Maret 2008, Vol.11 No.13
______________________________ e-JEMMi _____________________________
(Jurnal Elektronik Mingguan Misi)
______________________________________________________________________
SEKILAS ISI
EDITORIAL
PROFIL BANGSA : Ajuran Kenya
KESAKSIAN MISI : Hudson Taylor
SUMBER MISI : Living Word Missions
DOA BAGI MISI DUNIA: Iran, Eritrea
DOA BAGI INDONESIA : Pemusnahan Etnis Karena Kondisi Demografis di
Papua
STOP PRESS : SABDA Space Teens: Komunitas Blogger Remaja
Kristen
______________________________________________________________________
A TRUE CHRISTIAN IS ONE WHO IS RIGHT SIDE-UP IN AN UPSIDE DOWN WORLD
______________________________________________________________________
EDITORIAL
Shalom,
Suku Ajuran Kenya di Somalia termasuk dalam wilayah "Jendela 10/40",
yaitu wilayah yang tertutup oleh Injil. Namun, apakah
wilayah-wilayah tersebut benar-benar tidak akan pernah menerima
berita keselamatan? Tentu saja tidak. Persoalannya sekarang adalah
bagaimana kita "membuka pintu" agar Injil dapat masuk ke suku
Ajuran, wilayah yang sulit dijangkau tersebut? Salah satu cara agar
kita dapat "membuka pintu" bagi Injil di wilayah ini adalah dengan
berdoa, meminta belas kasihan Tuhan agar Roh Kudus bekerja dan
membuka hati suku Ajuran. Maukah Anda berdoa bagi suku Ajuran agar
mendapat kesempatan mendengar Injil?
Simak juga kesaksian Hudson Taylor, seorang anak Tuhan yang setia
melayani-Nya, meskipun ia harus kehilangan orang-orang yang sangat
dikasihinya. Semoga melaluinya, kita bisa belajar dan meneladani
imannya yang tidak goyah serta tetap memberitakan Injil sampai Tuhan
menjemputnya pulang ke rumah Bapa.
Pimpinan Redaksi e-JEMMi,
Novita Yuniarti
______________________________________________________________________
PROFIL BANGSA
AJURAN KENYA
============
Suku Ajuran termasuk dalam ras bangsa yang dikenal dengan nama
Somalia. Bangsa Somalia tersebar di seluruh wilayah Afrika bagian
timur laut dan timur tengah. Suku Ajuran adalah satu dari enam suku
bangsa Somalia yang tinggal di bagian timur laut Afrika -- daerah
yang biasa disebut "Tanduk Afrika", meliputi Somalia, Djibouti, dan
Kenya. Suku Ajuran kebanyakan tinggal di sebuah provinsi bagian
timur laut Kenya. Mereka memadati hampir seluruh populasi di sana.
Suku Ajuran adalah peternak seminomaden. Anggota suku sangat setia
satu dengan yang lain. Mereka menyebar ke segala penjuru untuk
memastikan ada cukup tanah dan air untuk semua ternak mereka. Mereka
memandang rendah orang-orang yang bekerja dengan tangan, dan para
pengrajin dianggap sebagai orang-orang kelas bawah. Kebanyakan orang
Ajuran mampu berbicara dua bahasa -- bahasa asli mereka
(Garreh-Ajuran) dan bahasa Somalia; beberapa di antaranya juga
berbicara bahasa Swahili. Hanya sekitar dua persen penutur
Garreh-Ajuran yang melek huruf.
SEPERTI APA KEHIDUPAN MEREKA?
Suku Ajuran yang seminomaden tinggal di gubuk-gubuk yang mudah untuk
dibawa ke mana-mana -- dibangun dari pohon muda bengkok yang
ditutupi dengan kulit binatang atau tikar tenunan. Mereka dapat
dengan mudah membongkar gubuk itu, membawanya dengan unta, kemudian
pindah ke tempat lain bersama dengan ternak mereka. Desa-desa
didiami oleh beberapa keluarga yang masih memiliki hubungan darah.
Gubuk-gubuk mereka diatur letaknya sehingga membentuk lingkaran atau
setengah lingkaran mengelilingi kandang ternak mereka. Desanya
dibatasi dengan pagar semak berduri untuk melidungi mereka dari
orang asing dan binatang buas. Tanggung jawab kaum lelaki adalah
memelihara ternak. Sedangkan kaum wanita, mengurus rumah tangga dan
mendirikan gubuk. Mereka memelihara ternak, memasak, dan mengurus
keluarganya.
Pola perpindahan suku Ajuran tergantung pada area penggembalaan dan
iklim daerah yang tak dapat diprediksi di tempat di mana mereka
tinggal. Jika padang rumput dan air mulai langka, mereka mengemasi
gubuk mereka dan pindah mengarungi gurun. Sumber mata pencaharian
kebanyakan suku Ajuran didapat dari ternak mereka -- unta, lembu,
kambing, dan domba.
Menurut hukum Islam, kaum pria diizinkan memiliki empat istri.
Poligami sudah menjadi hal yang biasa di suku Ajuran. Sayangnya,
tingkat perceraian sangat tinggi. Anak-anak dari orang tua yang
cerai biasanya dibagi menurut kelamin; istri membawa anak perempuan
dan suami membawa anak lelaki.
Dahulu, makanan pokok suku Ajuran hampir seluruhnya terbuat dari
susu; namun demikian, kini mereka juga makan jagung dan nasi.
Mengunyah "qat", obat perangsang halusinasi ringan, adalah kegiatan
favorit pengisi waktu senggang.
Kaum wanita suku Ajuran menjalani hidup yang sangat berat. Mereka
biasanya diperlakukan seperti budak. Beberapa percaya bahwa kaum
wanita tidak memiliki jiwa. Terkadang, seorang wanita yang baru
saja menikah dipukuli oleh suaminya agar ia belajar untuk patuh dan
tunduk pada suaminya. Kaum pria ingin agar istrinya melahirkan
banyak anak, sehingga sering kali wanita hamil berkali-kali. Karena
masalah kekurangan gizi, para wanita harus berjuang agar
anak-anaknya dapat bertahan hidup. Para istri tinggal di gubuk yang
terpisah dari keluarganya.
APA KEPERCAYAAN MEREKA?
Suku Somalia memeluk agama Islam pada tahun 1400-an. Kini, suku
Ajuran adalah Muslim Shaffite. Mereka sangat ortodoks dalam
praktik-praktik agama mereka. Bahkan, beberapa dari mereka percaya
bahwa mereka adalah keturunan Muslim Arab. Namun demikian,
penelitian linguistik menunjukkan bahwa hal tersebut tidaklah benar.
Meski suku Ajuran adalah orang Muslim yang kukuh, hanya beberapa di
antaranya saja yang benar-benar memahami kepercayaan yang mereka
anut. Mereka adalah orang-orang yang sangat bangga akan agamanya dan
menganggap orang Kristen sebagai orang yang rendah. Muslim
menganggap Yesus sebagai nabi, guru, dan seorang yang baik hati,
namun bukan sebagai Anak Allah. Mereka juga percaya bahwa semua pria
dan binatang akan menentukan bagaimana hidup mereka setelah mati
nanti. Mereka percaya bahwa mereka akan dihakimi berdasar kesalehan
sikap dan pengetahuan akan Al-Quran. Muslim berdoa lima kali sehari
dengan menghadap ke Mekah.
APA KEBUTUHAN MEREKA?
Beberapa tahun belakangan, Afrika bagian timur laut didera
kekeringan yang amat parah. Fasilitas kesehatan yang ada tidak cukup
untuk memenuhi kebutuhan orang-orang yang tinggal di daerah itu.
Mereka sangat membutuhkan tim medis Kristen dan bahan-bahan pangan.
(t\Dian)
POKOK DOA
---------
1. Berdoa agar Tuhan mengirim lebih banyak misionaris yang dapat
menjangkau orang-orang Ajuran yang belum mengenal Kristus dengan
efektif.
2. Mohon agar Tuhan mengurapi Injil yang mengudara melalui radio dan
televisi kepada suku Ajuran. Biarlah Roh Kudus bekerja melalui
sarana media yang ada tersebut.
3. Mohon agar Tuhan melunakkan hati suku Ajuran terhadap orang
Kristen sehingga mereka mau melihat kesaksian orang Kristen dan
mau menerima Injil.
4. Doakan agar Tuhan menyatakan diri-Nya kepada orang-orang Ajuran
melalui mimpi dan visi, karena Injil atau misionaris sering sulit
masuk di tengah-tengah mereka.
5. Mohon agar Tuhan membangkitkan tim doa di berbagai tempat untuk
mulai berdoa bagi suku Ajuran. Doakan agar kuasa yang membutakan
hati orang Ajuran dipatahkan dan mereka dapat melihat Allah yang
benar melalui Injil yang mereka dengar.
6. Doakan agar segera berdiri gereja lokal yang kuat di antara suku
Ajuran. Biarlah umat Tuhan ini dapat dipersatukan dalam satu
keluarga Tuhan sehingga semakin kuat dalam menghadapi
pencobaan-pencobaan.
7. Mohon agar Tuhan mengirimkan misionaris dari tim medis untuk
memberikan pertolongan bagi kebutuhan kesehatan suku Ajuran.
9. Doakan juga untuk kebutuhan pangan di wilayah di mana suku Ajuran
tinggal, karena mereka sering kekurangan makanan dan
berpindah-pindah tempat.
Diterjemahkan dari:
Nama situs : Joshua Project
Judul asli artikel: Ajuran of Kenya
Penulis : Tidak dicantumkan
Alamat URL : http://www.joshuaproject.net/peopctry.php
______________________________________________________________________
KESAKSIAN MISI
HUDSON TAYLOR
=============
(Salib adalah Pengabdian dan Kebanggaan Baginya)
Harga yang harus dibayar, berapa pun mahalnya tidak akan pernah
menghentikan semangat yang berkobar-kobar di dalam jiwa yang
mencintai Kristus lebih dari apa pun juga. Dihina, dicemooh,
menderita sakit, ditinggalkan anak istrinya dalam renggutan
kematian, namun semua itu tidak pernah mengoyakkan pengabdian dan
kasih mesranya kepada Tuhan.
Oktober 1858, Maria, istri Hudson Taylor, melahirkan anak sebelum
waktunya, yaitu ketika janin berusia tujuh bulan. Tapi, akhirnya
anak itu meninggal. "Kami senantiasa mempersembahkan bayi kecil yang
belum lahir itu kepada Tuhan," tulis Maria kepada ibu mertuanya,
"dan Ia tentu menerima maksud kami."
31 Juli 1859, Maria melahirkan anaknya yang kedua dan diberi nama
Grace Dyer Taylor. Hudson menulis: "Aku telah mendambakan miniatur
mungil manis dari Mariaku yang kusayangi."
Bulan Agustus 1867, Grace terkena radang selaput otak. "Tidak ada
harapan Grace akan sembuh," katanya kepada Maria. Mereka
menyerahkannya kepada Tuhan dan memohon agar Ia melakukan yang
terbaik bagi-Nya dan bagi mereka. Kembali ke sisi tempat tidur
Grace, Taylor berkata kapada Grace, "Aku kira Yesus akan membawamu
kepada diri-Nya. Kau tidak takut memercayakan dirimu kapada-Nya
bukan?" "Tidak, ayah." Terdengar jawaban. Esok harinya Hudson
menulis surat kepada saudaranya: "Aku sedang menulis beberapa
kalimat dari sisi ranjang Grace kecil yang kucintai, yang sekarang
terbaring menghadapi ajal .... Saudaraku, jiwa dan daging kita
kalah, tapi Tuhan adalah kekuatan jiwa kita, dan bagian kita
selama-lamanya. Bukanlah perbuatan sia-sia atau bodoh, ketika
mengenal negeri, rakyat, serta iklimnya (maksudnya negeri Cina yang
menjadi ladang misinya), aku meletakkan istriku tersayang,
anak-anak dan aku sendiri di atas mezbah untuk pelayanan ini."
23 Agustus 1867, keluarga Taylor dan yang paling dekat dengan
mereka, berkumpul di sekeliling tempat tidur Grace. Hudson
menyanyikan lagu-lagu pujian, sekalipun kadang-kadang suaranya tak
keluar. Maria terbungkuk di atas Grace yang sudah tidak sadar. Pukul
08.40 napasnya terhenti.
Maret 1869, Samuel Taylor, anaknya yang berikutnya yang berusia lima
tahun terus-menerus menderita TBC usus dan akhirnya meninggal bulan
Februari 1870, ketika ia hampir berusia enam tahun.
7 Juli 1870, Maria, istrinya, kembali melahirkan anak dan diberi
nama Noel, tapi tidak beberapa lama anak itu mendapat infeksi berat
di mulutnya, mencret-mencret, dan meninggal tiga belas hari
kemudian. Pada saat itu Maria berumur 33 tahun, penyakit TBC usus
itu juga mulai menyerang tubuhnya dan akhirnya merenggut nyawanya.
Hari itu tanggal 23 Juli 1870.
Hudson berlutut di samping ranjang dan berdoa: "Tuhan terima kasih,
Engkau telah memberikan Maria kekasihku kepadaku. Terima kasih
untuk masa dua belas setengah tahun yang telah kami lalui
bersama-sama dengan bahagia. Terima kasih Engkau telah membawanya
kepada-Mu. Aku kini kembali mengabdikan diriku dalam pelayanan-Mu.
Amin."
Sepuluh hari setelah kematian istrinya, Hudson menulis surat kepada
ibunya, "Dari lubuk hatiku yang paling dalam, aku gembira bahwa
Tuhan melakukan atau dengan sengaja membiarkan semua hal, dan
membuat segala-galanya bekerja bersama-sama demi kebaikan orang-
orang yang mengasihi-Nya. Dia dan hanya Dia, yang tahu apa artinya
istriku yang tercinta bagiku. Ia tahu bagaimana sinar mataku dan
kegembiraan hatiku dalam dirinya .... Tapi, Ia berpendapat adalah
baik mengambilnya; memang baik untuk dia dan dalam kasih-Nya. Ia
mengambilnya tanpa rasa sakit; dan tidak kurang untukku yang sejak
itu harus bekerja dan menderita sendiri, namun tidak sendirian
karena Tuhan belum pernah begitu dekat kepadaku."
Hudson Taylor dilahirkan pada 21 Mei 1823 di Yorkshire, Inggris dan
meninggal 3 Juni 1905. Hudson Taylor menjadi misionaris di negeri
Cina dan mendirikan Cina Inland Mission (CIM), seorang Bentara
Kristus, seorang yang menganggap dirinya hamba yang kecil dari Tuan
yang besar. Dalam masa sukar seberat apa pun, Allah selalu menemukan
orang-orang-Nya yang setia dan teguh dalam komitmennya kepada
Kristus. Mereka adalah orang-orang yang mampu membuktikan bahwa,
"Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan
kepadaku." (Filipi 4:13)
Biarlah kemenangan mereka memberi kesaksian yang menguatkan kita
untuk bertahan, dan terus berkarya bagi-Nya. Bagaimana dengan Anda?
Diambil dari:
Judul majalah: ABBA GANG, Edisi April 1999
Penulis : Tidak dicantumkan
Penerbit : Abbalove Ministries, Jakarta 1999
Halaman : 8 -- 9
______________________________________________________________________
SUMBER MISI
LIVING WORD MISSIONS (LWM)
===> http://www.livingwordmissions.org/history.htm
Pendirian Living Word Missions sebagai organisasi jasa misionaris
pada 1993 oleh Russ dan Wendy Tatro berawal dari mandat Tuhan untuk
menjadi "misionaris bagi para misionaris". Pelayanan Living Word
Mission adalah (1) menjadi penyedia jasa administratif, konferensi,
dan pelatihan bagi misionaris dan pendeta yang tergabung di LWM yang
melayani di berbagai tempat; (2) penyedia sumber-sumber bahan cetak
dan audio; (3) pelaksana Lazarus Project, proyek penginjilan dan
pendirian gereja di Timur Tengah; dan (4) pelaksana Jesus Film
Project, sebuah proyek penginjilan dan pendirian gereja atas
orang-orang yang belum terjangkau oleh Injil di desa-desa di Afrika.
Jika Anda ingin mengenal organisasi ini lebih dekat, atau mengetahui
dengan jelas proyek-proyek yang sedang dan akan mereka lakukan,
silakan langsung berkunjung ke alamat situs di atas.
______________________________________________________________________
DOA BAGI MISI DUNIA
I R A N
Tingkat permintaan Alkitab Perjanjian Baru dalam bahasa Persia,
khususnya bagi para petobat baru di Iran, adalah yang paling tinggi
sepanjang sejarah. Demikian laporan dari International Antioch
Ministries (IAM), yayasan nirlaba Iranian Christian Church yang
melakukan usaha penjangkauan. Orang-orang percaya di sana
menghubungi IAM melalui satelit milik IAM yang beroperasi selama 24
jam sehari untuk Iranian Christian Television. Namun, IAM tidak
sanggup memenuhi seluruh permintaan tersebut. Menurut IAM, jumlah
orang Kristen yang berada di Iran bertumbuh sangat cepat --
diperkirakan sekitar lima ratus ribu sampai satu juta jiwa. Mereka
berkata bahwa orang percaya di sana kesulitan untuk mendapatkan dan
memiliki Alkitab karena penyitaan yang dilakukan oleh petugas
pemerintah Iran dan polisi Islam yang fanatik. Meskipun pencetakan
Alkitab di Iran dilarang, biarlah Alkitab itu disebarluaskan karena
permintaan akan Injil terus berlipat ganda. (t/Novita)
Diterjemahkan dari:
Judul buletin: Body Life, Edisi Oktober 2007, Volume 25, No. 10
Halaman : 1
Pokok doa
---------
* Para petobat baru di Iran rindu memiliki Alkitab dan ingin
mengenal Yesus lebih dalam lagi. Kiranya Tuhan membuka jalan agar
Alkitab dapat masuk ke negara tersebut sehingga pengenalan mereka
akan Tuhan dapat bertumbuh semakin cepat.
* IAM sedang berupaya mencukupi kebutuhan rohani para petobat baru
di Iran. Mari berdoa agar Tuhan memberi kekuatan dan mencukupkan
keperluan mereka, baik dalam hal dana maupun daya.
* Berdoa untuk negara Iran agar Tuhan membuka lebih banyak pintu
untuk masuknya Injil sehingga lebih banyak orang menerima berita
keselamatan yang sangat mereka rindukan.
E R I T R E A
Umat Kristen terkoyak hatinya atas kematian seorang wanita muda di
Eritrea yang diduga disiksa sampai mati di sebuah fasilitas militer
karena menolak menyangkal imannya pada Yesus Kristus. Laporan ini
disampaikan oleh departemen pengamat penganiayaan milik Open Doors.
Migsti Haile, 33 tahun, meninggal pada 5 September di Pusat Latihan
Militer Weaa dan merupakan wanita Kristen Eritrea keempat yang
terbunuh selama setahun terakhir. Open Doors berkata, Haile dianiaya
terutama karena menolak "menandatangani surat penyangkalan iman".
Diyakini dia berada di penjara selama delapan bulan dan "di bawah
tekanan yang hebat" sejak ia dan beberapa perempuan Kristen yang
belum menikah ditangkap pada sebuah persekutuan gereja di Keren.
Berita terakhir mengenai penganiayaan itu akan lebih meningkatkan
tekanan internasional atas pemerintah Eritrea untuk memberikan
jaminan kebebasan beragama. Menurut sejumlah organisasi hak manusia,
sedikitnya dua ribu orang Kristen yang kebanyakan adalah penginjil,
ditahan di penjara Eritrea, kantor polisi, kamp militer dan tempat
lain, bahkan termasuk peti kemas. Namun, pemerintah Eritrea
menyangkal terjadinya penganiayaan seperti itu. Pemimpin kantor
kepresidenan Eritrea, Yamane Gebremeskel, baru-baru ini berkata
bahwa laporan tentang penangkapan masal itu "disimpangkan dan
dilebih-lebihkan". (t/Novita)
Diterjemahkan dari:
Judul buletin: Body Life, Edisi Oktober 2007, Volume 25, No. 10
Halaman : 3
Pokok doa
---------
* Orang percaya di Eritrea mengalami aniaya dan tekanan dari
pihak-pihak tertentu karena menolak untuk menyangkal iman mereka.
Kiranya iman mereka tidak goyah dan mereka tetap taat kepada
Tuhan. Doakan juga untuk mereka yang saat ini masih ada di penjara
agar Tuhan memberi kekuatan kepada mereka serta keluarganya.
* Berdoa untuk keluarga Migsti Haile, agar Tuhan memberi kekuatan,
penghiburan, serta ketabahan. Biarlah mereka dapat terus bertumbuh
di dalam Tuhan dan dapat menjadi kesaksian bagi orang Kristen
lainnya, yang mengalami persoalan yang sama.
* Kiranya aparat pemerintah di Eritrea memerhatikan, melindungi, dan
memberi kebebasan beragama bagi orang Kristen di sana.
______________________________________________________________________
DOA BAGI INDONESIA
PEMUSNAHAN ETNIS KARENA KONDISI DEMOGRAFIS DI PAPUA
===================================================
Jika keadaan demografis yang ada sekarang ini berkelanjutan, maka
Papua Barat (dulu Irian Jaya) akan didiami oleh mayoritas orang
non-Kristen pada tahun 2011 nanti, dan orang-orang pribumi Papua
Melanesia (yang didominasi Kristen Protestan) akan merosot menjadi
lima belas persen dari seluruh populasi di sana pada tahun 2030.
Perkiraan tersebut dilontarkan oleh ahli ilmu politik Proyek Papua
Barat yang berpusat di University of Sydney Center untuk Peace and
Conflict Studies, Dr. Jim Elmslie, dalam sebuah konferensi yang
diadakan di University of Sydney baru-baru ini.
Dr. Elmslie juga mencatat bahwa perkiraan tersebut belum
memerhitungkan tingkat infeksi HIV-AIDS penduduk Papua yang terus
meningkat dan mengakibatkan pertumbuhan populasi Papua sangat
menurun. Maka, punahnya penduduk Papua mungkin akan jauh lebih cepat
daripada yang diperkirakan oleh keadaan demografisnya.
Menurut Dr. Elmslie, penduduk Papua di dataran tinggi yang
dinyatakan terkena penyakit kencing nanah telah dirawat di klinik
kesehatan keluarga yang dibiayai oleh PBB -- namun bukan penyakit
kencing nanah itu yang berusaha untuk diberantas. Mereka malah
disuntik dengan obat pencegah kehamilan untuk jangka waktu yang
lama. Seperti yang Dr. Elmslie katakan, hal itu menjelaskan mengapa
1,67 persen tingkat pertumbuhan populasi penduduk Papua Melanesia di
Papua Barat sangat rendah dibandingkan tingkat pertumbuhan orang
Papua Melanesia di perbatasan Papua Nugini yang adalah 2,6 persen.
(Sedangkan tingkat pertumbuhan populasi penduduk non-Papua di Papua
Barat adalah 10,5 persen).
Dr. Elmslie kuatir akan situasi di Papua Barat -- di mana
orang-orang Asia yang beragama non-Kristen mendominasi militer,
pendidikan, dan bisnis. Kedua agama di sana pun terus bentrok. Hal
ini akan memerbesar kemungkinan musnahnya suatu suku bangsa dalam
waktu dekat.
Hal tersebut menjadi kekuatiran orang-orang Papua dan pengamat
kebebasan beragama selama beberapa waktu. Para pemimpin gereja Papua
melakukan hal yang sangat fenomenal, yaitu dengan terus menjaga agar
orang-orang Papua yang mengalami trauma tetap terkendali, tidak
melakukan kejahatan, dan tetap berharap pada Tuhan. (t/Novita)
Diterjemahkan dari:
Judul buletin : Body Life, Edisi Januari 2008, Volume 26 No. 1
Judul asli artikel: Indonesia: Genocide by Demographics in Papua?
Penulis : Tidak dicantumkan
Halaman : 4
Pokok doa
---------
1. Kiranya pemerintah pusat dan pemeritah setempat segera mengambil
tindakan positif guna mengantisipasi semakin merosotnya jumlah
penduduk pribumi yang diakibatkan oleh adanya konflik etnis dan
agama yang berkepanjangan di Papua.
2. Penderita sakit karena infeksi virus HIV-AIDS dan penyakit
kencing nanah terus meningkat jumlahnya di Papua. Doakanlah agar
ada organisasi Kristen yang tergerak untuk mengirim lebih banyak
ahli medis guna membantu masyarakat yang terinfeksi.
3. Sering terjadi bentrokan etnis dan agama di Papua. Kiranya Tuhan
memberi kesabaran kepada masing-masing pihak sehingga mereka bisa
hidup damai tanpa diganggu oleh pihak-pihak luar.
4. Doakan untuk orang percaya yang ada di Papua agar mereka tetap
menaruh pengharapan hanya di dalam Tuhan, menjaga hidup
kekudusan, mendidik anak-anak mereka untuk takut akan Tuhan, dan
tetap berdoa bagi pemulihan di Papua.
5. Doakan pertumbuhan gereja di Papua, baik dalam kuantitas maupun
kualitas. Biarlah pemimpin-pemimpin gereja disadarkan akan
pentingnya memertahankan prinsip-prinsip Kristen agar mereka
dapat membawa perubahan dalam kehidupan jemaatnya.
______________________________________________________________________
STOP PRESS
SABDA SPACE TEENS: KOMUNITAS BLOGGER REMAJA KRISTEN
===================================================
http://teens.sabdaspace.org/
Remaja adalah pribadi unik yang memiliki dunia yang dinamis dan
penuh energi. Mereka tidak mau lagi disebut anak-anak, namun mereka
juga belum pantas untuk masuk dunia orang dewasa. Karena keunikan
dan keistimewaan inilah, mereka memiliki kebutuhan yang tidak sama
dengan jenjang usia-usia lainnya.
Menyadari bahwa remaja membutuhkan ruang lingkup yang berbeda dan
perhatian yang khusus, maka Yayasan Lembaga SABDA
< http://www.ylsa.org > menyediakan wadah bagi mereka dengan
meluncurkan sebuah situs komunitas blogger remaja Kristen yang
diberi nama "SABDA Space Teens" -- versi remaja dari situs SABDA
Space < http://www.sabdaspace.org/ >. Seperti halnya SABDA Space,
SABDA Space Teens diharapkan dapat menjadi wadah untuk menampung
aspirasi, pikiran, dan pergumulan dalam bentuk tulisan, khusus untuk
kaum remaja Kristen.
Bagi Anda yang tergolong masih remaja, atau Anda yang memiliki
anak/adik/teman/tetangga yang masih remaja, sebarkan informasi di
atas. Untuk bergabung mudah sekali, klik saja menu Daftar Menjadi
Pengguna, kemudian isi formulir yang ada. Nah, para remaja, tunggu
apa lagi? Mari berbagi pikiran melalui tulisan dan bersiap untuk
berdampak demi kemuliaan Kristus.
______________________________________________________________________
Anda diizinkan mengcopy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari e-JEMMi
(untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: tidak
untuk tujuan komersil dan harus mencantumkan SUMBER ASLI bahan
yang diambil dan nama e-JEMMi sebagai penerbit elektroniknya.
______________________________________________________________________
Staf Redaksi: Novita Yuniarti, Yulia Oeniyati, dan Dian Pradana
Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari berbagai pihak.
Copyright(c) 2008 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Kontak Redaksi : < jemmi(at)sabda.org >
Untuk berlangganan : < subscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk berhenti : < unsubscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk pertanyaan/saran/bahan: < owner-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
______________________________________________________________________
Situs e-MISI dan e-JEMMi : http://misi.sabda.org/
Arsip e-JEMMi : http://www.sabda.org/publikasi/misi/
Situs YLSA : http://www.ylsa.org/
Situs SABDA Katalog : http://katalog.sabda.org/
______________________________________________________________________
|