*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*
Jurnal Elektronik Mingguan Misi (JEMMi) Juni 2003, Vol.6 No.22
*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*
SEKILAS ISI:
o [Editorial]
o [Renungan Misi] : Amanat Agung dan Roh Kudus (Bagian 1)
o [Profil/Sumber Misi] : Power to Change
o [Doa Bagi Misi Dunia]: Belanda, Berlin, Papua Nugini
o [Doa Bagi Indonesia] : Aceh Menangis
o [Surat Anda] : Usulan Artikel
o [URLs Edisi Ini]
***********************************************************************
Anda diijinkan mengutip/mengcopy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari
e-JEMMi (untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: harus
mencantumkan SUMBER ASLI dari masing-masing bahan dan e-JEMMi (sebagai
penerjemah/penerbit bahan-bahan tersebut dlm bahasa Indonesia). Thanks.
***********************************************************************
~~ EDITORIAL ~~
Salam sejahtera.
Dalam rangka memperingati Hari Turun-Nya Roh Kudus, Redaksi e-JEMMi
menampilkan tulisan Pdt. Dr. Stephen Tong yang berjudul "Amanat
Agung dan Roh Kudus". Kami membagi renungan tersebut dalam 2 bagian
-- bagian pertama bisa Anda simak dalam edisi ini, sedangkan bagian
kedua bisa Anda baca pada e-JEMMi edisi minggu depan.
Pada bagian pertama ini, kita bisa belajar bersama-sama tentang
panggilan mengabarkan Injil dari Kisah Rasul 1:6-8. Dr. Stephen Tong
menjelaskan dengan sangat tegas kekurangtanggapan orang Kristen dan
gereja dalam menanggapi panggilan Tuhan ini. Kuasa Roh Kudus sudah
dicurahkan. Oleh karena itu tidak ada alasan bagi orang Kristen
untuk terus berpangku tangan dan mementingkan diri sendiri. Marilah
kita tanggapi teguran hamba Tuhan ini dengan hati yang terbuka,
karena sudah saatnya bagi orang Kristen, terutama yang ada di
Indonesia, untuk belajar keluar dari lingkungannya sendiri pergi
menyatakan kasih Allah kepada orang-orang yang masih di luar
anugerah-Nya.
Kiranya Roh Kudus yang ada dalam diri kita membangkitkan semangat
pelayanan-Nya dimana pun kita berada. Marilah kita melaksanakan
misi agung-Nya!
Selamat melayani!
Redaksi e-JEMMi
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~ RENUNGAN MISI ~~
AMANAT AGUNG DAN ROH KUDUS (Bagian 1)
=====================================
Pdt. Dr. Stephen Tong
Kapankah janji Kisah Para Rasul 1:6-8 betul-betul terwujud dalam
gereja di Indonesia sehingga orang Kristen yang memiliki kuasa Roh
Kudus dapat menjadi saksi Tuhan dengan melintasi berbagai kota,
propinsi, dan suku bangsa kita? Kapankah orang Kristen di Toraja
mengirim penginjil ke Minangkabau? Orang Kristen di Tapanuli
mengirim penginjil ke Aceh? Orang Kristen di Jawa mengirim penginjil
ke Irian? Orang Kristen di Minahasa mengirim penginjil ke pulau-
pulau yang terpencil? Kapankah anak-anak Tuhan di Indonesia pergi ke
Afrika, Australia, Amerika Latin atau benua-benua lain untuk menjadi
saksi bagi Kristus? Sejak gereja berdiri di Indonesia sampai
sekarang, ayat-ayat ini sudah terus-menerus dibaca tetapi belum
berarti apa-apa bagi kita.
Salah satu ucapan yang paling agung dari Socrates ialah:
"Saya adalah warga dunia; jika saudara membunuh saya, saudara
bukan pembunuh seorang warga Athena tetapi pembunuh seorang warga
dunia."
Tetapi dalam Amanat Agung Yesus berkata:
"Pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu."
Perkataan Yesus lebih tinggi dari perkataan Socrates bahkan siapapun
yang paling agung, yang paling tajam, yang paling bermutu di dunia.
Setelah Amanat Agung diberikan, tak lama kemudian Yesus berpisah
dengan para murid dan naik ke surga. Ketika mereka mendengarkan kata-
kata Yesus yang terakhir, mereka teringat satu hal:
"Sudah lama kami mengikut Engkau, tetapi apa yang kami harapkan
dari-Mu belum juga tiba."
Bukankah Petrus, Yohanes, Yakobus, Andreas dan rasul-rasul mengikut
Yesus karena mereka mengira Yesus adalah Mesias? Jika Yesus adalah
Mesias, berarti kebangunan negara Israel pasti segera akan
terlaksana, dan akhirnya Dia yang akan menjadi Raja. Meskipun
kematian Yesus pernah melenyapkan pengharapan mereka yang berapi-
api, tetapi sekarang kebangkitan Yesus sudah mengembalikan
pengharapan itu. Yesus sudah bangkit dan sudah 40 hari bersama
mereka, tetapi mengapa Dia tidak membicarakan kebangunan Israel?
Mengapa Dia sama sekali tidak mengatakan bahwa Israel akan segera
dilepaskan dari penjajahan Roma? Mengapa Yesus hanya berfokus pada
Injil, dan Injil saja? Lalu mereka bertanya kepada Yesus,
"Sekarangkah Engkau mau membangun kerajaan bagi Israel?"
Yesus langsung menjawab,
"Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan
Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. Tetapi kamu harus menunggu di
Yerusalem sampai kamu memperoleh kuasa dari atas. Roh Kudus akan
turun ke atas kamu, dan kamu akan memiliki kuasa untuk menjadi
saksiKu di Yerusalem, di Yudea, di Samaria dan sampai ke ujung
bumi."
Sebelum Amanat Agung, terjadi kematian satu orang, yaitu Anak Allah
yang tunggal; setelah Amanat Agung, terjadi kematian syahid dari
orang-orang yang mencintai Yesus Kristus. Sebelum Amanat Agung, Bapa
mengirim Anak-Nya; setelah Amanat Agung, Anak mengirim gereja.
Sebelum Amanat Agung, darah Yesus yang dialirkan; sesudah Amanat
Agung, darah orang-orang yang mencintai Tuhan dan menyerahkan diri
menjadi sukarelawan-sukarelawati Injil dialirkan. Sebelum Yesus
Kristus memberikan Amanat Agung, ada kematian dan kebangkitan-Nya;
setelah Amanat Agung, ada kuasa kematian dan kebangkitan Yesus yang
mempersiapkan, melengkapi, dan memberikan kuasa kepada gereja.
Sebelum Amanat Agung ada Roh Allah, Pribadi ketiga dari Allah
Tritunggal yang berada secara tidak terbatas di atas pribadi
Kristus; sesudah Amanat Agung ada Roh Allah, Roh yang sama
mendampingi, menguasai, memenuhi, mengurapi, dan mengirim mereka
menjadi utusan Injil ke mana-mana. Puji Tuhan! Sesudah Roh Kudus
bekerja, David Livingstone dan Moffat pergi ke Afrika; C.T. Studd,
Hudson Taylor, dan Richard Timothy pergi ke Tiongkok; Judson pergi
ke Birma; dan Nommensen pergi ke Tapanuli.
INJIL BUKAN UNTUK KALANGAN SENDIRI
Karena orang-orang Israel tidak setuju dengan Injil Yesus Kristus,
maka mereka berusaha menangkap para rasul. Setelah Yesus naik ke
surga, para rasul berdoa, mereka takut. Meskipun Yesus sudah
bangkit, tetapi mereka tidak tahu, apakah kebangkitan-Nya menjadi
jaminan penyertaan-Nya. Mereka tidak ada pegangan dan tidak ada
kepastian, maka mereka mengunci semua pintu dari dalam dan bukan
dari luar. Petrus, Yohanes, Yakobus, dan rasul-rasul lain yang
mengunci diri itu tidak bijaksana, penakut, kurang beriman dan
kurang percaya. Dari peristiwa yang penting ini terlihatlah bahwa
pintu Injil tidak pernah ditutup dari luar. Injil selalu ditutup
oleh orang Kristen sendiri. Pintu Injil tidak bisa ditutup oleh
komunisme, liberalisme, ataupun musuh-musuh dari luar. Pintu Injil
selalu ditutup oleh pemimpin-pemimpin gereja yang tidak berani
mengabarkan Injil. Sampai kapankah kita begitu takut? Mengapa yang
menginjil di Irian Jaya orang-orang berkulit putih, bukan orang yang
berkulit sawo matang? Apa sebabnya kita belum sadar, kita masih
berada pada tahap di mana kita melihat: sudah mempunyai gereja yang
sejarahnya cukup lama, organisasinya cukup kuat, dan segala sesuatu
cukup teratur, lalu merasa puas.
Di Taiwan seorang pendeta berkata kepada saya, "Pak Stephen Tong,
gereja saya sangat penuh." Saya tanya, "Apa sebab gerejamu penuh?"
Dia bilang sebab mereka hebat. Hati saya sedih sekali. Saya berkata,
"Maaf Pendeta, jawabanmu kurang baik." "Oh, maaf! Sebab saudara-
saudara kita giat sekali." "Saya kira jawaban ini lebih baik, tetapi
masih kurang." Dia pikir, pikir, "Oh, sebab anugerah Tuhan." Saya
bilang itu sudah lebih baik, tetapi masih kurang. Setelah tiga kali
saya menjawab kurang baik, dia jadi marah. "Kalau begitu jawaban apa
yang paling baik menurutmu?" Saya berkata, "Gerejamu bisa penuh
karena ada empat dinding. Coba bongkar dindingmu, penuh tidak?"
Saudara mau gerejamu penuh, gampang sekali, bikin lebih kecil pasti
penuh, lebih kecil lagi lebih penuh. Tetapi Tuhan Yesus berkata,
"Aku masih memiliki domba di sana, bukan di sini, Aku harus
membawa mereka masuk ke dalam kandang domba ini."
Apa artinya gereja dan misi, misi dan gereja? Hanya menggembalakan
gereja dan anggota yang ada, belum berarti mengerjakan pekerjaan
Tuhan secara sempurna. Kita harus pergi mencari domba-domba yang
sesat. Billy Graham berkata bahwa karena gereja-gereja mempunyai
cukup banyak kesibukan, sehingga mereka kekurangan waktu, maka Tuhan
membangkitkan organisasi-organisasi parachurch untuk mengisi apa
yang belum dikerjakan oleh gereja-gereja. Berapa banyak gereja tidak
pernah mengirim uang ke lembaga Alkitab, ke seminari-seminari, ke
siaran radio Kristen, dan menunjang pekerjaan penginjilan yang lain?
Mereka hanya mementingkan gerejanya saja, kalau ada uang bikin lebih
besar, bikin lebih besar lagi untuk membanggakan diri, seolah-olah
mereka memonopoli pekerjaan Tuhan. Tetapi saudara, siapakah yang
memberitakan Injil melalui siaran radio ke RRC, ke Rusia, ke Jerman
Timur, ke Polandia, ke Cekoslowakia, dan ke tempat-tempat lain yang
tidak bisa dikunjungi oleh para penginjil karena mereka dilarang
masuk ke sana? Tentu harus ada orang yang membuat program, yang
menerjemahkan Alkitab, yang menyiarkan, yang memberikan daya listrik
yang cukup untuk mendukung penyiaran itu. Banyak gereja kurang
memperhatikan hal-hal demikian, maka Tuhan membangkitkan yang lain.
Marilah kita bekerja sama, baik di dalam penggembalaan maupun di
dalam organisasi parachurch, dengan tidak lagi memisahkan engkau-
engkau, saya-saya, karena kerajaan Allah lebih penting dari
denominasi dan dinding-dinding yang mengelilingi domba-domba yang
diberikan Tuhan kepada kita. Dengan demikian hati kita akan menjadi
lebih lapang dan pandangan kita pun akan lebih luas. Saudara
perhatikan di semua desa-desa, bahkan yang paling kecil pun selalu
ada minuman Coca-Cola, tetapi tidak demikian dengan Injil; ada
shampoo dan kosmetik apa saja tetapi belum ada guru Injil; ada
onderdil-onderdil mobil dari Jepang tetapi tidak terdengar ada orang
memberitakan Injil di sana. Sampai kapankah kekristenan harus
tertinggal begitu jauh?
ROH KUDUS DALAM PENGINJILAN
Di mana engkau diurapi oleh kuasa Roh Kudus, di sana padang
belantara menjadi tanah yang subur. Tetapi jika engkau tidak
memiliki pengurapan Roh Kudus, Bait Allah di Yerusalem pun bisa
menjadi tanah yang tandus. Dalam Lukas 3 tertulis,
"Pada waktu Herodes menjadi raja wilayah Galilea, pada waktu
Hanas dan Kayafas menjadi imam besar, pada waktu mereka di tanah
Yudea, Roh Allah turun kepada Yohanes Pembaptis di padang
belantara."
Mengapa Yohanes Pembaptis tidak berkhotbah di Bait Allah di
Yerusalem? Bukankah di sana ada mimbar yang tinggi, ada orang-orang
yang terlatih dalam Talmud, Misnah, dan teologi orang Israel? Tetapi
Alkitab mengatakan bahwa Roh Tuhan bukan turun di sana melainkan di
padang belantara sehingga Yohanes Pembaptis menjadikan padang
belantara tempat ratusan ribu orang menerima Tuhan Yesus. Stephen
Tong, Thomas Wong, atau Chris Marantika tidak berarti apa-apa,
tetapi pada waktu Roh Kudus turun dan mengurapi mereka, barulah
penginjilan yang mereka lakukan bisa sukses. Sebab itu demi nama
Tuhan Yesus saya berkata kepada para pemuda-pemudi yang masih duduk
di SMP, SMA, ataupun universitas,
"Engkau yang tidak ada uang, yang belum memiliki gelar dan
pengalaman, jika engkau mau datang dan berkata kepada Tuhan,
'Di sini saya, saya mau menyerahkan diri, mau dipakai oleh-Mu,
Tuhan, saya mau mempelajari Injil baik-baik dan mau dipenuhi
oleh Roh-Mu yang kudus,' maka engkau akan menjadi orang yang
dipakai oleh Tuhan."
Dalam Amanat Agung Yesus memerintahkan,
"Pergilah, jadikanlah segala bangsa murid-Ku."
Semangat Injil adalah pergi, pergi! Tetapi dalam Kisah Para Rasul
Yesus memerintahkan mereka untuk menunggu di Yerusalem, jangan pergi
dulu, sampai Roh Kudus turun ke atasmu. Inilah yang disebut paradoks
(seolah-olah bertentangan tetapi tidak). Mereka menunggu dan
menunggu, lalu Roh Kudus turun dan memenuhi mereka pada hari
Pentakosta yang hanya terjadi satu kali dalam sejarah dan tidak akan
pernah terulang lagi. Hari Pentakosta adalah hari jadi gereja. Pada
hari itu umat Tuhan berkumpul bersama menjadi tubuh Kristus, dan Roh
Kudus yang dikirim pada hari itu tidak ditarik kembali untuk selama-
lamanya sampai kita berjumpa dengan Yesus Kristus. Sebagaimana janji
Yesus,
"Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi kepada Bapa."
Sebab jika Aku tidak pergi, Roh Kudus tidak akan datang
kepadamu, tetapi jika Aku pergi, Aku akan mengutus Dia
kepadamu dan Ia beserta denganmu sampai selama-lamanya."
Roh Kudus sudah turun satu kali dan tidak turun lagi; lalu bagaimana
dengan orang-orang Kristen dalam setiap jaman? Kita menerima Roh
Yang sudah diberikan kepada gereja untuk memenuhi kita. Kelahiran
baru yang sejati mencakup juga baptisan Roh Kudus secara otomatis.
Pada waktu engkau lahir baru, statusmu sebagai orang berdosa berubah
menjadi orang suci, maka Roh Kudus pun akan berdiam dalam hatimu dan
menjadi Tuan dalam hidupmu. Dia akan menguasai seluruh pikiran,
emosi dan kemauanmu. Setelah Roh Kudus memenuhi engkau, engkau
diberi kuasa, diberi urapan, diberi kekuatan, diberi perlengkapan
dan dipersiapkan untuk menjadi saksi Kristus.
Mengapa penginjilan tidak dapat lepas dari kuasa Roh Kudus?
Perhatikan dengan teliti perkataan Petrus: "Kami (rasul-rasul)
adalah saksi dari segala sesuatu itu (yaitu kematian dan kebangkitan
Kristus, dua hal yang paling penting, yang merupakan inti dan
fondasi dari Injil Yesus Kristus, yang menjadi pengharapan satu-
satunya bagi manusia yang berdosa untuk kembali kepada Tuhan), kami
dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang
menaati Dia" (Kisah 5:32). Puji Tuhan! Barangsiapa betul-betul setia
dan taat kepada Injil serta meninggikan Kristus dengan motivasi yang
murni, tidak mungkin tidak didampingi oleh Roh Kudus.
Penginjilan bukan pidato, bukan pertambahan anggota gereja, bukan
kemegahan supaya orang lain melihat denominasi saya berkembang.
Penginjilan adalah peperangan rohani untuk merebut manusia yang
diciptakan menurut peta dan teladan Allah, yang berada di dalam
tangan setan, agar ia keluar dari situ dan masuk ke dalam kerajaan
Anak Allah yang kekal. Maka tidak boleh ada seorang pun yang
mengabarkan Injil tanpa disertai kuasa Roh Kudus, karena setan tidak
takut pada gereja yang besar, tidak takut pada mereka yang memiliki
pengetahuan teologi yang hebat dan pengetahuan yang kuat, tetapi
setan paling takut kepada mereka yang memiliki kuasa Roh Kudus.
Sejak bulan Maret 1957 sampai sekarang sudah 20.000 kali saya
berkhotbah, tetapi tidak satu kali pun saya berani naik ke atas
mimbar tanpa Roh Kudus memimpin saya. Setiap kali sebelum naik saya
berkata kepada Tuhan dengan gemetar, "Tuhan jika Engkau tidak naik,
saya juga tidak mau naik."
[Bersambung di edisi e-JEMMi 06-23#2003]
Sumber:
Judul Buletin: Momentum, Edisi 5, Desember 1988
Judul Artikel: Amanat Agung dan Roh Kudus
Penulis : Pdt. Dr. Stephen Tong
Penerbit : Lembaga Reformed Injili Indonesia
Halaman : 21 - 25
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~ PROFIL/SUMBER MISI ~~
POWER TO CHANGE
==> http://www.powertochange.com/
==> http://www.powertochange.com/growth/ [Power to Grow]
==> http://www.crusade.org/ [Campus Crusade for Christ/Canada]
Power to Change adalah salah satu pelayanan dari Campus Crusade of
Canada yang menyajikan Injil dalam banyak bahasa -- Arab, Inggris,
Jerman, Italia, Jepang, Malaysia, Rusia, Spanyol, dsb. Dalam situs
Power to Change ini, Anda bisa membaca tulisan Joni Eareckson Tada
yang berjudul "Victorious through Suffering" dan tulisan seorang
ilmuwan yang beriman kepada Kristus yang berjudul "God and Science
Collide". Anda juga bisa membaca kesaksian-kesaksian dari para
astronot, atlet, pengusaha, ibu rumah tangga, musisi, ilmuwan, dsb.
Temukan juga jawaban atas pertanyaan-pertanyaan seperti: "What's the
purpose of life?" (Apakah tujuan hidupku?), "Can I really change my
life?" (Dapatkah aku mengubah hidupku?), "Does God exist?" (Apakah
Allah itu ada?), dsb. Dalam situs ini disediakan juga topik-topik
kontemporer termasuk masalah seputar adopsi, minuman keras,
kejahatan, keluarga, dsb. Selain itu Anda juga bisa mendengar versi
audio dramanya atau ikut tur online untuk menemukan "Siapakah
Yesus?" Para pengunjung dapat menerima Kristus dan membaca "Lessons
in Christian Living" (pelajaran-pelajaran dalam Kehidupan Kristen)
untuk menumbuhkan iman mereka. Situs ini sungguh menarik untuk
dikunjungi.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~ DOA BAGI MISI DUNIA ~~
B E L A N D A
Koordinator doa di Belanda melaporkan bahwa saat berlangsungnya
konferensi nasional Belanda di awal bulan Mei 2003, koordinator doa
Bergen mengatakan tentang dampak-dampak dari doa dan strategi
penginjilan di Bergen. Orang-orang Kristen dari berbagai denominasi
di Bergen bekerja sama untuk menjangkau kota dengan Injil. Salah
satu konsep kunci dari usaha tersebut adalah didirikannya "Menara
doa", dimana sekitar 1200 menara doa telah dimulai. Menara doa itu
dilaksanakan saat seorang Kristen atau seluruh keluarga dalam satu
rumah menyatakan rumah atau sekolah atau tempat kerjanya untuk
dipakai menjadi tempat dimana para tetangga atau teman kerja bisa
bersama-sama berdoa, saling memperhatikan, dan dapat mendengar
berita Injil.
"Menara doa ini sangatlah efektif karena memberitakan Yesus
kepada banyak orang dan bukannya mengajak orang untuk masuk ke
gedung gereja. Perubahan-perubahan sosial yang terjadi juga
menjadi topik dalam media massa setempat; halaman pertama surat
kabar secara teratur juga menerbitkan foto-foto persekutuan doa."
Sumber: FridayFax, May 23, 2003
* Bersyukur atas diadakannya menara doa-menara doa di Bergen dan
juga perubahan-perubahan sosial yang dialami oleh penduduk kota
itu.
* Doakan kesatuan hati umat Kristen di Bergen dimana mereka bisa
saling mendoakan dan memperhatikan.
* Di Indonesia, saat ini banyak anak Tuhan yang tergerak untuk
mendoakan kotanya. Baru-baru ini telah diadakan konser doa di 400
kota pada tanggal 16 Mei 2003. Konser doa ini diadakan untuk
menjalin kesatuan umat di berbagai kota dalam menuju transformasi
bangsa. Doakan berdirinya menara doa kota di 400 kota di Indonesia
dan juga lahirnya jaringan doa sekota. Berdoa juga untuk kesatuan
hati gereja-gereja di Indonesia. Keberbedaan antar gereja tidak
lagi menjadi hambatan melainkan bisa dipakai untuk saling
melengkapi sehingga terjadi transformasi di setiap kota secara
khusus, dan di seluruh Indonesia secara luas.
B E R L I N
Semenjak Paskah sampai Pentakosta, jaringan kota Berlin 'Together
for Berlin' mengundang gereja-gereja untuk berdoa bagi kota Berlin.
Sebuah buklet telah diproduksi dalam bahasa Jerman dan Inggris yang
menyediakan informasi doa-doa tertentu yang perlu didoakan.
Koordinator Kerstin Hack menuliskan:
"Di Jerman ada pepatah mengatakan 'Not allowing anybody to steal
the butter from your slice of bread' -- artinya: tidak
mengijinkan seorang pun mengambil sesuatu/seseorang yang sudah
menjadi hak Anda. Banyak orang Kristen di Berlin mengenal istilah
'pencurian domba' gereja. Melihat hal tersebut, kami semakin
termotivasi untuk mengadakan revolusi alkitabiah guna melawan
pandangan 'pencurian domba' tersebut. Kami mengucapkan terima
kasih atas semua dukungan yang diberikan dari berbagai kota dan
tempat. Terima kasih karena bersedia bekerja sama dengan kami."
Sumber: JOEL-NEWS-INTERNATIONAL-438, 14 APRIL 2003
* Doakan persekutuan doa yang diadakan di Berlin agar banyak jiwa
dapat dilayani dan ditumbuhkan imannya. Doakan juga agar perasaan
saling curiga dari gereja-gereja yang ada dihilangkan oleh
kerinduan untuk melayani umat Tuhan yang masih tersesat.
* Berdoa agar persekutuan doa ini menjadi langkah awal bersatunya
gereja-gereja dan terjadinya transformasi di Berlin.
P A P U A N U G I N I
New Tribes Missionaries sangat bersukacita karena akan melakukan
pelayanan penginjilan di wilayah yang ada di sepanjang sungai di
Papua Nugini. New Tribes Missionaries melaporkan bahwa mereka baru-
baru ini menerima permintaan untuk mengirim misionaris yang dapat
mengajar di desa-desa yang ada di sepanjang sungai di wilayah Kerem
dan Walio.
Sumber: Mission Network News, May 20th, 2003
* Doakan agar Allah menggerakkan lebih banyak misionaris untuk
dikirim ke wilayah Papua Nugini dan melayani jiwa-jiwa yang masih
terabaikan.
* Berdoa supaya kesempatan pelayanan ini bisa ditanggapi dengan baik
dan banyak misionaris dapat dipersiapkan untuk melayani dengan
sungguh-sungguh.
* Doakan gereja/lembaga/organisasi di Indonesia yang saat ini sedang
melayani suku-suku terabaikan yang tersebar di berbagai pulau.
Berdoa agar Allah senantiasa memberkati mereka dalam menjangkau
suku-suku tersebut dan menyediakan proses follow-up-nya.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~ DOA BAGI INDONESIA ~~
Aceh Menangis
-------------
Kondisi Aceh saat ini terus-menerus menjadi berita di berbagai media
massa (surat kabar, televisi, internet, dan radio). Gerakan Aceh
Merdeka (GAM) kini disebut pemerintah Indonesia sebagai Gerakan
Separatis Aceh (GSA) -- kumpulan orang yang menghendaki Aceh merdeka
dan terpisah dari Indonesia. Insiden yang terjadi antara pasukan TNI
dengan GSA di banyak tempat di Aceh telah menggelisahkan banyak
penduduk. Sebagian besar dari penduduk Aceh memilih untuk mengungsi
sampai keadaan di Aceh mereda.
* Berdoa agar Allah memberikan hikmat bagi pemerintah Indonesia agar
dapat mengambil tindakan yang bijaksana untuk mengatasi masalah
ini. Doakan pejabat-pejabat, termasuk yang Kristen yang ada di
pemerintahan, supaya dapat mengambil peran yang positif untuk
mengambil keputusan yang bijaksana dan mengutamakan kepentingan
rakyat.
* Doakan masyarakat sipil di Aceh yang saat ini hidup dalam bayang-
bayang ketakutan. Doakan agar Allah memulihkan dan menguatkan hati
mereka di tengah keadaan yang menyedihkan ini.
* Dibakarnya ratusan sekolah di Aceh telah menghambat aktivitas
belajar bagi ribuan siswa di Aceh. Doakan agar hal ini dapat
segera diatasi oleh pihak-pihak terkait dan siswa-siswa itu boleh
kembali mendapat kesempatan untuk mendapatkan pendidikan.
* Insiden ini juga telah membuat masyarakat Aceh mengalami kesulitan
dalam memperoleh bahan pangan. Kiriman bantuan pangan untuk
masyarakat Aceh juga mengalami hambatan. Doakan agar kiriman
bantuan bisa sampai ke tangan mereka yang membutuhkan.
* Doakan supaya Allah menguatkan anak-anak-Nya yang saat ini tinggal
di wilayah Aceh. Berdoa supaya masa sulit di Aceh ini menjadi
jalan terbuka untuk menyaksikan kasih Allah kepada saudara-
saudara mereka di sana.
* Doakan mereka yang sudah dan akan terlibat dalam pelayanan di
Aceh dan juga gereja-gereja yang ada agar bukan hanya bertahan
dalam kondisi sulit ini, tapi juga berperan aktif membantu
masyarakat di sana.
Dari berbagai sumber
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~ SURAT ANDA ~~
Dari: "Roy T." <roy(at)>
>Dengan hormat.
>Dengan ini kami sebagai pembaca dari artikel-artikel yang Sdr/i
>kirimkan sudah cukup bagus serta sungguh memberkati.
.>
>Pada kesempatan ini kami ingin mengusulkan agar dapat dimuat
>artikel-artikel yang membahas mengenai kehancuran kaum muda bangsa
>kita yang sangat memprihatinkan akhir-akhir ini dimana dosa
>percabulan dan kenajisan sudah sangat merasuk dalam seluruh lapisan
>masyarakat baik kaum dewasa; maupun muda-mudi bahkan anak-anak.
>Mungkin seluruh staf Redaksi mulai dapat membayangkan bahwa untuk
>merusak suatu bangsa iblis selalu merusak Keluarga dimana anak-anak
>tidak menemukan keharmonisan dalam rumah tangga sehingga pada
>akhirnya kondisi kaum muda yang sangat rentan tsb. sangat mudah
>untuk dirusak melalui dosa-dosa percabulan, kenajisan baik melalui
>film/VCD/buku/majalah/dll. Kami berharap jangan hanya menyajikan
>bagaimana menginjil, memenangkan jiwa, dan berdoa untuk kaum muda
>tapi perlu dipikirkan kalau sudah didoakan, dimenangkan, diinjili,
>lalu apakah mereka tidak dijaga dari hal-hal serangan dosa yang
>sangat jelas bisa menghancurkan keluarga mereka kelak. Kiranya
>cukup untuk masukkan dari kami.
>GBU, Roy.
Redaksi:
Kami mengucapkan terima kasih atas masukannya. Kami salut atas
perhatian Anda dengan kondisi anak-anak muda negara kita saat ini.
Mengenai usulan artikelnya akan kami usahakan. Kesempatan ini juga
kami tawarkan kepada para pembaca e-JEMMi yang ingin memberikan
kontribusi artikel/kesaksian sehubungan dengan pelayanan bagi anak-
anak muda. Bagi mereka yang mengetahui informasi ini, silakan
mengirimkannya ke Redaksi.
Selain itu, seperti yang Anda ketahui saat ini, banyak jaringan doa
sekota dan menara doa kota didirikan dimana salah satu tujuannya
adalah menghancurkan roh-roh kegelapan yang menguasai kota dan
negeri Indonesia -- termasuk roh-roh percabulan/perzinahan,
perjudian, narkoba, kekerasan, perpecahan, dan korupsi. Banyak
gereja dan jemaatnya bangkit dan bersatu hati untuk mendoakan
kotanya. Komisi remaja dan komisi pemuda di berbagai gereja juga
semakin meningkatkan pelayanannya untuk menciptakan wadah pelayanan
bagi anak muda Kristen. Akhir kata, mari bersama bersatu hati untuk
mendoakan para muda-mudi Kristen yang ada di sekitar kita. Doakan
agar mereka bisa menjadi generasi penerus yang sehat secara rohani
maupun jasmani. Selamat bekerja dan melayani.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~ URLS Edisi Ini ~~
* JOEL-NEWS-INTERNATIONAL http://www.joelnews.org/
* Mission Network News http://www.missionnetworknews.org/
* FridayFax http://www.cmd.org.nz/fridayfax/
_____________________________ DISCLAIMER ____________________________
Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari macam-macam pihak.
Copyright(c) 2003 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
______________________________________________________________________
Pertanyaan, tanggapan, saran dan kontribusi bahan dapat Anda kirimkan:
Kepala Redaksi --- Natalia Endah S. <owner-i-kan-misi-JEMMi(at)xc.org>,
atau Staf e-MISI dan Staf Redaksi <owner-i-kan-misi(at)xc.org>
Staf Redaksi: Natalia Endah S., Ratri, Yanto, dkk.
______________________________________________________________________
Untuk berlangganan, kirim email kosong ke: subscribe-i-kan-misi(at)xc.org
Untuk berhenti, kirim email kosong ke: unsubscribe-i-kan-misi(at)xc.org
Untuk Situs e-MISI dan e-JEMMi http://www.sabda.org/misi/
Untuk Arsip e-JEMMi http://www.sabda.org/publikasi/misi/
______________________________________________________________________
"Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita
sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan
kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya." (Efesus 1:14)
|