Februari 2008, Vol.11 No.9
______________________________ e-JEMMi _____________________________
(Jurnal Elektronik Mingguan Misi)
______________________________________________________________________
SEKILAS ISI
EDITORIAL
PROFIL BANGSA : Tajik di Afganistan
ARTIKEL MISI : Panggilan Istimewa
DOA BAGI MISI DUNIA: Internasional, Tonga, Iran
DOA BAGI INDONESIA : Gereja-Gereja yang Mendukung Pelayanan Misi
______________________________________________________________________
GOD NEVER PROMISES WHAT HE WILL NOT PROVIDE
______________________________________________________________________
EDITORIAL
Shalom,
Afganistan merupakan salah satu negara yang masuk dalam daftar
negara yang paling melarang kebebasan beragama, khususnya agama
Kristen. Di negara ini tidak terdapat gereja dan jumlah orang
Kristen hanya 0,01%. Di negara ini masih banyak terjadi tindakan
anarki dan pemerintah pusat tidak mengendalikan seluruh negara.
Kekerasan masih sering terjadi karena golongan radikal masih aktif
dan sering melakukan perlawanan.
Undang-undang yang mengatur kebebasan beragama masih ditentang
karena hukum syariah adalah hukum negara ini. Meskipun ada jaminan
kebebasan beragama bagi kaum minoritas, kelompok mayoritas sering
melanggar hukum mereka sendiri. Oleh karena itu, orang-orang Kristen
harus sangat berhati-hati. Konsekuensi dari tidak adanya kebebasan
beragama di negara ini adalah pembatasan/pelarangan praktik ibadah
(khususnya orang Kristen). Jika melanggarnya, mereka akan mendapat
sanksi berat, seperti pemenjaraan, penyiksaan, bahkan pembunuhan
tanpa diadili.
Mari berdoa bersama untuk negara ini, minta belas kasihan Tuhan
untuk memulihkan Afganistan.
Tuhan Yesus memberkati pelayanan kita.
Pimpinan Redaksi e-JEMMi,
Novita Yuniarti
______________________________________________________________________
PROFIL BANGSA
TAJIK DI AFGANISTAN
===================
Populasi terbesar suku Tajik yang ada di luar tanah air Afganistan
adalah di wilayah Tajikistan, yang terletak di utara Afganistan.
Lebih dari 25% populasi Afganistan adalah orang Tajik. Hal tersebut
membuat suku Tajik menjadi suku terbesar kedua di Afganistan. Sejak
abad ke-4, bukti sejarah menunjukkan bahwa Tajik adalah suku paling
kuno di antara suku-suku Asia Tengah yang masih bertahan
keberadaannya hingga sekarang. Subetnis Mediteranian dari ras
Kaukasia, suku Tajik modern adalah keturunan dari orang-orang
Persia. Orang-orang yang bertubuh tinggi langsing, berkulit kuning
langsat dengan mata biru atau hijau, serta rambut yang sering kali
berwarna merah dan pirang, yang kemudian menikah dengan orang-orang
Turki dan Mongol, menghasilkan orang-orang dengan mata berbentuk
oval dan berujung lancip serta berambut hitam lurus -- orang Tajik.
Istilah Turki kuno, Tajik, adalah sinonim dari Persia. Mereka selalu
menuturkan bahasa Persia (atau bahasa Dari di Afganistan) yang
diadopsi penutur bahasa Persia lain di Asia Tengah. Sering kali,
mereka menyebut diri mereka dengan nama lembah kampung halaman
daripada Tajik. Mereka tinggal di lingkungan pegunungan yang luas
dan subur, yang disebut Panjsher Valley, bagian utara Kabul, di mana
para petani dan penggembala miskin tinggal di rumah beratap datar
yang terbuat dari batu bata lumpur atau batu. Saat persedian air
melimpah, desa ini bisa menghasilkan buah-buahan, kacang-kacangan,
serta biji-bijian hasil panen yang terbaik. Ahmad Shah Masoud, salah
seorang pemimpin yang terkemuka di Taliban, yang dibunuh pada 2001,
berasal dari desa itu. Ada juga sekelompok kecil suku Tajik yang
tinggal di provinsi Herat di bagian barat yang berbatasan dengan
Iran. Lalu ada juga kelompok komunitas Tajik yang lebih besar dan
lebih berpendidikan, yang tinggal di Kabul, di mana mereka telah
merasakan kesuksesan ekonomi dan pengaruh politik. Di antara suku
Tajik yang tinggal di kota itu juga terdapat para pedagang dan
pengrajin yang sangat berbakat. Karena hubungan kekerabatan dalam
keluarga besar suku Tajik dekat, orang Tajik yang tinggal di kota
dikenal sangat menjaga hubungan baik dengan keluarga mereka di desa.
Mereka yang sebelumnya adalah suku, telah meninggalkan struktur
organisasi yang ketat sejak dahulu. Namun demikian, tradisi budaya
mereka masih dijaga dan diperhatikan -- tradisi yang tetap bertahan
meski didera invasi selama berabad-abad, oleh orang-orang Arab kuno
sampai para pejuang Taliban yang kini ada. Salah satu tradisi sosial
adalah keramahtamahan yang luar biasa -- keramahtamahan antarorang
Afganistan. Menerima tamu dianggap sebagai suatu kehormatan --
kesempatan untuk makan hidangan-hidangan istimewa. "Osh", makanan
spesial yang dipersiapkan para pria Tajik, yang dibuat dari nasi,
daging kambing, merica, dan sayuran, dan mungkin dihidangkan dengan
roti tipis bundar yang dibakar dengan campuran beberapa tepung,
buah, yogurt (susu masam kental), dan teh. Bahkan petani miskin
sekalipun menyambut tamu dengan menghidangkan teh, roti, dan yogurt.
Dipaksa menganut agama Islam oleh Arab pada abad ke-7, 99% orang
Tajik Afganistan kini beragama Islam. Tradisi agama mengharuskan
adanya ritual untuk memperingati beberapa tahap penting kehidupan,
seperti kelahiran, pernikahan, dan kematian. Doa hafalan diucapkan
setiap hari, dan di beberapa komunitas, praktik gaib, guna-guna, dan
ritual animistis masih memiliki tempat dalam hidup masyarakat.
Tradisi artistik kuno dan dihormati seperti puisi, cerita rakyat,
karya seni, musik, dan tarian menggambarkan dan menjaga nilai-nilai
budaya Tajik. Kekreatifan mereka diwujudkan dalam benda-benda
seperti karpet yang menawan, keramik, kostum yang kaya dengan
sulaman, topi, serta perhiasan pria yang berwarna terang. Pada masa
lalu, Tajik melukis langit-langit luas yang terbuat dari kayu di
masjid dan istana, juga mendekorasi buku. Sering kali mereka
menuliskan puisi berbahasa Persia di langit-langit dan buku itu.
Pakaian adat orang Tajik Afganistan tidak terlalu spesial, para pria
membalut topi bersulam dengan ikat kepala dan para wanita memakai
syal dan kerudung.
Masyarakat Tajik didominasi oleh pria, namun wanita tidak dikenakan
terlalu banyak peraturan ketat di tempat kerja dan masyarakat
(kecuali di bawah pemerintahan Taliban) daripada wanita di komunitas
Islam yang lain. Namun demikian, kehidupan pribadinya mirip, para
wanita bergantung pada para pria. Wanita tidak berhak untuk mendapat
warisan. Pernikahan orang Afganistan biasanya diatur, dan kata
"cerai" hanya boleh dicetuskan oleh suami yang memutuskan hubungan
pernikahan dengan mengatakan "saya menceraikanmu" sebanyak tiga
kali.
Kenyamanan yang dirasakan komunitas Tajik pada masa lalu entah
bagaimana telah terkikis oleh ketidakstabilan keadaan yang kini
sedang terjadi. Namun demikian, identitas nasional yang kuat dan
sifat mereka yang pekerja keras akan memberikan suku Tajik hidup
yang lebih baik sementara Afganistan membangun ulang.
Apakah kepercayaan mereka?
Sebanyak 99% orang Tajik adalah orang Islam. Sebagian besar dari
mereka adalah Islam Sunni Mazhab Hanafi, namun ada juga yang adalah
Islam Shia Ismaili yang tinggal di daerah pegunungan yang terpencil.
Islam meresap dalam setiap aspek kehidupan mereka. Ritual kelahiran,
pubertas, pernikahan, dan kematian, semua itu dilakukan dalam upaya
mengamalkan agama mereka. Mereka patuh mengulang doa hafalan lima
kali sehari.
Selain agama Islam, spiritisme (kepercayaan pada roh-roh halus yang
menyertakan ilmu gaib dan guna-guna) juga tersebar luas di antara
masyarakat Tajik.
Apakah yang mereka butuhkan?
Tajik banyak mengalami perang dan percekcokkan dalam komunitas
mereka. Tanah mereka terus-menerus diinvasi selama berabad-abad oleh
Arab, Yunani, Mongol, Persia, Turki, Rusia, dan Inggris.
Sangat sulit untuk menerobos agama Islam. Pertobatan menjadi Kristen
akan membuat mereka "dilempar" dari keluarga mereka. Karena itu
orang-orang Tajik, meski hangat dan ramah, menjadi semakin takut
terhadap orang asing.
Orang Tajik berbahasa Persia "Dari", sebuah bahasa yang berasal
dari Raja Darius (disebutkan dalam Kitab Daniel). Sayangnya, hanya
sekitar 10% dari seluruh orang Tajik yang bisa membaca.
Pokok Doa
=========
* Mohon kepada Tuhan agar memulihkan kedamaian politik dan
kestabilan keamanan di Afganistan.
* Mohon agar Tuhan mengirimkan pelayan-pelayan Kristen yang fasih
berbahasa Dari sehingga mereka bisa melayani orang-orang Tajik.
* Doakan agar para misionaris dan pelayan Kristen yang melayani di
Pakistan dapat menjadi saksi yang efektif bagi orang-orang Tajik
yang dibuang oleh keluarga mereka.
* Doakan agar mereka mengerti bahwa mereka perlu mencari kebenaran
yang sejati yang hanya bisa mereka dapatkan dengan pengenalan
pada Yesus Kristus.
* Doakan agar tersedia dana untuk membantu daerah-daerah miskin
sehingga dapat membantu kebutuhan pokok mereka.
* Doakan agar segera ada gereja lokal yang kuat yang ada di antara
orang-orang Tajik Afganistan. (t/Dian)
Diterjemahkan dari:
Nama situs: Joshua Project
Penulis : Tidak dicantumkan
Alamat URL: http://www.joshuaproject/peopctry.php
______________________________________________________________________
ARTIKEL MISI
PANGGILAN ISTIMEWA
==================
Mendapatkan kepercayaan adalah suatu kehormatan; terlebih lagi jika
pemberinya istimewa. Kepada Yesaya, Tuhan bersabda, "Tetapi Aku akan
membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan
yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi." (Yesaya 49:7b)
Sesuai dengan rancangan-Nya yang kekal, Tuhan menghendaki agar
berita keselamatan disampaikan kepada segala bangsa. Karena itu
Yesaya tidak hanya diutus untuk melayani suku Yehuda atau Israel
saja, tetapi segala bangsa (Yesaya 49:7a). Yohanes memahami
keuniversalan berita Injil ketika ia berkata, "Lihatlah Anak Domba
Allah, yang menghapus dosa isi dunia." (Yohanes 1:29) Begitu juga
Lukas, "Dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan
dosa harus disampaikan kepada segala bangsa." (Lukas 24:47) Tidak
keliru, perintah untuk membawa Injil kepada segala bangsa memang
harus disebut Amanat Agung (Matius 29:19-20).
Tetapi tugas penyebarluasan berita keselamatan di dalam Kristus
merupakan panggilan, dan bukan sekadar alternatif, "Aku membuat
engkau." Di sini ketaatan menjadi keharusan. Paulus tahu persis akan
hal ini, dan ia menanggapinya dengan meninggalkan semuanya demi
menggenapi tugas ini: "Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan
bagiku sekarang kuanggap rugi karena Kristus." (Filipi 3:7) Buah
ketaatan Paulus nyata sekali; Injil menerobos Asia, masuk ke Eropa,
"ujung bumi" pun dicapai. Maka bukan suatu kebetulan jika Lukas
menerapkan mandat penugasan Yesaya ini kepada Paulus (Kisah Para
Rasul 13:47). Tepat sekali, Paulus telah membuka hidupnya, sehingga
di dalam dirinya, rancangan agung ilahi ini menemukan realisasinya
secara utuh.
Nasib dan masa depan dunia ditentukan di dalam berita ini. Karena
itu, Iblis berjuang keras untuk menggagalkan panggilan ini dengan
beragam cara. Intinya, ia akan membelokkan ketaatan itu kepada yang
lain. Yang paling populer, mengimbau kita untuk hidup baik dan kaya
dalam kebajikan, berusaha menjadi garam dan terang. Teknik lain, ia
menjebak kita dengan kesibukan (yaitu pelayanan, atau kegiatan
gerejawi) pengganti yang memang terlihat masuk akal, berguna, dan
memuaskan, kecuali dalam pandangan Tuhan.
Kenyataannya, ketaatan dalam pemberitaan Injil merupakan kebutuhan
yang teramat mendesak. Bangsa-bangsa masih menantikan datangnya
berita keselamatan, bahkan dengan kerinduan yang jauh lebih mencekam
daripada yang diungkapkan oleh wanita Makedonia itu (Kisah Para
Rasul 16:9). Paling tidak, apakah tanggapan kita terhadap 16 hingga
20 ribu suku bangsa dunia ini, yang masih tersembunyi dari Injil?
Bukankah keadaannya tidak berbeda jika kita sejenak menoleh ke
sekeliling? Apakah yang telah kita lakukan bagi sepuluh kelompok
suku di sekeliling kita ini, di mana berita Injil masih berupa
pengharapan?
Jutaan jiwa tengah berbaris menuju neraka. Kesadaran inilah yang
menggerakkan William Carney untuk melupakan kenikmatan Eropa dan
dengan berani menantang kehidupan keras di India. Dengan motivasi
yang sama, Adoniram Judson menyerahkan hidupnya untuk Myanmar,
Hudson Taylor untuk bangsa Cina. Bukankah karena alasan yang sama,
maka Nomensen, Lyman, dan Munson bahkan telah mengorbankan nyawanya
demi menuntun suku Batak kepada pengenalan terhadap anugerah
keselamatan dalam Kristus? Daftar tokoh-tokoh iman yang telah
menempuh lorong ini masih dapat diperpanjang. Benar, jika rumah kita
tengah dilanda amukan api memang tidak ada waktu untuk menghiasi
dindingnya dengan lukisan kesayangan.
Tiba waktunya untuk mengerahkan semua potensi guna melaksanakan
panggilan mendesak ini. Kita harus mulai dengan sumber daya
terpenting -- doa. Pengalaman Zinzendorf dan gereja Moravia menjadi
contoh klasik, doa mampu mengerjakan banyak perkara dalam
penginjilan sedunia. Marilah kita genangi dunia yang sesat ini
dengan kuasa dari surga melalui doa dan permohonan. Kita minta agar
Tuhan mengutus pekerja-pekerja pergi ke ladang-Nya. Juga, agar pintu
pemberitaan terbuka di mana-mana (Kolose 4:3), dan agar Ia berkenan
menggunakan semua sarana yang tersedia untuk menuntun banyak jiwa
kepada pertobatan.
Berikutnya dana kita. Kita terlalu bersemangat mendanai
bermacam-macam program, kecuali penginjilan. Termakan bujukan
dunia, kita habiskan uang kita untuk membeli benda-benda yang hanya
memuaskan nafsu. Akibatnya, kita tidak melihat pengumpulan dana
untuk penginjilan sedunia sebagai prioritas. Jika mau, kita dapat
mengumpulkan dana dalam jumlah besar. Barangkali ini berarti suatu
panggilan untuk mengatur kembali prioritas penggunaan penghasilan.
Mungkin juga keharusan untuk mengubah gaya hidup. Bila kita rela
mendisiplin diri, tidak ada alasan untuk tidak dapat melakukan lebih
banyak lagi demi penyebarluasan Injil ke seluruh dunia.
Di samping itu, kesatuan dan kerja sama harus semakin dipupuk dan
dikembangkan. Bukan waktunya lagi untuk bersikeras menekankan
perbedaan; sebaliknya, kita harus lebih memusatkan pada kesamaan.
Demi suksesnya kesaksian Injil, kita harus bersedia bergandengan
tangan dengan semua orang percaya, apa pun latar belakang gereja,
suku, budaya, atau batasan lainnya. Kita sedang berada di tengah
medan perjuangan; jangan sampai keliru dalam menandai siapa "musuh"
kita sebenarnya. Marilah kita amalkan prinsip Kristus yang satu ini,
"Sebab barangsiapa tidak melawan kamu, ia ada di pihak kamu." (Lukas
9:50) Kristus telah menetapkan kita untuk menjadi terang kepada
segala bangsa. Usahakan agar cahaya-Nya semakin cemerlang.
Diambil dari :
Judul buku : Sepadan dengan Panggilan Allah
Judul bab : Hidup sebagai Seorang Pelayan
Judul artikel: Panggilan Istimewa
Penulis : Petrus Maryono
Penerbit : Yayasan Andi, Yogyakarta 2002
Halaman : 53 -- 56
______________________________________________________________________
DOA BAGI MISI DUNIA
I N T E R N A S I O N A L
Menjelang akhir tahun, Fred Palmerton dari Christian Resources
International (CRI) mengatakan bahwa banyak orang percaya kuatir
menunggu kiriman Alkitab, buku-buku renungan, dan bahan untuk
anak-anak. "Saya benar-benar prihatin melihat banyak orang di
seberang lautan yang tidak bisa mendapat Injil Tuhan. Mereka
menunggu dan bertanya-tanya, `Apakah CRI memunyai uang untuk
mengirimiku buku?`" CRI melayani melalui komunitas Kristen di
Amerika Utara. Mereka menerima sumbangan buku-buku bekas dan
mengirimkannya kepada para misionaris dan pendeta lokal di luar
negeri untuk melengkapi mereka dalam melayani. Tetapi saat ini
mereka terhambat oleh kurangnya dana. "Yang paling diperlukan
sekarang adalah dana pengiriman tumpukan buku yang ada di
perpustakaan kami. Telah ada banyak kontainer yang menunggu untuk
dikirim ke India, Ghana, Sri Lanka, Liberia, dan Afrika Selatan."
Diterjemahkan dari: Mission News, Desember 2007
Selengkapnya : http://www.MNNonline.org/article/10635
Pokok doa
---------
* Doakan CRI yang melayani komunitas Kristen di Amerika Utara, agar
Tuhan menjadikan mereka saluran berkat dengan membagikan buku-buku
bekas yang penting untuk pelayanan di berbagai negara di Afrika.
* Doakan agar Tuhan ikut campur tangan karena pengiriman buku-buku
tersebut saat ini tertunda akibat kurangnya dana. Biarlah Tuhan
mendatangkan para donatur untuk memenuhi kebutuhan ini.
T O N G A
Beberapa organisasi bekerja sama untuk mendistribusikan satu salinan
Kabar Baik kepada setiap anak di Kerajaan Tonga. Kerajaan ini
terletak di antara Hawai dan Selandia Baru, dan terdiri atas 176
pulau. Negara ini adalah negara Kristen yang taat dan Hari Sabat di
sana dinyatakan sebagai hari sakral dalam Undang-Undang Tonga. Awal
tahun ini, Menteri Pendidikan mengesahkan "Book of Hope" dan
menyetujui pendistribusiannya ke seluruh sekolah dan lembaga
pendidikan di Tonga. Setelah diadakan pelatihan pada bulan Maret,
penjangkauan terhadap seluruh negara itu mulai dilakukan. Tujuannya
adalah untuk mendatangi setiap pulau-pulau berpenghuni untuk
memastikan agar setiap anak di Kerajaan Tonga mendapatkan firman
Tuhan.
Diterjemahkan dari:
Judul buletin: Body Life, Edisi Oktober 2007, Volume 25, No. 10
Halaman : 1
Pokok doa
---------
* Doakan program penjangkauan anak-anak di Tonga, agar Tuhan memberi
hikmat, kekuatan, dan kesabaran sehingga penyelenggaraan dapat
berlangsung dengan baik.
* Berdoalah untuk Kerajaan Tonga, agar pengenalan mereka akan Tuhan
semakin bertambah dan Tonga bisa menjadi berkat untuk
negara-negara yang berada di sekitar mereka.
* Doakan juga agar aparat pemerintah dapat memberikan suasana aman
selama program pembagian "Book of Hope" ini diadakan.
I R A N
Seorang wanita Kristen yang menjalankan bisnis jahit-menjahit,
secara sukarela mengajar tiga gadis bagaimana menjahit. Selama
percakapan, dia bercerita tentang iman Kristennya dan mulai mengajar
mereka tentang kekristenan. Tetapi satu dari tiga gadis itu adalah
dari keluarga Muslim. Ia merasa kecewa dengan apa yang dilakukan
wanita itu. Akhirnya toko penjahit wanita itu dirusak,
peralatan-peralatannya dihancurkan, dan dia dipukuli serta diancam
akan dibunuh. Wanita tersebut kemudian dibawa ke pengadilan dan
seorang hakim mengatakan bahwa para jaksa penuntut memiliki hak
untuk memberatkannya. Wanita itu akhirnya harus pindah demi
keselamatannya.
Diterjemahkan dari:
Judul buletin: Body Life, Edisi Oktober 2007, Volume 25, No. 10
Halaman : 3
Pokok doa
---------
* Doakan untuk penjahit Kristen yang dianiaya karena membagikan
kabar keselamatan bagi mereka yang masih terhilang. Kiranya
Tuhan menumbuhkan benih firman Tuhan yang telah ditaburkan,
walaupun untuk sementara kelihatannya mendapat penolakan.
* Berdoa untuk keselamatan penjahit Kristen ini, karena hidupnya
terancam. Biarlah Tuhan terus memeliharanya dan pencobaan ini
semakin menguatkan imannya.
______________________________________________________________________
DOA BAGI INDONESIA
GEREJA-GEREJA YANG MENDUKUNG PELAYANAN MISI
===========================================
Mengapa banyak gereja-gereja, khususnya di Indonesia yang kurang
peduli terhadap pelayan misi? Salah satu alasan yang sering
digunakan adalah tidak tersedianya atau kurangnya dana untuk
membiayai para pekerja misi yang terlibat secara langsung di
lapangan. Sebagian besar dana gereja biasanya digunakan untuk
mendukung fasilitas-fasilitas, membeli alat-alat musik yang canggih,
dan membiayai kegiatan-kegiatan internal gereja, sedangkan untuk
pelayanan misi tidak masuk dalam prioritas utama. Sudah saatnya
gereja lebih mementingkan kebutuhan misi, sudah saatnya gereja
bangkit dan keluar dari "daerah amannya" dan berubah menjadi gereja
yang misioner, gereja yang lebih mementingkan apa yang menjadi
kerinduan Allah, yaitu membawa lebih banyak jiwa bagi kerajaan-Nya.
Pokok Doa
---------
1. Berdoalah untuk gereja-gereja di Indonesia supaya mereka dapat
melihat kebutuhan ladang misi sebagaimana Allah melihatnya.
Dengan pandangan ini, gereja-gereja dapat bergerak untuk
mengkoordinasi kegiatan-kegiatannya ke arah misi.
2. Visi dan misi gereja sering tergantung pada pemimpin-pemimpinnya.
Karena itu doakan agar Tuhan sendirilah yang menyentuh para
pemimpin gereja dengan kasih kepada jiwa-jiwa yang terhilang
supaya mereka memimpin gereja bukan untuk sekadar menjalankan
kepentingan jemaat saja, tetapi panggilan Allah untuk gereja-Nya.
3. Berdoalah agar setiap gereja di Indonesia yang belum memiliki
pelayanan misi bisa terlebih dahulu memberikan dukungan bagi
yayasan misi lainnya melalui doa, dana, dan daya.
4. Doakan untuk gereja-gereja yang telah mengirim utusan Injil/
misionaris ke ladang misi, agar mereka dengan setia mendukung
pelayan-pelayan Tuhan ini dengan sepenuh hati dan terus
memerhatikan perkembangan pelayanan mereka.
5. Berdoa untuk gereja-gereja yang ingin mengembangkan pelayanan
misi, kiranya mereka memiliki motivasi yang murni untuk Tuhan,
sehingga nantinya dapat mendidik jemaatnya untuk melihat misi
Tuhan dan gereja untuk dunia yang terhilang.
6. Berdoalah agar jemaat gereja yang telah disentuh dengan kasih
Tuhan dapat menjadi motivator untuk misi Allah di dunia, sehingga
banyak orang percaya dapat terlibat dalam pelayanan misi.
_____________________________________________________________________
Anda diizinkan mengcopy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari e-JEMMi
(untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: tidak
untuk tujuan komersial dan harus mencantumkan SUMBER ASLI bahan
yang diambil dan nama e-JEMMi sebagai penerbit elektroniknya.
______________________________________________________________________
Staf Redaksi: Novita Yuniarti, Yulia Oeniyati, dan Dian Pradana
Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari berbagai pihak.
Copyright(c) 2008 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Kontak Redaksi : < jemmi(at)sabda.org >
Untuk berlangganan : < subscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk berhenti : < unsubscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk pertanyaan/saran/bahan: < owner-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
______________________________________________________________________
Situs e-MISI dan e-JEMMi : http://misi.sabda.org/
Arsip e-JEMMi : http://www.sabda.org/publikasi/misi/
Situs YLSA : http://www.ylsa.org/
Situs SABDA Katalog : http://katalog.sabda.org/
______________________________________________________________________
|