Beranda | YLSA.org | Alkitab | Katalog | AI |
Utama > Publikasi > e-JEMMi > Edisi No. 23 Vol. 09/2006
  Tampilan cetak   edisi sebelum | 06/Edisi 2006 | edisi berikut

e-JEMMi edisi No. 23 Vol. 09/2006 (7-6-2006)

Utusan Injil

                                                Juni 2006, Vol.9 No.23
******************************  e-JEMMi  *****************************
                   (Jurnal Elektronik Mingguan Misi)
**********************************************************************
** SEKILAS ISI **

 <*> EDITORIAL
 <*> ARTIKEL MISI       : Ini Aku, Tuhan
 <*> SUMBER MISI        : Namibia and South Africas Forgotten People,
                          Eth-nê
 <*> DOA BAGI MISI DUNIA: Liberia, Rusia, Sri Langka
 <*> DOA BAGI INDONESIA : Wahana Visi Indonesia
 <*> SURAT ANDA         : Minta Dukungan Doa

______________________________________________________________________

    "IF GOD CALLS YOU TO BE A MISSIONARY, DON`T STOOP TO BE A KING"
                                                       -Jordan Grooms-
______________________________________________________________________
** EDITORIAL **

  Syalom!

  Menjadi utusan? Aku tidak bisa! Aku tidak mau! Aku tidak layak! Ada
  banyak penolakan serta alasan yang mungkin diberikan kala seseorang
  dipanggil. Konsekuensi untuk hidup sederhana dan keluar dari zona
  aman membayangi (hampir) setiap orang tatkala dipanggil menjadi
  utusan. Musa menjadi contoh nyata untuk kasus ini. Pada awalnya,
  dengan berbagai alasan ia juga mencoba menghindari tanggung
  jawabnya.

  Bagaimana dengan kehidupan kita sendiri? Dengan segala konsekuensi,
  apakah kita akan menyurutkan langkah kaki untuk menjadi utusan dan
  hamba-Nya? Mari kita bersama-sama belajar dari pengalaman Musa lewat
  artikel yang kami sajikan kepada Anda. Selamat menyimak!

  Redaksi e-JEMMi,
  Lisbet
______________________________________________________________________
** ARTIKEL MISI **

                            INI AKU, TUHAN
                            ==============

  Apakah yang Anda perlukan bila Tuhan memanggil Anda menjadi hamba-
  Nya?

  Alkitab mencontohkan banyak orang yang dipanggil Tuhan. Kita dapat
  melihat karakter mereka dan bagaimana Tuhan mempersiapkan mereka
  untuk bekerja bagi-Nya. Salah satu tokoh terkenal yang dipanggil
  Tuhan dalam Perjanjian Lama adalah Musa. Kisah pemanggilannya dapat
  kita lihat dalam Keluaran 3.

  Musa lahir sebagai orang Ibrani yang diperbudak oleh orang Mesir.
  Dengan cara yang unik ia menjadi pangeran di istana Firaun. Upayanya
  membantu saudara sebangsanya memaksanya menjadi pelarian. Ia menetap
  di padang gurun dan menikahi gadis setempat. Selama empat puluh
  tahun ia menjalani hidup sederhana sebagai gembala yang menjaga
  ternak mertuanya.

  Saat menggembalakan kawanan ternaknya, ia berjumpa dengan Tuhan, dan
  hidupnya pun berubah. Perhatikan: Musa tidak sedang berdoa dan tidak
  sedang mencari Allah, juga tidak sedang ziarah. Allahlah yang
  mencarinya. Perhatikan apa yang Allah katakan pada Musa dan apa yang
  Musa katakan kepada Allah.

  APA YANG ALLAH KATAKAN KEPADA MUSA

  1. Allah menarik perhatian Musa.

  Tuhan membuat semak duri yang terbakar tanpa membuat daunnya
  terbakar dan dahannya menghitam. Musa berpikir bahwa hal itu aneh
  dan ia mendekat untuk melihat lebih jelas. Kemudian Allah
  memanggilnya, "Musa, Musa."

  Tuhan berbicara dengan kita. Ia mengenal kita secara pribadi dan
  memanggil kita dengan nama. Itulah cara Pencipta alam semesta
  berkomunikasi dengan kita. Ia ingin kita berkomunikasi secara
  pribadi dan khusus dengan-Nya. Ia ingin kita berbicara dengan-Nya
  dan Ia akan berbicara dengan kita.

  Tuhan ingin menarik perhatian kita dan berbicara dengan kita. Tetapi
  seringkali kita terlalu sibuk atau terlalu dibingungkan oleh masalah
  kita sendiri. Kita berkata, "Tuhan, aku tidak bisa berbicara
  sekarang. Aku punya banyak sekali masalah." Kita mendapati betapa
  sulit untuk mendengarkan Allah. Kadang kita hanya mendengarkan Allah
  ketika kita sedang sakit. Jika harus menghabiskan waktu beberapa
  minggu di rumah sakit sehingga tidak punya hal lain untuk
  dikerjakan, barulah kita mau mendengarkan-Nya.

  2. Tuhan membagikan keprihatinan-Nya.

  Lalu Tuhan pun membagikan hati-Nya (ayat 7), "Aku telah melihat, Aku
  telah mendengar."

  Tuhan tahu apa yang telah terjadi dan Ia peduli.
  Tuhan tahu apa yang telah terjadi pada umat-Nya.
  Tuhan tahu apa yang sedang terjadi di dunia-Nya.
  Tuhan melihat penderitaan yang sangat besar di dunia-Nya.

  Ia melihat mereka yang berjalan dalam kegelapan, bagai domba tanpa
  gembala. Tuhan tahu, peduli, dan membagikan keprihatinan-Nya dengan
  Musa. Ia peduli pada mereka yang menderita di dunia-Nya dan Ia
  memanggil kita, sebagai anak-anak-Nya untuk menunjukkan belas
  kasihan-Nya.

  3. Tuhan mengatakan kepada Musa untuk melakukan sesuatu.

  "Aku mengutus engkau ...." (ayat 10). Aku mengutus engkau untuk
  memenuhi kebutuhan itu. Itulah hal yang tidak ingin didengar oleh
  Musa. Tuhan berkata kepada kita, "Lihatlah kebutuhan di
  sekelilingmu.