Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/kisah/430

KISAH edisi 430 (3-1-2018)

Tuhan Memanggilku untuk Melayani-Nya

KISAH -- Tuhan Memanggilku untuk Melayani-Nya -- Edisi 430; 3 Januari 2018
 
Tuhan Memanggilku untuk Melayani‑Nya
Edisi 430; 3 Januari 2018
 
KISAH

Salam kasih dalam Yesus Kristus,

Segenap redaksi KISAH mengucapkan, "Selamat Tahun Baru 2018. Kiranya kasih Tuhan yang kita alami pada tahun lalu dapat dirangkai menjadi kesaksian untuk menjadi berkat bagi banyak orang." Kami mengajak Pembaca untuk membagikan kesaksian kepada sesama sebagai wujud ucapan syukur kita akan penyertaan Tuhan dalam hidup ini. Anda dapat mengirimkan kesaksian kepada redaksi KISAH sebagai salah satu cara untuk berbagi kesaksian tentang kasih Tuhan. Redaksi akan menghubungi pengirim apabila kesaksian tersebut dapat dimuat dalam publikasi KISAH atau situs KEKAL.

Edisi perdana KISAH pada tahun baru ini menyajikan kesaksian tentang panggilan Tuhan kepada Ibu Nuransi untuk melayani-Nya. Kiranya Anda dapat melihat bagaimana Tuhan bekerja dalam memanggil seseorang untuk diutus dan bekerja di ladang-Nya. Apakah pada saat ini Anda sedang menggumuli panggilan Tuhan untuk melayani Dia secara khusus? Kiranya kesaksian ini meneguhkan dan menguatkan Anda dalam menanggapi panggilan Tuhan dan semakin membuat Anda giat bekerja di ladang Tuhan. Selamat melayani.

Margaretha I.

Pemimpin Redaksi KISAH,
Margaretha I.

 
Mencontoh Kesaksian Paulus

Bacaan: Kisah Para Rasul 21:37-22:22

Setiap orang terpanggil untuk pergi bersaksi, tetapi hanya sedikit orang Kristen yang bersaksi karena merasa tidak mudah melakukannya. Bila kita mengalami kesulitan itu, kita dapat belajar dari cara Paulus bersaksi tentang Tuhan Yesus kepada orang Yahudi yang telah menganiaya dia.

Setelah kepala pasukan memastikan bahwa Paulus bukan pemberontak, Paulus dapat bersaksi kepada orang banyak. Ia memulai dengan latar belakangnya sebelum mengenal Kristus. Terlahir sebagai orang Yahudi di satu kota yang terkenal, ia hidup mengikuti tradisi orang Yahudi. Apalagi, ia seorang Farisi (Kisah Para Rasul 23:6) dan terdidik dalam hukum Taurat di bawah bimbingan Gamaliel, seorang guru besar Yahudi. Tidak heran, ia begitu giat bekerja bagi Allah. Karena itu, ia menganiaya para pengikut Yesus, yang dianggapnya menentang hukum Taurat. Banyak pengikut Tuhan yang menderita siksaan dan mati di tangannya.

Gambar: Paulus

Kisah Paulus berlanjut. Hidupnya berubah setelah bertemu dengan Yesus. Hal ini berlangsung ketika ia dalam perjalanan ke Damsyik untuk menganiaya para pengikut Tuhan. Pada waktu itu, Yesus menampakkan diri-Nya dan "menjatuhkan" Paulus dari puncak kesombongan. Kemudian, Tuhan membuat Paulus menjadi buta dan tidak berdaya sehingga harus dituntun orang. Meskipun Paulus menjadi buta secara fisik, tetapi ia telah melihat Kristus dengan mata rohaninya. Kemudian, melalui bimbingan Ananias yang terkenal saleh (ayat 12), Paulus dapat melihat lagi. Lalu, ia bertobat dan dibaptis (ayat 16). Semua itu terjadi karena Tuhan memanggil Paulus untuk menjadi saksi-Nya bagi bangsa-bangsa yang belum mengenal Dia. Namun, orang banyak yang mendengar Paulus tidak mau percaya, bahkan mereka ingin melenyapkan dia (ayat 22).

Dari kisah Paulus, kita dapat belajar bahwa bersaksi adalah menceritakan pengalaman hidup sebelum dan sesudah mengenal Kristus. Kita dapat menguraikan perubahan hidup yang terjadi setelah mengenal Dia. Setelah itu, kita tidak perlu mengkhawatirkan respons pendengar kita. Kita serahkan kepada Tuhan saja, asal dimulai dengan doa dan mengandalkan Roh Kudus.

Diambil dan disunting dari:
Nama situs : SABDA.org
Alamat situs : http://sabda.org/publikasi/e-sh/2014/08/05
Penulis artikel : Tidak dicantumkan
Tanggal akses : 27 November 2017
 
Tuhan Memanggilku untuk Melayani-Nya

Shalom,

Saya Pendeta Nuransi. Pada saat ini, saya menggembalakan jemaat di Ngargoyoso. Saya ingin bersaksi tentang panggilan Tuhan kepada saya untuk melayani Dia. Saya berasal dari keluarga besar yang beragama Kristen, tetapi saya mengenal Tuhan secara pribadi sesudah lulus dari SMA, tepatnya pada 1984. Pada Juli 1985, saya menyerahkan diri untuk menjadi hamba Tuhan dan kuliah di Perguruan Tinggi Karismatika di Solo. Selama kuliah, saya suka melakukan penginjilan dan menggunakan waktu untuk menceritakan kepada orang lain tentang cinta kasih Tuhan.

Gambar: Mimbar

Pada 1988, saya merintis pelayanan di daerah Matesih. Namun, pelayanan itu tidak berlanjut. Lalu, pada 1989, saya kembali merintis pelayanan di daerah Ngargoyoso dan saat itu ibadah masih di dalam rumah. Puji Tuhan, Dia menggenapi firman-Nya, sebab firman Tuhan mengatakan kepada saya untuk pergi memberitakan Injil dan Tuhan akan menyertai. Penyertaan Tuhan dinyatakan sangat sempurna, sekalipun saya seorang gadis, tetapi Ia memelihara, melindungi, dan menjagai sehingga meski ada begitu banyak tantangan dalam pelayanan di Ngargoyoso, satu per satu teratasi dan saya menang. Pada 1989, Tuhan memberkati dengan menyediakan sebidang tanah untuk membangun gereja sehingga bangunan gereja pun akhirnya berdiri. Di sini, iman kami diuji. Pada awalnya, kami hanya punya keinginan yang menggebu-gebu untuk menempati gedung gereja sendiri. Saya bersama jemaat bersatu hati berdoa dan Tuhan pun mencurahkan berkat-berkat-Nya. Kami menghadapi setiap tantangan dengan berdoa dan berpuasa. Saya pun banyak mengisi waktu untuk berdoa sampai mencucurkan air mata. Dan, saya melihat campur tangan Tuhan dalam satu per satu pelayanan saya.

Yang menjadi kerinduan saya pada saat ini adalah seluruh keluarga saya melayani Tuhan. Tidak harus menjadi pendeta. Apa pun profesi mereka, doa dan kerinduan saya, anak-anak, keluarga saya, serta seluruh sidang jemaat bisa menjadi saksi Tuhan sehingga mereka dapat menceritakan kepada orang lain tentang cinta kasih Tuhan. Tantangan terberat yang saya hadapi dalam pelayanan bukan dari luar, melainkan dari dalam hati saya sendiri, yaitu untuk mempertahankan keyakinan saya dan tetap beriman bahwa Tuhan yang memanggil, Tuhan yang memiliki, dan Tuhan yang memberkati. Perjalanan hidup ini tidaklah selalu mulus, tetapi semua dapat dihadapi dengan berdoa dan berpuasa.

Gambar: Gereja

Kiranya kesaksian ini menolong kita semua untuk melihat dan memercayai bahwa kuasa Tuhan, dahulu, sekarang, sampai selama-lamanya tidak berubah. Firman Tuhan yang terus saya pegang dalam melayani Tuhan, sejak dipanggil dan dipilih oleh-Nya, ada dalam Yesaya 49:15, 16 yang menyatakan bahwa sekalipun seorang perempuan yang sedang menyusui anaknya tega meninggalkan anak itu, satu kali pun Dia tidak melupakan kita, bahwa kita terlukis pada telapak tangan-Nya.

Tuhan Yesus memberkati.

Download Audio

POKOK DOA
  1. Mari berdoa untuk Ibu Nuransi dalam pelayanannya agar Tuhan senantiasa memberikan hikmat kepada beliau dalam menggembalakan jemaat di Ngargoyoso. Kiranya Tuhan mencukupi setiap kebutuhan yang diperlukan dalam pelayanan dan gereja yang beliau pimpin.
  2. Kiranya Tuhan senantiasa memberikan pertumbuhan rohani yang sehat kepada jemaat di Ngargoyoso sehingga mereka juga dapat diutus memberitakan Injil di daerah sekitarnya.
  3. Berdoalah kepada Tuhan Yesus agar kita peka terhadap panggilan Tuhan untuk melayani Dia dan merespons dengan memberikan diri untuk dibentuk oleh Tuhan.

Oleh karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah lebih giat lagi untuk memastikan bahwa kamu benar-benar dipanggil dan dipilih; sebab jika kamu melakukannya, kamu tidak akan jatuh.
(2 Petrus 1:10, AYT)

 
Stop Press! Situs Gudang Buku Kristen (GUBUK)

Situs GUBUK

Anda ingin membaca buku-buku Kristen secara daring? Atau, mengunduh buku-buku dan bundel publikasi e-Buku? Anda tidak perlu bingung mencari. Situs Gudang Buku Kristen (GUBUK) hadir untuk menyediakan buku-buku online yang mungkin Anda cari. Berbagai buku berkategori konseling, Alkitab, kepemimpinan, dan pelayanan Anak dapat Anda baca di situs GUBUK. Selain itu, ada juga banyak resensi buku dengan berbagai kategori yang memberi informasi sebelum Anda membeli buku. Anda pun bisa membaca berbagai informasi yang terkait dengan buku dan kegiatan membaca. Pastikan Anda berkunjung ke situs ini, berkomentar, dan mengirimkan bahan untuk dimuat. Tertarik? Ketik http://gubuk.sabda.org/ dan Anda akan langsung tiba di beranda situs GUBUK. Selamat berkunjung!

Situs GUBUK
Komunitas e-Buku
 
Anda terdaftar dengan alamat: $subst('Recip.EmailAddr').
Anda menerima publikasi ini karena Anda berlangganan publikasi KISAH.
logo KISAH Email kisah@sabda.org
Facebook KISAH
Twitter @sabdakisah
Redaksi: Margaretha I., Maskunarti, dan Pio
Berlangganan | Berhenti | Arsip
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
©, 2018 -- Yayasan Lembaga SABDA
 

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org