Juli 2007, Vol.10 No.27
______________________________ e-JEMMi _____________________________
(Jurnal Elektronik Mingguan Misi)
______________________________________________________________________
SEKILAS ISI
EDITORIAL
ARTIKEL MISI : Penerjemahan dan Ilmu Bahasa: Alkitab pada Lidah
Setiap Manusia
SUMBER MISI : Sejarah Alkitab Indonesia (SAI)
DOA BAGI MISI DUNIA: Benin, Vietnam, Papua Nugini
DOA BAGI INDONESIA : Berdoa bagi Penerjemahan Alkitab di
Pedalaman-Pedalaman Indonesia
SURAT ANDA : Rekan Berjiwa Misi
______________________________________________________________________
IF YOU SERVE ONLY FOR THE APPLAUSE OF MEN
YOU SACRIFICE THE APPROVAL OF GOD
______________________________________________________________________
EDITORIAL
Salam dalam kasih Kristus,
Bahasa merupakan salah satu bentuk peradaban manusia yang pertama
dan menjadi alat yang sangat penting untuk komunikasi antarmanusia.
Demikian pula Allah memakai bahasa menjadi alat untuk
mengomunikasikan kasih dan kehendak-Nya bagi manusia. Maka lahirlah
Alkitab yang ditulis dalam bahasa manusia sehingga manusia
mengetahui misi keselamatan yang Allah rencanakan bagi umat manusia.
Sejak itu, berbagai usaha penerjemahan dilakukan manusia untuk
menghadirkan Alkitab yang dapat dimengerti oleh semua bangsa di
dunia. Upaya ini dilakukan mengingat Alkitab pertama kali ditulis
dalam bahasa Ibrani dan Yunani kuno.
Sehubungan dengan hal itu, melalui sajian e-JEMMi bulan Juli yang
bertemakan "Penerjemahan Alkitab" ini, kami berharap para pembaca
akan mendapatkan lebih banyak informasi sehingga semakin dibuka
wawasannya tentang pelayanan ini. Sebagai sajian pertama dari tema
ini, kami mengangkat peranan ilmu bahasa dalam penerjemahan Alkitab.
Tentu saja sumber-sumber informasi dan pokok-pokok doa yang terkait
dengan topik penerjemahan Alkitab, turut kami sertakan. Nah, selamat
belajar dan berdoa bagi pelayanan penerjemahan Alkitab di Indonesia
dan di seluruh dunia.
Redaksi tamu e-JEMMi,
Kristina Dwi Lestari
______________________________________________________________________
ARTIKEL MISI
PENERJEMAHAN DAN ILMU BAHASA:
ALKITAB PADA LIDAH SETIAP MANUSIA
=================================
Walaupun penerjemahan Alkitab, seperti halnya misi kesehatan, dapat
dilihat dengan jelas sebagai spesialisasi dari misi-misi asing di
abad dua puluh, sebenarnya penerjemahan Alkitab sudah dimulai sejak
awal sejarah gereja. Saat Injil menyebar di seluruh dan di luar
Mediterania, Kitab Injil muncul dalam bahasa Siria, Georgia, Koptik,
Gotik, Slav, dan Latin. Pada pertengahan abad lima belas, ada lebih
dari tiga puluh terjemahan Alkitab. Selama tiga abad berikutnya,
terjemahan Alkitab berkembang pesat dan mendapat makna baru karena
pengaruh dari Renaissance dan Reformasi. Terjemahan Alkitab
kebanyakan muncul dalam bahasa-bahasa utama di Eropa. Dan pada awal
abad ke-19, lebih dari 34 terjemahan Alkitab sudah diselesaikan.
Tidaklah mengherankan jika yang mengubah seluruh corak hasil
terjemahan Alkitab adalah pergerakan misionaris modern. Penerjemahan
Alkitab tidak lagi dikerjakan sarjana-sarjana yang teliti di biara
atau perpustakaan yang pengap. Sebaliknya, penerjemahan ini
dikerjakan oleh para misionaris tak terlatih yang ditempatkan di
seluruh dunia, yang menyelesaikan penerjemahannya di dalam gubuk
beratap jerami bersama dengan para informan yang buta huruf.
Penerjemahan ini menjadi pekerjaan sambilan yang harus dilakukan
selain tugas-tugas lain sebagai seorang misionaris. William Carey
dianggap sebagai misionaris penerjemah yang pertama dan yang paling
produktif. Tapi lebih dari seabad sebelumnya, John Elliot yang
berdedikasi dan energik, sudah menerjemahkan Alkitab untuk suku
Indian Algonquin di Massachusetts. Namun, Careylah yang membuat
penerjemahan Alkitab diterima sebagai bagian yang tak terpisahkan
dari tugas seorang misionaris. Hampir semua misionaris pelopor
"Great Century (Abad Termashyur)" seperti Robert Morrison, Adoniram
Judson, Robert Moffat, Hudson Taylor, dan Henry Martyn mengikuti
jejaknya sebagai penerjemah. Selama kurun abad sembilan belas saja,
Alkitab sudah diterjemahkan ke dalam lebih dari lima ratus bahasa.
Hal yang sama pentingnya dengan penerjemahan Alkitab adalah selama
kurun "Great Century", tidak sampai abad dua puluh, penerjemahan
mendapat gambaran baru dengan dikenalnya ilmu bahasa. Dengan semakin
banyaknya penerjemahan Alkitab, para misionaris tidak perlu lagi
berjuang untuk menerjemahkan sebelum mereka memulai pelayanan
penginjilan. Tapi pada saat bersamaan, banyak misionaris yang
memandang penerjemahan sebagai suatu pelayanan tersendiri dan merasa
terdorong untuk menerjemahkan firman Tuhan dalam setiap bahasa.
Sejak tahun 1900, sebagian besar dari Alkitab sudah diterjemahkan ke
dalam sekitar seribu bahasa tambahan, setengahnya sejak tahun 1950.
Hal itu terjadi sebagai dampak perkembangan ilmu bahasa bagi
pelayanan penerjemahan Alkitab.
Tetapi ilmu bahasa tidak akan memberi pengaruh yang terlalu besar
pada karya penerjemahan Alkitab jika bukan karena usaha tak kenal
lelah dari W. Cameron Townsend dan organisasi kembarnya, Summer
Intitute of Linguistics (SIL) dan Wycliffe Bible Translators. SIL
didirikan di sebuah rumah pertanian di Ozark pada tahun 1934 dengan
nama Camp Wycliffe oleh Townsend dan L.L. Legters. Kedua orang
inilah yang memiliki kepedulian pada pelatihan ilmu bahasa bagi para
penerjemah Alkitab di masa depan. Walaupun bukan merupakan lembaga
misionaris, mereka telah memberi sumbangan tak ternilai bagi
kemajuan penginjilan. Melalui kursus pelatihan selama lebih dari
setengah abad terakhir (dilaksanakan di University of Oklahoma dan
universitas lain di Amerika dan negara lain), murid-murid belajar
menulis bahasa asing secara fonetis, merumuskan abjad, menganalisa
tata bahasa, menemukan idiom, membuat buku panduan, mengajar baca
tulis, dan menerjemahkan Kitab Injil. Mereka sekaligus diuntungkan
oleh pengalaman para senior dengan belajar dari keberhasilan dan
kegagalan mereka.
Hal lain yang sama pentingnya dengan SIL adalah pekerjaan
menerjemahkan Alkitab, yang segera menjadi jelas bahwa dengan
sifatnya yang duniawi (dengan tujuan supaya dapat menjalin hubungan
yang lebih baik dengan pemerintah asing), organisasi itu tidak cocok
sebagai organisasi pendukung misi. Jadi pada tahun 1942, Wycliffe
Bible Translators (WBT, diambil dari nama John Wycliffe, penerjemah
Alkitab abad empat belas yang dikenal sebagai "The Morning Star of
the Reformation"), secara resmi dikelola dan dipimpin oleh pensiunan
pengusaha, Bill Nyman. Tujuannya adalah untuk menerima dana bantuan
bagi para misionaris penerjemah dan mengumumkan daerah yang akan
dijangkau, seperti yang sudah dilakukan oleh pendahulunya, Pioneer
Mission Agency. Meski terpisah, organisasi kembar, WBT/SIL mempunyai
dewan pimpinan yang saling terkait dan tujuan serta filosofi yang
sama, tapi tugas yang berbeda.
Organisasi misi selain WBT sudah terlibat secara aktif dalam
penerjemahan Alkitab. Tapi kebanyakan organisasi itu segera
menemukan manfaat besar dari pelatihan ilmu bahasa bermutu dan mulai
mengirim utusan ke SIL. Sekarang ini, New Tribes Mission dan
Unevangelized Fields Mission adalah organisasi yang paling aktif
dalam menerjemahkan Alkitab dibanding organisasi lain. Penerjemahan
Alkitab juga mulai dilakukan oleh orang-orang Kristen yang bukan
dari Barat. Murid-murid di SIL berasal dari seluruh dunia, seperti
Meksiko, Cina, Jepang, dan negara-negara Afrika. Bahkan terkadang,
para informan bahasa suku bisa menerjemahkan dengan sangat baik.
Angel, seorang Mixtec Indian dari Meksiko yang hanya tamat sekolah
dasar di Spanyol, menjadi penerjemah yang handal dalam menerjemahkan
bahasanya sendiri, San Miguel Mixtec. Ia kemudian datang ke Amerika
Serikat bersama dengan direktur SIL, Ken Pike, dan bekerja
bersamanya dalam menerjemahkan, mengetik, dan mengoreksi cetakan
kitab Perjanjian Baru.
Karena perbedaan budaya yang sangat besar, tugas penerjemahan sangat
membutuhkan bantuan warga negara yang cakap seperti Angel.
Penerjemahan Alkitab bukanlah ilmu pasti dan tata bahasanya pun
harus peka terhadap perbedaan budaya, tahu kapan harus dengan tepat
mengikuti teks yang Alkitabiah dan kapan harus mengubah teks karena
faktor budaya dalam menerjemahkan. Menurut Eugene Nida dari United
Bible Societies, keluwesan adalah kuncinya. Seperti yang dikemukakan
Harold Moulton, sering kali muncul pertanyaan-pertanyaan filosofis
yang sulit untuk dijawab. "Seorang penerjemah Eskimo kesulitan
mendapatkan referensi kata-kata di bidang pertanian. `Bread` (roti)
adalah bahan pokok yang tidak dikenal di banyak negara tropis.
Kebiasaan dalam menyapa pun berbeda. Istilah seperti `justification`
(dasar kebenaran) tidak memiliki latar belakang yang sama dengan
Paulus. Bahaya mengganti kata `bread` dengan kata lain adalah jika
kata itu menyimpang dari teks asli. Bahaya dari mempertahankan kata
dalam bahasa Yunani atau Inggris adalah tidak dapat dipahami.
Penerjemah harus menggunakan kata yang paling dekat dan alami dengan
yang akan diganti, tapi hal itu selalu sulit untuk dilakukan."
Meski masalah seperti itu terus menyerang para penerjemah, teknologi
modern sangat menolong dalam mengatasi masalah-masalah penerjemahan
Alkitab. Sekarang, para penerjemah Alkitab menggunakan laptop
bertenaga baterai di desa tempat mereka bekerja. Beberapa teknologi
sangat berguna bagi perkembangan kamus, referensi silang, menyunting
teks, dan penelitian bahasa secara umum.
Meski penerjemahan Alkitab pada saat ini sudah sangat terbantu oleh
teknologi, ilmu bahasa, dan dorongan yang diberikan oleh WBT/SIL,
tapi pekerjaan masih jauh dari selesai. Menurut perkiraan, saat ini
terdapat lebih dari lima ribu bahasa yang digunakan di dunia, tapi
Alkitab atau Perjanjian Baru baru diterjemahkan dalam sepertiga dari
bahasa-bahasa itu. Sekarang, WBT sendiri sedang menerjemahkan
Alkitab ke dalam lebih dari tujuh ratus bahasa dan setiap tahun,
terjemahan yang sudah selesai dikerjakan, diterbitkan ke dalam
sekitar tiga puluh bahasa baru; tapi dengan keadaan yang seperti
itu, semua penerjemahan baru akan selesai sekitar satu abad
lagi. (t/Dian)
Diterjemahkan dari:
Judul buku: From Jerusalem To Irian Jaya
Judul asli: Translation and Linguistic: The Bible in Every Man`s
Tongue
Penulis : Ruth A. Tucker
Penerbit : Academie Books, Grand Rapid, Michigan 1983
Halaman : 349 -- 351
______________________________________________________________________
SUMBER MISI
SEJARAH ALKITAB INDONESIA (SAI)
==> http://www.sabda.org/sejarah/
Masyarakat Kristen Indonesia patut bersuka cita dengan hadirnya
situs yang satu ini. Karena melalui situs inilah, Anda diajak untuk
membuka wawasan tentang sejarah Alkitab yang kita miliki. Apa latar
belakang dibuatnya situs ini?
Pada umumnya, orang-orang Kristen Indonesia hanya mengetahui adanya
satu atau dua versi/terjemahan Alkitab bahasa Indonesia. Padahal
sejak awal abad ke-17 (tahun 1612 di Batavia) hingga saat ini, sudah
ada paling sedikit 22 versi dan porsi Alkitab yang pernah
diterjemahkan dan diterbitkan dalam bahasa Melayu-Indonesia (modern
dan kuno, rendah dan tinggi). Situs Sejarah Alkitab Indonesia ini
diharapkan dapat menolong masyarakat Kristen Indonesia untuk
mengetahui banyaknya versi Alkitab yang telah ada -- kapan
diterjemahkan, siapa penerjemahnya, mengapa dan bagaimana terjemahan
Alkitab tersebut dilakukan, apa perbedaan dan bagaimana
perkembangannya, dan apa manfaat melakukan studi sejarah Alkitab.
Nah, bagi Anda yang rindu mengetahui informasi tentang sejarah
penerjemahan Alkitab atau ingin melakukan studi lebih lanjut tentang
sejarah Alkitab, sekarang Anda memiliki sumber informasi dan
referensi yang lengkap. Bahan yang ada tersebut disajikan dengan
sistematis sehingga Anda bisa menjelajahi isinya dengan mudah,
bahkan untuk Anda yang bukan dari latar belakang studi teologia.
Ayo lekas berburu pengetahuan tentang sejarah penerjemahan Alkitab
melalui situs SAI.
Diambil dan diedit seperlunya dari:
Nama publikasi: ICW edisi 1013
Penulis : tidak dicantumkan
URL : http://www.sabda.org/publikasi/icw/1013/
______________________________________________________________________
DOA BAGI MISI DUNIA
B E N I N
Setelah tiga puluh tahun masa penerjemahan, pada akhir April 2007,
delapan ratus orang suku Monkole merayakan selesainya kitab
Perjanjian Baru dalam bahasa Monkole yang pertama. Terima kasih atas
kerja sama penduduk lokal yang menjadi anggota SIM International
sehingga dua ribu kopi kitab Perjanjian Baru itu dapat dicetak di
Benin sebagai percobaan. Lima puluh kopi Kitab Perjanjian Baru
terjual pada hari pertama peluncurannya. Raja Monkole percaya bahwa
sekarang bahasa mereka akan dapat abadi karena sudah diwujudkan
dalam bentuk tulisan. Doakan agar tersedianya firman Tuhan dalam
bahasa mereka dapat memperbarui semangat dan visi di gereja Monkole.
Diterjemahkan dari: Mission News, Maret 2007
Berita selengkapnya: http://www.MNNonline.org/article/9908
Pokok Doa
---------
* Bersyukur untuk anugerah Tuhan bagi rakyat suku Monkole sehingga
sekarang mereka bisa menikmati firman Tuhan dalam bahasa ibu
mereka. Biarlah kebenaran Tuhan memancar di tengah-tengah
masyarakat Monkole.
* Berdoalah agar pendistribusian Alkitab dapat berjalan dengan baik
dan banyak orang boleh memilikinya. Berdoalah agar Roh Kudus
mengobarkan semangat mereka untuk mempelajari firman Tuhan dan
mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
V I E T N A M
Banyak orang Kristen Vietnam menggunakan Alkitab yang diterjemahkan
terakhir kalinya pada tahun 1926 oleh seorang misionaris Amerika.
Pusat Penerjemahan Alkitab Dunia (World Bible Translation Center/
WBTC) sedang menyelesaikan penerjemahan Perjanjian Lama yang mudah
dibaca (Easy-To-Read Old Testament). Artinya, Alkitab lengkap
berbahasa Vietnam baru bisa diedarkan setahun kemudian. Tam,
penyunting Alkitab ini, mengatakan, "Ada banyak perubahan bahasa
sehingga beberapa pasal menjadi sulit untuk dipahami. Jadi, saya
rasa terjemahan baru dengan format yang lebih mudah dipahami akan
menjangkau lebih banyak orang untuk Kristus." Pimpinan WBTC, Gary,
mengatakan bahwa sekarang adalah saatnya untuk bergerak karena
pemerintah Vietnam tidak terlalu ketat dalam urusan pembatasan. Hal
itu berarti dukungan yang lebih mendesak dan segera, sangat
dibutuhkan. "WBTC berkomitmen untuk mengerjakan 20.000 Perjanjian
Baru, 20.000 Alkitab lengkap, dan kemudian 20.000 Perjanjian Baru
dalam bahasa Inggris-Vietnam. Jumlah ini hanyalah sedikit dari
sekian banyak Alkitab yang dibutuhkan karena masih sangat banyak
jumlah orang yang ingin dijangkau."
Diterjemahkan dari: Mission News, Mei 2007
Berita selengkapnya: http://www.MNNonline.org/article/9871
Pokok Doa
---------
* Doakan agar penyelesaian proyek penerjemahan Alkitab dalam bahasa
Vietnam dapat berjalan dengan cepat supaya banyak jiwa dapat
mendengar Injil dalam bahasanya sehingga dapat memahami Alkitab
dengan lebih mudah.
* Doakan juga agar kelonggaran yang diberikan pemerintah Vietnam
dengan mengizinkan penerbitan Alkitab ini dapat dimanfaatkan
dengan baik.
P A P U A N U G I N I
Sementara itu, penerjemahan Alkitab di Irlandia Baru, Papua Nugini,
mulai mendapat dukungan. Bruce dari Wycliffe Associates mengatakan,
"Wycliffe Associates baru saja memulai usaha kerja sama baru dalam
rangka menerjemahkan Alkitab ke dalam kira-kira lima belas bahasa
tambahan mereka dengan jangka waktu lima tahun ke depan." Irlandia
Baru berada di pesisir Papua Nugini, di Pasifik Selatan. Di akhir
tahun 1990-an, para misionaris menerjemahkan kitab Perjanjian Baru
ke dalam satu bahasa, kemudian mulai membangun pusat pelatihan untuk
membantu penduduk setempat belajar bagaimana menerjemahkannya.
Namun, tahun lalu fasilitas itu habis terbakar. Bruce mengatakan
bahwa Wycliffe Associates membantu membangunnya kembali. "Kami
mempunyai tim yang ada di sana pada bulan Januari dan Februari.
Selanjutnya, kami akan membangun tempat pelatihan yang lebih besar
sehingga benar-benar dapat menampung kelompok besar tersebut."
Wycliffe juga membantu di bidang yang lain. "Peran kami adalah
menyediakan tenaga relawan teknik dan administratif untuk membantu
kelompok-kelompok yang sedang berupaya menerjemahkan itu. Kami juga
mendanai segala kebutuhan yang menyangkut proses penerjemahan
tersebut.
Diterjemahkan dari: Mission News, Mei 2007
Berita selengkapnya: http://www.MNNonline.org/article/9883
Pokok Doa
---------
* Berdoalah agar rumah pelatihan dan fasilitas baru yang sudah
disediakan Wycliffe Associates untuk proyek penerjemahan Alkitab
di Papua Nugini bisa digunakan dengan maksimal.
* Doakan juga agar proses penerjemahan Alkitab ke dalam lima belas
bahasa Papua Nugini lainnya dapat dikerjakan dengan ketepatan dan
ketelitian yang tinggi sehingga memudahkan orang dalam memahami
Alkitab.
______________________________________________________________________
DOA BAGI INDONESIA
BERDOA BAGI PENERJEMAHAN ALKITAB
DI PEDALAMAN-PEDALAMAN INDONESIA
================================
Bahasa terkadang menjadi kendala para misionaris dalam menyampaikan
kabar sukacita dari Allah bagi sebagian besar masyarakat di
Indonesia, khususnya masyarakat di daerah pedalaman karena firman
Tuhan belum diterjemahkan ke banyak bahasa daerah. Peran para
misionaris dan pekerja Tuhan lainnya dalam upaya penerjemahan
Alkitab ke dalam bahasa setempat merupakan kontribusi yang besar
bagi proses pelaksanaan Amanat Agung Allah tersebut.
Pokok Doa
---------
1. Mari berdoa bagi masyarakat di Indonesia yang belum terjangkau
oleh firman Tuhan. Biarlah Roh Allah saja yang menggerakkan dan
menuntun mereka kepada kebenaran pengenalan akan Allah.
2. Berdoalah bagi setiap orang dan yayasan/lembaga yang mengupayakan
penerjemahan Alkitab ke dalam bahasa-bahasa di Indonesia. Biarlah
Tuhan memberi hikmat, ketelitian, dan semangat yang menyala-nyala
dalam proses pengerjaannya.
3. Doakan pula agar Allah mencukupkan kebutuhan dana yang diperlukan
untuk proses penerjemahan Alkitab ke dalam bahasa-bahasa di
Indonesia ini.
4. Satukan hati untuk berdoa bagi para misionaris yang juga berupaya
memberikan kontribusi bagi penerjemahan Alkitab di beberapa
wilayah pedalaman di Indonesia. Biarlah Roh Allah yang memberikan
hikmat dan kesabaran dalam upaya penerjemahan tersebut.
5. Berdoalah agar segala usaha penerjemahan Alkitab ke dalam
bahasa-bahasa di pedalaman Indonesia semakin banyak yang
terealisasi. Dengan demikian, semakin banyak pula jiwa-jiwa yang
akan mengenal kebenaran firman Allah dalam bahasanya.
______________________________________________________________________
SURAT ANDA
From: Nikodemus Rindin < nik_rind(at)xxxx >
>Saya tamu baru dalam situs ini, senang sekali bisa menemukan situs
>yang punya spirit untuk mengembangkan Amanat Agung. Terus terang
>saya orang misi dan pengen sekali mendapatkan teman2 yang berhati
>misi, dengan demikian saya bisa banyak bercerita dan berbagi
>pengalaman tentang misi. Gbu all...
Redaksi:
Terima kasih untuk kunjungan Anda ke situs kami. Kami sangat senang
bertemu dengan orang yang memiliki jiwa misi. Pastilah Anda orang
yang mengasihi Tuhan. Jika Anda ingin berbagi pengalaman dan berita
misi dengan mereka yang juga berjiwa misi, silakan bergabung
dengan kami melalui cara-cara berikut.
1. Berlangganan publikasi e-JEMMi (Jurnal Elektronik Mingguan Misi).
Silakan kirim e-mail kosong ke alamat:
==> < subscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
2. Berkunjung ke situs e-MISI (Menyebarkan Injil ke Seluruh
Indonesia) dan mengirim artikel atau menulis blog di alamat:
==> http://misi.sabda.org/
3. Berkunjung dan menulis blog di situs SABDA Space (topik
Penginjilan) di alamat:
==> http://www.sabdaspace.org/
______________________________________________________________________
Anda diizinkan mengcopy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari e-JEMMi
(untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: harus
mencantumkan SUMBER ASLI dari masing-masing bahan dan e-JEMMi
(sebagai penerbit bahan-bahan tersebut dalam bahasa Indonesia). Thanks
______________________________________________________________________
Pimpinan Redaksi: Yulia Oeniyati
Redaksi tamu: Kristina Dwi Lestari
Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari berbagai pihak.
Copyright(c) 2007 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Staf e-MISI dan Staf Redaksi: < staf-misi(at)sabda.org >
Untuk berlangganan : < subscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk berhenti : < unsubscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk pertanyaan/saran/bahan: < owner-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
______________________________________________________________________
Situs e-MISI dan e-JEMMi : http://misi.sabda.org/
Arsip e-JEMMi : http://www.sabda.org/publikasi/misi/
Situs YLSA : http://www.sabda.org/ylsa/
Situs SABDA Katalog : http://katalog.sabda.org/
______________________________________________________________________
|