Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-wanita/33

e-Wanita edisi 33 (8-4-2010)

Peran Wanita dalam Pernikahan

_________e-Wanita -- Milis Publikasi Wanita Kristen Indonesia_________
                 Topik: Peran Wanita dalam Pernikahan
                         Edisi 33/April 2010
______________________________________________________________________
                              MENU SAJI

- SUARA WANITA
- DUNIA WANITA: Istri Bagaikan Permata
- POTRET WANITA: Hana - Tokoh Wanita dalam Alkitab
- WAWASAN WANITA: Komunikasi
- POKOK DOA: Istri Kristen
___________________________________________________________________
- SUARA WANITA

  Shalom,

  Bagi wanita Indonesia, sosok R.A. Kartini tentu sudah tidak asing.
  Beliau adalah salah satu pahlawan wanita Indonesia yang mengangkat
  derajat wanita. Oleh karena itu, tidak berlebihan jika hari lahir
  R.A Kartini, 21 April, ditetapkan sebagai Hari Kartini oleh
  pemerintah Indonesia. Sungguh sebuah prestasi yang luar biasa!

  Keberhasilan R.A. Kartini tidak serta-merta berarti bahwa wanita
  kini bebas melakukan apa saja tanpa aturan. Tetap ada
  batasan-batasan yang harus dipatuhi oleh wanita, khususnya dalam
  pernikahan. Dalam pernikahan Kristen, wanita memiliki peran
  tersendiri yang menjadi kewajiban dan tanggung jawabnya. Allah telah
  menetapkannya dan Alkitab banyak memberikan tuntunan bagi wanita
  untuk dapat melaksanakannya. Mari simak sajian berikut ini untuk
  mengetahui bagaimana wanita bisa menjalankan perannya dalam
  pernikahan.

  Selamat menyimak.

  Pimpinan Redaksi e-Wanita,
  Christiana Ratri Yuliani
  http://wanita.sabda.org
  http://fb.sabda.org/wanita
______________________________________________________________________
- DUNIA WANITA

                        ISTRI BAGAIKAN PERMATA

  Keberhasilan sebuah pernikahan tidak akan pernah bisa dipisahkan
  dari peran seorang istri. Derek Prince pernah mengatakan bahwa istri
  diibaratkan seperti leher bagi kepala suami. Kepala bisa berdiri
  karena ditopang oleh leher yang kuat. Dia menggambarkan bahwa
  seorang istri memiliki pengaruh yang sangat besar. Coba bayangkan
  apa yang akan terjadi dengan kepala kalau lehernya sakit? Apa
  jadinya kepala kalau leher tidak berfungsi? Kepala tidak bisa
  berbuat apa-apa, bukan? Saya sangat percaya bahwa istri memiliki
  peran signifikan bagi keberhasilan sebuah pernikahan.

  "..., suaminya tidak akan kekurangan keuntungan.
  Suaminya dikenal di pintu gerbang, kalau ia duduk bersama-sama para
  tua-tua negeri." (Amsal 31:11b, 23)

  Oleh karena itu, bagi rekan-rekan wanita muda, kualitas-kualitas
  istri yang seperti permata inilah yang harus dikembangkan dalam
  hidupmu selagi engkau belum menikah. Inilah yang akan menjadikanmu
  berhasil saat memegang tanggung jawab sebagai istri sehingga pada
  akhirnya pernikahanmu pun akan berhasil.

  Kualitas 1 - Tunduk

  Tunduk adalah kualitas utama yang harus ada dalam seorang istri.
  Seperti halnya dia tunduk kepada Kristus begitulah seharusnya ia
  tunduk kepada suami. Ini merupakan kualitas utama dan pertama. Jika
  istri tidak mau tunduk, dengan sendirinya sang suami tidak akan
  mampu menjalankan fungsinya.

  "Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan ...
  Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian
  jugalah istri kepada suami dalam segala sesuatu." (Efesus 5:22, 24)

  "Hai istri-istri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya
  di dalam Tuhan." (Kolose 3:18)

  "Demikian juga kamu, hai istri-istri, tunduklah kepada suamimu,
  supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada firman,
  mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan istrinya...
  Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu
  berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya
  kepada Allah; mereka tunduk kepada suaminya." (1 Petrus 3:1, 5)

  Jadi ketundukannya seperti kepada Kristus. Tunduk seperti inilah
  yang membawa kepada pertobatan bagi suaminya.

  Kualitas 2 - Dapat Dipercaya

  Kebenaran firman Tuhan jelas mengatakan bahwa hati suaminya percaya
  kepada istrinya (Amsal 31:11a). Itu berarti sang istri dapat
  dipercaya untuk tetap menjaga kerahasiaan dan memegang perkataan.

  "Demikian pula istri-istri hendaklah orang terhormat, jangan
  pemfitnah, hendaklah dapat menahan diri dan dapat dipercayai dalam
  segala hal." (1 Timotius 3:11)

  "Orang yang dapat dipercaya mendapat banyak berkat." (Amsal 28:20)

  Wanita yang luar biasa adalah wanita yang mampu menjaga lidah.
  Inilah kualitas penting yang harus dikejar para wanita untuk menjadi
  istri yang cakap.

  Kualitas 3 - Baik Hati

  Kualitas yang ketiga yang penting bagi seorang wanita adalah baik
  hati, kecenderungan hatinya untuk selalu melakukan kebaikan kepada
  suaminya ataupun kepada orang lain. Dia tidak pelit, baik dalam
  keuangan maupun dalam menyediakan tenaga untuk membantu orang lain.

  "Ia berbuat baik kepada suaminya dan tidak berbuat jahat sepanjang
  umurnya." (Amsal 31:12)

  "Perempuan yang baik hati beroleh hormat." (Amsal 11:16a)

  "Orang yang baik hati akan diberkati, karena ia membagi rezekinya
  dengan si miskin." (Amsal 22:9)

  "[H]idup bijaksana dan suci, rajin mengatur rumah tangganya, baik
  hati dan taat kepada suaminya, agar firman Allah jangan dihujat
  orang." (Titus 2:5)

  Kualitas 4 - Rajin

  Dia dikenal sebagai wanita yang rajin mengatur rumah tangga dan
  dalam tanggung jawab lain (pekerjaan).

  "Ia mencari bulu domba dan rami, dan senang bekerja dengan
  tangannya. Ia serupa kapal-kapal saudagar, dari jauh ia mendatangkan
  makanannya. Ia bangun kalau masih malam, lalu menyediakan makanan
  untuk seisi rumahnya, dan membagi-bagikan tugas kepada
  pelayan-pelayannya perempuan. Ia membeli sebuah ladang yang
  diingininya, dan dari hasil tangannya kebun anggur ditanaminya. Ia
  mengikat pinggangnya dengan kekuatan, ia menguatkan lengannya. Ia
  tahu bahwa pendapatannya menguntungkan, pada malam hari pelitanya
  tidak padam. Tangannya ditaruhnya pada jentera, jari-jarinya
  memegang pemintal. Ia memberikan tangannya kepada yang tertindas,
  mengulurkan tangannya kepada yang miskin. Ia tidak takut kepada
  salju untuk seisi rumahnya, karena seluruh isi rumahnya berpakaian
  rangkap. Ia membuat bagi dirinya permadani, lenan halus dan kain
  ungu pakaiannya.
  Ia membuat pakaian dari lenan, dan menjualnya, ia menyerahkan ikat
  pinggang kepada pedagang.
  Ia mengawasi segala perbuatan rumah tangganya, makanan kemalasan
  tidak dimakannya." (Amsal 31:13-22, 24, 27)

  "[H]idup bijaksana dan suci, rajin mengatur rumah tangganya, baik
  hati dan taat kepada suaminya, agar firman Allah jangan dihujat
  orang." (Titus 2:5)

  Kualitas 5 - Tertawa akan Hari Depan

  Kualitas yang penting bagi seorang wanita adalah percaya bahwa
  Allahlah yang memegang masa depannya. Tidak khawatir akan hari
  depan! Berani memercayakan hidupnya kepada Allah untuk masa
  depannya. Bahkan menaruh hidupnya dalam tangan Tuhan karena hanya
  Dia yang tahu dan mengerti yang terbaik di dalam hidupnya (Yeremia
  29:11).

  Seorang wanita yang tidak mengalami terobosan dalam hal ini bisa
  menyebabkan rencana Allah gagal atas keluarganya; istri Lot adalah
  contohnya. Hidupnya terikat akan harta duniawi sehingga saat
  diperintahkan Tuhan untuk meninggalkan itu semua, hatinya tidak
  berpaut kepada rencana Allah, tetapi kepada harta yang dimilikinya.
  Saya begitu yakin akar dari semuanya itu adalah kekhawatiran akan
  hari depan. Apakah yang terjadi dengan hidupnya? Firman Tuhan
  mengatakan dengan jelas bahwa dia menjadi tiang garam (Kejadian
  19:26) dan suaminya menurunkan keturunan yang akhirnya menjadi musuh
  bagi bangsa Israel, yaitu bangsa Amon dan Moab (Kejadian 19:36-38).

  Inilah firman Tuhan tentang kualitas ke-5 yang harus dimiliki setiap
  wanita:

  "Pakaiannya adalah kekuatan dan kemuliaan, ia tertawa tentang hari
  depan." (Amsal 31:25)

  Kualitas 6 - Lidahnya Lemah Lembut

  Jujur saja, saya benci dengan wanita "ember" (bocor mulut atau suka
  meleter atau menggosip). Salah satu kualitas istri bagaikan permata
  adalah lidahnya lembut.

  Saya begitu yakin lidah bisa lembut dikarenakan hatinya juga lembut.
  Firman Allah mengatakan bahwa apa yang dari hati meluap keluar
  melalui lidah dan perkataan kita. Tidaklah mungkin dari hati yang
  pahit keluar perkataan yang menguatkan, pasti kepahitanlah yang juga
  muncul. Tahukah Anda kisah kedua belas pengintai yang dikirim Musa
  untuk menyelidiki tanah Kanaan? Kesepuluh pengintai yang dikirim
  oleh Musa tidak diijinkan Allah untuk masuk Tanah Kanaan, bahkan
  mereka mati di padang belantara! Alkitab mengatakan bahwa mereka
  dilarang masuk karena menyampaikan kabar busuk kepada seluruh bangsa
  sehingga bangsa Israel memberontak kepada Allah (Bilangan 13:32-33).

  Penulis Amsal menegaskan kualitas istri bagai permata melalui firman
  yang berbunyi:

  "Ia membuka mulutnya dengan hikmat, pengajaran yang lemah lembut ada
  di lidahnya." (Amsal 31:26)

  Kualitas 7 - Takut akan Tuhan

  "Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi istri
  yang takut akan TUHAN dipuji-puji." (Amsal 31:30)

  Kitab Pengkhotbah ditutup dengan "Akhir kata dari segala yang
  didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada
  perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban bagi setiap
  orang." Dua perintah itu merupakan dua kewajiban utama yang harus
  dipegang setiap orang percaya karena Allah akan membawa setiap
  perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang
  tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat. Hanya dua hal ini yang
  disarikan oleh raja Salomo yang mampu memberikan kepuasan total.

  Takut akan Tuhan adalah kesadaran akan kekudusan, keadilan, dan
  kebenaran-Nya sebagai pasangan terhadap kasih dan pengampunan-Nya.
  Takut akan Tuhan berarti memandang Dia dengan kekaguman dan
  penghormatan kudus serta menghormati-Nya sebagai Allah karena
  kemuliaan, kekudusan, keagungan, dan kuasa-Nya yang besar. Takut
  akan Tuhan yang benar akan menyebabkan orang percaya menaruh iman
  dan kepercayaan untuk beroleh selamat hanya kepada-Nya (Keluaran
  14:31, Mazmur 85:10, 103:11, 115:11, 130:4). Akhirnya takut akan
  Tuhan meliputi kesadaran bahwa Dialah Allah yang marah terhadap dosa
  dan berkuasa untuk menghukum mereka yang melanggar hukum-hukum-Nya
  yang adil, baik dengan segera maupun dalam kekekalan (Mazmur 76:8-9,
  Ibrani 10:31).

  Seorang wanita harus belajar untuk takut akan Tuhan karena:
  1. Kuasa-Nya yang besar selaku Pencipta segalanya dan semua bangsa
     (Mazmur 33:6-9, 96:4-5, Yunus 1:9).
  2. Ia adalah Allah yang kudus (Wahyu 15:4). Oleh karena itu, kita
     harus memisahkan diri dan melawan dosa.
  3. Berkat-berkat yang kita peroleh (Mazmur 130:4; 1 Samuel 12:24,
     Yeremia 5:24).
  4. Allah adil sehingga Ia akan menghukum seluruh umat manusia
     (Ulangan 17:12-13, Yesaya 59:18-19, Maleakhi 3:5, lbrani 10:26-
     31).

  Bekat-berkat dari hidup dan takut akan Tuhan antara lain:
  1. Kita akan hidup taat kepada perintah-perintah-Nya (Ulangan 5:29, 6:2, 24, 8:6, 10:12, 13:4, 17:19, 31:12, Mazmur 112:1, 119:63).
  2. Membenci dosa dan menjauhkan diri dari kejahatan (Amsal 3:7, 8:13, 16:6).
  3. Memperoleh hikmat (Mazmur 111:10, Amsal 1:7, 9:10).
  4. Mengajar anak-anak kita untuk membenci dosa (Ulangan 4:10, 6:1-2,
     6-9).
  5. Lanjut usia (Ulangan 6:2, Amsal 10:27).
  6. Berhati-hati dan menahan diri dalam pembicaraan (Amsal 10:19,
     Pengkhotbah 5:2, 6-7).
  7. Melindungi kita dari keruntuhan hati nurani dan daya tahan moral
     kita.
  8. Hidup murni dan suci (Mazmur 19:10).
  9. Menyembah Dia dengan segenap hati (Mazmur 22:24).
  10. Memperoleh kekayaan, kehormatan, dan kehidupan (Amsal 22:4).
  11. Hidup tenteram, perlindungan, dan sumber kehidupan (Amsal 14:26-
      27).
  12. Penyediaan kehidupan sehari-hari (Mazmur 34:10, 111:5).
  13. Hidup bahagia (Pengkhotbah 8:12-13).

  Saya percaya dengan kesetiaan mengembangkan kualitas-kualitas inilah
  maka seorang perempuan muda akan mengalami kedahsyatan janji Tuhan
  yang berbunyi:

  "Berilah kepadanya bagian dari hasil tangannya, biarlah perbuatannya
  memuji dia di pintu-pintu gerbang!" (Amsal 31:31)

  Diambil dan disunting seperlunya dari:
  Judul buku: Love Never Fails
  Penulis: Budi Abdipatra
  Penerbit: Penerbit ANDI, Yogyakarta 2007
  Halaman: 99 -- 108

______________________________________________________________________
- POTRET WANITA

                  HANA -- TOKOH WANITA DALAM ALKITAB
                          (1 Samuel 1-2)

  Dia adalah salah seorang dari dua istri Elkana. Dia lebih
  dikenal sebagai ibunya Samuel; salah satu nabi Israel.

  Hana mandul, sehingga Penina, istri Elkana yang lain, menggunakan
  keadaan itu untuk menyakitinya. Suatu perbuatan yang kejam untuk
  dilakukan. Hal ini terjadi dari tahun ke tahun hingga menyebabkan
  kepedihan yang mendalam bagi Hana.

  Keinginan hati yang tidak dikabulkan menyebabkan rasa sakit yang
  mendalam. Namun, bukannya membiarkan rasa sakit membuatnya pahit
  hati kepada Tuhan, Hana malah menggunakan rasa sakit hatinya sebagai
  sebuah katalisator untuk berdoa (1 Samuel 1:12-20).

  Allah selalu mendengar doa orang benar yang disampaikan dengan
  kesungguhan hati (Yakobus 5:16). Ingatlah bahwa Kristus telah
  membenarkan kita (1 Korintus 1:30) dan karena itu kita juga bisa
  dengan penuh keberanian menghampiri-Nya untuk menerima apa yang kita
  minta dari-Nya (Ibrani 4:14-16).

  Wanita yang dikasihi Tuhan, apakah engkau memiliki kerinduan yang
  kelihatannya tidak dikabulkan Tuhan. Curahkanlah isi hati Anda
  kepada Tuhan. Mungkin kita tidak mengerti apa yang kita alami, namun
  satu hal yang pasti, mereka yang percaya kepada Allah tidak akan
  dipermalukan.

  Hana adalah seorang pendoa. Dia mengalami apa yang kebanyakan dari
  kita menyebutnya "getirnya kehidupan". Dia tidak menyerah. Dia
  mencari Allah. Dia mencurahkan seluruh isi hatinya kepada-Nya, dan
  Dia menjawab dan mengabulkan keinginannya.

  Perhatikan bahwa keadaan Hana berubah setelah pertemuannya dengan
  Allah. Dia mulai menjalani kehidupan normalnya kembali (1 Samuel
  1:18).

  Sesuatu telah berubah di dalam hati Hana sebelum anaknya lahir. Dia
  percaya kepada Allah sebelum dia melihat hasilnya.

  Tidak lama kemudian, Hana melahirkan Samuel. Setelah anaknya
  disapih, Hana menyerahkannya kembali kepada Tuhan (1 Samuel
  1:24-28).

  Semua ibu tahu bahwa waktunya akan tiba (atau telah tiba) saat
  anak-anak mereka beranjak dewasa dan meninggalkan mereka. Itulah
  saatnya untuk membiarkan mereka pergi, tidak lagi menahan dan
  mengekang emosi mereka. Inilah waktunya untuk berhenti memengaruhi
  mereka. Biarkanlah mereka menjadi apa yang Allah kehendaki atas
  mereka.

  Hal ini mungkin termasuk mengajak dan mendoakan mereka. Membiarkan
  mereka pergi dan menggenapi kehendak Allah. Anda akan selalu menjadi
  orang tua mereka, namun bukan lagi pemandu mereka. Bagi beberapa
  orang tua, hal ini tidaklah mudah. Mungkin Anda akan menitikkan air
  mata. Namun, hal itu adalah sesuatu yang benar untuk dilakukan
  (Kejadian 2:24).

  Mereka mungkin berada di dekat Anda dan sering mengunjungi Anda,
  tapi kini mereka sudah bebas dari Anda dalam banyak hal.

  Allah memakai Hana untuk menunjukkan kepada kita bahwa hal ini tidak
  mustahil. Untuk seseorang memperlakukan anaknya seperti yang
  dilakukan Hana. Bahkan, saat dia tahu bahwa anak merupakan pemberian
  Allah. Kita diberi hak istimewa untuk merawat, membimbing, dan
  mendidik mereka dan kemudian membiarkan mereka menjalani kehidupan
  mereka sendiri.

  Kisah Hana berakhir dengan ucapan syukur dan kemuliaan yang
  diberikannya kepada Allah (1 Samuel 2:1-11). Hidupnya sempurna.
  Kenyataan bahwa dia harus menunggu sesuatu tidak berarti hidupnya
  telah berakhir.

  Menunggu sesuatu bukanlah suatu kutukan. Bahkan, Allah selalu
  memakainya untuk mendatangkan anugerah jika kita tetap percaya
  kepada-Nya. Tetaplah percaya kepada Allah. Itulah yang disampaikan
  kepada Anda dari kehidupan Hana. (t/Setya)

  Diambil dan diterjemahkan dari:
  Nama situs: The Living Word Library
  Judul artikel asli: Hannah - Women of the Bible
  Penulis: Tidak dicantumkan
  Alamat URL: http://www.wordlibrary.co.uk/article.php?id=161&type=bible
______________________________________________________________________
- WAWASAN WANITA

  Keutuhan pernikahan akan tetap dapat terus dijaga bila setiap
  pasangan mau untuk saling belajar dan berusaha. Salah satu
  di antaranya adalah belajar berkomunikasi dengan baik dan berusaha
  untuk menerapkannya. Berikut saran-saran yang bisa dilakukan bersama
  pasangan.

                              KOMUNIKASI

  Buatlah daftar pribadi tentang inventaris kemampuan berbicara dan
  mendengarkan Anda. Dapatkah sepuluh perintah tentang komunikasi yang
  baik berikut ini membantu mempererat hubungan Anda?

  1. Kemukakan perasaan dan frustrasi Anda dengan jujur, tanpa
     menyalahkan atau menyerang.

  2. Pilihlah kata-kata, ekspresi, serta nada suara yang baik dan
     sopan.

  3. Jangan membesar-besarkan, mengurangi atau memotong kebenaran.
     Hindari kata-kata tajam seperti "tidak pernah" dan "selalu".

  4. Berikan contoh yang spesifik; hindari contoh yang umum.

  5. Carilah penyelesaian daripada memperkeruh suasana.

  6. Dengarkan apa yang pasangan Anda katakan, rasakan dan perlukan.

  7. Jangan mau tinggal di dalam kepahitan, kemarahan, penarikan diri,
     atau argumentasi.

  8. Akuilah kegagalan Anda sendiri dan jangan ragu untuk mengampuni.

  9. Teruslah berkomunikasi sampai Anda dan pasangan mengerti apa yang
     masing-masing katakan dan rasakan.

  10. Latihlah mulut dan hati Anda untuk mengatakan hal-hal yang benar
      di saat yang pas dengan cara yang baik dan dengan alasan yang
      tepat.

  Bacaan: Efesus 4:29-32; Yakobus 3:1-12. (t/Ratri)

  Diterjemahkan dari:
  Judul buku: Couples` Devotional Bible; New International Version
  Judul asli artikel: Weekending; Communication
  Penulis artikel: Gary dan Betsy Ricucci
  Penerbit: Zondervan Publishing House, Michigan 1994
  Halaman: 653
______________________________________________________________________
- POKOK DOA

  1. Mengucap syukur untuk keberadaan istri-istri Kristen yang takut
     akan Tuhan. Doakan agar semakin banyak wanita-wanita Kristen yang
     dapat meneladani sikap mereka

  2. Doakan agar setiap istri-istri Kristen dapat memosisikan diri
     sebagai pasangan yang tepat, sehingga ia dapat menopang suaminya
     dengan baik.
_______________________________________________________________________
Korespondensi dan kontribusi bahan dapat dikirimkan kepada redaksi:
< wanita(at)sabda.org > atau < owner-i-kan-wanita(at)hub.xc.org >
______________________________________________________________________
Alamat berlangganan: <subscribe-i-kan-wanita(at)hub.xc.org>
Alamat berhenti: <unsubscribe-i-kan-wanita(at)hub.xc.org>
Arsip e-Wanita: http://www.sabda.org/publikasi/e-wanita
Facebook e-Wanita: http://fb.sabda.org/wanita
______________________________________________________________________
Pimpinan Redaksi: Christiana Ratri Yuliani
Staf Redaksi: Novita Yuniarti
Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
Copyright(c) e-Wanita 2010 / YLSA -- http://www.ylsa.org
Katalog SABDA: http://katalog.sabda.org
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati

________________MILIS PUBLIKASI WANITA KRISTEN INDONESIA______________

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org