Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2016/12/24

Sabtu, 24 Desember 2016 (Minggu Adven ke-3)

Matius 1:1-17
Kemesiasan Yesus dalam Silsilah

Bagi sebagian pembaca, perikop ini mungkin terasa membosankan dan tidak terlalu menarik. Akan tetapi, ada alasan mengapa penulis Injil Matius menulis tentang silsilah Yesus pada bagian awal dari kitabnya.

Perlu diketahui bahwa konteks pembaca Injil Matius adalah orang-orang Yahudi. Bagi mereka, silsilah seseorang sangatlah penting (bdk. Kej. 5:10; 1Taw. 1-9). Selain itu, Matius juga ingin meyakinkan orang Yahudi bahwa Yesus yang diwartakannya sesungguhnya adalah Mesias yang kedatangannya telah dinanti-nantikan oleh bangsa Yahudi. Perhatikan cara Matius menuliskannya: kemesiasan Yesus dinyatakan (1) dan dibuktikan (2-17). Pada akhir perikop ini, Matius menegaskan kembali kemesiasan Yesus dengan merangkumkan bahwa Ia berasal dari keturunan Abraham (1, 17; bdk. Kej. 22:18) dan Daud (1, 17; bdk. Yes. 11:1-2, 10).

Dalam silsilah yang menegaskan kemesiasan Yesus, ada empat nama wanita yang dicantumkan meski memiliki latar belakang yang kurang baik dari sudut pandang Yahudi. Hal ini menarik karena mencantumkan nama wanita dalam silsilah orang Yahudi saja merupakan sesuatu yang tidak lazim. Terlebih lagi, beberapa wanita tersebut dianggap memiliki latar belakang yang tidak baik. Contohnya, Tamar bersikap seperti perempuan sundal (3; bdk. Kej 38); Rahab adalah perempuan sundal (5; bdk. Yos. 2, 6); Istri Uria-Betsyeba adalah pezina (6; bdk. 2Sam. 11) dan Rut, meski baik hati namun ia berasal dari bangsa non-Yahudi (5; bdk. Rut 1:4).

Dalam keagungan silsilah kemesiasan Yesus, Allah menyatakan belas kasihan dan kemurahan-Nya dengan berkenan memakai orang-orang berdosa dan penuh kelemahan dalam silsilah Yesus. Tujuannya, sebagai alat Allah yang ikut serta berperan dalam rencana keselamatan-Nya untuk menghadirkan Kristus dalam dunia yang berdosa. Tak terkecuali para wanita tersebut yang dalam pandangan masyarakat Yahudi tidak diperhitungkan dan dianggap rendah. Sungguh besar kasih anugerah Allah bagi seluruh manusia berdosa. [MFS]

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org