Maret 2008, Vol.11 No.11
______________________________ e-JEMMi _____________________________
(Jurnal Elektronik Mingguan Misi)
______________________________________________________________________
SEKILAS ISI
EDITORIAL
ARTIKEL MISI : Iblis di dalam Kegelapan
SUMBER MISI : DCI
DOA BAGI MISI DUNIA: Amerika Serikat, Internasional
DOA BAGI INDONESIA : Persiapan Paskah
______________________________________________________________________
THERE ARE NO GAINS WITHOUT PAINS
______________________________________________________________________
EDITORIAL
Shalom,
Peristiwa kematian Kristus sungguh merupakan peristiwa yang
mengerikan. Jika sampai sekarang mereka yang menyaksikan peristiwa
tersebut masih hidup, pasti mereka tidak akan pernah melupakan
peristiwa tersebut. Selain para imam besar dan Yudas yang mengambil
bagian dalam rencana pembunuhan terhadap Kristus, ada pihak lain
yang mengambil peranan utama dalam kematian Kristus, yaitu Iblis.
Ini adalah hal yang tidak dapat dimungkiri karena Iblislah yang
sebenarnya memiliki andil besar dalam membunuh Yesus. Anda ingin
tahu lebih banyak tentang apa yang Iblis rencanakan untuk
menggagalkan misi Kristus? Silakan simak artikel yang kami sajikan
pada edisi minggu ini. Biarlah sajian ini dapat menjadi renungan
bagi Anda yang sedang mempersiapkan diri untuk menyambut perayaan
Paskah yang semakin dekat.
Jangan lupa simak pula berita sumber misi dan pokok-pokok doa misi
dari berbagai belahan dunia. Doa Anda sungguh merupakan partisipasi
untuk kuasa Allah bekerja dengan luar biasa. Naikkan doa Anda karena
Allah memanggil Anda untuk melayani bersama-Nya.
Pimpinan Redaksi e-JEMMi,
Novita Yuniarti
______________________________________________________________________
ARTIKEL MISI
IBLIS DI DALAM KEGELAPAN
========================
Musuh utama Allah juga memunyai andil dalam penderitaan dahsyat
Yesus di Getsemani. Sebagai makhluk yang dahulu paling ditinggikan
di antara makhluk ciptaan Allah lainnya, Iblis telah memimpin suatu
pemberontakan melawan Allah di surga pada masa-masa prasejarah.
Alkitab tidak memberi keterangan detail mengenai hal itu, namun
syair-syair misterius untuk Raja Babel dalam Yesaya 14 dan Raja
Tirus dalam Yehezkiel 28 dengan jelas berisi sindiran mengenai
jatuhnya makhluk kegelapan yang memanipulasi para raja ini untuk
tujuan kejahatan.
Sang pangeran kegelapan pasti membenci Yesus karena ia mengetahui
tujuan ganda dalam misi Yesus, yakni "menyelamatkan umat-Nya dari
dosa mereka" (Matius 1:21) dan "membinasakan perbuatan-perbuatan
Iblis itu" (1 Yohanes 3:8).
MELIHAT BAHAYA SALIB
Saya tidak percaya Iblis dan roh-roh jahatnya bersorak gembira
tatkala Yesus dipaku di kayu salib. Mereka menginginkan Dia mati,
tetapi tidak disalib. Mereka tahu bahwa jika Kristus disalib, Dia
akan menebus dosa dan mematahkan kuasa kematian. Tak diragukan
lagi, sang pangeran kegelapan memunyai andil dalam perintah Raja
Herodes untuk membunuh semua bayi di Betlehem (Matius 2:16).
Kemungkinan besar ia juga berusaha membunuh Yesus di Getsemani saat
penderitaan batin Yesus begitu hebat sampai "peluh-Nya menjadi
seperti titik-titik darah" (Lukas 22:44). Namun, tampaknya musuh
Allah mengerahkan segenap tenaga dengan berulang kali berusaha
mencegah Yesus melakukan pengorbanan yang sempurna. Itulah tujuannya
ketika ia dan Yesus, dengan perjanjian ilahi, saling berhadapan di
padang gurun. Setelah menggambarkan pembaptisan Yesus, Markus
berkata, "Segera sesudah itu Roh memimpin Dia ke padang gurun. Di
padang gurun itu Ia tinggal empat puluh hari lamanya, dicobai Iblis"
(Markus 1:12-13).
BERUSAHA MENCEGAH PENGORBANAN YANG SEMPURNA
Pencobaan pertama datang setelah Yesus berada di padang gurun tanpa
makanan selama empat puluh hari. Karena tahu Yesus sangat lapar,
Iblis mendekati-Nya, "Jika (karena) Engkau Anak Allah,
perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti" (Matius 4:3). Ia
mendesak Yesus untuk menggunakan kuasa-Nya sendiri tanpa memedulikan
kehendak Bapa. Yesus menjawab dengan mengutip Ulangan 8:3, "Manusia
hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang
diucapkan Tuhan."
Dalam kitab Ulangan, Musa mengingatkan bangsa Israel bahwa Allah
merendahkan hati mereka dengan mengharuskan mereka hidup dengan
makan manna, bukan dengan makanan yang mereka sediakan sendiri. Dia
berbuat demikian untuk mengajarkan kepada mereka supaya bergantung
pada Allah, bukan pada kekuatan sendiri. Yesus memandang rasa
lapar-Nya sebagai sesuatu yang ditetapkan Bapa, sehingga Dia tidak
akan memuaskan rasa lapar-Nya dengan usaha sendiri. Dia
mengesampingkan kebebasan untuk mempergunakan kuasa-Nya sebagai
Allah supaya Dia dapat hidup sebagai manusia yang lemah. Dia
melakukan hal itu agar dapat mengalami berbagai ujian kehidupan
seperti halnya kita manusia. Dia memutuskan untuk bergantung pada
Allah, seperti yang harus kita lakukan sebagai manusia. Dia menolak
melanggar komitmen ini dengan memuaskan rasa lapar-Nya dengan cara
yang adikodrati.
Usaha kedua Iblis untuk menggagalkan misi Kristus lebih kentara.
Entah secara adikodrati atau dalam suatu penglihatan, Iblis membawa
Yesus ke bubungan Bait Allah yang tertinggi, barangkali di bawahnya
terletak Lembah Kidron yang dalam. Ia meminta Yesus untuk melompat
-- jatuh dari ketinggian 137 meter -- yang mengingatkan-Nya pada
Mazmur 91:10-12, "Malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya
kepada-Mu ... supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu." Iblis
pasti juga telah mengatakan bahwa adegan para malaikat yang
menolong Yesus dari kematian yang pasti akan dialami-Nya itu akan
sangat mengesankan orang-orang di sekitar Bait Allah sehingga
mereka akan segera menerima-Nya sebagai Mesias yang dijanjikan bagi
mereka. Namun Yesus menanggapinya dengan mengutip Ulangan 6:16,
"Janganlah kamu mencobai TUHAN, Allahmu."
Usaha ketiga Iblis untuk menjauhkan Yesus dari salib dilakukan
dengan cara yang lebih langsung. Cara yang tidak terhormat dan
kasar. Dari atas gunung yang sangat tinggi (sekali lagi, entah
dengan kuasa adikodrati-Nya atau dalam suatu penglihatan), Iblis
memperlihatkan kepada Yesus seluruh kerajaan dunia sambil mengatakan
bahwa ia akan memberikan semua itu dengan satu syarat -- Yesus harus
sujud menyembahnya. Sebenarnya saat itu Iblis sedang menyatakan
secara tak langsung bahwa tujuan dapat dicapai dengan segala cara.
Dengan sekali menyembahnya, maka Yesus dapat mencapai tujuan-Nya --
merebut seluruh kerajaan dunia dari Iblis, yang kini ia perintah
sebagai "penguasa" (Yohanes 12:31; 14:30; 16:11). Yesus tidak
mendebat desakan Iblis itu, tetapi dengan tegas Dia menolak tawaran
tersebut. Dia tahu bahwa kejahatan takkan pernah dapat diatasi
dengan kejahatan. Dia mengusir Iblis dengan sekali lagi mengutip
ayat dalam Kitab Suci, "Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan
hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!" (Lukas 4:8; Ulangan
6:13).
Lukas berkata, "Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia
mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik" (4:13). Iblis
telah betul-betul dikalahkan sehingga ia meninggalkan Yesus saat
itu. Namun yang pasti, setiap kali ada kesempatan, ia berusaha
memengaruhi Yesus agar dapat meraih tujuan-Nya tanpa perlu menuju
ke kayu salib.
BERBICARA MELALUI SAHABAT DEKAT YESUS
Matius 16:13-28 mencatat sebuah percakapan yang menggambarkan upaya
Iblis untuk memengaruhi Kristus melalui kata-kata seorang sahabat.
Hal itu terjadi menjelang akhir dari kehidupan Yesus di tengah
masyarakat selama tiga tahun. Petrus, seorang murid yang setia,
telah membuat suatu pengakuan besar, "Engkau adalah Mesias, Anak
Allah yang hidup!" (ayat 16). Yesus memujinya. Namun, tatkala Dia
"mulai mengatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke
Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan ..., lalu dibunuh dan
dibangkitkan pada hari ketiga" (ayat 21), Petrus sangat terkejut.
Bagaimana mungkin Allah yang hidup membiarkan hal ini terjadi pada
Putra-Nya yang tidak berdosa? Oleh karena itu Petrus "menarik Yesus
ke samping dan menegur Dia, katanya: `Tuhan, kiranya Allah
menjauhkan hal itu! Hal ini sekali-kali takkan menimpa Engkau`"
(ayat 22).
Saya yakin Petrus bermaksud baik. Ia mengasihi Yesus. Ia yakin
bahwa Gurunya adalah Raja -- Mesias yang dijanjikan, yang akan
segera membangun kerajaan-Nya di muka bumi ini. Oleh karena itu, ia
pasti sangat terkejut dengan tanggapan keras Kristus, "Enyahlah
Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan
memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan
manusia" (ayat 23). Betapa berbedanya dengan ucapan-Nya beberapa
saat sebelumnya! Bukannya memuji Petrus, Yesus justru menegurnya
dengan keras, bahkan menyebutnya sebagai "Iblis". Tanpa sadar
Petrus telah menjadi alat Iblis untuk sebaik mungkin mencegah Yesus
menuju ke kayu salib.
BERPERANG DALAM PERANG SEPANJANG ZAMAN
Kehidupan Yesus di bumi, sejak kelahiran hingga kematian-Nya di kayu
salib, diliputi peperangan dengan Iblis -- peperangan yang
menentukan dalam perang sepanjang zaman. Ingatlah bahwa salah satu
tujuan utama kedatangan Kristus adalah untuk "membinasakan
perbuatan-perbuatan Iblis itu" (1 Yohanes 3:8). Dan Yesus tidak
meremehkan musuh-Nya. Tiga kali selama minggu terakhir kehidupan-Nya
di bumi, Yesus menyebut Iblis sebagai "penguasa dunia ini" (Yohanes
12:31; 14:30; 16:11). Kata yang digunakan-Nya (archon) itu kerap
dipakai untuk menunjukkan pemegang jabatan tertinggi dalam suatu
wilayah atau negara. Yesus tahu bahwa Dia telah menyerang kepala
sebuah pasukan besar yang berisi roh-roh yang telah jatuh ke dalam
dosa. Iblis adalah pemimpin kerajaan kegelapan yang merupakan lawan
dari Kerajaan Allah. Ia dan roh-roh jahatnya telah mengubah dunia
yang baik, yang berasal dari tangan Allah, menjadi dunia yang kacau
dan diliputi dosa. Karena Iblis, dunia sekarang ini menjadi tempat
di mana bencana alam dapat membunuh ribuan anak tak berdosa, namun
tak menyentuh ribuan orang jahat yang ada. Ini adalah dunia di mana
kehidupan orang-orang baik acap kali dipenuhi dengan penderitaan dan
kekecewaan, sementara kehidupan orang jahat ditandai dengan
kesehatan dan kesuksesan. Ini adalah dunia di mana orang-orang baik
kerap menjadi korban orang-orang jahat. Semua ini terjadi karena
sekarang Iblis merupakan "ilah zaman ini" (2 Korintus 4:4).
Oleh sebab itu, besarnya penderitaan Yesus di Getsemani
menggambarkan "perang ilah-ilah itu". Yesus telah datang untuk
"membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu", dan penderitaan-Nya
di taman tersebut mewakili sebuah fase peperangan-Nya yang krusial
dan menentukan dengan "pangeran kegelapan" tersebut.
Melalui kelahiran-Nya di dunia, Tuhan di atas segala tuhan telah
memasuki wilayah yang diduduki Iblis dan bala tentaranya. Rasul
Yohanes menulis, "Seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat"
(1 Yohanes 5:19). Di perbukitan Galilea, di jalan-jalan Yerusalem,
dan akhirnya di antara pohon-pohon zaitun di Getsemani, Raja di atas
segala raja itu berperang dengan seluruh bala tentara Iblis.
Di sepanjang perjalanan, ada orang-orang yang berusaha menempatkan
Kristus di sisi sebaliknya dari pertempuran ini. Namun, ketika
seseorang menuduh-Nya mengusir roh-roh jahat dengan kuasa Beelzebul,
Dia menanggapi, "Kalau Iblis mengusir Iblis, ia pun terbagi-bagi dan
melawan dirinya sendiri; bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan?
... Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka
sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu. Atau bagaimanakah
orang dapat memasuki rumah seorang yang kuat dan merampas harta
bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu?" (Matius
12:26-29).
Saat mengikat "orang kuat itu" (Iblis), Yesus menggunakan
otoritas-Nya terhadap Iblis dan kerajaannya. Dengan menderita di
Getsemani dan mati di atas kayu salib, Kristus memberikan kepada
kita dasar untuk berdoa, "Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu
di bumi seperti di surga" (Matius 6:10).
Dengan menyembuhkan orang sakit, mengusir roh jahat, dan
membangkitkan orang mati, Yesus memasuki kerajaan Iblis dan
menunjukkan keunggulan-Nya terhadap seluruh kekuatan jahat. Melalui
kematian-Nya di kayu salib dan kebangkitan-Nya, Dia akan mengikat
musuh. Iblis mengetahui hal ini. Oleh karena itu, ia meningkatkan
perlawanannya terhadap Yesus ketika saat yang sangat menentukan itu
semakin dekat. Iblis mestinya telah berperan dalam menghadirkan
perasaan takut yang mendalam ke dalam hati Yesus selama minggu
terakhir pelayanan-Nya di dunia. Rasa takut ini mendorong-Nya untuk
berseru, "Sekarang jiwa-Ku terharu dan apakah yang akan Kukatakan?
Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini? Tidak, sebab untuk itulah
Aku datang ke dalam saat ini. Bapa, muliakanlah nama-Mu!" (Yohanes
12:27-28).
Karena mengesampingkan penggunaan sifat-sifat ilahi-Nya, Yesus pun
mengalami kecemasan seperti kita. Sebesar apa pun ketakutan-Nya
dalam menerima kutukan dosa atas diri-Nya, Dia menolak pemikiran
untuk kembali ke jalan yang aman. Tetapi, saat itu Dia perlu
mendengar perkataan Bapa-Nya. Oleh karena itu, setelah Dia memohon,
"Bapa, muliakanlah nama-Mu!" Bapa-Nya menanggapi-Nya dengan hangat
melalui suara dari surga, "Aku telah memuliakan-Nya, dan Aku akan
memuliakan-Nya lagi!" (ayat 28). Mendengar ini, Yesus menyahut
dengan penuh kemenangan, "Sekarang berlangsung penghakiman atas
dunia ini: sekarang juga penguasa dunia ini akan dilemparkan ke
luar" (ayat 31).
Apa maksud Yesus ketika Dia menggunakan kata sekarang untuk
menggambarkan kekalahan Iblis? Tampaknya, penderitaan-Nya di
Getsemani dan di kayu salib belum menaklukkan musuh. Iblis masih
aktif dua puluh tahun berikutnya ketika Rasul Paulus menyebutnya
"ilah zaman ini" (2 Korintus 4:4). Dan lima belas tahun berikutnya,
Iblis masih menjadi sosok yang berbahaya, karena Rasul Petrus
mengatakan bahwa Iblis "berjalan keliling sama seperti singa yang
mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya" (1 Petrus 5:8).
Tiga puluh tahun setelah Petrus menulis suratnya, Rasul Yohanes
menyatakan bahwa "seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat" (1
Yohanes 5:19). Jelaslah, Iblis belum betul-betul diusir dari dunia
ini. Ia masih merupakan musuh yang sangat kuat. Namun, Yesus tidak
keliru. Melalui penderitaan dan kematian-Nya, Dia memukul kalah
Iblis dan para pengikutnya. Melalui kebangkitan-Nya, Dia
memperingatkan kepastian kematian mereka. Mereka tahu bahwa ketika
Yesus berkata, "Sudah selesai," dan mengembuskan napas terakhir-Nya,
Dia telah membayar lunas dosa seluruh dunia. Itulah sebabnya roh-roh
jahat "gemetar" ketika berpikir tentang Allah (Yakobus 2:19).
Iblis tidak memiliki kuasa yang mengakibatkan kerusakan kekal bagi
mereka yang berada di dalam Kristus. Fakta ini mendorong Paulus
menuliskan, "Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu ...,
telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia
mengampuni segala pelanggaran kita, dengan menghapuskan surat
utang, yang ... mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya
dengan memakukannya pada kayu salib: Ia telah melucuti
pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka
tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka" (Kolose 2:13-15).
Paulus menggambarkan Yesus yang sedang berjaya sebagai seorang
penakluk yang hebat, bagaikan seorang jenderal yang secara terbuka
menunjukkan kemenangannya atas musuh-musuhnya dengan cara menggiring
mereka melewati jalan-jalan di sebuah kota, dalam kondisi telah
dilucuti dan diborgol. Iblis telah dikalahkan, dipermalukan, dan
dilucuti oleh salib Kristus dan semua yang terjadi setelah itu.
Realitas kemenangan ini belum terwujud sepenuhnya. Hal itu menanti
di kemudian hari. Tetapi, bala tentara kegelapan tahu bahwa hari itu
akan datang tatkala maut akan "ditelan dalam kemenangan" (1 Korintus
15:54), dan mereka akan "dilemparkan ke dalam lautan api dan
belerang" (Wahyu 20:10). Tak heran bila Iblis melakukan apa saja
untuk mencegah Yesus memenuhi perjanjian-Nya untuk mati di atas kayu
salib.
Diambil dari:
Judul buku : The Passion of Christ
Judul artikel: Iblis di dalam Kegelapan
Penulis : Martin R. De Haan II
Penerbit : Yayasan Gloria, Yogyakarta 2005
Halaman : 21 -- 35
______________________________________________________________________
SUMBER MISI
DCI
==> http://www.dci.org.uk (1)
==> http://www.worldchristians.org/indonesian/ind-surat.htm (2)
==> http://www.worldchristians.org/indonesian/ind-pelajaran.htm (3)
Alamat URL di atas merupakan beberapa bagian dari ribuan halaman
yang ada di situs DCI (1). Halaman yang khusus berbahasa Indonesia
ini (2) berisi berita-berita seputar misi, baik itu perkembangan
proyek misi, kisah-kisah penjangkauan jiwa, serta profil masyarakat
yang perlu mendengar kasih Tuhan di seluruh dunia. Semua itu
dihadirkan agar kita mengetahui perkembangan misi di seluruh dunia
sehingga hati kita tergerak untuk membantu pekerjaan misi, baik
dalam bentuk doa, daya, dan dana. Di halaman ini ada satu tautan
yang berisi informasi bagaimana kita selaku orang percaya dapat
membantu mengabarkan Injil kepada segala suku bangsa. Selain itu,
disediakan juga tautan untuk melihat foto-foto seputar proyek dan
pelayanan dalam dunia misi yang dapat diunduh secara gratis dalam
format PDF. Bagian lain (3) yang menarik dari situs ini adalah
disediakannya modul-modul pelajaran yang ditulis oleh Dr. Les
Norman, Th.D., M.Ph. yang sejak 1987 telah dibagikan secara gratis
kepada puluhan ribu murid. Pelajaran ini kini diajarkan di ratusan
Sekolah Misi secara gratis atau dengan biaya rendah di rumah-rumah
dan gereja-gereja di seluruh dunia. Jika Anda mengikuti program
Sekolah Misi, maka Anda akan memeroleh diploma penuh. Kunjungi
halaman situs ini untuk melihat dan mengunduh modul-modul pelajaran
yang disediakan. Selamat berkunjung.
______________________________________________________________________
DOA BAGI MISI DUNIA
A M E R I K A S E R I K A T
Setiap orang yang bepergian melalui bandara di Washington D.C dapat
mengakses film Jesus selama 24 jam. Pendeta senior Ralph Benson,
Direktur Metropolitan Washington Interfaith Chapels, berdoa dengan
dua puluh orang setiap harinya di bandara. Dia berkata bahwa proses
penginjilan sering kali terjadi ketika para pekerja bandara melihat
film ini. "Mereka akan duduk dan menonton film, dan mereka akan
menanyakan beberapa pertanyaan mengenai film tersebut. Ada beberapa
pendeta yang, tergantung dari pertanyaan yang muncul, akan
membagikan traktat, renungan, dan memimpin mereka kepada Kristus
dan kemudian menindaklanjutinya." Bandara juga menyediakan ruang
kapel untuk mendukung pelajaran Alkitab di bandara yang merupakan
sebuah alat untuk menindaklanjuti mereka yang memiliki pertanyaan.
Dengan memenuhi kebutuhan semua komunitas kepercayaan, pintu pun
terbuka lebar. Seorang non-Kristen meminjam salinan film Jesus, dan
setelah beberapa bulan, ia mengambil keputusan untuk menjadi orang
Kristen. Itu adalah hal yang luar biasa, apalagi sejak lahir ia
telah patuh pada agamanya yang lama. (t/Novita)
Diterjemahkan dari: Mission News, Desember 2007
Selengkapnya: http://www.MNNonline.org/article/10649
Pokok doa
---------
* Kiranya melalui program penginjilan melalui film Yesus di
bandara-bandara Washington D.C., Roh Kudus bekerja dalam hati
setiap orang yang menontonnya. Doakan pula agar setiap orang yang
disentuh hatinya oleh Roh Kudus dapat dilayani oleh pendeta
setempat untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat
pribadi.
* Melalui program film Yesus ini pula, telah banyak jiwa yang
dimenangkan bagi Kristus. Mari berdoa bagi para petobat baru ini
agar pengenalan mereka akan Tuhan dapat terus bertumbuh dan mereka
dapat menjadi kesaksian yang hidup bagi keluarga di sekitar mereka
yang belum diselamatkan.
I N T E R N A S I O N A L
Jumat lalu, Joni and Friends menegaskan semakin mendunianya program
televisi terbaru mereka. Acara itu menyiarkan jawaban atas
pertanyaan-pertanyaan mengenai kebaikan Tuhan yang bercahaya di
tengah penderitaan dunia. Mereka telah memiliki rekaman acara
berdurasi 26 jam. Steve Appel berkata bahwa tanggal 1 Februari 2008
merupakan hari penayangan perdana acara tersebut di TBN. Acara itu
akan disiarkan di Asia, Timur Tengah, Amerika Selatan, dan
Australia. Benar-benar mendunia. Atas dasar itu, Appel berkata bahwa
pelayanan mereka akan semakin kuat karena adanya program baru
tersebut. Hal tersebut akan mengawali pelayanan Joni and Friends
yang lainnya, yaitu pelayanan yang dilakukan bersama dengan Wheels
for the World untuk memberikan kursi roda gratis serta alat-alat
yang diperlukan bagi orang-orang cacat di seluruh dunia." Teks
terjemahan (subtitle) akan disediakan. Appel juga mengatakan bahwa
mereka sedang menerjemahkannya dalam bahasa Arab dan Persia. Akan
diterjemahkan pula dalam bahasa Mandarin dan Spanyol. Doakan agar
tayangan itu akan menjangkau mereka yang menderita, yang perlu
mendengar pesan yang penuh dengan pengharapan. (t/Novita)
Diterjemahkan dari: Mission News, Desember 2007
Full story: http://www.MNNonline.org/article/10725
Pokok doa
---------
* Kiranya melalui program televisi yang diluncurkan oleh Joni and
Friends, banyak orang akan dimenangkan bagi Kristus.
* Joni and Friends bersama Wheels for the World memiliki kerinduan
untuk memberikan kursi roda gratis dan alat-alat yang diperlukan
bagi orang-orang cacat di seluruh dunia. Doakan agar Tuhan
mencukupkan segala kebutuhan yang mereka perlukan, baik dari dana
maupun daya.
* Berdoalah agar proses penerjemahan program televisi Joni and
Friends ke dalam berbagai bahasa yang saat ini sedang berlangsung.
Biarlah Tuhan memberikan hikmat, juga kemudahan sehingga proses
penerjemahan dapat berjalan dengan baik dan dapat diselesaikan
sesuai dengan waktu yang telah direncanakan.
______________________________________________________________________
DOA BAGI INDONESIA
PERSIAPAN PASKAH
================
Bulan Maret ini kita akan merayakan hari yang istimewa bagi orang
Kristen. Tanggal 23 Maret mendatang, orang Kristen di seluruh dunia
akan merayakan Paskah. Berbagai persiapan dilakukan oleh setiap
orang percaya, khususnya gereja-Nya untuk menyambut hari istimewa
tersebut. Namun, jangan sampai kesibukan persiapan Paskah hanya
menyangkut seputar perayaannya saja. Yang terpenting adalah
persiapkanlah hati kita agar makna kematian Kristus yang sebenarnya
dapat semakin dipahami oleh setiap pribadi maupun gereja-Nya.
Melalui momentum Paskah tahun 2008 ini, mari kita berusaha untuk
lebih menghargai apa yang telah Kristus lakukan bagi kita.
Pokok Doa
---------
1. Berdoa untuk persiapan Paskah di berbagai tempat di Indonesia.
Kiranya Paskah tahun ini dapat dilalui dengan penuh hikmat dan
setiap orang percaya dapat menemukan makna Paskah yang
sesungguhnya.
2. Biarlah melalui perenungan makna Paskah tahun ini, jemaat Tuhan
boleh semakin didewasakan dan bertumbuh di dalam pengenalan yang
benar akan Allah, sehingga dapat dipakai Tuhan untuk menjadi
terang bagi mereka yang belum mengenal-Nya.
3. Mari kita juga berdoa untuk hamba-hamba Tuhan yang akan
mempersiapkan diri memberitakan firman Tuhan pada perayaan
Paskah. Kiranya mereka juga semakin dalam mengenal kasih Tuhan
sehingga mampu menyaksikan berita pengorbanan Kristus dengan hati
yang penuh ucapan syukur.
4. Doakan untuk setiap orang yang hatinya hancur karena belum
mengalami kasih Kristus. Kiranya melalui berita Paskah ini, hati
mereka boleh disentuh oleh kasih Kristus dan mengalami
kebahagiaan yang sejati di dalam Dia.
5. Doakan untuk aparat yang bertugas menjaga keamaan. Biarlah
selama perayaan Paskah berlangsung, semua dapat berjalan dengan
baik tanpa gangguan dari orang-orang yang tidak bertanggung
jawab.
______________________________________________________________________
Anda diizinkan mengcopy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari e-JEMMi
(untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: tidak
untuk tujuan komersil dan harus mencantumkan SUMBER ASLI bahan
yang diambil dan nama e-JEMMi sebagai penerbit elektroniknya.
______________________________________________________________________
Staf Redaksi: Novita Yuniarti, Yulia Oeniyati dan Dian Pradana
Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari berbagai pihak.
Copyright(c) 2008 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Kontak Redaksi : < jemmi(at)sabda.org >
Untuk berlangganan : < subscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk berhenti : < unsubscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk pertanyaan/saran/bahan: < owner-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
______________________________________________________________________
Situs e-MISI dan e-JEMMi : http://misi.sabda.org/
Arsip e-JEMMi : http://www.sabda.org/publikasi/misi/
Situs YLSA : http://www.ylsa.org/
Situs SABDA Katalog : http://katalog.sabda.org/
______________________________________________________________________
|