Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-wanita/144

e-Wanita edisi 144 (17-9-2015)

Wanita dan Dunia Kerja


______________e-Wanita -- Buletin Bulanan Wanita Kristen______________
                    TOPIK: Wanita dan Dunia Kerja
                       Edisi 144/September 2015

e-Wanita -- Wanita dan Dunia Kerja
Edisi 144/September 2015


Salam kasih dalam Kristus,

Bagaimana kabar Anda, Sahabat Wanita? Kiranya hari-hari Anda dipenuhi 
dengan sukacita, baik dalam keluarga, pekerjaan, maupun dalam dunia 
pelayanan. Rutinitas, kesibukan, maupun tekanan yang dihadapi oleh 
wanita Kristen yang bekerja acapkali membuat perasaan lelah, stres, 
bahkan depresi melanda. Tidak jarang hal tersebut malah berdampak 
dalam relasi keluarga atau berbagai bidang kehidupan wanita yang lain. 
Tuntutan hidup yang tinggi pada saat ini tampaknya semakin memperparah 
masalah tersebut. Lalu, bagaimana para wanita Kristen dapat mengatasi 
tantangan itu, baik sebagai wanita pekerja, pelayan Kristus, maupun 
sebagai ibu rumah tangga? Publikasi e-Wanita edisi September ini akan 
mengulas artikel yang akan berbicara mengenai masalah tersebut, yang 
kami harap dapat memberikan wawasan dan landasan yang tepat bagi Anda, 
para wanita Kristen yang bekerja. Damai sejahtera dan sukacita dari 
Kristus kiranya selalu melingkupi hari-hari Anda.

Pemimpin Redaksi e-Wanita,
N. Risanti
< okti(at)in-christ.net >
< http://wanita.sabda.org/ >


               WAWASAN WANITA: PEKERJAAN SEORANG WANITA

Mary Whelchel menjelaskan bagaimana banyak peranan wanita telah 
berubah dan bagaimana mereka mengatasi perubahan ini.

Mary Whelchel tidak mengenal wanita pekerja Kristen sebaik Kristus 
mengenal mereka, tetapi dia mengerti nasib mereka yang unik yang 
dijelaskannya dalam judul yang panjang untuk suatu alasan.

Mereka Kristen. Mereka bekerja. Mereka wanita. Setiap elemen memiliki 
serangkaian percobaan, penghargaan, tantangan, dan barangkali bahkan 
tujuan yang tidak dapat dicapai. Namun, Whelchel, seorang penulis dan 
penyiar radio yang menjadi penasihat untuk wanita pekerja Kristen, 
juga mengerti ada teladan Alkitab untuk para wanita yang jadwal 
bercabang-tiganya terlalu panjang dan yang harinya terlalu pendek.

Sejak Kristus hadir di dalam dunia, sudah ada wanita pekerja Kristen. 
Kita mengetahui salah satu dari contoh-contoh yang paling awal pada 
pasal yang ke-10 dalam kitab Lukas, di mana seorang gadis yang bernama 
Marta dengan buru-buru menyiapkan makanan untuk Tuhan dan mengeluh 
karena saudarinya, Maria, tidak ikut membantu.

Meskipun dengan teguran Yesus yang lembut tapi abadi kepada Marta, 
dilema para wanita yang seperti Marta tetap ada sampai hari ini. 
Sering kali, cahaya yang paling terang dalam hidup banyak wanita 
adalah lilin yang mereka bakar pada kedua sisinya. Whelchel gemar 
mengingatkan para wanita pekerja Kristen tersebut bahwa Yesus yang 
sama yang menenangkan Marta di kota kecil Betania adalah Yesus yang 
sama yang bisa menenangkan Anda dalam dunia Anda yang terlihat begitu 
besar. Sebagaimana yang dikatakan Whelchel dalam sebuah wawancara 
dengan redaksi In Touch,

"Sangat sulit untuk menemukan keseimbangan yang tepat antara 
pekerjaan, rumah tangga, gereja, dan semua topi lain yang ingin Anda 
pakai atau memang Anda pakai. Entah Anda sudah menikah atau belum, 
entah Anda memiliki anak, atau entah Anda ibu tunggal, tetap terdapat 
sebuah benang merah -- mencoba menjadi Wanita Super dan mendapati 
bahwa Anda tidak bisa, dan membiasakan diri pada fakta bahwa Anda 
harus mengecewakan orang lain dan Anda tidak bisa melakukan semuanya 
secara bersamaan. Dan, Anda tidak bisa melompat melewati lingkaran 
semua orang. Tidak ada jalan.

Semua pelajaran itu datang dengan keras, khususnya, saya pikir, untuk 
wanita, karena kita pada dasarnya adalah pengasuh, pemecah masalah, 
dan penghibur, yang kesemuanya bersifat sebagai patokan. Dengan 
demikian, sulit bagi kita untuk menerima bahwa kita tidak bisa 
melakukan semua hal yang ingin kita lakukan."

Whelchel memberi telinga yang berempati pada program radio 
nasionalnya, The Christian Working Woman (Wanita Pekerja Kristen -
Red.), di sekitar 400 stasiun radio. Bukunya yang ke-6, "How To Thrive 
from 9 to 5" (Cara Menjadi Berhasil Semenjak jam 9 hingga jam 5 sore -
Red.), menjelaskan bagaimana wanita bisa melakukan lebih dari sekadar 
bertahan dalam pekerjaan -- atau dalam rumah tangga -- karena untuk 
banyak wanita, tempat kerja merupakan sebuah istirahat.

Mengandalkan prinsip-prinsip Alkitab dan pengetahuan langsung pada 
dilema mereka yang bermata dua, Whelchel gemar dengan simbolis menaruh 
lengannya di sekitar rekan-rekannya yang berjuang keras. Dia mengerti 
keadaan sulit di mana beberapa wanita merasa mereka lebih mengerti 
tentang komuter (penglaju - Red.) daripada berkomunikasi dengan 
keluarga mereka, atau mereka lebih mengerti tentang kehidupan anak-
anak rekan kerja mereka daripada anak-anak mereka sendiri, atau mereka 
tahu bahwa meja kerja mereka lebih tertata daripada rumah mereka.

Dan, di atas semuanya itu, mereka menantikan akhir pekan untuk 
membersihkan rumah dan mencuci baju. Terkadang, satu-satunya ritme 
dalam hidup mereka tampaknya bergema dari dengungan drum pada sebuah 
mesin cuci. Memang benar, banyak yang merasakan hidup mereka 
membosankan.

Andalkanlah Tuhan dan firman-Nya untuk meminta bimbingan. Hal ini 
mengharuskan Anda menghabiskan waktu bersama Bapa surgawi untuk 
berbicara kepada-Nya dan melihat apa yang ingin Dia katakan kepada 
Anda. Whelchel menyarankan untuk menjadikannya kebiasaan di pagi hari 
karena pagi hari, menurutnya, adalah saat di mana hari Anda menang 
atau kalah.

"Matius 6:33 .... Anda tidak bisa mengingkarinya. Ketika Anda `mencari 
terlebih dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya`, yang masih harus 
menjadi prioritas tertinggi kita, maka semuanya akan berlangsung 
dengan semestinya. Karena kita datang kepada Tuhan setiap hari dan 
berkata, `Untuk hari ini, apakah yang menjadi prioritas-Mu?`"

"Inilah yang saya pikir terlewatkan oleh banyak dari kita: Kita 
menganggap keinginan Tuhan sebagai sesuatu yang bersifat jangka 
panjang, yang tentu saja, memang benar. Namun, Anda harus 
menghidupinya setiap hari," katanya. Anda harus datang kepada Tuhan 
setiap hari dan berkata, "Inilah jadwal saya hari ini. Apa yang ada 
dalam daftar ini yang tidak Engkau inginkan ada? Apa yang saya 
lewatkan dalam daftar ini yang Engkau inginkan ada? Di manakah saya 
salah meletakkan prioritas saya?"

Berhentilah untuk mencoba melakukan segala sesuatu. Setelah Anda 
berdoa kembali dan mengatur daftar prioritas Anda, tetaplah berpegang 
padanya. Jangan tiba-tiba merasa jijik dengan jendela keruh yang 
membuat Anda bergegas pulang setelah rapat yang menghabiskan waktu, 
dan mengeluarkan sabun dan air setelah Anda memulai makan malam. Itu 
adalah blus yang sedang Anda pakai. Bukan sebuah jubah pahlawan super.

"Bukan berarti kita tidak akan menjadi lelah. Bukan berarti kita tidak 
akan menjadi lesu. Yesus sering kali lelah dan lesu karena melakukan 
pekerjaan Bapa-Nya, tapi Ia juga mengerti kapan waktunya menarik dan 
mengesampingkan diri dan menyuruh murid-murid-Nya, dan memiliki waktu 
untuk beristirahat dan waktu untuk pemulihan, dan Ia juga tahu 
bagaimana untuk mengatakan tidak," kata Whelchel. "Orang-orang akan 
berkata, `Mari, kita punya sebuah kota yang menanti Anda untuk 
berkhotbah.` Dan Ia akan berkata, `Tidak, Aku akan pergi ke kota 
lain.` Satu orang berkata, `Hakim, damaikanlah perkara antara saudara 
saya dan saya ini.` Dan, Ia berkata, `Tidak, itu bukanlah tugasku.` 
Jadi, Yesus tidak berusaha untuk menjadi segalanya untuk semua orang, 
dan Ia mengecewakan orang-orang."

"Sangat melegakan bagi saya hari di mana Anda akhirnya mengerti bahwa 
Anda tidak berangkat untuk mengecewakan orang-orang, tetapi pada saat 
mengerjakan keinginan Bapa Anda akan mengecewakan mereka," kata 
Whelchel. "Anda hanya harus mengerti hal itu dan berkata, `Selama saya 
menyenangkan Bapa, maka saya tidak perlu terlalu khawatir pada 
pendapat orang.`"

Apa pun tugas yang Anda merasa diarahkan untuk mengerjakannya, 
usahakanlah untuk mengerjakannya dengan baik. Hanya saja jangan 
bersikeras untuk kesempurnaan. Bahkan, ketika terkadang suami atau bos 
Anda menginginkan Anda agar bebas dari kesalahan, Kristus tahu bahwa 
itu tidaklah mungkin.

"Saya mengenal wanita yang menghabiskan begitu banyak waktu dan tenaga 
mereka mencoba untuk menjaga rumah tangga mereka sempurna mutlak. Bagi 
mereka, dalam hati mereka, itulah tandanya seorang wanita yang sukses. 
Namun, Anda tidak akan menemukannya dalam Alkitab," kata Whelchel. 
Mungkin, Anda belajar untuk melepaskan beberapa dari hal-hal itu dan 
berkata, "Kesempurnaan akan membunuh saya." Sedikit debu pada 
perabotan tidak benar-benar memengaruhi hidup seseorang sebanyak itu.

"Itu adalah sebuah tantangan. Percayalah pada saya, saya tidak 
memilikinya tepat waktu. Saya hanya tahu bahwa ketika saya mencoba 
untuk melakukan sesuatu terlalu banyak, maka semuanya mulai menjadi 
kacau dalam hidup saya: jalan saya dengan Tuhan, hubungan saya dengan 
orang lain, produktivitas saya, keefektifan saya untuk Tuhan. Saya 
merasa terbeban. Saya menjadi marah," kata Whelchel. Kemudian, saya 
berhenti dan berkata, "Siapa yang membuatmu melakukan semua ini? Kamu 
sendiri yang mencoba untuk menjadi wanita super. Jadi, mundurlah!"

Wanita pekerja Kristen menetap lebih pada rutinitas yang bisa 
dikerjakan jika setiap hari ia memiliki waktu tenang bersama Tuhan 
sebagai dasarnya. Semua keadaan ini akan terakumulasi ke dalam nilai 
seiring waktu. Kemudian, ketika keputusan monumental muncul --
haruskah saya beralih pekerjaan; haruskah saya bekerja atau berada di 
rumah bersama anak saya? -- dia akan mengetahui prinsip-prinsip 
Alkitab untuk diterapkan sebagai parameter pada pilihan-pilihan yang 
harus diambil.

Tantangan lain bagi wanita pekerja Kristen adalah bagaimana bersaksi 
secara efektif dalam pekerjaan. Banyak wanita bekerja dalam bisnis 
yang didominasi pria atau dalam lingkungan yang jelas-jelas anti-
Kristen. Berbicara untuk Tuhan bisa jadi proposisi yang dipaksakan, 
tetapi Whelchel menyarankan menggunakan Yesus sebagai model Anda.

Ketika Ia menghampiri seorang wanita di sebuah sumur (Yohanes 4), Ia 
tidak berkata, "Bertobatlah dan percayalah kepada-Ku atau engkau akan 
pergi ke neraka." Sebaliknya, Ia mengembangkan sebuah hubungan yang 
baik, ("Berilah Aku minum", Yohanes 4:7). Ia menggunakan pernyataan 
yang mengundang rasa ingin tahu wanita tersebut ("Barangsiapa minum 
air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-
lamanya", Yohanes 4:14); dan kemudian Ia membagikan kepadanya 
kebenaran ("Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau", 
Yohanes 4:26).

Whelchel juga menyarankan memberikan kesaksian pada pekerjaan Anda 
adalah dengan melakukan pekerjaan itu sebaik yang Anda bisa. "Saya 
pikir, orang Kristen seharusnya memiliki reputasi bahwa mereka 
melakukan 110 persen. Mereka mengerjakannya dengan ekstra. Mereka 
memberikan seorang pegawai apa yang mereka janjikan untuknya. Mereka 
tidak mencuri waktu dari pegawai tersebut. Mereka tidak mengeluh dan 
mengomel tentang pegawai tersebut. Sangat berbeda dengan orang lain 
bahwa di dalam dirinya ada kesaksian yang nyaring.

"Pergilah bekerja setiap hari dengan sukacita." Saya selalu berdoa, 
"Tuhan, bantu saya untuk berlimpah dengan syukur, sebagaimana Paulus 
mengungkapkannya. Sebab, jika saya menjalani setiap hari dengan hati 
yang bersyukur, fokus pada hal baik yang terjadi pada saya, yang telah 
Tuhan lakukan untuk saya, bahwa hidup ini begitu baik, maka saya akan 
menjadi orang yang positif. Saya akan berlimpah dengan syukur, dan 
dengan nyata hal itu akan menjadi kesaksian bagi orang-orang di 
sekitar saya."

Yesus memerhatikan bagaimana orang bertindak, apa yang mereka katakan. 
Ia tahu bahwa perkataan dan perbuatan mengungkapkan isi hati mereka. 
Ingat Marta dan Maria dari Betania?

Marta sibuk dengan dapurnya, menyiapkan makanan untuk Tamu 
istimewanya, mencoba serajin mungkin untuk memberi kesan. Sementara 
itu, di kaki Yesus, saudari Marta, Maria, dengan rendah hati dan diam 
mendengarkan Tuhannya, itu adalah contoh yang berharga untuk wanita 
pekerja Kristen pada masa itu dan saat ini.

Dan, Yesus memberi catatan di Lukas 10:41-42: "Marta, Marta, engkau 
kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara; tetapi hanya satu 
saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak 
akan diambil dari padanya." (t/Odysius)

Diterjemahkan dari:
Nama situs: Power to Change
Alamat URL: http://powertochange.com/experience/world/womanswork/
Judul asli artikel: A Woman?s Work
Penulis artikel: Tidak dicantumkan
Tanggal akses: 5 Februari 2015


  STOP PRESS: PUBLIKASI E-KONSEL: BAHAN-BAHAN PELAYANAN KONSELING 
                               KRISTEN

Seiring dengan pesatnya perkembanganya dunia, kompleksitas masalah 
hidup pun semakin meningkat dengan berbagai variasinya. Manusia tidak 
hanya membutuhkan dan mencari materi. Penguatan, bimbingan, dan 
penghiburan pun menjadi "kebutuhan" yang penting di tengah kesasakan 
dan rupa-rupa masalah kehidupan. Ini adalah kesempatan besar bagi 
orang percaya untuk melayani sesama dalam pelayanan bimbingan yang 
alkitabiah! Anda ingin mendapat perlengkapan yang lebih dalam bidang 
pelayanan konseling?

Yayasan Lembaga SABDA < http://ylsa.org > mengajak Anda untuk 
bergabung menjadi pelanggan Publikasi e-Konsel! Publikasi e-Konsel 
menyajikan artikel, bimbingan alkitabiah, tanya-jawab, komunitas 
konselor, tips, dan masih banyak kolom lainnya untuk memperlengkapi 
Anda. Cara berlangganan sangat mudah dan GRATIS! Kirimkanlah email 
Anda ke < subscribe-i-kan-konsel(at)hub.xc.org > atau ke 
< konsel(at)sabda.org > dan setiap Selasa minggu kedua Anda akan 
memperoleh bahan-bahan tertulis dalam email Anda. Jika Anda rindu 
ambil bagian dalam pelayanan konseling, jangan ragu untuk berlangganan 
publikasi e-Konsel.

Dapatkan arsip e-Konsel sejak tahun 2001 di: 
< http://sabda.org/publikasi/e-konsel/arsip/ >


Kontak: wanita(at)sabda.org
Redaksi: N. Risanti dan Mei
Berlangganan: subscribe-i-kan-wanita(at)hub.xc.org
Berhenti: unsubscribe-i-kan-wanita(at)hub.xc.org
Arsip: http://sabda.org/publikasi/e-wanita/arsip
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
(c) 2015 -- Yayasan Lembaga SABDA < http://ylsa.org >

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org