Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-wanita/141

e-Wanita edisi 141 (18-6-2015)

Kecantikan Batiniah


______________e-Wanita -- Buletin Bulanan Wanita Kristen______________
                      TOPIK: Kecantikan Batiniah
                         Edisi 141/Juni 2015
                         
e-Wanita -- Kecantikan Batiniah
Edisi 141/Juni 2015


Salam kasih dalam Kristus,

Masih terkait dengan tema dalam edisi bulan lalu, edisi e-Wanita bulan 
Juni ini akan menyoroti masalah tentang kecantikan wanita, terutama 
dalam hal kecantikan batiniah. Dalam edisi di bulan Juni ini, kami 
akan memberikan wawasan bagi para pembaca e-Wanita untuk menumbuhkan 
kecantikan batiniah, serta renungan yang dapat menjadi bahan refleksi 
kita bersama untuk memikirkan kembali kecantikan apakah yang 
sebenarnya sedang berusaha untuk kita kembangkan saat ini.

Kiranya melalui kedua sajian kami dalam edisi kali ini, pembaca e-
Wanita akan semakin memahami kecantikan seperti apa yang dipandang 
berharga oleh Tuhan, dan yang sekaligus dapat membawa kemuliaan bagi 
nama-Nya.

Tuhan memberkati!

Pemimpin Redaksi e-Wanita,
N. Risanti
< okti(at)in-christ.net >
< http://wanita.sabda.org/ >


           WAWASAN WANITA: MENUMBUHKAN KECANTIKAN BATINIAH
                       Ditulis oleh: N. Risanti

Apakah Anda mengenal seseorang yang tidak memenuhi standar dunia dalam 
hal kecantikan, tetapi Anda melihatnya sebagai seorang wanita yang 
cantik dan simpatik? Dulu, saya menganggap kecantikan fisik adalah 
sesuatu yang sudah berasal "dari sananya", dan beruntunglah orang yang 
dikaruniai anugerah tersebut semenjak lahir. Namun, saya harus 
mengoreksi kembali pemikiran tersebut karena kemudian saya menjumpai 
wanita-wanita yang dalam standar dunia adalah tidak cantik, tetapi 
begitu menarik dan menyenangkan untuk dilihat.

Wanita-wanita yang saya maksudkan ini adalah wanita-wanita beriman, 
yang berasal dari segala jenis golongan, tingkat pendidikan, bahkan 
usia. Wanita-wanita tersebut bahkan tidak mengenakan make up, tidak 
mengikuti mode atau tren hidup terbaru, dan mereka hanya berpakaian 
dengan amat sederhana. Akan tetapi, wajah mereka teduh, pancaran mata 
mereka bersinar ramah, tutur bahasa mereka hangat, senyum mereka 
tulus, dan mereka memiliki sifat-sifat yang baik. Semua itu membuat 
mereka menjadi pribadi yang menarik sehingga saya, Anda, serta siapa 
pun juga pasti akan senang berada di dekat wanita-wanita seperti itu. 
Mereka itulah wanita-wanita yang memiliki kecantikan batiniah, yang 
nilainya jauh melebihi kecantikan fisik yang hanya mengetengahkan apa 
yang tampak di luar dan bersifat sementara.

Sebagai pengikut Kristus, saya rasa sudah seharusnya kita berupaya 
untuk menumbuhkan kecantikan batiniah kita. Bukan semata-mata untuk 
dianggap cantik dan menarik, atau hanya karena kita ingin menutupi 
kekurangan fisik yang tidak dapat kita terima. Akan tetapi, lebih dari 
itu, karena kita tahu bahwa dengan mengembangkan kecantikan batiniah, 
kita akan mampu menghadirkan kemuliaan Allah di dalam diri kita. 
Dengan menjadi pribadi yang ramah, rendah hati, tulus, dan menunjukkan 
sikap penguasaan diri serta pemikiran yang positif, kita akan menarik 
banyak orang kepada Kristus. Hal itu tidak akan terjadi jika kita 
justru menampilkan sifat-sifat yang negatif dan cenderung memikirkan 
diri sendiri.

Untuk menumbuhkan kecantikan batiniah di dalam diri kita, ada beberapa 
hal yang harus kita lakukan. Dan tentu, tidak ada cara instan yang 
dapat memunculkannya, selain bahwa kita perlu berlatih, berproses, 
bergumul, dan yang terutama, berelasi dengan Allah secara terus-
menerus. Nah, berikut adalah hal-hal yang harus kita lakukan untuk 
terus menumbuhkan manusia batiniah kita yang akan memancarkan 
kemuliaan Allah dalam diri kita, dan dipandang sangat berharga di 
hadapan Allah.

1. Menjalin relasi yang dekat dengan Allah.

Dengan menumbuhkan relasi yang dekat dengan Allah, kita akan semakin 
mengasihi Allah, dan itu akan mengubah segala sesuatu dalam diri kita: 
cara pandang kita, cara hidup kita, dsb.. Kita tidak lagi dikuasai 
oleh roh-roh duniawi dan keinginan daging, sebaliknya hidup oleh Roh. 
Kehidupan yang dipimpin oleh Roh akan memampukan kita untuk 
menghasilkan buah-buah roh, yaitu kasih, sukacita, damai sejahtera, 
kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan 
penguasaan diri (Galatia 5:22-23). Jika sifat-sifat tersebut adalah 
sifat-sifat yang mengisi hati dan pikiran kita senantiasa, sifat-sifat 
itu akan terpancar dengan sendirinya melalui kehidupan yang kita bawa 
dan jalani setiap hari.

2. Menyediakan waktu-waktu khusus untuk Allah.

Bagaimana kita dapat menumbuhkan relasi yang dekat dengan Allah? 
Dengan menyediakan waktu setiap hari untuk membaca firman-Nya, berdoa, 
bersaat teduh, dan beribadah. Kita tidak hanya akan semakin mengenal 
pribadi Allah dan kehendak-Nya dengan senantiasa melakukan semua hal 
tersebut, tetapi juga sekaligus menumbuhkan iman kita di dalam fondasi 
yang tepat. Yeremia 17:7-8 menyatakan dengan jelas apa yang akan 
terjadi dalam hidup ini apabila kita senantiasa mengandalkan hidup 
kepada-Nya, "ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang 
merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami 
datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir 
dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah".

Ketika hidup seorang wanita senantiasa berada di dekat Allah, ia 
senantiasa akan mengalami sukacita dan damai sejati, yang tidak dapat 
diperoleh dari usaha untuk mempercantik diri selama berjam-jam. ,
3. Bermula dari pikiran.

"Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, 
semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap 
didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah 
semuanya itu." Saya rasa, Filipi 4:8 ini menjadi ayat yang sangat baik 
bagi kita untuk mulai berpikir positif saat ini. Pemikiran positif 
bukan saja akan menimbulkan karakter dan sifat yang baik, tetapi 
terlebih lagi akan menentukan ke arah mana hidup kita akan dibawa. 
Wanita-wanita yang berpikir baik dan positif akan membawa pengaruh 
yang positif kepada lingkungannya dan menjadi bagian dari penyelesaian 
masalah. Mereka biasanya bertindak lebih efektif dan tidak menyia-
nyiakan waktu mereka untuk melakukan hal-hal yang tidak berguna yang 
akan membawa mereka kepada masalah. Pikirkan salah seorang tokoh 
wanita terkemuka dalam Alkitab, dan saya rasa Anda akan mendapati 
mereka semua adalah wanita dengan pikiran yang positif dan mulia, yang 
dipakai secara efektif oleh Allah untuk menjadi berkat bagi banyak 
orang.

Lagi pula, Anda tidak suka berada di dekat seseorang yang suka 
mengeluh dan selalu mengatakan hal-hal yang buruk, baik tentang 
dirinya, orang lain, maupun situasi yang ada di sekitarnya, bukan? 
Wanita yang berpikir positif akan selalu menarik dan menyenangkan 
orang-orang di sekitarnya.

4. Memiliki kasih dan kepedulian.

Ketika Anda mengasihi Allah, Anda akan mengasihi sesama. Itu bukan 
sesuatu yang terpisah karena Anda mengetahui bahwa Allah yang Anda 
kasihi adalah juga Allah yang sangat mengasihi manusia, termasuk kita 
yang sudah ditebusnya. Tidak mudah bagi dunia ini untuk mengasihi, 
tetapi bagi kita yang sudah mengalami hidup yang baru di dalam 
Kristus, mengasihi adalah sebuah panggilan, dan bukan pilihan. Relasi 
kita dengan Allah atau pengetahuan kita yang dalam mengenai firman 
Tuhan, sesungguhnya akan sia-sia jika tidak kita aplikasikan dengan 
mengasihi sesama. "Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu" 
dan, "... hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih 
mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah 
mengampuni kamu," ujar Rasul Paulus dalam Efesus 4:2; Efesus 32 memberikan 
kita arah dan kejelasan bahwa kasih harus berwujud dalam praktik dan 
perbuatan.

Tanpa hidup yang memiliki kasih, maka seperti dikatakan oleh Rasul 
Paulus, "aku bukanlah apa-apa." (1 Kor.13:2, AYT Draft). Lebih jauh 
lagi, ketika kita menjadi pribadi yang selalu bersedia untuk mendukung 
dan membantu sesama, kesempatan untuk memberitakan Injil akan menjadi 
lebih terbuka bagi kita.

5. Rasa syukur.

"Aku akan bersyukur kepada-Mu, sebab aku dibuat dengan dahsyat dan 
ajaib; ajaib perbuatan-Mu, dan jiwaku benar-benar mengetahuinya." 
(Mazmur 139:14, AYT Draft). Pada akhirnya, ketika kita menjadi pribadi 
yang penuh dengan rasa syukur atas segala yang telah dikerjakan-Nya 
dalam hidup kita, kita akan mampu merefleksikan hidup yang penuh 
dengan sukacita dan berkemenangan. Kita tidak akan pernah mengeluh 
atau menyesali apa yang telah terjadi, kecuali bersyukur dan bersyukur 
atas segala kasih dan anugerah Tuhan yang besar terhadap diri kita. 
Tidak ada kondisi, keadaan fisik, atau bahkan penderitaan yang dapat 
memisahkan kita dari kasih Tuhan, dan itu adalah sesuatu yang amat 
berharga dalam hidup ini, yang tidak dapat digantikan oleh apa pun.

Mungkin, beberapa fase atau tahapan dalam kehidupan harus kita lalui 
sebelum mencapai titik seperti yang dialami oleh pemazmur ketika 
menuliskan ayat di atas. Akan tetapi, tidak ada pencapaian yang tidak 
dimulai dari langkah awal. Karena itu, mari kita mulai lebih banyak 
bersyukur saat ini, dan mulai lebih banyak tersenyum dengan memikirkan 
semua kebaikan Tuhan. Percaya atau tidak, hidup Anda akan banyak 
diubahkan ketika Anda telah sering melakukannya.

Sumber bacaan:

1. Overton, Roger. 2009. "Beauty in the Bible". Dalam 
   http://afcmin.org/ateam/1481/beauty-in-the-bible
2. Heeren, Jennifer. 2012. "A Guide to True Beauty". Dalam 
   http://www.crosswalk.com/faith/women/a-guide-to-true-beauty.html
3. St. James, Rebecca. 2005. "Rebecca St. James: True Beauty". Dalam 
   http://www.cbn.com/family/Youth/Sheteen_beauty.aspx
4. Kendra. "What Others Think About You". Dalam 
   http://www.christianwomenrock.com/what-others-think.html


                  RENUNGAN WANITA: KECANTIKAN SEJATI

Budaya kita mendorong perempuan untuk menumbuhkan kecantikan yang 
hanya terletak di permukaan. Namun, Allah memerintahkan kita untuk 
mengejar kecantikan batin yang sangat berharga. Seorang wanita yang 
menumbuhkan kecantikan batin, yang takut akan Allah dan hidup untuk 
melayani orang lain, akan membuat perbedaan dalam kehidupan 
masyarakat. Kecantikannya akan membuat dampak yang abadi pada 
kehidupan yang disentuhnya.

Kecantikan yang mana yang kita usahakan untuk bertumbuh? Apakah kita 
dengan sengaja menumbuhkan kecantikan batin, atau kita lebih 
memperhatikan penampilan luar? Cara kita memikirkan dan mengurus 
penampilan pribadi kita benar-benar menjadi cermin dari hati kita. 
Dengan mencerminkan, baik motivasi yang saleh atau motivasi egois, 
kita mengungkapkan apakah prioritas kita adalah untuk menumbuhkan 
kecantikan batin atau kecantikan luar.

Berikut ini adalah "cek hati", yaitu tes untuk tujuan pemeriksaan diri 
yang berisi pertanyaan-pertanyaan untuk membantu kita membedakan 
pikiran, motif, dan tujuan kita, yang berkaitan dengan masalah 
kecantikan.

- Apakah sehari-hari saya menghabiskan lebih banyak waktu merawat 
  penampilan pribadi saya daripada melakukan studi Alkitab, doa, dan 
  ibadah?

- Apakah saya menghabiskan uang yang berlebihan pada pakaian, rambut, 
  dan riasan, atau semua itu adalah sesuatu yang memuat penghormatan 
  kepada Allah?

- Apakah saya ingin menurunkan berat badan agar "merasa lebih baik 
  dengan diri sendiri", atau apakah saya ingin melakukan disiplin diri 
  bagi kemuliaan Allah?

- Apakah saya ada dalam pencarian untuk menjadi langsing demi 
  mengesankan orang lain, atau apakah saya berusaha untuk menumbuhkan 
  kebiasaan makan yang menghormati Allah?

- Apakah saya berolahraga untuk mencoba membuat atau mempertahankan 
  "sosok yang baik", atau apakah saya berolahraga untuk menguatkan 
  tubuh saya untuk melakukan pelayanan kepada Allah?

- Apakah ada sesuatu tentang penampilan saya yang saya harapkan bisa 
  berubah, atau apakah saya sungguh-sungguh bersyukur kepada Tuhan 
  atas cara-Nya menciptakan saya?

- Apakah saya iri dengan penampilan orang lain, ataukah saya benar-
  benar senang ketika saya mengamati perempuan lain yang lebih menarik 
  secara fisik daripada saya?

- Apakah saya menginginkan isi lemari orang lain, atau apakah saya 
  benar-benar bersukacita ketika wanita lain mampu membayar dan 
  membeli pakaian baru?

- Ketika saya menghadiri sebuah acara atau kegiatan, apakah saya 
  dengan berdosanya membandingkan diri dengan orang lain, atau apakah 
  saya pergi dengan meminta Tuhan untuk menunjukkan siapa yang saya 
  cintai dan bagaimana saya melakukannya?

- Apakah saya pernah berpakaian tidak sopan dengan maksud untuk 
  menarik perhatian pada diri sendiri, atau apakah saya selalu 
  berpakaian dengan cara yang menyenangkan Tuhan?

Mengajukan pertanyaan-pertanyaan ini secara konsisten dapat membantu 
kita menyaring nilai-nilai duniawi dan menumbuhkan hati untuk 
melakukan prioritas Allah. (t/N. Risanti)

Diterjemahkan dari:
Nama situs: Revive our Hearts
Alamat URL: https://www.reviveourhearts.com/articles/true-beauty-1/
Judul asli artikel: True Beauty
Penulis artikel: Carolyn Mahaney
Tanggal akses: 20 Januari 2015


Kontak: wanita(at)sabda.org
Redaksi: N. Risanti dan Mei
Berlangganan: subscribe-i-kan-wanita(at)hub.xc.org
Berhenti: unsubscribe-i-kan-wanita(at)hub.xc.org
Arsip:http://sabda.org/publikasi/e-wanita/arsip
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
(c) 2015 -- Yayasan Lembaga SABDA <http://ylsa.org>

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org