada tahun 168 Masehi, seseorang bernama Polycarp menjadi martir.
Polycarp merupakan pemimpin gereja di Smirna dan salah satu murid
dari rasul Kristus terakhir, Yohanes. Ia belajar di bawah bimbingan
Rasul Yohanes dan lainnya yang telah mengenal Yesus secara pribadi.
Jika kita melihat kejadian menjelang kematian Polycarp, kita dapat
melihat sebuah contoh kasih dan kesetiaan Tuhan kepada umat-Nya.
Tuhan menggunakan Polycarp untuk mendemonstrasikan kasih-Nya kepada
jiwa-jiwa tersesat.
Gereja Smirna terasa damai dalam pemerintahan Kaisar Antonius Pius
(138 -- 161), tetapi penganiayaan meningkat di sekitar Smirna.
Ketika dua belas orang Kristen dimangsakan pada singa, orang-orang
menuntut agar Polycarp ditangkap. Mereka menyatakan bahwa Polycarp
adalah bapaknya orang Kristen, pemusnah para ilah, mengajar
orang-orang untuk tidak memersembahkan korban atau mengadakan
pemujaan.
Saat Polycarp mengetahui bahwa para penganiayanya bersiap-siap
menahannya, sahabat-sahabatnya menyembunyikan dirinya di sebuah
desa. Namun usaha mereka gagal, para tentara Roma menemukan
Polycarp. Polycarp menyambut penangkapnya dengan hangat dan
menawarkan mereka makanan. Saat mereka makan, ia minta waktu satu
jam untuk berdoa sebelum mereka membawanya untuk dieksekusi. Ia
berdoa dengan penuh kesungguhan hati dengan harapan para tentara
Roma tesebut tidak membawanya pergi.
Namun, akhirnya ia dibawa dengan keledai menuju kota ke hadapan
Komandan Militer Roma. Tuhan begitu setia kepada Polycarp saat ia
berjalan menuju tempat eksekusi. Kehadiran Roh Kudus nyata dalam
penderitaan Polycarp. Saat ia memasuki amphitheater, ia mendengar
suara dari langit berkata, "Kuatlah, o, Polycarp! Beranilah dalam
pengakuanmu dan dalam penderitaan yang menantimu." Sekalipun
kekacauan melanda Polycarp, suara Tuhan terdengar jelas sebagai
kata-kata yang menguatkan.
Komandan berusaha membujuk Polycrap untuk menyangkal imannya.
"Hargailah usiamu yang tua. Bersumpahlah demi ketuhanan kaisar.
Bertobatlah dan katakanlah, `Persetan dengan orang-orang ateis.`"
(Orang-orang Kristen disebut ateis karena mereka menolak mengakui
kaisar sebagai Tuhan). Dengan serius, Polycarp menuding kerumunan
orang tak percaya dan berkata, "Persetan dengan para ateis!"
Komandan mendesaknya, "Caci makilah Kristus."
Para pejabat juga memberinya kesempatan terakhir untuk meyangkal
Tuhan, tetapi jawabnya, "Saya sudah melayani Tuhan Yesus Kristus
selama delapan puluh enam tahun, dan Ia tidak pernah menyakiti saya.
Bagaimana saya dapat mengingkari Raja saya, Raja yang menjaga saya
dari segala hal yang jahat sampai sekarang dan menebus saya dalam
kesetiaan-Nya?"
Akhirnya Polycarp diikat pada sebuah tonggak kayu. Sebelum
pengeksekusi meyalakan api, ia menaikkan doa terakhir. Setelah itu
kobaran api segera mengelilingnya. Namun Polycap tidak terbakar.
Sebagai usaha terakhir, si pengeksekusi menusukkan pedang ke jantung
Polycarp, hal ini menyebabkan banyak darahnya tertumpah, darah
tersebut memadamkan api yang sedang berkobar.
Kematian Polycarp menunjukkan kepada kita bagaimana Tuhan senantiasa
memberikan kemurahan bagi mereka yang berada di tengah-tengah
penganiayaan, bahkan berada dalam kematian. Hal tersebut menunjukkan
bahwa saat penganiayaan ada di mana-mana, kasih dan kesetiaan-Nya
tetap mengikat kita.
Diambil dan disunting seperlunya dari:
Judul buku: Batu-batu Tersembunyi
Judul artikel: Polycarp
Penulis: Jonathan Cederberg
Penerbit: Kasih Dalam Perbuatan, Surabaya 2005
Halaman: 15 -- 18
______________________________________________________________________
DOA BAGI MISI DUNIA
M O N G O L I A
Direktur FEBC-Mongolia dan Presiden Wind FM, Bat Tuvshintsengel,
mengatakan, "Pada dasarnya kami terbeban menjangkau para pendengar
yang tidak memiliki konsep tentang Tuhan dan tidak memiliki konsep
tentang keselamatan. Karena di sana kami rindu membangun semacam
jalan masuk untuk menjangkau mereka bagi Kristus. Kami akan bekerja
sama dengan gereja-gereja setempat dan mencoba mengajak mereka
terlibat dalam penyebaran Injil."
Sejak tahun 1997, sudah ada kegerakan dahsyat atas orang-orang
Kristen di Mongolia. Kini, jumlah penduduk Kristen di sana terus
bertambah dari yang awalnya tidak ada hingga mencapai lebih dari
40.000 jiwa. Tuvshintsengel mengatakan bahwa tantangan semakin
nyata. "Gereja memang semakin berkembang luas dalam penginjilan.
Namun dalam hal pemuridan, kapasitas kami, misalnya di bidang
kepemimpinan, terbilang masih sangat kurang. Oleh sebab itu, gereja
menargetkan untuk memuridkan 10% penduduk Mongolia menjadi murid
Yesus Kristus sebelum tahun 2020."
Menurut Tuvshintsengel, radio merupakan kunci untuk usaha ini.
"Mongolia memiliki 21 propinsi, jadi ada beberapa titik pusat di
mana kami dapat membangun stasiun radio, misalnya stasiun FM. Dengan
begitu kami dapat menjangkau kira-kira 80.000 (orang) di
masing-masing desa."
Wind FM mengudara di ibu kota Ulaambaatar, menjangkau lebih dari
satu juta orang. Tuvshintsengel mengungkapkan bahwa mereka juga
mengadakan siaran di stasiun radio lain di provinsi Hentij.
"Sebenarnya kami bekerja bersama dengan gereja lokal sambil
menyatukan program-program kami. Usaha kami ini mendapat banyak
respons. Hal itu merupakan sebuah tanda bagi kami untuk melakukan
hal yang sama di dua puluh provinsi lainnya."
Tuvshintsengel menggambarkan beberapa respons yang diterima oleh
Wind FM. "Kami menerima pertanyaan dari orang-orang yang sangat
marah yang bertanya, `Mengapa Anda membicarakan tentang agama
asing?` Tapi selanjutnya kami menerima beberapa pesan yang bertanya,
`Di mana kami bisa memeroleh Alkitab? Saya ingin masuk ke gereja dan
mengujinya.`"
Meskipun demikian, negara Mongolia bukanlah akhir dari visi mereka.
Tuvshintsengel mengatakan bahwa Mongolia bagian dalam, yaitu Cina,
adalah sasaran mereka selanjutnya. "Ada enam juta orang Mongolia
yang tinggal di Cina yang tidak memiliki kesempatan terbuka untuk
mendengar Injil. Oleh karena itu, kami ingin menjangkau mereka
melalui gelombang radio. Saat ini gelombang radio masih sangat
mendominasi."
Sekarang sedang dilakukan perekrutan orang Kristen yang dapat
menyiarkan siaran radio dengan menggunakan dialek Cina. Untuk
memiliki jam siar di beberapa stasiun radio perlu pendanaan, tapi
membeli peralatan untuk mendirikan stasiun radio di daerah ini juga
perlu. (t/Setyo)
Diterjemahkan dari: Mission News Network, Mei 2008
Alamat URL: http://www.MNNonline.org/article/11185
Pokok doa:
* Mengucap syukur untuk gereja-gereja Tuhan di Mongolia yang
terbeban untuk menjangkau mereka yang belum mengalami kasih
Kristus. Doakan agar Tuhan menanamkan kerinduan menjalankan misi
Tuhan Yesus: "Membawa lebih banyak jiwa bagi kerajaan-Nya".
* Dukung dalam doa program siaran radio dalam dialek Cina sebagai
media untuk menginjili masyarakat Mongolia secara luas, agar
Tuhan mencukupkan segala keperluan yang dibutuhkan, baik dana
maupun sumber daya manusianya.
I N T E R N A S I O N A L
Posisi utama yang masuk dalam daftar penganiaya orang-orang Kristen
dunia versi Open Doors 2008 tahun ini dipegang oleh Korea Utara.
Mereka masuk sebagai negara terkejam terhadap orang Kristen selama
enam tahun berturut-turut. Kerajaan Arab Saudi ada pada posisi
kedua, diikuti oleh Iran. Maladewa berada pada posisi keempat.
Urutan kelima diduduki oleh Bhutan yang beranjak naik dari posisi
ketujuh tahun lalu karena Somalia dan Yaman mengalami penurunan
dalam penganiayaan. Posisi keenam diduduki oleh Yaman. Afganistan
naik dari posisi sepuluh ke posisi tujuh. Tahun lalu Laos memberikan
sedikit perubahan dalam memberikan kebebasan bagi umat beragama,
namun Laos tetap naik dari posisi kesembilan menjadi urutan
kedelapan. Dua negara baru yang masuk dalam sepuluh urutan teratas
adalah Uzbekistan pada posisi kesembilan dan Cina pada posisi
kesepuluh. Tahun lalu Uzbekistan berada pada urutan kesebelas dan
Cina pada urutan keduabelas. Islam merupakan agama terbesar di enam
negara yang termasuk dalam sepuluh besar tersebut, negara tersebut
antara lain: Arab Saudi, Iran, Maladewa, Afganistan, Yaman, dan
Uzbekistan. Tiga negara yang menganut paham pemerintahan komunis
adalah Korea Utara, Laos, dan Cina. Bhutan merupakan satu-satunya
negara dalam daftar sepuluh negara yang mayoritas penduduknya
beragama Budha. (t/Setyo)
Diterjemahkan dari:
Judul buletin: Body Life, Edisi Maret 2008, Volume 26, No. 3
Judul asli artikel: 2008 Persecution List Release
Penerbit: 120 Fellowship adult class at Lake Avenue Church, Pasadena
Halaman: 4
Pokok Doa:
* Mari berdoa untuk negara-negara yang masuk dalam daftar negara
penganiaya orang Kristen, kiranya Tuhan membukakan hati mereka,
terutama para pemimpin negara-negara itu agar mereka dapat
melihat kasih Tuhan.
* Meski begitu, jika memang Tuhan mengizinkan penganiayaan itu
terjadi, biarlah Tuhan memberi kekuatan supaya iman orang-orang
Kristen semakin teruji dan nama Tuhan tetap ditinggikan.
______________________________________________________________________
DOA BAGI INDONESIA
SELAMATKAN ANAK KITA
Pembentukan kepribadian tergantung dari apa yang dilihat, dibaca,
dan didengar. Saat menonton televisi, ketiga kegiatan itu berjalan
sekaligus. Wali kelas mereka adalah para pemain sinetron, penyanyi,
dan presenter. Kurikulum dan silabus utamanya adalah kekerasan.
Televisi menjadi buku bergambar. Karena pada umumnya, anak-anak
menonton televisi pada saat orang tua tidak ada di rumah atau ketika
tontonan "kurang mendidik" itu ditayangkan pada jam-jam utama. Kita
prihatin atas asupan gizi lewat televisi sebagai bagian dari
pembentukan pengetahuan dan karakter anak. Selama Januari -- Juni
2008 dilaporkan, sebanyak 21.872 anak menjadi korban kekerasan fisik
dan psikis di lingkungan sosial mereka. Kondisi sosial yang
memprihatinkan diperparah oleh meningkatnya jumlah pekerja anak
seiring dengan semakin sulitnya kondisi ekonomi dan banyaknya anak
putus sekolah. Selain faktor televisi, kebiasaan menonton film
bertemakan kekerasan dan keterpurukan ekonomi, kondisi anak-anak
kita, terutama di kota-kota besar, semakin memprihatinkan.
Sumber: Harian Umum Kompas, Rabu, 23 Juli 2008, halaman 6.
Pokok Doa:
1. Doakan para orang tua agar Tuhan memberi hikmat kepada mereka
untuk bisa mendidik anak-anak mereka berdasarkan nilai-nilai
moral yang baik dan saling menghargai sesama. Dengan demikian
mereka bisa lebih selektif dalam memberikan izin kepada anak
untuk hanya menonton acara-acara televisi yang mendidik dengan
baik.
2. Doakan agar para pimpinan dan pemilik usaha pertelevisian
untuk dapat memerhatikan kepentingan mencerdaskan dan mendidik
bangsa, bukan hanya untuk mencari keuntungan komersial saja.
3. Berdoa juga untuk para penulis naskah program televisi supaya
mereka memikirkan nilai-nilai luhur yang harus ditanamkan dalam
acara-acara yang mereka rancang, bukan hanya sekadar memberikan
hiburan.
4. Doakan untuk pemerintah agar mereka lebih tegas dalam memberikan
rambu-rambu kebijakan pada para pemilik usaha pertelevisian guna
melindungi rakyat, khususnya anak-anak, dari mengambil
nilai-nilai moral yang tidak sehat.
5. Berdoa untuk para pemimpin masyarakat yang terlibat dalam memberi
pengarahan kepada masyarakat, pendidik, dan para orang tua agar
mereka tidak segan-segan memperingatkan bahaya kekerasan dan
antimoralitas yang sering terkandung dalam acara-acara televisi.
______________________________________________________________________
STOP PRESS
Situs SOTeRI
SOTeRI adalah singkatan dari Situs Online Teologi Reformed Injili
yang merupakan pengembangan (upgrade) dari situs e-Reformed yang
sudah dibangun sejak tahun 2001. SOTeRI ini bertujuan untuk menjadi
sarana memperkenalkan sistem teologi Reformed dan
kegiatan-kegiatannya kepada masyarakat Kristen Indonesia. Selain
menyajikan arsip dari semua publikasi e-Reformed, situs ini juga
memuat artikel-artikel teologi lain yang juga memiliki corak
pengajaran teologi Reformed yang Injili. Informasi situs-situs lain
yang serupa (sealiran), baik yang berbahasa Indonesia maupun
berbahasa Inggris, juga dapat Anda temui di situs ini.
Melalui SOTeRI ini, Anda juga bisa mendaftar untuk berlangganan
publikasi e-Reformed. Selain itu, situs ini juga menyediakan
fasilitas untuk mengirimkan komentar. Dengan demikian, pengunjung
dapat berinteraksi dengan mengirimkan komentar-komentar sehubungan
dengan pembahasan artikel-artikel yang ada di dalamnya. Nah,
fasilitas ini tentu sangat menarik karena kita semua bisa ikut
terlibat menjadi bagian dari situs ini. Kami berharap kehadiran
SOTeRI ini dapat menjadi berkat bagi Anda.
==> http://reformed.sabda.org/
______________________________________________________________________
Anda diizinkan mengcopy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari e-JEMMi
(untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: tidak
untuk tujuan komersiil dan harus mencantumkan SUMBER ASLI bahan
yang diambil dan nama e-JEMMi sebagai penerbit elektroniknya.
______________________________________________________________________
Staf Redaksi: Novita Yuniarti, Yulia Oeniyati, dan Dian Pradana
Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari berbagai pihak.
Copyright(c) 2008 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Kontak Redaksi: < jemmi(at)sabda.org >
Untuk berlangganan: < subscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk berhenti: < unsubscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk pertanyaan/saran/bahan: < owner-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
______________________________________________________________________
Situs e-MISI dan e-JEMMi: http://misi.sabda.org/
Arsip e-JEMMi: http://www.sabda.org/publikasi/misi/
Situs YLSA: http://ylsa.org/
Situs SABDA Katalog: http://katalog.sabda.org/
______________________________________________________________________
|