Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/kisah/401

KISAH edisi 401 (21-10-2015)

Kisah Pertobatan Pemimpin TRIAD Hongkong Terima Yesus

____________PUBLIKASI KISAH (Kesaksian Cinta Kasih Allah)_____________
                      Edisi 401, 21 Oktober 2015


KISAH -- Kisah Pertobatan Pemimpin TRIAD Hongkong Terima Yesus
Edisi 401, 21 Oktober 2015


Salam dalam Kristus,

Sebuah pepatah mengatakan, "Batu dapat dihancurkan dengan kekuatan 
air." Peristiwa semacam inilah yang dialami oleh Teddy Hung, seorang 
yang kejam, sadis, dan keras seperti batu, tetapi dapat dihancurkan 
dengan kekuatan air yang bersumber dari Yesus. Kejahatan kriminal yang 
selama bertahun-tahun ia lakukan membawanya ke puncak kejayaan dan 
semakin tenggelam dalam kejahatan. Akan tetapi, saat kasih Yesus 
menjamahnya, ia mengalami perubahan dan rela meninggalkan hidupnya 
yang gelap.

Sama halnya dengan kita, apabila saat ini kita merasa bahwa kita masih 
berjalan dalam kegelapan, marilah kita datang kepada Yesus dan biarkan 
kasih-Nya mengalir dan memenuhi setiap aspek hidup kita. Tangan-Nya 
terbuka menerima pertobatan kita. Selamat menyimak KISAH edisi kali 
ini, dan biarkan hidup kita semakin diubahkan seturut dengan kehendak 
Tuhan.

Pemimpin Redaksi KISAH,
Amidya
< amidya(at)in-christ.net >
< http://kesaksian.sabda.org/ >


        KISAH PERTOBATAN PEMIMPIN TRIAD HONGKONG TERIMA YESUS

TRIAD merupakan salah satu organisasi kriminal besar yang berbasis di 
Hongkong. Pengaruh mereka selalu tersembunyi di dalam kegelapan. " Hal 
terburuk dalam TRIAD adalah pengkhianatan. Siapa pun yang melakukannya 
akan mati," ungkap Teddy Hung, mantan pemimpin TRIAD mengawali kisah 
hidupnya.

Dalam organisasi ini, Teddy memimpin bisnis pencucian uang, obat-
obatan, prostitusi, dan segala bisnis ilegal lainnya. Ia memiliki 
harta dan kekuasaan, sehingga ke mana pun ia bepergian, Teddy selalu 
mendapatkan layanan yang terbaik.

Pada awal berdirinya, TRIAD mendapat dukungan dari pemerintah Taiwan 
sebagai alat bertahan dari serangan Tiongkok. "Saya dapat mengatakan bahwa 
TRIAD sangat tegas dan memiliki sistem yang terorganisir. Ketika saya 
pertama bergabung, tujuan saya ingin menjadi orang yang sangat spesial 
dan hebat. Jalan tercepat untuk mencapai hal tersebut pada waktu itu 
adalah lewat jalan mafia dan organisasi TRIAD. Mungkin orang-orang 
berpikir bahwa orang yang bergabung dengan TRIAD adalah orang yang 
tidak punya karakter, tetapi sebenarnya saya pastikan orang-orang di 
dalam TRIAD adalah orang yang berkarakter dan bukan orang sembarangan. 
Orang merasa takut kepada TRIAD karena apa yang kami lakukan selalu 
dalam kegelapan dan kami semua memiliki integritas dalam menjaga 
rahasia sehingga orang takut dan hormat kepada kami," ungkap Teddy.

"Semua anggota organisasi diberi kode nomor. Nomor saya 415. Tugas 
saya memimpin setiap operasi di lapangan. Saya berurusan dengan 
perekrutan orang, menyelesaikan setiap masalah anggota di lapangan, 
memikirkan bagaimana memperluas jaringan," ungkap Teddy mengisahkan 
peranannya dalam organisasi TRIAD.

Teddy berada di puncak kekuasaan, tetapi bukan berarti ia lepas dari 
masalah.

"Ada polisi dari Inggris, beberapa kali selalu datang dan mengganggu 
bisnis kami. Hongkong waktu itu masih di bawah kekuasaan Inggris 
sehingga polisi itu menggunakan kekuasaannya untuk menangkapku 
terlebih dahulu," ujar Teddy.

Namun, penjara tak menghalangi sepak terjang Teddy dalam memimpin organisasi TRIAD. Teddy mengurus bisnisnya dari penjara.

"Saya dipenjara di sebuah penjara yang sudah terbengkalai sehingga hal 
pertama yang saya lakukan adalah merenovasinya agar menjadi tempat 
yang lebih baik untuk saya tinggali. Saya mengeluarkan banyak uang 
sehingga saya dapat berbisnis obat dan melanjutkan bisnis saya di 
penjara," kisah Teddy.

Di balik kesangaran dan ketenangan sikapnya, tidak ada yang tahu bahwa 
sebenarnya Teddy mengalami depresi berat. Yang diinginkannya hanyalah 
mati! Namun, kunjungan seorang pendoa sedikit banyak memberi harapan 
pada Teddy.

"Pada waktu saya di penjara, ada seorang pendoa yang sering datang 
mengunjungi saya. Dia mengatakan sesuatu kepada saya. Orang itu 
berkata, "Kamu sangat sukses dan terkenal di seluruh dunia. Akan 
tetapi, ketika suatu saat nanti kamu meninggal, kamu akan dikenang 
sebagai apa?" Pertanyaan itulah yang membuat saya mulai berpikir dan 
saya mulai merasa sangat sedih. Yang membuat saya merasa depresi 
adalah saya mulai sadar, semakin saya sukses, semakin saya merasa 
bersalah dan merusak hidup banyak orang. Semakin saya sukses, saya 
tidak membantu banyak orang, justru saya banyak menghancurkan hidup 
orang lain," ungkap Teddy mengenai awal perubahan hidupnya.

Teddy kemudian mulai menemui banyak dokter karena ia tidak dapat tidur 
selama berbulan-bulan.

"Saya selalu merasa takut. Para kekasihku berusaha menghibur dan 
memelukku. Namun, saya tetap merasa selalu khawatir dan takut. Entah 
kenapa, saya tetap tidak bisa tidur," ungkap Teddy.

Satu malam saat tak dapat memejamkan mata, Teddy melihat Alkitab yang 
diberikan sang pendoa kepada dirinya.

"Saya hanya berkata, `Yesus, jika memang Engkau benar ada, biarkan 
saya tidur, maka saya akan percaya kepada-Mu.` Saya memegang Kitab 
itu, dan sebelum saya selesai mengucapkan kalimat itu, saya sudah 
terlelap di dalam tidur," kisah Teddy.

Sejak saat itu, tiba-tiba bisnis Teddy mengalami perubahan drastis. 
Bisnisnya hancur total.

"Semua teman saya mulai mengatakan bahwa Tuhan yang saya sembahlah 
yang membuat bisnis ini hancur. Mereka berkata, `Dia adalah Tuhan yang 
jahat, karena buktinya, bisnis kita hancur satu per satu.` Saya juga 
mulai berpikir bahwa Dia itu Tuhan yang jahat. Saya mulai kecewa 
kepada-Nya. Di situlah, saya menjadi bingung saya harus memilih yang 
mana. Jika percaya Tuhan, bisnis hancur. Tidak percaya Tuhan, saya 
tidak bisa tidur," ungkap Teddy mengisahkan persimpangan iman yang 
dialaminya.

Kemudian, seorang teman memberikan kalimat pencerahan kepadanya.

"Teman saya berkata, `Andai kamu memiliki anak, akankah kamu 
mengizinkan anakmu melakukan bisnis seperti yang kamu lakukan? Jika 
kamu terus berbisnis seperti itu, kamu akan menuju ke neraka.` Ini 
adalah bukti bahwa Tuhan mengasihi saya," ungkap Teddy.

"Bukan hal yang mudah untuk melepaskan semua bisnis dan teman-teman 
kerja saya. Namun, saya terus memohon kepada Tuhan untuk memberikan 
hidup yang baru dan pekerjaan baru. Tuhan membuktikan, perlahan tetapi 
pasti, saya akhirnya mampu melakukan sebuah bisnis yang bersih," ujar 
Teddy.

Teddy menutup semua bisnis lamanya dan merintis sebuah bisnis yang 
baru, sebuah klinik kesehatan elektrik, di berbagai belahan dunia.

"Sepuluh tahun sudah saya belajar bergantung pada Tuhan dan sepanjang 
waktu itu banyak hal hebat terjadi dalam hidup saya. Dahulu, saya 
merasa hati saya seperti terikat dengan rantai yang sangat berat. 
Rasanya sekarang semua ikatan itu terlepas dan saya bebas," kisah 
Teddy mengungkapkan kebesaran Tuhan dalam hidupnya.

Diambil dan disunting dari:
Nama situs: Jawaban.com
Alamat URL: http://www.jawaban.com/read/article/id/2013/1/4/76/120906204620/Kisah-Pertobatan-Pemimpin-Triad-Hongkong-Terima-Yesus.html
Penulis artikel: Tidak dicantumkan
Tanggal akses: 29 Januari 2015


                              POKOK DOA

1. Mari berdoa kepada Tuhan Yesus untuk Bapak Teddy Hung, kiranya 
   pertobatannya menghasilkan kehidupan rohani yang bertumbuh dalam 
   Kristus.

2. Mari berdoa kepada Tuhan Yesus untuk usaha dan pekerjaan Bapak 
   Teddy Hung. Kiranya Tuhan memberkati usaha pekerjaan Bapak Teddy 
   sehingga ia dapat memuliakan Tuhan melalui usaha dan pekerjaannya.

3. Mari berdoa untuk setiap orang Kristen yang belum sepenuhnya 
   mendasarkan iman mereka kepada Yesus. Kiranya Roh Kudus menuntun 
   dan menolong mereka untuk memahami Kristus dan karya keselamatan 
   bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya.


"Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut 
orang mengaku dan diselamatkan." (Roma 10:10)

< http://alkitab.mobi/?roma+10:10 >
< http://alkitab.sabda.org/?roma+10:10 >


Kontak: kisah(at)sabda.org
Redaksi: Amidya, Bayu, dan Yans
Berlangganan: subscribe-i-kan-kisah(at)hub.xc.org
Berhenti: unsubscribe-i-kan-kisah(at)hub.xc.org
Arsip: http://sabda.org/publikasi/kisah/arsip/
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
(c) 2015 -- Yayasan Lembaga SABDA < http://ylsa.org >

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org