Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-sh/2012/01/09

Senin, 9 Januari 2012

Markus 1:40-45
Maksud baik yang tidak baik

Judul: Maksud baik yang tidak baik
Berdasarkan peraturan agama Yahudi, orang kusta dianggap tidak tahir. Orang kusta dalam bacaan hari ini meminta kepada Yesus bukan dengan anggapan bahwa ia layak disembuhkan. Ia berkata, "Kalau Engkau mau.." (40). Ini memperlihatkan bahwa si orang kusta ini tidak meragukan kuasa Yesus sedikit pun. Bagi dia, kesembuhannya bukan tergantung pada apakah Yesus berkuasa atau tidak, melainkan apakah Yesus mau atau tidak.

Markus mencatat bahwa hati Yesus tergerak oleh belas kasihan (41). Lalu Ia menjamah orang kusta itu dan menyembuhkan dia. Kata 'menjamah' merupakan kata yang penting dalam kisah ini. Mengapa? Kita tahu bahwa begitu orang ketahuan mengidap penyakit kusta maka ia dilarang mengadakan kontak fisik dengan orang lain.Sebenarnya Yesus bisa saja menyembuhkan orang kusta itu tanpa menyentuh dia. Namun dengan menyentuh, terlihat bahwa Yesus berkuasa atas penyakit kusta dan si orang kusta yang dilarang kontak fisik dengan orang lain dipulihkan harga dirinya sebagai manusia.

Namun sayang, si orang kusta yang telah disembuhkan itu tidak mematuhi perintah Yesus agar tidak memberitahu orang lain tentang apa yang Yesus telah lakukan bagi dia. Mungkin dia menganggap bahwa apa yang dia lakukan akan membuat nama Yesus terkenal. Sayangnya, dia tidak memahami dampaknya. Seharusnya Yesus melayani lebih banyak orang, tetapi tindakan si orang kusta membuat Yesus tidak dapat masuk kota secara terang-terangan dan harus tinggal di tempat-tempat yang sepi (45).

Tindakan orang kusta ini memang tidak lantas menggagalkan rencana Allah, tetapi ada masalah yang muncul sebagai akibat tindakannya itu: pelayanan Yesus jadi tidak efektif! Kisah ini memperingatkan kita: kadang-kadang kita tidak mematuhi Allah karena mengira kita tahu yang lebih baik atau bertujuan baik. Padahal manusia tidak pernah lebih tahu dari Allah! Ketidakpatuhan si orang kusta kiranya mengajar kita untuk mematuhi perintah Tuhan dan tidak 'mengacaukan' rencana Tuhan dengan mengira bahwa kita lebih tahu dari Tuhan.

Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/santapanharian/home.php?d=2012/01/09/

 

Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab.

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org