Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-wanita/40

e-Wanita edisi 40 (23-7-2010)

Kasih dalam Pernikahan

_________e-Wanita -- Milis Publikasi Wanita Kristen Indonesia_________
                    Topik: Kasih dalam Pernikahan
                          Edisi 40/Juli 2010
______________________________________________________________________
                              MENU SAJI

- SUARA WANITA
- RENUNGAN WANITA: Kasih ..."Sampai Maut Memisahkan Kita"
- DUNIA WANITA 1: Cara Berkomunikasi
- DUNIA WANITA 2: Pernikahan dalam Aspek Hukum
- WAWASAN WANITA: Menjaga Supaya Kasih Anda Tetap Hidup
- WOMEN TO WOMEN: Tangisan Seorang Ibu
- STOP PRESS: 40 Hari Mengasihi Bangsa Dalam Doa
- EDISI BERIKUTNYA
______________________________________________________________________
- SUARA WANITA

  Shalom,

  Sahabat Wanita, perjalanan sebuah pernikahan tidak selalu mulus
  tanpa masalah. Ada kalanya goncangan terjadi dalam kehidupan berumah
  tangga. Namun sebagai orang Kristen, Sahabat Wanita tidak perlu
  khawatir dalam menghadapi goncangan. Pernikahan adalah cermin bahwa
  kita mengasihi Allah dan juga pasangan kita. Segala sesuatu tidak
  akan berarti apa-apa jika dilakukan tanpa kasih. Ada beberapa hal
  penting yang sangat berguna supaya kehidupan pernikahan kita menjadi
  lebih baik, diberkati dan juga menjadi berkat bagi yang lain.

  Dalam artikel-artikel ini akan dijelaskan apa saja yang seharusnya
  dilakukan agar tercipta kehidupan pernikahan yang berkenan di hati
  Allah. Semoga edisi ini dapat menjadikan sahabat wanita lebih lagi
  dalam mengasihi Allah dan juga pasangan hidup kita.

  Selamat menyimak dan Tuhan memberkati!

  Redaksi Tamu e-Wanita,
  Santi Titik Lestari
  http://wanita.sabda.org
  http://fb.sabda.org/wanita
______________________________________________________________________

              THE MAN WHO MARRY FOR MONEY WILL EARN IT
______________________________________________________________________
- RENUNGAN WANITA

                KASIH ... "SAMPAI MAUT MEMISAHKAN KITA"

  Kasih Itu Sabar

  Sekalipun kita menginginkan supaya kebutuhan-kebutuhan kita
  terpenuhi dan mimpi-mimpi kita menjadi kenyataan, kita tidak
  menuntut pemenuhan semua keinginan kita itu terjadi dengan segera.
  Kita ingatkan diri kita bahwa hubungan yang tidak terus bertumbuh
  akan mati. Hubungan kita bertumbuh -- karena pernikahan kita itulah
  kekuatan dan perhatian kita.

  Kasih Itu Murah Hati

  Kita akan selalu saling mendengarkan satu sama lain. Kita akan
  memohon kekuatan dari Allah untuk bekerja di dalam kita sementara
  kita berusaha untuk mengerti dan memenuhi kebutuhan pihak lain.

  Ia Tidak Cemburu

  Setiap hari kita akan berkata dan mengungkapkan, "Engkau adalah
  orang yang paling penting dalam hidupku." Dengan merasa aman karena
  memiliki cinta pasangan kita, kita tidak akan membiarkan hubungan
  yang renggang mengancam kita.

  Ia Tidak Memegahkan Diri dan Tidak Sombong

  Karena kita mengetahui bahwa semua talenta dan keberhasilan kita
  adalah pemberian Allah, tidak ada di antara kita yang harus
  "menang", atau menjadi "yang paling penting di mata dunia."

  Ia Tidak Melakukan yang Tidak Sopan

  Kita akan berlaku sopan satu sama lain, penuh pengertian dan
  perhatian seperti kita memperlakukan tamu yang paling terhormat.

  Tidak Mencari Keuntungan Diri Sendiri

  Bagi setiap kita, kepentingan pihak lain itu sama pentingnya dengan
  kepentingan kita.

  Ia Tidak Pemarah

  Dengan mengenali bahwa kemarahan seringkali disebabkan oleh
  keberagaman atau kecemasan yang ditekan, kita akan berusaha untuk
  saling terbuka satu sama lain tentang perasaan kita yang sebenarnya.
  Karena kita saling melindungi, kita akan mengendalikan kata-kata dan
  tindakan kita yang mungkin melukai pihak lain.

  Tidak Menyimpan Kesalahan Orang Lain

  Kadang-kadang kita bisa gagal; kita bisa saling melukai. Namun
  sebagai orang-orang berdosa yang sudah diampuni, kita pun bisa
  mengampuni orang yang bersalah kepada kita tanpa melakukan
  pembalasan dan tanpa menyimpan kesalahan orang lain.

  Ia Tidak Bersukacita Karena Ketidakadilan, Tetapi Karena Kebenaran

  Karena Kristus hidup di dalam kita, kita dapat saling mendukung
  dalam mempelajari firman-Nya dan untuk hidup dalam terang-Nya.

  Ia Menutupi Segala Sesuatu, Percaya Segala Sesuatu, Mengharapkan
  Segala Sesuatu, Sabar Menanggung Segala Sesuatu

  Kita memberikan komitmen sepenuhnya dan selamanya dalam pernikahan
  ini dan terhadap satu sama lain. Bahkan ketika saat-saat sulit
  melanda, kita takkan menyerah; kita akan berjuang, berdoa,
  mengasihi, dan bertumbuh.

  Kasih Tidak Berkesudahan

  Kita menjadi satu di dalam Kristus selamanya. (1 Korintus 13:4-8)

  Diambil dari:
  Judul buku: Cinta, Seks & Allah
  Judul buku asli: Love, Sex & God
  Judul artikel: Kasih ..."Sampai Maut Memisahkan Kita"
  Penulis: Bill Ameiss & Jane Graver
  Penerjemah: Okdriati S. Handoyo
  Penerbit: Yayasan ANDI Yogyakarta, 1998
  Halaman: 105 -- 107
______________________________________________________________________
- DUNIA WANITA 1

                         CARA BERKOMUNIKASI

  Untuk berkomunikasi secara efektif kita tidak bisa hanya menyatakan
  apa yang kita terima melalui pancaindra, menuangkan pikiran,
  perasaan dan kemauan kita dalam bentuk perkataan atau tulisan, serta
  menjelaskan tindakan kita. Kita perlu belajar berbicara untuk diri
  kita sendiri dengan menggunakan kata ganti "aku, saya, -ku", atau
  menggunakan apa yang dinamakan pesan aku, bukan pesan kamu.
  Misalnya, "Saya saat ini masih harus menyelesaikan tugas ini dahulu.
  Bagaimana kalau kita membicarakannya setelah makan malam nanti?"
  "Saya ingin memikirkannya dahulu." "Ini harapanku." Dengan berbicara
  untuk diri sendiri bukannya kita lebih mementingkan diri sendiri,
  tetapi kita sendiri bertanggung jawab atas apa yang kita katakan.
  Setiap pribadi bertanggung jawab sendiri atas perkataannya sendiri.
  Dengan menggunakan pesan aku kita tidak membuat orang lain salah
  paham, bahkan marah, karena sebenarnya kita justru menghormati orang
  lain.

  Dengan pesan aku orang lain tidak berbicara untuk kita. Banyak orang
  memunyai perasaan tidak senang karena haknya dilanggar bila orang
  lain berbicara untuknya. Orang dapat merasa dirinya dituduh bila
  orang lain berbicara untuknya. Misalnya "Anda tidak mendengar apa
  yang saya katakan!" akan dijawab dengan jengkel, "Jangan bicara
  sembarangan! Saya mendengarkan dengan baik!" "Itu sesungguhnya bukan
  apa yang kaukehendaki." Pernyataan seperti itu mungkin akan dibalas
  dengan agak kesal, "Tidak! Justru itulah yang kukehendaki."

  Kedua, untuk berbicara secara efektif, kita perlu mengatakan dengan
  jelas kepada orang lain apa yang kita lihat, dengar, cium, raba, dan
  rasakan, termasuk segala sesuatu yang nyata dan informasi yang kita
  terima dari sumber lain. Misalnya, "Saya melihat lingkaran hitam di
  sekitar mata Anda pagi ini. Kelihatannya Anda lelah. Saya lihat Anda
  telah bekerja sangat keras dalam seminggu ini." Cara berkomunikasi
  dengan memberitahukan apa yang kita terima melalui pancaindra kita,
  membuat pesan kita lebih jelas dan lebih dapat diterima.

  Ketiga, orang yang berbicara secara efektif mengungkapkan
  pikirannya, yaitu apa yang menjadi kepercayaan, tafsiran, dan
  pengharapannya. Misalnya, "Saya kira ini sangat penting." "Saya
  harap Anda menyukainya."

  Keempat, orang yang membagikan perasaannya kepada orang lain akan
  lebih efektif dalam berkomunikasi dibandingkan dengan orang yang
  selalu memendam perasaannya. Bila kita menyatakan perasaan kita
  secara langsung, perasaan itu dapat lebih dimengerti oleh orang
  lain. Misalnya, "Saya sangat gembira dengan cara kita mendekor
  tempat ini." "Saya sangat kecewa akhir-akhir ini Anda terlalu sibuk
  dengan pekerjaan sehingga kita sama sekali tidak ada waktu untuk
  berkomunikasi." Perlu diperhatikan bahwa mengungkapkan perasaan
  tidak sama dengan menyatakan pikiran. Kadang-kadang perasaan dapat
  dinyatakan dengan bahasa non verbal, tetapi ini kurang efektif
  karena kurang jelas dan tidak ada kesempatan untuk berdiskusi.

  Kelima, untuk berkomunikasi secara efektif kemauan dan keinginan
  kita perlu diungkapkan. Dengan demikian diharapkan orang lain dapat
  mengerti secara langsung apa kemauan kita untuk menjadi, melakukan,
  atau memiliki. Misalnya, "Pekerjaan ini menuntut Anda sering keluar
  kota. Saya dan anak-anak sangat kehilangan Anda dan merasa kesepian.
  Bila memungkinkan saya harap Anda dapat pindah pekerjaan." "Saya
  harap kita berdua dapat sungguh-sungguh saling memercayai." Dengan
  mengungkapkan kemauan, suami atau istri dapat mengetahui dengan
  jelas apa yang dikehendaki oleh pasangannya dan mungkin dapat
  membantu realisasi kemauan mereka berdua.

  Keenam, komunikasi yang efektif mengungkapkan dan menjelaskan
  tindakan. Tindakan yang diungkapkan itu dapat berupa tindakan yang
  telah lampau, saat ini sedang dilakukan, atau tindakan yang akan
  datang. Misalnya, "Maaf, tadi saya sedang memikirkan apa yang
  terjadi di kantor, jadi saya tidak mendengar apa yang Anda katakan.
  Tolong saya diberitahu sekali lagi." Menyatakan tindakan juga
  mengutarakan kita sadar akan tingkah laku kita. Hal ini menunjukkan
  kita menghomati orang lain. Demikian juga kalimat "Saya menguap
  terus karena saya baru tidur pukul dua pagi. Saya bukannya bosan
  dengan pembicaraan kita" akan mengurangi kesalahpahaman dalam
  berkomunikasi.

  Komunikasi yang menggunakan keenam cara ini pesannya dapat
  disampaikan dengan jelas dan sempurna. Dalam komunikasi yang penting
  bukan berapa panjang pesan kita, tetapi berapa jelas pesan yang kita
  sampaikan. Mungkin dengan mengombinasikan dua Cara atau lebih, pesan
  kita dapat dimengerti oleh orang lain dengan lebih jelas.

  Yang tidak kalah pentingnya dalam komunikasi adalah mendengar. Suami
  atau istri yang sungguh-sungguh mendengar apa yang dikatakan
  pasangannya, bisa mengerti apa pikiran, perasaan, kemauan, dan
  tindakan pasangannya. Sebagai pendengar yang baik kita berhenti
  sejenak dari kegiatan yang sedang kita lakukan, menatap mata orang
  yang berbicara kepada kita, dan mendengarkan dengan penuh perhatian
  apa yang dikatakannya.

  Suami istri yang mendengarkan dengan baik, memberi kesempatan pada
  pasangannya untuk berbicara sampai selesai. Pembicaraan pasangannya
  tidak dipotong di tengah jalan dengan mengatakan, "Sudahlah! Cukup!
  Saya sudah mengerti kemauanmu dan apa yang akan Anda katakan" lalu
  cepat-cepat pergi. Orang yang berbicara seperti ini sering kali
  dapat memicu kesalahpahaman dan ketidakpuasan. Dia akan dijawab
  dengan kesal, "Hem ... Bagaimana kau dapat mengerti kalau mendengar
  penjelasan saya sampai selesai saja tidak mau!"

  Pendengar yang baik aktif berpartisipasi dengan apa yang dikatakan
  orang lain. Dia bertanya bila merasa kurang jelas, memberikan reaksi
  dan tanggapan tentang apa yang dia dengar, serta orang lain
  diperhatikan dengan serius. Bila Anda berusaha berkomunikasi seperti
  disebutkan di atas, maka tunangan Anda dan kelak pasangan Anda akan
  merasa lebih dimengerti, lebih diperhatikan, dan komunikasi yang
  lebih terbuka dalam keluarga Anda dapat dijalankan.

  Diambil dari:
  Judul buku: Bimbingan Pranikah: Buku Kerja bagi Pasangan Pranikah
  Judul artikel: Cara Berkomunikasi
  Penulis: Dr. Vivian A. Soesilo
  Penerbit: SAAT, Malang 1998
  Halaman:48 -- 50
______________________________________________________________________
- DUNIA WANITA 2

                     PERNIKAHAN DALAM ASPEK HUKUM

  Hak dan Kewajiban Suami Istri

  Dengan telah dipersatukannya seorang laki-laki dan seorang perempuan
  dalam suatu pernikahan, maka mereka yang dahulunya merupakan
  pribadi-pribadi yang "bebas" kini menjadi terikat satu sama lainnya.
  Masing-masing harus mulai membagi segala hal dengan pasangan
  hidupnya, dan dibatasi kebebasannya. Demi untuk terpeliharanya rumah
  tangga yang mereka bangun bersama, maka hukum memberi penuntun
  mengenai hak dan kewajiban suami istri. Beberapa hal yang penting
  ialah:

  1. Hak dan kedudukan istri adalah seimbang dengan hak dan kedudukan
     suami dalam kehidupan rumah tangga dan pergaulan hidup bersama,
     dalam masyarakat.
  2. Suami adalah kepala keluarga dan istri ibu rumah tangga.
     Masing-masing pihak berhak untuk melakukan perbuatan hukum.
  3. Suami istri wajib saling mencintai, menghormati, setia, dan
     memberi bantuan lahir batin yang satu kepada yang lain.
  4. Suami wajib melindungi istrinya dan memberikan segala keperluan
     hidup berumah tangga sesuai dengan kemampuannya.
  5. Istri wajib mengatur rumah tangga sebaik-baiknya.
  6. Jika suami atau istri melalaikan kewajiban masing-masing dapat
     mengajukan gugatan melalui pengadilan.

  Hak dan Kewajiban Orangtua dan Anak

  Hak dan kewajiban antara orangtua dan anak yang disebut sebagai
  anak yang sah adalah anak yang dilahirkan dalam atau sebagai akibat
  adanya perkawinan yang sah. Anak yang dilahirkan di luar perkawinan
  yakni anak yang dilahirkan oleh seorang perempuan tanpa adanya suatu
  perkawinan, hanya memunyai hubungan perdata, dengan ibunya maupun
  keluarga ibunya. Dengan demikian ia hanya menjadi ahli waris bila
  ibunya meninggal (sebab tanpa adanya ikatan perkawinan yang sah,
  maka anak tersebut menurut hukum tidak memunyai ayah yang sah,
  walaupun mungkin wajah si orang laki-laki yang menyebabkan lahirnya
  anak yang bersangkutan diketahui secara jelas).

  Asal-usul seorang anak hanya dapat dibuktikan dengan akte kelahiran
  yang otentik, yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang (Kantor
  Catatan Sipil). Bila akte kelahiran tidak ada (maksudnya bila
  seorang anak tidak memunyai akte kelahiran karena pada waktu
  dilahirkan tidak dilaporkan atau dicatatkan ke kantor catatan
  sipil), maka pengadilan dapat mengeluarkan penetapan tentang
  asal-usul seorang anak setelah diadakan pemeriksaan yang teliti
  berdasarkan bukti-bukti, yang memenuhi syarat menurut hukum. Dengan
  adanya penetapan pengadilan tersebut maka Kantor Catatan Sipil dapat
  mengeluarkan akte kelahiran bagi anak yang bersangkutan.

  Hak dan kewajiban antara orangtua dan anak antara lain adalah:

  1. Kedua orangtua wajib memelihara dan mendidik anak-anak mereka
     sebaik-baiknya. Kewajiban orangtua ini berlaku sampai anak itu
     menikah atau sudah dapat bekerja sendiri secara cukup. (Dan
     kewajiban tersebut tetap berlaku walaupun perkawinan di antara
     mereka putus sekalipun.)

  2. Anak wajib menghormati orangtuanya dan menaati kehendak mereka
     yang baik.

  3. Jika anak telah dewasa ia wajib mengasuh menurut kemampuannya
     orangtua dan keluarga dalam garis lurus ke atas bila mereka itu
     memerlukan bantuannya.

  4. Bagi anak yang belum dewasa yang belum mencapai umur 18 tahun
     atau belum pernah melangsungkan perkawinan berada di bawah
     kekuasaan orangtuanya selama mereka tidak dicabut dari
     kekuasaannya.

  5. Orangtua mewakili anak tersebut mengenai segala perbuatan hukum
     di dalam dan di luar pengadilan.

  6. Orangtua tidak diperbolehkan memindahkan hak, menggadaikan, atau
     menjaminkan barang-barang tetap yang dimiliki anaknya yang belum
     berumur 18 tahun atau belum menikah kecuali apabila kepentingan
     anak itu disetujui. Dalam hal kepentingan si anak menghendakinya,
     maka orangtua yang bersangkutan harus meminta izin persetujuan
     dari pengadilan terlebih dahulu sebelum melakukan pemindahan hak
     dimaksud di atas.

  7. Salah seorang atau kedua orangtua dapat dicabut kekuasaannya
     terhadap seorang anak untuk waktu tertentu atas permintaan
     orangtua yang lain, atau keluarga anak yang bersangkutan, atau
     pejabat yang berwenang, jika orangtua tersebut:

     a. melalaikan kewajibannya terhadap anaknya;
     b. berkelakuan buruk sekali.

     Meskipun orangtua dicabut kekuasaannya terhadap seorang anak,
     orangtua tersebut masih tetap berkewajiban untuk memberi biaya
     pemeliharaan kepada anak yang bersangkutan.

  Perwalian

  Pada umumnya seorang anak yang belum dewasa yang belum mencapai umur
  18 tahun atau belum pernah melangsungkan pernikahan berada di bawah
  kekuasaan orangtuanya. Orangtua tersebut yang mewakili segala
  kepentingan si anak. Tetapi bila seorang anak yang belum dewasa
  tidak berada di bawah kekuasaan orang tuanya (misalnya karena
  orangtua dicabut kekuasaannya atau perkawinan orangtuanya putus
  karena perceraian), maka anak yang belum dewasa tersebut berada di
  bawah kekuasaan seorang wali. Dan perwalian itu menyangkut pribadi
  anak yang bersangkutan maupun harta benda dari anak tersebut.

  Seorang wali berkewajiban untuk mengurus anak yang ada di bawah
  penguasaannya dan harta bendanya dengan sebaik-baiknya dengan
  menghormati agama dan kepercayaan anak yang bersangkutan. Seorang
  wali bertanggung jawab terhadap harta benda anak yang berada di
  bawah perwaliannya dan bertanggung jawab terhadap kerugian yang
  timbul karena kesalahannya atau kelalaiannya. Seorang wali juga
  dapat dicabut dari kekuasaannya dengan suatu keputusan pengadilan
  jika wali tersebut,

  a. melalaikan kewajibannya terhadap anak yang bersangkutan;
  b. berkelakuan buruk sekali.

  Demikianlah catatan mengenai pernikahan dalam aspek hukum.

  Seharusnya hidup bersama dalam ikatan pernikahan suami istri adalah
  hidup bersama selamanya dalam ikatan cinta kasih, tolong menolong,
  membagi suka dan duka, serta beriman kepada Tuhan Yesus Kristus,
  karena dasar hidup suami istri adalah kasih Kristus yang mengasihi
  jemaat-Nya dengan kasih-Nya yang panjang sabar dan tidak
  berkesudahan. Mereka (suami istri) bukan lagi dua, melainkan satu.
  Dan apa yang sudah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan oleh,
  manusia. Dan sebagai catatan akhir saya merasa tertarik dengan syair
  atau puisi yang banyak dijual di toko buku yang berjudul "Wanita".
  Alangkah baiknya bila para suami atau calon suami meresapi
  kata-katanya, dari syair atau puisi tersebut sehingga bisa lebih
  melindungi dan mengasihi istri atau calon istrinya.

  Wanita

  Wanita diciptakan Tuhan dari tulang rusuk pria;
  bukan dari bagian kepalanya agar jangan menguasainya;
  bukan dari bagian kakinya agar jangan diinjak-injaknya.

  Wanita diciptakan Tuhan dari tulang samping pria agar sama
  kedudukannya;
  dekat pada lengannya, agar selalu dilindunginya;
  dan dekat pada hatinya agar senantiasa dicintainya.

  Diambil dan disunting seperlunya dari:
  Judul majalah: Cahaya Buana, Edisi 92/2002
  Judul artikel: Pernikahan dalam Aspek Hukum
  Penulis: S.K. Widjaja, SH.
  Penerbit: Komisi Literatur GKT III Malang
  Halaman: 26 -- 27 dan 32
______________________________________________________________________
- WAWASAN WANITA

                 MENJAGA SUPAYA KASIH ANDA TETAP HIDUP

  Briggs dan Alice Olson saling mencintai selama lebih dari 50 tahun.
  Alice organis di gereja kami di Minnesota, tempat kami pertama kali
  melayani penuh waktu. Briggs ketua panitia pembangunan dan dewan
  pengawas. Mereka seperti orangtua angkat bagi kami. Kami muda,
  orang baru di gereja pertama kami, dan mereka tetangga kami yang
  paling dekat. Hal pertama yang kami perhatikan mengenai mereka
  adalah besarnya cinta seorang terhadap yang lain. Sejak itu kami
  memerhatikan banyak pasangan yang mengasihi, tetapi tidak satu pun
  yang melebihi Briggs dan Alice Olson.

  Dalam memerhatikan pasangan yang sungguh-sungguh mengasihi selama
  bertahun-tahun, saya mencatat bahwa mereka semua memiliki empat
  karakteristik umum. Karakteristik tersebut dapat dikenali sebagai
  "kunci untuk menjaga kasih Anda tetap hidup".

  1. Mereka orang Kristen yang terus-menerus dipenuhi Roh Kudus.
     Mereka tidak sempurna, tidak seorang pun sempurna. Tetapi mereka
     ingin berjalan setiap hari di dalam Roh Kudus, mengetahui bahwa
     buah Roh Kudus yang pertama adalah kasih. Tidak seorang pun dapat
     berjalan di dalam Roh Kudus dan gagal mengasihi pasangannya!

  2. Mereka baik hati, penuh pengertian, dan menghargai pasangannya.
     Saya tidak pernah mendengar Briggs atau Alice, yang sekarang ada
     di surga, mengucapkan kata-kata kasar satu terhadap yang lain.
     Mereka saling menopang, bukan saling menjatuhkan. Psikolog
     modern menyebutnya "stroking". Mereka tidak tahu apa sebutannya,
     mereka hanya melakukan. Kapan saja Anda bersama mereka, Anda akan
     merasa disambut dengan terbuka. Tetapi ketika Anda meninggalkan
     mereka, Anda mengetahui bahwa mereka seperti berbahagia jika
     mereka berdua saja. Hal itu menunjukkan pernikahan yang bahagia.

  3. Mereka tidak menyimpan sesuatu yang negatif.
     Tidak satu pun sempurna -- mereka mengetahuinya, tetapi setiap
     kali mereka berbicara tentang masa lalu, mereka melihatnya secara
     positif. Peristiwa-peristiwa yang disesalkan dan tidak
     menguntungkan jarang diungkit kembali.

  4. Mereka secara terbuka mengucap syukur kepada Allah karena
     menyatukan mereka, dan bersyukur untuk hidup yang produktif dan
     menyenangkan.
     Saya perhatikan orang yang mengucap syukur adalah orang yang
     bahagia, dan orang yang bahagia lebih mudah untuk mengasihi.

  Diambil dan disunting seperlunya dari:
  Judul buku: Ketika Anda Merasa Salah Memilih Pasangan
  Judul asli buku: Opposites Attract
  Judul artikel: Menjaga Supaya Kasih Anda Tetap Hidup
  Penulis: Tim LaHaye
  Penerjemah: Dwi Prabantini
  Penerbit: Yayasan ANDI, Yogyakarta 2000
  Halaman: 373 -- 375
______________________________________________________________________
- WOMEN TO WOMEN

                         TANGISAN SEORANG IBU

  Open Doors mengajak Saudari untuk mengingat kembali tiga orang ibu
  yang menghadapi tantangan iman di tengah kesulitan dan penganiayaan.

  RH

  Tanggal 21 April 2007, MH dibunuh ketika ia sedang bekerja di sebuah
  toko buku Kristen di sebelah utara Irak. MH adalah seorang pengikut
  Kristus dari latar belakang agama lain. Ia menikah dengan RH dan
  mereka memiliki seorang putra bernama Kevin. Open Doors melayani dan
  menguatkan RH. Ketika kami bertemu baru-baru ini, RH menuturkan
  keadaannya sekarang.

  "Hidup saya mulai berjalan normal kembali. Sebuah kehormatan
  mengetahui Anda masih mengingat, mengunjungi, dan berdoa bagi saya,"
  katanya. Ia sekarang mengajar dan menerjemahkan kitab Kisah Para
  Rasul.

  Walaupun demikian, kematian suaminya masih membekas hingga kini.
  "Ketika MH meninggal, saya bermimpi ada sebuah tempat yang gelap dan
  saya sendirian. Dua orang pria datang dan menyakiti saya, lalu
  muncul seseorang yang membawa saya ke sebuah tempat aman."

  "Menurut teman saya, orang itu adalah Yesus yang menyelamatkan saya
  dan memberi damai sejahtera."

  "Tolong doakan saya dan anak saya yang semakin besar. Berdoalah agar
  mereka berhasil dalam hidup. Ayah mereka adalah pahlawan bagi Yesus,
  saya berdoa agar mereka juga hidup sungguh-sungguh dalam Yesus."

  REM

  REM tengah mengandung anak yang kelima dan usia kandungannya dua
  bulan ketika suaminya dibunuh secara brutal oleh kelompok ekstrimis
  pada bulan November 2008 di Jos, Nigeria. Suaminya mencoba
  melindungi gereja yang ia gembalakan.

  Saat bertemu dengan staf Open Doors satu bulan yang lalu, ia masih
  menangis, tidak pasti akan masa depan. "Saya masih takut akan ada
  insiden susulan," katanya. "Saya hanya berserah pada Tuhan."

  REM dan 4 orang anaknya diusir dari rumah mereka. Ia adalah satu
  dari 50 janda yang dibantu Open Doors. Ia menerima bantuan
  kemanusiaan, uang sekolah bagi anak-anaknya, juga mendapatkan
  pelayanan trauma konseling.

  Bulan Mei lalu, REM melahirkan seorang bayi laki-laki. Open Door
  membantu dengan menanggung biaya persalinan. Sekali lagi REM
  menangis, kali ini tangisan bahagia. "Saya sungguh bersukacita,"
  katanya, "Terima kasih untuk saudara seiman yang berdiri bersama dan
  menguatkan saya."

  Enam bulan kemudian Open Doors menerima ratusan surat dari seluruh
  penjuru dunia bagi REM. Ia berkata, "Saya tidak pernah lelah membaca
  surat-surat tersebut. Saya merasa sangat dikuatkan."

  GY

  AL adalah seorang pendeta, satu dari sedikit umat Kristen di tengah
  suku Uighur di Tiongkok. Ia ditangkap pada bulan Januari 2008 dan
  dikenai hukuman 15 tahun penjara bulan Oktober lalu. Istrinya, GY,
  merawat anak-anak mereka, ia tidak bisa berhubungan dengan suaminya
  sejak suaminya ditangkap. Bulan Januari ia meminta Open Doors
  memobilisasi doa bagi suaminya. Katanya:

  "Saya bersyukur pada Tuhan untuk Saudara dan Saudari di seluruh
  dunia yang tidak berhenti bersyafaat setelah mendengar AY ditangkap.
  Terima kasih banyak. Doa Saudara menguatkan kami untuk melangkah
  hingga hari ini."

  "Lebih dari satu kali daya berdoa pada Tuhan sambil menangis,
  `Mengapa Engkau memisahkan kami? Dua tahun tidak cukup? Sekarang
  ditambah 13 tahun? Setiap hari saya mendengar putra saya berdoa,
  `Yesus jika satu dua orang berkumpul dalam nama-Mu, Engkau akan
  menjawab doa mereka, saat ini banyak sekali orang berdoa bagi papa
  dan masih tetap dipenjarakan."

  "Saudara-Saudariku yang terkasih, saya berharap agar semua Saudaraku
  dapat kembali berdoa dan mengetuk hati Tuhan bersama keluarga kami."

  Diambil dan disunting seperlunya dari:
  Nama buletin: Open Doors, Edisi Mei -- Juni 2010
  Penulis: Nina Kelley
  Penerbit: Yayasan Obor Damai Indonesia, Jakarta
  Halaman: 8 -- 9
______________________________________________________________________
STOP PRESS

  Apakah Anda terbeban untuk menanam lutut Anda bagi bangsa-bangsa
  yang belum mengenal Kristus? Kami mengajak Anda meluangkan waktu
  sejenak untuk berdoa bagi saudara-saudara kita, khususnya mereka
  yang akan melaksanakan ibadah puasa.

  Seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun 2010 ini kita akan kembali
  bersatu hati berdoa selama bulan puasa. Jika Anda rindu untuk turut
  ambil bagian berdoa bagi bangsa, kami akan mengirimkan pokok-pokok
  doa ke e-mail Anda untuk menjadi pokok doa kita bersama. Untuk
  berlangganan, silakan kirimkan e-mail ke:

  ==> subscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org

  Bagi Anda yang ingin agar teman-teman Anda pun bisa ikut berdoa
  dengan memakai bahan pokok doa ini, silakan kirimkan alamat e-mail
  mereka ke alamat e-mail redaksi di:

  ==> doa(at)sabda.org

  Untuk mendapatkan bahan pokok doa versi kertas, silakan menghubungi:
     Mengasihi Bangsa dalam Doa
     P.O. Box 7332 JATMI JAKARTA 13560
     E-mail: < pray40daysindo(at)yahoo.com >

  Catatan: [Ganti (at) dengan @ saat mengirim e-mail]

  Harap pemohon pengiriman bahan pokok doa versi kertas mencantumkan:
  Nama jelas:
  Alamat lengkap:
  Kota dan kode pos:
  Provinsi:
  Nama lembaga:
  No. telp./HP:
  E-mail:

  Marilah kita bersama berpuasa dan berdoa untuk Indonesia agar tangan
  Tuhan yang penuh kuasa menolong dan menggugah hati nurani para
  pemimpin bangsa ini untuk bertekad dan bersatu mengeluarkan bangsa
  ini dari kemelut berbagai masalah yang berkepanjangan. Selamat
  menjadi "penggerak doa" di mana pun Anda berada dan biarlah karya
  Tuhan terjadi di antara umat-Nya, khususnya bangsa Indonesia.
  Selamat berdoa.
______________________________________________________________________
- EDISI BERIKUTNYA

  Memiliki penghasilan sendiri atau memiliki jabatan yang cukup
  penting di suatu instansi/perusahaan merupakan impian setiap orang,
  tanpa terkecuali para wanita. Saat ini, banyak wanita yang menempati
  posisi yang cukup strategis dalam pekerjaan. Tak ayal, karena
  aktivitas yang begitu padat yang menuntut kecepatan dan ketepatan,
  para wanita terkadang melalaikan tugas dan tanggung jawab mereka
  sebagai seorang istri dan ibu.

  Edisi yang akan datang (edisi 41 dan 42), secara spesifik akan
  membahas materi seputar wanita yang bekerja. Apakah Anda termasuk di
  dalamnya? Jika ya, maka jangan sampai Anda melewatkan edisi yang
  akan datang. Tuhan Yesus memberkati.
______________________________________________________________________
Korespondensi dan kontribusi bahan dapat dikirimkan kepada redaksi:
< wanita(at)sabda.org > atau < owner-i-kan-wanita(at)hub.xc.org >
______________________________________________________________________
Alamat berlangganan: < subscribe-i-kan-wanita(at)hub.xc.org >
Alamat berhenti: < unsubscribe-i-kan-wanita(at)hub.xc.org >
Arsip e-Wanita: http://www.sabda.org/publikasi/e-wanita
Facebook e-Wanita: http://fb.sabda.org/wanita
Twitter e-Wanita: http://twitter.com/sabdawanita
______________________________________________________________________
Pimpinan Redaksi: Novita Yuniarti
Staf Redaksi: Truly Almendo Pasaribu
Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
Copyright (c) 2010 e-Wanita / YLSA -- http://www.ylsa.org
Katalog SABDA: http://katalog.sabda.org
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati

________________MILIS PUBLIKASI WANITA KRISTEN INDONESIA______________

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org