Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2015/11/29

 
 

Minggu, 29 November 2015


Mazmur 47

Judul: Dialah Allah dan Raja Kita
Sebagai umat Allah, sudah selayaknya kita beribadah dan menyembah Dia dengan sepenuh hati. Amat disayangkan, ibadah zaman sekarang dipenuhi oleh hiburan demi kesenangan umat semata, dan bukan dipenuhi oleh penghormatan demi kemuliaan Tuhan. Berbeda sekali dengan cara pemazmur mengajak umat Allah beribadah. Dalam Mazmur 47 ini, pemazmur memberikan alasan utama mengapa umat harus menyembah Tuhan. Karena Ia adalah Raja segala raja (3, 7, 8, 9). Sebagai Tuhan dan Raja, Allah patut ditinggikan dan dimuliakan sebab Ia Mahatinggi (3), Tuhan yang dahsyat (3), Raja yang besar (3), Raja seluruh bumi (8), bersemayam di atas tahta yang kudus (9), dan sangat dimuliakan (10). Kekuasaan dan kebesaran-Nya sungguh luar biasa, namun Ia bersedia memilih dan mengasihi umat-Nya (5).

Dengan segala atribut dan keagungan Allah yang demikian, tidak mengherankan jika respons yang dicatat oleh pemazmur untuk ditujukan kepada Allah penuh dengan antusiasme dan sukacita. Misalnya, bertepuk tangan (2), elu-elukan (2), sorak-sorai (6), diiringi sangkakala (6), dan umat diajak untuk bermazmur demi Dia (7-8 disebutkan hingga 5 kali).

Bagaimanakah dengan kita? Adakah kita juga menyadari bahwa Allah kita adalah Allah yang besar dan luar biasa? Adakah kita mengamini bahwa Ia adalah Raja di atas segala raja? Jika iya, lalu bagaimana dengan ibadah kita terhadap-Nya? Masih adakah antusiasme dan sukacita ketika kita menghadap hadirat-Nya dan menyembah Dia? Atau justru ibadah kita beribadah dipenuhi kesenangan dan hiburan belaka?

Marilah kita menyembah-Nya dengan yang benar. Beribadah kepada-Nya dengan penuh hormat dan takut akan Dia, karena Dialah Raja di atas segala raja, Tuhan kita. [MFS]

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 
 

1999-2015 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA).
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber tulisan dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org