Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-sh/2016/06/08

Rabu, 8 Juni 2016 (Minggu ke-4 sesudah Pentakosta)

Ulangan 32:1-25
Angkatan yang Bengkok

Nas ini lebih cocok disebut nyanyian Allah. Musa hanyalah perantara yang dipakai Allah untuk mengungkapkan isi hati-Nya tentang kondisi umat-Nya (Ul. 31:19, 30). Dalam nyanyian ini diceritakan tentang kebaikan serta kesetiaan Allah dan pengkhianatan bangsa Israel terhadap Allahnya.

Dalam pembuka nyanyian tersebut, Musa memuji dan bersaksi tentang siapakah Allah dan apa karya-Nya dalam ciptaan-Nya. Bagi Musa, Allah itu setia, adil, benar, sempurna, dan dapat diandalkan. Karena itu, segala ciptaan-Nya patut memberi hormat kepada Penciptanya (1-4). Tetapi Allah seperti ini telah dihina dan dikhianati oleh umat-Nya. Di sini, bangsa Israel dilukiskan sebagai angkatan yang bengkok dan tidak jujur (5-6). Ibarat air susu dibalas dengan air tuba, yaitu tindakan kebaikan dibalas dengan tindakan kejahatan.

Dalam kedegilan hati dan tegar tengkuk, bangsa Israel lupa diri siapakah yang selama ini memberikan rahmat kepada mereka dan nenek moyangnya. Mereka lupa bahwa apa yang dimiliki saat ini merupakan hasil pemberian Allah atas ikatan perjanjian-Nya dengan nenek moyang mereka (7-9). Allah seperti induk rajawali yang begitu sabar dan teliti merawat Israel yang adalah biji mata-Nya (10-11). Dalam status sebagai budak, Allah telah membuat orang-orang Israel menjadi bangsa yang merdeka dan berdaulat. Ia maju memerangi bangsa-bangsa Kanaan agar umat-Nya mendapat tempat untuk menetap. Ia memberkati umat-Nya dengan hasil bumi berlimpah-limpah (12-14).

Kemakmuran dan kenyamanan hidup telah membuat bangsa Israel lupa akan Allahnya. Dengan gampangnya hati mereka beralih kepada allah bangsa lain (15, 17-18). Mereka telah melukai dan menyakiti hati Allahnya sehingga Ia bangkit melawan dan memerangi umat-Nya tanpa belas kasihan (16, 19-22). Ia mengirim pelbagai malapetaka dan bencana melanda bangsa pilihan-Nya. Tidak dibiarkan orang-orang Israel dapat hidup dengan tenang. Kehidupan umat-Nya penuh dengan teror dan horor (23-25).

Jangan bermain dengan kesucian Allah. Sebab murka-Nya sulit untuk dipadamkan. [TG]

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org