======================================================================
><> ><> Buletin e-JEMMi <>< <><
Edisi April 2004, Vol.7 No.14
======================================================================
SEKILAS ISI:
o [Editorial]
o [Renungan Misi] : Dan Mereka Menutupi Muka-Nya
o [Profil/Sumber Misi] : Annie's Easter Page, Easter Resources,
ICW PASKAH
o [Doa Bagi Misi Dunia]: Turki, Georgia, Zambia
o [Doa Bagi Indonesia] : Persiapan Hati Menyambut PASKAH
o [Surat Anda] : Ingin Terlibat dalam Pelayanan Misi
o [URLs Edisi Ini]
**********************************************************************
Anda diijinkan mengutip/meng-copy/memperbanyak semua/sebagian bahan
dari Buletin e-JEMMi (untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan
mencantumkan SUMBER ASLI dari setiap bahan dan Buletin e-JEMMi sebagai
penerjemah/penerbit bahan-bahan tersebut dlm bahasa Indonesia. Thanks.
**********************************************************************
~~ EDITORIAL ~~
Salam dalam kasih Kristus.
Beberapa minggu terakhir ini, film "The Passion of Christ" menjadi
bahan pembicaraan hangat dalam berbagai milis di beberapa negara
termasuk Indonesia. Kami mengutip beberapa komentar mereka
(pelanggan Buletin e-JEMMi yang telah menyaksikan film ini:
"Yap. Sangat heboh. Aku sih udah nonton. Aku sempet meneteskan air
mata waktu adegan Maria (ibunya Yesus) melihat anaknya memikul
salib. Ini pertama kalinya aku nonton bioskop dan setelah film
selesai itu hening. Tidak ada orang yang berbicara." <jim(at)>
"Yesus rela menderita sengsara seperti itu untuk menebus dosaku?
Kalau aku yang ada di posisinya saat itu, aku pasti sudah mati
saat melalui jalan salib itu!" <nov(at)>
Bagi pembaca yang juga sudah nonton, Anda pasti bisa menambahkannya
dengan memberikan komentar Anda sendiri. Terlepas dari semua
pendapat pro dan kontra yang dilontarkan oleh berbagai pihak yang
telah menyaksikan film ini, perayaan PASKAH seharusnya menolong kita
untuk terus diingatkan akan betapa besarnya pengorbanan yang telah
Yesus lakukan bagi kita -- sampai rela mati sengsara di atas kayu
salib. Hanya melalui pengorbanan Yesus yang luar biasa ini maka
kemenangan dapat diraih, yaitu pada hari yang ketiga Dia bangkit
atas kuasa maut!
Mari kita bersama menggunakan momen PASKAH ini untuk mengintrospeksi
diri. Bagaimana kita memberikan syukur atas apa yang telah dilakukan
Yesus bagi kita? Sudahkah kita melakukan sesuatu untuk memuliakan
Dia?
Selamat merayakan Hari PASKAH!
Redaksi Buletin e-JEMMi
*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
"The best motivation to live for Christ,
is a good memory of His death for us."
(Our Daily Bread)
*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
~~ RENUNGAN MISI ~~
DAN MEREKA MENUTUPI MUKA-NYA
============================
(Lukas 22:64; Markus 14:65)
Dilihat dari segi sejarah, kesengsaraan Kristus sama sekali adalah
termasuk masa silam. "Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap
dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah
kehidupan bagi Allah" (Roma 6:10) dan sesudah itu tidak mati lagi;
maut tidak lagi memegang kuasa atas diri-Nya. Tetapi secara rohani,
kesengsaraan Kristus tetap ada dan berulang-ulang terjadi. Kita
menyalibkan Dia lagi. Yesus Kristus terus-menerus dikhianati,
ditinggalkan, dipungkiri, ditudungi, diludahi, didera, diejek, dan
kemudian disalibkan.
Tiap peristiwa dalam kisah penderitaan-Nya mempunyai ciri
tersendiri. Dalam arti rohani kita berada di sana ketika "Kristus
telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci."
(1Korintus 15:3)
"Dan orang yang menahan Yesus, mengolok-olokkan Dia dan memukuli-
Nya. Mereka menutupi muka-Nya dan bertanya: 'Cobalah katakan
siapakah yang memukul Engkau?' Lalu mulailah beberapa orang meludahi
Dia, menutupi muka-Nya dan meninju-Nya sambil berkata kepada-Nya:
'Hai nabi, cobalah terka! Malah para pengawalpun memukul Dia.'"
(Lukas 22:63-64; Markus 14:65)
Hal ini terjadi di halaman istana Kayafas, pagi-pagi benar sebelum
fajar menyingsing. Sinar bulan purnama menerangi tempat kejadian itu
dan nyala api unggun yang dikobarkan memancarkan sinar dan
bayangannya atas halaman itu: Dengan muka-Nya yang ditutupi Yesus
duduk di tengah-tengah sekumpulan orang yang tanpa alasan membenci-
Nya. Pelayan-pelayan dari Majelis Besar, orang-orang bayaran dari
Imam Besar; dan mungkin semua mereka adalah orang-orang Yahudi yang
sebangsa dengan Tuhan Yesus. Ada yang mengenal Dia dan pernah
mendengar kata-kata yang diucapkan-Nya. Mereka telah menyaksikan
keajaiban-keajaiban yang dibuat-Nya.
Di taman Getsemani mereka berkisut melihat pandangan-Nya. Sekarang
mereka menutupi muka-Nya dan mengejek-Nya. Kegelapan apakah yang
menguasai hati-hati yang dapat berbuat seperti ini dan tahan
melihatnya! Betapa matinya perasaan terhadap kasih dan kebenaran;
kebutaan apa yang membuatnya tidak melihat keindahan kesucian; dan
betapa jahatnya pikiran dan keringnya hati nurani! Dan hal ini
mereka lakukan terhadap Yesus dari Nazaret, yang pernah membuka mata
seorang yang lahir buta di Yerusalem.
Mereka menutupi muka-Nya. Apakah Malkus ada di antara mereka? Apakah
Kayafas turut? Apakah Petrus melihat sesuatu sebelum dia keluar dan
menangis sedih? Kemudian dia menulis tentang malam buruk itu ketika
dia berdiri dan memanaskan dirinya -- tetapi jiwanya menggigil -- di
dekat api: "Kristuspun telah menderita ... tipu tidak ada dalam
mulut-Nya. Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci
maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia
menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil .... oleh
bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh." (1Petrus 2:21-24) Ya, Petrus
tentu melihatnya, paling sedikitnya dari jauh. Rasa malu dan
kesakitannya mendera hatinya. Pandangan terakhir dari Kristus
sebelum mata-Nya ditudungi diarahkan kepada Petrus, yang juga
menyangkal Dia di depan pelayan-pelayan ini.
Betapapun ringkasnya kesaksian ini, kita dapat membaca di antara
baris-baris tersebut sifat pengecut, kekejaman, dan kebodohan dari
kebencian mereka terhadap Juruselamat itu. Mengapa timbul pikiran
pada mereka untuk menutupi mata Yesus? Bukankah karena mata-Nya
penuh dengan keheranan suci akan ketidakpercayaan mereka, mata yang
penuh belas-kasihan akan kebodohan mereka tetapi juga berkilat
dengan sinar yang mendera hati nurani mereka seperti nyala api?
Mereka tak tahan melihat-Nya dengan berhadapan muka, maka seperti
Markus katakan, ketika beberapa orang mulai "meludahi Dia" yang lain
"menutupi muka-Nya dan memukul-Nya."
Kekecutan hati mereka hanya dapat diimbangi oleh kebencian mereka,
Mereka memukul Dia. Mereka mengejek-Nya. "Dan banyak hujat yang
diucapkan mereka kepada-Nya." Dan kebencian mereka adalah tidak
pantas. "Cobalah katakan siapakah yang memukul Engkau?" (Markus
14:65; Lukas 22:64-65) Bukanlah perseorangan yang memukul Dia,
melainkan bangsa itu; umat manusia seluruhnya.
Segala kekecutan hati dari pendurhakaan dan ketidakpercayaan yang
berabad-abad itu dilambangkan oleh peristiwa ini. Ada orang yang
selalu takut dan oleh karena itu tidak rela untuk berhadapan muka
dengan Kristus. Orang mencoba mengelakkan Yesus dalam sejarah dengan
mengatakan, bahwa cerita itu adalah dongeng; atau mereka tidak mau
berhadapan muka dengan Dia. Betapa banyaknya sejarah-sejarah populer
dan buku-buku pelajaran menutupi muka Yesus dengan memakai suatu
ayat sebagai dalih yang sama sekali tidak menyingkapkan sejarah
hidup Yesus Kristus yang sebenarnya.
Ketidakpercayaan menudungi Alkitab dengan menutupi sampulnya dan
dengan demikian merintangi amanatnya mencapai dunia kanak-kanak atau
dengan membiarkannya tergeletak begitu saja di rak buku, sebuah buku
klasik yang menjadi buah bibir tiap orang, tetapi yang tak pernah
dibaca orang. Orang-orang menutupi muka Yesus di atas mimbar atau
dalam pers dan kemudian mengejek jasa-Nya sebagai nabi, dan
kemuliaan-Nya sebagai Mesias. Kalau pendurhakaan dan kemurtadan
menutupi muka Juruselamat, maka mereka juga menampar muka-Nya,
Valtaire, Nietzsche, Rennan, Bebel, Paine; Ingersoll dan yang
lainnya yang sependapat dan sejiwa dengan mereka, semuanya menutupi
muka Yesus dulu sebelum mereka mengingkari ketuhanan-Nya;
menyembunyikan muka-Nya sebelum mereka mendera kemuliaan-Nya.
Sungguh menyakitkan saat membaca dalam Injil mengenai Kristus yang
muka-Nya ditutupi ini, namun terutama mengenai cara orang-orang
menutupi muka-Nya berulang-ulang selama sembilan belas abad dan
kemudian mengejek-Nya. Dendam dari ketidakpercayaan sama jelasnya
pada masa sekarang dengan dulu dalam ruangan pengadilan Kayafas.
Orang-orang tidak dapat membiarkan Kristus tenang. Muka-Nya memikat
perhatian. Mata-Nya adalah nyala api. Dia menarik atau membuat orang
jijik. Dulu Dia berbuat demikian dan sekarang pun juga.
Di depan mata Yesus
kubuka kehidupanku
dan isi hati yang keruh
Di depan mata Yesus.
Di depan mata Yesus
yang suci b'laka apinya,
kulihat cahya sayang-Nya,
Di depan mata Yesus.
(Nyanyian Rohani 136)
Orang-orang percaya dari Perjanjian Lama ingin melihat kemuliaan
Allah pada muka yang diurapi. Inilah doa Musa, harapan Daud, dan
keinginan Yesaya,
"Berapa lama lagi, TUHAN, Kaulupakan aku terus-menerus? Berapa lama
lagi Kausembunyikan wajah-Mu terhadap aku?" (Mazmur 13:2)
"Buatlah wajah-Mu bercahaya atas hamba-Mu, selamatkanlah aku oleh
kasih setia-Mu!" (Mazmur 31:16)
"Jawablah aku dengan segera, ya TUHAN, sudah habis semangatku!
Jangan sembunyikan wajah-Mu terhadap aku, sehingga aku seperti
mereka yang turun ke liang kubur." (Mazmur 143:7)
"Siapakah yang buta selain dari hamba-Ku, dan yang tuli seperti
utusan yang Kusuruh? Siapakah yang buta seperti suruhan-Ku dan yang
tuli seperti hamba TUHAN?" (Yesaya 42:19)
Dengan demikian mungkin ramalan Yesaya itu terwujud.
Kalau kita merenungkan kata-kata seperti ini, maka mulailah kita
sadari apa artinya bagi Tuhan Yesus kalau muka-Nya ditutupi dan
dengan demikian mengalami pada diri-Nya dan dalam diri-Nya segala
kebodohan dan kebutaan dari ketidakpercayaan yang disengaja terhadap
Allah dan utusan-utusan-Nya. Ini bukan sesuatu yang baru. Sepanjang
zaman orang-orang selalu menuntut bukti dari mereka yang membuat
kesaksian bagi Allah. Apakah keajaiban-keajaiban-Nya? Tanda-tanda
apa yang diberikan-Nya? Kapankah ramalan-ramalan-Nya dipenuhi?
Mereka yang memalingkan mukanya dari Kristus atau menutupi muka-Nya
tetap tidak percaya dan tetap tidak menyadari dosanya. Pelayan-
pelayan Imam Besar, tidak melihat apa-apa. Tetapi Petrus didera
dalam hati nuraninya dengan satu pandangan saja. Dia dapat menyesal
karena dia tidak menutupi muka Yesus. Dan demikianlah selalu halnya.
Maka kita tidak usah heran, kalau orang menutupi muka Juruselamat
kita, memukul-Nya atau menghina-Nya di muka umum sekarang.
Tiap agama baru atau falsafah yang menjauhkan orang dari Injil hanya
berhasil dengan menutupi muka Kristus. Mereka yang melihat mata-Nya
tidak memerlukan cahaya lain. Mereka yang telah melihat muka-Nya
tidak mengikuti pemimpin lain. "Jika Injil yang kami beritakan masih
tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa;
yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah
dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya
Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah. Sebab
bukan diri kami yang kami beritakan; tetapi Yesus Kristus sebagai
Tuhan, dan diri kami sebagai hambamu karena Yesus. Sebab Allah yang
telah berfirman: Dari dalam gelap akan terbit terang ia juga yang
membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh
terang pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah
Kristus." (2Korintus 4:3)
Mereka yang berjalan dalam gelap dengan mata hati yang buta sering
mematikan sendiri lampu dengan lebih dulu menutupi muka Kristus dari
Allah. Kekuasaan Iblis merintangi kita untuk melihat kemuliaan
Juruselamat kita. Semangat zaman yang mencakup pendapat yang
berubah-ubah, pepatah-pepatah duniawi, renungan-renungan lihai,
ilham-ilham yang tak murni, dan maksud-maksud untuk menciptakan
suatu suasana kesangsian dan ketidakpercayaan telah mencekik segala
kepercayaan. Kebutaan mendahului ketidakpercayaan dan merupakan
sebabnya. Kebutaan itu dilaksanakan dengan menutupi Injil, dengan
menggelapkan firman yang jelas dari Allah, dan dengan menutup mata
kita terhadap kebenaran.
"Aku datang," kata Tuhan Yesus, "ke dalam dunia untuk menghakimi,
supaya barangsiapa yang tidak melihat, dapat melihat, dan supaya
barangsiapa yang dapat melihat, menjadi buta." (Yohanes 9:39)
Lihatlah lagi gambar yang mengibakan hati dari Kristus yang
diselubungi itu di tengah-tengah gerombolan Majelis Besar itu.
Tataplah muka itu, diterangi sinar matahari pagi -- berdarah,
dipukuli, diselubungi, "Pandanglah wajah orang yang Kau urapi,"
(Mazmur 84:10) kata penulis Mazmur -- dan di sini kita melihat wajah
itu sebagai gambar sejati dari Juruselamat yang sedang menderita
itu.
"Lihatlah manusia itu!" Diikat, penat, luka memar, dihina, tetapi
tetap diam dengan ketenangan kasih yang menderita. "Cobalah katakan
siapakah yang memukul Engkau?" Kita pasti harus mendapat jawabannya
dalam hati nurani kita sendiri.
"Kristuspun telah menderita" untuk kita, bukan hanya untuk menebus
kita dari dosa dan membebaskan kita dari laknatnya, tetapi Dia
menderita "dan telah meninggalkan teladan" bagi kita, supaya kita
mengikuti jejak-Nya. (1Petrus 2:21). Dalam tiap peristiwa dari
kesengsaraan itu Pemikul Salib itu berseru dalam telinga kita:
"Ikutlah Aku. Hiduplah dengan penuh keberanian, berbahaya, lengkap,
tanpa puasa. Terimalah lumpur dan lendir, terik-panas dan
kemelaratan penuduh-penuduhmu. Tahanlah menderita dan beranilah demi
Aku dan demi Injil. Janganlah tolak untuk minum bersama Aku dari
cawan kegagalan yang sering lebih pahit daripada cawan kematian --
kesakitan ejekan yang mendahului kesengsaraan salib."
Kalau kita ingat ruangan pengadilan dan Kristus yang diselubungi itu
yang menanggung bantahan yang hebat dari orang-orang berdosa
terhadap diri-Nya, kita tidak akan bertambah lelah atau akan pingsan
mendengar celaan atau nista.
"Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan
kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan
bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga
telah dianiaya nabi- nabi yang sebelum kamu." (Matius 5:11-12)
Ini adalah kebahagiaan yang terakhir dan yang terbesar. Kebahagiaan
mereka yang mengikuti Kristus sepanjang jalan sampai akhir.
Diedit dari sumber:
Judul Buku : Kemuliaan Salib
Judul Artikel: Dan Mereka Menutupi Mukanya
Penulis : Samuel Zwemer
Penerbit : Badan Penerbit Kristen, 1970
Halaman : 23 - 28
*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
~~ PROFIL/SUMBER MISI ~~
ANNIE'S EASTER
==> http://www.annieshomepage.com/easter.html
Halaman Annie's Easter khusus disajikan untuk menyambut
"Resurrection Sunday" (Kebangkitan Kristus). Halaman ini menawarkan
banyak sumber yang bisa Anda pakai untuk mensharingkan iman Anda
kepada orang lain. Selain itu, melalui halaman ini Anda juga bisa
belajar tentang perayaan tradisi PASKAH yang dilakukan orang Kristen
di berbagai negeri.
EASTER RESOURCES -- A CHRISTIAN EASTER CELEBRATION
==> http://www.gospelcom.net/peggiesplace/easter1.htm
Bagian Easter Resources menampilkan banyak artikel, renungan, dan
puisi PASKAH dalam bahasa Inggris. Beberapa diantaranya: At the Foot
of the Cross! (artikel), The Passion of Christ (puisi), The Stone
before Jesus' Tomb (khotbah), dan masih banyak lagi. Silakan
berkunjung langsung ke bagian ini. Anda pasti mendapatkan banyak
berkat melalui bagian ini dan silakan sharingkan kepada teman-teman
Anda.
ICW PASKAH
==> http://www.sabda.org/publikasi/icw/1021/
Bagi Anda yang sedang mencari sumber-sumber PASKAH, maka ICW
(Indonesian Christian Webwatch) edisi 1021/2004 yang terbit minggu
ini akan banyak menolong Anda. Dalam edisi ini dimuat beberapa
alamat situs yang mengulas tentang PASKAH dan juga review-nya.
Dengan demikian, Anda bisa menambah referensi dan wawasan seputar
PASKAH melalui edisi ini.
*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
~~ DOA BAGI MISI DUNIA ~~
T U R K I
Sebuah grup yang beranggotakan orang-orang Kristen baru-baru ini
membagikan 3.400 kopi Perjanjian Baru, sebagai bagian dari promosi
sebuah situs web doa. Para pelayan Tuhan tersebut banyak menerima
respon melalui telepon dan e-mail yang meminta kepada mereka kitab
Perjanjian Baru. Berdoalah agar pekerjaan ini banyak menghasilkan
buah, dan agar banyak orang dimenangkan bagi Kristus di Turki. "Di
Turki, kami menyediakan buku-buku keKristenan dan hal lainnya yang
berhubungan dengan kekristenan."
[Sumber: [suaramartir] Berita Mancanegara (JASO03)]
Pokok Doa:
---------
* Dukunglah melalui doa-doa kita supaya pembagian Alkitab Perjanjian
Baru ini bisa menolong banyak orang Turki mendengar "Berita
Keselamatan Yesus Kristus".
* Doakan para pekerja di Turki supaya mereka bisa memberitakan
tentang kasih Yesus kepada banyak penduduk dan pelayanan ini bisa
menghasilkan banyak buah.
G E O R G I A
"Seorang pekerja kami mengunjungi Georgia, negara bekas Uni Soviet,
dan bertemu dengan orang Kristen yang baru saja mengalami
penyerangan. Dia mengirimkan kepada kami laporan ini:
'Orang-orang Kristen di Tiblisi mengadakan suatu kebaktian khusus
pada tanggal 24 Januari 2003. Mereka berkumpul untuk berdoa bagi
kesatuan orang-orang percaya di Georgia. Baru saja kebaktian
dimulai, tiba-tiba bis-bis berdatangan dan menurunkan geng-geng
perusak yang terorganisasi dengan baik. Gerombolan perusak yang
berjumlah beratus-ratus orang menguasai dan menduduki gereja. Mereka
memporak-porandakan gereja, merusak buku-buku Kristiani dan memaksa
orang-orang Kristen keluar gedung gereja. Tidak puas dengan yang
telah mereka lakukan, beberapa penyerang mengejar orang-orang
Kristen yang ada di jalan dan memukuli mereka.'
'Polisi setempat tidak bereaksi untuk melindungi orang-orang
Kristen. Seperti yang dilaporkan. Polisi setempat telah diberitahu
bahwa akan ada penyerangan oleh kelompok-kelompok perusak dan mereka
tidak boleh menghalangi. Protes yang dikirimkan kepada Presiden
Georgia, Edward Shevardnadze, tidak menghasilkan putusan apapun.
Penyerangan ini bukan yang pertama terhadap orang-orang Kristen.
Tahun lalu, 1.000 Alkitab dibakar pada saat penyerangan terhadap
gudang Bible Society of Georgia. Lebih lagi, pemerintah mengontrol
koran-koran dan menerbitkan artikel Sectarians. Kami akan membantu
menggantikan Alkitab-alkitab yang telah dibakar tahun lalu.'"
[Sumber: Mission Network News, March 26th, 2004]
Pokok Doa:
----------
* Berdoalah bagi orang-orang Kristen di Georgia dan hikmat bagi para
pekerja yang melayani di sana.
* Doakan supaya penyerangan ini tidak melemahkan iman orang-orang
Kristen di Georgia. Berdoa supaya mereka tetap setia dan semakin
berani menyaksikan kasih Allah melalui kehidupan mereka.
Z A M B I A
Diperkirakan 17 juta orang telah meninggal karena AIDS sejak tahun
70-an di Afrika. Kematian tersebut telah meninggalkan sekitar 13
juta anak-anak yatim piatu. Teen Missions International sedang
membangun AIDS Rescue Centers sebagai bagian dari pelayanan kepada
anak-anak jalanan, anak-anak yatim piatu, dan penderita AIDS.
Perwakilan dari Teen Missions International mengatakan bahwa
pelayanan tersebut pada dasarnya berusaha mencukupi kebutuhan mereka
terutama kebutuhan kesehatan, dan banyak anak yang tergantung pada
pelayanan tersebut. "Anak-anak itu sudah tidak memiliki siapa-siapa
yang bisa merawat mereka. Pelayanan ini bisa dikatakan menjadi ayah
dan ibu bagi anak-anak itu. Pelayanan ini menjadi satu-satunya
tempat mereka berharap. Sebagian besar anak-anak yatim piatu korban
AIDS ini akan ditolong juga untuk mengenal dan menerima Yesus
Kristus sebagai Juruselamat mereka secara pribadi." Teen Missions
International membutuhkan banyak sukarelawan untuk membantu dan
mengembangkan pelayanan mereka.
[Sumber: Mission Network News, March 25th, 2004]
Pokok Doa:
----------
* Doakan supaya setiap pelayanan yang dilakukan Teen Missions
International bisa menjangkau dan menolong anak-anak yatim piatu
korban AIDS.
* Berdoa untuk sukarelawan yang dibutuhkan untuk menolong jutaan
anak yatim piatu di Zambia. Berdoa supaya banyak hati yang
tergerak untuk memberikan perhatian pada masa depan anak-anak
tersebut.
*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
~~ DOA BAGI INDONESIA ~~
Persiapan Hati Menyambut PASKAH
-------------------------------
Di akhir minggu ini kita akan bersama-sama merayakan peristiwa
sengsara, kematian, dan kebangkitan Yesus. Semua gereja pasti telah
mempersiapkan ibadah-ibadah khusus untuk merayakan peristiwa
tersebut.
Pokok Doa:
----------
* Peristiwa sengsara, kematian dan kebangkitan Kristus memberikan
makna yang penting bagi iman orang Kristen. Berdoa agar setiap
ibadah PASKAH yang diadakan di setiap gereja membantu jemaat untuk
mengenang kembali arti pengorbanan Yesus di kayu salib bagi hidup
mereka.
* Melalui perayaan PASKAH ini, jemaat semakin diteguhkan dengan
kemenangan Yesus atas maut. Jaminan ini menguatkan mereka untuk
mempunyai hidup yang berkemenangan dalam segala aspek.
* Berdoa supaya sukacita PASKAH ini bisa terpancar dalam setiap segi
kehidupan orang Kristen sehingga menarik minat banyak orang yang
belum mengenal Kristus untuk mengetahui sumber sukacita tersebut.
* Kiranya moment PASKAH ini semakin mendorong kita untuk
memberitakan Kabar Baik dengan giat kepada orang-orang di sekitar
kita.
*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
~~ SURAT ANDA ~~
Dari: Bahagia tarigan <gia_trg(at)>
>Saya ingin bergabung dengan saudara dalam menjalankan misi
>kristiani, apa yang harus saya lakukan agar saya dapat bergabung
>dengan anda? Tolong berikan/kirimkan saya informasi tentang hal
>itu.
Redaksi:
Kami menyambut dengan sukacita kerinduan Anda untuk terlibat dalam
pelayanan misi. Namun, perlu Anda ketahui bahwa kami hanya bergerak
dalam bidang penerbitan dan tidak bergerak "langsung" di ladang misi
(di lapangan). Tapi kami akan menolong Anda dengan memberikan
beberapa saran jika Anda ingin terlibat dalam pelayanan misi:
Sebagai langkah awal, kami telah memasukkan email Anda dalam daftar
penerima Buletin e-JEMMi. Dengan demikian, setiap minggu Anda bisa
menerima kiriman e-JEMMi dan bersama pembaca lainnya Anda bisa mulai
terlibat dalam pelayanan misi dengan cara mendukungnya dalam doa.
Jika Anda mengetahui pelayanan-pelayanan misi di berbagai tempat,
berdoalah juga bagi mereka.
Kalau Tuhan terus tambahkan beban yang lebih besar kepada Anda untuk
terjun dalam ladang misi, maka perlengkapi diri Anda dengan belajar
Firman Tuhan banyak-banyak. Bacalah buku-buku misi dan mulailah
belajar ketrampilan-ketrampilan utama dalam pelayanan misi. Lalu
bukalah mata dan telinga lebar-lebar pada setiap informasi tentang
pelayanan misi, dan berdoalah agar Tuhan tunjukkan kepada Anda apa
yang harus Anda lakukan.
Nah, persiapkan diri baik-baik, kami yakin kerinduan Anda akan
terlaksana. Juga kami ucapkan selamat bergabung menjadi anggota
Buletin e-JEMMi dan selamat berdoa!
*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
~~ URLS Edisi Ini ~~
* Mission Network News http://www.missionnetworknews.org/
_____________________________ DISCLAIMER ____________________________
Bahan-bahan dlm Buletin e-JEMMi disadur dengan izin dari banyak pihak
Copyright(c) 2004 oleh Buletin e-JEMMi --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
______________________________________________________________________
Pertanyaan, tanggapan, saran dan kontribusi bahan dapat Anda kirimkan:
Kepala Redaksi --- Natalia Endah S. <owner-i-kan-misi(at)xc.org>,
atau Staf e-MISI dan Staf Redaksi <owner-i-kan-misi(at)xc.org>
Staf Redaksi: Natalia Endah S., Ratri, Yanto, dkk.
______________________________________________________________________
Untuk berlangganan, kirim email kosong ke: subscribe-i-kan-misi(at)xc.org
Untuk berhenti, kirim email kosong ke: unsubscribe-i-kan-misi(at)xc.org
Untuk Situs e-MISI http://www.sabda.org/misi/
Untuk Arsip Buletin e-JEMMi http://www.sabda.org/publikasi/misi/
______________________________________________________________________
|