Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/kisah/414

KISAH edisi 414 (7-9-2016)

Pertobatan Billy Graham

 
Pertobatan Billy Graham
KISAH -- Edisi 414, 7 September 2016
 
KISAH

Salam kasih,

Dengan cara yang sederhana, khotbah Mordecai Ham, seorang penginjil yang berapi-api dan suka menunjuk orang-orang yang berdosa secara langsung, membuat hati Billy Graham terusik berhari-hari. Sebab, Billy Graham merupakan salah satu orang yang ditunjuk oleh Mordecai ketika ia mengikuti Kebaktian Kebangunan Rohani. Sejak peristiwa itu, Billy terus mengalami pergumulan untuk mengambil keputusan pertobatan. Akankah Billy memilih untuk bertobat? Simak kisah selanjutnya di bawah ini. Tuhan Yesus memberkati.

Margaretha I.

Pemimpin Redaksi KISAH,
Margaretha I.

 
PERTOBATAN BILLY GRAHAM

Billy berusia 17 tahun pada saat seorang bekas petinju bayaran yang telah berubah menjadi penginjil, datang ke kota Charlote. Mordecai Ham, seorang penginjil yang berapi-api dan suka menunjuk orang-orang yang berdosa secara langsung.

Billy Graham

Pemimpin-pemimpin gereja di kota Charlote menganggap Mordecai Ham sebagai pengganggu. Mereka menolak permintaan izinnya untuk membangun sebuah tenda. Namun, dengan pertolongan orang-orang awam, bekas petinju itu memasang tenda tepat di luar batas kota. Ia mengadakan kebaktian kebangunan rohani (KKR) selama beberapa minggu di kota tersebut.

Billy adalah seorang pemuda tinggi ramping, berambut ikal, dan pirang, setiap Minggu pergi ke gereja bersama orangtuanya yang saleh. Ia tidak merokok maupun minum-minuman keras. Walaupun ayahnya seorang pendukung kuat Mordecai Ham, Billy tidak bersusah-susah menghadiri sebelumnya karena ada hal-hal lain yang harus dilakukannya.

Pengunjung Kebaktian Kebangunan Rohani itu cukup banyak bagi kota Charlote -- 5.000 orang. Orang-orang mengatakan bahwa itu merupakan jumlah terbesar yang pernah dialami penduduk Negara Bagian Carolina. Billy dan temannya di SMA berjalan melewati jalan kecil di antara deretan bangku dan duduk di bangku yang keras.

Khotbah yang disampaikan pengkhotbah berbadan besar itu sangat tidak berkesan bagi Billy, sampai pengkhotbah itu mengacungkan jari menunjuk ke arah Billy serta berteriak, Kamu berdosa.Billy yang selalu siap menangkap bola tidak siap untuk main tangkap-tangkapan dengan pengkhotbah itu. Ia menundukkan kepalanya yang berambut pirang dan bersembunyi di belakang topi seorang wanita di depannya.

Dua malam kemudian Billy datang lagi, membawa seorang teman, namanya Albert McMakin. Selama beberapa malam seterusnya, kedua orang itu hadir bersama-sama. Penginjil yang berapi-api itu terus meyakinkan Billy bahwa ia harus memilih surga atau neraka.

Pada suatu malam, Billy membawa seorang teman lain, Grady Wilson. "Mari kita duduk di bagian paduan suara," usul Billy, walaupun ia tahu ia tidak dapat menyanyi. Kedua orang itu duduk di belakang mimbar (tempat paduan suara), selamat dari pandangan pengkhotbah yang suka memukul mimbar itu.

Mordecai Ham tidak menunjukkan jarinya kepada Billy malam itu. Namun demikian, Billy mendapat pukulan dari khotbahnya pada saat pengkhotbah itu berkata, "Malam ini, ada orang yang sangat berdosa di sini."

Ia mengatakan tentang saya, pikir Billy. Seseorang pasti telah memberi tahu dia bahwa saya ada di sini. Pengkhotbah itu mengakhiri khotbahnya dan memberi undangan bagi orang-orang yang mau bertobat. Billy menahan napasnya pada saat paduan suara itu mulai menyanyi. Setelah menyanyi sebentar, ia tidak dapat bertahan lagi. "Ayo, Grady," ia berkata kepada temannya.

Kedua orang itu turun dari paduan suara dan berdiri di depan. Mengingat keputusannya, Billy berkata, "Hal itu seperti tinggal di luar pada hari yang gelap dan sinar matahari menembus melalui lapisan awan. Segalanya tampak berbeda. Untuk pertama kalinya, saya merasakan sukacita dilahirkan kembali."

Sejak malam yang penuh kenangan pada tahun 1936 itu, Billy Graham telah berkhotbah kepada lebih banyak orang daripada almarhum Pendeta Mordecai Ham, orang yang telah membimbingnya kepada Kristus.

Sebenarnya, ia telah berkhotbah kepada lebih banyak orang, secara langsung, daripada pengkhotbah-pengkhotbah lainnya dalam sejarah, lebih dari dua puluh juta orang. Namun demikian, yang lebih penting lagi, ia telah meyakinkan puluhan ribu orang bertobat dan bertelut kepada Kristus.

Diambil dari:
Judul buletin : Berita Yamari, Edisi 54, 2010
Penulis : Tidak dicantumkan
Penerbit : Yayasan Marturia Indonesia, Jakarta
Halaman : 29 -- 30

POKOK DOA
  1. Bersyukur kepada Tuhan Yesus yang telah berkarya dalam hidup Billy Graham sehingga ia bertobat dan menjadi orang percaya.

  2. Mengucap syukur untuk semua pelayanan yang sudah dilakukan oleh Billy Graham dan orang-orang yang dipakai Tuhan untuk menjangkau domba yang tersesat.

  3. Berdoalah kepada Tuhan Yesus untuk setiap orang percaya supaya mereka terus setia dan bersemangat dalam melakukan panggilan-Nya.

"Aku berkata kepadamu, demikianlah akan ada sukacita yang lebih besar di surga atas 1 orang berdosa yang bertobat daripada atas 99 orang benar yang tidak membutuhkan pertobatan." (Lukas 15:7, AYT)

 
ARTIKEL REFERENSI
 
Stop Press! Publikasi e-Wanita

Publikasi e-Wanita

Wanita adalah pribadi yang mulia dan berharga di mata Allah. Keberadaan dan peran wanita di setiap lini kehidupan tidak dapat dipandang sebelah mata. Dalam pendidikan Kristen, wanita adalah pribadi yang mampu mengajar dan mendidik anak-anak, jemaat, dan komunitasnya untuk semakin melengkapi masyarakat Kristen dengan bahan-bahan kekristenan. Dapatkan bahan-bahan pelayanan wanita Kristen secara gratis dengan berlangganan publikasi e-Wanita. Kirimkan email Anda ke alamat ini dan Anda akan mendapatkan publikasi e-Wanita secara gratis melalui mailbox Anda setiap Kamis minggu ketiga.

Nah, tunggu apa lagi, mari kita semakin diperlengkapi untuk melayani melalui publikasi e-Wanita.

 
Anda terdaftar dengan alamat: $subst('Recip.EmailAddr').
Anda menerima publikasi ini karena Anda berlangganan publikasi KISAH.
kisah@sabda.org
KISAH
@sabdakisah
Redaksi: Margaretha I., Aji, dan Pio.
Berlangganan | Berhenti | Arsip
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
©, 2016 -- Yayasan Lembaga SABDA
 

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org