|
Judul: Tuhan mampu mengubah orang
Pertemuan Saulus dengan Yesus, yang telah bangkit, menghasilkan
transformasi radikal di dalam diri Saulus. Salah satu bukti
pertobatan Saulus adalah ia menggabungkan diri dengan jemaat di
Damsyik (ayat 19b). Saulus, yang tadinya berhasrat membinasakan
para pengikut Kristus, kemudian tinggal dalam persekutuan dengan
mereka. Tak heran bila banyak jemaat yang mencurigai kehadirannya
(ayat 21). Bukan hanya di Damsyik, jemaat di Yerusalem pun tidak
mudah menerima Saulus (ayat 26). Sebab setahu mereka, Saulus dulu
mengejar-ngejar untuk membinasakan mereka. Bagaimana mungkin
Saulus berubah seratus delapan puluh derajat? Pemikiran maupun
tingkah lakunya berubah. Saulus yang dulu \'menganiaya\' Yesus,
kemudian malah membuktikan bahwa Yesuslah Tuhan (ayat 20, 22). Ia
sungguh-sungguh telah bertobat. Pemahaman dan komitmennya juga
bertumbuh. Ia kemudian mempunyai murid-murid (ayat 25).
Yang bingung ternyata bukan hanya para pengikut Kristus, orang-orang
Yahudi pun tidak mengerti apa sesungguhnya yang terjadi pada diri
Saulus (ayat 22). Maka agar situasi tetap aman terkendali, Saulus
harus dibungkam. Mereka mungkin khawatir tak akan menang bila
harus beradu argumentasi dengan dia. Maka jalan satu-satunya,
Saulus harus dihabisi. Saulus yang dulu menganiaya dan
membinasakan orang-orang yang percaya Yesus sekarang menjadi
target maut karena perubahan pandangannya tentang Yesus. Sampai
dua kali ia mengalami percobaan pembunuhan (ayat 23-24, 29).
Betapa kuat kuasa Yesus mengubah Saulus. Kuasa yang tidak pernah
dibayangkan sebelumnya oleh Saulus. Bila dulu ia mengejar-ngejar
orang yang percaya Yesus, kini ia jadi dikejar-kejar karena
imannya kepada Yesus. Maka jangan pernah meremehkan kuasa Tuhan
untuk mengubah seseorang. Bila Anda masih mendoakan seseorang
agar ia berubah dan mau menerima Tuhan, jangan pernah putus asa.
Doakan terus agar Tuhan menyatakan kasih karunia-Nya pada orang
yang sedang Anda doakan itu.
|