Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-sh/2015/02/27

Jumat, 27 Februari 2015

Lukas 13:31-35
Mengenai kematian Kristus

Judul: Mengenai kematian Kristus
Kata kunci perikop ini ialah ‘membunuh’ dan ‘dibunuh. Di satu sisi, beberapa orang Farisi, yang mungkin simpatisan Yesus mengingatkan Dia bahwa Herodes hendak membunuh-Nya (31). Herodes dahulu telah memenggal kepala Yohanes Pembaptis (9:9), mungkin merasa cemas karena mengira korbannya itu bangkit lagi dalam diri Yesus (9:7). Julukan yang Yesus berikan kepada Herodes, si serigala mungkin untuk menunjukkan alasannya hendak membunuh Yesus, yaitu demi keamanan dirinya sendiri. Di sisi lain, Yesus sedang menuju Yerusalem, sesuai dengan kehendak Allah yang telah dinubuatkan nabi-nabi, untuk dibunuh di sana (33).

Terhadap ancaman dari Herodes, Yesus mengingatkannya bahwa ia tidak memiliki kuasa apa pun atas diri-Nya. Kematian-Nya merupakan penetapan Allah. Herodes, si serigala licik, maupun para pemuka agama Yahudi yang memusuhi Dia, bahkan penduduk kota Yerusalem yang pada akhirnya menyerukan, "salibkan Dia, salibkan Dia" (23:21) sama sekali bukan penentu kematian Yesus!

Malahan, Yesus menangisi Yerusalem. Yerusalem merupakan kota yang dahulu Allah menyatakan perkenan-Nya, namun kota itu juga terkenal sebagai pemberontak kepada Allah melalui menolak dan membunuhi para nabi-Nya (34). Padahal Allah sangat mengasihi mereka dan senantiasa mau menyelamatkan mereka, ibarat induk ayam rindu mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya untuk melindungi mereka dari bahaya burung pemangsa.

Tuhan Yesus, nampaknya secara manusia akhirnya kalah oleh intrik para musuh-Nya, yang berhasil menangkap-Nya, mengadili-Nya secara tidak adil, bahkan membunuh-Nya dengan melanggar hukum Romawi. Akan tetapi, sesungguhnya, Dialah yang menang! Karena, justru melalui kematian-Nya yang dipersembahkan secara sukarela dan dalam ketaatan pada kehendak Bapa, keselamatan datang kepada manusia. Termasuk kepada mereka yang berniat bahkan ambil bagian dalam pembunuhan Dia (bdk. 23:34). Segala kemuliaan bagi Dia!

Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org