Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-sh/2020/04/16

Kamis, 16 April 2020 (Minggu ke-1 sesudah Paskah)

Bilangan 1
Penghitungan Keturunan Israel

Usaha untuk membuat silsilah keluarga tentu tidak mudah. Si pembuat perlu mengurutkan tiga atau empat generasi sebelumnya. Selain itu, mereka harus bisa mengetahui berapa banyak jumlah keturunan, baik yang masih hidup maupun yang sudah mati. Tugas ini tentu sangat membingungkan, apalagi jika tidak ditopang data yang akurat.

Hal itulah yang terjadi pada bangsa Israel setelah mereka keluar dari Mesir. Kondisi mereka yang semula hidup sebagai budak memerlukan perubahan. Kasih sayang Allah kepada bangsa Israel tampak dalam firman-Nya kepada Musa di padang gurun Sinai untuk menghitung semua laki-laki (2) yang berumur 27 tahun ke atas dan yang sanggup berperang (3) serta menunjuk pendamping Musa dan Harun, yaitu para kepala suku Israel (4-16).

Kemudian Musa dan Harun menyusun silsilah orang-orang Israel menurut kaum-kaum yang ada dalam setiap suku mereka (17-54). Kita perlu memahami penghitungan keturunan Israel ini dari perspektif pembentukan sebuah bangsa. Pada saat itu, bangsa Israel memerlukan pemimpin dan angkatan perang untuk mempertahankan diri. Angkatan perang bangsa Israel ini adalah eks budak. Perubahan dari budak menjadi laskar sangat penting, mengingat adanya tantangan yang mengancam keberadaan bangsa Israel.

Allah menata bangsa Israel sedemikian rupa sehingga mengesankan sebagai bangsa yang rapi tersusun dan teratur. Melalui penghitungan ini, Allah menyusun barisan orang-orang Israel menjadi lebih terstruktur. Allah mempersiapkan mereka untuk melakukan perjalanan di padang gurun dan memasuki Tanah Perjanjian nantinya.

Umat Allah pada masa kini juga merasakan pemeliharaan-Nya. Tantangan kita saat ini adalah menjadi umat yang mampu bersatu dalam satu barisan pembawa damai. Bersama dengan umat beragama yang lain, kita bisa berkontribusi dengan menjiwai gaya hidup cinta damai. Kita perlu lebih banyak menyuarakan perdamaian. Kita perlu lebih banyak menggumuli perbedaan ketimbang memusuhinya. Jadi, masuki barisan sebagai prajurit pembawa damai. [AST]

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org