Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2018/02/24

Sabtu, 24 Februari 2018 (Minggu Pra-Paskah 1)

Do ut Des (Latin) berarti aku memberi supaya aku diberi. Hukum ini tampaknya lazim dalam hubungan transaksional. Bahkan dalam relasi manusia dengan Tuhan. Ketika sudah memberi, tentu yang kita harapan adalah hal yang baik, apalagi dalam relasi manusia dengan Allah. Namun, bagaimana jika pemberian-Nya tidak seperti yang diharapkan?

Pertanyaan sederhana yang mendasar ditanyakan Petrus saat sudah berkurban segalanya bagi Yesus. Bukankah Yesus pernah berkata betapa sukarnya seorang kaya masuk surga ketimbang seekor unta (Mrk. 10:23-25). Petrus membutuhkan jawaban yang pasti atas apa yang sudah dilakukannya. Apakah semua pengurbanannya tidak ada arti bagi Tuhan? Tidak-kah Yesus dapat membalas semua komitmen mereka yang meninggal segala sesuatu demi mengikut Yesus? Setiap orang dapat mengira-ngira tentang apa yang akan diperolehnya dengan percaya kepada Yesus. Nyatanya Yesus memberikan jawaban mendalam atas apa yang ditanyakan salah seorang murid-Nya.

Jawaban Yesus hendak meneguhkan komitmen mereka bahwa menjadi pengikut Yesus berarti harus menanggung risiko yang berat. (bdk. Mrk. 8:34-35). Yesus menghendaki totalitas dari murid-muridNya agar mereka setia dan giat bersaksi tentang keselamatan dalam diri-Nya. Kekhawatiran dan ketakutan mereka tidak beralasan sama sekali. Keutamaan menyerahkan hidup bagi Tuhan membuktikan bahwa hidup kita berada dalam pimpinan dan pemeliharaan Tuhan. Berkat material dan aniaya adalah paket lengkap hidup bersama Yesus. Yang satu berasal dari Tuhan dan yang lainnya sebagai risiko yang ditanggung karena nama Yesus.

Yesus tidak sedang berkompromi dengan harapan manusia. Ia tidak mempromosikan kepercayaan guna membebaskan manusia dari derita jasmani sesaat. Pilihan untuk mengubah nasib dan tidak tahan dengan kesengsaraan menjadikan mereka berkompromi dengan ilah lain. Do ut Des 'memberi supaya menerima'. Apakah Anda sudah mendapat apa yang ingin terima Anda terima dari Yesus? [ETY]


Baca Gali Alkitab 7

Markus 8:27-9:13

Yesus menegaskan kepada para murid bahwa Mesias harus menderita sengsara, bahkan mati sebelum bangkit. Suatu pengajaran yang sulit diterima oleh para murid mengingat konsep mesianik mereka sebagai orang Yahudi bahwa Mesias yang akan melepaskan umat Allah dari penjajahan musuh. Para murid perlu diteguhkan untuk tetap memercayai dan menerima bahwa Yesuslah Mesias sejati.

Apa saja yang Anda baca?
1. Apa pandangan dari beragam orang tentang Tuhan Yesus?
2. Di tengah-tengah beragamnya pandangan orang-orang tersebut, apa pandangan para murid yang diwakili Petrus (27-30)?
3. Apa yang Yesus ajarkan kepada para murid tentang Mesias (31)? Apa respons Petrus (32)? Mengapa Yesus menegur Petrus dengan keras (32)?
4. Apa syarat menjadi pengikut Tuhan Yesus (34)? Mengapa harus demikian (35-38)?
5. Bagaimana Allah meneguhkan para murid bahwa Yesus adalah Mesias yang diutus Bapa dan telah dinubuatkan sejak masa Perjanjian Lama (9:2-13)?

Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Apa konsep Mesias yang diajarkan Tuhan Yesus? Apa bedanya dengan konsep Mesias orang Yahudi pada masa itu?
2. Apa yang harus siap diterima oleh seseorang yang mau mengikut Tuhan Yesus?
3. Apa bukti bahwa Tuhan Yesus adalah Mesias sejati?

Apa respons Anda?
1. Siapakah Mesias yang Anda percayai? Mengapa Anda yakin bahwa Dia adalah Mesias Anda?
2. Apa saja yang akan Anda lakukan sebagai pengikut Mesias sejati?

Pokok Doa:
Agar gereja sepenuhnya mengajarkan dan memberitakan bahwa Yesus adalah satu-satunya Juru Selamat manusia.

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org