Beranda | YLSA.org | Alkitab | Katalog | AI |
Utama > Publikasi > e-JEMMi > Edisi No. 51 Vol. 5/2002
  Tampilan cetak   edisi sebelum | 12/Edisi 2002 | edisi berikut

e-JEMMi edisi No. 51 Vol. 5/2002 (16-12-2002)

Ide untuk Merayakan Natal

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Jurnal Elektronik Mingguan Misi (JEMMi)     Desember 2002, Vol.5 No.51
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
SEKILAS ISI:

 o [Editorial]
 o [Artikel Natal]      : Baca Cerita Natal dengan Suara Keras
 o [Renungan Natal]     : Dimanakah Anak Itu?
 o [Kisah Natal]        : Hadiah yang Terus Menjadi Berkat
 o [Profil/Sumber Misi] : Holiday Evangelism Ideas by LPEA,
                          Christian Internet Evangelism -- Christmas
 o [Doa Bagi Misi Dunia]: India, China, Turki
 o [Doa Bagi Indonesia] : Pelayanan Penginjilan
 o [Surat Anda]         : Ide untuk Merayakan Natal
 o [URLs Edisi Ini]

***********************************************************************
Anda diijinkan mengutip/mengcopy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari
 e-JEMMi (untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: harus
 mencantumkan SUMBER ASLI dari masing-masing bahan dan e-JEMMi (sebagai
penerjemah/penerbit bahan-bahan tersebut dlm bahasa Indonesia). Thanks.
***********************************************************************

~~ EDITORIAL ~~

  Salam dalam kasih Kristus.

  Satu minggu lagi kita akan bersama-sama merayakan Natal, bahkan
  kami yakin sudah ada beberapa gereja/persekutuan/tempat yang sudah mulai
  merayakannya. Sementara Anda mempersiapkan atau merayakan Natal,
  coba luangkan waktu untuk memperhatikan sanak keluarga kita, orang-
  orang di sekitar tempat tinggal kita, dan juga teman-teman sekerja
  yang merayakan Natal. Apakah mereka juga telah merasakan sukacita
  Natal yang sejati? Apakah mereka sudah mengenal sumber Pemberi
  sukacita itu? Kalau belum atau kalau mereka merayakan Natal hanya
  karena tradisi dan kebiasaan, sudahkah kita mencoba untuk menjangkau
  mereka dan pergi kepada mereka untuk memperkenalkan Yesus -- sumber
  sukacita yang sejati -- kepada mereka?

  Jika Anda ingin tampil beda dalam memperingati Natal tahun ini,
  renungkan kasih-Nya yang begitu besar dalam hidup Anda dan pergi
  sharingkan kasih-Nya yang besar itu kepada setiap orang yang belum
  mengenal-Nya. Renungan Natal dan Sumber Misi dalam edisi Desember
  2002 ini diharapkan dapat memacu kita untuk memiliki semangat Natal,
  yaitu pergi memberitakan Kabar Sukacita dan Keselamatan dalam Yesus
  Kristus!

  Selain itu, edisi e-JEMMi kali ini juga menyajikan beberapa ide yang
  dapat menolong Anda untuk merayakan Natal tahun ini secara istimewa;
  yaitu ide untuk -- bagaimana merenungkan arti kelahiran Kristus,
  bagaimana mengenalkan seseorang kepada Kristus, dan juga bagaimana
  memulai ibadah Natal keluarga. Nah, mari kita sambut Natal tahun ini
  bukan hanya dengan hingar-bingar pesta atau timbunan hadiah-hadiah,
  tetapi dengan memfokuskan diri pada Kristus.
                Bukankah ini Ulang Tahun-Nya yang sedang kita rayakan?

  Staf Redaksi

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~ ARTIKEL NATAL ~~

                 BACA CERITA NATAL DENGAN SUARA KERAS
                 ====================================

             Sekarang panjatkan lagu pujian kepada Tuhan,
             Kalian semua yang berada di tempat ini,
             Dan dengan kasih dan persaudaraan sejati,
             Masing-masing saling berpeluk-pelukan.
                       (Lagu: God Rest Ye Merry Gentlemen)

  Tidak ada cerita seindah ini. Pikirkan sejenak. Dalam cerita apa
  kita dapat menemukan kejadian lebih menggemparkan selain daripada
  cerita mengenai pertemuan malaikat dengan seorang anak dara? Lagu
  mana yang lebih indah daripada yang dinyanyikan Maria? Kelahiran
  mana lagi yang lebih misterius dan ajaib?

  Dalam cerita mana lagi yang adegannya lebih manis dan mengharukan
  daripada bayi yang lahir di kandang kumuh? Saat mana yang lebih
  menegangkan dan menakutkan daripada malaikat yang tiba-tiba muncul
  kepada para gembala yang menjaga domba di tengah malam? Atau
  perjalanan larut malam mana lagi yang lebih anggun dan khidmat
  daripada ketika para gembala mencari bayi yang baru lahir di kota
  yang penuh dengan pengunjung?

  Dalam cerita mana lagi kita bisa melihat orang-orang majus pergi
  dengan unta untuk memberikan hadiah mewah kepada Putra Raja yang
  tidak dikenal, atau melihat keputusan besar diambil berdasarkan
  impian, atau ketergesaan pelarian di tengah malam dari pedang
  berdarah raja yang kurang waras?

  Dalam cerita mana lagi kita menemukan kasih yang lebih lembut?

  Cerita Natal mengandung semuanya. Sisihkan waktu pada masa Natal ini
  untuk membacanya lagi dari awal sampai akhir.
  - Baca dengan bersuara.
  - Baca perlahan-lahan.
  - Baca bersama keluarga atau sendirian.
  - Baca dari berbagai terjemahan yang berbeda dengan yang biasa Anda
    baca atau pelajari (bahasa indonesia: TB, BIS, FAYH, KSI, TL,...,
    atau dalam bahasa lain).

  Mulailah dengan Lukas 1:1 dan kalau Anda sudah sampai ke Lukas 1:56,
  bacalah Matius 1:18 dan baca sampai Matius 1:25. Kembali ke Lukas
  dan baca Lukas 1:57 sampai Lukas 2:38, lalu kembali lagi untuk
  membaca seluruh Matius 2.
==> http://www.sabda.org/sabdaweb/?p=Luk+1:1-56;Mat+1:18-25;Luk+1:57-2:38;Mat+2

  Tidak peduli berapa sering Anda sudah membaca cerita ini, Anda akan
  mendapatkan pengertian baru -- saya jamin! Itu memang keunikan
  Alkitab, mengajak kita melihat sesuatu yang baru tentang Tuhan dan
  hubungan kita dengan-Nya dalam setiap pembacaan.

  Tidak ada cerita lain yang menawarkan emosi yang lebih luas, plot
  yang dijalin lebih rumit dan penting, atau tokoh-tokoh yang lebih
  menarik.

  Nikmatilah cerita ini -- ini adalah cerita yang ditulis khusus untuk
  Anda.

  Bahan diedit dari sumber:
  Judul Buku   : 52 Cara Sederhana Membuat Natal Menjadi Istimewa
  Judul Artikel: Baca Cerita Natal dengan Suara Keras [31]
  Pengarang    : Jan Dargatz
  Penerbit     : Interaksara, Batam, 1999
  Halaman      : 105 - 107

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~ RENUNGAN NATAL ~~

                         DIMANAKAH ANAK ITU?
                         ==================
                          Oleh: Luis Palau

  Beberapa tahun yang lalu sebuah keluarga kaya memutuskan untuk
  mengadakan upacara pembaptisan bayi di rumah mereka yang megah.
  Lusinan tamu diundang untuk menghadiri upacara tersebut dan mereka
  semua tiba dengan mengenakan pakaian-pakaian model terbaru. Setelah
  menyimpan mantel-mantel elegan mereka di sebuah tempat tidur, di
  kamar tidur yang ada di ruang atas, para tamu dihibur secara meriah.
  Akhirnya tiba waktunya puncak acara dari pertemuan tersebut, yaitu
  upacara pembaptisan bayi. Namun dimanakah bayi itu? Tidak ada
  seorang tamu pun yang tahu.

  Pengasuh bayi itu segera berlari ke ruang atas, dan dia kembali
  dengan wajah yang putus asa. Setiap orang mencari dimana bayi itu.
  Lalu seseorang berteriak karena telah melihat bayi itu sedang
  tertidur di salah satu tempat tidur. Bayi itu tertidur dan
  tersembunyi dibalik tumpukan mantel, jaket, dan mantel bulu dari
  para tamu. Obyek perayaan saat itu telah terlupakan, terabaikan,
  dan nyaris tersembunyi!

  Saya teringat cerita itu saat berjalan-jalan di sepanjang jalan kota
  yang sibuk selama musim liburan ini. Di setiap tempat saya lihat
  banyak lampu, hiasan-hiasan dari kertas perak dan kertas emas, dan
  juga hiasan-hiasan natal. Banyak orang berbelanja dan membeli
  hadiah-hadiah mahal yang kemungkinan baru lunas pembayarannya tahun
  depan. Dan saya bertanya pada diri sendiri, "Apakah ini arti Natal?"

  Dimanakah Anak yang Ulang Tahun-Nya Kita Rayakan Ini?
  -----------------------------------------------------
  Pada Natal pertama, orang-orang majus dari Timur datang ke Betlehem
  mencari bayi Kristus. Mereka datang untuk mencari Seseorang yang
  akan menjadi Juruselamat dunia. Saat ini, jika kita mencari Yesus di
  rumah-rumah dan di jalan-jalan yang ada di kota kita, akankah kita
  menemukan-Nya?

  Natal yang Lain
  ---------------
  Seperti yang Anda ketahui, sebenarnya ada dua jenis Natal. Jenis
  Natal pertama adalah komersialisme, makan-makan dan belanja yang
  berlebihan. Natal jenis kedua adalah kasih, sukacita, harapan, damai
  dan penghormatan kepada Dia yang mengundang kita untuk merayakan
  Ulang Tahun-Nya.

  Menurut Alkitab, Natal sesungguhnya adalah pernyataan yang jelas
  tentang kasih Allah:
     "Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita,
     yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam
     dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. Inilah kasih itu: Bukan kita
     yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi
     kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi
     dosa-dosa kita" (1Yohanes 4:9-10).

  Yesus Kristus adalah anugerah kasih Allah kepada dunia. Dia turun ke
  dunia, dilahirkan dari seorang anak dara, dan tinggal bersama
  manusia. Bayi Kristus yang lahir pada Natal pertama telah menjadi
  Seseorang yang mengorbankan diri-Nya sampai mati guna menebus dosa
  dunia dan bangkit kembali karena kuasa Allah. Itulah alasannya,
  seperti yang tertulis dalam Roma 6:23, "... karunia Allah ialah
  hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita."

  Untuk mengalami dan menerima karunia Allah yaitu hidup yang kekal,
  Anda harus menerima Kristus. "... semua orang yang menerima-Nya
  diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang
  percaya dalam nama-Nya" (Yohanes 1:12).

  Suatu Hadiah Natal bagi Anda
  ----------------------------
  Tahun ini, Natal akan menjadi liburan paling menyenangkan yang
  pernah Anda alami. Jika Anda menerima hadiah Allah -- yaitu Kristus
  -- maka Natal ini akan menjadi sungguh berarti bagi Anda. Anda akan
  merasa damai bersama Allah dan kedamaian itu ada dalam hati Anda,
  suatu damai yang berbeda dengan damai yang diberikan oleh dunia.

  Dimanakah Bayi Kristus dalam Natal Anda?
  ----------------------------------------
  Cara terbaik yang saya tahu untuk menempatkan Kristus kembali dalam
  Natal Anda hanya dengan mengakui semua dosa kita kepada Allah,
  dengan iman kita percaya bahwa kematian Kristus adalah untuk
  membayar semua dosa itu, dan menerima hadiah cuma-cuma dari-Nya
  yaitu hidup yang kekal. Jika itu keputusan Anda, maka katakan hal
  itu sekarang kepada Allah dalam doa dimanapun Anda berada. Anda juga
  dapat menggunakan doa berikut ini:

    "Bapa kami di surga, saya ingin merayakan Natal yang sesungguhnya.
     Saya percaya apa yang dilakukan Putra Natal, Yesus Kristus, bagi
     saya di kayu salib ketika Dia mati bagi dosa-dosa saya. Saya
     belum mengerti sepenuhnya tentang hal itu, namun saya menerimanya
     karena iman. Saya ingin menjadi anak-Mu juga. Saya mengundang-Mu
     untuk masuk dalam hidup saya. Karena Engkau telah mengampuni
     saya, maka saya mau mengikuti-Mu dan menaati-Mu selamanya." Amin.

  Sumber: Luis Palau Evangelistic Association (LPEA)
          ==>   http://www.palau.org/articles/

  [Cat.Red.: Simak kolom Sumber Misi untuk ulasan mengenai situs LPEA
       dan artikel lain tentang "Ide-ide Penginjilan di Hari Natal".]

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~ KISAH NATAL ~~

                   HADIAH YANG TERUS MENJADI BERKAT
                   ================================

  Pada malam Natal sebelas tahun yang lalu, anak-anak perempuan kami
  memberikan hadiah yang sangat istimewa. Begitu istimewanya hadiah
  itu sehingga sampai sekarang tetap menjadi berkat dari tahun ke
  tahun.

  Julie dan Jennifer masing-masing berusia enam dan delapan tahun.
  Anak laki-laki kembar kami, John dan Jeremy, belum genap berusia dua
  tahun. Saya ingat, waktu itu saya merasa lelah. Anak kembar kami
  terus-menerus meminta perhatian. Namun, saya masih dapat mengerjakan
  tugas-tugas yang biasa saya lakukan pada Hari Natal. Pohon Natal
  yang tinggi sudah selesai dihias, hadiah-hadiah sudah dibungkus
  rapi. Makanan sudah disiapkan. Pintu juga sudah dihias. Hadiah untuk
  anak-anak sudah dipilih dengan teliti.

  Saya lelah, tetapi gembira. Julie mencegat saya di dapur. "Bu,
  Jennifer dan saya mempunyai hadiah untuk Ibu dan Ayah. Tetapi hadiah
  itu bukan hadiah biasa yang dapat dibungkus. Kami ingin Ayah dan Ibu
  duduk memangku adik-adik supaya kami dapat memberikan hadiah itu."
  Sebenarnya masih ada yang harus saya kerjakan, dan saya tidak mau
  duduk-duduk pada waktu itu. "Ayolah, Bu," Julie memohon, "hanya
  beberapa menit saja." Saya mengalah dan memanggil suami saya. Perlu
  usaha yang cukup keras juga supaya kedua anak kembar kami dapat
  duduk tenang di pangkuan. Tetapi akhirnya kami siap. Julie dan
  Jennifer berdiri dengan gugup di dekat tungku, saling berpegangan
  tangan. Mereka memakai baju panjang flanel kepunyaan nenek berwarna
  merah, dan memakai topi kecil penutup debu yang sesuai. "Sebelumnya,
  lampu-lampu harus dimatikan," kata Julie dengan suara yang
  mengundang rasa ingin tahu. "Kami hanya ingin lampu pohon Natal itu
  yang bersinar," kata Jennifer menjelaskan.

  Dengan pandangan lurus ke depan, mereka menyanyikan lagu "Malam
  Kudus". Lalu Julie mendeklamasikan sebuah puisi tentang kasih Allah.
  Setelah itu, Julie berkata kepada ayahnya, dengan nada malu-malu,
  "Maukah Ayah membacakan cerita Natal dari Alkitab tentang kelahiran
  Yesus? Guru Sekolah Minggu kami membacakannya hari Minggu yang
  lalu."  [Cat.Red.: Ada banyak ide lain seperti ini yang dapat Anda
  temukan dalam tiga edisi terakhir e-BinaAnak (No. 104, 105, 107)
  atau dalam arsip tahun-tahun sebelumnya. Untuk mendapatkannya,
  silakan mengakses:  ==> http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/ ]

  Jerry  mengambil Alkitabnya dan membacakan cerita itu, ia mendekati
  pohon Natal supaya dapat melihat dengan jelas. Kami semua
  mendengarkan. Bahkan kedua anak kembar kami juga diam dan duduk
  dengan tenang. Setelah Jerry selesai membaca, Julie berkata sangat
  pelan sampai kami hampir tidak dapat mendengarnya, "Sekarang
  dapatkah kita berdoa bersama?"

  Kami belum pernah mengadakan kebaktian keluarga, karena itu kami
  ragu-ragu bagaimana memulai doa. Tetapi, meskipun begitu kami satu
  per satu berdoa bergantian. Pada saat itu saya menyadari sesuatu
  yang istimewa terjadi dalam keluarga kami [Red; karena Guru SM!!].
  Melalui hadiah yang diberikan kedua putri kami, kami belajar bahwa
  kami dapat berdoa bersama. Jadi selama tahun-tahun berikutnya kami
  tetap mengadakan kebaktian keluarga, tidak hanya pada Hari Natal,
  tetapi sepanjang tahun.

  Hadiah pemberian kedua putri kami pada malam Natal itu merupakan
  karunia iman. Sejak itu hadiah tersebut membuat kami bertumbuh dan
  menopang keluarga kami. Hadiah itu merupakan pemberian yang tetap
  menjadi berkat.

  Sumber:
  Judul Buku   : Kisah Nyata Seputar Natal
  Judul Artikel: Rahasia Memberi dengan Sukacita
  Pengarang    : Marion Bond West
  Penerbit     : Yayasan Kalam Hidup, Bandung, 1998
  Halaman      : 62 - 63

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~ PROFIL/SUMBER MISI ~~

 HOLIDAY EVANGELISM IDEAS (IDE-IDE PENGINJILAN DI HARI NATAL)
  (Luis Palau Evangelistic Association - LPEA)
==>     http://www.gospelcom.net/lpea/holiday_witness.shtml
==>     http://www.palau.org/articles/
  Apakah Anda sedang mempersiapkan suatu acara khusus pada Natal tahun
  ini? Penginjilan menjadi pilihan t