======================================================================
><> ><> Buletin e-JEMMi <>< <><
Edisi April 2004, Vol.7 No.15
======================================================================
SEKILAS ISI:
o [Editorial]
o [Kesaksian Misi] : Suku Indian di Amerika Utara
o [Profil/Sumber Misi] : Menjangkau Suku -- Arsip e-JEMMi,
American Tract Society,
Tertiary Students Christian Fellowship
o [Doa Bagi Misi Dunia]: Qatar, Timur Tengah, Mozambique
o [Doa Bagi Indonesia] : Hasil Pemilu 2004
o [Surat Anda] : Data Mengenai Suku-suku di Indonesia
o [URLs Edisi Ini]
**********************************************************************
Anda diizinkan mengutip/meng-copy/memperbanyak semua/sebagian bahan
dari Buletin e-JEMMi (untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan
mencantumkan SUMBER ASLI dari setiap bahan dan Buletin e-JEMMi sebagai
penerjemah/penerbit bahan-bahan tersebut dlm bahasa Indonesia. Thanks.
**********************************************************************
~~ EDITORIAL ~~
Salam sejahtera!
Tuhan kita Yesus Kristus sungguh maha kasih. Dari waktu ke waktu,
tak henti-hentinya Ia menyatakan kehendak-Nya untuk dikenal manusia.
Segala cara yang manusia lakukan di dunia ini, meskipun masih di
luar iman, bisa dipakai-Nya untuk menjadi sarana agar manusia datang
kepada-Nya. Luar biasa!
Demikianlah yang dialami banyak suku bangsa di dunia, termasuk suku-
suku terpencil yang tidak terjangkau oleh manusia pada umumnya.
Kisah tentang bagaimana Tuhan diterima oleh suku-suku Indian di
Amerika Utara adalah salah satu contohnya. Silakan membaca kisahnya
yang kami sajikan di Artikel Misi minggu ini. Kita akan terpana
melihat bagaimana Allah, memakai orang-orang yang memiliki kerinduan
untuk dipakai Tuhan, yang mengasihi suku-suku, dipanggil Tuhan untuk
mempelajari budaya dan adat-istiadat setempat dan menemukan cara
bagaimana berita Injil bisa didengar dan diterima dengan baik oleh
suku-suku tersebut.
Kiranya semangat PASKAH memperbaharui kerinduan Anda untuk mengasihi
Tuhan dan mengasihi suku-suku bangsa yang juga dikasihi-Nya. Mari
kita menangkan mereka bagi Kristus! Selamat melayani.
Redaksi Buletin e-JEMMi
*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
"We Serve a RISEN Savior!
*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
~~ KESAKSIAN MISI ~~
SUKU INDIAN DI AMERIKA UTARA
============================
Dari Alaska ke Panama dan dari Baja California ke Labrador -- kabar
Injil itu terus muncul dengan satu dan lain cara.
Empat Keramat!
--------------
Hampir semua Suku Indian berbicara mengenai keempat arah dan keempat
angin. Suku Navaho menunjuk kepada empat gunungnya yang suci. Suku
Sioux mempunyai upacara untuk mendatangkan hujan dengan menggunakan
empat tim kuda yang masing-masing terdiri dari empat ekor kuda,
setiap tim kuda itu dicat dengan warna yang sama -- semuanya empat
warna. Banyak suku Indian memakai lambang salib yang berkaki empat
bernama "Mata Allah" untuk menunjuk kepada Empat Keramat. Beberapa
tua-tua Indian, pada waktu mengajarkan adat suku bangsa mereka
kepada anak-anak, mempunyai kebiasaan menyusun bahan pelajaran
mereka dalam empat golongan. Hasilnya ialah, bahwa anak-anak Indian
berpendapat: mereka lebih mudah mengingat segala sesuatu yang telah
dikelompokkan ke dalam empat golongan.
Mintalah saja kepada sejumlah "penyimpan cerita-cerita kuno" dari
Suku Indian, supaya menggambarkan inti dari Empat Keramat itu, maka
pada umumnya jawaban mereka akan berbunyi demikian: Ketika Roh Agung
(Wakan Tonka bagi Suku Sioux, Saharen-Tyee bagi Suku Yakima, dst.)
menciptakan dunia ini, dia menugaskan Empat Keramat itu untuk
memelihara ketertiban. Dengan demikian, Empat Keramat itu bukan
empat dewa atau empat roh jahat, melainkan empat prinsip pemelihara
ketertiban, yang menjaga supaya segala-galanya jangan hancur karena
kekacauan.
Mintalah saja kepada orang-orang Indian supaya menjelaskan Empat
Keramat itu secara sendiri-sendiri, maka Anda tidak akan mendapat
suatu jawaban. Sekiranya orang-orang Indian itu pernah tahu
bagaimana yang satu berbeda dari ketiga yang lain, pengetahuan itu
rupanya telah lama hilang. Orang-orang Indian berbicara tentang
keempat-empatnya secara kolektif, dan tidak pernah dengan cara yang
lain.
Suatu hal yang perlu dicatat ialah bahwa sejumlah penginjil yang
ditugaskan ke berbagai Suku Indian di Amerika Utara telah
melaporkan, tanpa menyadari mengapa, bahwa setiap kali mereka
mengajarkan Keempat Hukum Spiritual (Campus Crusade for Christ),
orang-orang Indian itu langsung tertarik perhatiannya! Malahan telah
sering terjadi kebangunan rohani bilamana bahan-bahan demikian itu
dibicarakan secara mendalam, khususnya oleh seorang yang dihargai
oleh orang-orang Indian itu.
Ed Malone, seorang pendeta dari Whittier Christian Fellowship di
California, setiap tahun mengadakan kunjungan ke daerah-daerah Suku
Navaho untuk mengajar kepada pendeta-pendeta Indian yang masih muda
dan penuh semangat. Inilah komentar Pendeta Malone: "Sungguh
mengagumkan bagaimana khotbah yang terbagi dalam empat pokok dapat
membangkitkan minat begitu besar di kalangan Suku Navaho!"
Bayangkanlah seorang guru yang memegang buku kecil berjudul Empat
Hukum Spiritual di depan sekelompok orang Indian, sambil berkata,
"Di sini ada empat hukum rohani. Kalau kalian melanggarnya, hidup
kalian pasti akan kacau. Kalau kalian menaatinya, Allah akan memberi
kemantapan dan ketertiban dalam hidup kalian, keluarga kalian,
pekerjaan kalian, masa depan kalian ...."
Kepercayaan Indian yang kuno mengenai Empat Keramat itu tergantung
seperti papan gema yang tak kelihatan di belakang para guru dan
memberi tekanan serta kesungguhan yang khusus kepada setiap kata
yang diucapkan guru itu.
Apakah konsep Empat Keramat itu hanyalah suatu khayalan belaka? Atau
mungkinkah ada sifat-sifatnya yang beralasan? Apakah Alkitab
menyindir akan adanya Empat Keramat yang telah ditugaskan oleh Allah
supaya memelihara ketertiban di dalam alam semesta?
Saya percaya bahwa jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu ialah:
"Ya, ada." Coba, pertimbangkanlah fakta-fakta ini:
1. Kedua belas suku Israel yang menuju ke negeri yang dijanjikan,
selalu berkemah dalam empat kelompok yang masing-masing terdiri
dari tiga suku. Panji-panji dibagikan bukan kepada setiap suku
dari kedua belas suku itu, melainkan kepada setiap kelompok dari
keempat kelompok itu.
2. Altar atau mezbah Yahudi dibuat dengan empat "tanduk" yang
menonjol dari keempat sudutnya. Persembahan kurban hanya dianggap
sah kalau benar-benar diikatkan pada keempat tanduk itu, dan
tidak hanya diletakkan di atas altar.
3. Perjanjian Baru mempunyai empat Kitab Injil.
4. Yesus wafat di atas kayu salib yang menunjuk keempat arah.
5. Kitab Wahyu menceritakan tentang empat ekor kuda dengan empat
warna yang berbeda-beda, dan empat orang penunggang yang berbeda-
beda pula.
6. Akhirnya, nampaknya Alkitab mengajarkan secara mutlak bahwa
segala kenyataan terbagi ke dalam formasi yang bertingkat empat.
Tingkat tertinggi disediakan bagi Allah, yaitu Raja atas segala-
galanya. Di bawah Allah adalah tingkat warga, tempat yang sah
bagi segala makhluk yang diciptakan menurut gambar Allah. Di
bawah tingkat warga itu kita dapati apa yang bisa kita sebut
tingkat penghuni -- disediakan untuk dunia tumbuh-tumbuhan dan
hewan. Akhirnya, pada tingkat yang paling rendah, maka zat,
tenaga, dan hukum-hukum alam mendapat tempatnya.
Tak ada satu pun di bumi ini yang tidak tergolong dalam salah satu
dari keempat tingkat formasi yang kosmik itu. Selanjutnya, asal saja
segala sesuatu tetap berada di dalam tingkat yang telah disediakan
baginya, maka ketertiban akan terjamin! Dosa hanya terjadi bilamana
suatu eksistensi yang diciptakan untuk berada pada tingkat warga,
berusaha keluar dari tempatnya yang ditentukan baginya dan berusaha
merebut tempat yang sah bagi Allah sebagai Penguasa segala-galanya.
Sungguh, mungkin konsep Indian itu mempunyai makna yang lebih dalam
daripada yang diduga orang pada pertimbangannya yang pertama.
Catatan:
--------
1. Dari wawancara dengan Elmer Warkentin dan Clara Lima, utusan
Injil yang bekerja sama dengan RBMU Internasional, di antara suku
Dayak di Kalimantan (Borneo).
2. Don Richardson, Peace Child (Ventura, CA: Regal Books, 1974), bab
2. Buku ini sudah diterjemahkan dengan judul Anak Perdamaian oleh
Penerbit Kalam Hidup, Bandung, 1977
3. Ibid., hal 284, 285.
4. Don Richardson, Lords of the Earth (Ventura, CA: Regal Books,
1977), hal. 132-134. Buku ini sudah diterjemahkan dengan judul
Penguasa-penguasa Bumi oleh Penerbit Kalam Hidup, Bandung, 1981.
Sumber:
Judul Buku: Kerinduan akan Allah yang Sejati
Penulis : Don Richardson
Halaman : 169-171
*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
~~ PROFIL/SUMBER MISI ~~
MENJANGKAU SUKU -- Arsip e-JEMMi
==> http://www.sabda.org/publikasi/e-jemmi/2003/25/
==> http://www.sabda.org/publikasi/e-jemmi/2002/32/
==> http://www.sabda.org/publikasi/e-jemmi/2001/09/
==> http://www.sabda.org/publikasi/e-jemmi/2000/32/
Melalui keempat URL di atas, Anda bisa mendapatkan artikel misi,
sumber misi, dan kesaksian misi dengan topik "Menjangkau Suku".
Edisi-edisi tersebut diharapkan bisa memberikan bekal tambahan bagi
Anda yang saat ini mempersiapkan diri untuk menjadi pemberita Injil
bagi suku-suku.
AMERICAN TRACT SOCIETY (ATS)
==> http://www.atstracts.org/
American Tract Society menyatakan, "Siapa yang akan menjadi idola
Amerika berikutnya?" Sumber-sumber tentang 'Who's Your Idol?' dari
ATS akan menolong para pembaca untuk meneliti siapa atau apa yang
menjadi idola mereka -- sekaligus siapa yang akan menghakimi hidup
mereka." Silakan berkunjung ke Situs ATS dan membaca bagian "Who's
Your Idol?". Melalui situs ini Anda bisa memesan traktat online
yang dapat dipakai untuk mengajak orang lain untuk berkunjung ke
"Who's Your Idol?". Isinya selain dapat mendorong pemikiran
pengunjung tentang hal-hal rohani, dapat juga dipakai untuk
melakukan refleksi pribadi. Situs ATS, yang memiliki desain yang
kreatif dan kontemporer ini, perlu Anda kunjungi karena mereka
terus-menerus mengusahakan cara penginjilan yang up-to-date. Salah
satu yang sekarang sedang dilakukan adalah menyediakan traktat-
traktat film "The Passion" (dalam bahasa Inggris dan Spanyol) yang
bisa didistribusikan kepada keluarga dan teman-teman. Nah, langsung
saja berkunjung ke Situs ATS ini untuk melihat traktat-traktat
kontemporer lainnya yang tersedia.
TERTIARY STUDENTS CHRISTIAN FELLOWSHIP (TSCF)
==> http://www.tscf.org.nz/
TSCF adalah sebuah organisasi misi yang berusaha menjangkau para
siswa. Organisasi ini berawal dari misi bagi siswa yang dirintis di
Selandia Baru pada tahun 1936 dengan nama Inter-Varsity Fellowship.
Kemudian IVF berganti nama menjadi TSCF pada tahun 1973 dan menjalin
kerja sama dengan International Fellowship of Evangelical Students.
Visi utama dari TSCF adalah menjangkau para siswa bagi Kristus, dan
membantu mereka untuk bertumbuh dan berkembang dalam setiap aspek
kehidupan mereka di dalam Kristus. TSCF melihat bahwa para siswa
Kristen telah ditempatkan secara unik untuk bisa menjangkau teman-
temannya dan mengenalkan mereka kepada Kristus. Para siswa Kristen
tersebut mengenal masalah-masalah dan bahasa budaya siswa pada
umumnya. Oleh karena itu lebih mudah bagi mereka membuat jaringan
relasi yang alamiah untuk mempermudah masuknya pelayanan misi bagi
para siswa.
*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
~~ DOA BAGI MISI DUNIA ~~
Q A T A R
Film "The Passion of The Christ" baru-baru ini telah diputar di
Qatar. Sampai saat ini, kami hanya bisa menampilkan Film YESUS dalam
bahasa Arab kepada para penduduk Qatar di tempat pertemuan yang
dirahasiakan. Dalam beberapa minggu ke depan, diperkirakan puluhan
ribu penduduk Arab akan melihat gambaran tentang penderitaan dan
kematian yang dialami Kristus. Dalam waktu sekitar 2 jam, lebih
banyak penduduk Qatar yang mendengarkan Injil daripada jumlah
penduduk yang telah kami jangkau selama hampir 5 tahun setelah kami
tinggal di Qatar. Penerjemahan film tersebut ke dalam bahasa Arab
sangatlah akurat -- tim penerjemah tidak menghapus atau mengganti
kata-kata yang kemungkinan tidak disetujui oleh penduduk Arab. Kita
semua terpana menyaksikan film tersebut -- saat melihat apa yang
telah Allah kerjakan bagi kita. Orang-orang yang duduk di sekitar
kami menangis saat menyaksikan kebrutalan yang ditimpakan kepada
Yesus.
Sangat menarik sekali cara Allah menggunakan film ini untuk
mengomunikasikan Injil. Pelajaran untuk mengasihi para musuh dan
bagaimana Yesus mendoakan para penganiayanya saat tergantung di kayu
salib merupakan pesan yang begitu mengena di hati para pemirsanya.
Di Qatar, film ini telah diputar di 3 bioskop, 4 kali sehari. Para
fundamentalis pasti akan gempar dengan hal-hal yang tidak terduga.
Ketika kami memikirkan bahwa pemancar televisi via satelit akan
menjadi cara yang paling sesuai untuk memberitakan Kabar Sukacita,
film ini bisa masuk ke Qatar."
[Sumber: Advance, March 29, 2004]
Pokok Doa:
---------
* Doakan supaya film "The Passion of Christ" tetap diizinkan
pemerintah Qatar untuk diputar di sana. Doakan film ini bisa
menjadi sarana untuk menjangkau penduduk Qatar.
* Berdoa agar para penonton yang menyaksikan film ini dipersiapkan
hatinya oleh Roh Kudus untuk ditaburi benih Firman Tuhan.
T I M U R T E N G A H
SAT-7 adalah pelayanan televisi yang strategis bagi orang-orang
Kristen di Timur Tengah dan Afrika Utara. Di awal bulan April ini,
sejumlah program baru telah dimulai. Program tersebut antara lain:
Teen Time -- program dengan kualitas yang tinggi dimana para remaja
akan menjadi penyiarnya. Program ini dibuka dengan musik-rap Arabic
yang menarik dan atraktif, lalu dilanjutkan dengan segmen-segmen
yang memberikan banyak wawasan tentang isu-isu rohani yang relevan
dengan masalah remaja. Program baru lainnya adalah More Precious
Than Pearls yang ditujukan bagi kaum wanita Arab. Program ini
diawali dengan segmen memasak yang kemudian dilanjutkan dengan acara
diskusi. Dalam diskusi ini dibicarakan topik tentang bagaimana
menjaga anak-anak supaya tidak terlibat dalam pemakaian obat-obat
terlarang dan bagaimana menghargai wanita, yang semuanya ditinjau
dari sudut pandang Alkitab. Watch Word Bible adalah program bacaan
Alkitab terbaru dari SAT-7. Dalam program ini, Alkitab dibacakan dan
teksnya juga ditampilkan.
[Sumber: SAT-7 News and Prayer Update - April 2004]
Pokok Doa:
----------
* Doakan supaya Allah menggunakan program-program siaran SAT-7 ini
untuk menjala jiwa orang-orang di Timur Tengah dan Afrika Utara.
* Berdoa agar program-program baru yang ditayangkan bisa membantu
menaikkan daya tarik pemirsa yang belum mengenal Kristus.
M O Z A M B I Q U E
Radio misionari memberikan dampak yang besar bagi penginjilan,
perintisan gereja, dan pemuridan. Menurut perwakilan dari Words of
Hope (WOH), radio menjadi sarana yang efektif di Mozambique. WOH
telah menyiarkan program dalam bahasa Lomwe, Makhuwa dan Makonde.
"Ada banyak gereja baru yang didirikan sebagai dampak dari banyaknya
pendengar yang mendengar program siaran WOH. Tampaknya penduduk
menemukan kesenangan baru saat mendengar program siaran radio dalam
bahasa yang mereka pahami. Hal ini jarang terjadi. Banyak tetangga
datang untuk ikut mendengarkan siaran dan diharapkan nantinya
kelompok-kelompok ini akan menjadi nukleus bagi gereja-gereja yang
akan didirikan." WOH ingin mengembangkan pelayanan outreach ke
wilayah-wilayah yang tidak bisa dijangkau Injil. "Banyak bagian di
dunia dimana Injil jarang atau bahkan belum pernah dikenal. Radio
seringkali menjadi satu-satunya cara atau setidaknya salah satu dari
sedikit cara yang bisa dipakai agar penduduk di wilayah tersebut
dapat mendengar Injil. Iman datang karena mendengarkan. Bagaimana
mereka bisa mendengar jika tidak ada seseorang yang memberitakannya
kepada mereka?"
[Sumber: Mission Network News, April 1st 2004]
* Berdoa untuk dampak dari siaran WOH di Mozambique, supaya melalui
kelompok-kelompok pendengar yang setia, gereja-gereja dapat
didirikan. Doakan program follow-up-nya.
* Doakan pelayanan WOH di Mozambique agar bisa dipakai Allah sebagai
sarana yang efektif untuk memberitakan Kabar Baik kepada para
penduduk di sana.
* Berdoa untuk tim WOH supaya senantiasa mencari hikmat Allah dalam
menentukan program-program radio yang menarik dan interaktif
sehingga bisa merangsang para pendengarnya untuk mengenal Sang
Juruselamat, termasuk menerjemahkan program-program tersebut ke
dalam bahasa-bahasa daerah yang ada di Mozambique.
*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
~~ DOA BAGI INDONESIA ~~
Hasil Pemilu 2004
-----------------
* Bersyukur untuk Pemilihan Umum tanggal 5 April 2004 yang bisa
berjalan aman. Doakan untuk daerah/wilayah yang masih harus
melakukan coblosan ulang atau susulan, semoga semuanya nanti bisa
diselesaikan dengan tertib dan cepat.
* Bersyukur untuk setiap tim Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara
(KPPS) yang ada di berbagai daerah yang telah menyelesaikan
tugasnya untuk mengadakan pemungutan dan penghitungan suara di
daerahnya masing-masing.
* Saat ini kita sedang menunggu hasil final untuk melihat partai-
partai yang mendapat dukungan suara terbanyak dari masyarakat
Indonesia. Berdoa supaya melalui Pemilu 2004 ini muncul wakil-
wakil rakyat yang betul-betul memiliki hati yang mengasihi rakyat
dan bangsa Indonesia.
* Berdoa untuk KPU agar dapat menghasilkan penghitungan, pencatatan
dan pelaporan suara yang jujur (tidak ada kecurangan), tepat,
cepat, dan bisa dipertanggungjawabkan.
* Doakan supaya partai-partai pemenang Pemilu menepati janji-janji
yang diucapkan pada saat kampanye. Doakan agar mereka betul-betul
dapat membuat wakil-wakil mereka menjadi pemimpin-pemimpin yang
dapat menjadi panutan dan pengayom bagi kepentingan bangsa dan
negara Indonesia.
* Doakan supaya masyarakat Indonesia tidak mudah diprovokasi oleh
unsur-unsur masyarakat yang kurang puas dengan hasil Pemilu,
yang dapat membuat masyarakat resah.
* Terus doakan agar kasih Tuhan melingkupi Indonesia, khususnya
dalam mempersiapkan bangsa ini meniti masa depan yang diharapkan
lebih baik dari hari-hari sebelumnya.
*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
~~ SURAT ANDA ~~
Dari: Edwin <edwin(at)>
>Kalau boleh saya ingin mendapatkan data mengenai suku-suku yang ada
>di Indonesia beserta pelayanan injil yang telah dilakukan untuk
>menjangkau mereka. Beberapa tahun yang lalu saya melihat ada buku
>kecil yang memuat 27 suku untuk didoakan, mungkin sekarang sudah
>tidak terbit lagi. Terima kasih banyak atas informasinya, Tuhan
>Yesus memberkati kita semua
Redaksi:
Untuk mendapatkan data tentang suku-suku yang ada di Indonesia, Anda
dapat langsung berkunjung ke Situs e-MISI khususnya di bagian "Doa
Bagi Suku" di alamat:
==> http://www.sabda.org/misi/suku.php
Sehubungan dengan buku kecil yang memuat tentang 27 suku untuk
didoakan, kami kurang tahu jelas bagaimana mendapatkannya (atau
apakah masih diterbitkan). Untuk itu kami minta tolong, jika ada
dari pembaca e-JEMMi yang mengetahui informasi tentang buku yang
berisi data tentang suku-suku di Indonesia, silakan membantu Saudara
Edwin dengan mengirimkan informasinya melalui Redaksi Buletin
e-JEMMi. Demikian jawaban kami. Selamat melayani dan mendoakan suku-
suku di Indonesia.
*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
~~ URLS Edisi Ini ~~
* Advance Newsletter <subscribe-advance-newsletter(at)xc.org>
* Mission Network News http://www.missionnetworknews.org/
_____________________________ DISCLAIMER ____________________________
Bahan-bahan dlm Buletin e-JEMMi disadur dengan izin dari banyak pihak
Copyright(c) 2004 oleh Buletin e-JEMMi --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
______________________________________________________________________
Pertanyaan, tanggapan, saran dan kontribusi bahan dapat Anda kirimkan:
Kepala Redaksi --- Natalia Endah S. <owner-i-kan-misi(at)xc.org>,
atau Staf e-MISI dan Staf Redaksi <owner-i-kan-misi(at)xc.org>
Staf Redaksi: Natalia Endah S., Ratri, Yanto, dkk.
______________________________________________________________________
Untuk berlangganan, kirim email kosong ke: subscribe-i-kan-misi(at)xc.org
Untuk berhenti, kirim email kosong ke: unsubscribe-i-kan-misi(at)xc.org
Untuk Situs e-MISI http://www.sabda.org/misi/
Untuk Arsip Buletin e-JEMMi http://www.sabda.org/publikasi/misi/
______________________________________________________________________
|