______________________________ e-JEMMi _____________________________
(Jurnal Elektronik Mingguan Misi)
______________________________________________________________________
SEKILAS ISI
EDITORIAL
ARTIKEL MISI: Profil Singkat Yayasan Pelayanan Desa Terpadu (PESAT)
SUMBER MISI: International Christian Concern
KESAKSIAN MISI: Mengulurkan Tangan Membawa Kasih
DOA BAGI MISI DUNIA: Internasional, Kenya
DOA BAGI INDONESIA : Kesulitan Ekonomi di Indonesia
STOP PRESS: Lowongan Tenaga Pendidik PESTA
______________________________________________________________________
MAN`S POVERTY IS NO STRAIN ON GOD`S PROVISION
______________________________________________________________________
EDITORIAL
Shalom,
Yayasan Pelayanan Desa Terpadu atau yang dikenal dengan PESAT adalah
suatu lembaga pelayanan Kristen interdenominasi yang sejak tahun
1987 terpanggil untuk membangun desa melalui pelayanan di bidang
pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan rohani. Keterpanggilan PESAT
untuk membangun desa adalah berdasarkan fakta bahwa 70% masyarakat
Indonesia tinggal di pedesaan dan hidup dengan kemiskinan, penyakit,
keterbelakangan, serta sikap hidup statis. Sehingga pelayanan desa
memunyai nilai yang strategis dalam lingkup pelayanan yang bersifat
nasional.
Sebagai langkah konkret, telah dibuka STT Terpadu untuk memersiapkan
serta mendidik putra-putri bangsa yang rindu menjadi berkat bagi
bangsa Indonesia dalam menjawab tantangan dan pergumulan bangsa ini.
Mereka dipersiapkan untuk menjadi hamba Tuhan yang menjangkau
masyarakat pedesaan dan suku terabaikan, menjadi motivator
pembangunan desa agar dapat mengangkat harkat dan martabat
masyarakat pedesaan dan suku-suku terabaikan melalui misi holistik
serta menjadi pemimpin Kristen yang misioner, mendemonstrasikan
kuasa Allah, berhati melayani, serta memiliki kepedulian sosial bagi
masyarakat desa dan suku-suku terabaikan.
Jika Anda terbeban untuk melayani saudara-saudara kita yang saat ini
berada di wilayah yang kurang maupun belum terjangkau oleh Injil,
Anda dapat mengikuti program pendidikan yang diselenggarakan oleh
PESAT. Untuk penjelasan lain yang Anda butuhkan, Anda dapat
menyimaknya melalui profil singkat yang kami sajikan di bawah ini.
Selain itu, simak juga sajian e-JEMMi minggu ini berupa sumber
misi, kesaksian, dan juga ajakan berdoa bagi kebutuhan pelayanan
misi di pelbagai tempat di dunia. Selamat mengikuti sajian kami.
Pimpinan Redaksi e-JEMMi,
Novita Yuniarti
______________________________________________________________________
ARTIKEL MISI
PROFIL SINGKAT YAYASAN PELAYANAN DESA TERPADU (PESAT)
"MENGUATKAN GEREJA PEDESAAN, MEMBANGUN DESA SEUTUHNYA, MENCERDASKAN
ANAK BANGSA, MENGHADIRKAN KERAJAAN ALLAH DI INDONESIA"
Mengapa Pelayanan Desa Terpadu?
1. Indonesia adalah "negara desa" dengan 70% penduduknya bermukim di
daerah pedesaan.
2. Permasalahan di pedesaan yang kompleks dan perlu digarap secara
terpadu, yaitu:
a. kematian rohani dan dosa (spiritual),
b. kemiskinan (ekonomi),
c. keterbelakangan (pendidikan),
d. sakit-penyakit (jasmani/kesehatan), dan
e. keadaan statis (mentalitas).
3. Dari sekitar 67.000 desa di Indonesia, 50.000 desa belum menerima
Injil.
4. Terdapat 127 suku terabaikan (unreached people groups) di
Indonesia yang belum menerima Injil.
5. Kondisi anak-anak di pedesaan yang memiliki keterbatasan dan
kurangnya kesempatan untuk bertumbuh secara holistik (rohani,
pendidikan, ekonomi, kesehatan) dibandingkan dengan anak-anak di
perkotaan.
VISI YAYASAN PESAT
Memerkuat gereja-gereja di pedesaan dan membangkitkan generasi baru
untuk mewujudkan perubahan yang signifikan, berdampak, dan
berkesinambungan di pedesaan Indonesia melalui pelayanan menyeluruh
(holistik).
MISI YAYASAN PESAT
1. Melatih, memerlengkapi, serta mengutus hamba Tuhan ke pedesaan
secara terpadu, sistematis, dan strategis.
2. Memfasilitasi penguatan jemaat desa yang dinamis dan
transformatif.
3. Membangun dan mengembangkan jaringan hamba Tuhan di desa menjadi
sentra pengembangan strategi wilayah.
4. Melayani dan memberdayakan masyarakat pedesaan.
5. Membangun generasi baru melalui pengembangan pendidikan dan
"future center".
6. Mencari dan memersiapkan anak-anak yang menonjol potensinya untuk
menjadi pemimpin masa depan.
7. Menggalang kemitraan dengan usahawan, cendekiawan, gereja, dan
lembaga pelayanan kristiani serta pemerintah.
BENTUK-BENTUK PELAYANAN PESAT
1. STT Terpadu -- Pondok Seminari PESAT
2. Seminar/Pelatihan Hamba Tuhan Pedesaan
3. Pendidikan Formal
4. Perintisan Jemaat Desa/Suku Terabaikan
5. Pengembangan Jemaat Desa
6. Pengembangan Ekonomi Masyarakat Desa
7. Pengembangan Anak Holistik melalui "Future Center"
8. Sarjana Pembaharu Desa
STT TERPADU -- POS PESAT
1. Menyelenggarakan Pendidikan Teologi dengan jenjang Diploma II,
Diploma III, dan Sarjana (Strata 1).
a. Jurusan Misi Holistik
b. Jurusan Pertumbuhan Gereja/Kependetaan
c. Jurusan Pendidikan Taman Kanak-Kanak
2. Pola/Model Pendidikan:
a. Pondok: Transformasi rohani dan karakter.
b. Seminari: Transformasi pengetahuan dan keterampilan.
c. Terdapat di empat sentra pelatihan/kampus Pondok Seminari
PESAT, yaitu: Lopait-Salatiga, Tomohon-Minahasa,
Sibolangit-Tanah Karo, dan Pampang-Samarinda.
d. Kurikulum: Teologi, Misi, Pembangunan Masyarakat Desa,
Pendidikan Guru TK, Keterampilan Terapan Praktis.
SEMINAR DAN LOKAKARYA HAMBA TUHAN PEDESAAN
Di setiap wilayah, PESAT akan memerlengkapi 150 gereja di pedesaan
selama tiga tahun dengan pembinaan keluarga, pengembangan
kepemimpinan, serta wawasan dan pemahaman misi holistik.
PENDIDIKAN FORMAL
1. Mendidik dan melayani anak-anak pendidikan usia dini di daerah
pedesaan.
2. Pengembangan pendidikan TK dalam kemitraan dengan gereja-gereja
di pelosok pedesaan.
3. Guru-guru TK PESAT telah melayani secara lintas budaya di sekitar
114 TK PESAT yang tersebar di pelosok pedesaan Indonesia.
PENGEMBANGAN ANAK HOLISTIK
Membangun anak-anak pedesaan dan pedalaman seutuhnya melalui Pusat
Latihan Anak Terpadu (Future Center).
PERINTISAN JEMAAT SUKU TERABAIKAN
1. Melayani suku-suku terabaikan dan terasing secara holistik dan
kontekstual.
2. Mengentaskan kemiskinan serta mengangkat harkat dan martabat
masyarakat desa.
- PESAT telah melayani di 22 propinsi di seluruh Indonesia dan 40
suku terabaikan (unreached people groups) di Indonesia.
- PESAT telah melayani secara lintas budaya, baik melalui
perintisan jemaat suku terabaikan, pendidikan taman kanak-kanak
masuk desa, pengembangan ekonomi, dan pengembangan jemaat
pedesaan.
SARJANA PEMBAHARU DESA
Program ini terbagi dalam tiga tahap, yaitu:
(1) Pembekalan selama enam bulan. Proses belajar-mengajar akan
berlangsung di Kampus Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu
(STAK) -- Pondok Seminari PESAT Lopait-Salatiga, Jawa Tengah.
(2) Pengutusan setelah menyelesaikan tahap pembekalan, maka para
sarjana pembaharu desa diutus ke ladang pelayanan dalam lingkup
pelayanan PESAT.
(3) Pengabdian setelah diutus. Para sarjana pembaharu desa akan
mengaplikasikan ilmu dan tenaganya untuk membangun manusia
Indonesia seutuhnya di pedesaan selama 2,5 tahun. Dalam masa
pengabdian ini, para sarjana pembaharu desa akan melayani
bersama PESAT sebagai pemimpin di pedesaan dalam berbagai aspek,
antara lain penguatan gereja pedesaan/pedalaman, perintisan
jemaat suku terabaikan/pedesaan, pengembangan anak holistik,
pendidikan seutuhnya, pengembangan ekonomi, peningkatan
kesejahteraan dan kesehatan masyarakat desa, serta pengembangan
keterampilan terapan, seperti pertanian, peternakan, perikanan,
tata rias wajah dan rambut, tata busana, pertukangan, dan lain
sebagainya. Di akhir masa pengabdian ini, peserta dapat memilih
apakah akan kembali ke dunia kerja maupun dunia pelayanan atau
bergabung dengan komunitas PESAT.
PERSYARATAN PROGRAM SARJANA PEMBAHARU DESA
1. Sarjana umum (bukan teologi).
2. Lahir baru.
3. Belum menikah.
4. Terpanggil melayani ke pedesaan/pedalaman.
5. Bersedia ditempatkan di berbagai tempat di pedesaan/pedalaman
seluruh Indonesia.
6. Mengisi dan melengkapi formulir pendaftaran.
7. Mengikuti seleksi, orientasi, dan wawancara.
8. Lulus seleksi.
KANTOR PUSAT YAYASAN PESAT
Jl. Gading Kirana Timur IX, Blok A-10 No. 7, Kelapa Gading
Jakarta Utara 14240.
P.O. BOX 1228 Jakarta 14012.
Telp. 021 - 45844284
E-mail: acitra(at)cbn.net.id
Situs: www.pesat.org
LOKASI
Kampus STAK Terpadu PESAT
Kanaan, Dukuh Lopait, Desa Lopait, Kecamatan Tuntang, Kabupaten
Semarang, Jawa Tengah.
P.O. BOX 165 Salatiga 50701, Jawa Tengah.
Telp. 0298 - 321474, 321475
Email: kairos23(at)indo.net.id; marde73(at)yahoo.com
Kiriman dari:
Nama: Marde Stenly Mawikere < marde73(at)xxxx >
Jabatan: Koordinator Program SPD PESAT
______________________________________________________________________
SUMBER MISI
INTERNATIONAL CHRISTIAN CONCERN
===> http://www.persecution.org/suffering/about.php?PHPSESSID=c9758aa9e02bb7ea692039842e34979a
International Christian Concern (ICC) merupakan organisasi hak azasi
manusia nonprofit dan interdenominasi yang sejak tahun 1995
berdedikasi untuk membantu dan menguatkan orang-orang Kristen yang
menjadi korban penganiayaan dan diskriminasi karena mempraktikkan
iman mereka. Organisasi ini memiliki tiga bidang pelayanan. Bidang
pertama disebut dengan "Assistance" (Bantuan) yang diwujudkan antara
lain dengan memberikan pelatihan bagi pendeta dan pemimpin gereja
yang gerejanya teraniaya dan memasukkan Alkitab secara diam-diam ke
gereja-gereja itu. Bidang pelayanan yang kedua disebut "Advocacy"
(Pembelaan). Organisasi ini menyuarakan pendapat dan perasaan
gereja-gereja teraniaya pada Kongres dan Senat AS, Gedung Putih, dan
Departemen Luar negeri. Sedang bidang yang ketiga adalah "Awareness"
(Kesadaran) yang diekpresikan dengan upaya untuk meningkatkan
kesadaran negara-negara Barat akan adanya orang-orang Kristen
teraniaya yang ada di seluruh dunia. Kunjungi situsnya untuk
mengetahui apa yang bisa Anda lakukan untuk mendukung pelayanan
mereka.
______________________________________________________________________
KESAKSIAN MISI
MENGULURKAN TANGAN MEMBAWA KASIH
A DI PENJARA
Ketika Open Doors mngunjungi A, di sebuah penjara di Jawa Barat, ia
mengira kami adalah "tamu tak diundang". Beberapa kali ia menerima
orang-orang yang dikiranya adalah teman, tapi ternyata mereka malah
mencoba memaksanya untuk "kembali".
A dijatuhi hukuman tiga setengah tahun penjara. Ia teringat kembali
pada sidang kedua tanggal 17 Mei 2006 ketika hakim menjatuhkan vonis
bersalah terhadap dirinya. Beberapa orang dari kelompok radikal
mengunjunginya di penjara sehari sebelum sidang dan berkata, "Apa
yang kau dapat setelah menjadi Kristen?", mereka mengejek A ketika
menjawab, "Tuhan Yesus memberkatiku dengan luar biasa", sebuah
hantaman mendarat di kepalanya. Saat ia menolak untuk mengucapkan
kata-kata pengakuan iman sebuah agama, kembali sebuah hantaman
menghujani pelipisnya.
Kelompok-kelompok radikal juga mengancam akan menghancurkan beberapa
gereja di kota A jika ia menolak untuk mengakui tuduhan yang
dijatuhkan terhadap dirinya. Sebuah tekanan yang membuat A tidak
dapat menolak.
A perlahan mulai sembuh dari serangan stroke yang membuat lengan
kanannya lumpuh. Meskipun berangsur pulih dari serangan stroke,
penyakit darah tinggi dan diabetes yang dideritanya masih
membuatnya merasa lemah.
Hingga saat ini, A masih bergumul dalam perasaan khawatir dan rasa
takut yang sesekali masih menghampirinya, "Saya dianiaya beberapa
kali, enam gigi saya tanggal karena penganiayaan tersebut."
Sebagai seorang suami dan ayah, sulit bagi A untuk bisa menerima
situasinya sekarang, namun ia berkata, "Penderitaanku tidak seberapa
dibandingkan dengan Yesus dan Rasul Paulus."
Beberapa kali ia mengulang pesan yang sama, "Jangan takut. Tetaplah
menjadi pengikut Yesus yang setia meskipun di tengah badai dan
gelombang."
Sebelum berpisah, ia menyanyikan sebuah pujian bagi Tuhan "Indah
rencana-Mu Tuhan, dulu ku tak mengerti, dan ku tak tahu
jalan-jalan-Mu Tuhan, hatiku pedih dan ku tak berdaya, namun ku
mengerti sekarang, Kau selalu menolongku, indah rencana-Mu ...."
MENGULURKAN TANGAN BAGI KELUARGA SEIMAN
Open Doors membantu A dan keluarganya dalam bentuk bantuan SED
(Social Economic Development). Memobilisasi doa bagi A dan
keluarganya (istrinya, W, dan putri mereka, R).
Keluarga A bukanlah satu-satunya keluarga yang saat ini menerima
bantuan SED dari Open Doors Indonesia. Kami membantu banyak
keluarga-keluarga yang tengah mengalami pergumulan karena mereka
memilih untuk tetap setia menjadi pengikut Kristus.
Kehidupan dari keluarga-keluarga yang mengalami krisis diharapkan
tidak berhenti saat krisis menghantam keluarga-keluarga ini. Seperti
yang terjadi dengan keluarga A, kehidupan mereka harus tetap
berjalan meskipun suami dan ayah mereka berada dalam penjara. Jika
Saudara pernah melalui sebuah krisis, Saudara pasti akan mengerti
akan hal ini. Bahkan, jika Saudara pernah terluput dari hal-hal
semacam ini pun, Saudara dapat membayangkan betapa perasaan putus
asa dapat menyergap sewaktu-waktu di tengah krisis.
Kehadiran Saudara seiman yang menopang dalam kasih adalah sebuah hal
yang sangat berharga. Karena itu, Open Doors mengajak Saudara yang
tergerak untuk menguatkan keluarga-keluarga di Indonesia yang
mengalami krisis karena orang-orang yang mereka kasihi berada dalam
penjara atau bahkan tewas terbunuh karena imannya. Berdoalah bagi
keluarga-keluarga seiman kita ini. Dan bagi Saudara yang tergerak
untuk membantu proyek SED Open Doors Indonesia, Saudara dapat
menghubungi organisasi Open Doors Indonesia.
Saat kami bertemu dengan A di penjara, ia mengatakan kerinduannya
untuk menjadi contoh dan berkat bagi sesama tahanan. Ia bahkan
menyisihkan uang untuk perpuluhan yang biasa diberikannya dalam
sebuah ibadah yang diadakan di penjara.
Maukah Saudara menjadi berkat bagi saudara-saudara seiman seperti
A, yang meski di tengah sesulitan seperti apa pun, A dan masih
banyak saudara-saudara seiman kita yang tertekan lainnya, tetap
dapat menjadi saluran berkat?
[Info tambahan: Untuk mengetahui informasi lebih banyak tentang
pelayanan Open Doors Indonesia, silakan berkunjung ke:
http://www.opendoors.org]
Diambil dari:
Judul buletin: Open Doors, Vol. 14, No. 5
Judul kesaksian: Mengulurkan Tangan Membawa Kasih
Penulis: Tidak dicantumkan
Penerbit: Open Doors, 2007
Halaman: 2 -- 3
______________________________________________________________________
DOA BAGI MISI DUNIA
I N T E R N A S I O N A L
Menurut survei yang baru-baru ini dipublikasikan, mengenai mengapa
orang non-Kristen membuka hati mereka terhadap Injil dan Yesus
Kristus, ternyata alasan yang paling memengaruhi mereka untuk
menerima Kristus adalah gaya hidup orang Kristen.
Survei yang dilakukan oleh Fuller Theological Seminary`s School of
Intercultural Studies sejak 1991 sampai 2007 dengan reponden 750
orang non-Kristen yang akhirnya mengikut Kristus itu, mampu melacak
beberapa pengaruh yang membantu para petobat itu mengambil
keputusan. Para responden berasal dari 30 negara dan 50 kelompok
etnis, mewakili daerah-daerah besar di dunia yang nuansa religiusya
sangat kental.
Pengaruh kedua yang paling penting adalah kuasa Tuhan dalam
menjawab doa serta dalam memberikan penyembuhan. Termasuk
di dalamnya adalah perkara-perkara ajaib, seperti para pendoa
Kristen yang mampu menyembuhkan orang cacat sementara agama mereka
tidak dapat menyembuhkannya, dan pengusiran setan.
Pengaruh ketiga yang paling banyak dinyatakan oleh para responden
adalah ketidakpuasan akan agama yang mereka ikuti. Mereka berkata
bahwa mereka tidak bahagia dengan kitab suci mereka, yang kata
mereka lebih menekankan pada hukuman Tuhan daripada kasih-Nya dan
penggunaan kekerasan untuk membenarkan tindakan-tindakan yang
melawan kemanusiaan. (t/Dian)
Diterjemahkan dari:
Judul buletin: Body Life, Edisi Desember 2007, Volume 25, No. 12
Judul asli artikel: Why Muslims Come to Christ
Penulis: Tidak dicantumkan
Halaman: 4
Pokok doa:
* Doakan agar orang Kristen dicelikkan matanya sehingga mereka dapat
melihat bahwa memiliki hidup dan karakter Kristus sangat penting
untuk menjadi saksi Kristus. Dalam hal inilah mereka dapat menarik
orang lain untuk tertarik datang dan mengenal Kristus.
* Banyak petobat baru dari agama lain yang sedang belajar mengenal
Kristus. Kiranya iman Kristen mereka semakin mengakar sehingga
mereka sungguh-sungguh menjadi murid Kristus yang sejati.
K E N Y A
Dari rumor yang beredar di Kenya, diskusi sebuah perjanjian yang
tidak jelas arahnya nampaknya akan berujung pada sebuah kekacauan.
Masyarakat internasional ingin agar kedua belah pihak bekerja sama.
Menurut beberapa organisasi kemanusiaan, kekerasan yang terjadi
pascapemilihan umum telah menyebabkan 600.000 orang Kenya pindah
ke negara lain.
Jakob Kramer dari Christian Reformed World Relief Commitee (CRWRC)
mengatakan bahwa konflik yang berpusat di wilayah Rift Valley di
Kenya Barat berakar dari konflik tanah yang sudah berlangsung
selama satu tahun. Reaksi atas pemilihan umum dan tudingan penipuan
semakin membakar perselisihan yang terus melebar skalanya ke
seluruh negeri. Dalam lima minggu terakhir, jumlah pengungsi Kenya
di daerah sekitar Luke`s Cathedral meningkat dari 65 menjadi 250
jiwa, dan jumlah itu terus bertumbuh. "Kami juga membantu sekitar
15.000 keluarga," kata Kramer, yang juga mengatakan bahwa
gereja-gereja mencoba menyediakan tempat tinggal dan
kebutuhan-kebutuhan pokok orang-orang yang terbaring kurus itu.
CRWRC disokong pemerintah untuk menambah bantuan bagi para pengungsi
yang ada di Reformed Church. Dana dari Canadian International
Development Agency juga sangat membantu mengurangi ketegangan yang
sempat terjadi. Kramer berkata, "Kami telah menggunakan dana
tersebut untuk memberikan bantuan yang bukan makanan, yakni selimut,
kain kelambu, periuk, panci, dan jerigen untuk mengangkut air."
Kramer mengatakan bahwa banyak orang menjadi percaya karena
kesaksian penginjilan yang mereka lakukan. Hal itu nampak jelas
sekali. "Pada awal terjadinya konflik, banyak orang pergi ke gereja
karena mereka merasa nyaman di sana -- dalam konteks orang Kristen
yang saling berbagi -- bisa bebas dari aturan-aturan suku yang
mengikat, yang pada akhirnya akan memberikan keamanan pada mereka."
CRWRC juga mendirikan kamp Internally Displaced Persons (IDP) di
Kenya bagian barat pada Januari awal dan terus secara sistematis
mencari rumah-rumah tangga yang belum mendapatkan bantuan dari
organisasi kemanusiaan. (t/Novita)
Diterjemahkan dari: Mission News, Februari 2008
Selengkapnya: http://www.MNNonline.org/article/10889
Pokok doa:
* CRWRC dan gereja-gereja di Kenya sedang terus berupaya membantu
para pengungsi Kenya. Biarlah Tuhan memberi kecukupan atas
segala kebutuhan yang diperlukan, sehingga banyak orang yang dapat
dibantu.
* Di tengah keadaan perselisihan ini, berdoalah untuk kegiatan
penginjilan yang dilakukan oleh orang percaya di Kenya. Biarlah
Tuhan yang berbicara dan memberi kelegaan kepada mereka yang
sedang ada dalam keadaan terjepit.
* Doakan para pengungsi Kenya, minta agar Tuhan melindungi serta
memelihara kehidupan mereka. Doakan juga agar aparat pemerintahan
Kenya dapat mengambil tindakan yang tepat dan cepat untuk
menyelesaikan konflik yang sedang terjadi di negara tersebut.
______________________________________________________________________
DOA BAGI INDONESIA
KESULITAN EKONOMI DI INDONESIA
Saat ini masalah ekonomi menjadi salah satu sorotan utama para
pemimpin dunia. Resesi yang telah terasa di Amerika, secara perlahan
tapi pasti juga melanda negara-negara lain, tak terkecuali
Indonesia. Salah satu masalah yang sangat terasa dihadapi
masayarakat Indonesia adalah langkanya bahan bakar, khususnya minyak
tanah dan elpiji di sejumlah daerah di Indonesia. Kelangkaan ini
menyebabkan sebagian masyarakat mengalami kesulitan untuk
mendapatkan kedua bahan bakar tersebut. Meskipun sudah melakukan
antrian panjang, namun ada sebagian masyarakat yang tidak
kebagian/mendapatkan minyak tanah maupun elpiji yang sangat mereka
butuhkan untuk kebutuhan rumah tangga. Kondisi ini semakin
diperparah dengan melonjaknya harga kedua kebutuhan sehingga secara
tidak langsung memberi dampak pada masyarakat, khususnya bagi
masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Saat ini pemerintah sedang
berupaya untuk mengatasi persoalan tersebut.
Pokok doa:
1. Krisis ekonomi yang berkepanjangan yang melanda dunia, juga
melanda Indonesia beberapa tahun belakangan ini. Doakan agar
setiap penduduk menyadari masalah ini sebagai masalah bersama dan
bersikap sabar dan partisipatif dalam mencari pemecahan atas
persoalan-persoalan yang sedang terjadi.
2. Doakan pemerintah yang berupaya mencari jalan keluar dari masalah
langkanya bahan bakar minyak tanah dan gas elpiji. Kiranya Tuhan
memurnikan motivasi mereka serta memberi hikmat dan kebijaksanaan
dalam mengambil keputusan maupun tindakan dalam mengusahakan
lancarnya pasokan kedua bahan bakar ini.
3. Doakan setiap orang percaya dan gereja Tuhan, agar bertekun dalam
doa dan memberi semangat serta dorongan untuk semua jemaatnya.
Biarlah kesulitan pengadaan dua bahan bakar ini boleh ditanggung
bersama tanpa keluh kesah.
4. Berdoa agar setiap anak-anak Tuhan tetap memancarkan kasih
Kristus dalam kehidupan mereka sehari-hari dan dapat menjadi
berkat bagi orang lain di tengah krisis bahan bakar ini.
______________________________________________________________________
STOP PRESS
LOWONGAN TENAGA PENDIDIK PESTA
Yayasan Lembaga SABDA mengajak para profesional muda untuk
bersama-sama melayani Tuhan melalui dunia teknologi informasi.
Melalui program pendidikan jarak jauh, yaitu Pendidikan Elektronik
Studi Teologi Awam (PESTA), YLSA ingin mengembangkan pelayanannya
lebih luas lagi. Untuk itu, dicari tenaga PENDIDIK yang berkualitas
untuk bekerja di YLSA, dengan syarat-syarat sebagai berikut.
1. Sudah lahir baru dalam Kristus dan sudah dibaptis.
2. Pendidikan S1/S2 Jurusan PAK/Teologia.
3. Memiliki kemampuan menulis dan membuat modul pelajaran.
4. Memiliki kemampuan komunikasi yang baik (verbal dan non verbal).
5. Bisa bekerja dalam tim.
6. Bisa mengoperasikan komputer dengan lancar.
7. Terbiasa dengan internet.
8. Bersedia ditempatkan di Solo, Jawa Tengah.
9. Bersedia kerja penuh waktu (full time -- dalam kantor) dengan
masa kerja minimal dua tahun.
10. Pria/Wanita, diutamakan belum menikah.
Jika Anda dipanggil Tuhan untuk terjun dalam pelayanan elektronik,
silakan mengirim surat lamaran dan CV secepatnya ke:
YLSA
Kotak Pos 25 SLONS
57135
atau kirim e-mail ke:
==> rekrutmen-ylsa(at)sabda.org
Untuk mengetahui pelayanan PESTA lebih lanjut, silakan berkunjung
ke:
==> http://www.pesta.org/
______________________________________________________________________
Anda diizinkan mengcopy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari e-JEMMi
(untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: tidak
untuk tujuan komersil dan harus mencantumkan SUMBER ASLI bahan
yang diambil dan nama e-JEMMi sebagai penerbit elektroniknya.
______________________________________________________________________
Staf Redaksi: Novita Yuniarti, Yulia Oeniyati, dan Dian Pradana
Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari berbagai pihak.
Copyright(c) 2008 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Kontak Redaksi: < jemmi(at)sabda.org >
Untuk berlangganan: < subscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk berhenti: < unsubscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk pertanyaan/saran/bahan: < owner-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
______________________________________________________________________
Situs e-MISI dan e-JEMMi: http://misi.sabda.org/
Arsip e-JEMMi: http://www.sabda.org/publikasi/misi/
Situs YLSA: http://www.ylsa.org/
Situs SABDA Katalog:http://katalog.sabda.org/
Network Misi di In-Christ.Net: http://www.in-christ.net/network_misi
______________________________________________________________________
|