Februari 2007, Vol.10 No.07
______________________________ e-JEMMi _____________________________
(Jurnal Elektronik Mingguan Misi)
______________________________________________________________________
SEKILAS ISI
EDITORIAL
ARTIKEL MISI : Doa: Melawan Satus Quo
SUMBER MISI : Book of Hope International, Global Advance
DOA BAGI MISI DUNIA: Cina, Spanyol, Venezuela
DOA BAGI INDONESIA : Pemimpin Bangsa
SURAT ANDA : Tidak Bisa Akses Doa bagi Suku
______________________________________________________________________
"GOD MAY DENY OUR REQUEST BUT WILL NEVER DISAPPOINT OUR TRUST"
______________________________________________________________________
EDITORIAL
Salam dalam kasih Kristus,
Pernahkah Anda menyelidiki seperti apa hubungan Anda dengan Bapa
dalam hal berdoa? Apakah termasuk kategori orang yang takut datang
kepada Bapa? Takut karena bila tidak berdoa ada perasaan tidak
nyaman? Atau karena Ia sudah mati bagi kita sehingga kita merasa
sungkan bila tidak berdoa kepada-Nya? Ataukah Anda termasuk golongan
orang yang egosentris, yang berkutat pada permintaan untuk memenuhi
hasrat hati dan tubuh?
Kalau hal-hal di atas adalah bagian dari diri kita saat ini, hal
tersebut mestinya diubah. Karena yang terpenting dalam berdoa adalah
kebersamaan bersama Allah, menikmati sukacita di dalam-Nya. Bukannya
menjadi orang yang egosentris, melainkan melalui doa kita mencoba
menyeruak, menggapai jiwa-jiwa dengan doa kita.
Soli Deo Gloria!
Redaksi e-JEMMi,
Lisbet
______________________________________________________________________
ARTIKEL MISI
DOA: MELAWAN SATUS QUO
======================
Jika Anda memiliki kesadaran sosial, Anda akan terkejut mendengar
cerita yang akan saya kemukakan.
Seorang wanita berkulit hitam, tinggal di kawasan Chicago Selatan,
mendesak agar apartemennya dipasangi pemanas karena musim dingin
yang menusuk. Terlepas dari hukum di kota tersebut, pemilik tanahnya
yang kejam menolak. Wanita itu seorang janda yang buta akan sistem
hukum, namun ia membawa kasus itu ke pengadilan. Keadilan harus
ditegakkan, katanya. Sayangnya, hakim yang menangani kasusnya adalah
seorang ateis yang fanatik. Prinsip yang dipegangnya adalah "orang
kulit hitam hanya boleh diam". Bagi janda tersebut, peluang untuk
mendapatkan keadilan sangat sedikit. Dan peluang itu semakin sedikit
ketika ia menyadari betapa kurangnya hal yang ia perlukan untuk
mendapat keputusan yang diinginkan -- misalnya, uang suap yang
memadai. Bagaimanapun juga, dia tetap bertahan.
Pada mulanya, hakim tidak mengacuhkannya sama sekali. Namun, ia
mulai memerhatikan janda itu. Orang kulit hitam lagi, pikirnya,
yang cukup bodoh karena berpikir bisa mendapatkan keadilan. Lalu
keteguhan janda itu membuatnya sadar dan menimbulkan rasa bersalah
serta marah di dalam dirinya. Dengan gusar dan malu, akhirnya hakim
itu mengabulkan permohonan janda tersebut dan menegakkan hukum.
Inilah kemenangan besar terhadap "sistem" -- setidaknya, menjalankan
hukum di pengadilannya yang telah bobrok.
Tentu saja saya tidak sepenuhnya jujur. Cerita ini tidak pernah
terjadi di Chicago (sejauh yang saya ketahui) ataupun dalam "cerita"
saya sendiri. Ini merupakan perumpamaan yang dikatakan Yesus (Lukas
18:1-8) untuk menggambarkan sifat doa yang berupa permohonan.
Perumpamaan yang digambarkan Yesus bukanlah antara Allah dan hakim
yang jahat, namun antara janda dan pemohon. Perumpamaan ini memiliki
dua aspek. Pertama, janda itu menolak untuk menerima ketidakadilan,
seperti juga orang Kristen seharusnya menolak untuk menerima
kejatuhan dunia ini. Kedua, bukannya merasa patah semangat, janda
itu bertahan dengan kasusnya, seperti orang Kristen yang seharusnya
juga bertahan.
Saya ingin menegaskan bahwa doa kita yang lemah dan tidak rutin,
terutama doa berupa permohonan, sering kali ditujukan dengan cara
yang salah. Ketika menghadapi kegagalan ini, kita cenderung
menyalahkan diri sendiri karena tekad kita yang lemah, hasrat yang
tawar, cara yang tidak efektif, dan pikiran yang tidak terfokus.
Kita terus berpikir bahwa tindakan kita salah dan berpikir keras
untuk mencari letak kesalahannya. Menurut saya, masalahnya terletak
pada kesalahpahaman tentang sifat doa dan kita tidak akan pernah
memiliki keteguhan janda tersebut sebelum pandangan kita sejelas
pandangannya.
Lalu, apakah doa yang bersifat permohonan itu? Pada intinya, doa
permohonan adalah perlawanan terhadap kejatuhan dunia, penolakan
yang mutlak dan tanpa henti untuk menganggap normal apa yang tidak
normal. Dari segi negatifnya, ini berarti penolakan akan semua
rencana, maksud, dan pemikiran yang berbeda dengan yang ditetapkan
Tuhan. Itulah ungkapan mengenai suatu jurang yang tak bisa
dijembatani yang memisahkan kebaikan dan kejahatan, pernyataan bahwa
kejahatan bukanlah variasi dari kebaikan, melainkan lawan dari
kebaikan.
Atau dengan kata lain, menerima hidup "apa adanya" -- yang berarti
mengakui bahwa hidup berjalan tanpa bisa dihindari -- berarti juga
menyerahkan cara Kristen memandang Tuhan. Dalam kepasrahan pada
sesuatu yang tidak wajar ini ada anggapan yang tersembunyi dan tak
dikenal, yaitu anggapan bahwa kuasa Tuhan untuk mengubah dunia dan
untuk mengalahkan kejahatan dengan kebaikan, tidak akan menjadi
kenyataan.
Tidak ada yang bisa mengganggu doa permohonan (dan juga pandangan
Kristen akan Tuhan) secepat penyerahan. "Sepanjang waktu", Yesus
menyatakan, "kita harus berdoa" dan tidak "jemu-jemu," dan menerima
seperti apa adanya (Lukas 18:1).
Keabsenan doa permohonan bila penyerahan muncul sudah lama memiliki
sejarah yang menarik. Agama-agama yang menekankan pentingnya
ketenangan selalu menentang doa permohonan. Aliran Stoa menegaskan
bahwa doa semacam itu menunjukkan bahwa seseorang tidak mau menerima
keberadaan dunia ini sebagai ungkapan kehendak Tuhan. Satunya lagi
berusaha melepaskan diri dari dunia dengan mengubahnya. Hal itu,
sebagaimana dikatakan oleh aliran Stoa ini, adalah buruk. Pendapat
yang sama juga ditemukan dalam agama Budha. Hal serupa umumnya juga
ditemukan dalam budaya sekuler kita meskipun melalui proses
penalaran yang berbeda.
Sekularisme adalah sikap yang memandang dunia sebagai suatu akhir,
bahwa hidup terpisah dari hubungan dengan Tuhan. Akibatnya,
satu-satunya norma yang ada dalam hidup, baik makna maupun moral,
adalah dunia seperti apa adanya. Kita harus setuju untuk mencari
beberapa sumber lain yang bisa digunakan untuk mengatur hidup kita
yang sia-sia dan penuh khayalan. Bukan hanya Tuhan, objek dari doa
permohonan, yang menjadi kabur, melainkan hubungan-Nya dengan dunia
pun dipandang dengan cara baru. Dan cara itu adalah cara yang tidak
bertentangan dengan pandangan sekuler. Tuhan mungkin "hadir" dan
"berkarya" dalam dunia, namun hal itu tidak mengubah apa pun.
Bertentangan dengan semua ini, doa permohonan hanya akan berhasil
bila ada keyakinan akan dua hal. Pertama, adanya keyakinan bahwa
nama Tuhan jarang sekali diagungkan, kerajaan-Nya hampir tidak nyata
di bumi, dan perintah-Nya hampir tidak dijalankan. Kedua, Tuhan
sendiri dapat mengubah keadaan ini. Karena itulah, doa permohonan
merupakan ungkapan harapan agar hidup bisa menjadi berbeda dan
seharusnya memang berbeda. Hampir mustahil untuk hidup dalam Tuhan
dan melakukan pekerjaan-Nya sesuai pribadi-Nya, tanpa berdoa dengan
rutin.
Itulah arti penting dari doa permohonan dalam kehidupan Yesus.
Penulis Injil tidak banyak menceritakan doa-doa Yesus (misalnya,
Markus 1:35; Lukas 5:16, 9:18, 11:1). Namun, suatu pola dari keadaan
yang dibangkitkan lewat doa akan dapat dikenali.
Pertama, doa permohonan diawali dengan keputusan yang besar dalam
hidup, misalnya ketika memilih murid-murid (Lukas 6:12); yang
menjadi penjelasan mengapa Yesus memilih sekumpulan orang yang
terlupakan, sombong, bodoh, dan bebal adalah karena Ia sudah berdoa
sebelum memilih mereka. Yang kedua, Ia berdoa ketika dihadapkan pada
tekanan, saat disibukkan dengan tuntutan banyak orang yang menyita
tenaga dan perhatiannya (Matius 14:23). Yang ketiga, Ia berdoa
ketika dihadapkan pada kejadian penting yang mengubahkan
kehidupan-Nya, seperti pembaptisan-Nya, perubahan-Nya, dan salib-Nya
(Lukas 3:21, 9:28-29). Dan yang terakhir, Ia berdoa sebelum dan
selama pencobaan, yang paling jelas adalah ketika di Getsemani
(Matius 9:36-45). Ketika masa pencobaan tiba dan melingkupi,
perbedaan antara Yesus dan murid-murid-Nya dalam menghadapi
pencobaan itu hanyalah karena Ia bertekun dalam doa, sementara
murid-murid-Nya tertidur dalam kelemahan hati. Setiap kejadian ini
menghadirkan pilihan kepada Tuhan kita, yaitu memakai cara, menerima
pandangan, dan mengikuti pengajaran yang bukan berasal dari Tuhan.
Namun, penolakan-Nya akan semua pilihan itu selalu ditandai dengan
doa permohonan-Nya. Inilah cara-Nya untuk menolak hidup di dunia
atau untuk menjalankan urusan Bapa-Nya dengan menggunakan cara yang
tidak sesuai dengan cara Bapa-Nya. Seperti itulah perlawanan
terhadap kejahatan dan kejatuhan dunia.
Doa menunjukkan bahwa Tuhan dan dunia saling berlawanan; mereka
berpura-pura tidak "tidur", tidak "putus asa", dan tidak "jemu".
Lantas mengapa kita jarang berdoa untuk gereja lokal kita? Benarkah
karena cara kita buruk, tekad kita lemah, atau daya imajinasi kita
lesu? Saya tidak percaya. Ada banyak pembahasan yang bertekad kuat
dan hidup -- yang secara sebagian atau keseluruhan bisa
dibenarkan -- mengenai situasi khotbah, kekosongan penyembahan,
kedangkalan persekutuan, dan ketidakefektifan penginjilan. Lantas.
mengapa kita tidak bertekun dalam doa? Jawabannya cukup sederhana,
yaitu karena kita tidak yakin doa akan membawa perubahan. Kita
cenderung menerima, walaupun dengan terpaksa, bahwa situasi tersebut
memang tidak akan bisa diubah. Ini bukanlah masalah tentang praktik
doa, tapi sifat doa. Lebih tepatnya, tentang sifat Tuhan dan
hubungan-Nya dengan dunia.
Tidak seperti janda dalam perumpamaan di atas, kita lebih mudah
berkompromi degan dunia yang tidak adil di sekitar kita -- bahkan
ketika dunia itu menyusup masuk ke dalam lembaga-lembaga Kristen.
Penyebabnya tidak selalu karena kita mengabaikan apa yang terjadi,
namun karena kita merasa tidak mampu untuk mengubah apa pun. Mau
tidak mau, ketidakmampuan itu menyebabkan kita mengadakan gencatan
senjata dengan hal-hal yang salah.
Dengan kata lain, kita tidak lagi marah, baik pada tingkat kesaksian
sosial ataupun mendahului Tuhan dalam doa. Namun, Tuhan masih merasa
marah dan kemarahan-Nya adalah kemarahan yang melawan hal-hal yang
salah, dengan cara yang menempatkan kebenaran di tempat utama
selamanya dan selamanya pula kesalahan di tempat kedua. Tanpa
kemarahan-Nya, tidak ada alasan untuk hidup sesuai moral dunia.
Jadi dalam hal ini, kemarahan Tuhan berkaitan erat dengan doa
permohonan yang mencari wewenang kebenaran dalam segala hal dan
pembinasaan kejahatan.
Kerangka pikiran yang diberikan Yesus kepada kita adalah Kerajaan
Tuhan. Sebuah kerajaan adalah suatu tempat di mana kekuasaan raja
diakui. Dan karena sifat dari Raja kita, kekuasaan itu bukan
kekuasaan jasmani. Dalam Yesus, masa depan yang telah lama ditunggu
itu telah tiba. Dalam Dia dan melalui Dia, unsur Mesianis telah
masuk ke dalam dunia. Menjadi orang Kristen bukan berarti memiliki
pengalaman religius yang benar, namun memulai hidup yang benar-benar
rohani. Kegagalan penginjilan bukan dikarenakan oleh cara yang
salah, melainkan karena "masa" sekarang ini dipenuhi oleh kehidupan
orang-orang berdosa. Dan "masa yang akan datang", yang sudah
menjelang, tidak dimiliki oleh suatu budaya atau orang tertentu.
"Masa" Tuhan, "masa" Anak-Nya yang disalibkan, mulai datang di dunia
ini. Oleh karena itu, doa-doa kita bukan lagi mengenai kehidupan
pribadi kita, melainkan harus melihat pada masa depan kehidupan
manusia, yang juga menjadi perhatian Tuhan. Jika Injil bersifat
universal, doa pun harus bersifat universal.
Cukup relevan bila kita memandang dunia seperti satu ruang
pengadilan, di mana suatu "kasus" mengenai yang hal yang benar dan
yang salah masih dapat terjadi. Kelemahan kita dalam berdoa terjadi
karena kita kehilangan cara pandang dan jika kita tidak
memperolehnya kembali, kita tidak akan bisa bertahan sebagai pihak
penggugat. Namun, selalu ada alasan mengapa kita harus memperoleh
visi kita kembali dan mendayagunakan kesempatan kita. Hakim kita
bukanlah hakim yang jahat atau ateis, namun Allah yang mulia dan
Bapa dari Tuhan Yesus Kristus. Pernahkah Anda berpikir Dia akan
gagal "memberikan keadilan untuk umat-Nya yang terpilih yang memohon
sambil menangis kepada-Nya siang dan malam? Akankah Dia menolak
mereka?" "Aku berkata kepadamu," Tuhan kita berkata, "Ia akan
memberi mereka keadilan dengan segera" (Lukas 18:7-8).(t/Lanny)
Bahan diterjemahkan dari sumber:
Judul buku : Perspective on the World Christian Movement
Judul artikel asli: Prayer: Rebelling Against the Status Quo
Penulis : David F. Wells
Penerbit : William Carey Library, Pasadena, Amerika 1981
Halaman : A 144 -- A 147
______________________________________________________________________
SUMBER MISI
BOOK OF HOPE INTERNATIONAL
==> http://www.bookofhope.net
Memengaruhi dengan menyediakan firman Allah yang kekal kepada
anak-anak dan anak muda di dunia. Itulah sasaran dari Book of Hope
International. Baru-baru ini, Book of Hope International
mengeluarkan film tiga dimensi (3D) berjudul "Godman", film animasi
tentang kehidupan Kristus. Selama tahun 2006, sebanyak 984.000 siswa
di 22 negara telah menyaksikan film ini. Book of Hope International
juga menerjemahkan ke bahasa lain (selain Inggris) dan dalam
beberapa versi yang akan selesai pada tahun 2007 ini. Tayangan
singkatnya dapat Anda lihat di situs ini. Silakan menikmati.
GLOBAL ADVANCE
==> http://www.globaladvance.org
Global Advance merupakan organisasi yang bervisi menyediakan
pelatihan dan sumber daya bagi sejuta hamba Tuhan dan pemimpin
gereja pada wilayah-wilayah yang membutuhkan di seluruh dunia.
Organisasi ini yakin bahwa strategi yang paling efektif dan efisien
untuk memberitakan Injil ialah dengan memperlengkapi para pemimpin
gereja. Oleh karena itu, Global Advance mengusung misi memenuhi
Amanat Agung Yesus Kristus dengan memperkuat pemimpin-pemimpin
gereja nasional untuk menginjili dan memuridkan diri mereka sendiri
dan seluruh bangsa.
Organisasi ini memiliki sebuah tim berhati hamba yang bernama Global
Advance Ambassadors Network. Mereka ini terdiri dari para pemimpin
pelayanan dan para pemimpin bisnis. Bekerja sama dengan Global
Advance, mereka memperlengkapi para pemimpin gereja dan pemimpin
bisnis internasional melalui konferensi Global Advance Frontline
Shepherds.
Global Advance juga memobilisasi para pebisnis Kristen untuk tugas
Amanat Agung. Salah satu kerinduan Global Advance adalah
menghubungkan ribuan pendoa untuk berdoa bagi bangsa-bangsa di
dunia. Tersedia juga undangan bagi Anda untuk menjadi bagian dalam
Daily Prayer Force. Jika berminat dengan visi, misi Global Advance
dan ingin menjadi bagian dalam Daily Prayer Force, silakan kunjungi
situs ini.
______________________________________________________________________
DOA BAGI MISI DUNIA
C I N A
Dengan keberhasilan Cina dalam uji coba rudal anti-satelitnya,
kecemasan akan perlombaan senjata pun muncul. Akan tetapi,
orang-orang Kristen telah diperlengkapi untuk jenis perlombaan lain,
yaitu perlombaan untuk mengabarkan firman Tuhan di Cina.
The Book of Hope telah mendistribusikan lebih dari 419 juta kopi
buku mereka, "Harmony of the Gospels", ke seluruh penjuru dunia.
Meskipun demikian, jumlah ini hanyalah sebagian dari populasi
penduduk Cina. Menurut Bob, pendiri Book of Hope, perlombaan itu
adalah mengabarkan firman Tuhan kepada orang-orang Cina.
Bob menceritakan hal ini kepada kami. "Kira-kira setahun yang lalu,
saya bertemu dengan seorang pria dari Cina. Dia merogoh sakunya dan
mengeluarkan sebuah buku berwarna hitam. Kemudian pria ini berkata,
`Saya menerima buku ini ketika menjadi tamu di acara Presidential
Prayer Breakfast di Washington tahun lalu dan saat ini saya sedang
mencari tahu siapa yang menerbitkannya.`"
Ternyata buku itu adalah buku dari Book of Hope, Leader`s Edition.
Buku itu merupakan edisi khusus dari Book of Hope untuk para anggota
Kongres AS ketika Presidential Prayer Breakfast diselenggarakan.
Bob mengatakan bahwa membutuhkan satu tahun (untuk mengetahui dampak
dari buku yang mereka bagikan -- red), namun Tuhan melakukan mujizat
yang lain. "Cetakan pertama selesai dicetak dan buku yang kami sebut
sebagai edisi untuk para pemimpin yang diterbitkan oleh Book of Hope
ini sekarang dicetak secara resmi dan didistribusikan di Cina."
Menurut Bob, "Kami membagikan buku ini kepada para pemimpin di
bidang politik, pendidikan, dan bisnis. Sementara itu, kami juga
memiliki suatu tim yang sedang mempersiapkan versi (bahasa Cina)
tradisional untuk anak-anak dan para pemuda. Kami berharap dapat
mulai mendistribusikannya tahun ini."
Bob sangat terkesan pada bagaimana pintu-pintu penghalang itu
dibukakan. Dengan demikian, the Book of Hope dapat masuk ke berbagai
negara dengan cara yang demikian kreatif.
Buku-buku ini sebenarnya dicetak di Cina. Sejumlah 30.000 buku
telah selesai dicetak. Bob mengatakan bahwa gereja akan
mendistribusikannya. "Strategi dan rencana kami adalah bekerja sama
dengan seluruh gereja," tambahnya.
Proyek ini sangat membutuhkan dana, begitu pula dengan film "Godman"
yang juga dibuat oleh Book of Hope. Film ini tengah diproduksi dan
diharapkan dapat selesai pada bulan Mei.
[Sumber: Mission Network News, Januari 2007]
Pokok Doa:
----------
* Mari naikkan syukur kepada Bapa di surga untuk buku-buku yang
telah dicetak. Berdoalah agar semakin banyak jiwa yang kembali
kepada Bapa melalui pelayanan Book of Hope.
* Saat ini pihak Book of Hope membutuhkan dana untuk mencetak lebih
banyak lagi buku, termasuk untuk proyek film "Godman". Mari
berdoa, kiranya Tuhan memberi kecukupan dana untuk dua hal ini.
S P A N Y O L
Dalam beberapa tahun terakhir ini, Spanyol telah menjadi salah satu
negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di Uni Eropa. Meski
demikian, seperlima populasi negara ini masih tergolong miskin.
Misionaris Chris dan Anita yang bersama-sama Greater Europe Mission
saat ini sedang menjangkau mereka melalui Mission Urbana di
Valencia. Anita mengatakan bahwa penjangkauan mereka bermacam-macam.
"(Ada) banyak orang non-Kristen yang datang dari Afrika Utara.
Mereka adalah orang-orang dari Eropa Timur, Eropa Barat, dan Amerika
Utara yang datang ke mari untuk mencari kehidupan yang lebih baik.
Namun, mengingat kami tidak dapat berbicara dengan beberapa orang
dari mereka, kami memberi mereka traktat tentang Injil sehingga
mereka dapat membawanya dan membaca pesan kasih Allah." Mereka
membutuhkan dana untuk makanan, pakaian, dan bangunan baru. Anita
mengatakan bahwa pelayanan ini dengan cepat menjadi tempat untuk
merekrut anggota gereja. "Ketika mereka datang untuk mengenal
Kristus, kami membawa mereka ke salah satu dari sepuluh gereja yang
mendukung pelayanan Mission Urbana. Dengan demikian, mereka dapat
dimuridkan dan iman mereka pun dapat bertumbuh."
[Sumber: Mission Network News, Februari 2007]
Pokok Doa:
----------
* Adalah anugerah dari Allah kalau kita bisa memberitakan
kebenaran-Nya. Oleh karena itu, mari naikkan syukur atas
traktat-traktat yang dapat dibagikan kepada orang-orang yang belum
percaya. Berdoalah agar Roh Kudus membuka hati dan pikiran mereka.
* Doakan juga agar ada tindak lanjut dari rekan-rekan di Greater
Europe Mission kepada mereka yang sudah membuka hati kepada Yesus,
Juru Selamat hidup.
V E N E Z U E L A
Beberapa hari lalu, Kongres Venezuela memberikan persetujuan awal
terhadap rancangan undang-undang yang mengakui kekuasaan Presiden
Hugo Chavez untuk mengeluarkan dekrit. Kondisi ini memprihatinkan
bagi orang-orang Kristen. Todd dari Voice of the Martyrs mengatakan,
"President Hugo Chavez mendapatkan hampir seluruh kekuatan sebagai
seorang diktator di seluruh negeri itu. Dia akan diizinkan tinggal
di kantor sekehendaknya dan memerintah negara itu berdasarkan
surat-surat keputusan yang dibuatnya." Tahun lalu Chavez memaksa
keluar organisasi misi asal AS yang berada di pedalaman. Saat ini,
belum jelas apa arti pengusiran tersebut bagi pekerja Kristen
nasional di Venezuela. Namun, Todd mengatakan Chavez tidak mempunyai
masa lalu yang baik. "Chavez sangat mencintai Fidel Castro. Kita
tahu dia tidak bersahabat dengan gereja di negerinya. Jadi, Anda
lihat saja fakta-faktanya dan lihat masa lalu. Maka Anda akan lihat
siapa saja yang menjadi teman-teman Chavez, Anda akan menjadi ngeri
jika Anda mempunyai pekerja Kristen di Venezuela."
[Sumber: Mission Network News, Februari 2007]
Pokok Doa:
----------
* Berdoalah bagi saudara-saudara kita yang berada di Venezuela agar
mereka tidak henti-hentinya berdoa untuk tercapainya perdamaian
dan keadilan di negara mereka.
* Doakan Presiden Hugo Chaves; mintalah Roh Kudus agar memberinya
hati yang takut akan Tuhan. Doakan juga agar ia diberikan hikmat
untuk membuat keputusan-keputusan dan dapat bersikap bijak
layaknya seorang pemimpin.
______________________________________________________________________
DOA BAGI INDONESIA
PEMIMPIN BANGSA
===============
Pokok Doa:
----------
* Berdoalah bagi para pemimpin kita dari jajaran yang terendah
sampai yang tertinggi agar mereka mampu menjalankan tugas-tugas
yang mereka emban dengan penuh tanggung jawab.
* Pemimpin yang tidak korup yang sungguh memerhatikan rakyat
merupakan pemimpin idaman setiap warga negara kita. Berdoalah agar
muncul pemimpin-pemimpin yang mau meletakkan kepentingan rakyat di
atas kepentingan pribadi atau golongan.
* Ada banyak anak Tuhan yang duduk di pemerintahan. Berdoalah agar
mereka memiliki keberanian untuk menyampaikan aspirasi rakyat
yang berkenan kepada Tuhan. Berserulah kepada Tuhan agar mereka
juga dikaruniakan hikmat dan kebijaksanaan sehingga tidak menjadi
batu sandungan bagi orang lain.
* Mintalah kepada Tuhan agar Ia membangkitkan lebih banyak
anak-anak-Nya yang akan memimpin dan duduk dalam pemerintahan.
* Berdoalah agar kesatuan dan kerja sama yang solid dalam
pemerintahan dapat tercipta. Doakan pula para pemimpin kita agar
bisa bersikap dewasa dan menjadi teladan bagi generasi mendatang.
______________________________________________________________________
SURAT ANDA
>From: "Deasy Natalia" <deasy.natalia(at)xxxx>
>Dear Bapak/Ibu Admin e-Misi,
>Saya lihat berapa bulan terakhir ini doa untuk kota tidak bisa
>diakses, lalu hari ini ternyata doa untuk suku juga tidak bisa
>diakses. Apakah saya bisa mendapat datanya by email (terutama kota
>Aceh, Papua, Kalimantan Barat, Mataram)? karena saya memerlukannya
>sebagai bahan pokok doa untuk persekutuan.
>Sebelumnya terima kasih banyak.
>Best Regards
>Deasy
Redaksi:
Dear Deasy,
Pokok doa bagi suku dan kota memang sengaja tidak lagi kami
tampilkan berhubung data yang ada di dalamnya sudah tidak berlaku.
Tapi, jika Anda ingin mendapat informasi lengkap mengenal suku-suku
yang ada di Indonesia, silakan berkunjung ke:
==> http://www.joshuaproject.net
==> http://www.ethne.net
______________________________________________________________________
URLS Edisi Ini
Mission Network News http://www.missionnetworknews.org/
New Tribes Mission http://www.ntm.org/
______________________________________________________________________
Anda diizinkan mengcopy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari e-JEMMi
(untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: harus
mencantumkan SUMBER ASLI dari masing-masing bahan dan e-JEMMi
(sebagai penerbit bahan-bahan tersebut dalam bahasa Indonesia). Thanks
______________________________________________________________________
Pimpinan Redaksi: Lisbet
Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari berbagai pihak.
Copyright(c) 2007 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Staf e-MISI dan Staf Redaksi: < staf-misi(at)sabda.org >
Untuk berlangganan : < subscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk berhenti : < unsubscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk pertanyaan/saran/bahan: < owner-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
______________________________________________________________________
Situs e-MISI dan e-JEMMi : http://misi.sabda.org/
Arsip e-JEMMi : http://www.sabda.org/publikasi/misi/
Situs YLSA : http://www.sabda.org/ylsa/
Situs SABDA Katalog : http://katalog.sabda.org/
______________________________________________________________________
|