======================================================================
><> ><> Buletin e-JEMMi <>< <><
Edisi November 2004, Vol.7 No.45
======================================================================
SEKILAS ISI:
o [Editorial]
o [Artikel Misi] : Sekilas tentang IDOP
o [Kesaksian Misi] : Doa dan Gereja Teraniaya
o [Profil/Sumber Misi] : IDOP For The Persecuted Church,
World Day of Prayer
o [Doa Bagi Misi Dunia]: Inggris, Internasional, dan Ekuador
o [Doa Bagi Indonesia] : Pemerintah Baru Indonesia
o [Surat Anda] : Situs e-MISI Bisa Membantu
o [URLs Edisi Ini]
**********************************************************************
Anda diizinkan mengutip/meng-copy/memperbanyak semua/sebagian bahan
dari Buletin e-JEMMi (untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan
mencantumkan SUMBER ASLI dari setiap bahan dan Buletin e-JEMMi sebagai
penerjemah/penerbit bahan-bahan tersebut dlm bahasa Indonesia. Thanks.
**********************************************************************
~~ EDITORIAL ~~
Salam sejahtera,
Sudah bukan rahasia lagi jika penyebaran Injil, khususnya di tempat-
tempat yang tertutup bagi Injil, bukan tanpa hambatan. Penghancuran
tempat ibadah, penahanan dan penganiayaan terhadap orang-orang
Kristen terus berlangsung di seluruh dunia saat ini. Tetapi di sisi
lain, kita wajib bersyukur sebab berbagai penderitaan ini kadang
justru dipakai Tuhan untuk mendorong umat percaya untuk lebih
bersandar kepada Kristus sebagai sumber kekuatan dan mendorong
mereka untuk bersatu saling menguatkan dan menghibur.
Menyambut The International Day of Prayer for the Persecuted Church
(Hari Doa Internasional untuk Gereja Teraniaya), yang jatuh pada
tanggal 7-14 November 2004, maka ini merupakan kesempatan yang indah
untuk kita bersatu hati, sebagai bagian dari tubuh Kristus, untuk
saling mendukung dan berdoa bagi mereka yang teraniaya. Melalui
Kolom Artikel Misi minggu ini, kami mengajak Anda untuk mengenal
lebih dekat The International Day of Prayer for the Persecuted
Church (IDOP) sebagai gerakan hari doa syafaat global untuk orang-
orang Kristen teraniaya di seluruh dunia. Kesaksian Misi juga akan
menolong kita memahami pentingnya berdoa bagi saudara-saudara
seiman yang membutuhkan dukungan doa kita. Sumber-sumber Misi akan
menambah informasi tentang organisasi-organisasi Kristen yang secara
aktif menggerakkan orang Kristen berdoa bagi gereja/pribadi yang
dianiaya karena Kristus.
Kita tentu menyadari bahwa tantangan yang dihadapi gereja-gereja
Indonesia juga semakin banyak dan besar dari tahun ke tahun.
Menyadari hal ini, mari kita berdoa agar pemerintahan baru RI mampu
membawa perubahan dan pembaharuan ke arah yang lebih baik bagi
penyebaran Injil Tuhan. Selamat berdoa bagi pelayanan misi di
berbagai tempat di dunia dan di Indonesia.
Redaksi Buletin e-JEMMi
*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
"Doa yang setia merupakan salah satu hadiah terbesar
yang dapat kita berikan kepada orang lain."
*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
~~ ARTIKEL MISI ~~
SEKILAS TENTANG IDOP
(INTERNATIONAL DAY OF PRAYER FOR THE PERSECUTED CHURCH)
=======================================================
The International Day of Prayer for the Persecuted Church (IDOP)
adalah hari doa syafaat global untuk orang-orang Kristen teraniaya
di seluruh dunia. Fokus utama IDOP adalah pelayanan yang dilakukan
oleh para pendoa syafaat dan para jemaat untuk membantu komunitas
yang teraniaya karena mempertahankan iman mereka. IDOP juga
mendorong kita untuk mendoakan jiwa-jiwa para penindas, negara-
negara yang melakukan penganiayaan, dan mereka yang mengacuhkan
penganiayaan tersebut.
Kami percaya bahwa doa dapat mengubah banyak hal. Yang sebenarnya
terjadi adalah misteri iman. Allah mengundang kita untuk menyatakan
kepada-Nya permohonan kita dan berdoa dengan tiada jemu. Umat
Kristen teraniaya sering memohon dengan sangat adanya dukungan doa
yang dapat membantu menanggung penderitaan mereka.
Kapan IDOP dimulai?
IDOP dimulai tahun 1996 melalui usaha-usaha yang dilakukan oleh
World Evangelical Fellowship (WEF) yang bekerja sama dengan beragam
denominasi dan organisasi Kristen. Semula, dari grup inti yang
terdiri atas 7000 gereja, IDOP sekarang telah berkembang menjadi
peristiwa hari doa terbesar di dunia. IDOP adalah pemersatu bagi
umat Kristen untuk mendukung saudara-saudara seiman yang menderita
karena iman mereka. Caranya adalah dengan memberikan dukungan doa
dan masukan-masukan yang tepat.
Pada tanggal berapakah IDOP tahun 2004 diselenggarakan?
Dalam minggu kedua di bulan November (7-14 November 2004) gereja
Anda dapat bergabung dengan jutaan umat percaya dalam doa untuk
menguatkan, menghibur, dan mendukung umat percaya yang menderita
karena mempertahankan iman mereka kepada Yesus. Anda akan takjub
saat melihat bahwa berpartisipasi dalam IDOP bagi gereja-gereja
teraniaya akan menguatkan gereja Anda dan meningkatkan iman jemaat
di gereja Anda.
Mengapa IDOP berdoa bagi mereka yang teraniaya tanpa membedakan
agama, politik, atau perbedaan status sosial?
Sebagai masalah dalam hak asasi manusia, penganiayaan umat Kristen
menutupi segala bentuk ketidakadilan lainnya dalam masalah
keagamaan. Sebagai titik permulaan, sangatlah penting untuk
memberikan dukungan bagi para umat percaya yang menderita karena
iman mereka. Hal ini disebabkan karena umat Kristen yang tinggal di
komunitas bebas penganiayaan biasanya kurang tanggap atau menutup
mata terhadap tragedi yang terus meningkat ini.
Ketika kita menggali pemahaman tentang keadaan keluarga Kristen
kita, kita juga dapat meningkatkan pengetahuan tentang permasalahan
hak asasi manusia yang mempengaruhi semua orang. Belas kasih orang
Kristen tidak hanya ditujukan bagi sesama orang Kristen saja, namun
diberikan kepada semua orang yang mengalami ketidakadilan dan
penindasan (Lukas 12:29) dan bagi mereka yang hidup dalam kegelapan,
kita bisa mendorong mereka untuk mengalahkan kejahatan (Matius
5:44).
Penganiayaan umat Kristen di berbagai negara masih sangat
membutuhkan dukungan doa-doa kita. Setiap hari, ada banyak orang
yang memutuskan untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat,
berapa pun harga yang harus dibayar. Setiap hari, mereka berpikir
dan menyadari bahwa mereka juga akan mengalami serangan,
penganiayaan, dan interogasi terhadap iman mereka. Meskipun
demikian, mereka tetap percaya!
Tujuan dari IDOP dan Doa bagi Gereja Teraniaya adalah:
* Meningkatkan kesadaran tentang adanya Gereja Teraniaya di segala
penjuru dunia.
* Mendorong adanya persekutuan doa untuk Gereja Teraniaya.
* Memberitahukan tentang pelayanan yang diperlukan dan yang sedang
dilakukan untuk Gereja Teraniaya.
Doa adalah suatu misteri dan sungguh sulit untuk diukur. Namun
demikian, kita dapat melihat beberapa jawaban doa dan perkembangan
IDOP dari beberapa tahun yang lalu sampai sekarang:
1. Lebih dari 100.000 gereja di Amerika Serikat, mewakili hampir
semua denominasi gereja, diperkirakan telah mengambil bagian
dalam pelaksanaan IDOP.
2. Umat Kristen yang tersebar pada lebih dari 130 negara bisa
mengingat dan mendoakan penganiayaan yang menjadi pokok doa IDOP.
3. Gereja semakin menumbuhkan kesadaran tentang IDOP dan bersehati
dalam doa untuk saudara-saudara seiman yang teraniaya.
4. Para pemimpin Kristen di negara-negara yang melarang Injil
menyaksikan bahwa mereka mengalami pembaharuan saat menyampaikan
kesaksian iman mereka kepada orang-orang yang belum mengenal
Yesus.
5. Semakin bertambahnya jumlah media (baik sekuler maupun publikasi
Kristen) yang memberitakan tentang penganiayaan.
6. Para staf IDOP/USA ikut berpartisipasi dalam lebih dari 100
program acara radio dan wawancara di TV, menjangkau lebih dari
7.000 stasiun pemancar yang ada.
Beberapa pokok doa untuk memperingati IDOP:
* Berdoa agar umat Kristen yang mengalami penganiayaan disembuhkan
dari luka jasmani dan hatinya, sehingga mereka bisa mengampuni
para penganiaya mereka. (Lukas 23:24; Kisah Para Rasul 7:60)
* Doakan supaya umat Kristen yang dipenjara terus dikuatkan imannya
oleh karya Roh Kudus. (Matius 6:9-13)
* Berdoa agar agar Allah mencukupi setiap kebutuhan dan meringankan
beban umat Kristen yang kehilangan rumah, lahan pertanian, sumber
pangan, sumber pemasukan. (Matius 6:32-34)
* Berdoa supaya umat Kristen teraniaya di beberapa negara dapat
saling mendukung dan bersehati. (1Petrus 4:7-11)
* Doakan agar Allah membangkitkan para pemimpin di gereja-gereja
teraniaya yang berkeyakinan teguh, bijaksana, dan setia terhadap
tanggung jawab yang Allah berikan kepada mereka. (1Petrus 5:1-4;
1Timotius 3:1-10)
* Berdoa bagi para pemimpin dunia. (1Timotius 2:1-6)
Bahan diterjemahkan dari:
The International Day of Prayer for the Persecuted Church
==> http://www.persecutedchurch.org/about/index.cfm
*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
~~ KESAKSIAN MISI ~~
DOA DAN GEREJA TERANIAYA
========================
Oleh: Johan Companjen
Doa dan Gereja Teraniaya -- keduanya berkaitan dan tidak dapat
dipisahkan.
Beberapa tahun yang lalu, Pendeta Ha bercerita kepadaku di Vietnam,
beberapa saat sebelum dia ditangkap dan dipenjara selama lebih dari
enam tahun: "Banyaknya permasalahan telah mengajar kami untuk
berdoa. Kami memiliki solusi sederhana saat menghadapi banyak
masalah; berdoa lebih banyak lagi!"
Setiap kali saya bertemu dengan jemaat Gereja Teraniaya, mereka
mendorong saya untuk berterima kasih kepada siapa saja yang telah
mendoakan mereka. Ketika ditanya apakah ada yang dapat kami lakukan
untuk mereka, hampir semua jawaban pertama mereka adalah: "Tolong
doakan kami." Namun hal yang sangat mereka butuhkan itu -- doa --
sangatlah sulit dilakukan di dunia kita yang sarat dengan kesibukan.
Salah satu dari tiga tujuan utama dalam "Open Doors Mission
Statement" adalah untuk menyebarkan informasi mengenai Gereja
Teraniaya -- sehingga kita dapat berdoa untuk saudara-saudara kita
yang menghadapi tekanan dan penganiayaan. Saya merasa terdorong
untuk menantang Anda -- dan juga diri saya sendiri -- berkenaan
dengan masalah ini, mendoakan dengan tulus setiap mereka yang
tercantum dalam buletin Open Doors. Saya jamin, hal ini pasti
bermanfaat.
Untuk bisa hadir di tempat-tempat yang sangat membutuhkan dukungan
besar adalah suatu prioritas bagi kami yang melayani di "Open
Doors". Kami "pergi ke sana" dengan cara mengirimkan Alkitab dan
bahan-bahan pelatihan yang tidak tersedia di tempat-tempat tersebut.
Kehadiran kita secara fisik akan membuat saudara-saudara seiman kita
yang teraniaya tahu bahwa mereka tidak dilupakan.
Sedangkan di lain pihak, saya telah sering mengalami bahwa Anda
tidak perlu naik pesawat untuk dapat berada di suatu tempat. Seorang
narapidana yang kita doakan tidak selalu dilepaskan. Namun,
sangatlah mungkin untuk mengunjungi seseorang di dalam penjara
melalui doa-doa kita. Hal ini merupakan dimensi yang sangat ajaib
dari doa-doa kita. Dengan berdoa, kita dapat melewati batas-batas
negara. Dengan berdoa, kita dapat mengunjungi mereka yang dipenjara.
Roh Kudus tidak dapat dipaksa untuk meninggalkan suatu negara. Dia
dapat masuk ke pintu-pintu yang tertutup dan mengunjungi mereka yang
membutuhkan.
Baru-baru ini, saya mendapat kesempatan istimewa untuk berkhotbah di
sebuah ibadah gereja di Maputo, Mozambique. Setelah saya selesai,
pendetanya mengambil alih. Dia sendiri telah dipenjara selama tiga
tahun selama rezim komunis sebelumnya. Pendeta itu meminta seluruh
jemaat untuk berdiri, saling bergandengan tangan -- hal ini
berlawanan dengan kebiasaan mereka -- dan berdoa secara simultan
dalam doa-doa syafaat bagi saudara-saudara seiman yang menderita di
berbagai negara.
Air mata berlinang di mata saya ketika saya turut ambil bagian dalam
doa syafaat tersebut. Itulah tubuh Kristus. Orang-orang miskin di
Mozambique ini kemungkinan tidak akan memiliki kesempatan untuk
pergi mengunjungi saudara kita di China, Timur Tengah, atau Amerika
Latin. Namun, mereka dapat meringankan penderitaan saudara-saudara
seiman yang teraniaya melalui doa-doa mereka. Jika seorang anggota
menderita, semua anggota akan merasakan penderitaannya juga.
Doa yang tulus dari orang yang benar akan sangat besar kuasanya.
Apakah kita percaya itu? Jika ya, para petobat dari latar belakang
non Kristen akan dapat bertahan di tengah tekanan yang sangat besar.
Saudara-saudara kita di Sudan akan dapat mengalahkan rasa takut dan
berani terus bersaksi di lingkungan yang tidak ramah. Maka Sudan
bisa menjadi pangkalan utama di Afrika untuk memberitakan Injil
Yesus Kristus di negara-negara Muslim.
Bersama dengan Anda, saya memandang kepada Tuhan dan percaya kepada-
Nya bahwa Dia juga menjawab doa-doa kita tahun ini untuk gereja-
gereja teraniaya di berbagai negara.
Bahan diterjemahkan dari sumber:
Judul Artikel: Prayer and the Suffering Church
Penulis : Johan Companjen
*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
~~ PROFIL/SUMBER MISI ~~
THE INTERNATIONAL DAY OF PRAYER FOR THE PERSECUTED CHURCH
==> http://www.persecutedchurch.org/
Situs The International Day of Prayer For The Persecuted Church
memberikan deskripsi dan sejarah secara singkat tentang
International Day of Prayers -- kapan IDOP dimulai, tujuan
pelaksanaan IDOP, dan juga doa-doa yang telah terjawab. Saat
berkunjung ke halaman ini, Anda juga akan menemukan link ke 10 situs
dari organisasi Kristen yang mengulas tentang IDOP dan aplikasinya.
WORLD DAY OF PRAYER
==> http://www.worlddayofprayer.net/
World Day of Prayer adalah suatu gerakan oikumene dari kaum wanita
Kristen di berbagai negara -- lebih dari 170 negara. Kaum wanita
yang berasal dari beragam budaya ini bersepakat untuk bersama-sama
berdoa dalam satu hari tertentu secara rutin (hari Jumat pertama di
bulan Maret) dan menjalin persekutuan melalui doa dan pelayanan.
Gerakan ini menyatukan kaum wanita dari beragam ras, budaya, dan
tradisi dalam suatu persekutuan yang erat. Melalui World Day of
Prayer, kaum wanita di seluruh dunia:
- menyatakan iman mereka kepada Yesus Kristus,
- mensharingkan harapan dan ketakutan yang dihadapi, sukacita dan
kesedihan yang dialami, termasuk kesempatan dan kebutuhan yang
mereka perlukan,
- semakin diperkaya pengalaman kekristenannya dengan mengenal
beragam budaya.
*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
~~ DOA BAGI MISI DUNIA ~~
I N G G R I S
Sementara, Inggris baru-baru ini memberikan kebebasan beragama,
namun hal itu berubah dalam pikiran orang-orang yang tinggal di
Inggris. Perwakilan dari Association of Baptist for World Evangelism
(ABWE) mengatakan bahwa pada beberapa kota di Inggris, penduduk
Asianya mencapai jumlah 75% dari populasi. "Hal yang tidak umum di
London Timur atau di wilayah-wilayah lain ketika melihat tempat-
tempat yang dulunya gereja sekarang dipakai menjadi tempat ibadah
agama lain." Saat ini juga semakin berisiko ketika mengkhotbahkan
tentang Injil. "Ada risiko untuk menerima ancaman, dipukuli, lalu
dilaporkan kepada polisi. Jadi, hal ini adalah situasi serius yang
terjadi di Inggris meskipun di sana ada kebebasan beragama."
Masuknya kepercayaan-kepercayaan asing dan gereja-gereja yang tidak
sehat telah membuat sekaratnya penginjilan di wilayah Inggris.
"Pelayanan ABWE hadir melayani di Inggris dan membantu serta
menguatkan gereja-gereja lokal. Pelayanan utama kami dalam 18 tahun
terakhir ini adalah ´menyelamatkan gereja´". Pelayanan ini
melibatkan program pemuridan dan pelatihan penginjilan sekaligus
untuk menjangkau penduduk Asia di Inggris.
[Sumber: Mission Network News, November 1st, 2004]
Pokok Doa:
----------
* Doakan umat Kristen di Inggris, agar menyadari bahwa penginjilan
dan pemuridan merupakan jalan keluar untuk menyelamatkan gedung-
gedung gereja dari dijual.
* Doakan pelayanan ABWE dalam orang-orang Asia bagi Kristus.
I N T E R N A S I O N A L
Dalam 10-15 tahun terakhir telah banyak perkembangan yang dicapai
dalam pelayanan penerjemahan Alkitab. Begitulah pesan dari Wycliffe
Bible Translators dan organisasi-organisasi penerjemahan lainnya.
Luis Bush, yang memimpin organisasi "AD two-thousand and Beyond"
baru-baru ini berbicara kepada para pekerja Wycliffe. Bush
mengatakan bahwa masih banyak penerjemahan Alkitab yang dibutuhkan.
"Saat ini, diperkirakan masih ada sekitar 3.000 bahasa yang belum
memiliki terjemahan Alkitab. Jadi, masih banyak pekerjaan yang perlu
dikerjakan. Namun di sisi lain, juga sudah banyak tugas yang sudah
diselesaikan." Bush mengatakan bahwa memproduksi sebuah Alkitab
bukanlah satu-satunya target dari Vision 2025 yang dicanangkan
Wycliffe. Saat ini para penduduk yang tinggal di dunia perindustrian
telah berkembang menjadi pembelajar oral. "Mereka tidak perlu lagi
mengambil dan membaca Alkitab atau Perjanjian Baru. Karena itu kita
berupaya agar dapat berkomunikasi secara efektif melalui radio,
televisi, video, CD, dan bentuk-bentuk media lainnya. Hal ini bukan
berarti bahwa kedudukan Alkitab akan digeser. Namun hal ini berarti
bahwa perlu ada tambahan alat-alat bagi mereka yang ´tidak
mempunyai´ waktu lagi untuk membaca Alkitab ataupun bagi mereka yang
tidak bisa membaca Alkitab.
[Sumber: Mission Network News, November 2nd, 2004]
Pokok Doa:
----------
* Berdoa supaya Allah memberikan hikmat bagi Wycliffe Bible
Translators dan organisasi-organisasi penerjemahan lainnya untuk
menemukan dan menyediakan sarana-sarana yang inovatif untuk
menerjemahkan Alkitab dalam beragam bentuk media dan bahasa.
* Doakan Wycliffe Bible Translators dalam usahanya untuk
merealisasikan Vision 2025 dan menerjemahkan Alkitab dalam bahasa-
bahasa yang ada.
E K U A D O R
Seorang Kristen yang menjadi anggota Kongres Nasional Ekuador
menunjukkan jati dirinya. Saat pertama kali terpilih, dia
menghubungi Bible League untuk membantunya dalam menyediakan Alkitab
bagi teman-temannya. Laporan terbaru adalah ada beberapa rencana
untuk mengadakan presentasi Alkitab lagi. Rencana ini dilakukan
untuk mencari cara agar bisa membantu mereka, anggota kongres yang
belum mendapatkan Alkitab di presentasi perdana. Sekarang, ketika
para legislator menyampaikan pidato di kongres, Alkitab selalu
menjadi bahan referensi yang selalu dipakai.
[Sumber: Mission Network News, November 2nd, 2004]
Pokok Doa:
----------
* Bersyukur untuk anggota kongres yang berani menunjukkan jati
dirinya sebagai orang Kristen. Doakan agar mereka dipakai menjadi
garam dan terang bagi anggota kongres lainnya.
* Berdoa supaya Alkitab yang telah dibagikan benar-benar dipakai
sebagai dasar dan pedoman saat membuat keputusan sidang.
*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
~~ DOA BAGI INDONESIA ~~
Pemerintah Baru Indonesia
-------------------------
Sejak pelantikan Presiden Susilo Bambang Yudoyono pada sidang MPR
tanggal 20 Oktober 2004 lalu, maka pemerintah baru mulai memfokuskan
diri untuk melaksanakan program kerja 100 hari. Fokus utama program
itu adalah melakukan peninjauan terhadap APBN, menetapkan langkah-
langkah awal pemberantasan korupsi, menghidupkan ekonomi dan
investasi, serta meningkatkan mutu pendidikan. [Sumber: KJDN
November 2004]
Adapun beberapa pokok doa yang bisa kita dukung bersama untuk
pemerintah baru Indonesia adalah sebagai berikut:
* Berdoa agar Allah memberi kemampuan kepada pemerintah baru untuk
merealisasikan program kerja 100 hari yang telah direncanakan.
* Doakan kesehatian dan kerja sama yang baik antara pemerintah baru
dengan anggota dewan, baik DPR maupun DPD dalam melakukan tugas
dan tanggung jawabnya.
* Berdoa supaya presiden, wakil presiden, dan para menteri yang
terpilih bisa tetap mengedepankan kepentingan rakyat dan keutuhan
negara kesatuan RI dalam menjalankan tugasnya.
* Ada harapan baru bagi pemerintah baru Indonesia. Berdoa dan minta
kepada Allah agar memberkati pemerintah baru ini, memberi hikmat
dan bijaksana bagi mereka dalam mengatur dan mengatasi
permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia.
*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
~~ SURAT ANDA ~~
Dari: Gabriel Martha <meimei(at)>
>Meimei sangat bersyukur dengan adanya situs e-MISI semoga dengan
>adanya situs ini, kita berakar bertumbuh dan paling penting berbuah
>untuk kemuliaan Tuhan kita Yesus Kristus.
Redaksi:
Kami juga bersyukur karena Anda bisa mendapatkan manfaat saat
berkunjung ke Situs e-MISI. Kami mendukung kerinduan Anda supaya
setiap pengunjung e-MISI bisa mendapatkan bahan-bahan misi sekaligus
menghasilkan buah di ladang pelayanan misi demi kemuliaan nama
Yesus. Selamat melayani.
*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
~~ URLS Edisi Ini ~~
* Mission Network News http://www.missionnetworknews.org/
_____________________________ DISCLAIMER ____________________________
Bahan-bahan dlm Buletin e-JEMMi disadur dengan izin dari banyak pihak
Copyright(c) 2004 oleh Buletin e-JEMMi --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
Situs YLSA http://www.sabda.org/ylsa/
______________________________________________________________________
Pertanyaan, tanggapan, saran dan kontribusi bahan dapat Anda kirimkan:
Kepala Redaksi --- Natalia Endah S. <owner-i-kan-misi(at)xc.org>,
atau Staf e-MISI dan Staf Redaksi <owner-i-kan-misi(at)xc.org>
Staf Redaksi: Natalia Endah S., Ratri, Tesalonika, dkk.
______________________________________________________________________
Untuk berlangganan, kirim email kosong ke: subscribe-i-kan-misi(at)xc.org
Untuk berhenti, kirim email kosong ke: unsubscribe-i-kan-misi(at)xc.org
Untuk Situs e-MISI http://www.sabda.org/misi/
Untuk Arsip Buletin e-JEMMi http://www.sabda.org/publikasi/misi/
______________________________________________________________________
|