Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-sh/2012/11/26

Senin, 26 November 2012

Amos 5:14-17
Carilah yang baik!

Judul: Carilah yang baik!
Apakah setiap orang menginginkan yang terbaik? Belum tentu juga. Natur manusia tak bisa ditebak. Orang tertentu mungkin senang mencari hal-hal yang baik, cantik, indah, dsb. Orang lain justru lebih suka yang berlawanan: tidak baik, tidak cantik, tidak indah, dsb. Selera orang berbeda-beda. Ada yang lebih suka mengoleksi foto-foto pemandangan yang indah, sementara yang lain mungkin lebih suka mengoleksi foto-foto pemandangan yang sama setelah dirusak badai atau peperangan. Sebenarnya semuanya sama-sama mencari yang baik, tetapi berdasarkan definisi mereka sendiri; tidak satu pun dari mereka yang mau menerima foto yang buram.

Di nas ini, Allah kembali menegaskan dimensi lain tentang arti mencari Dia. Mencari Allah berarti juga mencari yang baik dan membenci yang jahat. Mencari yang baik berarti melakukan segala sesuatu yang menyenangkan Allah dan bersukacita juga dalam melakukannya. Apa yang menyenangkan Allah? Sebelumnya Amos telah menyebut sikap membela orang yang terpinggirkan. Kini, di ayat 15, Amos menunjuk pada penegakan keadilan dalam kehidupan umat. Di sisi lain, mereka mesti membenci kejahatan. Artinya, bukan hanya dipanggil untuk absen dari kejahatan atau sekadar menjauhinya, melainkan melawannya agar tidak bercokol lagi dalam kehidupan umat.

Nas ini menyoroti dimensi yang lebih dalam dari keberpihakan umat Allah kepada orang yang terpinggirkan, yaitu mengajak kita untuk berperan aktif. Kitalah yang mesti memohon tuntunan Roh Kudus di dalam menggumuli di faset kehidupan mana saja kita mesti mencari yang baik dan menegakkan keadilan serta membenci kejahatan. Ada yang dipanggil untuk terjun ke bidang politik, menjadi sukarelawan di LSM, atau mencurahkan waktu luang bagi pelayanan gereja, dan yang lainnya. Pada tiap panggilan, kita berhadapan dengan kejahatan dan memeranginya berdasarkan firman dan hikmat Roh Kudus. Semua itu bukan pemenuhan potensi atau pencarian kepuasan pribadi, tetapi ketaatan pada perintah dan panggilan Allah.

Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/santapanharian/home.php?d=2012/11/26/

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org