*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*
Jurnal Elektronik Mingguan Misi (JEMMi) Desember 2003, Vol.6 No.50
*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*
SEKILAS ISI:
o [Editorial]
o [Artikel Misi] : Peranan Khusus Kaum Wanita dalam Penginjilan
o [Profil/Sumber Misi] : Women of The Way, Journey of Joy
o [Doa Bagi Misi Dunia]: India, Kenya, Amerika Serikat
o [Doa Bagi Indonesia] : Jaringan Doa Wanita
o [Surat Anda] : Rindu Berdoa bagi Suku-suku dan Misionaris
o [URLs Edisi Ini]
***********************************************************************
Anda diijinkan mengutip/mengcopy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari
e-JEMMi (untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: harus
mencantumkan SUMBER ASLI dari masing-masing bahan dan e-JEMMi (sebagai
penerjemah/penerbit bahan-bahan tersebut dlm bahasa Indonesia). Thanks.
***********************************************************************
~~ EDITORIAL ~~
Salam dalam kasih Kristus.
Kami yakin para pembaca ingat bahwa setiap tanggal 22 Desember,
kita, bangsa Indonesia, memperingatinya sebagai Hari Ibu. Dalam
rangka memperingati hari istimewa ini, maka Redaksi e-JEMMi akan
menampilkan edisi khusus yang akan menolong kita mengerti: Apakah
tujuan Allah menciptakan wanita? Bagaimana tradisi Yahudi dan bangsa-
bangsa lain memandang kedudukan dan peran wanita? Bagaimanakah jika
dibandingkan dengan pandangan Alkitab? Hal-hal apa saja yang bisa
dilakukan kaum wanita untuk mendukung pelayanan misi?
Artikel Misi yang kami tampilkan sangat tepat untuk kita renungkan,
khususnya sehubungan dengan perayaan Hari Ibu tahun ini. Kami harap
sajian kami ini dapat membuka wawasan kita semua untuk lebih
menghargai peran kaum wanita dalam pembangunan Kerajaan Allah di
dunia. Nah, untuk melihat dampak besar dalam penginjilan yang
dilakukan oleh kaum wanita, silakan baca juga kesaksian misi dari
India, Kenya, Amerika Serikat. Kami yakin informasi-informasi
pelayanan ini akan membantu kita untuk melihat bagaimana Allah
sungguh memberi perhatian kepada wanita dan ingin agar mereka pun
dapat ikut ambil bagian dalam pelayanan misi.
Redaksi e-JEMMi
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~ ARTIKEL MISI ~~
PERANAN KHUSUS KAUM WANITA DALAM PENGINJILAN
============================================
Ketika Allah menciptakan wanita, Ia menciptakan seorang penolong
bagi laki-laki yang sepadan dengan dia (Kejadian 2:20). Dan sejak
saat itu sampai sekarang peranannya ialah sebagai penolong. Maksud
Allah tersebut dapat dikelabui oleh kebiasaan-kebiasaan dan
kebudayaan yang memuat tata cara dan tata nilai terhadap peranan dan
kedudukan kaum wanita dari masa ke masa. Dewasa ini, sudah terjadi
perseteruan antara dua posisi, yaitu kedudukan wanita dalam gereja
dan masyarakat. Kedua pandangan tentang peranan wanita dan statusnya
adalah: pertama, paham tradisional, bahwa wanita hanyalah sebagai
ibu rumah tangga. Yang kedua adalah wanita karier, yang berarti
bahwa wanita dapat mengambil bagian dalam fungsi sosial atau
masyarakat sebagaimana halnya kaum pria. Selayang pandang terhadap
sejarah membuktikan kebenaran tersebut.
Allah menciptakan laki-laki dan wanita. Dia tidak memberikan vonis
bahwa kedudukan wanita itu lebih rendah daripada kedudukan laki-
laki. Dalam masa Perjanjian Lama, Allah terus-menerus menjunjung
tinggi derajat kaum wanita setara dengan kaum pria. Dalam hukum
Taurat, seorang ibu harus dihormati, ditaati, dan ditakuti. Ia
memberikan nama kepada anak-anak dan mengajar mereka. Persembahan
yang sama diberikan untuk penyucian apakah yang baru lahir itu anak
laki-laki atau perempuan. Wanita menghadiri kegiatan-kegiatan
keagamaan dan mempersembahkan korban sama dengan kaum pria. Janji
seorang nazir dilakukan ketika ia mempersembahkan hidupnya khusus
untuk penyembahan kepada Yahweh. Wanita dikecualikan dari pekerjaan
Sabat.
Masa berganti masa dan ada kecenderungan di bawah pengajaran rabi
untuk membuat kaum laki-laki lebih unggul dan menyimpang dari maksud
ayat Kejadian 2:20, "Manusia itu memberi nama kepada segala ternak,
kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan,
tetapi baginya sendiri, ia tidak menjumpai penolong yang sepadan
dengan dia."
Penyimpangan dan kecenderungan tersebut tercermin dalam sebuah buku,
"Jerusalem in the Time of Jesus" oleh Joachim Jeremias. Pengarang
buku ini menggambarkan kedudukan wanita dalam masyarakat dengan
jelas. Berikut ini ada beberapa petikan: 1) Wanita tidak mengambil
bagian dalam kehidupan kemasyarakatan dalam lingkungan Yudaisme,
khususnya keluarga yang taat pada hukum Taurat; 2) Wanita tidak
diperhatikan di muka umum, tidak sopan bagi pria untuk berduaan
dengan wanita atau melirik atau memberikan salam kepada istri orang
lain; 3) Tempat umum hanya cocok untuk kaum pria; rumah adalah
tempat bagi kaum wanita; 4) Memiliki seorang istri sama dengan
memiliki seorang budak yang dibeli dengan harga atau harta; 5)
Poligami diizinkan dan istri harus toleran terhadap gundik-gundik
suaminya yang tinggal bersama dengan mereka dalam satu rumah. Hak
untuk bercerai adalah milik suami; 6) Istri adalah milik suami dan
ia dapat dijual sebagai budak untuk membayar curiannya sebagai
tebusan; 7) Dalam bidang keagamaan, dalam ibadah, ia hanya
pendengar; ia tidak berhak untuk bersaksi karena dalam Kejadian
18:15, ia adalah seorang penipu -- wanita pada umumnya adalah
penipu. Semboyan yang berlaku ialah, "Wanita, budak, anak tidak tahu
apa-apa;" 8) Kelahiran seorang bayi perempuan disambut dengan
dukacita; kelahiran seorang bayi laki-laki disambut dengan sukacita.
Kesimpulan dari kedudukan wanita dalam masyarakat pada masa Tuhan
Yesus ialah bahwa kedudukan pria lebih tinggi daripada wanita; kaum
wanita tertutup dari dunia luar; wanita tunduk kepada kekuasaan atau
suami; dalam bidang keagamaan, wanita lebih rendah daripada kaum
pria.
Dengan latar belakang inilah kita dapat menghargai pengangkatan
wanita seperti yang dilakukan Yesus sendiri. Dalam Perjanjian Baru,
kedudukan wanita dikembalikan seperti pada mulanya dan itu dilakukan
oleh Yesus sendiri. Kaum wanita ada sejak pemberitahuan tentang
kelahiran sampai kedatangan Kristus dan kenaikan-Nya ke surga. Yesus
menyembuhkan wanita. Yesus berkata bahwa dalam kebangkitan tidak ada
kawin-mengawin, tetapi tidak berkata bahwa kaum pria akan
mendapatkan keunggulan apa pun atas wanita. Yesus menempatkan semua
orang, baik laki-laki maupun wanita, pada tingkat anugerah yang
sama, yang tercermin pada penghormatan yang diberikan-Nya bagi kaum
wanita, melalui perbuatan dan sifat universal dari kasih dan
pelayanan-Nya. Ia mengasihi dan melayani pria dan wanita, tanpa
memandang bulu. Tuhan Yesus menghapuskan segala inferioritas dan
superioritas!
Yesus meniadakan kebiasaan ketika Ia mengizinkan kaum wanita
mengikuti-Nya dan melayani-Nya. Lukas 8:1-3 mencatat:
"Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota dan
dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas
murid-Nya bersama-sama dengan Dia, dan juga beberapa orang perempuan
yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit,
yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh
roh jahat, Yohana istri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak
perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu
dengan kekayaan mereka."
Selanjutnya, pada saat menjelang kematian Tuhan Yesus di kayu salib,
kaum wanita tetap mengiring Dia. Firman Tuhan berkata:
"Ada juga beberapa perempuan yang melihat dari jauh, di antaranya
Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus Muda dan Yoses, serta Salome.
Mereka semuanya telah mengikut Yesus dan melayani-Nya waktu Ia di
Galilea. Dan ada juga di situ banyak perempuan lain yang telah
datang ke Yerusalem bersama-sama dengan Yesus" (Markus 15:40-41).
Semua ayat di atas berbicara tentang wanita yang mengikuti Yesus
yang belum pernah terjadi dalam sejarah. Yohanes Pembaptis telah
berkhotbah kepada wanita (Matius 21:32) dan membaptiskan mereka.
Yesus membawa mereka kepada Allah dalam kedudukan yang sama.
Selain dari kebebasan yang diberikan Yesus kepada wanita untuk
menyertai-Nya dalam perjalanan-Nya, Yesus menuntut suatu sikap
penghormatan dan penghargaan terhadap kaum wanita dari kaum pria,
yaitu dari para murid-Nya. Yesus menegaskan:
"Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata
kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta
menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya" (Matius
5:27-28).
Tuhan Yesus tidak puas dengan hanya mengangkat kedudukan kaum wanita
di mata masyarakat. la menjadi Juruselamat mereka dan seluruh umat
manusia (Lukas 7:36-50). Jika benar bahwa dosa masuk ke dalam dunia
karena wanita, bukankah benar pula bahwa Juruselamat datang melalui
wanita?
Tugas penginjilan adalah tugas setiap orang percaya. Orang-orang
percaya terdiri dari pria dan wanita, anak, pemuda/i dan dewasa.
Berarti bahwa penginjilan adalah tugas bersama kaum pria dan kaum
wanita.
Matius 28:18-20 mencatat bahwa penginjilan adalah pekerjaan yang
diberikan dengan kuasa Roh Kudus, pekerjaan yang harus dikerjakan
dengan dan melalui kuasa Roh Kudus. Tuhan Yesus datang ke dunia ini
sebagai Penginjil yang membawa Kabar Baik. Penginjilan ada karena
suatu perintah yang disertai kuasa; diteruskan karena kebutuhan
global dan berlangsung terus karena ada orang-orang yang mengasihi
jiwa-jiwa dan berbeban untuk membawa mereka kepada Tuhan Yesus.
Seandainya anak-anak Tuhan tidak lagi berbeban untuk penginjilan,
maka pekerjaan pemberitaan Kabar Baik akan berhenti sebab Tuhan
tidak memiliki pengerja lagi.
Apakah peranan kaum wanita dalam pelayanan penginjilan? Paulus
terkenal dalam penyebaran Injil di Eropa dan Asia. Kita mendengar
surat kirimannya kepada jemaat di Filipi, Efesus, Roma, dan
sebagainya, khususnya untuk ketiga jemaat itu, tiga wanita berperan
penting dalam pertumbuhan jemaat-jemaat ini. Ketiga wanita ini
berperan sebagai perintis di Filipi, pembina sidang di Efesus, dan
pengantar firman Tuhan dari Korintus ke Roma. Siapakah nama ketiga
wanita ini?
Pertama, adalah Lidia. Ia berasal dari Makedonia dari Filipi (Kisah
Para Rasul 16:13-40). Ia pengikut pertama dari Eropa, seorang yang
bukan Kristen. Pada tahun 50, ia menjadi anggota kelompok doa dan
pemahaman Alkitab wanita Yahudi yang bertemu di tepi Sungai
Gangites. Setelah ia dibaptis, ia membuka rumahnya menjadi tempat
pertemuan kelompok P.A. yang sedang maju itu. Paulus setia mengajar
dan berdoa bersama mereka. Walaupun seorang pedagang kain ungu, ia
tetap membuka rumahnya bagi Tuhan. Ia adalah bagian dari perluasan
Injil di kotanya. Rumah Lidia dibuka untuk menjadi tempat ibadah,
persekutuan, dan pendidikan serta latihan tentang kehidupan Kristen.
Dari kelompok kecil ini berdirilah jemaat Filipi tempat Paulus
menulis:
"Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu.
Memang sudahlah sepatutnya aku berpikir demikian akan kamu semua,
sebab kamu ada di dalam hatiku, oleh karena kamu semua turut
mendapat bagian dalam kasih karunia yang diberikan kepadaku, baik
pada waktu aku dipenjarakan, maupun pada waktu aku membela dan
meneguhkan Berita Injil. Sebab Allah adalah saksiku betapa aku
dengan kasih mesra Kristus Yesus merindukan kamu sekalian." (Filipi
1:3,7,8).
Kedua, adalah Priska (Kisah Para Rasul 18). Bersama dengan Akwila
suaminya, kemungkinan bertobat melalui pelayanan Paulus pada tahun
52. Mereka bekerja sama dengan Paulus sebagai tukang kemah. Paulus
tinggal satu setengah tahun dengan mereka di Korintus. Mereka
meninggalkan Korintus bersama Paulus ke Efesus (Kisah Para Rasul
18:18,19). Setiba di Efesus, Paulus meninggalkan pekerjaan dan
tanggung jawab sekumpulan orang Kristen pada mereka. Apolos
mengunjungi mereka, seorang yang fasih berbicara dan sangat mahir
dalam soal-soal Kitab Suci. Tetapi Akwila dan Priska menjelaskan
kepadanya Jalan Allah. Setahun kemudian, waktu Paulus kembali, ia
melihat sebuah gereja yang bertumbuh dengan pesat.
Dalam Roma 16:5, Paulus mengirim salam kepada Priskila dan Akwila
dan juga jemaat di rumah mereka yang dalam sejarah disebut 'ecclesia
domestica', yang berarti gereja rumah (atau jemaat yang beribadah
dalam satu rumah). Juga disebut dalam Kolose 4:15; Filemon 1:2.
Akwila dan Priskila telah mempertaruhkan nyawa mereka untuk hidup
Paulus (Roma 16:4).
Tidak dapat disangkal lagi bahwa adanya jemaat di Filipi dan di
Efesus ialah karena Lidia dan Priskila ikut ambil bagian yang
terpenting dalam pertumbuhan gereja dan pengabaran Injil sebagai
perintis dan pembina jemaat. Strategi pertumbuhan gereja tidak
meniadakan sumbangan wanita sebagai penyumbang dan penolong.
Tantangan bagi orang-orang percaya ialah juga untuk mendirikan
'ecclesia domestica' - gereja di dalam rumah yang kelak akan menjadi
gereja dan jemaat Tuhan.
Ketiga ialah Febe. Kitab Roma adalah risalah doktrin terkemuka yang
diilhamkan Roh Kudus. Tetapi risalah/buku tersebut yang diberikan
Allah melalui Roh Kudus kepada Paulus akan bisa hilang tanpa
pengantar yang bertanggung jawab. Pengantar firman Tuhan itu ialah
Febe. Ia mengantar surat kepada jemaat di Roma dari Korintus.
Penyelidikan Alkitab yang diadakan di rumah ibu-ibu akan tumbuh
dengan limpah karena mereka mengambil bagian dalam mengabarkan
firman Allah kepada tetangga mereka, kepada teman-teman mereka atau
rekan sekerja mereka. Wanita Kristen menghadapi tantangan untuk
membawa firman Allah di dalam rumah tangga dan dari rumah tangganya
kepada rumah tangga orang lain. Inilah satu cara penginjilan yang
berhasil.
Peranan khusus kaum wanita dalam pelayanan penginjilan ialah sebagai
penolong, pembina, dan pembawa firman Allah. Lidia menjadi penolong
dalam merintis jemaat di Filipi dengan membuka rumahnya untuk tempat
ibadah; Priskila bersama suaminya menjadi pembina sidang di Efesus;
Febe adalah pembawa firman Tuhan yang setia dan penuh tanggung
jawab. Kaum wanita adalah penyumbang, bukan saingan dalam pelayanan
penginjilan. Walaupun kedudukan wanita dewasa ini menjadi isu yang
hangat, baiklah kita membiarkan perbedaan paham ini dan marilah kita
bersatu dalam tugas penginjilan. Kaum wanita dan kaum pria termasuk
para penuai di ladang Tuhan. Bukankah Tuhan menciptakan wanita
sebagai penolong kaum pria? Dengan demikian, berikanlah tempat yang
layak baginya dalam rencana Allah di pelayanan gereja dan untuk
pengabaran Injil. Marilah kita sebagai kaum wanita bersiap-sedia
menyokong pekabaran Injil dengan apa yang kita miliki dengan bahu-
membahu bekerja sama dengan kaum pria dalam pelayanan penginjilan.
Sumber:
Judul Buku: Wanita Kristen Dalam Mengatasi Pergumulan Hidup
Penulis : Dr. Ruth F. Selan
Penerbit : Yayasan Kalam Hidup, Bandung, 1993
Halaman : 45-50
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~ PROFIL/SUMBER MISI ~~
WOMEN OF THE WAY
==> http://womenoftheway.gospelcom.net/home.html
"Jumlah wanita 'teraniaya' melebihi jumlah pria berdasarkan besarnya
prosentase." demikian laporan dari Jane Huckaby, direktur dari Women
of the Way -- salah satu pelayanan dari Open Doors USA. "Di negara-
negara seperti Sudan, Indonesia, China, Pakistan, dan Mesir, kaum
wanita diremehkan. Mereka mengalami penyiksaan, dan mereka kadang-
kadang diperlakukan seperti barang." Pengalaman-pengalaman tersebut
menjadi media bagi pelayanan Woman of the Way. Pelayanan ini
menolong para wanita 'teraniaya' untuk melihat bahwa mereka masih
mempunyai pengharapan. Direktur pelayanan Woman of the Way
menambahkan bahwa cerita-cerita para wanita ini berisi kepedihan
karena mereka mengalami pergumulan yang cukup mendalam. "Jika Anda
seorang Kristen dan Anda adalah seorang wanita yang tinggal di
negara-negara tersebut di atas, maka Anda menduduki posisi terendah
di antara yang rendah. Para wanita Kristen ini tidak mengetahui dan
tidak menyadari bahwa mereka mempunyai peran vital bagi komunitasnya
dan gerejanya. Yang ingin dikerjakan oleh Woman of the Way adalah
menjangkau para wanita Kristen ini, dan memperkuat mereka, dan
membuat mereka mengetahui bahwa mereka berharga bersama Yesus
Kristus." Informasi selengkapnya tentang pelayanan ini, silakan
berkunjung ke alamat di atas.
JOURNEY OF JOY
==> http://www.journeyofjoy.com/
==> http://www.journeyofjoy.com/biblestudies/
Journey of Joy adalah sebuah pelayanan Kristen bagi kaum wanita.
Saat ini Journey of Joy telah meluncurkan studi Alkitab secara
online bagi kaum wanita. Saat berkunjung ke situsnya, Anda bisa
menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan mendasar seperti:
- "How do I know Christ is in my life?" (Bagaimana saya tahu bahwa
Kristus ada dalam hidup saya?);
- "Do I have eternal life?" (Apakah saya akan memiliki kehidupan
kekal?);
- "How can I grow?" (Bagaimana saya bisa bertumbuh?).
Bahan studi Alkitab yang tersedia antara lain:
- "Understanding Your Relationship with Jesus Christ" (Memahami
Hubungan Saya dengan Kristus)";
- "Experiencing God's Love" (Mengalami Kasih Allah);
- "Power for Living" (Kekuatan Hidup);
- "Growing in Your Relationship with Christ" (Bertumbuh dalam Relasi
Anda dengan Kristus).
Situs Journey of Joy mengundang para wanita untuk mengalami
perjalanan sukacita secara pribadi, belajar dari para wanita lain
yang telah menemukan jalan sukacita bersama Kristus, dan menemukan
sumber-sumber tambahan untuk menolong para wanita ini bertumbuh
secara dewasa di dalam Kristus. Situs ini juga menyediakan fitur
untuk berdiskusi secara online.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~ DOA BAGI MISI DUNIA ~~
I N D I A
Apakah wanita buta aksara bisa menjadi misionaris yang lebih efektif
daripada wanita-wanita berpendidikan? Bindu Choudhrie, istri dari
Dr. Victor Choudhrie, mengatakan, "Sudah menjadi hal yang biasa bagi
kaum istri dari para pria yang bekerja secara full-time dalam
pelayanan Kristen. Kaum istri ini bekerja dalam ruang lingkup
pelayanan suaminya, tetapi kontribusi mereka jarang sekali
diperhatikan. Dalam kursus yang telah kami mulai sejak 13 bulan yang
lalu, kami telah mendorong para wanita ini untuk menggunakan segenap
potensi mereka yang telah Kristus percayakan dalam diri mereka.
Kebanyakan dari para wanita ini hanya mengetahui teori, tetapi
mereka belum pernah menerapkannya. Meskipun demikian, buah dari
pelayanan mereka dapat segera terlihat ketika mereka mulai
menampakkan peran mereka. Lebih dari 2000 wanita yang mengikuti
kursus ini, 30% diantaranya telah menjadi perintis gereja -- mereka
mengenalkan orang kepada Kristus, membaptis, dan memuridkan mereka.
Para wanita ini telah merintis berdirinya 728 gereja rumah. Hal ini
sungguh menarik." Para wanita yang berpendidikan rendah bisa menjadi
misionaris yang lebih efektif daripada wanita berpendidikan. Salah
satu strategi utama yang kami lakukan adalah mengadakan doa keliling
sebelum melakukan perintisan gereja."
Sumber: FridayFax, October 10, 2003
* Bersyukur atas para wanita India yang saat ini melayani secara
aktif di beberapa wilayah di India.
* Berdoa agar Allah terus memberikan hikmat kepada para wanita ini
khususnya yang berpendidikan rendah yang merintis berbagai
pelayanan di India. Dengan demikian mereka bisa menjadi saksi-
saksi Kristus yang efektif untuk menjangkau masyarakat di
sekelilingnya.
K E N Y A
"International Women's AIDS Run" pertama yang diselenggarakan di
Kenya telah menarik lebih dari 10.000 partisipan. Lomba lari sejauh
10 kilometer ini mengambil tempat di Nairobi untuk mengekspresikan
solidaritas dan dedikasi kaum wanita dalam mengatasi penyebaran AIDS
di negara mereka. Lomba lari ini dipimpin oleh Ibu Negara Kenya dan
didukung juga oleh beberapa pegawai pemerintah. Organisasi World
Vision mendukung acara ini dengan menyediakan dana dan merekrut 3000
anggota. World Vision turut bekerja sama untuk memampukan anak-anak
Tuhan di Kenya agar dapat menyadari potensi pemberian Allah yang
mereka miliki sehingga bisa mengatasi masalah kemiskinan di
negerinya. Dengan cara ini, kasih Kristus terlihat nyata di mata
orang-orang yang menerima bantuan.
Sumber: Mission Network News, October 14th, 2003
* Berdoa agar "International Women's AIDS Run" yang diselenggarakan
di Kenya bisa menjadi ajang untuk menyatakan kasih Kristus bagi
para penduduk Kenya.
* Doakan supaya tujuan dari penyelenggaraan lomba ini, yaitu untuk
mengatasi penyebaran AIDS di Kenya bisa tercapai.
A M E R I K A S E R I K A T
Pelayanan radio "Revive Our Hearts" telah merayakan ulangtahunnya
yang kedua bulan September yang lalu. Organisasi yang memayungi
pelayanan "Life Action Ministries" ini, mengatakan bahwa Allah
telah membuka pintu-pintu bagi pertumbuhan melalui pelatihan
Alkitabiah yang dilakukan. Pelayanan radio ini bertujuan untuk
membantu para wanita agar dapat melakukan penerapan praktis dari
Firman Allah yang dipelajarinya ke dalam setiap segi kehidupan dan
relasi mereka. Tujuan akhir dari pelayanan ini adalah agar banyak
wanita dapat menjadi sarana penggerak revival di rumah, gereja, dan
komunitas mereka masing-masing.
Sumber: Mission Network News, September 18th, 2003
* Berdoa agar program ini dapat dipakai sebagai penggerak untuk
mengadakan revival di rumah, di gereja, dan di komunitas mereka
masing-masing.
* Doakan supaya program siaran radio yang disampaikan bisa menolong
setiap orang yang mendengarnya dan ada follow-up bagi para petobat
baru.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~ DOA BAGI INDONESIA ~~
Jaringan Doa Wanita
-------------------
Konsultasi Lokakarya Nasional III Jaringan Doa Wanita (KDL III JDW)
yang mengambil tema "Kuasa Doa dalam Pemulihan Bangsa Menuju
Transformasi" telah berlangsung pada 7-10 Oktober 2003 di Makassar,
Sulawesi Selatan. Konsultasi ini dihadiri lebih dari 600 pendoa yang
terdiri dari pengurus JDW, failitator/calon fasilitator dari
berbagai kota/wilayah di Indonesia, dan perwakilan komisi wanita
dari berbagai denominasi gereja yang ada di Makassar. Salah satu sub
tema dalam konsultasi ini adalah "Terobosan Doa Wanita Bagi
Pemulihan Pribadi, keluarga, Gereja, Kota, dan Bangsa".
[Sumber: Buletin Visi dan Prakarsa, Edisi November 2003]
* Bersyukur atas terselenggaranya KDL III JDW di Makassar ini.
Doakan agar KDL yang dihadiri oleh utusan-utusan JDW di berbagai
kota/wilayah bisa dipakai Tuhan untuk menjadi pengobar semangat
pelayanan di berbagai kota.
* Doakan untuk tindak lanjut kongkrit dari pertemuan KDL III JDW
ini, yaitu agar para JDW bisa mengembangkan kegerakan doa menuju
transformasi di kotanya masing-masing.
* Berdoa agar banyak JDW bisa terbentuk di berbagai wilayah/kota di
Indonesia. Kegerakan ini bisa dimulai melalui setiap perwakilan
yang mengikuti KDL III JDW di Makassar.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~ SURAT ANDA ~~
Dari: Ronald Patar <pd_misi2003(at)>
>Syaloom
>Kami dari persekutuan doa mahasiswa dari fakultas Teologia, kami
>rindu menjadi mitra doa bersama e-JEMMi untuk mendoakan setiap suku-
>suku di Indonesia dan bagi para misionaris di luar negri dan kami
>meminta berlangganan dan mendoakan setiap saudara-i yang akan setia
>mengirimkan tiap bulan atau tiap minggu. Kami ucapkan terima kasih.
>Tuhan Yesus Memberkati kita semua.
>Pengurus Persekutuan Doa Mahasiswa
Redaksi:
Kami bersyukur kepada Tuhan untuk kerinduan Anda mendoakan pelayanan
bagi suku-suku di Indonesia dan juga bagi para misionaris yang
sedang melayani di ladang misi. Untuk mengetahui informasi lebih
lengkap tentang suku-suku di Indonesia, Anda dapat berkunjung ke
Situs e-MISI khususnya di bagian "Doa bagi Suku" yang bisa diakses
melalui alamat:
==> http://www.sabda.org/misi/suku.php/
Selamat berdoa!
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~ URLS Edisi Ini ~~
* Mission Network News http://www.missionnetworknews.org/
_____________________________ DISCLAIMER ____________________________
Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari macam-macam pihak.
Copyright(c) 2003 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
______________________________________________________________________
Pertanyaan, tanggapan, saran dan kontribusi bahan dapat Anda kirimkan:
Kepala Redaksi --- Natalia Endah S. <owner-i-kan-misi-JEMMi(at)xc.org>,
atau Staf e-MISI dan Staf Redaksi <owner-i-kan-misi(at)xc.org>
Staf Redaksi: Natalia Endah S., Ratri, Yanto, dkk.
______________________________________________________________________
Untuk berlangganan, kirim email kosong ke: subscribe-i-kan-misi(at)xc.org
Untuk berhenti, kirim email kosong ke: unsubscribe-i-kan-misi(at)xc.org
Untuk Situs e-MISI dan e-JEMMi http://www.sabda.org/misi/
Untuk Arsip e-JEMMi http://www.sabda.org/publikasi/misi/
______________________________________________________________________
"Allah memberkati kita agar menjadi saluran berkat bagi orang lain."
|