|
Judul: Kuasa dalam pemberitaan Injil
Rasul-rasul terus berupaya menyebarkan Injil. Dan sebagaimana
perkataan yang telah diucapkan Yesus, murid-murid sudah menerima
kuasa untuk menjadi saksi-saksi Tuhan (Kis. 1:8). Salah satu dari
kuasa itu adalah kuasa untuk melakukan mukjizat.
Pada waktu itu Petrus menemui orang-orang percaya di Lida (ayat 32).
Di situ Petrus menyembuhkan Eneas, seorang yang sudah delapan
tahun menderita lumpuh (ayat 33). Petrus menyatakan bahwa
penyembuhan itu merupakan karya Yesus (ayat 34). Kita tahu bahwa
Yesus telah berkata kepada seorang lumpuh di Kapernaum untuk
mengangkat tilam dan berjalan (Mat 9:6; Mrk. 2:11; Luk. 5:24).
Yesus juga kemudian mengatakan hal yang sama kepada orang lumpuh
di kolam Betesda di Yerusalem (Yoh. 5:8). Kuasa Yesus bekerja di
dalam diri Petrus. Eneas, orang yang lumpuh itu kemudian segera
bangkit! Mukjizat ini ternyata membuat heboh orang-orang di
tempat itu. Mukjizat yang menakjubkan itu membuat mereka kemudian
jadi percaya kepada Tuhan (ayat 35).
Berita yang menghebohkan itu tersebar luas hingga ke Yope. Rupanya
tengah terjadi sesuatu di sana. Tabitha, seorang wanita yang
terkenal berbudi baik karena suka menolong orang, mengalami sakit
hingga ia mati. Tak heran bila banyak orang yang merasa
kehilangan dia. Namun mukjizat yang terjadi di Lida membangkitkan
harapan orang-orang Yope. Mereka meyakini bahwa bila Petrus dapat
menyembuhkan Eneas, maka ia pun dapat membangkitkan Tabitha dari
kematian. Terlihat mereka tidak menguburkan Tabitha, melainkan
hanya memandikan dan meletakkan tubuhnya (ayat 37). Petrus yang
datang kemudian berdoa kepada Yesus hingga Tabitha hidup kembali
(ayat 40-41). Mukjizat ini merupakan bukti kuasa Yesus melalui
saksi-saksi-Nya (Mat. 10:8).
Kuasa itu tidak berhenti hanya sampai di murid-murid. Kepada kita
pun amanat untuk pergi memberitakan Injil ditujukan. Kuasa Roh
Kudus pun ada pada kita. Maka apakah yang kurang lagi? Jangan
tunda-tunda. Beritakanlah Injil!
|