Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-sh/2016/05/07

Sabtu, 7 Mei 2016 (Minggu Paskah ke-6)

Ulangan 15:1-23
Penghapusan Utang = Ingat Masa Lalu

Israel memperoleh berkat dari TUHAN secara melimpah. Namun masih ada sebagian orang Israel yang kekurangan. Mereka ini dapat meminjam uang atau apapun kepada orang Israel lain yang lebih mapan. Apabila pada tahun ketujuh belum dapat dilunasi, maka bagi orang Israel berlaku penghapusan hutang (1-2). Mereka hanya boleh menagih hutang dari bangsa lain (3). Inilah cara TUHAN untuk meniadakan orang-orang miskin di antara mereka. Bangsa Israel tidak boleh menahan diri untuk memberi pinjaman terhadap saudaranya yang miskin, termasuk ketika mendekati tahun ketujuh (7-8). Demikian juga dalam perbudakan. Seorang budak Ibrani harus diberi kebebasan pada tahun ketujuh, bahkan dibekali dengan limpahnya (12-14). Bila budak itu memilih tinggal menjadi budak, maka dia diberi tanda menjadi budak selama-lamanya (16-17). Orang Israel tidak dirugikan ketika harus melepas budaknya, karena selama 6 tahun sebelumnya budak itu bekerja tanpa dibayar (18).

Israel juga dituntut untuk mempersembahkan anak sulung lembu sapi dan kambing dombanya yang tanpa cacat atau keburukan kepada TUHAN. Persembahan ini harus mereka makan di tempat yang TUHAN tetapkan (19-20). Sementara daging binatang yang kurang layak dipersembahkan dapat dimakan di tempatnya sendiri, tetapi tidak boleh memakan darahnya (21-23). Ketika Israel melakukan hal ini, nyata kesadaran mereka akan berkat TUHAN. Ini menjadi bukti ketaatan mereka mendengar dan melakukan perintah-Nya (4-5). Mereka harus ingat keadaan mereka yang dahulu sebagai budak dan penebusan yang TUHAN berikan kepada mereka (15). Ketaatan mereka disertai janji berkat TUHAN yang membuat Israel secara keseluruhan dapat memberi pinjaman bahkan menguasai banyak bangsa (6).

TUHAN menuntut orang percaya menaati setiap perintah-Nya. Setiap kita menurut berkat yang TUHAN berikan tidak boleh mengeraskan hati untuk menolong sesama yang membutuhkan. Ingat, tanpa pertolongan TUHAN, maka kita bukan siapa-siapa dan tidak punya apa-apa! [TNT]


Baca Gali Alkitab 1

Ulangan 15:1-23

Aturan penghapusan utang merupakan salah satu ketetapan Allah yang bertujuan untuk mendidik umat-Nya memiliki belas kasihan terhadap saudara seiman. Mereka diwajibkan bukan hanya memberi pinjaman, tetapi juga harus bersukacita apabila terjadi pemutihan utang-piutang.

Apa saja yang Anda baca?
1. Apa harus dilakukan bangsa Israel pada tahun ketujuh dalam hal utang-piutang dan bagaimana caranya (1-2)?
2. Mengapa ada perbedaan sikap antara orang asing dengan saudara seiman dan apa alasannya (3-6)?
3. Apa yang patut dilakukan oleh orang-orang Israel terhadap saudaranya yang miskin dan apa sebabnya (7-11)?
4. Hukum yang bagaimana harus diterapkan bagi kaum budak (12-15, 18)?
5. Bagaimana jika seorang budak tetap ingin bersama tuannya dan apa yang harus dilakukan oleh majikannya (16-17)?
6. Apa ketentuan Allah mengenai kurban bakaran (18-23)?

Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Mengapa hukum penghapus utang-piutang itu penting di mata Allah?
2. Tindakan apa yang patut kita ambil saat melihat saudara seiman yang hidupnya dalam kemiskinan?

Apa respons Anda?
1. Pengakuan dosa seperti apa yang akan Anda katakan kepada Allah berkenaan dengan perlakuan terhadap sesama?
2. Tekad apa yang hendak Anda lakukan dalam waktu seminggu untuk Allah bagi sesama?

Pokok Doa:
Ajari kami Tuhan untuk tidak terjerat oleh harta benda, melainkan memakainya untuk menolong sesama.

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org