======================================================================
><> ><> Buletin e-JEMMi <>< <><
Edisi Februari 2004, Vol.7 No.06
======================================================================
SEKILAS ISI:
o [Editorial]
o [Artikel Misi] : "Kasihilah Musuhmu .... ???"
o [Profil/Sumber Misi] : Heartlight, SOON, Kasih -- ICW 1017
o [Doa Bagi Misi Dunia]: Rusia, Nepal, Afghanistan
o [Doa Bagi Indonesia] : Keluarga Kristen
o [Surat Anda] : Strategi PI via Internet
o [URLs Edisi Ini]
**********************************************************************
Anda diijinkan mengutip/meng-copy/memperbanyak semua/sebagian bahan
dari Buletin e-JEMMi (untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan
mencantumkan SUMBER ASLI dari setiap bahan dan Buletin e-JEMMi sebagai
penerjemah/penerbit bahan-bahan tersebut dlm bahasa Indonesia. Thanks.
**********************************************************************
~~ EDITORIAL ~~
Salam dalam kasih Kristus.
"Kasih" kami angkat sebagai tema utama pada edisi e-JEMMi minggu
ini, karena kami juga ingin merayakan Hari Valentine dengan para
pembaca semua. Untuk itu artikel yang tersaji agak berbeda dengan
artikel-artikel yang biasa dimuat. Tidak hanya dari gaya bahasanya
tetapi juga dari isinya yang cukup "menantang". Artikel ini mengulas
tentang mengapa kita perlu mengasihi musuh dan bagaimana caranya
supaya bisa mengasihi mereka, ditambah dengan game yang ditawarkan
penulis di bagian awal yang sangat menantang.
Selain itu, sumber informasi yang ditampilkan juga mendukung karena
menyajikan cara-cara yang bisa dipakai untuk mengungkapkan perasaan
kasih kita terutama kepada mereka yang belum mengenal sumber kasih
sejati Yesus Kristus. Dilengkapi juga dengan tiga kesaksian dari
Rusia, Nepal, dan Afghanistan yang menceritakan tentang dampak dari
pelayanan penginjilan di negara-negara yang sulit dijangkau dengan
Injil. Jangan lupa untuk mendukung pelayanan yang ada di tiga negara
tersebut dalam doa-doa Anda sebagai perwujudan kasih kita kepada
mereka.
Selamat menikmati kasih Tuhan yang senantiasa melimpah dalam hidup
kita dan membagikannya baik kepada orang-orang terkasih di sekitar
kita, keluarga-keluarga Kristen, maupun kepada orang-orang yang
sampai saat ini kita anggap sebagai "musuh". Selamat Hari Velentine!
Redaksi Buletin e-JEMMi
*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
"Mengasihi mereka yang tersesat adalah langkah awal
untuk membawa mereka kepada Kristus."
*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
~~ ARTIKEL MISI ~~
"KASIHILAH MUSUHMU .... ???"
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Oleh: Leonard Giarto
Saya mau menantang saudara-saudara dalam suatu game. Sebelumnya saya
minta maaf, pertama karena saya lancang main tantang seenaknya saja,
kedua karena saya sendiri juga belum tentu bisa melakukan tantangan
ini.
Begini aturan mainnya: tanggal 14 Februari adalah Hari Valentine,
bukan? Saya percaya banyak yang sudah membeli kartu atau hadiah
untuk do'i atau untuk papi-mami dan kakak adik atau sahabat-sahabat
lain. Itu adalah hal yang biasa. Bagaimana kalau kita menambahkan
sesuatu yang lain? Coba pikirkan, selama satu tahun terakhir ini
siapa saja orang yang Saudara benci, siapa yang tidak Saudara sukai,
siapa yang selalu ingin Saudara hindari, pendeknya, siapa yang tidak
Saudara anggap teman yang baik? Sekarang coba Saudara pikirkan, apa
yang disukai orang itu, apa hobbynya, lalu berilah satu hadiah kecil
yang disukai itu. Apakah terlalu berat dan sulit? Oke, oke....
Bagaimana kalau Saudara mengirimkan kartu Valentine mungil yang di
dalamnya berisi kata-kata apresiasi tulisan Saudara kepada orang
itu? Dan jangan lupa, doakan pula orang itu: kehidupannya,
keluarganya, studi atau pekerjaannya, dan hubungannya dengan Tuhan.
Yang gagal melakukan ini semua, akan dihukum. Bukan saya atau
Majelis atau Pak Pendeta yang menghukum. Saudara sendiri yang
memberi hukuman karena saudara sendiri jurinya. Bagaimana? Saudara
punya cukup keberanian untuk menerima tantangan ini?
Selama berabad-abad salah satu misteri kekristenan terbesar adalah
sabda Tuhan Yesus dalam Matius 5:44,
"Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah
bagi mereka yang menganiaya kamu."
"Itu tidak praktis," pendapat beberapa orang. Yang lebih ekstrim
lagi berkata, "Itu gila!"
Confucius ditanya oleh seorang muridnya, "Apakah kita harus berbuat
baik pada musuh kita?" Dia menjawab tegas bahwa kita harus membalas
kebaikan dengan kebaikan dan kejahatan dengan keadilan.
Memang, mana mungkin kita bisa mengasihi musuh kita? Jika seseorang
sudah menipu kita, sombong, tidak tahu aturan, egois, lebih-lebih
mau mencelakakan kita; tukang sulap dari mana yang bisa membuat kita
mengasihi dia? Apa Yesus tidak asal omong? Jawabnya jelas tidak.
Tuhan tahu apa yang diucapkan-Nya. Dia mengerti sungguh-sungguh dan
mau membantu kita melaksanakan perintah-Nya ini.
Kenapa kita perlu mengasihi musuh kita? Yang pertama, seperti yang
tertulis dalam Matius 5:46-47, semua orang dapat membalas kebaikan
dengan kebaikan. Kebaikan dibalas dengan kebaikan itu sudah lumrah.
Boss Mafia juga berbuat demikian. Pemungut cukai yang paling serakah
juga berbuat demikian. Tidak ada yang aneh. Demikianlah sifat dunia.
Yang bukan sifat dunia adalah bila kita bisa mengasihi musuh kita.
Tuhan berkali-kali menekankan dalam Alkitab bahwa kita bukan berasal
dari dunia ini. Kita ciptaan Tuhan Mahasuci yang bukan dari dunia
ini -- bahkan dunia ini diciptakan oleh-Nya. Oleh sebab itu,
janganlah menuruti arus dunia yang merupakan ciptaan. Turutilah
kehendak Sang Pencipta.
Yang kedua, dalam Roma 5:8 ditekankan bahwa Kristus mati bagi kita
ketika kita masih berdosa. Bukan setelah kita bertobat, Kristus mati
buat kita, tetapi Tuhan sendiri telah memberi contoh dengan mati
bagi musuh-musuh-Nya, yaitu kita, manusia berdosa. Kita musuh Tuhan?
Ya! Ketika Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, saat itulah kita telah
menjadi musuh Tuhan. Saat itulah seluruh diri kita berontak tak mau
mendekati Tuhan. Paulus menegaskan dalam Roma 8:7,
"Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah; karena
ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin
baginya."
Sepanjang sejarah Perjanjian Lama kita membaca pengkhianatan umat
manusia yang tak terhitung banyaknya terhadap Tuhan, sampai
sekarang! Tapi Tuhan mau membalas kejahatan manusia itu dengan cinta
kasih-Nya. Tidak mudah bagi seorang untuk bersedia mati bagi orang
benar, kata Paulus, apalagi sangat amat sukar bagi seseorang untuk
mati bagi musuhnya. Inilah perwujudan kasih Allah yang tak terbatas
bagi manusia. Dapatkah kita sekarang mewujudkan kasih Allah itu
terhadap sesama kita? Mengapa Paulus dalam suratnya kepada umat di
Korintus berkata bahwa di antara iman, pengharapan, dan kasih, yang
terbesar adalah kasih? Dengan iman kita menerima Yesus; dengan
pengharapan kita menantikan Dia, tetapi dengan kasih kita dapat
menyatakan bahwa Tuhan telah hidup dalam hati kita.
Pertanyaannya sekarang adalah: Dapatkah kita mengasihi musuh-musuh
kita, apalagi mendoakan mereka? Kalau Saudara bertanya pada diri
Saudara sendiri, "Dapatkah saya dengan kemampuan saya sendiri
mengampuni bahkan mengasihi musuh saya?" Jawabannya tentu tidak atau
tidak mungkin. Tidak percaya? Silakan mencobanya. Lalu, bagaimana?
Kita memang tak bisa mengampuni dan mengasihi dengan usaha kita
sendiri, tetapi dalam Roma 5:5 dikatakan bahwa
"Kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus
yang telah dikaruniakan kepada kita."
Kalau kita begitu terbatas hingga tak dapat mengasihi musuh kita,
gunakanlah kasih Allah yang telah dicurahkan bagi kita itu. Dengan
rendah hati kita datang ke hadirat Tuhan, minta Dia membantu kita.
Tuhan pasti mendengar doa kita.
Ah, saya sudah berusaha, tapi tetap tidak bisa tuh? Yang biasanya
terjadi adalah bukannya kita tidak bisa, tetapi kita tidak mau. Kita
tidak mau mencurahkan kasih Tuhan. Kita mau menyimpan sendiri kasih
Tuhan. Dengan kata lain kita seperti orang yang telah menerima
pengampunan atas hutang jutaan dollar pada bank tetapi kita memukuli
orang yang berhutang sepuluh dollar pada kita. Jadi pertanyaan
terakhir yang harus kita pertanggungjawabkan di hadapan Tuhan
adalah: Maukah saya membiarkan Tuhan memakai saya sebagai alat cinta
kasih-Nya? Maukah saya mengampuni bahkan mengasihi musuh saya?
Tuhan Yesus, saya ingat kasih-Mu, saya mau coba mengasihi.
Mampukanlah saya, Tuhan, dan hidupkanlah terus semangat kasih
dari-Mu ini.
Sumber:
Judul Buletin: Newsletter GKI Monrovia, Feb 1997, Tahun XVII No. 1
Judul Artikel: "Kasihilah Musuhmu .... ???"
Penulis : Leonard Giarto
URL : http://www.gki.org/
*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
~~ PROFIL/SUMBER MISI ~~
HEARTLIGHT
==> http://www.heartlight.org/
==> http://www.heartlight.org/articles/leading/
Apakah Anda sebagai umat percaya yang sungguh-sungguh beriman kepada
Yesus pernah mendapat tantangan iman? Heartlight Magazine, yang
berdedikasi untuk menyediakan sumber-sumber yang berguna bagi
kehidupan Kristen sehari-hari, menyajikan sebuah artikel berjudul
"Why Johnnie Can't Share His Faith" tulisan Dave Cook. Tulisan ini
menyoroti tentang kurangnya minat untuk menghafalkan ayat-ayat
Alkitab baik di gereja maupun di rumah. Menurut Dave Cook,
"Menghafal ayat di kalangan umat Kristen telah mulai menghilang
secara virtual dan tidak lagi menjadi disiplin bagi umat Kristen."
Dia memberikan alasan mengapa menghafal ayat merupakan hal yang
penting dan dia membuat daftar 6 langkah untuk dapat melakukannya.
Tulisan ini sungguh menarik dan Anda juga bisa membaca koleksi
artikel lain di bagian Leading in Hope untuk menstimulasi iman
Kristen Anda.
SOON -- Literatur Injili yang Dibagikan Gratis
==> http://www.gospelcom.net/guide/resources/free-papers.php
SOON adalah traktat Injili yang ditulis dalam bahasa Inggris yang
mudah dimengerti dan ditujukan khususnya bagi orang-orang yang
menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua. SOON
didistribusikan ke berbagai tempat di dunia via pos. Banyak pribadi,
bahkan ada yang non-Kristen, meminta untuk dimasukkan dalam list
penerima kiriman. Banyak organisasi Kristen menggunakannya sebagai
bahan penginjilan. Sebagai contoh adalah para guru TEFL seringkali
merasakan manfaatnya saat menggunakan bahan ini di kelas-kelas
mereka. Juga organisasi OM yang sering menggunakan SOON dalam
pelayanan outreach yang mereka lakukan termasuk dalam pelayanan
maritim yang mereka lakukan.
SOON memang tidak tampak seperti traktat-traktat Kristen lainnya.
Berita-berita utama dikemas dalam bahasa sekuler. Dengan strategi
ini, SOON bisa diterima oleh orang-orang yang sebenarnya tidak mau
membaca publikasi Kristen. Emeka dari Nigeria, baru-baru ini menulis
kepada kami:
"Saya tinggal di wilayah yang mayoritas beragama non-Kristen.
Saya sama sekali tidak tertarik untuk membaca majalah Kristen.
Suatu saat ketika mau pulang dari sekolah, saya melihat selembar
kertas tergeletak di depan gerbang sekolah. Saya memungutnya dan
membaca isinya. Di dalamnya ada cerita tentang atlet sepeda yang
diselamatkan dari kematian, semua orang adalah pemenang, tembok
api, dan selamatkan negerimu. Semua cerita itu menarik perhatian
saya dan saya memutuskan untuk menulis surat ke Redaksi SOON.
Saya ingin ada yang membantu dan mendukung saya untuk lebih
mengenal kasih Allah. Tolong kirimkan Alkitab sehingga saya bisa
semakin memahami iman Kristen. Saya juga tertarik untuk mengikuti
kursus Alkitab yang diselenggarakan oleh SOON."
KASIH -- ICW 1017
==> http://www.sabda.org/publikasi/icw/1017/
ICW edisi 1017/2004 ini menampilkan sumber-sumber informasi Kristen
yang membahas tentang Kasih. Edisi ini memang diterbitkan untuk
menyambut Hari Kasih Sayang pada tanggal 14 Februari 2004.
*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
~~ DOA BAGI MISI DUNIA ~~
R U S I A
Siberia terkenal dengan saljunya yang sangat tebal dan dingin saat
musim dingin tiba. Perwakilan dari Mission Network News sedang
melakukan perjalanan minggu ini dan melaporkan tentang suatu
pelayanan menarik yang ada di wilayah Siberia. "Salah satu hal yang
menjadi bagian pelayanan dari ekspedisi Russian Ministries adalah
memberitakan Injil ke seluruh wilayah Rusia dalam jangka waktu 9
bulan. Sementara ada beberapa sarana yang diangkut dengan kereta,
karena jalan darat lainnya sulit ditempuh, tim ekspedisi ini
berhasil menemukan jalan-jalan lain yang bisa dilewati untuk pergi
ke desa Kharasin dan ke wilayah Suku Khanti. Sekitar 100 penduduk
desa mendengarkan alunan musik rohani, cerita-cerita Kristen, dan
mereka juga menerima bingkisan Natal dari 'Operation Christmas
Child'. Seorang perwakilan dari Union of Evangelical Baptists dan
sekarang ini juga melayani sebagai dewan OCC nasional. "Saat ini
merupakan suatu kesempatan yang bagus untuk mensharingkan tentang
Kristus, menceritakan tentang hadiah istimewa yang Allah berikan
melalui Yesus Kristus. Bingkisan-bingkisan yang kami bagikan akan
selalu membuka hati banyak orang dimana mereka mempunyai kerinduan
untuk menanyakan banyak hal."
[Sumber: Mission Network News, January 14th, 2004]
Pokok Doa:
* Berdoa supaya banyak penduduk yang mempunyai kerinduan untuk
mengenal Yesus Kristus. Doakan para pekerja dari Russian
Ministries agar mereka senantiasa dipenuhi hikmat Allah saat
menjawab pertanyaan dari para penduduk yang mempunyai kerinduan
untuk lebih mengenal Yesus Kristus.
* Doakan sarana dan prasarana yang diperlukan untuk memberitakan
tentang kasih Kristus di tempat-tempat yang sulit dijangkau.
Dengan demikian, para penduduk di wilayah tersebut juga mempunyai
kesempatan untuk mengenal kasih Kristus.
N E P A L
Sebuah organisasi misi yang melayani suku Nepal melaporkan
keberhasilan yang baru-baru ini mereka capai dalam melakukan
penginjilan dan pelatihan kepemimpinan. Laporan yang diterima minggu
lalu mengindikasikan bahwa dimulai dari pertobatan seorang pemimpin
agama tradisional di suku tersebut selanjutnya ada 12 petobat baru
yang dibaptis. Kemudian ada 8 petobat baru lagi yang dibaptis di
sebuah gereja perintisan baru yang ada di wilayah Nepal bagian
tengah. Pertemuan-pertemuan yang diadakan di wilayah-wilayah India
Utara dan di Mumbai (Bombay) mengakibatkan Injil bisa disharingkan
kepada ratusan suku Nepal. Informasi tambahan, ada sejumlah 68 orang
pria dan wanita yang mengikuti kursus pelatihan pemuridan yang
berlangsung selama 8 hari di Nepal Tengah. Para peserta kursus
diharapkan dapat menyelesaikan kursus korespondensi Alkitab dan
mereka memancarkan kerinduan untuk menjadi saksi-saksi Injil yang
efektif di komunitas mereka masing-masing. Sampai saat ini, ada
lebih dari 290.000 penduduk Nepal yang telah mendaftarkan diri untuk
mengikuti kursus dasar yang memang dirancang secara khusus untuk
mengenalkan Kristus kepada penduduk Nepal.
[Sumber: Mission Insider, January 22, 2004]
Pokok Doa:
* Doakan organisasi misi yang saat ini melayani di Nepal dalam
menjalankan pelayanannya untuk mengenalkan Kristus kepada penduduk
Nepal, mengembangkan kursus pelatihan kepemimpinan, dan
mengefektifkan kursus Alkitab yang dilakukannya.
* Berdoa untuk petobat baru di Nepal dan mereka yang mengikuti
kursus pelatihan kepemimpinan dan kursus Alkitab, supaya kerinduan
mereka untuk menjadi saksi-saksi Kristus yang efektif dalam
komunitas mereka semakin dipermantap.
A F G H A N I S T A N
Meskipun pengaruh dari Taliban terus berlanjut, gerakan umat Kristen
bawah tanah semakin berkembang di Afghanistan. Sebelum rezim Taliban
berkuasa, Afghanistan termasuk salah satu negara yang paling tidak
terjangkau Injil dengan jumlah umat percaya saat itu sebanyak 3.000
orang. Sekarang setelah perang berlalu, hal yang mengejutkan adalah
kembalinya sekitar 2 juta pengungsi ke Afghanistan, dan di antara
para pengungsi tersebut ada yang membawa masuk sesuatu yang dulunya
susah diperoleh di tanah airnya: iman di dalam Kristus. "Sungguh
mengejutkan saat menjumpai banyak orang telah mengenal Kristus saat
mereka berada di Pakistan," demikian ungkapan seorang pekerja kepada
majalah "Charisma". "Banyak di antara mereka yang mengalami mimpi
supranatural dimana Yesus muncul dalam mimpi mereka. Ada juga yang
mengenal Kristus melalui jaringan umat percaya Pakistan yang tinggal
di wilayah-wilayah pegunungan."
Informasi untuk mengetahui tentang keberadaan gereja bawah tanah di
Afghanistan sekarang ini sangat sulit didapat, dan kebanyakan orang-
orang asing beragama Kristen yang bekerja di negara ini sangat
berhati-hati dalam memberikan informasi yang kemungkinan akan
membahayakan pekerjaan mereka dan keselamatan umat Kristen
Afghanistan. Meskipun demikian, penginjilan tetap berjalan dengan
baik. "Membicarakan tentang Allah merupakan hal yang natural bagi
penduduk Afghanistan," kata seorang pekerja Kristen. "Mereka sedang
mencari sesuatu yang baru saat mengetahui bahwa mereka tidak
mengalami kemajuan dengan pemikiran yang telah mereka miliki
sebelumnya. Saya berbicara tentang Yesus setiap hari karena banyak
orang yang menanyakannya." Pekerja lainnya mensharingkan: "Kami
baru-baru ini menjalankan sebuah program untuk melatih 45 keluarga
Afghanistan yang telah mengenal Kristus."
[Sumber: JOEL-NEWS-INTERNATIONAL-467 * 3 FEBRUARY 2004]
Pokok Doa:
* Bersyukur untuk penduduk Afghanistan yang telah mengenal Kristus.
Doakan supaya Allah menguatkan mereka seiring dengan pertumbuhan
iman mereka dan dalam menghadapi tantangan-tantangan yang ada di
sekitar mereka.
* Berdoa untuk para pekerja Kristen yang saat ini melayani di
Afghanistan agar terus-menerus mendapat hikmat dalam meningkatkan
pelayanan mereka untuk membantu para petobat baru dan gereja bawah
tanah.
*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
~~ DOA BAGI INDONESIA ~~
Keluarga Kristen
----------------
Bertepatan dengan akan dirayakannya hari Kasih Sayang di minggu ini,
maka saat ini kami mengajak Anda untuk mendoakan keluarga-keluarga
Kristen yang ada di sekitar Anda, termasuk keluarga kita masing-
masing.
* Berdoa supaya keluarga-keluarga Kristen senantiasa menempatkan
Allah sebagai kepala keluarga dan ada mezbah-mezbah doa keluarga
yang dinaikkan di setiap rumah dengan pujian dan doa-doa
penyembahan kepada Allah.
* Berdoa agar sesama anggota keluarga bisa saling mengasihi dan
saling mendukung dalam menyelesaikan setiap pergumulan yang
dihadapi.
* Doakan supaya kasih Kristus yang melingkupi keluarga-keluarga
ini bisa terpancar keluar dan bisa dirasakan oleh lingkungan
sekitarnya.
* Doakan masing-masing anggota keluarga supaya mereka bisa menjadi
saksi-saksi Kristus yang efektif untuk mensharingkan kasih Yesus
kepada tetangga-tetangga di sekitarnya melalui kehidupan mereka
sehari-hari.
* Berdoa untuk keluarga-keluarga Kristen yang saat ini tinggal di
wilayah non-Kristen. Doakan agar Allah terus menguatkan iman
mereka dan menjadikan mereka tetap taat dan setia kepada-Nya di
tengah kesulitan yang mereka hadapi.
* Doakan untuk keluarga-keluarga dengan orangtua tunggal supaya
Allah memberikan hikmat dan bijaksana karena mereka berperan ganda
sebagai ayah atau juga ibu dalam keluarga. Berdoa kiranya mereka
diberi kekuatan untuk membina dan mengarahkan anak-anak mereka.
Juga kiranya Allah memberikan penghiburan dan pemulihan terhadap
perasaan kehilangan yang dialami keluarga ini.
* Doakan untuk keluarga-keluarga broken home, akibat perceraian atau
keretakan hubungan orangtua atau antar saudara. Doakan supaya
masing-masing anggota keluarga mempunyai hati yang mengampuni
sehingga kasih antar anggota keluarga bisa kembali dipulihkan.
*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
~~ SURAT ANDA ~~
Dari: alfrits <michael(at)>
>Shalom
>Syukur pada Tuhan yang Telah menyediakan link ini. Saya sangat
>mendukung akan Strategi pengijilan lewat internet, karena bagi saya
>memang injil tidak bisa di ubah tapi dalam mengkomunikasikan injil,
>itu yang harus kita pikirkan. Juga sebagai sarana informasi bagi
>penginjil. Saya seorang missionary yang mengabarkan injil dengan
>kapal laut .....
Redaksi:
Semangat kami semakin berlipat ganda saat membaca kiriman email dari
Anda. Untuk memperkaya informasi pelayanan misi yang tersedia dalam
e-MISI, kami juga ingin lebih mengenal pelayanan yang Anda lakukan.
Apakah bisa Anda mensharingkan tentang pelayanan Anda dengan kapal
laut? Kami tertarik untuk mengetahuinya. Apabila berkenan, silakan
membagikannya dengan para pembaca e-JEMMi.
Kami juga pernah membahas tentang Pelayanan Maritim dalam e-JEMMi
edisi 14/2003 yang arsipnya bisa diakses di alamat:
==> http://www.sabda.org/publikasi/misi/2003/14/
Demikian perkenalan dari kami. Senang apabila bisa terus menjalin
ikatan persekutuan dengan Anda. Tuhan memberkati dan selamat
melayani.
*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
~~ URLS Edisi Ini ~~
* Heartlight http://www.heartlight.org/
* JOEL-NEWS-INTERNATIONAL http://www.joelnews.org/
* Mission Network News http://www.missionnetworknews.org/
* SOON http://www.gospelcom.net/guide/resources/free-papers.php/
_____________________________ DISCLAIMER ____________________________
Bahan-bahan dlm Buletin e-JEMMi disadur dengan izin dari banyak pihak
Copyright(c) 2004 oleh Buletin e-JEMMi --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
______________________________________________________________________
Pertanyaan, tanggapan, saran dan kontribusi bahan dapat Anda kirimkan:
Kepala Redaksi --- Natalia Endah S. <owner-i-kan-misi(at)xc.org>,
atau Staf e-MISI dan Staf Redaksi <owner-i-kan-misi(at)xc.org>
Staf Redaksi: Natalia Endah S., Ratri, Yanto, dkk.
______________________________________________________________________
Untuk berlangganan, kirim email kosong ke: subscribe-i-kan-misi(at)xc.org
Untuk berhenti, kirim email kosong ke: unsubscribe-i-kan-misi(at)xc.org
Untuk Situs e-MISI http://www.sabda.org/misi/
Untuk Arsip Buletin e-JEMMi http://www.sabda.org/publikasi/misi/
______________________________________________________________________
|